web analytics

Persita Tahan Imbang Tamunya, Persib, 2-2

26 May 2013   533 views

persib-persitaPersib ditahan imbang 2-2 oleh Persita pada lanjutan Liga Super Indonesia 2012/2013, di Stadion Siliwangi, Bandung, Sabtu (25/5/2013). Gol Persita dilesakkan Ade Jantra (71), Bastos (82), sedangkan gol Persib diciptakan Sergio (80) dan Hilton (87).

Pada menit ke-14 Persib mendapat peluang pertamanya. Berawal dari aksi Hilton Moreira yang menyisir dari sisi kanan Persita, bola kemudian dikirim ke dalam kotak penalti dan menjadi kemelut. Sayang, tendangan kaki kiri Sergio van Dijk masih bisa diblok pemain belakang “Pendekar Cisadane”. Empat menit kemudian, tendangan jarak jauh Hilton masih membentur mistar.

“Maung Bandung” terus menguasai permainan, sedangkan “Pendekar Cisadane” lebih menunggu untuk melakukan serang balik. Lini tengah Persib yang dimotori Mbida Messi terus menekan dalam membangun variasi serangan. Namun, hingga 40 menit pertandingan berlangsung, kedua tim masih bermain imbang 0-0. Memasuki menit tambahan waktu, Persita hampir saja unggul jika sontekan Kim Dong Chan tidak gagal ditahan kaki kiri Shahar.

Memasuki babak kedua, tim tuan rumah langsung mengancam lewat aksi Carasco. Persib membalas lewat sepakan keras Tony pada menit ke-53. Menit 57 Atep masuk menggantikan Kenji. Dengan demikian, Hilton ditarik ke depan untuk berduet dengan Sergio. Sementara kapten Persita, Edmundo diganti Fakdawer.

Pada paruh kedua ini, tensi pertandingan semakin memanas. Menit 71 Persita unggul 1-0 lewat aksi Ade Jantra. Berawal dari serangan balik yang digalang Leo Saputra, bola rebound kemudian dicocor ke dalam gawang yang sudah kosong. Menit ke 80 tendangan Atep masih bisa diblok. Terus menyerang, gol Sergio pada menit ke-82 membuat pertandingan imbang, 1-1.

Namun, satu menit kemudian sundulan Bastos kembali membawa tim tuan rumah unggul, 2-1. Berawal dari umpan silang Sergio, pada menit ke-87 Persib berhasil menyamakan kedudukan lewan sundulan Hilton. Peluit panjang ditiup, skor tidak berubah.

sumber: pikiran-rakyat.com

Mobil Dinas Baru untuk Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar Terpilih, Batal

21 May 2013   104 views

aher44Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, memutuskan untuk membatalkan  pengadaan mobil dinas baru untuk dirinya dan Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar yang nilainya sekitar Rp1,16 milyar.

“Pertimbangan membatalkan itu, karena diramaikan sama orang dan waktunya tidak tepat,” kata Heryawan di Gedung Sate, Selasa (21/5).

Menurutnya, kehormatan dirinya sebagai kepala daerah Provinsi Jabar jauh lebih terhormat jika dibandingkan dengan mobil dinas baru itu.

“Kehormatan saya lebih penting daripada mobil,” tegasnya.

Menurutnya, keputusan untuk membatalkan mobil dinas baru itu bukanlah keputusan sesaat dan didasarkan emosi karena banyaknya suara masyarakat atas pemberitaan tentang hal tersebut.

“Emosinya didorong suara masyarakat, kan suaranya masyarakat itu suara Tuhan,” katanya.

Setelah pemberitaan tentang pengadaan mobil dinas baru itu, banyak masyarakat yang menyampaikan masukan melalui akun sosial miliknya.

“Banyak masuk soal ini dari warga melalui twitter saya,” pungkasnya. (**)

sumber+foto:fokusjabar.com

Pilkada Kab. Bandung Barat : ASIH Inventarisir Kecurangan Pemilukada

21 May 2013   200 views

piyuKubu pasangan calon bupati dan wakil bupati Bandung Barat nomor urut dua, Aep Nurdin-Kosasih (ASIH), menginventarisir tindak kecurangan yang terjadi selama pencoblosan.

