web analytics

Lacak Mahasiswi Pembuat Laporan Palsu, Polisi Akan ke Malaysia

2 July 2014   6 views

kapoldaSetelah memastikan bahwa pemerkosaan dan perampokan yang dialami oleh mahasiswi Universitas Padjadjaran asal Malaysia, JS, merupakan laporan palsu, pihak kepolisian masih kesulitan mendapat keterangan langsung dari yang bersangkutan.

Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Mochamad Iriawan, mengatakan, pihaknya telah melayangkan surat panggilan terhadap JS dan jatuh tempo pada 27 Juni 2014. Namun hingga kini JS tidak datang.

“Kita sudah buat surat panggilan buat dia. Tapi sampai sekarang memang belum ada kabar dan belum datang,” ungkapnya, Rabu (2/7/2014).

Selain diberikan langsung kepada JS, lanjut Iriawan, surat tersebut juga ditembuskan ke berbagai instansi, seperti Kedutaan Besar Malaysia untuk Indonesia, Kedutaan Besar Indonesia untuk Malaysia, NCB Interpol, Mabes Polri, dan kepolisian di Malaysia.

Ia menegaskan, bila JS tidak juga hadir hingga pemanggilan selanjutnya, pihaknya akan mengirimkan tim ke Malaysia untuk melacak keberadaannya.

“Dua atau tiga orang ke sana (Malaysia). Mungkin nanti setelah Operasi Mantap Brata dan Operasi Ketupat,” ucapnya.

Seperti diketahui, JS telah membuat laporan pemerkosaan dan perampokan beberapa waktu lalu. Ia mengaku diculik oleh seseorang di Kampus Unpad Jatinangor, Kabupaten Subang, lalu dibuang di Kawasan Grafika Cikole, Kabupaten Bandung Barat. Namun dari hasil olah TKP, pemeriksaan saksi-saksi, pemeriksaan barang bukti, dan hasil visum, tidak ditemukan adanya pemerkosaan atau perampokan yang menimpa JS. Sejak membuat laporan tersebut, JS pulang ke Malaysia dan hingga saat ini belum kembali ke Indonesia.

(Okezone)

Terminal Batas Kota Akan Diefektifkan

2 July 2014   1 views

terminal bubnulakPemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan mengefektifkan terminal Batas Kota diantaranya Terminal Bubulak dan Laladon. Kedua terminal batas kota itu akan dikembangkan sesuai kesepakatan dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor. Tak hanya itu, untuk pengembangan Laladon juga diperlukan perluasan lahan sehingga ada konsekuensi anggaran dan itu masih perlu dibicarakan secara teknis dengan Pemkab Bogor. Sedangkan untuk terminal bubulak akan dialihfungsikan dengan wacana sebagai pusat perdagangan. Hal itu diakui oleh Wali Kota Bogor Bima Arya. Menurutnya, pihaknya akan koordinasi masalah terminal itu dengan Kabupaten dan sesuai kesepakatannya jelas ingin agar terminal batas kota itu lebih efektif. Selain itu, disepakati Terminal Laladon akan dikembangkan, kemudian Terminal Bubulak nanti dialih fungsikan dan ada wacana sebagai pusat perdagangan. ”Masih tahap pembahasan dengan Pemkab Bogor mengenai teknisnya seperti apa dan apa yang difungsikan oleh Pemkot Bogor,” ujar Bima kepada heibogor.com, Rabu (02/07/14). Dia menambahkan, pembahasan soal terminal itu belum selesai dan sepakat ditingkat pimpinan kemudian diputuskan kesepakatan teknis langsung dengan dinas terkait antara Kepala Dinas baru kesepakatan lainnya. ”Saat in masih dilakukan pembahasan sambil menunggu persiapan dari Pemkab Bogor,” tandasnya.

(heibogor.com)

Seorang Pekerja Tewas Terjatuh dari Lantai 11 Hotel Astrilia Bandung

1 July 2014   1 views

pekerjajatuhLutfi (20) seorang pekerja bangunan Hotel Astrilia, Jalan Pelajar Pejuang 45 Bandung tewas saat terjatuh dari lantai 11 sekitar pukul 09.00 WIB. Korban mengalami patah tulang di lehernya yang mengakibatkan meninggal dunia.

Kasatreskrim Polsek Lengkong AKP Sunarya Ishak mengatakan berdasarkan keterangan saksi Budi (40), korban diminta untuk membersihkan dinding di lantai 11 dengan menggunakan gondola. Selain korban, ada juga Hadi dan Budi yang membersihkan tempat tersebut.

