Kecelakaan Maut di Tol Cipali, Belasan Orang Tewas

3 December 2015

kecelakaanKecelakaan maut terjadi di Tol Cipali km 137, Kamis (3/12/2015) pagi.
Belasan orang dikabarkan tewas dalam kecelakaan tersebut.
Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Sulistyo Pudjo Hartono, mengatakan, sebanyak 11 orang meninggal akibat mengalami kecelakaan itu.

Selain itu, tiga orang mengalami luka berat.
“Saya tadi di tempat kejadian perkara. Kejadian diperkirakan subuh,” ujar Sulistyo melalui pesan singkatnya, Kamis (3/12/2015).
Di TKP, kata Sulistyo, terdapat satu unit mobil elf hitam yang kondisinya rusak parah.
Belum diketahui penyebab pasti kecelakaan tersebut terjadi.
Petugas PJR masih di lokasi mengevakuasi korban dan menjaga TKP.
“Diduga menabrak bagian belakang kendaraan lain. Tapi mobil yang ditabrak tidak diketahui karena tidak ada di TKP,” ujar Sulistyo.

(Tribunnews)

Wow! Kini Akses ke Jawa Barat Semakin Mudah

3 December 2015

jalanDalam waktu dekat, akses menuju dan dari Jawa Barat akan semakin mudah. Saat ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Kementerian PUPR sedang gencar membangun jalur tol yang bakal menghubungkan Daerah Jawa Barat dengan daerah lainnya. Dengan adanya tol-tol ini tentu saja bakal mempermudah masyarakat, serta memberikan pengaruh positif pada perputaran roda ekonomi Provinsi Jawa Barat.

Salah satu tol yang sedang dibangun adalah Tol Cisumdawu (Cileunyi-Sumedang-Dawuan). Tol Cisumdawu akan memiliki panjang 61 kilometer. Waktu pembangunannya diperkirakan memakan waktu dua tahun, dan tol ini ditargetkan bisa beroperasi pada 2016. Tol Cisumdawu akan menghubungkan jalur tengah dan pantura Jawa Barat. Selain itu, Tol Cisumdawu pun bakal menjadi urat nadi penunjang keberadaan Bandara Internasional Kertajati di Majalengka, Jawa Barat, yang saat ini juga masih dalam tahap pembangunan.

Selain Tol Cisumdawu, Kota Bandung yang merupakan IbuKota Jawa Barat juga akan terhubung dengan Tol Soroja (Soreang-Pasirkoja). Tol yang dibangun oleh PT Jasa Sarana (BUMD milik Pemprov Jawa Barat) ini akan memiliki panjang 8,13 kilometer. Jalan Tol Soroja juga akan terhubung dengan ruas tol Padalarang-Cileunyi. Tol ini akan memiliki tiga exit tol, yaitu Marga Asih, depan stadion Jalak Harupat, dan Kantor Pemerintah Kabupaten Bandung.

Tol Soroja diproyeksikan sebagai penunjang sarana infrastruktur jelang pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016 di Jawa Barat, dimana Kota Bandung menjadi tuan rumah. Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan, tol tersebut diharapkan bisa membantu pelaksanaan PON. Pasalnya, dengan adanya tol tersebut jarak tempuh dari Kota Bandung menuju Kabupaten Bandung hanya membutuhkan waktu 5 sampai 10 menit.

“Optimistis bisa dipakai oleh untuk PON, venue akan dibangun, tolnya juga sedang dibangun, agustus diresmikan. Kalau kurang dana, kita tambah saja,” ujar Aher.

Selain itu, Aher juga berharap dengan adanya tol-tol baru ini arus mudik ke Jawa Barat di tahun-tahun berikutnya bisa semakin lancar. “Kalau Cisumdawu sudah jadi atau sudah diresmikan, kemacetan akan lebih terurai lagi. Tentu, setiap tahun, mudik ini selalu ada hal baru kan,” ujarnya.

Pembangunan dua jalur tol ini semakin membuktikan bahwa pembangunan infrastruktur menjadi prioritas bagi Pemerintah Provinsi Jawa Barat, demi memajukan dan mengembangkan daerah Jawa Barat.