Pengumpulan data tersebut akan menjadi acuan dari tim advokasi yang sudah disiapkan sebagai kajian apakah temuan itu akan dibawa ke Mahkamah Konstitusi (MK) atau tidak sebagai delik aduan pelanggaran Pemilu. Ketua Tim Pemenangan Pasangan ASIH, Gunawan Kartiwa, mengungkapkan, ada dua pekerjaan yang sedang dilakukan yakni perekapan data dan temuan kecurangan.

Seperti intervensi birokrasi; polti kuang di Cigugur Girang, Parongpong; kampanye terselubung termasuk video kampanyediwilayahGununghalu. “Semua dugaan pelanggaran itu dilakukan pasangan nomor urut lima. Berdasarkan data dan kajian internal nantinya diputuskan akan dibawa ke MK atau tidak,” katanya di Media Center ASIH, kemarin.

Menurutnya, banyak kejanggalan yang membuat perolahan suara paslon nomor lima melesat meninggalkan pesaingnya. Misal di TPS 3 Desa Tugumukti, Cisarua, saksi nomor dua tidak boleh masuk, padahal membawa surat tugas.

Belum lagi sepanjang sejarah PDIP di Kecamatan Parongpong tidak pernah menang karena merupakan basis PKS. Tapi, pada Pemilukada Kabupaten Bandung Barat ini, raihan suaranya melesat tajam. “Temuan hukum belum tentu jadi fakta hukum, tapi kami akan berupaya membuat hal ini jelas, karena pelanggaran itu berpotensi membatalkan pemilukada,” ucapnya.

Calon bupati Aep Nurdin mengaku cukup kaget dan tidak memprediksi jika raihan suara yang diperolehnya dengan pasangan nomor lima sangat jauh berbeda. Itu di luar prediksinya sebab ada beberapa daerah hasil binaannya yang raihan suaranya sangat minim dan tidak sesuai target. Padahal, awalnya dia optimistis pelaksanaan Pemilukada KBB berjalan dua putaran dan menyisakan dua pasangan dari lima pasangan yang ada.

“Banyak daerah yang saya bina ternyata kontribusi suaranya minim, entah apa yang terjadi?” kata Aep. Calon bupati Abubakar sudah menyiapkan tim advokasi sebagai bentuk antisipasi ketika terjadi gugatan dalam Pemilukada KBB. Nantinya tim tersebut yang akan menelaah segala macam yang dituduhkan termasuk menyiapkan langkahlangkah jika kasusnya dibawa ke MK. “Saat ini konsentrasi kami masih pada proses rekapitulasi suara sementara,” ujarnya.

Dugaan pelanggaran Pemilukada KBB juga dikemukakan calon bupati nomor empat Erni Rusyani Ernawan. Dia mengungkapkan, ada sekitar 20.000 warga Batujajar yang kehilangan hak pilih. Belum lagi ada intervensi birokrasi melalui camat di beberapa wilayah yang membubuhkan tandatangan berkas rekapitulasi, padahal penghitungan masih dilakukan di tingkat KPPS dan PPS.

Sementara itu, data sementara yang diperoleh KPU KBB menyebutkan Abubakar-Yayat T Soemitra memperoleh 382.712 suara. Jauh meninggalkan lawan-lawannya dimana pasangan Panji Tirtayasa-Kusna Sunardi (22.854 suara), Aep Nurdin-Kosasih (102.383 suara), Djamu Kertabudi-Agus Yasmin (90.018 suara), dan Erni Rusyani-Samsul Ma’arif (150.850 suara). adi haryanto

sumber:koran-sindo.com

Tarian Umbul Buka Rangkaian Penyelenggaraan Pesona Budaya Jabar

17 May 2013   117 views

tari_umbulTarian Umbul yang dibawakan delapan penari wanita dan delapan penari pria membuka rangkaian penyelenggaraan Pesona Budaya Jawa Barat yang menampilkan potensi seni budaya Kabupaten Sumedang.

