web analytics

BPJS Ketenagakerjaan Bandung I Berikan Beasiswa

2 May 2014   56 views

bpjsBadan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Bandung I memberikan beasiswa kepada anak peserta BPJS Ketenagakerjaan yang berprestasi. Dana yang digelontorkan, mencapai Rp 2.200.000.000 untuk 917 anak.

Ini baru di Kantor Cabang I saja. Total dana beasiswa dari Kantor Cabang se-Bandung Raya, sebesar Rp 5.404.000.000. Ini meliputi wilayah Bandung I, Bandung II, Majalaya dan Cimahi dengan jumlah peserta 2.252. Dana ini berasal dari anggaran Manfaat Layanan Tambahan (MLT) 2014, yang sebelumnya bernama Dana Peningkatan Kesejahteraan Pekerja (DPKP) BPJS Ketenagakerjaan.

Bantuan Beasiswa Kantor Cabang I selalu meningkat setiap tahunnya. Di 2010, beasiswa diberikan kepada 152 anak dengan anggaran Rp 294.600.000. Di 2013, jumlah penerima meningkat menjadi 542 anak dengan dana Rp 1.036.800.000.

Penyerahan beasiswa untuk 2014 tepat pada Hari Pendidikan Nasional yang jatuh hari ini, Jumat (2/5). Proses penyerahan dilaksanakan di Aula Kanwil, BPJS Ketenagakerjaan Jawa Barat, Jalan PHH Mustofa.
(jabar.tribunnews.com)

2 Tali Putus, Lokomotif KA Malabar Jatuh Lagi ke Jurang

30 April 2014   53 views

malabarTASIKMALAYA - Lokomotif Kereta Api (KA) Malabar kembali jatuh ke jurang saat dievakuasi menggunakan dua unit crane, Selasa 29 April 2014 sore.

Sekadar diketahui, lokomotif tersebut merupakan penarik rangkaian KA Malabar yang anjlok dan masuk ke jurang di Kampung Terung, Desa Mekarsari, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, pada Jumat 4 April 2014. Kecelakaan tersebut menyebabkan tiga orang tewas.

Evakuasi kemarin merupakan yang kedua kalinya. Evakuasi pertama yang dilakukan pada 10 April mengalami kegagalan. Lokomotif jenis CC-206 bernomor 1355 itu malah terperosok ke jurang yang lebih dalam. Pada evakuasi kedua, 29 April, lokomotif kembali jatuh ke jurang.

Evakuasi dilakukan menggunakan dua crane yang masing-masing mampu mengangkat beban 50 ton lebih.

Sebelum dilakukan evakuasi, petugas membuat jalan di samping jalur kereta yang longsor. Tujuannya agar dua crane bisa lebih mendekat ke posisi lokomotif sehingga mempermudah proses evakuasi. Setiap crane ditempatkan di ujung lokomotif. Beban agak lebih berat karena sebagian badan lokomotif sudah terkubur tanah.

Lokomotif yang akan diangkat tersebut berbobot 60 ton. Berat sebenarnya adalah 90 ton. Namun karena dua buggy (roda) sudah diangkat, beratnya menjadi 60 ton.

Sementara itu, tali yang digunakan untuk mengangkat lokomotif adalah spanset magnum yang memiliki kemampuan menarik beban 40 ton untuk satu tali. Jadi, jika menggunakan dua tali diperkirakan memiliki kemampuan untuk mengangkat hingga 80 ton.

Baru diangkat sekira tiga meter, tiba-tiba dua tali tersebut putus. Proses evakuasi akhirnya dihentikan dan akan dilanjutkan hari ini.

Pihak PT KAI juga mengundang kiai dan para santri untuk menggelar pengajian di lokasi, dengan tujuan proses evakuasi berjalan lancar.
(Okezone)

Ramdhani yang Bunuh 3 Anggota Keluarga Kekasihnya di Tangerang Diancam Hukuman Mati

30 April 2014   64 views

Ramdhani Gumelar (25) dengan sadis membunuh Dukut Widwahyono (50), Heryanti (45), dan Prasetyo (25). 3 Orang korban itu merupakan keluarga Dewi yang pernah menjadi kekasihnya. Ramdhani membunuh karena emosi niatnya ingin meningkatkan hubungan ke jenjang yang lebih serius ditolak.

