Warga Keluhkan Jembatan Penyeberangan Paledang Sempit

26 March 2015

paledangPeraturan penggunaan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang ada di Paledang ternyata berhasil mengubah kebiasaan warga Bogor yang gemar menyeberang sembarangan. Para penumpang atau calon penumpang KRL pun wajib menggunakan JPO untuk bisa masuk ke dalam stasiun. Difungsikannya kembali JPO ini salah satunya untuk mengurai kemacetan yang kerap terjadi di sekitar Stasiun Bogor. Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor pun mengeluarkan aturan denda bagi penyeberang jalan yang tak menggunakan JPO ini. Namun, meski sudah diresmikan sejak 20 Januari 2015 lalu, masih banyak pengguna JPO yang mengeluh. Kebanyakan dari mereka mengeluh karena ruang tangga yang sempit tak sebanding dengan penggunnya sehingga membuat JPO padat pengguna, terutama  pada jam sibuk. “Space di tangganya sempit banget, enggak sebanding dengan yang memakainya. Jadi sering antre apalagi kalau jam sibuk,” jelas Diki, seorang pengguna JPO kepada heibogor.com. Terkait dengan denda yang akan dikenakan oleh penyeberang sembarangan hingga saat ini juga masih belum ada kejelasan. Hal tersebut tentu menjadi pertanyaan bagi sebagaian besar warga Bogor. “Katanya sih mau ada denda buat yang nyeberang sembarangan, tapi sampai saat ini enggak ada kejelasannya. Lagi pula kalau dilihat enggak ada yang nyeberang kan sudah menggunakan JPO semua, kecuali yang di depan Taman Topi,” papar Nungki, mahasiswa Universitas Pakuan Bogor.

(heibogor)

Ridwan Kamil Bantah “Bandung Technopolis” Proyek Pencitraan

26 March 2015

bandungWali Kota Bandung, Jawa Barat, Ridwan Kamil membantah anggapan bahwa Bandung Technopolis merupakan proyek pencitraan. Menurut Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, ide pembentukan Bandung Technopolis ini sudah ada sejak 10 tahun yang lalu dengan nama Kawasan Pertumbuhan Primer Gedebage.

“Ide Pusat Pertumbuhan Primer Gedebage ini sudah 10 tahun terbengkalai. Bahkan, oleh para pengembang cenderung hanya akan jadi perumahan. Oleh karena itu, sejak saya jadi wali kota, kawasan ini dikonsep ulang agar jadi pusat pertumbuhan ekonomi dan pusat kota kedua Bandung,” tulis Emil dalam akun Twitter-nya, @ridwankamil, Rabu (25/3/2015).

Bantahan Emil ini terkait artikel Kompas.com, yang tayang pada Rabu pagi (25/3/2015) pukul 07.15 WIB, dengan judul “Bandung Technopolis, Summarecon, dan Proyek Pencitraan”.

Lebih jauh, Emil menjelaskan, proyek Bandung Technopolis akan menciptakan visi Kota Bandung sebagai kota ekonomi kreatif berbasis inovasi. Selain itu, proyek ini akan menjadi hadiah bagi Indonesia yang sebelumnya tak memiliki kota berbasis inovasi. Ia pun membandingkan Bandung dan Jakarta. Jika Bandung hadir sebagai kota usaha mikro kecil menengah (UMKM), berbeda dengan Jakarta yang telah menjadi kota korporasi.

“Dengan Bandung Technopolis ini, growth ekonomi Kota Bandung yang jadi salah satu yang terbaik di negeri ini sebesar 9 persen bisa naik double digit. Ujungnya untuk kemakmuran warga. Jika Bandung Technopolis masih juga disebut proyek pencitraan, ya silakan saja. Kita tunggu saja saat logika ekonomi ini mulai bergerak,” lanjut Emil.

Emil menuturkan, pemilihan konsep berbasis information and communication technology (ICT) economy disebabkan banyaknya sumber daya manusia (SDM) yang siap pada sektor tersebut.

“Dipilihlah pusat pertumbuhan dengan konsep ICT economy karena SDM di Bandung sangat siap. Bandung Technopolis sudah dihitung bisa hasilkan 400.000 lapangan kerja,” tambah Emil.

Emil juga mengungkapkan, peningkatan ekonomi tersebut diciptakan lewat berbagai infrastruktur yang akan dibangun di area megaproyek tersebut.