(Kompas)

Meningkat, Angka Kasus Kebakaran di Kabupaten Bekasi

1 December 2015

KEBAKARANKasus kebakaran di Kabupaten Bekasi tahun 2015 lebih tinggi dibanding tahun 2014. Kenaikannya mencapai 70 persen.
Pada tahun 2014 terjadi 139 kasus kebakaran. Tahun ini, angka itu menjadi 240 kasus. .

“Dibandingkan tahun lalu memang meningkat. Tapi di November karena sudah memasuki musim penghujanAlhamdulillah hanya delapan kali kejadian,” papar Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bekasi, Abdul Rofiq.

Menurutnya, kasus-kasus kebakaran yang terjadi didominasi karena faktor kelalain manusia. Di antaranya korsleting listrik, juga akibat alang-alang yang kebakar dan merambat ke rumah warga.

Dia mencontohkan kasus kebakaran akibat faktor human eror yang hebat adalah yang membuat tujuh unit motor ikut dilahap api beberapa bulan lalu.

“Itu karena dari alang-alang awalnya. Umumnya memang karena faktor kesadaran masyarakat. Ada yang sengaja, ada yang tak sengaja faktor pemicunya. Karena dengan cuaca ekstrim kemarin itu sangat mudah membuat media di sekitarnya terbakar,” tambahnya.

Sedangkan di musim penghujan ini yang harus diwaspadai masyarakat adalah kebakaran tak disengaja. “Sekarang itu yang harus kita antisipasi dengan datangnya musim hujan terbakar bukan karena kesengajaan. Tapi mengarah kepada korsleting listrik. Biasanya seperti itu yang terjadi ketika musim hujan,” pungkasnya.

(Poskota)

Jumlah Pengguna Narkoba di Bandung Terus Meningkat

30 November 2015

narkobaPada 2015 ini Indonesia dinyatakan darurat narkoba. Status ini seiring dengan terus naiknya angka pengguna narkoba di Tanah Air. Kota Bandung, termasuk salah satu kota yang pengguna narkobanya terus meningkat. Tahun ini tercatata ada ada 555 kasus. Trendnya meningkat dibandingkan 2013 yang hanya 209 kasus.

Menurut Ketua Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bandung, Yeni Siti Saodah, berdasarkan penelitian BNN Pusat, pengguna narkoba di Indonesia mencapai 2,2 persen dari jumlah penduduk. Angka prevalensi ini pun terjadi di Provinsi Jawa Barat termasuk Kota Bandung.

Yeni mengakui, saat ini belum terdapat angka pasti mengenai jumlah pengguna narkoba di Kota Bandung. Tapi, berdasarkan penelitian pusat, 2,2 persen itu seluruhnya. “Berarti Jawa Barat dan Kota Bandung juga segitu,” ujar Yeni usai menghadiri rapat koordinasi BNN Kota Bandung, di kawasan Jalan Suci, Kota Bandung, Senin (30/11).

Selain Kota Bandung, kata dia, kota lain di Jabar yang tergolong tinggi pengguna narkobanya adalah Kota Depok, Bogor, dan Karawang. Kasus pengguna narkoba di Kota Bandung, tinggi karena jumlah penduduknya banyak. “Pengguna narkoba di Bandung, rata-rata berusia 30 tahun ke bawah atau usia produktif,” katanya.

Penyebab terjerumusnya mereka ke dalam lingkaran hitam ini, dia mengatakan, didominasi faktor pergaulan. Para pengguna berusia belia ini mudah terkena bujukan sesat agar mau menggunakan narkoba.

(Republika)

Bekasi Rela Tidak Dapat Adipura Asal Mendapat Hibah DKI Rp1 T?

28 November 2015

bekasiBAGI Pemkot Bekasi, untuk sebuah piala Adipura tebusannya mahal sekali. Dulu Walikota Mochtar Mohammad masuk penjara di antaranya karena nyogok tim Adipura. Kini sepeninggalnya, penghargaan negara di bidang kebersihan kota itu tak pernah lagi didapat. Dan Walikota yang sekarang pun cari “kambing hitam”, Adipura lewat melulu gara-gara sampah DKI Jakarta. Maka jika Pemkot Bekasi kini minta dana hibah Rp 1 T dari Gubernur Ahok, mungkin sekedar untuk menghibur kegagalan peroleh Adipura.