Rangkaian Pesona Budaya Jawa Barat sejak Kamis (16/5/2013) bertempat di Balai Pengelolaan Taman Budaya Jawa Barat (Dago Tea House) akan berakhir Sabtu (18/6/2013).

Semula seni Umbul dikenal dalam gerak atau tarian dalam pertunjukan reog. Gerak tarian yang mengandung unsur erotik dan kelucuan ini menjadi landasan intuisi di dalam penciptaan kesenian

Kesenian Umbul kini dikembangkan menjadi sebuah tarian yang mempunyai ciri khas tersendiri dan disajikan dalam bentuk ruang yang berbeda. Ada juga yang berpendapat bahwa seni tersebut berasal dari lndramayu, dibawa oleh salah seorang seniman lndramayu bernama Kalsip.

Semula ditampilkan dalam pertunjukan longer. Seniman longer ini sangat dikenal oleh masyarakat pendukungnya telah mencetak penari handal dan terkenal bernama Isrem.

Sosok penari inilah menjadi toiok ukur untuk perkembangan seni tersebut, bahkan menjadi pionir dengan nama Samaran Ma jaer. Seni umbul diperkirakan muncul pada tahun 1940, kemudian tumbuh dan berkembang di daerah Cijambe, Desa Parugpug, Kec. Paseh, Sumedang.

Ciri khas tari Umbul adalah gerakan pinggul yang berbau erotis. Tapi karena dibawakan oleh kaum pria maka kesenian tari Umbul cenderung menjadi kesenian yang mengundang tawa.

sumber: pikiran-rakyat.com

Aher, Jabar Bukan Sarang Teroris

15 May 2013   102 views

aher_di_pwi_garutMaraknya penggerebekan terduga teroris di wilayah Jawa Barat baru-baru ini, membuat Jabar dicap sebagai sarang teroris. Terlebih dengan banyaknya pendatang ke provinsi berpenduduk 49 juta jiwa tersebut.

“Bukan sarang teroris dong, toh di daerah lain juga banyak,” kata Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan, membantah rumor tersebut, di ruang kerjanya, Selasa (14/5).

Dia menuturkan bahwa, meski terduga teroris ditangkap Densus 88 di Jabar, namun para terduganya kebanyakan warga pendatang dari provinsi lain atau dari luar negeri. Para terduga hanya tinggal sementara di wilayah Jabar dengan mengontrak rumah atau tinggal di kamar kost.

“Mereka mendekati sasaran itu lah yang diinginkan,” jelasnya.

Menurutnya, terduga teroris sulit dikenali, terlebih jika tinggal di wilayah perkotaan. Sebab masyarakat perkotaan terkesan lebih bersifat individualistis ketimbang masyarakat pedesaan yang lebih mengenal satu sama lain.

Melihat kondisi itu, Heryawan mengajak seluruh lapisan masyarakat lebih berperan aktif mencegah aksi terorisme. Meski Kepolisian dan TNI sudah bekerja maksimal namun selalu muncul aksi teror dari celah-celah tersempit.

Dia menilai salah satu cara yang bisa dilakukan adalah mengenali sesama warga di lingkungannya. Tidak hanya itu, Heryawan pun meminta masyarakat segera melapor kepada kepolisian jika menemukan sosok yang dicurigai sebagai teroris. Hal itu penting dilakukan sebagai deteksi dini.

Sementara antisipasi terorisme dalam jangka panjang, pihaknya berusaha menghadirkan pendidikan yang baik dan mampu memupuk rasa cinta negara dan tanah air. Selain itu, kemajuan perekonomian yang berdampak positif pada kesejahteraan masyarakat perlu dihadirkan, mengingat faktor ekonomi menjadi pemicu seseorang terhasut paham terorisme.

