Kantor Pos Bekasi Salurkan dana PSKS ke 57.857 Rumah Tangga Sasaran

18 December 2014

posKantor Pos Bekasi menyalurkan bantuan Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS), Program Indonesia Pintar dan Program Indonesia Sehat mulai hari ini, Rabu (17/12) di Kantor PT Pos Indonesia, Kota Bekasi.

Kantor Pos Bekasi,  membagikan kepada 57.857 keluarga kurang mampu yang berada di 36 kelurahan dari 12 kecamatan di Kota Bekasi.

Kartu yang dibagikan berupa yakni Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) sebagai penggangi Kartu Pelindungan Sosial (KPS), kartu Hp (simcard) yang berisi uang elektronik yang digunakan untuk mengakses Simpanan Keluarga Sejahtera, Kartu Indonesia Pintar (KIP) serta Kartu Indonesia Sehat (KIS).

Manager Operasi Jasa Keuangan Jabotabek Banten PT Pos Indonesia (Persero), Agung Prabowo mengatakan, Kantor Pos di Bekasi menyalurkan anggaran dana PSKS sebesar Rp 23 miliar lebih untuk disalurkan pada 57.857 Rumah Tangga Sasaran (RTS).

” PT Pos Indonesia  menargetkan dapat menyalurkan seluruh kartu hingga 29 Desember 2014 ” jelas Agung, yang juga satgas PSKS saat memantau  penyaluran bantuan.

Sementara itu,  Manager Kantor Pos Bekasi Dodi Haryanto menjelaskan, penyaluran dilakukan secara bertahap mulai tanggal 17 – 29 Desember 2014 di tujuh lokasi yang telah ditentukan.

“Selain Kantor Pos Bekasi,penyaluran juga dilakukan di Kantor Pos Bintara Jaya, Kantor Pos Bantar Gebang, Kantor Pos  Pondok Gede, Kantor Pos Jati Asih, serta di 2 Kecamatan, yaitu di Kecamatan Jatisampurna dan Kecamatan Bekasi Selatan ” terang Dodi.

Untuk tahap awal kemarin, telah disalurkan kepada sebanyak 2.250 RTS dari dua kelurahan yaitu kelurahan Duren Jaya dan Kelurahan Bekasi Jaya Kecamatan Bekasi Timur.

Pemerintah memberikan bantuan tunai sebesar Rp 200.000 per bulan bagi satu RTS, setara Rp 400.000 untuk dua bulan. Penyaluran perdana sudah dilakukan pada bulan November 2014 lalu. Total anggaran yang diperlukan untuk membantu 15,5 juta RTS sama dengan Rp 6,2 triliun.

(indopos)

Hasil Pencarian:

Tiket KA Tahun Baru Sukabumi – Bogor Habis

18 December 2014

pangrango“Tiket tanggal pemberangkatan yang bertepatan dengan tahun baru dan akhir pekan sudah tidak ada yang tersisa, bahkan setiap harinya tiket KA Pangrango jurusan Sukabumi-Bogor tidak pernah bersisa,” kata Kepala Stasion Sukabumi, Tasiman.

Menurutnya, untuk melayani penumpang hingga saat ini PT KAI baru bisa menyiapkan sebanyak lima gerbong dengan rincian empat gerbong kelas AC Ekonomi dengan jumlah penumpang maksimal sebanyak 106 orang dan satu gerbong kelas Eksekutif yang bisa menampung 64 penumpang.

Diakuinya, KA sudah menjadi alat transportasi masal utama warga khususnya bagi mereka yang ingin menghindari kemacetan di sepanjang jalur penghubung Sukabumi menuju Bogor. Selain itu, dengan menumpang KA penumpang lebih nyaman dan tidak berdesakan karena satu tiket hanya bisa digunakan untuk satu tempat duduk saja.

“Untuk penambahan jumlah gerbong semua keputusan ada di tangan PT KAI, jika masyarakat baik di Sukabumi maupun Bogor mendesak bisa saja gerbong ditambah untuk melayani penumpang,” tambahnya.

Sementara, Yuliani mengatakan tidak kebagian tiket KA karena sudah habis dari kemarin dan terpaksa harus menggunakan angkutan umum lainnya dengan tujuan Bogor. Selain itu, dirinya juga kesulitan mendapatkan tiket KA ini karena sudah banyak yang membeli dengan cara memesan, sehingga calon penumpang yang datang langsung ke stasion hanya bisa “gigit jari”.

(bogornews)

Pelajar SMK Tewas Tertabrak Kereta di Bogor

18 December 2014

keretaSeorang pelajar kelas 2 SMK di Bogor tewas, tertabrak kereta api Commuterline Rabu (17/12). Baskoro ,17, tewas di perlintasan  kereta rel listrik (KRL) di Kelurahan Tanah Sareal, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor,

Baskoro, siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Analisis Kimia Nusa Bangsa menderita luka parah di kepala serta kaki dan tangan patah. Tubuh korban terpental ke semak-semak .

