web analytics

Mudik, Penumpang di Terminal Cicaheum Diprediksi Menurun

16 July 2014   7 views

cicaheumJumlah penumpang di Terminal Cicaheum, Kota Bandung, Jawa Barat, diprediksi menurun pada musim mudik tahun ini. Penurunan diprediksi di kisaran 7 sampai 10 persen.

“Tahun lalu itu ada sekira 5.400 pemudik (yang berangkat dari Terminal Cicaheum). Sekarang diperkirakan 4.500 pemudik,” sebut Kepala Terminal Cicaheum, Abdul Haris.

Penurunan jumlah penumpang itu dikarenakan banyaknya perusahaan yang menyelenggarakan mudik gratis bagi karyawan.

Sementara puncak arus mudik diperkirakan akan terjadi pada H-3 atau H-4 Lebaran 2014.

Namun, ia memprediksi lonjakan penumpang di puncak arus mudik tidak akan sebanyak tahun lalu. Sebab, sejak 21 Juli 2014 sekolah sudah mulai libur. Sehingga diperkirakan sebagian warga akan mudik lebih dulu.

“Mungkin sebagian masyarakat akan mudik lebih awal,” jelasnya.

Ia menambahkan Terminal Cicaheum masih dalam persiapan melayani para pemudik. Namun Abdul Haris memastikan pelayanan terbaik akan diberikan kepada para penumpang.

“Kesiapan kami sudah sekira 75 persen untuk arus mudik,” tandasnya.

(okezone)

Bela Palestina, Ribuan Santri Tasik Segel KFC dan McDonalds

16 July 2014   5 views

Ribuan santri Pondok Pesantren Miftahul Huda, Tasikmalaya, mendatangi restoran cepat saji simbol Amerika, KFC, di Mayasari Plaza Tasikmalaya, Selasa (15/7/2014) sore. Para santri ini menutup paksa restoran saat unjuk rasa menolak serangan Zionis Israel terhadap Palestina.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, ribuan santri awalnya berunjuk rasa di kawasan Tugu Adipura dengan pengawalan ketat petugas kepolisian setempat. Tiba-tiba mereka berjalan kaki menuju pusat perbelanjaan Mayasari, yang tak jauh dari lokasi unjuk rasa.

Mereka melesak masuk ke halaman depan Mayasari meski sempat dihalang-halangi petugas keamanan mal. Tak diduga, seorang santri memecahkan kaca bangunan KFC yang berlokasi di depan mal.

“Brakk, saya mendengar suara kaca pecah di KFC. Lalu ada seorang pria berpakaian putih lari ke arah parkiran mobil,” ujar Tatang Sunarya (45), salah seorang pengunjung mal Mayasari.

Meski sempat terjadi insiden kaca pecah di bangunan KFC, para santri malah melanjutkan aksinya dengan berkerumun di depan bangunan tersebut. Mereka berorasi meminta agar KFC tutup selama beberapa hari sebagai upaya dukungan terhadap Palestina.

“Saya meminta KFC dan restoran Amerika lainnya tutup selama tiga hari. Ini untuk menghormati dukungan kepada Palestina atas apa yang dilakukan Israel terhadap warga Muslim di Palestina,” ungkap Ajengan Didi saat berorasi di hadapan para santri di lokasi kejadian.

Selanjutnya, para santri pun berjalan kaki menuju restoran cepat saji lainnya, McDonalds, di Jalan HZ Mustofa. Aksi mereka pun membuat kemacetan panjang akibat jalan raya ditutup iring-iringan ribuan santri.

Di depan bangunan McDonalds, mereka pun meminta tuntutan sama, yakni menutup restoran cepat saji yang menjadi simbol Amerika. Setelah mendapatkan persetujuan dari pengelola restoran, para santri pun membubarkan diri untuk menggelar buka puasa.
(kompas.com)

Deddy Mizwar Masih Syuting, Ini Kata Warga Bandung

15 July 2014   8 views

dedi mizwarWakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar, hingga kini masih menjalankan pekerjaan ganda. Selain jadi orang nomor dua di jajaran Pemprov Jawa Barat, ia masih menjalani kegiatan pribadi berupa syuting sinetron dan iklan.