“Dia kita bidik pasal 340, 338, dan 365 KUHP. Ancaman maksimal, bisa sampai hukuman mati,” kata Kapolres Tangerang Kombes Pol Riad saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (30/4/2014).

Pembunuhan itu terjadi pada Selasa (29/4) siang. Saat itu sebenarnya hubungan asmara Ramdhani dan Dewi sudah putus. Tapi karena sudah empat tahun pacaran, hubungan Ramdhani dengan orangtua Dewi terjalin baik. Dewi siang itu tengah bekerja

“Mereka sempat makan siang,” terang Riad.

Nah, saat makan siang itu Ramdhani mengutarakan niatnya untuk serius berhubungan dengan Dewi. Namun sang ibu Heryanti meminta agar Ramdhani mencari kerja lebih dahulu. Ramdhani tengah menganggur setelah sebelumnya bekerja di Kalimantan.

Ramdhani kemudian tersinggung dan mengamuk. Memakai linggis dia memukul Dukut, Heryanti, dan Prasetyo. Setelah itu dia menusuk korban dengan pisau. Aksi pelaku dipergoki anak bungsu korban yang baru pulang SMA.

“Sempat terjadi pergumulan, pelaku kemudian ingin kabur tapi dipergoki warga dan ditangkap,” tegas Riad.
(detik.com)

Polisi Duga Ada Perkelahian Sesama Praja Putri IPDN

29 April 2014   51 views

ipdnSUMEDANG - Kabar mengenai praja putri IPDN menjadi korban cipratan lumpur belum ada kepastian. Namun, informasi yang diterima polisi, mereka justru menjadi korban dugaan penganiayaan.  

Kapolsek Jatinangor, Kompol Roedy de Vries, mengungkapkan, pihaknya mendapat kabar bahwa pada Minggu 27 April 2014 terjadi tindak pidana penganiayaan sesama praja, sehingga dia melakukan pengecekan ke kampus tersebut.

Roedy mengaku sudah bertemu langsung dengan Kabiro Kemahasiswaan IPDN, Benhard Rondonuwu, untuk memastikan informasi itu. Dalam pertemuannya tersebut, dikabarkan jumlah korban sebanyak empat orang.

“Tapi, pihak IPDN belum kasih data (korban),” kata Roedy saat melakukan pengecekan ke Kampus IPDN, Jalan Raya Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Selasa (29/4/2014).

Meski terkesan ‘misterius’, pihak kepolisian akan terus bergerak mencari fakta sebenarnya mengenai dugaan penganiayaan tersebut. Pasalnya dari pertemuan itu, ada unsur yang memenuhi telah terjadinya penganiayaan.

“Pak Benhard menyebut ada gesekan saat praja melaksanakan kegiatan di Gunung Manglayang. Diduga imbas dari gesekan itu berlanjut ke perkelahian di Kampus IPDN atau saat pulang dari gunung itu,” tuturnya.

Meski hingga kini belum ada laporan resmi mengenai dugaan penganiayaan tersebut, pihaknya akan tetap menyelidiki dengan berkoordinasi bersama Satreskrim Polres Sumedang. Nantinya jika terdapat fakta dan bukti penganiayaan, maka pihaknya akan meneruskan kasus ini ke tingkat selanjutnya.

(Okezone)

Gubernur: Mayday, Semua Perusahaan Harus Libur!

29 April 2014   36 views

aherBANDUNG – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) berjanji akan memberikan sanksi kepada perusahaan yang tidak meliburkan karyawannya saat Hari Buruh Internasional atau Mayday pada 1 Mei. Seperti diketahui, Pemerintah Pusat telah menetapkan 1 Mei sebagai hari libur nasional.

”Tentu saja kalau ada melanggar (tidak libur) akan ada sanksi. Urusan sanksi belakangan. Gampang,” tegas Aher saat ditemui di Mapolda Jabar, Selasa (29/4/2014).

Aher mengungkapkan, pemerintah daerah tidak mengeluarkan surat pemberitahuan libur kepada perusahaan-perusahaan karena hal ini merupakan kebijakan pusat.

