Makhluk Terkuat Dunia, Hidup 30 Tahun Tanpa Makan

by

Makhluk mikroskopis ini memang luar biasa tangguhnya. Ia dapat hidup di berbagai situasi mematikan, bahkan dikatakan akan menjadi spesies terakhir yang bertahan di Bumi jika muncul bencana besar.

Penelitian terbaru dari Oxford University menemukan bahwa hewan mikroskopik bernama Tardigrade itu, dapat bertahan paling tidak 10 miliar tahun ke depan. Bahkan ia masih dapat bertahan dari terjangan asteroid maupun dampak dari ledakan bintang yang letaknya dekat dengan Bumi.

Selain itu, makhluk yang dikenal juga sebagai beruang air ini dapat bertahan hidup hingga 30 tahun tanpa makan dan minum. Ini terbukti dalam sebuah penelitian di Jepang, di mana selama kurun waktu itu, Tardigrade dapat menghentikan aktivitas metabolisme mereka.

Lalu, hewan berkaki delapan yang hanya berukuran panjang 5 milimeter ini dapat bertahan hingga temperatur 150 derajat Celsius. Makhluk ini juga kebal dengan radiasi pada level 6.200 Gy, yang biasanya diimplementasikan dalam pengobatan kemoterapi.

Studi Oxford ditujukan untuk menemukan kondisi seperti apa yang dapat mengakhiri kehidupan di Bumi. Selain itu, mereka juga memperkirakan seberapa besar peluang Tardigrades mengalami kepunahan ketika mengalami bencana astrofisika, seperti tumbukan asteroid.

“Tujuannya adalah untuk mempelajari apa yang dibutuhkan untuk menghabisi kehidupan, tidak hanya manusia,” ujar Rafael Alves Batista. Salah satu ilmuwan yang tergabung dalam studi tersebut, sebagaimana dilansir detikINET dari Guardian, Senin (13/11/2017).

“Sampai saat ini, kami menunjuk Tardigrade sebagai makhluk paling kuat di dunia. Lalu, berikutnya kami butuh jawaban terhadap sesuatu yang dapat membunuh Tardigrade dan mengakhiri kehidupan di sebuah planet,” ia menambahkan.

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa hewan ini dapat selamat dari serangan asteroid, supernova, maupun pancaran sinar gamma. Meskipun semua fenomena tersebut dapat membunuh manusia dan makhluk hidup lain, tak demikian halnya bagi Tardigrade yang masih dapat bertahan hidup dari seluruh rangkaian kejadian tersebut.

“Tanpa teknologi yang melindunginya, manusia adalah spesies yang sangat sensitif. Perubahan pada lingkungan berdampak besar bagi kita. Kemungkinan, masih banyak makhluk-makhluk semacam Tardigrade di sini, sehingga bisa jadi kehidupan di Bumi akan terus berlanjut setelah manusia punah,” kata Rafael.

(detik.com)