Pro dan kontra pun mencuat. Ada pihak yang tak mempermasalahkan, tapi ada juga yang mempermasalahkan. Bahkan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher), angkat suara.

Persoalan saat ini dinilai Aher sarat politis karena masih dalam suasana Pilpres 2014. Ia pun meminta posisi Deddy Mizwar yang masih ‘nyambi’ tidak dibesar-besarkan karena tidak melanggar aturan.

Lalu apa kata warga Bandung menyikapi persoalan tersebut. Pro dan kontra juga ada di kalangan warga melihat fenomena Deddy Mizwar yang masih ‘nyambi’.

Novia Isnaeni misalnya. Mahasiswi perguruan tinggi swasta di Bandung ini tidak mempermasalahkan profesi ganda Deddy. Yang terpenting, Deddy mampu mengatur waktunya dengan baik antara syuting dan mengatur pemerintahan.

“Sah-sah saja selama itu enggak mengganggu kerja, apalagi untuk menghindari korupsi, setuju-setuju saja,” ucap Novia kepada Okezone, Jumat (15/7/2014).

Menurutnya tidak ada salahnya Deddy tetap syuting. Apalagi jika sinetron yang dimainkannya memberi inspirasi bagi publik untuk berbuat baik.

Rangga Permana, karyawan swasta di Bandung, juga berpendapat serupa. Baginya selama tidak mengganggu kinerjanya, Deddy boleh saja ‘nyambi’ karena itu merupakan hak azasi yang bersangkutan.

“Kalau bicara hak azasi beliau juga punya hak yang sama seperti yang lain, asalkan bisa bertanggungjawab,” jelasnya.

Pendapat berbeda dikemukakan Agnes Amalia, karyawan swasta di Bandung. Ia tidak setuju Deddy tetap ‘nyambi’ saat kini sudah jadi orang nomor dua di Jawa Barat. Deddy harusnya fokus mengurus rakyat Jawa Barat.

(okezone)

Jamin Pasokan Daging Sapi, Pemkot Depok Siapkan 4000 Sapi Selama Ramadhan

15 July 2014   0 views

sapiGuna menjamin ketersediaan daging sapi di wilayah Kota Depok, selama bulan Ramadan hingga hari raya Lebaran yang biasanya meningkat, Pemerintah Kota Depok telah menyiapkan 4000 ekor sapi potong.
Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Peternakan (Distankan) Kota Depok, Tinte Wirasutisna menjelaskan dari 4000 ekor sapi yang disiapkan pihak itu, maka akan dapat memasok 26 ton daging sapi per hari selama bulan Ramadan ini.
Jumlah ini kata Tinte dipastikan akan cukup karena konsumsi daging sapi di Depok di hari biasa hanya sekitar setengah dari 26 tong atau sekitar 12 ton saja.
“Dibanding dengan total kebutuhan masyarakat Depok di hari biasa yang hanya 12 ton saja, maka pasokan daging sapi 26 ton per hari selama Ramadhan diharapkan cukup memenuhi konsumsi masyarakat,” kata Tinte, Selasa (15/7/2014).
Menurut Tinte 26 ton perhari ini merupakan daging sapi segar, dimana sapi dipotong malam harinya di rumah pemotongan hewan di Depok dan dijual ke pasaran esok paginya.
Sselain itu, katanya, masih ada pula daging frozen atau daging beku yang dijual di pasar swalayan.
“Karenanya kami yakin pasokan daging sapi di Depok aman,” katanya.
Walaupun begitu, kata Tinte pihaknya mengaku tidak menjamin kenaikan harga daging sapi di pasaran tidak terjadi.
Sebab, katanya, kenaikan harga daging sangat dipengaruhi oleh hukum pasar. “Meskipun suplainya memenuhi, tetap saja kemungkinan kenaikan harga akan tetap terjadi,” ujarnya.
Namun paling tidak, kata Tinte, lonjakan kenaikan harga dijamin tetap wajar karena pasokan daging sapi tetap ada dan terjamin di wilayah Depok.

