Kabupaten Bogor Dihantui Penyakit Turbekulosis

Kabupaten Bogor kesulitan dalam memberantas penyakit Turbekulosis (TB) yang mencapai 17.656 kasus. Keterbatasan pelayanan kesehatan di puskesmas maupun Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) hingga rumah sakit swasta yang bisa memberi pelayanan pengobatan jangka pendek TB (TB DOTS).

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Erwin Suriana mengungkapkan, pelayanan TB DOTS baru menjangkau 101 puskesmas dan satu rumah sakit swasta. Meski empat RSUD telah mampu memberikan TB DOTS, namun TB yang bisa ditanggulangi baru 8.245 kasus.

“Karena layanan kesehatan yang menerapkan DOTS masih minim. Terutama di rumah sakit swasta, termasuk klinik dokter praktik mandiri dan belum terjalinnya kesinambungan antara pemerintah dengan swasta dalam penanggulangan TB,” kata Erwin, Selasa (13/5).

Maka untuk mengejar target penanggulangan TB, Dinkes Kabupaten Bogor bersama Dinkes Provinsi Jawa Barat duduk bersama untuk mengoptimalkan peran rumah sakit swasta untuk menyelenggarakan DOTS. “Kami akan lakukan optimalisasi terhadap rumah sakit swasra, klinik maupun dokter praktik mandiri untuk ikut berperan aktif menanggulangi TB,” tegas Erwin.

Untuk mencapai target bebas TB, kata dia, memerlukan kerja keras dan cerdas dari setiap sektor. Tidak hanya oleh pemerintah daerah. “Pemda wajib menyusun Rencana Aksi Daerah (RAD) penanggulangan TB tahun 2017-2020. Karena tahun 2020 kita harus bebas TB,” kata Erwin.

Sementara Kepala Bidang PLPP Dinkes Provinsi Jabar, dr Yuzar Ismani menjelaskan, duduk bersama Dinkes Kabupaten Bogor, untuk memberi pemahaman kepada pihak-pihak swasta tentang TB termasuk kepada masyarakat. “Untuk memberi pemahaman kepada masyarakat supaya persepsinya sama.

“Sekaligus menciptakan harmonisasi dan sinkronisasi dalam pelaksaan penanggulangan TB agar efektif dan efisien untuk mencapai eliminasi TB 2035,” jelasnya.

Kabag Kesejahteraan Rakyat pada Setda Kabupaten Bogor, Enday Zarkasyi mengatakan, setelah Dinkes Kabupaten Bogor dan Jabar duduk bersama, rumusan penyusunan rencana aksi daerah diharapkan menjadi acuan bagi seluruh komponen masyarakat yang akan terlibat.

“Penanggulangan TB ini saya harapkan bisa intensif dan setiap peserta kegiatan membawa semangat untuk menggencarkan kampanye tentang TB di lingkungan masing-masing. Kadi masyarakat pun memiliki pemahaman tentang bahaya TB,” tukas Enday.

(inilahkoran.com)

Tags:

Related search

Related Posts

Tinggalkan Balasan