Indra ,20, saksi menuturkan, korban ditabrak dari belakang saat berjalan di tengah rel. “Dia berjalan di rel. Tiba-tiba, ada kereta datang dari dua arah atau berpapasan. Karena posisi korban saat kejadian membelakangi kereta dari Jakarta, maka dia ditabrak dari belakang,”ujarnya.

Polisi yang tiba di lokasi, lalu mengevakuasi korban. Teman sekelas korban, Muhammad Nur, tiba di lokasi kejadian juga ikut membantu evakuasi jasad rekannya. “Besok Kamis (18/12) dia ikut PKL. Dia anaknya baik,”kata Nur.

Ia juga heran, karena tak biasa rekannya melintasi jalur rel jika pulang ke rumahnya di Cileungsi.

(poskota)

Hujan Deras Disertai Angin Puting Beliung Membuat Warga Panik dan Berlarian

17 December 2014

garutHujan deras yang disertai angin kencang dan sambaran petir melanda Kampung Bojonganggrek, Desa Jayaraga, Kecamatan Tarogongkidul, Selasa (16/12/2014).

Di antara suara gemuruh dan genting-genting rumah yang beterbangan mereka berlarian dalam keadaan panik. Meneriakkan takbir, menyelamatkan diri ke mesjid.

Dadan (35), warga setempat, mengatakan suasana mencekam itu terjadi sekitar pukul 15.00. Angin kencang membuat hampir seluruh atap rumahnya terbang.

“Semua berlarian ke masjid, juga istri dan dua anak saya. Kami menyelamatkan diri saat hujan besar. Semua perabotan rumah kehujanan karena atapnya terbang,” kata Dadan yang saat ditemui kemarin, selepas hujan, sedang mengamankan perabotan rumahnya.

Hal serupa dikatatakan Oom (68). Genting rumahnya berjatuhan dan menimpa perabotan rumah. Airnya dengan cepat membanjiri rumahnya. Ia tak sempat menyelamatkan barang- barang di dalam rumah, termasuk barang elektronik dan sofa.

“Kejadiannya sangat cepat. Selama ini belum terjadi bencana seperti ini. Kami kebingungan bagaimana menyelamatkan perabotan,” katanya.

Ayi Abdulaziz, Ketua RT setempat, mengatakan terdapat tujuh rumah yang mengalami kerusakan parah. Sedangkan sekitar 60 rumah lainnya rusak ringan.

“Tujuh keluarga yang rumahnya rusak berat mengungsi di masjid, rumah tetangga, atau saudaranya. Peristiwa ini tidak menyebabkan korban jiwa atau luka,” katanya.

Hujan deras yang mengguyur Garut sore hari itu juga menyebabkan sejumlah ruas jalan banjir, di antaranya Jalan Pembangunan, Simpang Lima, Jalab Oto Iskandardinata, dan Jalan Proklamasi. Kemarin, empat pohon di Jalan Terusan Pembangunan, Jalan Proklamasi, dan kawasan Kerkhof juga tumbang. Untunglah tak menimpa pejaan kaki dan pengendara yang lewat

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan kabupaten Garut, Aji Sekarmaji, mengatakan pohon tersebut ambruk menghalangi jalan.

“Kami langsung memotong pohon tumbang tersebut dan membawanya ke pinggir jalan. Dengan demikian, pohon tidak menghambat lalu lintas. Yang tumbang ada pohon nangka dan mahoni,” tuturnya.

Piket

Mulai seringnya terjadi bencana pada musim penghujan ini juga membuat warga di Kabupaten Ciamis meningkatkan kesiagaan. Sudah dua minggu ini relawan yang tergabung dalam Taruna Siaga Benacana (Tagana) Ciamis piket siang malam di markas mereka di Jalan Tentara Pelajar Ciamis. Tiap hari 4 relawan Tagana yang bertugas. Dua orang piket siang, dan dua lagi piket malam. Sebuah mobil ranger, satu perahukaret  (ruber boat), peralatan komunikasi, peralatan evakuasi darurat, dan peralatan  dapur umum juga disiagakan.

“Jauh sebelum longsor terjadi Banjarnegara, Ciamis sudah siaga darurat bencana longsor  dan banjir menyusul masuknya musim hujan. Kami dari Tagana menindak lanjutinya dengan melaksanakan piket siaga siang malam,” ujar Ade Deni, Ketua Tagana  Ciamis  yang juga  Koordinator Relawan Peduli Bencana Ciamis, Selasa  (16/12/2014).