“Kita semua harus punya komitmen menumpas terorisme,” pungkasnya. (**)

sumber+foto:fokusjabar.com

Buka CPNS, Pemprov Jabar Prioritaskan ‘Tenaga Honorer’

13 May 2013   547 views

cpnsPemerintah provinsi Jawa Barat segera membuka pendaftaran CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil) tahun 2013. Namun kuota yang tersedia lebih dulu diprioritaskan bagi TKK (Tenaga Kerja Kontrak) atau pegawai honorer.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah, Jabar, Muhamad Solihin mengaku telah mengusulkan perekrutan pegawai baru kepada pemerintah pusat.

Setelah proses verifikasi, pemerintah pusat melalui Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara (Kemenpan) lantas memberikan jatah sebanyak 610 orang untuk Kategori I (pegawai honerer yang seharusnya diangkat namun gagal) dan 1.200 orang untuk Kategori II (pegawai honorer yang telah mengabdi selama 5 tahun).

“Dari formasi yang diberikan tersebut, maka yang diutamakan adalah pegawai yang sudah mengambdi,” kata Solihin melalui sambungan telepon, Senin (13/5).

Dia menjelaskan bahwa prioritas  terhadap pegawai nonrer itu membuat kalangan umum tidak bisa ikut melamar. Sebab, hal itu dilakukan sesuai perintah pemerintah pusat.

Kendati begitu, peluang bagi kalangan umum masih terbuka. Jika Pemprov masih kekurangan pegawai, maka penerimaan serupa akan dilakukan kembali. Dengan kata lain, jika kuotanya kurang, maka dibuka penerimaan yang bisa diakses kalangan umum.

“Penerimaan CPNS di Jabar itu semula diagendakan Juni, tapi ada perubahan menjadi September mendatang,” jelasnya.

Adapun pegwai yang dibutuhkan, seperti medis dan teknik. Salah satunya pegawai teknik di lingkungan Pekerjaan Umum (PU).

Saat ini penerimaan pegawai baru di Jabar dibutuhkan terlebih sekitar 600 pegawai memasuki masa pensiun.  Bahkan ditaksir tahun ini jumlah ‘abdi negara’ yang pensiun mencapai 750 orang.

Penerimaan CPNS, selain mampu memenuhi kebutuhan jumlah pegawai pemprov Jabar. Namun juga bisa menimbulkan masalah baru. Artinya penambahan tersebut belum tentu bisa menutupi ‘lubang’ yang ditinggal pegawai lama, terlebih jika dilihat dari kualitas SDM (Sumber Daya Manusia).

“Kualitas tenaga yang masuk dan keluar tentunya sangat berbeda, apalagi pada penerima CPNS pada 2009 lalu hanya setingkat SMA dan D3,”

sumber:fokusjabar.com

Gaya Anak Muda Bermain Angklung

13 May 2013   338 views

20130513jbr1Tidak ada yang menyangka jika Unit Kegiatan Mahasiswa Kabumi UPI mementaskan kesenian tradisional dengan memadukan angklung dan akting dalam drama musikal anak bertajuk Malam Sabtu Budi.

Musik liveyang disuguhkan ini tidak dengan iringan orchestrayang menggunakan peralatan modern, tapi orchestradengan iringan musik angklung. Kabumi UPI memang ingin mengangkat pamor angklung agar bisa dikenal luas masyarakat, khususnya anak muda yang kini banyak memilih untuk mengikuti perkembangan kesenian modern ketimbang sekadar mendengar lagu-lagu daerah. Kesenian yang ditampilkan mahasiswa UPI ini mampu memberikan alternatif pertunjukkan angklung dengan konsep berbeda.

Keindahan suara angklung begitu unik ketika dikombinasikan dengan drama musikal ini. Kabumi UPI ini memang gencar memperkenalkan angklung untuk dikenal generasi muda. Hal itu sudah dimulai sejak 1985. Tidak saja di Indonesia, tapi juga Asia Tenggara, Eropa, dan Afrika. Ketua umum Kabumi atau dikenal dengan istilah Lurah, Imam Bahari Raharja, mengaku berbagai hasil karya Kabumi ini dilakukan untuk menyosialisasikan angklung dengan konsep yang lebih segar. Dengan cara ini, diharapkan akan semakin banyak yang tertarik untuk menekuni angklung.

