web analytics
indositehost.com

KPU: 9,5 Juta Warga Jabar Tak Gunakan Hak Pilih

25 April 2014   44 views

pemiluKomisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat jumlah warga Jawa Barat yang tidak menggunakan hak pilihnya pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 mencapai 9.568.358 orang.

“Tingkat partisipasi pemilih pada Pemilu 2014 di Jawa Barat ialah 71,3 persen. Yang tidak menggunakan hak pilihnya ada 9.568.358 orang,” kata Ketua KPU Jawa Barat Yayat Hidayat, di Kota Bandung, Kamis.

Ia mengatakan, jumlah daftar pemilih tetap (DPT) di Jawa Barat ialah 33.344.717 orang dan yang datang ke TPS menggunakan hak pilihnya ada 23.776.359 orang.

“Untuk suara sah ada 20.985.455 suara dan suara tidak sah 2.790.904 suara,” kata dia.

Yayat mengatakan tingkat partisipasi pemilih pada Pemilu 2014 ternyata jauh lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat partisipasi pada Pilkada Jawa Barat 2013.

“Kalau dibandingkan dengan Pilgub Jabar kemarin yang hanya 64 persen, maka di Pemilu 2014 tingkat partipasinya meningkat atau naik,” kata Yayat.

Menurut dia, dalam rekapitulasi perolehan suara Pemilu 2014 tingkat Provinsi Jawa Barat ada sejumlah dari calon anggota DPD dan partai politik yang keberataan atas hasil tersebut.

“Calon anggota DPD yang keberataan itu Oni Suwarman dan Eni Sumarni. Untuk parpol ada tiga yang keberatan yakni Partai Gerindra, PKB dan PBB,” kata Yayat.

(sumber:antarajawabarat.com)

Warga Rancaekek Minta Cikijing Dikeruk

25 April 2014   59 views

cikijingWarga Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung mendesak agar Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWSC) segera melakukan pengerukan dan pelebaran Sungai Cikijing yang kerap menyebabkan banjir saat turun hujan. Tingginya sedimentasi di sungai tersebut menyebabkan air sungai kerap meluap dan membanjiri permukiman warga di sekitarnya.

Ketua RW 7 Desa Linggar, Kecamatan Rancaekek, Didin mengungkapkan, pendangkalan akibat sedimentasi terus terjadi di Sungai Cikijing. Selain itu, penyempitan sungai juga menyebabkan badan sungai tidak mampu menampung debit air yang mengalir saat turun hujan deras.

“Kondisi ini sudah berlangsung lama dan terus terjadi. Akibatnya, wilayah Desa Linggar dan sekitarnya selalu banjir saat hujan turun akibat luapan air sungai,” katanya, Kamis (24/4).

Didin mengungkapkan, warga sekitar telah berupaya melakukan pengerukan sungai dengan peralatan seadanya. Namun upaya itu tidak maksimal lantaran tidak sebanding dengan tingginya sedimentasi di Sungai Cikijing.

Setiap turun hujan deras, sejumlah rumah warga tergenang air setinggi 30 cm-1 meter lebih. Akibatnya, warga kesulitan beraktivitas karena sejumlah akses jalan lumpuh terendam banjir.

“Banyak warga yang terpaksa bertahan di rumah masing-masing saat banjir. Sebab, mau ke mana-mana juga susah,” ujarnya.

Selain Desa Linggar, tiga desa lainnya di dekat aliran Sungai Cikijing, yaitu Desa Sukamulya, Rancaekekwetan, dan Desa Bojongloa, Kecamatan Rancaekek juga kerap tergenang banjir. Luapan Sungai Cikijing saat hujan deras tidak jarang merendam ribuan rumah warga di desa-desa tersebut.

Tahun ini, menurut Didin, rencananya BBWSC akan melakukan pengerukan dan pelebaran sungai hingga 7 meter untuk melancarkan aliran sungai saat debit air tinggi. Meski demikian, hingga kini dia mengaku belum mendapatkan kepastian soal itu.

