Sopir Tangki Pertamina di Bogor Minta Maaf, Bagikan Selebaran Aksi Mogok Kerja

Ratusan sopir tangki berseragam Pertamina, membagi-bagikan selebaran di sejumlah titik keramaian Kota dan Kabupaten Bogor, kamis pagi (15/06/2017).

Selebaran itu berisi permohonan maaf, lantaran mereka akan mogok mengantarkan bahan bakar minyak (BBM) ke SPBU, selama musim mudik lebaran. “Kami minta maaf bapak.

Kami minta maaf karena kami akan mogok menjelang lebaran nanti. Maaf jika menyusahkan karena pekerjaan kami terancam,” ujar Abdullah (47) kepada pengendara mobil yang melintas Jalan Raya Tajur.

Mogok kerja yang dilakukan Abdullah bersama ribuan rekannya sebagai bentuk solidaritas atas pemecetan ratusan sopir tangki Pertamina, Mei lalu. Di sisi lain, Abdullah juga khawatir akan bernasib serupa, meski ia sudah mengabdi lebih dari 15 tahun.

“Saya tidak banyak menuntut. Hanya ingin hak selama ini. Karena kerja sudah lebih dari delapan jam. Jam kerja hanya dihitung per kilometer,” tutur pria asal Sukabumi ini.

Pantauan Radar Bogor, sedari pagi hingga pukul 14.00 WIB, ia masih semangat membagikan selebaran itu. Harapannya, pemerintah sudi memperhatikan nasib para pengantar bensin.

“Anak saya masih sekolah.Saya khawatir tidak dapat THR, bagaimana keluarga saya nanti,” ucap lelaki yang rambutnya penuh uban itu.

Aksi di Bogor dipimpin Suwandi, selaku koordinator aksi awak mobil tangki (AMT) wilayah Bogor. Total ada 109 sopir dan kenek yang ikut menyebarkan selebaran.

“Kebijakan ini tidak manusiawi. Tidak ada iktikad baik pada karyawan. Di bulan suci ini kok malah mem-PHK,” ungkapnya.

Suwandi menjelaskan, status seluruh sopir pengantar BBM berada di bawah PT Garda Utama Nasional (GUN). Perusahaan tersebut mendapat peralihan outsourcing para sopir dari PT Pertaminta Patra Niaga.

“Padahal jelas dalam undang-undang tidak boleh membuat anak perusahaan. Dan kami sudah menang di Suku Dinas Ketenagakerjaan Jakarta Utara.

Bahwa kami harus menjadi karyawan tetap dan diberi upah layak, tapi ini vendor baru usia tiga bulan sudah memecat 353 pegawai di Depot Plumpang,” jelasnya.

Atas ketidakadilan yang dirasakannya, para AMT akan mengelar aksi mogok pada Senin 19 Juni-26 Juni 2017 mendatang.

Koordinator AMT wilayah Jawa Barat, Asep M.Idris, menambahkan, pemutusan hubungan kerja sepihak dilakukan kepada 353 pegawai Depot Plumpang Jakarta, 24 pegawai di Depot Lampung, empat pegawai di Depot Ujung Berung, dua pegawai di Depot Padalarang, dua pegawai di Depot Tasikmalaya, 15 pegawai depot Merak, dan dua pegawai depot Banyuwangi serta Tegal.

(POJOKJABAR.com)

Tags:

Related search

Related Posts

Tinggalkan Balasan