Jadi Juara Liga 1, Bhayangkara FC Belum Tentu Wakili Indonesia di Kompetisi AFC

by

Website resmi FIFA sempat keliru memajang nama pemenang kompetisi Liga 1. FIFA masih mencantumkan Bali United sebagai pemenang.

PSSI telah mengklarifikasi kekeliruan FIFA itu. Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria mengatakan, telah berkomunikasi langsung dengan FIFA untuk menjernihkan masalah tersebut.

“Saya jelaskan, memang tadi pagi (kemarin pagi) FIFA sempat salah di websitenya. Kami sudah mengontak secara langsung dan saat ini sudah bisa dicek langsung bahwa Bhayangkara FC yang menjadi juara Liga 1,” tuturnya, Senin, 13 November 2017.

Kendati juara, namun Bhayangkara FC belum tentu akan menjadi wakil Indonesia di kompetisi level AFC. Mengingat PSSI masih harus berkonsultasi dengan AFC terlebih dahulu terkait kuota masing-masing negara di kompetisi level AFC tersebut.

“Jadi kami akan berkonsultasi terlebih dahulu dengan AFC pada saat Exco meeting 29-30 November ini di Bangkok. Konsultasi nanti menyangkut mengenai nominasi-nominasi di masing-masing negara dan PSSI akan putuskan siapa yang dinominasikan pada 22 November ini sesuai dengan batas akhir pendaftaran klub,” kata Wakil Ketua Umum PSSI, Joko Driyono.
Belum pasti

Menurutnya, saat konsultasi dengan AFC nanti, pihaknya akan melaporkan dua hal. Pertama terkait peringkat rangking kompetisi di Indonesia, lalu peringkat dari lisensi klub profesional. Nantinya, AFC juga akan menentukan dua hal, yakni terkait kuota peserta kompetisi Liga AFC untuk Indonesia dan tindak lanjut dari siapa klub yang dipilih mereka.

“AFC punya tahapan. Di 29-30 November nanti di komite exsekutifnya mereka akan meeting menyangkut kuota, lalu diturunkan ke pertemuan dengan departemen kompetisinya AFC untuk memastikan siapa dari kita yang berhak maju. Tapi yang pasti PSSI akan report dua hal yakni soal peringkat kompetisi dan peringkat terkait lisensi klub profesional,” tuturnya.

Joko tidak bisa memastikan apakah jatah Indonesia untuk tampil di kompetisi level AFC tetap dua setengah, yakni satu tim ke kualifikasi Liga Champion Asia dan dua klub tampil di Piala AFC, atau mengalami perubahan. Penilaian untuk menentukan kuota satu negara, selalu dikaitkan dengan performa klub dari masing-masing negara, kompetisinya, serta ditambah kinerja dari Tim Nasional. Ketiga hal tersebut yang menjadi tolak ukur dari AFC untuk menentukan kuota di kompetisi level AFC. ***

(PR).