“Belum ada kejelasan kapan pengerukan itu akan dilakukan. Padahal, itu kebutuhan mendesak. Sebab jika Sungai Cikijing tidak dikeruk, Rancaekek pasti banjir terus,” katanya.

(Galamedia)

Petani Cabai Garut Merugi

25 April 2014   49 views

cabeGARUT – Setelah melonjak dan mencapai kisaran harga Rp 90 ribu per kilogram pada awal sampai pertengahan April 2014, harga cabai rawit merah kembali anjok ke harga normal, yakni Rp 30 ribu per kilogram menjelang akhir April 2014.
Ketua Bamus Subterminal Agribisnis Bayongbong, Endang Solihin, mengatakan sama seperti cabai rawit merah, harga cabai merah besar pun mengalami penurunan harga lebih dari 60 persen. Sebelumnya pada pertengahan April, harga cabai merah besar mencapai Rp 20 ribu. Kini, harganya mencapai Rp 6 ribu per kilogram.
“Harga cabai-cabaian menjadi pusat perhatian dan masalah petani sekarang. Setelah melambung tinggi, harganya langsung anjlok, bahkan harganya tidak logis. Hal ini disebabkan melimpahnya stok cabai-cabaian karena cuaca yang bagus,” kata Endang, Kamis (24/4/2014).
Betapa tidak logis, kata Endang, harga cabai merah besar menjadi sama dengan harga cabai hijau besar, yakni Rp 6 ribu. Biasanya, selisih keduanya mencapai dua kali lipat harganya. Penurunan harga pun dialami cabai merah keriting yang anjlok sampai Rp 8 ribu dari Rp 20 ribu per kilogram.
“Persediaan melimpah sedangkan permintaan menurun. Ini yang menyebabkan penurunan harga cabai-cabaian. Banyak petani cabai Garut yang menderita kerugian. Dulu harga cabai tinggi karena ada hama patek,” katanya.
Sebelumnya, para petani cabai rawit merah di Kabupaten Garut meraup keuntungan dengan angka sampai 200 persen dari harga jual normal. Hal ini disebabkan harga cabai rawit merah di pasaran yang melonjak lebih dari 100 persen dari biasanya pada awal April 2014.
“Para petani di Cikajang dan Cigedug bisa panen 2 ton cabai rawit sehari. Bayongbong hanya bisa memanen 1 ton cabai rawit sehari. Sedangkan, Cilawu, Pasirwangi, dan Cisurupan, panen dengan jumlah lebih sedikit,” tuturnya.
Endang mengatakan para petani sudah putus asa mengharapkan bantuan pemerintah dalam menstabilkan harga cabai. Para petani menganggap beberapa program pemerintah, katanya, tidak efektif menstabilkan harga tanaman hortikultura.
Penurunan harga cabai-cabaian disertai dengan penurunan harga sejumlah sayuran di Pasar Induk Guntur Garut. Kepala UPTD Pasar Induk Guntur Garut, Dayat, mengatakan harga cabai rawit hijau menjadi Rp 20 ribu per kilogram, harga tomat Rp 3 ribu, wortel Rp 6 ribu, kol Rp 3 ribu, buncis Rp 6 ribu, kentang Rp 10 ribu, bawang merah Rp 10 ribu, dan bawang putih Rp 10 ribu.

(Tribunnews)

Ini Penampakan Parahnya Jalan Rusak di Bogor, Sudah Setahun Tak Ada Perbaikan

24 April 2014   87 views

jalan rusakJalan rusak di Kabupaten Bogor sudah bukan cerita aneh. Hampir di setiap sudut wilayah, jalan rusak bertebaran. Sayangnya, Bupati Bogor Rahmat Yasin belum juga turun melakukan penanganan. Padahal warga sudah menjerit meminta pemerintah segera melakukan perbaikan.