(tribunnews)

Disnaker Buka Posko Pengaduan THR

15 July 2014   31 views

duit_payoneerKARYAWAN atau buruh diminta untuk mengadu bila belum mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR) ke posko Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bekasi. Ini disampaikan Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Bekasi,Abdul Iman di Kantornya,Senin (14/7).

Dikatakan Abdul Iman,posko akan disediakan pada H-7 Lebaran di Kantor Disnaker Kota Bekasi,”Posko dimaksudkan untuk membantu karyawan dalam mendapatkan THR di perusahaannya,” katanya.

Tambah Iman,Tunjangan Hari Raya (THR) merupakan hak normatif buruh yang harus diterima dari perusahaan setiap tahun, sebelum hari raya Idul Fitri.

“THR adalah hak normatif yang harus diterima oleh buruh dari perusahaan. Pembagian THR ini, sesuai dengan peraturan menteri tenaga kerja, diberikan paling lambat H-7 perayaan hari raya Idul Fitri,jika ada keterlambatan atau tidak adanya pemberian THR.para buruh dan karyawan wajib lapor ke Disnaker,” tambahnya.

THR yang harus diterima buruh kata Abdul Iman minimal satu bulan gaji. Untuk itu, lanjutnya, bila ada perusahaan yang nakal dan tidak memberikan THR sesuai dengan undang undang yang berlaku, buruh bisa mengadu ke Posko THR di Disnaker.

“Kami menghimbau kepada seluruh perusahaan untuk memberikan THR sesuai dengan ketentuan undang undang. Kalau ada perusahaan yang nakal dan tidak melaksanakannya, silahkan laporkan ke Posko Kami di Disnaker agar kami tindak tegas perusahaan yang terbengkalaikan THR para karyawan dan buruh,” pungkasnya.

(gobekasi.com)

Waspada bila Temukan Amplop Berisi Cek Miliaran Rupiah!

14 July 2014   13 views

cekAlham Faby (25) nyaris menjadi korban penipuan cek senilai Rp1,7 miliar yang ditemukannya di pinggir trotoar Jalan Purnawarman, Kota Bandung, Jawa Barat.

Kepada wartawan, Alham menceritakan ihwal penemuan cek tersebut. Awalnya, ia tengah berkunjung ke rumah rekannya untuk mengantar pot bunga.

“Pas buka bagasi, dekat tempat sampah saya lihat bundelan plastik. Pas dilihat ada amplop cokelat bertuliskan ‘Secret Document’,” jelasnya, Selasa (14/7/2014).

Mengetahui amplop itu sangat penting, ia pun langsung mengamankannya. Karena berniat mengembalikan bundelan tersebut kepada pemilik, ia membuka amplop untuk mencari alamat.

Saat dibuka, Alham tercengang melihat sebuah Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)-Besar dan sebuah cek bernilai Rp1,7 miliar.

“Di situ kan ada nomor telefon pemiliknya, Pak Bambang. Lantas saya coba SMS, ternyata ditelefon balik. Dia membenarkan telah kehilangan cek itu pas lagi mencari tempat usaha di Bandung,” bebernya.

Dalam pembicaraannya, Bambang meminta tolong agar Alham mengembalikan cek tersebut. Namun dengan alasan sedang berada di Jakarta dan menemani tamu dari Singapura, Bambang meminta agar Alham mencairkan cek tersebut dan mengembalikannya.

Untuk mengiming-imingi Alham, Bambang menjanjikan akan memberikan Rp150 juta sebagai imbalan. Namun dengan syarat harus mentransfer uang minimal Rp2 juta.

“Di situ saya mulai curiga. Apalagi dia menyuruh agar segera ke ATM dan mentrasfer uang Rp2 juta. Katanya biar transaksinya lancar. Kan aneh. Jadi saya anggap ini penipuan,” ucapnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polrestabes Bandung, AKBP Nugroho Arianto, mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah percaya dengan hal seperti itu. Menurut dia, kasus yang dialami Alham merupakan modus penipuan baru.