“Di Bandung Technopolis akan ada pusat riset, zona startup, kantor-kantor inovasi melengkapi standar kota mandiri, hunian, kantor komersial, dan lainnya. Aspek lingkungan hidup juga direncanakan dengan baik. Akan ada dua danau besar masing-masing 30 hektar untuk atasi banjir juga jadi sumber air minum Bandung Timur,” kata Emil.

Untuk mendukung pusat pertumbuhan tersebut, tambah Emil, infrastruktur transportasi akan ditambahkan di Gedebage. Selain itu, pusat Pemerintahan Kota (Pemkot) Bandung juga akan dipindahkan ke wilayah ini.

“Akses baru untuk Bandung Technopolis di pintu tol exit 149 juga akan mulai konstruksinya tahun ini sehingga akses ke Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) jadi lebih mudah. Rencana transportasi publik, seperti monorail, guides bus, di Bandung Technopolis akan terkoneksi dengan Bandung lama,” imbuh Emil.

Tak hanya itu, terdapat juga rencana pemerintah pusat membuat hi-speed train Jakarta- Bandung dengan jarak tempuh 30 menit, stasiun terakhirnya akan ada di Bandung Technopolis. Untuk mendukung pusat pertumbuhan baru ini, kantor-kantor Pemkot Bandung akan pindah ke Bandung Technopolis, seperti halnya Putera Jaya, Malaysia, ke Cyber Jaya.

Bandung Technopolis ini, kata Emil, tidak hanya digarap oleh PT Summarecon Agung Tbk, melainkan juga oleh banyak pihak, seperti Pemkot Bandung, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Kepolisian Daerah Jawa Barat, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati, Pertamina, PT Multidaya Kharisma, PT Batununggal Indah, dan Provident Development.

“Di Bandung Technopolis, Summarecon adalah 1 dari 8 stakeholder. Hanya saja memiliki kawasan paling besar sehingga porsi zona teknopolis juga paling besar,” sebut Emil.

Gagap

Sementara itu, Ketua Umum Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia (IAP), Bernardus Djonoputro, yang dianggap Emil telah menyudutkan dirinya dengan pernyataan Bandung Technopolis sebagai proyek pencitraan, tak membantah balik.

Sebaliknya, kultwit panjang lebar Emil dinilai Bernardus benar. “Beliau betul. Namun, tantangannya adalah bagaimana menyinkronkan rencana yang demikian baik, dengan kemampuan birokrasi, manajemen pengembangan kawasan, dan pendanaan di jajaran Pemkot Bandung,” papar Bernardus.

Dia menjelaskan, sinkronisasi penting karena selama ini terlihat bahwa jajaran di bawah wali kota tergagap-gagap dalam menyambut ide cemerlang Emil.

“Menurut saya, wali kota mempunyai tugas berat internal untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan anak buahnya supaya sama pemikiran dan aksinya,” kata Bernardus.

(Kompas)

Ridwan Kamil ‘Titip’ ke Ceu Popong agar Bandung Lautan Api Jadi Hari Nasional

24 March 2015

ridwan kamil 2Peristiwa heroik Bandung Lautan Api (BLA) kerap diperingati warga Bandung setiap tanggal 24 Maret 2015. Namun hingga saat ini pemerintah pusat belum menetapkan BLA sebagai Hari Nasional. Oleh karena itu, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil berupaya agar BLA menjadi hari nasional dan diperingati seluruh warga Indonesia.

“Kalau soal itu, dari tahun lalu saya sudah memulai proses politik untuk memperjuangkan BLA menjadi Hari Nasional dan diperingati menjadi sebuah sejarah perjuangan di tanah air,” ujar Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Senin (23/3/2015).

Menurut Emil, proses politik yang dilakukannya yakni berkomunikasi dengan kaukus anggota DPR RI wilayah Bandung-Cimahi yang diketuai oleh Ceu Popong. Ceu Popong merupakan anggota DPR tertua yang bernaung di Partai Golkar.

“Dalam forum itu kita menitipkan program-program yang sulit masuk ke nasional termasuk soal BLA tersebut. Karena harus ada peran semua pihak termasuk parpol sehingga pengajuan BLA menjadi Hari Nasional mendapatkan argumentsasi yang baik,” terangnya.

Lebih lanjut Emil mengatakan, komunikasi yang dilakukan dengan kaukus anggota DPR RI tersebut merupakan upaya lain yang ditempuh Pemkot Bandung. Karena menurutnya, pengajuan BLA jadi hari nasional tersebut tidak bisa ditempuh dengan upaya vertikal saja.