“Sebelum terjatuh, korban meminta tolong, lalu ditolong oleh Hadi dengan menarik bagian tangan Lutfi. Namun gondola yang berada di atas korban terjatuh dan menimpa korban,” ujar Sunarya mengutip keterangan Budi, Selasa (1/7/2014).

Menurut Budi, kata Sunarya, gondola tersebut belum ada penahan sehingga korban terjatuh.

“Gondola itu belum ada penahan. Korban membuka semua hingga terjatuh,” terang Sunarya.

Saat ini mayat korban berada di RS Muhammadiyah Bandung, Jalan Banteng. Keluarga dan teman korban tampak berkerumun. Beberapa di antaranya histeris.
(detik.com)

Elang Group Akuisisi Saham Sedco Holding Capital

25 June 2014   32 views

elang-groupPengembang properti yang berbasis di Bogor, Jawa Barat, Elang Group secara resmi mengambil alih kepemilikan saham Sedco Holding Capital, pada Senin (23/6/2014).

Menurut Corporate Communication Elang Group, Nugraha Natakoesoema, penandatanganan persetujuan akuisisi saham tersebut dilakukan di Jeddah, Arab Saudi.

“Kami tertarik mengakuisisi saham Sedco Holding Capital untuk mewujudkan ekspansi perusahaan membangun perumahan skala kota, laiknya BSD City,” jelas Nugraha kepada Kompas.com, Selasa (24/6/2014).

Nilai akusisi tersebut sekitar 22,5 juta dollar AS atau setara dengan Rp 270 miliar. Dana akuisisi berasal dari pinjaman beberapa bank secara konsorsium yang akan dibayarkan tiga bulan kemudian pasca penandatanganan nota kesepahaman.

Sedco Holding Capital diketahui memiliki saham di PT Manakib Rezeki yang merupakan pengelola perumahan Bukit Mekar Wangi seluas 51 hektar di Tanah Sareal, dan lahan kosong seluas 40 hektar di kawasan Ciawi.

Perumahan Bukit Mekar Wangi, lanjut Nugraha, terbagi atas 5 sektor perumahan. Namun, kelima sektor tersebut belum dikembangkan seluruhnya. “Sementara infrastrukturnya sudah siap dan mendukung untuk pengembangan berikutnya,” tandas Nugraha.
(kompas.com)

Mengingat Bogor Tempo Dulu yang Manusiawi

25 June 2014   22 views

bogor dalam photoLEBIH dari 100 foto tua dan baru dipamerkan melalui ”Catatan Sejarah Kota Bogor dalam Foto”, di Lantai 3 Bogor Trade Mall, Senin (23/6/2014).

Ada foto yang menerangkan Stasiun Bogor dibangun pada 1872. Pembangunan itu untuk mempercepat lalu lintas barang dan manusia antara Buitenzorg (Bogor) dan Batavia (Jakarta) menggunakan kereta api, yang sebelumnya bergantung pada kereta kuda.

Foto lain bercerita, di depan Stasiun Bogor pada 1910, dibangun Taman Wilhelmina atau Taman Kebon Kembang. Pada 1970, sebagian kawasan diubah menjadi terminal angkutan kota.

Namun, usia terminal tidak bertahan lama. Taman Wilhelmina diubah menjadi Taman Topi yang sampai kini terdiri atas Taman Ade Irma Suryani dan Plaza Kapten Muslihat.

Jadi, sebelum Terminal Taman Topi ditutup, pengunjung yang naik kereta dapat turun di Stasiun Bogor kemudian menyeberang dan melanjutkan perjalanan menggunakan angkutan kota. Inilah bukti bahwa sebelum diubah menjadi Taman Topi, sistem angkutan umum di Kota Bogor pernah terintegrasi.

Apalagi, di luar gerbang Stasiun Bogor, saat Terminal Taman Topi masih ada, juga ramai deretan delman, becak, dan bemo. Pengunjung bebas memilih menikmati Bogor dengan pelbagai sarana transportasi.

Kendali banjir

Foto lain bercerita bahwa, jauh sebelum ada Kanal Barat dan Kanal Timur di Jakarta, ada Kanal Selatan di Bogor. Belanda membangun Kanal Selatan yang notabene adalah sodetan Ciliwung-Cisadane pada 1854.

