Libur Lebaran Tahun Ini, Wisatawan Asing Ramaikan Gunung Parang

by

Pada libur Lebaran tahun ini sejumlah wisatawan asing ikut meramaikan ke Gunung Parang via ferrata. Tepatnya di Desa Cirangkong dan Cihuni Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta.

Lima orang wisatawan asal Prancis dan Spanyol mendaki Gunung Parang menggunakan tangga besi‎ atau Ferrata. Namun memang membutuhkan keberanian yang tinggi untuk mendakinya. Hal ini karena tangga ini dipasang di tebing hingga ketinggian 500 meter.

“Selain wisatawan domestik, wisatawan asing juga datang ke lokasi ini. Karena kebetulan di luar negeri berbarengan dengan libur musim panas. Pekan ini sudah ada wisatawan asal Prancis dan Spanyol datang ke Gunung Parang,” kata pengelola via ferrata Gunung Parang, Dhany Daelami, Jumat 30 Juni 2017.

Menurut Dhany, para wisatawan biasanya datang selama dua hari satu malam. Mereka menginap di tempat-tempat yang disediakan pengelola. Namun biayanya tidaklah terlalu murah.

“Satu ‎orang wisatawan biasanya harus mengeluarkan uang sekitar Rp 1 juta. Biaya tersebut adalah untuk satu hari dua malam, tetapi itu juga termasuk biaya untuk menginap,” ujar Dhany.

Total selama sebulan ini, kata dia, sedikitnya 20 orang wisatawan asing menyambangi kawasan tersebut. Kawasan yang menjadi wisata petualangan itu didatangi turis di antaranya dari Jepang, Amerika Serikat, Malaysia hingga India.

Libur lebaran
“Kedatangan mereka pun berbarengan dengan libur lebaran. Sehingga saat datang kesini, mereka berbaur dengan turis lokal yang juga menjalani libur lebaran,” katanya.

Adapun turis lokal juga menjadikan destinasi wisata petualangan itu jadi lokasi liburan. Hampir sepekan libur Lebaran, sudah hampir 2000-an wisatawan yang datang.

“Namun ini adalah total pengunjung diseluruh destinasi wisata dari Gunung Parang, Gunung Bongkok dan Gunung Lembu,” ujarnya.

Stephen (28), salah satu turis asal Perancis misalnya, ia mengaku sengaja datang ke kawasan Gunung Parang. Dia bermaksud untuk menjajal gunung setinggi 980 mdpl tersebut. Ia datang bersama tiga rekannya dan mendarat di Bandara Soekarno Hatta.

Mendaki dengan cara berbeda
“Kami bertiga rencananya akan ke Bromo. Namun sebelumnya kami mampir dulu disini untuk mencoba mendaki gunung dengan cara yang berbeda,” ujarnya.

Menurut dia, sayang jika berada di Jakarta namun tidam menyempatkan diri ke kawasan itu. Mereka mengetahui via ferrata dari media sosial. Saat libur musim panas, ketiganya memilih via ferrata Gunung Parang sebagai destinasi wisata pertamanya saat tiba di Indonesia.

“Tempat ini dekat dari Jakarta, jadi sayang kalau kami melewatkan tempat ini. Saya kaget juga karena ternyata di Indonesia saat ini sedang musim liburan juga,” katanya.

Selain mendaki gunung via ferrata, Stephen bersama koleganya juga mencoba petualangan menegangkan lainnya. Stephen selain mendaki juga mencoba menyebrangi bukit menggunakan tali. (pikiran-rakyat.com)