Kata BI Soal Bayar Tol Tak Bisa Tunai Lagi

by

Bank Indonesia (BI) menyambut baik langkah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), operator jalan tol, dan perbankan untuk menerapkan transaksi pembayaran non-tunai atau secara elektronik di seluruh gerbang jalan tol pada 2017. Hal ini sejalan dengan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT).

Gubernur BI Agus Martowardojo mengaku, penggunaan uang elektronik dalam transaksi pembayaran tol akan diwujudkan 100 persen pada tahun ini. Kebijakan tersebut merupakan komitmen yang harus mendapatkan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan.

“Itu (cashless society) adalah program yang akan kami wujudkan di 2017. Yakni komitmen yang sebelumnya 70 persen transaksi masih secara tunai, dan itu akan dikonversi menjadi sistem non-tunai yang perlu dapat dukungan dari operator jalan tol, perbankan, dan masyarakat pengguna jalan tol,” terang dia di Gedung Dhanapala Kemenkeu, Jakarta, seperti ditulis Rabu (15/3/2017).
Agus mengapresiasi komitmen dari pihak Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), operator jalan tol, perbankan, dan masyarakat pengguna jalan tol untuk mengejar transaksi pembayaran non-tunai 100 persen di 2017. “Jadi kita optimistis 2017 bisa akan kita wujudkan,” tegasnya.

Nantinya, Agus bilang, seluruh perbankan akan berperan aktif dalam penggunaan uang elektronik di jalan tol. “Ya (semuanya) karena sistem pembayaran di jalan tol itu menggunakan uang elektronik. Uang elektronik akan kita bawa ke arah interconnected dan intercorporated, jadi nanti bisa saling dipertukarkan,” kata Agus.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kepala BPJT Herry TZ mengungkapkan, pihaknya bersama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), BI, dan perbankan sedang bekerja mendukung gerakan nontunai yang diinisiasi BI. Salah satunya meningkatkan transaksi pembayaran nontunai alias elektronik di jalan tol.

“Kami ingin meningkatkan penetrasi penggunaan transaksi pembayaran nontunai atau elektronik di semua gerbang tol di seluruh Indonesia. Kita lagi bekerja untuk mewujudkan cashless society di jalan tol tahun ini,” ujar dia.

Herry lebih jauh menjelaskan, saat ini penetrasi penggunaan transaksi pembayaran elektronik di gerbang tol baru mencapai 23 persen. Targetnya 100 persen di 2017. “Nanti akan meningkat, kan sekarang 23 persen, kemudian naik jadi 30 persen-40 persen. Harapannya bisa 100 persen di 2017,” kata dia.

(liputan6.com)