Dari seluruh Kepala Daerah di Indonesia, mungkin hanya Pemkot Bekasi yang walikotanya siap masuk penjara demi memperoleh Adipura. Pada Maret 2012 dia divonis 6 tahun penjara oleh MA, karena sejumlah kasus korupsi, di antaranya menyuap tim Adipura. Ini sebuh perbaikan vonis, karena oleh hakim Tipikor sebelumnya Mohtar Muhammad dibebaskan dari segala tuntutan hukum.

Sepeninggal Mochtar Mohammad, Piala Adipura lewat doang tak pernah mampir, termasuk pada Adipura 2015 ini. Maka Walikota Bekasi yang sekarang, Rachmad Effendi mengeluh, “Bisa jadi kami tak pernah dapat Adipura karena sampah DKI.” Tapi karena DKI Jakarta juga tak menerima, akhirnya Walikota Bekasi itu bisa memahami.

Sampah yang kotor dan bau itu ternyata juga bisa menambah PAD bagi Pemkot Bekasi. Maka tahun 2015 ini Bekasi minta dana hibah Rp 1 triliun ke Gubernur Ahok. Dengan dana segitu Pemkot yakin bisa mengelola sampah secara baik. Tapi Gubernur Ahok hanya sanggup memberinya Rp 400 miliar. Sebab bukan saja Bekasi, Bogor juga siap menampung “gurih”-nya sampah Ibukota.

Soal sampah ini memang sempat bikin Gubernur DKI bersitegang dengan DPRD Bekasi dan kontraktor sampah PT Godang Tua Jaya. DPRD bermaksud panggil gubernur DKI, tapi Ahok malah berang dan minta DPRD Bekasi belajar dulu tata negara; mana ada DPRD panggil gubernur wilayah lain.

Paling ironis sekaligus nylekuthis, sekelompok preman memanfaatkan situasi ini dengan “membegal” truk-truk sampah DKI dengan alasan minta uang bau. Untung saja Ahok punya “backing” Presiden Jokowi, sehingga ketika presiden perintahkan polisi kawal truk-truk sampah itu, preman pun bubar dibuatnya.

(Poskota)

Dipolisikan, Habib Rizieq Terancam Lima Tahun Penjara

27 November 2015

ustad kafirPolda Jabar masih terus memproses laporan Angkatan Muda Siliwangi (AMS), terkait dugaan pelanggaran UU No.11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE),  dengan terlapor imam besar Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab atau Habib Rizieq. Rizieq dilaporkan ke Polda Jabar karena  memelesetkan kata ‘sampurasun’ menjadi ‘campur racun’ yang rekaman videonya beredar di YouTube.

Rizieq pun dianggap telah melecehkan suku Sunda. Menurut Dir Reskrimsus Polda Jabar, Kombes Pol Wirdhan Denny, ketentuan SARA diatur dalam Pasal 28 ayat 2 UU No.11/2008 tentang ITE. Ancaman hukuman penjara menanti mereka yang terbukti memenuhi unsur pelanggaran hukum.

“Ancaman pasal 28 ayat 2 itu lima tahun (penjara),” ujar Wirdhan saat dihubungi wartawan, Jumat (27/11/2015).

Laporan AMS sendiri masuk dan diterima pihak Polda Jabar pada 24 November 2015 lalu. Laporan memiliki nomor surat LPB/967/XI/2015/JABAR. Saat ini, perkara itu ditangani Subdit II Ditreskrimsus Polda Jabar. Dalam laporannya, AMS melaporkan adanya ucapan Habib Rizieq saat ceramah di Purwakarta soal ‘sampurasun’ diganti jadi ‘campur racun’.

“Laporannya masalah itu,” tambah Wirdhan.

Wirdhan menambahkan, saat ini pihaknya tengah mempelajari laporan yang masuk. Ia menyatakan pihaknya akan bersikap profesional dalam menangani suatu perkara.

