8,14 Juta Pemudik Diprediksi Masuk Jateng

Jumlah pemudik yang masuk ke wilayah Jateng selama arus mudik Lebaran tahun ini diprediksi meningkat dari tahun sebelumnya. Jika tahun lalu mencapai 6,47 juta orang, tahun ini jumlahnya akan mencapai 8,14 juta orang.

“Saya memprediksi pemudik Lebaran melonjak drastis dibanding Lebaran tahun 2016 lalu. Hal itu dikarenakan meningkatnya penggunaan kendaraan pribadi,” ujar Wakil Ketua Komisi D (bidang Pembangunan) DPRD Jateng Hadi Santoso kepada SP, Rabu (14/6).

Menurut politisi PKS ini, peningkatan terjadi pada pemudik yang menggunakan sepeda motor, kemudian disusul pengguna mobil. Kenaikan terbesar diprediksi terjadi di sepeda motor yakni 6,07 juta pengguna, naik dari tahun lalu yang hanya 5,14 juta atau naik sebanyak 18,18 persen.

Sementara, untuk pemudik mobil, juga mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2016. Pada tahun ini, kata Hadi, jumlah pemudik menggunakan mobil sebanyak 3,48 juta jiwa, naik sebanyak 13,92 persen dibandingkan mudik Lebaran 2016 yang berjumlah 3,06 juta jiwa.

Namun, meski angka pemudik menggunakan kendaraan pribadi mengalami tren kenaikan jumlah, tidak demikian halnya dengan penggunaan kendaraan umum, terutama bus.

Berdasarkan data dari Pempov Jateng, kata Hadi, pengguna bus umum diprediksi turun sampai 2,11 persen. Pada mudik Lebaran tahun lalu, angka pemudik yang menggunakan bus mencapai 4,4,2 juta jiwa dan diprediksi menjadi 4,32 juta jiwa.

Hadi mengungkapkan, untuk mengantisipasi angka kemacetan mudik sendiri, Pemprov sebenarnya sudah memfasilitasi kembali mudik gratis bagi warga Jateng yang tinggal di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi dengan menyediakan 177 unit bus.

Bus yang digunakan berasal dari bantuan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebanyak 39 bus dengan kapasitas 2.106 penumpang, bantuan bupati/wali kota se-Jateng 83 bus dengan kapasitas 4.267 penumpang, bantuan Bank Jateng 55 bus kapasitas 2.750 penumpang. Pemberangkatan bus mudik gratis ke Jateng tersebut akan dilakukan dari area parkir Museum Purna Bhakti Pertiwi TMII Jakarta Timur pada tanggal 20 Juni.

Selain mudik gratis dengan bus, Pemprov juga menggunakan mudik gratis dengan kereta api pada tanggal 22 Juni 2017. Kereta api yang digunakan adalah KA Gajah Wong dari Stasiun Pasar Senen pukul 06.45 WIB jurusan Pasar Senen-Purwokerto-Kroya-Gombong-Kebumen-Kutoarjo dengan kapasitas 720 penumpang.

Selain itu, KA Menoreh berkapasitas 640 penumpang yang berangkat dari Stasiun Pasar Senen pukul 20.30 WIB dengan rute Brebes-Tegal-Pemalang-Pekalongan-Weleri-Semarang Tawang, serta KA Jaka Tingkir kapasitas 608 penumpang dan berangkat dari Stasiun Pasar Senen pukul 12.00 WIB menuju Purwokerto-Tambak-Gombong-Kebumen-Kutoarjo-Purwosari Solo.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang akan mengoperasikan layanan kesehatan selama 24 jam selama arus mudik dan balik Lebaran 2017.

Kepala Dinkes Kabupaten Semarang, dr Ani Raharjo mengatakan, kelima rumah sakit yang ada di Kabupaten Semarang itu adalah RSUD Ambarawa, RSUD Ungaran, RSU Ken Saras, RSU Bina Kasih, dan RSU Kusuma.

Selain rumah sakit, 26 pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas), di antaranya 12 Puskesmas yang menyediakan fasilitas rawat inap.

Ada juga tujuh klinik rawat inap, 38 mobil ambulan, serta 12 Posko dari Puskemas di jalur-jalur mudik. Semuanya siap melayani selama 24 jam.

(beritasatu.com)

Tags:

Related search

Related Posts

Tinggalkan Balasan