“Tidak ada yang salah dengan mengikuti perkembangan zaman, tapi jangan pernah melupakan apa yang kita miliki. Kalau milik kita hilang, jangan menyalahkan orang lain karena kita sendiri yang tidak menjaganya,” kata Imam. Mahasiswa semester VI jurusan Pendidikan Fisika ini mengajak masyarakat untuk lebih sadar akan pentingnya kesenian. Dijelaskan dia, seharusnya orang Indonesia becermin dari pengalaman yang lalu. Ketika batik dan angklung dicaplok sebagai milik bangsa lain. Ini jadi cambuk jika Indonesia sebagai pemiliknya, maka masyarakatnya harus menjaganya.

“Tidak harus angklung, tapi setiap mahasiswa daerah harus menunjukkan keseniannya masing-masing sehingga nantinya masyarakat dunia akan kenal dengan kekhasan kita. Jangan malu, ini yang kita miliki. Jangan juga hanya berdiam. Tidak harus jadi pemain, tapi punya rasa memiliki kesenian daerah sendiri,” tuturnya. Sebagai generasi muda, mahasiswa perlu mengangkat karakter asli Indonesia setinggitingginya. Karena seni budaya merupakan amanat serta warisan yang harus dijaga.

Untuk itu, sekelompok anak muda ini terus berusaha memopulerkan angklung, salah satunya mengadakan lomba angklung tingkat SD hingga SMA yang rutin dilakukan dua tahun sekali. Bukan hanya angklung, gamelan, dan tarian juga menjadi garapan Kabumi. Setiap anggotanya bebas memilih bidang yang ingin dipelajari. UKM terfavorit UPI ini tak hanya menciptakan seniman-seniman andal dibidangnya, tetapi juga mampu menjadi penampilan dan menggarap pertunjukkan yang menarik.

Namun, bagi Anda yang ingin bergabung dengan kesenian ini, tidak terlalu sulit, meski ada seleksi ketat. Dalam proses seleksinya, selama 3 bulan calon anggota Kabumi digembleng. Mereka melalui serangkaian tahap seleksi, mulai tes bakat hingga wawancara. Namun, kata Imam, yang terpenting adalah keinginan mereka untuk belajar kesenian tradisional.

“Ada yang berbakat dan bahkan nggakbisa apaapa sama sekali. Bakat hanyalah modal awal, seandainya nol banget pun tidak masalah. Akan tetapi, jika kami tahu bakat mereka (anggota bar), tentunya lebih mudah diarahkan,” ujarnya. Kabumi merupakan wadah berkesenian dan berapresiasi.

Mereka juga mengakui jika masih banyak kesenian yang sejenis yang lebih baik dari pertunjukan yang mereka suguhkan. Untuk itu, mereka berusaha untuk terus lebih baik. masita ulfah

sumber+foto:koran-sindo.com

Game Tradisional Gak Kalah dari Game Moderen

12 May 2013   396 views

Peserta Lomba Kaulinan Barudak (Foto: Deni Rinjani)

Peserta Lomba Kaulinan Barudak (Foto: Deni Rinjani)

Salah satu upaya melestarikan budaya dalam bentuk permainan anak, Dinas Budaya dan Pariwisata Kabupaten Garut menggelar lomba kaulinan budak (permainan anak) di lapangan Alun-alun Garut.

Berbagai permaian seperti, enggrang, kelom batok, sorodot gaplok, rorodaan, sondah, gatrik, gasing dan lainnya tampak semarak dimainkan siswa SD hingga SMP se Garut.

Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Kabupaten Garut, Yatie Rochayati mengatakan lomba kaulinan barudak bertujuan untuk melestarikan kembali budaya permainan anak zaman dulu.

“Permainan ini sarat dengan kebersamaan, kesetiaan, kejujuran dan kesederhanaan. Serta memberikan pengenalan kembali kepada generasi selanjutnya tentang budaya permainan anak dan adat istiadat yang berlaku di Tatar Sunda,” jelasnya di Alun-alun Garut, Sabtu (11/5).