“Kasus ini tetap diproses sesuai aturan hukum. Ketika ada laporan masyarakat ,masa kami tidak tindaklanjuti. Sekarang tinggal pembuktiannya saja,” jelasnya.

(Galamedia)

Jembatan Lawangtaji Mangkrak

27 November 2015

jembatanPengerjaan Jembatan Lawangtaji yang berada di Desa Bunar, Kecamatan Cigudeg, banyak dikeluhkan warga dan pengguna jalan. Proyek yang dikerjakan PT Bumi Duta Persada itu dianggap lamban hingga mengakibatkan kemacetan panjang setiap harinya.
Pantauan Metropolitan, sejak Jembatan Lawangtaji direnovasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat, pengguna jalan terpaksa lewat jembatan sementara. Hampir setiap waktu jembatan yang menghubungkan Kecamatan Cigudeg dengan Kecamatan Jasinga padat, lantaran hanya bisa dilalui satu kendaraan.
Kondisi ini membuat pemilik kendaraan terpaksa mengantre. Sejumlah pengendara mengaku sudah tidak tahan dengan pengerjaan Jembatan Lawangtaji tersebut. “Sudah muak tiap kali lewat sini, sudah apsti macet. Bikin stres,” keluh warga Bunar, Sudarji (25). Hal senda juga diungkapkan Adriansyah (29). Bahkan, kata dia, sering terjadi keributan antar pengendara karena berebut jalan. “Banyak pengendara yang menyerobot lantaran kesal menunggu antrean macet nya,” bebernya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, lambannya proyek yang didanai Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2015 karena pengerjaannya hanya dilakukan setiap Sabtu dan Minggu. “Kalau hari biasa, pelaksana kontraktornya jarang ada di lokasi. Gimana mau cepat beres. Padahal warga dan pengguna jalan berharap proyek ini cepat selesai agar lalu lintas jalan bisa normal dan tak lagi mengganggu pengguna jalan,” tutur pengatur jalan yang ada di lokasi, Asep.
Menyikapi hal itu, Camat Cigudeg, Acep Sajidin, tak bisa berbuat banyak. Alasannya, proyek itu langsung ditangani Pemprov Jabar. “Memang warga sudah banyak yang ngeluh. Apalagi itu akses utama. Kami cuma berharap agar pengerjaannya bisa tepat waktu,” harapnya.

(Metropolitan.id)

Dianggap Nikahi Nyi Roro Kidul, Bupati Purwakarta Minta Habib Rizieq Tunjukkan Surat Nikah

27 November 2015

bupatiPerseteruan Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, dengan pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab, semakin melebar, kini giliran soal pernikahan.

Habibi Rizieq yang menuduh Dedi menikahi sosok yang diyakini penguasa pantai selatan Jawa, Nyai Roro Kidul, hanya ditanggapi Dedi dengan gelengan kepala dan tawa.

“Coba saya minta sama Habib Rizieq tunjukkan bukti surat nikah saya dengan Nyi Roro Kidul dan dilakukan di Kantor Urusan Agama mana?” kata Dedi seraya tertawa saat ditemui di Bale Citra Resmi, Kamis (26/11/2015).

Soal pernikahannya dengan Nyi Roro Kidul, kata Dedi, itu bentuk ungkapan kecintaan manusia atas kekayaan laut. Ia menjelaskan, Nyi Roro Kidul disimbolkan sebagai kekuasaan dan keindahan lautan.

“Nyi Roro Kidul itu gambaran keindahan dan keeksotisan laut pantai selatan. Menikah dengan Nyi Roro Kidul itu punya maksud kita harus melindungi, merawat dan mencintai laut beserta kekayaan yang ada di dalamnya,” terang Dedi.

Menurut dia, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pujiastuti adalah sosok yang telah menyatu dengan Nyi Roro Kidul, menyatu dengan laut.

“Dia sudah bersatu dengan Nyi Roro Kidul, artinya dia menjaga laut, merawat isinya, merawat manusia yang menggantungkan penghasilan dari laut dan melindungi laut dengan cara membom kapal-kapal yang mencuri dan merusak laut kita,” ujar Dedi.