“Hal-hal seperti pengajuan BLA menjadi Hari Naisonal ini banyak terkait dengan politik. Karena ini keputusan politik maka harus bernegosiasi dengan legislatif,” ucapnya.

Emil menilai peristiwa BLA layak dijadikan sebagai hari nasional. Karena menurutnya, pengorbanan yang dilakukan masyarakat Bandung untuk membakar rumahnya dalam peristiwa BLA merupakan pengorbanan yang sangat besar dalam upaya mempertahankan kemerdekaan.

“Orang tua kita dulu tidak mikir dua kali saat diperintahkan untuk membakar rumah dalam peristiwa BLA. Saya rasa peristiwa merupakan hari pengorbanan nasional,” tandasnya.

(detik.com)

Pesta Miras, Tiga Bersaudara Masuk RS Satu Tewas

24 March 2015

miras sukabumiTiga bersaudara warga asal Kampung Sekarwangi, RT 04 RW 09 Kelurahan/ Kecamatan Cibadak terpaksa dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Sekarwangi, Cibadak, Senin (24/3/2015). Mereka diduga keracunan minuman keras yang mereka konsumsi pada Sabtu (22/3) malam lalu. Satu orang tewas saat dalam penanganan tim medis, sementara dua lainnya kritis.

Informasi yang dihimpun Detikcom, korban tewas diketahui bernama Ferry Wijaya (35) sementara dua lainnya kritis bernama Indra (25) dan Royandi (25). Ketiganya diketahui berstatus paman dan keponakan. Mereka pesta miras di kediaman Ferry di kampung sekarwangi, RT 04 RW 09 kelurahan cibadak.

“Minumnya Sabtu lalu, mungkin efek racunnya baru terasa hari ini. Ketiganya datang pukul 14.00 WIB siang tadi, sayangnya satu korban atas nama Ferry nyawanya tidak terselamatkan meninggal dunia pada pukul 16.00 WIB,” ujar dokter Fahluri Rahman tim medis IGD RSUD Sekarwangi.

Menurut Luri, korban sempat mengaku mengonsumsi miras sebanyak tiga botol bersama 10 orang rekannya yang lain. “Mungkin minuman kerasnya dioplos, karena dari mulutnya sangat menyengat bau alkohol tiga korban ini yang konsumsi paling banyak ,” imbuhnya.

Sementara itu, Imas (55) orang tua Royandi mengaku putranya itu hanya diajak oleh Ferry. Ia menduga Miras itu sengaja dibawa oleh Ferry yang bekerja di daerah Tangerang, Banten.

“Anak saya tadi sempat sadar, dia mengaku tidak tahu kalau minuman dalam plastik yang dibawa itu adalah Miras. Lagian anak saya juga minumnya sedikit,” singkatnya.

Sementara itu Kapolsek Cibadak Kompol Undang Deddy saat dihubungi mengaku sudah meminta anggotanya untuk melakukan penyelidikan terkait kejadian ini. “Saya masih diluar, anggota sudah saya minta untuk melakukan penyelidikan,” singkatnya.

(detik.com)

Dihadapkan Dua Liga Besar, Persib Bandung Lebarkan Cengkraman

20 March 2015

persib-bandung-waktu-main-di-baliDihadapkan dengan dua laga besar, AFC dan ISL. Skuat Pangeran Biru melebarkan cengkramannya lebar-lebar pasalnya tim sekarang berfokus untuk meraih gelar juara nasional dan Asia. Hal tersebut diungkapkan oleh Umuh Muchtar selaku Manajer dari Persib Bandung belum lama ini.

“Kita kejar dua-duanya, meski kita tetap fokus kepada ISL, tapi ini (AFC) juga kesempatan bagi Persib, semoga diberi kesempatan yang terbaik,” ujar pria yang akrab dipanggil Uwak Haji ini.

Tim Maung Bandung kini tengah berlaga di ajang AFC, dan berhasil menekuk dua tim di kandang pada penyisihan grup H AFC, New Radiant dan Lao Toyota, meski ditahan imbang tuan rumah, Ayeyawady United di Yangon Myanmar, Rabu (11/3/2015) kemarin di bawah komando pelatih, Emral Abus.

Sementara itu seperti yang diagendakan sebelumnya kick-off ISL tetap akan digelar pada 4 April mendatang, dan Persib Bandung, di bawah komando Djadjang Nurdjaman akan menjamu Semen Padang di Stadion Si Jalak Harupat.