Saluran itu dulu disebut Westerlokkan atau Kanal Barat Ciliwung. Alirannya dari Empang melalui Paledang, Jembatan Merah, Ciwaringin, Jalan Sumeru, dan Cimanggu Barat. Di tempat terakhir itu, kanal bercabang ke kiri menuju Cilebut dan ke kanan ke Jalan RE Martadinata dan Jalan Ahmad Yani dan masuk lagi ke Ciliwung.

Dari foto terungkap bahwa sejak dulu pun Belanda memikirkan bagaimana Ciliwung diatur agar limpahan airnya tidak membanjiri Ibu Kota (Batavia atau Jakarta), dengan membagi debit air ke Cisadane yang bermuara di Tangerang.

Nah, saat Jakarta banjir tahun ini, didengungkan kembali proyek sodetan Ciliwung-Cisadane. Lho, bukankah Belanda sudah mewariskan Kanal Selatan yang kini tak terurus itu?

Foto lain bercerita keberadaan Witte Pall (tugu) yang dibangun pada 1839 untuk peringatan kembalinya Buitenzorg dari penguasaan Inggris ke Belanda.

Tugu itu dulunya berlambang Kerajaan Belanda dan berfungsi sebagai titik triangulasi primer. Penanda koordinat letak ketinggian Bogor dari permukaan air laut. Nah, koordinat itu diperlukan bagi pembuatan peta topografi yang mencakup lahan di Pulau Jawa.

Tugu itu dihancurkan pejuang Indonesia pada 1958. Senasib dengannya adalah kuburan Belanda (memento mori) yang kini menjadi Terminal Merdeka, Pasar Kebon Jahe, dan Pusat Grosir Bogor.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengakui, foto-foto yang dipamerkan amat penting untuk membuktikan sejarah Kota Bogor dalam perjalanan Republik Indonesia.

Sayang, kemauan untuk merekam perjalanan sejarah dalam dokumentasi tulisan dan foto masih lemah. ”Budaya kita itu kuat dalam penuturan, bukan dokumentasi, sehingga masa lalu mudah dilupakan,” katanya.

Pameran juga menunjukkan masih banyak bangunan bersejarah yang tersisa dan terpelihara sehingga patut dijaga. Lihatlah, pada masa lalu, Kota Bogor dinamai Buitenzorg karena tidak ada masalah atau sangat nyaman dan manusiawi.
(kompas.com)

3 Bos Cipaganti Tipu Investor Rp3,2 Triliun

24 June 2014   30 views

cipagantiTiga petinggi Cipaganti Group ditangkap lantaran telah menipu para investornya. Dari hasil pemeriksaan terhadap pelapor dan para saksi, diperkirakan dana yang dihimpun dari perbuatan itu mencapai Rp3,2 triliun.

Kasubdit III/Jatanras Ditresrkimum Polda Jabar, AKBP Murjoko Budoyono, mengatakan, tersangka AS (52) sejak 2008 hingga 2014 menggunakan kegiatan koperasi untuk menghimpun modal usaha dari para investor.

“Dari 8.700 mitra atau investor terkumpul Rp3,2 triliun dengan sistem bagi hasil 1,6 persen sampai 1,95 persen per bulan,” jelasnya, di Bandung, Selasa (24/6/2014).

Dengan kesepakatan tersebut, dana akan dikelola oleh koperasi untuk kegiatan pembangunan perumahan, SPBU, transportasi, perhotelan, alat berat, dan tambang.

Namun dari hasi pemeriksaan terhadap para saksi yang ada, ternyata dana tersebut justru digunakan kepada PT Cipaganti Citra Graha Tbk (CPGT) senilai Rp200 miliar, PT Cipaganti Global Transporindo (CGT) senilai Rp500 miliar, dan PT CGP senilai Rp885 juta milik pelaku dengan kesepakatan bagi hasil 1,5 persen dan 1,75 persen.

“Tapi kenyataannya sejak Maret 2014 koperasi gagal bayar dan tidak berjalan sedangkan sisa uang mitra tidak jelas penggunaannya, dan cenderung tidak dapat dipertanggungjawabkan,” terangnya.

Selain itu, dana yang digunakan untuk memberikan bagi hasil bulanan kepada mitra yang lebih dulu menjadi investor dipastikan berasal dari dana mitra lainnya yang ikut bergabung belakangan. “Atau, biasa kita kenal dengan istilah gali lubang-tutup lubang,” ucapnya.

Lebih lanjut Murjoko menjelaskan, saat awal bermitra, dana kerjasama langsung diberikan sebesar 1,5 persen sampai 2 persen kepada freeline marketing yang bisa menarik investor lain sebagai fee.