“Semua perusahaan harus libur. Kasih lah kesempatan karyawan dan pekerja merayakan Hari Buruh Internasional,” ucapnya.

Sementara itu, kepada pekerja, Aher mengimbau agar Hari Buruh Internasional dirayakan dengan hal positif.

“Dengan catatan, acara itu menarik dan tidak mengganggu ketertiban dan keamanan,” tukasnya.

(Okezone)

5 Kelurahan di Rumpin Kesulitan Air

29 April 2014   56 views

airRumpin | Lima Desa yang ada diwilayah Kecamatan Rum­pin, Kabupaten Bogor, tidak memiliki sumber air yang cukup. Yaitu Desa. Suka­sari,Sukamulya,Cidokom,Gobang dan Desa Rabak. Kelima Desa ini kerap kali mengalami kekeringan, su­mur yang di­gunakan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air terkadang tidak berfungsi dengan baik, sehingga masya­rakat tersebut hanya mengandalkan air seada­nya, yang belum jelas kebersihannya “Kelima Desa di Keca­matan Rum­pin, sering dilanda kekeri­ngan air ber­sih, sehingga masyara­kat disana hanya mengguna­kan air se­a­danya untuk kebutuhan se­hari-hari, “Ucap Ca­mat Rum­­pin Zulkifli kepada Jurnal Bogor Kamis (24/04) Kemarin Ia menambahkan, pihak­nya meminta kepada Peme­rintah Kabupaten Bogor, un­tuk mencarikan solusi agar masyarakat di lima Desa ini bisa menikmati air bersih, karena jika ini di­biarkan akan berdampak pada kesehetan warga yang selama ini masih menggunakan air seadanya, seperti air kali. “saya meminta Pemkab untuk memanfaatkan sumber air yang ada diwlayah rum­­pin. yang tentunya, untuk bisa dimanfaatkan butuh biaya yang tidak sedikit,” tambahnya Meski demikian, ia tetap menyarankan kepada warganya untuk selalu menggunakan air yang memang layak untuk dikonsumsi, sehingga kesehatan warga tetap terjaga, pihaknya khawatir jika masyarakat masih mempergunakan air yang tidak layak. Akibatnya, anak-anak yang akan menja. (Jurnal Bogor)

HUT ke-15 Kota Depok, Ini Harapan Pelajar Depok

27 April 2014   86 views

Nur-Mahmudi-dgn-Pelajar-DepokDalam memasuki usia yang mencapai ke-15 Kota Depok. Pelajar Depok yang tergabung dalam Forum Pelajar Kota Depok (FPKD) berharap jika program Pemerintah terkait dengan program pendidikan terealisasikan dengan baik.

Menurut Ketua FPKD, Agus Dwi Nur Santoso, program mengenai pendidikan sudah baik tinggal meningkatkan apa yang sudah tercapai.

“Di HUT Kota Depok yang ke-15. Saya berharap program pemerintah Depok mengenai masalah pendidikan kedepannya dapat terealisasikan dengan baik,” Kata Agus, Sabtu (26/4/14).

Agus melanjutkan, semoga Depok dapat menjadi kota percontohan dalam bidang lingkungan ataupun lalu lintas.

“Semoga Depok menjadi kota anti korupsi dan dari baik dapat lebih baik lagi,” tambahnya.

Ia berharap dalam waktu dekat Pemkot Depok bisa menyediakan bus sekolah. Menurutnya, hal itu dapat mengurangi kecelakaan lalu lintas yang dialami pelajar dan juga dapat membantu permasalahan ongkos para pelajar yang ada di Kota Depok.

“Saya juga ingin, dalam waktu dekat ini Pemkot bisa mengadakan bus skolah untuk para pelajar. Selain itu juga bisa bangun banyak taman kota agar depok menjadi lebih sejuk dan hijau,” harapnya.

Dalam menuju Kota Depok sebagi Cyber City, dirinya juga berharap agar taman dan tempat yang menjadi warga berkumpul bisa disediakan WIFI secara gratis.