“Dua-duanya target, kalau ISL berjalan target juga yah, karena itu akan menjadi kebanggaan buat bobotoh yang ada di Jawa Barat dan pendukung Persib dimanapun,” tukas Umuh.

(http://jabar.tribunnews.com)

Perakam Data Rusak : Ratusan Ribu Warga Bogor Belum Miliki e-KTP

19 March 2015

ektpSejumah alat perekam data KTP elektronik (e-KTP) di Kota dan Kabupaten Bogor mengalami kerusakan. Praktis, kondisi tersebut menyebabkan pelayanan perekaman jadi terhambat dan terjadi antrean panjang.

Meski kedua pemerintahan daerah Bogor sudah minta perbaikan alat perekam, namun belum ada respos dari Kementerian Dalam Negeri sehinga target penyelesaian e-KTP meleset.

Kabid Kependudukan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disduk­capil) Kabupaten Bogor, Dadan Dharmatin, mengakui jika kerusakan alat perekam itu menyebabkan pelayanan terganggu yang berimbas melesetnya target penyelesaian pembuatan e-KTP.

“Semula kita ditarget pemerintah pusat 2015 sudah tuntas, tapi kita mintai diundur 2018. Artinya dari 5,3 juta penduduk, 3.283.984 jiwa di antaranya yang sudah berusia 17 tahun ke atas sudah mengantongi e-KTP pada 2018,” ujarnya.

Menurutnya sampai ini saat alat perekam Disdukcapil Kabupaten Bogor yang tersebar di 40 kecamatan telah menyelesaikan 74 persen dari total yang ditargetkan dalam pembuatan e-KTP. Lamanya target pembuatan e-KTP ini karena setiap tahun jumlah penduduk di terus meningkat, dengan rata-rata pertumbuhan sebanyak 5 persen.

Adanya kendala ini, lanjutnya pihaknya menerapkan mobile perekaman atau petugas di kecamatan menyetor data perekaman ke Kantor Disdukcapil (offline). “Selain itu kita sudah tiga layangkan surat surat ke Kementerian Dalam Negeri agar alat perekan data diperbeiaki, tapi belum ada respons sama sekali, karena kerusakan ini tak hanya terjadi di Bogor,” pungkasnya.

Keluhan senada dilontarkan Kepala Disdukcapil Kota Bogor Dody Ahdiat yang menyebutkan dari sekitar 900.000 penduduk, 20 persen di antaranya atua sekitar 190.000 jiwa belum terkedan data e-KTP. Hal ini disebabkan kekurangan alat perekaman e-KTP sehingga kuota pembuat dokumen kependudukan dibatasi.

“Setiap hari lebih dari 400 orang mengajukan perekaman data e-KTP, tapi terbatasnya alat perekam kita batasi hanya 200 orang,” katanya. Saat ini Disdukcapil memiliki 14 unit alat perekam data, tapi hanya tujuh unit yang masih beroperasi, sedangkan untuk memperbaiki tujuh unit lainnya harus di Jakarta dan membutuhkan biaya tak sedikit. “Sebab itu kita minta bantuan Kemendagri, tapi tak ada resposnnya,” ujarnya.

(Poskota)

Ridwan Kamil Beli 15 Alat Penyapu Jalanan Buatan Eropa via “Online”

18 March 2015

ridwan kamilWali Kota Bandung Ridwan Kamil membeli 15 unit alat penyapu jalanan (road sweeper) baru. Pria yang kerap disapa Emil itu mengatakan, mobil penyapu jalanan itu dibelinya melalui internet.

“Mobil kebersihan lagi beli dan sedang dicek di pabriknya. Beli pakai e-catalogue,” kata Emil saat ditemui di Balai Kota Bandung, Selasa (17/3/2015).

Emil menambahkan, dipilihnya pengadaan lewat sistem e-catalogue ialah agar tidak perlu melalui sistem lelang yang berbelit-belit.

“E-catalogue tidak perlu pakai lelang. Kita beli 15, dari kecil sampai besar,” tuturnya.

Harga per unitnya, lanjut Emil, mencapai Rp 600 juta untuk ukuran kecil hingga Rp 1,5 miliar untuk ukuran besar.

“Buatan Eropa. Sudah dipakai di Solo dan Jakarta,” ujarnya.

(kompas.com)

Dua Orang Tewas Tertimbun Longsor Galian C di Subang

18 March 2015

subang longsorDua orang tewas tertimbun pasir pertambangan jenis C di Kampung Selaawi Desa Cimayasari Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Subang, Selasa (17/3/2015) siang.