Dia menilai, bila semua komponen melakukan berbagai kajian dengan baik, tentunya budaya tradisional, akan tumbuh dan berkembang sekaligus diminati oleh masyarakat luas.

“Minimal kita perkenalkan kepada anak-anak, permainan ini tidak kalah menarik dengan permainan anak zaman sekarang,” ucapnya.

Pihak dinas pun menyiapkan berbagai hadiah bagi juara lomba. Hal itu untuk lebih memberikan semangat kepada peserta.

sumber+foto:fokusjabar.com

Densus 88 Sita Buku Teroris & Mati Syahid

11 May 2013   164 views

jbrb 3Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Mabes Polri dan Inafis Polda Jawa Barat menggeledah rumah Suparman, orang tua terduga teroris BS alias Angga, di Gang Kelana RT 3/4 Kampung Sukamulya, Desa Banjaran Wetan, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, kemarin.

Dari penggeledahan selama lebih tiga jam itu, tim Inafis Polda Jabar menyita satu keping VCD berjudul Syiar Calls You, dua buku berjudul Terorisme dan Mati Syahid yang tersimpan di kamar BS. Barang sitaan dimasukkan ke kantong plastik transparan besar bertuliskan Inafis Polda Jabar. Kapolres Bandung AKBP Kemas Ahmad Yamin membenarkan dibawanya beberapa dokumen tersebut. “Hasil yang saya ketahui tidak ditemukan bahan peledak di rumah tersebut,” katanya.

Pihaknya hanya melakukan pengamanan area sekitar rumah dan tidak ikut menggeledah. Untuk pengamanan, Pol-res Bandung mengerahkan 2 Satuan Setingkat Kompi (SSK) agar warga tidak mendekat lokasi penggeledahan. Keluarga pemilik rumah terlihat pasrah ketika rumah berlantai dua bercat krem itu digeledah Inafis Polda Jabar. Pihak keluarga, Heri, mengatakan, Angga merupakan anak kedua dari enam bersaudara.

Sejak kecil, Angga hidup dan besar di Desa Sukamulya, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung. Sejak kecil, Angga mengenyam pendidikan mulai SD sampai SMP di wilayah Banjaran. “Namun, sejak SMA, BS tinggal di Jakarta. Bahkan kuliah pun di Jakarta tepatnya di IAIN,” kata Heri. Dia terkejut melihat pemberitaan di media massa dan cetak, Angga terlibat terorisme.

Padahal, Angga dikenal orang baik. “Keseharian seperti orang lain, orangnya baik dan sering ibadah serta bergaul dengan tetangga. Jelas kami syok,” ucapnya. Diketahui, Angga adalah salah satu terduga teroris yang ditembak mati tim Densus 88 di Desa Cigondewah Hilir, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, Rabu (8/5). Tim Densus 88 juga menggeledah Ruko Sindang Sari Blok C, Jalan Sindang Sari, Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, kemarin.

Ruko tersebut diduga dihuni kawanan teroris yang tewas di Desa Cigondewah Hilir. Kasat Reskrim Polres Cimahi AKP Sujana mengatakan, penggeledahan salah satu ruko milik H Andi, 70, itu merupakan rangkaian proses pengungkapan terduga teroris yang tewas di Cigondewah Hilir. Hanya dia tidak mengetahui persis barang yang diamankan. “Terdapat tiga pisau komando di lokasi kejadian. Selebihnya mungkin beberapa barang pribadi,” ucapnya.

Anak pemilik ruko, Dani Lesmana, 35, menuturkan sekitar dua minggu lalu ruko tersebut telah over sewa. Sebelumnya dihuni Udin, 34, yang merupakan pedagang martabak, namun telah beralih pada warga yang mengaku Angga.

“Rencananya akan dijadikan jasa service barang elektronik. Akan tetapi, hingga kini belum beroperasi,” katanya. Wakil Wali Kota Bandung Ayi Vivananda menyampaikan rasa terima kasihnya kepada aparat kepolisian yang sudah menjalankan tugasnya dengan baik. “Karena kerja kerasnya menjaga kondusivitas Kota Bandung, sehingga aksi teroris bisa dicegah,” ucapnya.

