Banyak Air Terjun Cantik di Geopark Ciletuh Sukabumi

by

Traveler pecinta wisata alam pasti puas wisata di Geopark Ciletuh, Sukabumi. Banyak air terjun cantik yang begitu memanjakan mata.

Nama Geopark Ciletuh sekarang ini semakin banyak dikenal orang. Sebuah destinasi wisata cantik di daerah Sukabumi Jawa Barat ini menawarkan pemandangan alam yang sedap dan lengkap. Mulai dari perbukitan, pesawahan, lembah, air terjun sampai laut dan pulau-pulau. Kesemuanya menyatu membentuk keindahan yang luar biasa.

Ada Puncak Panenjoan, suatu titik di pintu masuk kawasan Ciletuh yang memungkinkan kita melihat lembah Ciletuh secara keseluruhan. Ada pantai Palangpang, pantai melengkung di teluk Ciletuh. Curug Cimarinjung, terletak di dekat Pantai Palangpang, sebuah air terjun di tebing batu berusia jutaan tahun.

Jangan lewatkan juga wisata menyeberang pulau dengan perahu, menuju Pulau Burung dan Pulau Kunti. Malah kalau dirasa belum cukup, pelayaran bisa diperpanjang ke arah selatan sampai pantai Ombak Tujuh yang terkenal ke mancanegara terutama di kalangan para peselancar.

Selain itu ada banyak lagi destinasi yang bisa dinikmati dan didukung dengan fasilitas yang memanjakan kita. Namun jika kita menginginkan sesuatu yang beda dan sangat menantang, kita bisa mencoba berkunjung ke Curug Puncak Manik.

Curug ketiga dari rangkaian Curug Awang, Curug Tengah dan Curug Puncak Manik ini terletak di tempat yang cukup sulit dijangkau. Akses masuk ke Curug Puncak Manik adalah dari jalan raya Ciletuh.

Kendaraan hanya bisa sampai puncak bukit, setelah itu dilanjutkan dengan jalan kaki menuruni bukit yang curam. Kemarin ketika saya menjajal jalan ke Curug Puncak Manik ini, lumayan menguras stamina juga. Jalur aksesnya mirip jalur mendaki gunung. Kita menembus hutan dan menapaki turunan yang kemiringannya mungkin lebih dari 60 derajat.

Belum ada jalan khusus di sini. Kita harus benar-benar mengamati jalan yang akan dilalui, apakah ada jejak-jejak bekas dilalui manusia atau belum. Perjalanan menuruni bukit curam ini harus dilakukan ekstra hati-hati, karena jalannya licin. Jangan sampai kita terpeleset, jatuh apalagi sampai cedera.

Setelah sukses menuruni punggung bukit yang curam, kita dihadapkan dengan tantangan berikutnya yakni menyeberang sungai. Bukit yang kita turuni berada di sisi kanan air terjun.

Ketika selesai menuruni bukit, kita sampai di sisi sungai yang banyak batu-batunya. Air mengalir dengan derasnya. Supaya bisa menyeberang, kita harus mencari daerah yang airnya tidak terlalu deras dan banyak batu-batu yang letaknya berdekatan yang bisa kita gunakan sebagai ‘jembatan’ untuk menyeberang. Di sini kita harus cermat.

Sesampainya di air terjun, kita akan disuguhi pemandangan berupa air terjun dengan ketinggian lebih dari 20 meter. Selesai menikmati air terjun, perjuangan belum selesai, malah bisa dibilang kita masuk ke pertarungan babak kedua, yakni menyusuri jalan yang tadi kita gunakan ketika turun.

Ini artinya kita akan menempuh tanjakan dengan kemiringan lebih dari 60 derajat, menembus hutan yang lebat. Ini sangat menguras tenaga.

Karenanya ketika kita berkunjung ke Curug Puncak Manik ini, pastikan membawa bekal makanan dan terutama minuman yang cukup. Meski berat namun perjalanan ke Curug Puncak Manik itu terbayar dengan keindahan dan ekslusivitasnya.

(travel.detik.com)