“Kita ini kota Cyber tapi kenapa di tama-taman kota Depok belum ada wifi.Margonda sebenarnya bukan jalananannya yang kurang lebar, tapi banyak yang parkir dipinggir jalan sehingga membuat macet. Saya harapkan supaya lahan parkir disediakan sebanyak-banyaknya,” tutupnya.
(depoknews.com)

Waspada! Air Aqua Palsu Beredar di Bandung

26 April 2014   77 views

aquaBANDUNG – Petugas Subdit I/Indagsi, Ditreskrimsus Polda Jawa Barat, berhasil membongkar kasus pemalsuan air mineral merek Aqua kemasan galon. Pelaku adalah oknum agen.

Kasubid Penmas Humas Polda Jabar, AKBP Bachtiar Joko Mujiono, menjelaskan, pengungkapan berawal dari informasi warga. Dari hasil penyelidikan, petugas berhasil menangkap pelaku, DS (55), di kediamannya.

“Anggota melakukan penggerebekan di rumah sekaligus tempat isi ulang milik DS di Jalan Muara Raya, Kelurahan Situsaeur, Kecamatan Astana Anyar, Kota Bandung, pada Kamis 24 April pukul 18.00 WIB,” jelasnya kepada wartawan, Jumat (25/4/2014).

Saat penangkapan, anggota mendapat barang bukti berupa 96 galon Aqua siap jual, 60 galon Aqua dalam proses, ‎266 tutup galon Aqua, dua selang plastik, dan satu unit mobil pikap merek Suzuki Carry D 8352 CG.

Dalam aksinya, DS membersihkan sendiri galon bekas Aqua dengan alat pembersih isi ulang. Kemudian galon kosong tersebut diisi dengan air mineral dari Pegunungan Manglayang menggunakan alat isi ulang.

“Setelah terisi, galon itu langsung ditutup menggunakan segel asli Aqua. Selanjutnya agar tidak mencurigakan, DS menjual Aqua palsu itu dengan harga normal ke toko-toko di Kota Bandung,” terangnya.

Pihaknya masih terus melakukan pengembangan untuk memastikan apakah ada oknum dari dalam perusahaan Aqua yang terlibat dalam kasus ini. Pasalnya segel dan galon Aqua milik DS adalah asli.

Pelaku ditahan di ruang tahanan Mapolda Jabar dan dijerat dengan Pasal 62 Ayat (1) juncto Pasal 8 Ayat (1) UU No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman hukuman penjara lima tahun dan denda Rp2 miliar.

“DS juga kami jerat dengan Pasal 90 dan/atau Pasal 91 dan/atau Pasal 94 UU No 15/ 2001 tentang Merek dengan ancaman hukuman penjara lima tahun atau denda maksimal Rp1 miliar,” sebutnya.

(Okezone)

Ormas Siap Mati Bela Perda Miras

26 April 2014   50 views

ormasCIREBON – Sepertinya tidak mudah untuk merevisi Perda Nomor 4 Tahun 2013 soal Pelarangan Peredaran dan Penjualan Minuman Beralkohol Nol Persen di Kota Cirebon. Ormas Islam kembali bersuara lantang menolak rencana revisi, bahkan siap mati demi mempertahankan perda ini.

Divisi Hukum Forum Silaturahmi Kota Wali (Foskawal), Bambang Wirawan SH, menyatakan pihaknya bersama ormas Islam lainnya sudah siap unjuk kekuatan demi mempertahankan perda tersebut.

“Kami siap unjuk kekuatan demi mempertahankan perda itu, bahkan sampai nyawa melayang pun. Ini demi melindungi generasi muda dan budaya bangsa Indonesia yang luhur,” tandas Bambang Wirawan kepada Radar Cirebon (Grup JPNN), kemarin (25/4).

Menurut Bambang, perda mihol tidak perlu direvisi karena tidak bertentangan dengan Peraturan Presiden (Perpres) No 74 Tahun 2013 tentang Pengawasan dan Pengendalian Minuman Beralkohol.

Foskawal, masih kata Bambang, sudah menyampaikan surat kepada mendagri guna memohon perlindungan hukum agar tak mengubah perda mihol.

Hal senada kembali diungkapkan Sekjen Foskawal, Moh Ibnu Mais. Pria yang akrab disapa Kang Mais ini menilai perpres memiliki semangat yang sama dengan adanya perda mihol nol persen, yakni semangat membatasi, bukan semangat membiarkan.