Dia mengimbau masyarakat tidak cemas, tetap tenang namun waspada. Yang paling utama adalah kembali menggalakkan sistem keamanankeliling( siskamling).“Kepada pengurus RT dan RW diharap mendata para pendatang baru. Awasi semua aktivitas warga, terutama warga tidak dikenal,” katanya. Ayi pun menginstruksikan aparat kewilayahan meningkatkan operasi yustisia dan razia kartu pengenal.

Sementara itu, Polres Cirebon Kabupaten mengintensifkan pengawasan di jalur pantura, termasuk warga pendatang. Kapolres Cirebon Kabupaten AKBP Irman Sugema menjelaskan, jalur pantura Cirebon merupakan jalur lintasan bagi yang hendak ke Jakarta maupun Jawa Tengah dan Jawa Timur. “Pergerakan teroris melalui jalur pantura dimungkinkan. Sekarang kami semakin intensifkan pengawasan di jalur pantura,” ujarnya.

Razia indekos maupun kontrakan juga diintensifkan jajaran Polres Cirebon Kota. Di tempat terpisah, penggerebekan jaringan teroris berlanjut. Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri pada Kamis hingga Jumat kemarin menyergap terduga teroris di sejumlah tempat di Lampung. Hasilnya, mereka berhasil menangkap empat orang.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Mabes Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar menjelaskan, terduga teroris di Lampung masih terkait dengan jaringan teroris di Jawa Tengah dan Jawa Barat yang diobrak-abrik sebelumnya. Polisi juga mengidentifikasi kelompok tersebut terlibat perampokan sebuah bank di wilayah tersebut. iwa ahmad sugriwa/ dila nashear/zulfikar/ gita pratiwi/ erika lia/rahmat sahid

sumber+foto:koran-sindo.com

Pilwalkot Bandung 2013 – Nomor Urut Calon Bawa Keberuntungan

9 May 2013   171 views

EaNX7GUpDDKPUD Kota Bandung melakukan pengundian nomor urut delapan pasangan calon (paslon) yang mengikuti Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwalkot) Bandung 2013, kemarin.

Pasangan nomor urut 1 Edi Siswadi-Erwan Setiawan (Partai Demokrat, PPP, Hanura, PBB, PKB, PKPI, PPRN), nomor urut 2 Wahyudin Karnadinata- Toni Apriliani (jalur independen), nomor urut 3 Wawan Dewanta- HM Sayogo (jalur independen), nomor urut 4 Ridwan Kamil-Oded M Danial (PKS, Gerindra), nomor urut 5 Ayi Vivananda-Nani Suryani (PDIP, PAN), nomor urut 6 MQ Iswara- Asep Dedi Ruyadi (Golkar, PDS, dan 15 parpol nonparlemen), nomor urut 7 Budi Setiawan- Rizal Firdaus (jalur independen), serta nomor urut 8 Bambang Setiadi-Alex Tahsin Ibrahim (jalur independen).

Sejumlah paslon antusias dengan nomor urut tersebut. Edi Siswadi-Erwan Setiawan tidak membayangkan mendapat nomor urut satu. “Senang menjadi yang pertama, karena segala sesuatu dimulai dari yang pertama sekaligus membawa optimisme tersendiri,” ujar calon Wali Kota Bandung Edi Siswadi. Menurut Edi, simbol angka satu membawa kemudahan bagi dirinya dan tim untuk mengilustrasikannya.

“Nomor satu juga menjadi keuntungan bagi kami karena mudah diingat,” ucap Sekda Kota Bandung ini. Calon wali kota dari jalur independen, Wahyudin Karnadinata, mengaku bersyukur mendapat nomor urut 2. Menurutnya, semua nomor bagus dan tidak ada hubungannya dengan raihan suara yang akan diperoleh nanti.