Sejumlah pembaca detikcom mengirimkan aduannya lewat [email protected], pada Rabu (24/4/2014). Seperti yang disampaikan Adnan Santoso. Dia mengirimkan sejumlah foto rusaknya jalan di kawasan Kranggan, Wanaherang, dan Gunung Putri.

“Sudah setahun nggak ada perbaikan. Sudah rusak parah,” jelas Adnan.

Kemudian warga Bogor lainnya, Andreas menyampaikan jalan rusak di kawasan Jl Atang Senjaya menuju Rancabungur. Sepanjang 7 Km ruas jalan rusak parah. Truk-truk besar melintas di jalan itu dan membuat aspal rusak.

“Ini mutu aspalnya rendah, jadi jalan rusak lagi. Tolong dilakukan perbaikan,” terang Andreas.

Kabar jalan rusak lainnya dari Andri warga Parung. Menurut dia sepanjang perbatasan Parung dan Tangerang, jalanan rusak bertebaran. Jalanan rusak ini selain membuat macet juga berbahaya bagi pengendara.

(sumber:detik.com)

Desy Ratnasari dan Ikang Fawzi Melenggang ke Senayan

24 April 2014   59 views

230903_97312_Dessy_RatnasariBANDUNG — Rekapitulasi suara pemilu legislatif memastikan ada sejumlah artis tenar kembali akan mengisi bangku DPR RI selama 5 tahun ke depan.

Dari daerah pemililihan Jabar, sebut saja Nico Siahaan, Rieke Dyah Pitaloka, Rachel Maryam Ikang Fawzi, hingga Desy Ratnasari.

Rekapitulasi hasil Pileg tingkat provinsi berlangsung hingga tadi malam. Kendati begitu suara bagi sejumlah calon anggota legislatif atau caleg sudah ketahuan. Selain nama-nama tenar dari dunia hiburan, mantan aktor laga Dede Yusuf juga lolos ke Senayan.

Dede Yusuf yang juga mantan Wakil Gubernur Jabar itu menyambangi kantor KPU Jabar untuk memantau raihan suara partainya. Dia mengaku, ditanyai terus oleh Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkait perolehan suara Demokrat.

“Saya mantau, ngecek karena saya harus laporan ke Ketum bagaimana suara Demokrat, saya ditanya terus,” tutur Dede saat ditemui di Kantor KPU Jabar Jalan Garut kemarin (23/4).

Sebagai caleg dari Demokrat di dapil Jawa Barat II atau Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat, Dede sendiri penasaran dengan perolehan suaranya. “Pastinya dong (penasaran),” katanya.

Diketahui, ia mengantongi sekitar 142 ribu suara dan Secara hitungan ia sebenarnya diprediksi lolos ke DPR RI, namun harus dipastikan lagi karena peta persaingan untuk menuju Senayan cukup ketat.

Apalagi selama ini dapil Jawa Barat II sering disebut dapil ‘neraka’. “Kalau sesuai perhitungan, lolos semestinya,” ucapnya.

(JPNN)

Daftar Nama dan Alamat SMA di Bandung

23 April 2014   125 views

sma2bandungMusim tahun ajaran baru sebentar lagi, para orang tua harus giat memilih sekolah yang bagus untuk anaknya. Harus juga mempertimbangkan dalam segala aspek, mulai dari jarak dari rumah ke sekolah sampai ketentraman dalam proses KBM, jangan sampai si anak setelah masuk ternyata tidak nyaman dengan keadaan sekolah tersebut.

Di bawah ini tabel nama dan alamat SMA di Bandung beserta nomor teleponnya untuk informasi:

