Mulyadi Pengusaha Muda Roti Raos Mekar dari Bogor

by

Anak muda jaman sekarang harus banyak belajar untuk masa depannya. Mulyadi (25 tahun), sejak umur 14 tahun (2006 yang lalu) dia berdagang donat keliling kampung. Lahir di Babakan Saihwan (Dulu namanya nangoh) tepatnya di Desa Cibitung Tengah Kecamatan Tenjolaya Kabupaten Bogor, tempat ini menjadi locus desa sehat kategori ketahanan pangan se Privinsi Jawa Barat, dia dibesarkan dalam lingkungan pertanian.

Mulyadi mengambil donat dari tetangga dekat, dia mensuplai donat ke warung-warung sekitar kecamatan Tenjolaya (Pemekaran dari kecamatan Ciampea), “Pagi-pagi berangkat keliling kampung, kalau yang jauh mah pake motor, kan nggak kuat kalau sehari bisa keliling se kecamatan mah” Kata mulyadi. Pekerjaan ini dilakoni tiap hari tanpa kenal lelah sampai 2 tahunan.

Tahun 2008 baru bisa buka pabrik roti rumahan sendiri. Awal membuka usaha ini karena dia tertarik dengan saudara-saudaranya yang berdagang roti menggunakan sepeda motor, kesempatan ini tidak di biarkan begitu saja, dengan modal pas-pasan dan ilmu yang sudah di dapat dari teman-teman dan saudara, dia jalankan ide tersebut. Merangkak sedikit demi sedikit mulai dari memproduksi 800 bungkus roti dibantu saudara-saudara untuk menjalankan usaha roti.

Rintangan demi rintangan terus dilalui Mulyadi karena ingin berhasil dalam usaha roti. Pengalaman pahit pun pernah dialami waktu belum punya oven, “Karena tidak ada oven saya menggunakan loyang tempat roti untuk jadi oven, akhirnya tempat roti tadinya bagus jadi gosong” kata Mulyadi sambil tertawa mengenang masa lalu.

Sekarang sehari sudah bisa memproduksi 8000 bungkus roti dengan karyawan 8 orang, “Alhamdulillah, dengan sabar dan tekun, tentunya berkat dorongan kawan-kawan semua bisa sukses sampai sekarang, mudah-mudahan kedepannya bisa lebih baik” katanya, tentunya keinginan untuk membeli alat yang lebih bagus dan canggih bisa terpenuhi, walaupun baru angan-angan. (az-raxal)