“Yang penting orangnya harus bagus. Kami siap memimpin Kota Bandung dengan sebaik-baiknya jika diberi kepercayaan oleh masyarakat,” ujar Wahyudin. Calon Wali Kota Bandung Ridwan Kamil juga bersyukur mendapat nomor urut 4. Sebab, nomor tersebut membawa kemenangan Ahmad Heryawan- Deddy Mizwar pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar lalu. Apalagi, euforia kemenangan Pilgub Jabar masih tertanam di masyarakat. Kondisi tersebut menambah semangatnya dalam pertarungan Pilwalkot Bandung.

“Psikologis Pilgubnya membuat kami makin optimistis,” ucapnya. Menurut calon wali kota Budi Setiawan, nomor urut 7 sesuai dengan keinginannya. Sebelumnya, dia sudah mengincar bahkan menerima wangsit untuk mendapatkan nomor tersebut. Dalam filosofi Sunda atau filosofi lainnya, angka 7 memiliki tingkatan tertinggi. Nomor tersebut memiliki keterikatan dengan berbagai kebaikan.

“Seperti surat Al-Fatihah kan 7 ayat. Lalu, bayi di dalam kandungan matang ketika berumur 7 bulan. Jadi, saya berpikir nomor ini memiliki arti baik,” kata Budi. Calon wali kota MQ Iswara yang mendapat nomor urut 6 mengatakan, angka enam bisa dimaknai sebagai sesuatu yang dapat dipercaya dan memiliki nilai amanah. “Angka enam itu mempunyai nilai sakral dan insya Allah bagi saya memiliki nilai amanah,” ujarnya.

Dia bakal terus menggencarkan sosialisasi ke setiap lapisan masyarakat. “Walaupun kami terlambat, tetapi sosialisasi terusmenerus dilakukan,” kata Iswara. Calon wali kota dari jalur perseorangan, Wawan Dewanta, mengatakan, nomor tiga yang diraihnya merupakan pilihan terbaik dari Tuhan sehingga mendorong lebih optimistis dan semangat dalam menghadapi Pilwalkot 2013.

“Berapapun nomor urut yang kami dapatkan, kami yakin Tuhan memberikan yang terbaik. Sekarang tinggal bagaimana kami berusaha mewujudkan harapan rakyat,” kata Wawan. Bambang Setiadi dan Alex Tahsin Ibrahim (Balex) dari jalur perseorangan dengan nomor urut 8 membuat semua relawan bersorak gembira tanpa terkecuali komunitas Perempuan IndieBalex. “Kami siap mengawal kemenangan pasangan Balex,” kata Ketua Perempuan IndieBalex, Maya Lestari.

Calon wali kota Bambang Setiadi mengaku puas karena nomor 8 adalah nomor keberuntungan. “Angka 8 angka tanpa batas dan angka tanpa ujung, ini membuktikan keseriusan pasangan Balex untuk terus mengubah kota Bandung tanpa henti. Kedua, angka 8 adalah angka yang konsisten mesti dibolakbalik, ini sangat jelas membuktikan program yang direncanakan bukan janji,” jelasnya.

Calon wali kota Ayi Vivananda mengatakan, salam nomor urut lima terbilang lebih mudah. Dia dan Nani Suryani hanya tinggal mengacungkan lima jari sebagai simbol salam kepada para pendukung. “Tidak ada korelasi pilgub dan pilwalkot, hanya bersyukur dan semoga jadi energi positif. Bintang juga kan segi lima, ya semua bisa dikait-kaitkan,” ucapnya. atep abdillah kurniawan/ tommi andryandy/ gita pratiwi

sumber:koran-sindo.com

« Previous PageNext Page »

PERSIB

Hari Ini Bobotoh-The Jack Mania Berdamai di Bogor

Pendukung Persib Bandung (Bototoh) dan suporter Persija Jakarta (The Jack Mania)... 

Made Wirawan Tak Akan Sia-siakan Pemusatan di Valencia

I Made Wirawan mengaku, tak akan menyia-nyiakan kesempatannya ketika mengikuti pemusatan... 

Persib Akhiri Ujian di Markas Barito dengan Kemenangan 2-0

Persib Bandung mengakhiri ujian di markas Barito Putera di Stadion Demang Lehman,... 

Informasi Sebelumnya