Deddy Mizwar Calon Kuat Wakil Ahmad Heryawan pada Pilgub Mendatang

oleh
ilustrasi

Aktor kawakan Deddy Mizwar menjadi kandidat kuat pendamping calon gubernur (cagub) incumbent Ahmad Heryawan (Aher). Deddy pun mengaku kansnya untuk dipilih tetap ada.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Jawa Barat Tate Qomaruddin mengatakan, Deddy memang calon paling kuat dan sudah pasti menjadi pendamping Kang Aher (Ahmad Heryawan).“Hanya kami belum memublikasikan secara resmi. Nanti dua,tiga atau sepekan ke depan akan diumumkan ke publik, ”ujarnya,tadi malam.

Aktor senior Deddy Mizwar mengungkapkan, tetap memiliki indikasi maju sebagai calon Wagub Jabar.“Tapi, saat ini sedang dicari yang terbaik.Siapa pun yang terbaik harus didukung, meski nanti akhirnya bukan saya. Gue kan rakyat Bekasi. Kan ada Primus Yustisio yang sudah berpengalaman di bidang politik, di bidang birokrasi. Primus jauh lebih baik,” katanya di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, kemarin.

Beralih ke Partai Demokrat, beberapa partai politik membidik posisi cawagub atau pendamping incumbent Wakil Gubernur Jabar Dede Yusuf. Selain PDIP,PAN membuka pintu untuk maju bersama Dede dengan posisi cawagub.Meski demikian, Dede Yusuf masih menyembunyikan nama calon pendampingnya. “Soal wakil ada lah nanti. Untuk sementara, saya tidak bisa jawab dulu,” kata Dede pada Dialog Kebangsaan HIPMI Jabar di Jalan Gatot Subroto,Kota Bandung.

Menurut dia, satu dari lima nama calon wakil yang disodorkan Macan Center menjadi bahan pembicaraan dengan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Nama itu masuk dalam pembicaraan tingkat pusat Partai Demokrat.“Tapi, hasilnya bagaimana,itu sedang dikomunikasikan. Saya belum diperbolehkan memberi sikap apapun terhadap figur-figur yang disodorkan, karena saya juga harus melakukan komunikasi politik dengan parpol lain,”kata Dede.

Ketua DPP PAN Bima Arya Sugiarto menyatakan kembali dukungan partainya terhadap Dede Yusuf untuk menjadi Gubernur Jabar. Walaupun dukungan itu belum disertai putusan resmi dari DPP,namun Ketua Umum PAN Hatta Rajasa telah menegaskan arahannya kepada Dede.“Dukungan itu memang baru sebatas sinyal, aba-aba, atau arahan dari Ketua Umum PAN Hatta Rajasa, karena Kang Dede merupakan figur yang prospeknya paling baik berdasarkan hasil survei,”ujar Bima.

Hingga kini,PAN dan Partai Demokrat masih membicarakan komposisi koalisi, di mana koalisi cinta atau koalisi biru diperluas. Namun, dengan siapa pun Dede dipasangkan, diharapkan tak memutus tali komunikasi dengan PAN. Menurut dia,mengambil posisi cawagub cukup penting bagi PAN meski segala kemungkinan masih bisa terjadi. Sebab, pengambilan posisi itu bisa mendukung kader PAN di Jabar menjadi lebih solid.

“Pro kontra itu biasa dalam parpol, perdebatan menjadi hal yang wajar. Banyak kader potensial di PAN untuk pendamping Dede,misalnya Ketua DPW PAN Jabar Edi Darnadi. Namun,semuanya bergantung proses politik ke depan.Sejauh ini Pak Edi memang yang menonjol dan sudah membangun soliditas jaringan di Jabar,”katanya.

Hanya Dikdik-Toyib yang Lolos Verifikasi Independen

Dari empat pasangan bakal calon independen Gubernur/ Wakil Gubernur Jabar 2013-2018, hanya Dikdik Mulyana Arief Mansyur – Cecep S Toyib yang lolos tahap verifikasi awal berkas dukungan di KPU Jabar. Dari klaim 1,8 juta pendukung, ternyata hanya 1.521.584 berkas dukungan yang dinyatakan sah. Jumlah tersebut melebihi batas minimal jumlah dukungan 3% sebagai syarat utama calon perseorangan sebanyak 1.474.614 dukungan.

“Dukungan untuk Dikdik-Toyib datang dari 26 kabupaten/ kota,” ujar Ketua KPU Jabar Yayat Hidayat. Sedangkan, tiga pasangan bakal calon lainnya dinyatakan gugur karena berbagai alasan antara lain kurang atau tidak sahnya berkas dukungan. Namun, KPU Jabar menolak menjelaskan detail alasan terkait tiga pasangan yang dinyatakan gugur tersebut. “Kalau pasangan Daday Hudaya-Deddy Dores mengundurkan diri dari proses pencalonan. Surat pengunduran dirinya baru kami terima pukul 19.00 WIB,”katanya.

Diketahui, KPU Jabar menerima berkas dukungan dari empat bakal calon yakni Dikdik- Toyib, Dedeng Yusuf Maolani- Maman Daning (Damang), Daday Hudaya-Deddy Dores (D2), dan Endang Ilyas-Mahmud Zaki Fuad. Menurutnya, berkas dukungan Dikdik-Toyib sudah disebar ke 26 kabupaten/kota. Saat ini sudah masuk tahap verifikasi faktual, dimana bukti dukungan itu dicek langsung ke tiap pendukung oleh para petugas PPS.

“Nanti 3 November akan dilaporkan ke pasangan calon bersangkutan. Jika ternyata terjadi penyusutan jumlah dukungan sampai mengurangi jumlah batas minimal dukungan, maka bakal calon harus menggantinya sebanyak dua kali lipat,”jelas Yayat.

Kemudian, akan dilakukan proses verifikasi administrasi faktual sampai memenuhi batas minimal 3%.“Kalau sudah memenuhi syarat barulah bakal calon perseorangan bisa mendaftar sebagai cagub/cawagub Jabar yang akan dibuka 4-10 November,”ucapnya. atep abdillah kurniawan/ okezone

sumber:seputar-indonesia.com