NO NAMA SEKOLAH ALAMAT
1
SMA NEGERI 1 BANDUNG
JL. Ir. H. Juanda No. 93 Bandung
Telp. 022 2503948 Fax. 022
2
SMA NEGERI 2 BANDUNG
Jl. Cihampelas No. 173 Bandung
Telp. 022 2032462 Fax. 022
Website : http://www.sman2bdg.or.id
3
SMA NEGERI 3 BANDUNG
Jl. Belitung No. 8 Bandung
Telp. 022 4235154 Fax. 022
Website : http://sman3-bdg.net/id/
4
SMA NEGERI 4 BANDUNG
Jl. Gardujati No. 20 Bandung
Telp. 022 4203861 Fax. 022
5
SMA NEGERI 5 BANDUNG
Jl. Belitung No. 8 Bandung
Telp. 022 4206921 Fax. 022 4216385
Website : http://SMAn5bdg.sch.id
6
SMA NEGERI 6 BANDUNG
Jl. Pasirkaliki No. 51 Bandung
Telp. 022 6011309 Fax. 022 6011309
7
SMA NEGERI 7 BANDUNG
Jl. Lengkong Kecil No. 53 Bandung
Telp. 022 4239947 Fax. 022 4239947
8
SMA NEGERI 8 BANDUNG
Jl. Selontongan No. 3 Bandung
Telp. 022 7304542 Fax. 022 7310331
9
SMA NEGERI 9 BANDUNG
Jl. LMU. Suparmin 1A Bandung
Telp. 022 6123806 Fax. 022 6004299
Website : http://www.smun9-bdg.sch.id
10
SMA NEGERI 10 BANDUNG
Jl. Cikutra No. 77 Bandung
Telp. 022 7273109 Fax. 022 7273109
11
SMA NEGERI 11 BANDUNG
Jl. H. Aksan Bandung
Telp. 022 5201102 Fax. 022 5201102
Website : http://www.sman11-bdg.net
12
SMA NEGERI 12 BANDUNG
Jl. Sekejati Kiaracondong Bandung
Telp. 022 7310256 Fax. 022 7310256
13
SMA NEGERI 13 BANDUNG
Jl. Raya Cibeureum No. 52 Bandung
Telp. 022 6011186 Fax. 022
14
SMA NEGERI 14 BANDUNG
Jl. Yudha Wastu Pramuka Bandung
Telp. 022 7202744 Fax. 022 7202744
15
SMA NEGERI 15 BANDUNG
Jl. Sarimanis I Bandung
Telp. 022 2011975 Fax. 022 2011975
Website : http://www.sman15bdg.net
16
SMA NEGERI 16 BANDUNG
Jl. Mekarsari No. 81 Bandung
Telp. 022 7102122 Fax. 022 7102122
17
SMA NEGERI 17 BANDUNG
Jl. Caringin Bbk. Ciparay Bandung
Telp. 022 6078486 Fax. 022
18
SMA NEGERI 18 BANDUNG
Jl. Madesa Situgunting No. 18 Bandung
Telp. 022 6013514 Fax. 022 6013514
19
SMA NEGERI 19 BANDUNG
Jl. Dago Pojok Bandung
Telp. 022 2502465 Fax. 022 2502465
20
SMA NEGERI 20 BANDUNG
Jl. Citarum No. 23 Bandung
Telp. 022 4205268 Fax. 022 4205268
21
SMA NEGERI 21 BANDUNG
Jl. Rancasawo Ciwastra Bandung-40286
Telp. 022-7565909 Fax. 022-7565909
Website : http://www.sman21bandung.sch.id
22
SMA NEGERI 22 BANDUNG
Jl. Rajamantri Kulon No. 17A Bandung
Telp. 022 7302769 Fax. 022 7302769
23
SMA NEGERI 23 BANDUNG
Jl. Malangbong Raya Bandung
Telp. 022 7270758 Fax. 022 7270758
Website : http://www.sman22bandung.sch.id
24
SMA NEGERI 24 BANDUNG
Jl. A.H Nasution No. 27 Bandung
Telp. 022 7800196 Fax. 022 7800196
Website : http://www.sman24bdg.com
25
SMA NEGERI 25 BANDUNG
Jl. Baturaden VIII No.21 Ciwastra Bandung
Telp. 022 7560119 Fax. 022
26
SMA NEGERI 26 BANDUNG
JL Sukaluyu No.26 Bandung
Telp. 022 7806897 Fax. 022
Website : www.sman25bandung.sch.id
27
SMA NEGERI 27 BANDUNG
Jl. Cihampelas No. 173
Telp. 022- Fax. 022-
28
M A Negeri 1 Bandung
Jl. H. Alpi No. 41 Bandung
Telp. 022 Fax. 022
29
M A Negeri 2 Bandung
Jl. Cipadung Cibiru Bandung
Telp. 022 Fax. 022