Seperti diketahui, polisi telah melakukan upaya jemput paksa terhadap tiga petinggi Cipaganti Group pada Senin 23 Juni di kediaman masing-masing. Ketiga tersangka adalah AS (52) dan istrinya YTS (44), warga Kelurahan Cipaganti, Kecamatan Coblong, dan seorang tersangka lain yang juga seorang perempuan berinisial DSR (61), warga Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung.

(Okezone)

Kesal Pintu Utama Dipindah, Stasiun Bogor Didemo

24 June 2014   22 views

stasiunRatusan orang yang terdiri dari mahasiswa, tukang becak dan pedagang yang biasa beroperasi di sekitar Stasiun Bogor, Jawa Barat, berunjuk rasa. Mereka menolak penutupan pintu utama stasiun karena dinilai mengurangi pendapatan mereka.
Dalam aksinya, massa menuntut agar PT KAI membuka kembali pintu masuk stasiun yang berada di Jalan Nyi Raja Permas, yang sejak hari ini mulai ditutup.
“Kita minta pintu masuk yang di Jalan Nyi Raja Permas dibuka lagi, karena merugikan banyak orang. Kami butuh makan, sejak dulu kami dagang di sini. Kami minta pintu dibuka lagi, kami butuh biaya. Anak-anak mau masuk sekolah, mau Lebaran,” kata Gandaria, salah satu pedagang, Senin (23/6/2014).
Bahkan para pengunjuk rasa mengancam akan memblokade pintu yang sekarang (Jalan Mayor Oking). Kami ingin pintu dibuka (di Jalan Nyi Raja Permas) kembali dibuka. “Jika tuntutan kita tidak juga dikabulkan, kita akan datang kembali dengan jumlah yang lebih banyak,” kata seorang pendemo dalam orasinya.
Setelah melakukan aksi di depan Kantor Stasiun Bogor, Jalan Nyi Raja Permas, pengunjuk rasa kemudian kembali berdemo di depan pintu utama yang berada di jalan sisi barat stasiun tersebut.
Hal tersebut membuat macet akses jalan di Jalan Raya Mayor Oking. Beberapa penumpang kereta yang hendak masuk dan keluar dari Stasiun Bogor sempat mengalami kesulitan karena terhalang pendemo.
Saat ini perwakilan warga tengah bertemu dengan pihak PT KAI untuk menyampaikan tuntutannya secara langsung.
Pihak Stasiun Bogor menutup pintu utama atas permintaan Pemkot Bogor. Karena pintu utama yang berada di Jalan Nyi Raja Permas kerap kali membuat macet. Namun pihak Stasiun Bogor belum memberi keterangan terkait penutupan ini.
(Liputan 6)

Polisi dan Tentara Berjibaku Selamatkan Barang Jualan

24 June 2014   19 views

kebakarankingspolisiApi masih berkobar di mal King’s Shopping Centre, Jalan Kepatihan dan Jalan Dalem Kaum, Kota Bandung. Personel polisi dan tentara berjibaku menyelamatkan barang jualan milik pedagang.

Pantauan di lokasi, Selasa (24/6/2014), sekitar pukul 08.00 WIB, petugas gabungan terpaksa membongkar paksa sejumlah rolling door bagian depan atau lantai dasar mal yang berada di bagian Jalan Dalem Kaum. Posisi bangunan mal tersebut berada di tengah-tengah atau diapit Jalan Kepatihan dan Jalan Dalem Kaum.

Petugas melepaskan gembok jumbo dengan menggunakan martil. Usai pintu terbuka, ratusan polisi dan tentara merangksek masuk ke dalam lantai dasar. Mereka mengangkut ragam produk jualan seperti pakaian, sepatu, dan sandal. Beberapa pedagang juga turut sibuk menyelamatkan barang jualan tersebut ke luar atau halaman mal.

Polisi dan tentara tampak gotong royong mengankut meja, etalase, dan alat pemajang produk. Kondisi serupa terpantau di Jalan Kepatihan. Petugas mengangkut kain-kain barang dagangan ke luar gedung.

Api masih terlihat berkobar dan melumat toko-toko di lantai dasar serta basement. “Mundur! Mundur!,” ucap seorang polisi mengingatkan petugas lainnya agar tidak berada lama di lantai dasar karena kondisinya membahayakan jiwa.
(detik.com)

“Ada Jeritan Anak Perempuan Sekitar Jam 3, Saya Kira Ngigau”

23 June 2014   34 views

pembunuhanRida Yani (37) mengaku sempat mendengar suara jeritan seorang anak perempuan ketika dirinya sedang tidur lelap sekitar pukul 03.00 WIB, Minggu, (22/6/2014) dini hari. Rida dan suaminya, Kapten Eko Widodo, tinggal bersebelahan dengan rumah Letnan Kolonel (Letkol) Inf. R. Rudy Martiandi, tempat ditemukannya jasad kakak beradik dan pembantunya di komplek TNI AD, Jalan Gudang Utara No. 18, Kelurahan Merdeka, Kecamatan Sumur Bandung, Jawa Barat.

