Pilbup Kab. Bandung Barat, Kandidat Saling Beradu Program

oleh
Foto:galamedia
Foto:galamedia

Pasangan calon bupati dan wakil bupati Pemilukada Kabupaten Bandung Barat (KBB) saling beradu program untuk menarik perhatian masyarakat.

Pasangan Aep Nurdin-Kosasih (ASIH) misalnya, mereka menjamin tujuh komitmen yang akan dilakukan ketika terpilih memimpin KBB. Komitmen yang ditawarkan itu adalah hasil kajian dan penelaahan tim berdasarkan masukan dan aspirasi masyarakat yang belum bisa direalisasikan oleh kepala daerah saat ini.

Tujuh komitmen yang ditawarkan ASIH adalah pendidikan gratis hingga SMA, jaminan pengobatan gratis bagi masyarakat, raskin gratis, bantuan pembangunan Rp100 juta per RW, 100.000 lowongan kerja, 5.000 wirausahawan baru, perbaikan infrastruktur jalan, termasuk betonisasi jalan desa, dan program gas murah bagi masyarakat.

Semua komitmen tersebut dijamin bakal terealisasi dalam lima tahun pemerintahannya. “Itu adalah janji dan komitmen kami yang rasional bagi masyarakat KBB,” kata Aep Nurdin, balon bupati yang diusung oleh PKS. Mengenai persiapan menjelang kampanye, pasangan yang mengangkat slogan BERBEDA (bersama benahi daerah) ini mengaku terus melakukan konsolidasi, termasuk melakukan survei internal yang hasilnya akan di-publish pada awal Mei.

Sementara itu, calon wakil bupati dari PPP Samsul Ma’arif mengaku memiliki program membangun dari desa. Tidak hanya itu, Samsul yang akan menjadi pendamping Erni Rusyani Ernawan juga akan berkomitmen dalam perluasan lapangan kerja, perbaikan jalan rusak, pelayanan birokrasi dan aparat pemerintah, serta pembangunan sosial spiritual budaya. Poin-poin itulah yang paling mendasar dan sesuai dengan cita-cita pemekaran KBB.

Sedangkan calon bupati incumbent Abubakar menawarkan program-program yang realistis dan langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Yakni perbaikan infrastruktur, kesehatan, danpendidikan. Menurutnya, ketiga aspek itu menjadi modal awal dalam membangun masyarakat yang mapan.

Dia pun sesumbar jika dibawah kepemimpinannya KBB sudah jauh lebih baik dan maju dibandingkan saat awal dimekarkan dari Kabupaten Bandung. Kalaupun ada program yang belum terealisasi itu, lebih dikarenakan keterbatasan APBD sehingga Pemda harus membuat skala prioritas dalam merealisasikan programnya.

“Selama lima tahun saya sudah meletakkan fondasi pembangunan di KBB. Maka, jika kembali terpilih untuk melanjutkannya lebih mudah. Berbeda jika pasangan lain yang memimpin karena masih harus memulainya dari nol,” ujar cabup nomor urut lima ini. adi haryanto

sumber:koran-sindo.com