Sumber: wikipedia.org, infobandung.org, telah di edit dan disesuaikan. Foto: panoramio.com, objek: SMA 2 Bandung

Daftar Nama dan Alamat SMK di Bandung

23 April 2014   230 views

smkn4bandungSekolah menengah kejuruan (SMK) adalah salah satu bentuk satuan pendidikan formal yang menyelenggarakan pendidikan kejuruan pada jenjang pendidikan menengah sebagai lanjutan dari SMP/MTs atau bentuk lain yang sederajat atau lanjutan dari hasil belajar yang diakui sama/setara SMP/MTs. SMK sering disebut juga STM (Sekolah Teknik Menengah). Di SMK terdapat banyak sekali Program Keahlian (wikipedia.org). Di bawah ini tabel untuk sekolah kejuruan yang berada di Bandung:

NO NAMA SEKOLAH ALAMAT
1
SMK NEGERI 1 BANDUNG  Jl. Wastukencana BandungTelp. 022 Fax. 022
2
SMK NEGERI 2 BANDUNG  JL. Ciliwung No. 4 BandungTelp. 022 4231857 Fax. 022 4231857
3
SMK NEGERI 3 BANDUNG  JL. Solontongan No. 10 BandungTelp. 022 7305529 Fax. 022 7305529
4
SMK NEGERI 4 BANDUNG  JL. Kliningan No. 6 BandungTelp. 022 7303736 Fax. 022 7303736
5
SMK NEGERI 5 BANDUNG  JL. Bojong Koneng No.37 A BandungTelp. 022 7100428 Fax. 022 7100428
6
SMK NEGERI 6 BANDUNG  Jl. Soekarno Hatta Riung BandungTelp. 022 7563293 Fax. 022 7563293
7
SMK NEGERI 7 BANDUNG  JL. Soekarno Hatta No.596 BandungTelp. 022 7563077 Fax. 022 7563077
8
SMK NEGERI 8 BANDUNG  JL. Kliningan No. 31 BandungTelp. 022 7304438 Fax. 022 7304438
9
SMK NEGERI 9 BANDUNG  JL. Soekarno Hatta Km. 10 BandungTelp. 022 7315810 Fax. 022 7315810
10
SMK NEGERI 10 BANDUNG  JL. Cijawura Hilir BandungTelp. 022 7562523 Fax. 022 7562523
11
SMK NEGERI 11 BANDUNG  JL. Budi Cilember Cimahi BandungTelp. 022 6652442 Fax. 022 6652442
12
SMK NEGERI 12 BANDUNG  JL. Pajajaran No. 92 BandungTelp. 022 6038055 Fax. 022 6038055
13
SMK NEGERI 13 BANDUNG  JL. Soekarno Hatta Km. 10 BandungTelp. 022 7318960 Fax. 022 7318960
14
SMK NEGERI 14 BANDUNG  JL. Cijawura Hilir No.2 BandungTelp. 022 7560358 Fax. 022 7560358
15
SMK NEGERI 15 BANDUNG  JL. Gatot Subroto No. 4 BandungTelp. 022 7303659 Fax. 022 7303659

Sumber: wikipedia.org, infobandung.org, telah di edit dan disesuaikan. Foto: smkn4bdg.sch.id