Habib Rizieq juga mengomentari soal keberadaan kereta kencana yang disakralkan di Gedung Negara Pemerintah Kabupaten Purwakarta.

“Lha kalau Habib Rizieq mengharamkan kereta kencana, dia sama juga menghina daerah lain. Cirebon punya kereta kencana, Yogyakarta juga, Solo juga punya kereta kencana, sudah enggak bener itu mikirnya,” tegas Dedi.

(Tribunnews)

Gunung Munara Bogor Petilasan Sultan Maulana Hasanudin Banten

26 November 2015

munaraGunung Munara di Kampung Sawah, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menjadi petilasan Sultan Maulana Hasanudin Banten.

Menurut cerita penduduk Kampung Sawah, Sultan Maulana Hasanudin pernah singgah dan bermunajat di Gunung Munara sebelum sampai di Banten.

“Dulu, dari Cirebon sebelum ke Banten beliau pernah singgah dan bermunajat di batu yang ada di atas gunung,” kata Karnan, warga yang berjualan di depan pintu masuk Situs Gunung Munara.

Di kawasan wisata Situs Gunung Munara ada beberapa Gua, di antaranya adalab Gua Gadogan Kuda yang berarti tempat mengikat kuda.

“Ada Gua Gadogan Kuda, jang ngiket kuda Sultan (untuk mengikat kuda sultan),” ungkap Karnan.

Selain itu menurut Karnan, Sultan Hasanudin pun pernah bermunajat di gunung ini, dan ada bekas tapak tongkat Sultan Hasanudin.
munara 2
Gua Gadogan Kuda berada di bawah sesudah melewati pos 1 jalur pendakian dan Goa Tapak Tongkat Sultan berada di atasnya.

Beberapa orang peziarah dari Cirebon pernah mengunjungi petilasan tersebut.

“Baheula aya nu ziarah ti Cirebon sorangan, ceunah dititah ku guru na, mun rek ziarah ka Banten, mampir heula ka Banten ka hiji di Kampung Sawah Bogor, (Dahulu ada yang ziarah, dari Cirebon sendirian, katanya disuruh sama guru sepiritualnya, sebelum ke Banten singgah dulu di Banten ke 1 di Kampung Sawah Bogor),” katanya.

(Tribunnews)

Longsor di Tasikmalaya, Satu Korban Masih Dicari

25 November 2015

longsorTerjadi longsor di Kampung Tagog, RT 12/03, Desa Kertamukti, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat sore ini. Satu korban dinyatakan hilang. Tim SAR Tasikmalaya masih melakukan pencarian korban.

“Korban masih tertimbun, korbannya satu orang atas nama Ujang Bustaman masih dalam pencarian,” ujar Kepala Jaga Harian SAR Bandung Zulkarnain Siagian saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (25/11/2015) pukul 19.36 WIB.

Atas laporan warga, petugas SAR Tasikmalaya melakukan evakuasi di lokasi. Diketahui korban berusia 47 tahun dan tinggal di Kampung Pamoyanan RT 16/04, Desa Kertamukti.

Kejadian itu terjadi pukul 15.15 WIB saat hujan deras mengguyur kawasan itu. Menurut Zulkarnain, longsor tersebut berlangsung seketika menimbun rumah makan, apotek, dan satu rumah warga yang ada di bawahnya.

“Ada tiga bangunan hancur, dan ada tiga unit kendaraan yang terbawa longsor, yaitu satu unit Mitsubishi SS, angkot, dan roda dua motor.

Berdasarkan cuitan @SAR_Bandung di twitternya, kendaraan yang tertimbun saat kejadian dalam kondisi kosong. Sekitar 10 unit rumah lagi terancam longsor, dan saat ini sudah dikosongkan.

Zulfikar menambahkan, saat kejadian warga yang ada di dalam warung dan apotek masih dapat menyelamatkan diri. Akan tetapi, korban sedang ada di kamar kecil.

“Iya korban sedang berada di kamar kecil rumahnya jadi tidak sempat lari,” imbuh Zulkarnain.

(Detik)

« Previous PageNext Page »