Kedua korban bernama Kara (35) dan Ekom (36), warga Kampung Ciistal Desa Cimayasari Kecamatan Cipeundeuy. Sehari-hari keduanya bekerja sebagai penambang di daerah tersebut.

“Keduanya sempat melarikan diri saat tebing 50 meter itu ambruk. Tapi mereka tidak lolos dari longsoran tebing itu,” kata Asep Saefullah Fatah (36), warga desa setempar melalui ponselnya, Selasa (17/3/2015) malam.

(http://jabar.tribunnews.com)

Beton Bendung Katulampa Bergeser!

17 March 2015

katulampaSebanyak 800 beton pemecah arus bendung Katulampa terus bergeser, akibat terjangan arus air Ciliwung yang kuat terlebih pada musim hujan yang menyebabkan derasnya arus air. Petugas Bendung Katulampa Andi Sudirman menuturkan, bila air di Titik Mati Atas (TMA) normal itu tidak menimbulkan masalah. Namun, di saat air di atas normal siaga 3 dan 4 ada pergeseran pada beton pemecah arus tersebut. “Bayangkan 400-600 ribu liter per detik air yang mengalir mengarah ke Bendung Katulampa menggeser pemasangan betonisasi yang sudah kita pasang. Meski sudah ditata rapi akan bergeser karena derasnya air,” ujar Andi kepada heibogor.com, Senin (16/3/15). Saat ini, sambung Andi. Pihaknya tengah mengupayakan kepada dinas terkait agar beton pemecah arus ditata kembali untuk mengamankan dasar atau pondasi bendung Katulampa. Beton pemecah arus di bendung Katulampa pertama kali dibangun awal tahun 2013, sedangkan mulai mengalami pergeseran pada tahun 2014. Sebelumnya, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane, melalui tim koordinasi pengelolaan sumber daya air wilayah sungai (TKPSDA WS) Ciliwung-Cisadane, telah mengkaji beberapa beton pemecah arus di Bendung Katulampa Ciliwung memang bergeser dan akan ditata kembali guna menyelamatkan Bendung Katulampa. “Semakin beton ini bergeser, beton akan semakin mengarah ke dasar sungai. Itu yang kita khawatirkan. Makanya kita tindak lanjut dengan melaporkan adanya pergeseran ini. Dan sudah dikaji oleh para ahli dari balai besar Ciliwung-Cisadane Jakarta, apakah ke depannya perlu dibangun cek dam seperti yang kita usulkan karena sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” paparnya.

(Heibogor)

Tanggul Sungai Cimanuk Jebol, 7 Kecamatan di Indramayu Terendam Banjir

17 March 2015

caiJebolnya Tanggul Sungai Cimanuk menyebabkan 11 desa yang tersebar di tujuh kecamatan di Indramayu, Jawa Barat, terendam banjir, Senin (16/3/2015). Rata-rata ketinggian air mencapai 80 sentimeter.

“Rumah yang terendam dari 7 kecamatan itu berjumlah 317 unit,” kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Sulistyo Pudjo Hartono, Senin.

Adapun 7 kecamatan tersebut adalah Jatibarang, Sukagumiwang, Kertasemaya, Tukdana, Widasari, Sindang, dan Lohbener. Sementara itu, ke-11 desa itu adalah Desa Pilangsari, Sukagumiwang, Tersana, Tulungagung, Kertasemaya, Bodas, Rancajawat, Gadel, Kongsijaya, Rambatan Wetan, dan Panyindangan.

Pudjo mengatakan, petugas gabungan, mulai dari Kepolisian, TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, dan Badan SAR Nasional tingkat daerah telah bekerja sama melakukan upaya pertolongan terhadap warga yang menjadi korban.

“Warga (di 7 kecamatan itu) sekitar 800 orang. Posko telah disiapkan di belakang Pos Lantas PJR Jatibarang,” kata Pudjo.

Selain itu, kata Pudjo, banjir juga merendam jalur pantura. “Ketinggian air di jalur pantura sekitar 30 sentimeter,” kata Pudjo.

Karena peristiwa ini, arus lalu lintas dari dan yang mengarah ke Cirebon dialihkan melalui Jalan Karangampel. “Kami alihkan selama banjir ini. Untuk perkembangan lebih lanjut, kami akan laporkan kembali,” pungkasnya.

(kompas)

« Previous PageNext Page »