SMA Alfa Centauri Salah Satu Sekolah Favorit di Bandung

23 April 2014   987 views

smaalfaSiapa tidak kenal Sony Sugema, dia adalah pendiri Bimbingan Belajar Sony Sugema College (SSC) di Bandung. Salah satu sekolah di Bandung yang dia dirikan adalah SMA Alfa Centauri yang terletak di Jl. Diponegoro No. 48. Dibuka pada tahun 2003, sekolah ini adalah salah satu sekolah swasta yang menerapkan kurikulum 2013.
Sekolah ini juga menerapkan sistem belajar berfokus terhadap teknologi informasi, seperti mulai dari kehadiran, nilai yang bisa di akses oleh guru, siswa dan orang tua, bahkan Ulangan Harian, UTS dan UAS juga sudah sistem Online, alat pembelajarannya pun wajib dipunyai siswa adalah laptop atau tablet.
Dengan fasilitas WIFI, AC dan Projector setiap kelas siswa lebih dimanjakan dalam hal teknologi. Tak heran kalau biayanya pun tinggi, dengan DSP mulai 22.5 Juta dan iuran bulanan 800 ribu cukup sepadan dengan fasilitas yang ada. Ditambah dengan fasilitas gratis Bimbel di SSC dan Digital Learning System (S2DLS) bisa di install gratis di laptop dan Tablet siswa. Karena sosok Sony Sugema adalah seorang pendidik, dia juga menerima siswa bagi yang tidak mampu dengan program SKTM, siswa SKTM tidak di bebankan biaya apapun, mulai dari DSP, iuran bulanan bahkan bimbel di SSC.

untuk lebih lanjut informasi bisa di lihat di web resmi SMA Alfa Centauri di alamat http://www.smaalfa.com

(az.raxal/jabarmedia)

Puluhan PKL Pertanyakan Kebijakan Pemkot Bandung

23 April 2014   39 views

pklPuluhan pedagang kaki lima (PKL) yang biasa berjualan di Jln. Merdeka berdemo di halaman Gedung DPRD Kota Bandung, Jln. Aceh, Selasa (22/4). Mereka mengadukan kebijakan Pemkot Bandung yang merelokasi para PKL ke basement Bandung Indah Plaza (BIP).

Namun karena tak bisa bertemu langsung anggota dewan yang datangnya siang, mereka akhirnya menitipkan secarik kertas berisi tuntutan dan dua cotton buds (korek kuping) kepada karyawan staf humas dan protokol. “Kalau mereka enggak denger, bisa pake korek kuping ini,” ujar seorang perwakilan PKL yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Lapar (Gampar).

Aksi berlanjut di depan gerbang Pemkot Bandung, Jln. Wastukancana. Selain membentangkan spanduk, belasan orang pengunjuk rasa yang melumuri tubuhnya dengan lumpur melakukan aksi treatrikal. Satu tuntutan mereka, yakni mendesak Pemkot Bandung mengusut tuntas kejanggalan-kejanggalan relokasi PKL Jln. Merdeka ke basement BIP dan biaya sewa lapak yang tidak sesuai kesepakatan

“Kebijakan pemerintah tidak tepat sasaran. Memang pemkot menyatakan ada pelaku usaha PKL yang memiliki karyawan, kami akui faktanya ada, tapi riilnya kami yang jadi korban,” ungkap perwakilan Gampar, Onay, kemarin.

Pelaku usaha yang memiliki karyawan, ujar Onay, akan bertahan dengan kondisi saat ini. Berbeda dengan PKL kecil seperti dirinya dan rekan-rekan lainnya. “Kami enggak bisa bertahan, belum lagi intrik-intrik di dalamnya, ada pengusaha PKL yang mengatasnamakan koordinator. Makanya kami turun ke jalan,” ungkapnya.

Onay dan sejumlah rekannya sempat mengikuti program relokasi. Data dari koordinator PKL Merdeka, yakni Linda, tercatat ada sekitar 70 PKL, padahal PKL yang ada hanya 54 orang. “Saya juga dulu ikut program (relokasi, red), katanya coba dulu, tentunya sudah kami buktikan. Tapi relokasi bukan solusi. Solusinya, serahkan penataan PKL pada PKL sendiri karena yang tahu di lapangan ‘kan PKL sendiri,” ujar Onay.