“Jadi ini tak bertentangan. Kalau kita membuat perda mihol dengan membatasinya melebih kadar yang ditentukan pemerintah, baru itu bertentangan. Justru dengan adanya perda mihol ini, kita sudah membantu pemerintah pusat mengendalikan miras,” ungkapnya.

Surat mendagri yang ditujukan ke pemerintah kota pun, sambung Kang Maiz, tidak memiliki kekuatan hukum yang jelas. Sebab, surat tersebut tidak memerintahkan, hanya untuk mengklarifikasi. “Jadi itu tidak punya kapastitas hukum untuk membatalkan perda tersebut,” katanya.

Kang Mais mengaku heran, sebab dari sekian banyak daerah yang memiliki perda larangan mihol nol persen, hanya Pemkot Cirebon yang diberikan surat klarifikasi dari kemendagri. “Ini kan aneh. Jadi ini semakin jelas, siapa yang ada di belakang ini yang menginginkan perda ini batal,” tegasnya penuh tanya.

Ia menyatakan, pihaknya akan proaktif mengawal perda ini walaupun dewan bersikeras mengundangkan kembali untuk membahasnya. “Saya kalau pun nanti diundang atau tidak diundang sama dewan, akan tetap datang dan menolak adanya rencana perubahan perda mihol. Karena membuat perda ini tidak mudah, jadi harus kami pertahankan,” ungkapnya.

Sementara Ketua Attaqwa Center Ahmad Yani Mag mengimbau para pengusaha hotel dan restoran berfikir ulang mengenai pentingnya masyrakat kota dijauhkan dari miras. Usaha apapun, kata dia, tidak akan bisa berkah jika ada sesuatu yang haram di dalamnya. Pembatasan yang diinginkan, sambung dia, justru akan membuka peluang terjadi dampak negatif yang lebih luas.

“Maka dari itu, untuk meminimalisasi terjadinya dampak yang lebih luas, perda mihol nol persen sudah sesuai dengan kultur masyarakat Cirebon yang mayoritas berpenduduk muslim. Miras ini juga menjadi musuh bersama masyarakat,” ucapnya.

Ia meminta para pengusaha lebih mementingkan sisi tanggung jawab dan nilai sosial dari pada mementingkan kebutuhan perusahaan. “Sebab ini untuk kebutuhan seluruh umat, jadi tanggung jawab dan nilai sosial harus ditonjolkan” terangnya.

(JPNN)

Syok Dicubit Puluhan Teman atas Perintah Guru, AP Enggan Sekolah

26 April 2014   43 views

smpBANDUNG – AP (14), siswi SMP di Kota Bandung, Jawa Barat, korban kekerasan oleh teman-temannya atas perintah guru, masih syok. Ia hanya murung dan tak mau sekolah.

“Sekarang kondisinya dia sedih dan enggak mau sekolah. Padahal dua minggu lagi mau ujian. Istri saya juga sedih dan menangis,” kata Deny Ruswandi (38), ayah AP, saat dihubungi melalui telefon.

Selain itu, AP masih mengeluh nyeri dan lengan kirinya membiru.

Ia sangat menyesalkan perbuatan oknum guru olahraga yang telah memberikan hukuman terhadap anaknya yang telat dan tidak mengerjakan tugas.

“Saya berharap dengan dilaporkan ke polisi kejadian serupa tak terjadi lagi. Seharusnya dia guru olahraga bisa memberikan hukuman berupa push up atau sit up. Bukan malah menyuruh siswa lain mencubit anak saya,” tuturnya.

Meski kepala sekolah telah meminta maaf, namun karena desakan dari para keluarga lain, Deny akan tetap melanjutkan kasus ini ke kepolisian. “Mudah-mudahan ini bisa jadi pelajaran,” tukasnya.

Seperti diketahui AP dihukum oleh gurunya dengan cara dicubit oleh seluruh teman-temannya yang berjumlah sekira 30 orang. Setiap satu murid diberi kesempatan enam kali mencubit dengan cara berkeliling bergantian.

(Okezone)

« Previous PageNext Page »