Longsor Timbun Jalan Lama Menuju Geopark Ciletuh

oleh

Bencana tanah longsor menimbun ruas jalan di blok hutan Cisarakan, di Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Senin 15 Januari 2018.  Bencana yang mengakibatkan  arus lalu lintas terhenti,  sempat mengagetkan para pengguna kendaraan roda dua dan empat. Bencana kali ini terjadi dilintasi jalan lama objek wisata Geopark Ciletuh.

Mereka sempat menghindari titik lokasi bencana untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan bencana alam terus meluas.  Kendati tidak menimbulkan korban jiwa, tapi bencana tanah longsor terjadi saat arus kendaraan lalu lintas oadat dilintasi. Akibatnya, aktivitas masyarakat sekitar Geopark Ciletuh terganggu karena badan jalan tertimbun tanah.

Gerusan tanah tebing yang berada di ruas jalan Loji-Kiara dua disertai material batu cadas. Material tanah dan batu menutupi badan jalan sepanjang 15 hingga 20 m. Sedangkan ketinggian material tanah mencapai ketinggian  3 meter dan lebar 4 meter menutupi jalan.

“Penanganan sementara baru ditangani warga sekitar. Dibantu personel anggota koramil simpenan dan satpol PP Simpenan mencoba menyingkirkan tanah gerusan. Tapi upaya yang dilakukan warga masih belum membuahkan hasil. Gerusan tanah masih menutupi badan jalan hingga siang ini,” kata warga Loji, Aji.

Kepala Seksi Satuan  Perlindungan Sipil (Linmas), Okih Fajri mengatakan untuk menyingkirkan material gerusan masih menunggu bantuan kendaran berat. Diharapkan bantuan tersebut dapat segera didilakukan seioring lintasan tidak bisa dilalui kendaraan roda empat dan dua.

“Kami masih menunggu pengiriman bantuan kendaaan berat dari kecamatan Ciemas. Ada satu unit beko tengah meluncur akan segera membantu warga dan petugas gabungan untuk menyingkirkan material tanah dan bati,” katanya.

Waspada cuaca ekstrem

Sementara itu, Pemkot Sukabumi telah mengeluarkan imbauan warga  wasapada cuaca ekstrem terutama sekitar Geoprak Cileteuh.  Tidak hanya intensitas hujan yang disertai angin kencang sangat berpotensi bencana banjir. Tapi kewaspadaan perlu ditingkatkan dibeberapa pemukiman rumah warga.

“Kami telah mengeluarkan surat himbauan yang dilayangkan ke kantor kecamatan dan kelurahan untuk meningkatkan kewaspadaan. Cuaca ekstrim  seiring intensitas hujan semakin meningkat yang disertai angin kencang sangat berpontensi terjadi bencana alam,” kata Assisten Daerah(Asda) bidang pemerintah, Pemkot Sukabumi, Andri Setiawan.

(PR)