“Jangan tergiur dengan imingi-ming hadiah. Lebih baik jika menemukan seperti ini laporkan pada kami langsung,” tukasnya.

(okezone)

Penjualan sandang Lebaran di Bandung melonjak

14 July 2014   2 views

sandangSelama bulan Ramadhan, penjualan busana muslim di sejumlah pusat perbelanjaan di Kota Bandung meningkat signifikan.

“Penjualan busana di bulan Ramadan tahun ini memang cukup meningkat, bahkan jauh sebelum Ramadhan,” kata Tina seorang pedagang di Pasar Baru Kota Bandung, Senin.

Menurut Tina, meningkatnya penjualan busana muslim hampir merata di sejumlah toko busana muslim di Pasar Baru. Namun peningkatan signifikan berlangsung selama empat hari terakhir dengan peningkatan mencapai 60 persen dibanding hari biasanya.

“Sepekan jelang Lebaran biasanya marema (ramai), pasalnya THR sudah cair,” katanya.

Ia menjelaskan, konsumen yang paling banyak datang membeli masih didominasi oleh kaum hawa, yang terdiri atas remaja dan ibu rumah tangga.

“Mereka membeli berbagai model busana muslim. Seperti yang bermotif bling-bling dengan warna yang cukup terang. Memang tahun ini, lagi tren motif dan warna seperti itu,” katanya.

Selain konsumen yang datang untuk membeli busana muslim, banyak juga konsumen yang datang untuk membeli perlengkapan muslim lainnya.

“Untuk jilbab, mukena, sajadah masih model-model standar yang banyak dibeli. Sedangkan untuk baju koko, dominan yang dibeli bermotif kaligrafi dengan beberapa pilihan warna,” kata Tina.

Ia mengungkapkan, meskipun pembelian mengalami peningkatan namun tidak membuat harga busana muslim, jilbab, mukena, sajadah, dan baju koko yang dijajakan di sejumlah toko di Pasar Baru melonjak naik.

“Sampai hari ini harganya masih normal. Dan untung yang kami dapat juga sudah cukup lumayan,” kata Tina.

Sementara itu, salah satu konsumen, Rahmawati sengaja membeli baju lebih awal. Hal itu karena pilihan dan stok busana muslim serta perlengkapan muslim lainnya masih tersedia. Selain itu, harganya juga masih relatif murah.

“Bila sudah memasuki hari marema, seperti H-7 apalagi mendekati Idul Fitri pasti harganya mahal dan stok yang kita dapat pasti sisa dan terbatas. Makanya saya dengan keluarga membeli lebih awal,” kata Rahmawati menambahkan.

(antara)

Manajer Persib Umuh Muchtar Siap Pimpin PSSI Jawa Barat

14 July 2014   4 views

umuh-muchtarUmuh Muchtar yang selama ini dikenal sebagai Manajer Persib Bandung mengaku siap maju untuk mencalonkan diri sebagai Ketua Umum Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Barat. Dengan memimpin PSSI di provinsinya, Umuh Muchtar ingin menyelamatkan sepakbola Jabar.
Kursi Ketua Umum Asprov PSSI Jawa Barat memang sedang mengalami kekosongan. Ketua Umum PSSI Jabar sebelumnya, Rahmat Yasin, menanggalkan jabatannya karena sedang tersangkut persoalan hukum.

“Demi menyelamatkan sepak bola Jawa Barat, ya saya siap jadi Ketua Umum Asprov PSSI Jabar. Kesiapan ini karena memang banyak yang menghubungi dan menyatakan dukungannya supaya saya mengisi kekosongan itu,” tandas Umuh Muchtar di Bandung belum lama ini.

Menurut Umuh Muchtar, Jawa Barat mempunyai banyak sekali talenta muda yang sangat berpotensi. Oleh karena itu, ia bertekad menjadi Ketua Umum PSSI Jawa Barat agar persepakbolaan di Jabar menjadi semakin baik.