“Iya, saya sempat mendengar suara pas saya lagi tidur, tapi seperti mimpi, saya hanya mendengar suara selintas dalam tidur saya. Kalau di dalam tidur saya, saya pikir anak-anak saya yang ngigau gitu, saya merasakan seperti halnya mimpi,” kata Rida saat ditemui di TKP, Senin (23/6/2014).

Menurut Rida, suaminya saat itu tengah menonton siaran piala dunia. Kapten Eko mengaku tidak mendengar suara itu.

“Suami saya sedang nonton bola, tapi, suami saya tidak mendengar suara sama sekali, anak saya juga engga mendengar apa-apa, saya aja yang mendengar samar-samar, saya pikir suara anak saya yang lagi pada becanda atau ngigau, seperti mimpi soalnya saya lagi tidur terlelap,” kata Rida.

Rida yakin bahwa suara itu adalah suara Aura (13). Pada Minggu pagi, ketika banyak orang sudah berkumpul di depan rumahnya dan ada dua mantan anak buah Letkol Rudy, yakni Sertu Slamet dan Praka Agung, masuk ke rumah korban untuk mengecek.

“Ya, suaranya suara cewek, kayaknya suara anak kecil itu,” ujarnya.

“Saya baru sadar dengan suara jeritan anak cewek itu pas pagi-pagi, pas diketahui ada pembunuhan. Saya baru ngeh dengan suara itu, saya berpikir ‘ooooo, berarti suara jeritan semalam yang sempat terlintas itu suara anak kecil perempuan itu,” tambahnya.

Rida mengaku tak menaruh curiga sebelumnya atas suara tersebut. Pasalnya, tidak ada tanda-tanda mencurigakan di rumah nomor 18 itu. Sehari-harinya juga kehidupan mereka baik dan aman-aman saja.

“Saya enggak curiga ada apa-apa dengan suara itu. Soalnya, dari dulu juga keadaan dirumah sebelah itu baik baik saja, aman-aman saja, anak-anak itu ceria-ceria aja, enggak pernah ribut-ribut, kadang-kadang ada teman-temannya main ke sini. Bahkan semalam itu, jam 10.00 malam, pintu rumah tetangga sebelah masih terbuka, masih ada aktifitas ga tahu kalau lagi ngapa – ngapainnya, kan anak yang cowoknya (Praja) itu semacamnya baru pulang main sama teman – temannya,” pungkasnya.

Dari atap rumah ini pula, mantan anak buah Letkol Rudy, yakni Sertu Slamet dan Praka Agung mengetahui Acim, sang pembantu, sudah dalam posisi mengantung yang masuk lewat atap rumah sebelah.
(kompas.com)

Ini Nama Para Korban Tewas Kecelakaan Maut di Subang

18 June 2014   47 views

mayatKecelakaan maut yang terjadi di ruas Jalan Lembang-Subang, Cicenang, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Selasa (17/6/2014) petang, memakan korban delapan orang meninggal.

Berikut ini adalah nama-nama korban meninggal dunia dalam kecelakaan yang telah dibawa ke RS Ciereng, Subang:
1. Dasril Asmara, sopir bus
2. Angga Praditia Ahmad Rizki
3. Riska Aldiani
4. Silvi Oktaviani
5. Febri Fitriyani
6. Nasril
7. Ajeng
8. Destiana

Kecelakaan melibatkan bus bernomor polisi B 7529 YB dan mobil Kijang bernomor polisi T 1118 TK. Bus tersebut mengangkut 44 siswa dan delapan guru SMA Al-Huda, Cengkareng, Jakarta, saat kecelakaan terjadi. Selain delapan korban tewas, 14 orang yang lain juga terluka.

“Korban luka kami bawa ke Puskesmas Cikole, RSUD Subang, dan rencananya beberapa korban luka lainnya dibawa ke RS Hasan Sadikin,” kata Kepala Polres Subang, AKBP Chiko Ardiwiatto, melalui pesan singkat elektronik, Selasa malam.
(kompas.com)

« Previous PageNext Page »