Perwakilan PKL sendiri sempat melakukan audiensi dengan pihak Pemkot Bandung selama 1 jam. Namun pertemuan tersebut tidak membuahkan hasil. Salah seorang PKL Jln. Merdeka, Hari, yang ditemui usai audiensi mengaku kecewa atas sikap Pemkot Bandung yang enggam menanggapi keluhan mereka. Padahal, para PKL berharap pemkot turun tangan dan mengusut tuntas keganjilan yang ada.

“Kita ngerasa enggak dianggap. Padahal kita udah jelasin. Pemkot seolah enggak mau mengerti dengan menyerahkan urusan itu (koordinator) pada kami. Puguh kita datang ke sini buat minta bantuan,” kata Hari.

Mencari solusi

Sementara Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil mengatakan, selalu ada dinamika dalam menangani PKL. Biasanya, masing-masing PKL memiliki organisasi sendiri yang saling beseberangan. Karena itu, diharapkan masalah internal antar-PKL ini diselesaikan terlebih dulu. Namun pihaknya siap menjadi penengah bila berakhir buntu.

“Kita akan coba menengahi dan mencari solusi. Kepada PKL juga kita sarankan untuk menunjuk koordinator baru, yang menurut mereka tepat untuk berkomunikasi dengan kita,” katanya.

Ridwan pun menginstruksikan Satgasus PKL untuk memanggil Linda sebagai koordinator PKL Merdeka untuk dipertemukan dengan pihak PKL, pemkot hingga manajemen BIP.

(Galamedia)

Sepelemparan Batu dari Jakarta, Jalan di Bogor Banyak yang Rusak, Kemana Pak Bupati?

23 April 2014   51 views

gunung putri3Warga Kabupaten Bogor berharap ada tangan pemerintah yang sudi memperhatikan infrastruktur jalan. Bukan tanpa alasan, banyak ruas jalan di wilayah yang hanya sepelemparan batu dari Jakarta itu rusak parah. Tapi seolah Pemkab Bogor cuek. Kemana Pak Bupati Rahmat Yasin?

“Saya tidak tahu kenapa pemerintah seakan buta. Saya sedih padahal Bogor merupakan perbatasan dengan ibu kota tapi seakan tidak pernah punya pimpinan pemerintahan daerah, sedih rasanya. Makanya dalam pemilu kemarin jangan disalahkan kalau masyarakat lebih memilih tidur di rumah dari pada milih orang yang tidak amanah, seperti tim DPRD bogor dan bupatinya,” tulis Agus Salim warga Cileungsi dalam surat elektronik, Rabu (23/4/2014).

Agus menceritakan pengalamannya yang melintas di kawasan Wanaherang, Cileungsi, Citeureup, hingga Gunung Putri. Jalan di kawasan itu rusak parah tak pernah ada perbaikan. Pemerintah seolah abai.

“Semoga pemimpin daerah Bogor khususnya, segera sadar sebelum kekecewaan masyarakat B, menjadi doa yang tidak baik buat para pemimpin. Semoga Indonesia bisa mencetak pemimpin seperti Bu Risma (wali kota Surabaya-red),” tulis Agus.

Harapan akan adanya perbaikan insfrstruktur di wilayah Bogor juga datang dari Edi. Misalnya saja Jl di Mayor Oking, Ciriung, Bogor banyak jebakan batman di kawasan ini. Kerap kali pemotor menjadi celaka. Hampir satu tahun lebih tak pernah ada perbaikan jalan.

“Semoga saja nggak pakai alasan ini jalan provinisi, ini jalan pusat. Mau sampai kapan begitu? Mau sampai warga celaka?” keluh Edi.

Bogor mungkin hanya gambaran kecil saja soal kondisi infrastruktur jalan yang rusak. Bogor begitu dekat dengan ibu kota tapi tak juga ada perbaikan. Lalu bagaimana dengan daerah lain yang jauh dari ibu kota?
(sumber:detik.com)

« Previous PageNext Page »