“Di Jabar punya banyak potensi pemain sepak bola yang masih belum tergali. Jika jadi Ketua Asprov PSSI nanti saya akan berusaha untuk menjadikan sepakbola Jabar benar-benar berkembang dan lebih maju lagi,” papar Umuh Muchtar.

Umuh Muchtar sendiri selama ini dikenal cukup vokal mengkritisi kebijakan yang diputuskan oleh PSSI pusat, termasuk mengenai seringnya Persib Bandung memperoleh sanksi selama mengarungi kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2014 ini.

“Ya aneh-aneh saja kalau Persib selalu dikejar dan selalu diberi hukuman. Saya juga tidak mengerti mau sampai kapan Persib diperlakukan seperti itu,” keluh Umuh Muchtar beberapa waktu lalu.

(sidomi)

Wali Kota Bogor Bima Arya: Gaji Wali Kota Pas-pasan

14 July 2014   4 views

bima aryaWali Kota Bogor, Bima Arya menyambangi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (14/7/2014). Ia mengaku datang untuk menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).
“Saya kesini yang pertama mau menyampaikan laporan harta kekayaan sebagai penyelenggara negara, sebagai Wali Kota bedasarkan undang-undang saya diwajibkan menyampaikan itu,” kata Bima saat tiba di kantor pimpinan Abraham Samad Cs.
Pria yang tercatat sebagai politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu tampak didampingi seorang ajudan. Bima lebih lanjut menjelaskan, laporan harta kekayaan yang disampaikannya terakhir saat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) berlangsung.
“Terakhir menyamapaikan itu ketika Pilkada, jadi harus revisi ketika awal menjabat,” ujar Bima.
Saat ditanya apakah jumlah hartanya mengalami peningkatan, Bima yang mengenakan kemeja putih itu membantahnya. Diklaimnya, harta kekayaanya berkurang dibanding saat lapor ketika mengikuti Pilkada beberapa waktu lalu.
“Kekayaannya malah berkurang, terakhir ketika saya lapor ke KPK itu mungkin sekitar Rp5 miliar kalau tidak salah, ketika Pilkada. Sekarang kalau tidak salah berkurang sampai sekitar diangka Rp3 miliar,” ujarnya.
Lanjut Bima, hartanya menyusut lantaran tersedot untuk biaya kampanye. Di sisi lain menurut Bima, gaji seorang Wali Kota yang diterimanya tidak terlalu besar.
“Karena saat itu, ada faktor menggunakan uang sendiri, kedua gaji Wali Kota ternyata pas-pasan, saya kaget juga ketika menerima slip gaji Rp6,1, gaji Wali Kota. Jadi kalau pengen lurus hidup nya berkecukupan saja,” kata Bima.

(tribunnews)

Jawa Barat akan Buat Sentra Kerajinan Bambu

12 July 2014   9 views

sentra kerajinan bambuWakil Gubernur Jabar Dedddy Mizwar mengaku sedang melakukan mapping komoditas berbahan bambu. Menurutnya, Jabar nantinya akan membuat sentra kerajinan bambu sesuai dengan potensi masing-masing daerah.

“Tadi baru rapat koordinasi tentang industri kerajinan bambu. Kita akan mapping dulu,” ujar Deddy saat ditemui di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Jumat (11/7/2014).

Ia menjelaskan, mapping diperlukan untuk melihat di daerah mana satu jenis bambu cocok dibudidayakan serta daerah mana yang menjadi sentra kerajinan.

“Misalnya meubel di Sumedang, Tasikamalaya kerajinan, dinding bambu khas dari mana, angklung juga. Jangan sembarangan tanam bambu, harus yang pas,” katanya.

Menurutnya, bambu seharusnya bisa menjadi komoditi unggulan bila diolah dengan baik. “Jangan dilihat sebelah mata bambu ini,” tutur Deddy.
(detik.com)

« Previous PageNext Page »