Selain relawan yang piket di markas, para relawan Tagana yang ada di tingkat kecamatan juga siaga. Tiap kecamatan rata-rata memiliki empat relawan Tagana. Merekalah yang memberikan informasi secepat mungkin bila di daerah masing-masing terjadi bencana.

Dengan makin tingginya intensitas curah hujan, kata Ade, semua relawan dan SAR gabungan yang berada  di bawah koordinasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ciamis juga  mulai melakukan  piket kesiagaan bersama di posko-posko yang tersebar di empat wilayah ekskewedanaan.

“Di tiap posko tersebut, ada relawan Tagana,  PMI, personel SAR, Gamapala, Panthera, RAPI/Orari, dan relawan lainnya termasuk dari Asosiasi Pencatat Pernikahan,” katanya.

Dari 26 kecamatan yang ada di Ciamis, 18 di antaranya adalah daerah rawan bencana longsor. Sepuluh kecamatan di antaranya mempunyai tingkat kerawanan yang tinggi, termasuk lima di antaranya yang selama 15 tahun ini menjadi sentra pertanian sayur mayur Ciamis.

Dan  dari  26 kecamatan tersebut, sebanyak 14 kecamatan di antaranya juga merupakan daerah rawan banjir. Enam di antaranya bahka selalu banjir saat musim hujan tiba, yakni Kecamatan Banjarsari, Lakbok, Pamarican, Panumbangan, Panjalu  dan Cisaga.
TNI Siaga

Kewaspadaan terhadap datangnya bencana juga dilakukan Korem 063/SGJ Cirebon. Danrem 063/SGJ Cirebon, Kol Arm Benny Effendy mengatakan, ada beberapa kabupaten di wilayah Korem 063/SGJ Cirebon yang rawan bencana saat musim hujan.

“Seperti Kuningan rawan longsor, kemudian Cirebon, Indramayu, Subang, dan wilayah Pantura rawan banjir akibat luapan sungai,” ujarnya di sela-sela silaturahim dengan awak media di Makorem 063/SGJ Cirebon, Selasa (16/12/2014).

Personel pun, kata dia, sudah siap membantu apabila sewaktu-waktu terjadi bencana. Bahkan, katanya, untuk evakuasi korban pun personel sudah siap.

Wilayah kerja Korem 063/SGJ Cirebon meliputi Cirebon, Indramayu, Kuningan, Majalengka, Subang, Purwakarta hingga Karawang.
Terhadap bencana di musim hujan, Danrem juga berpesan dan mengimbau masyarakat agar turut mewaspadainya juga. Kata dia, pengalaman bencana di musim hujan pada tahu- tahun sebelumnya menjadi pelajar agar saat musim hujan tahun ini tak sampai menelan korban jiwa.

“Masyarakat juga harus mengantisipasi agar tak terjadi bencana di musim penghujan ini,” kata Danrem.

(tribunnews)

Makam Keramat Paling Tersohor Prabu Aji Putih ini Juga Bakal Digusur untuk Waduk Jatigede

16 December 2014

kuncen makam aji gedeInilah makam keramat tersohor di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Masyarakat memercayainya sebagai makam Prabu Aji Putih. Makam sakral tersebut kerap dikaitkan dengan tonggak sejarah Sumedang. Saban harinya peziarah melipir ke makam yang merupakan salah satu situs cagar budaya.

Makam Prabu Aji Putih terletak di Kampung Cipeueut, Desa Cipaku, Kecamatan Darmaraja, Kabupaten Sumedang. Lokasinya berjarak sejauh 25 kilometer dari pusat perkotaan Sumedang yang bisa ditempuh kendaraan selama 30 menit.

Siang pekan lalu, detikcom merapat ke Kampung Cipeueut. Eman Suherman, salah satu tokoh masyarakat Darmaraja, mendampingi perjalanan menengok makam Prabu Aji Putih. Kondisi jalur utama menuju makam di perkampungan ini aspalnya bopeng. Beberapa titik genangan air menutup jalan yang lebarnya seukuran dua mobil.

Kiri kanan jalan tersaji hamparan sawah garapan. Pemandangan bukit mengelilingi kampung yang mayoritas penduduknya bermata pecaharian sebagai petani. “Satu-satunya akses jalan menuju makam itu harus melewati sawah,” kata Eman semabri telunjuknya menunjuk arah utara.

Sepeda motor parkir di tepi jalan atau tepatnya depan sebuah warung milik warga setempat. Wajah ramah sejumlah pemuda dan pemilik warung menyambut kedatangan tamu. “Palih dieu parkir na (sebelah sini parkirnya),” ucap seorang wanita di dalam warung.

Jarak tempuh sekitar 300 meter untuk tiba ke Situs Cipeueut I atau tempat peristirahatan terakhir Prabu Aji Putih. Langkah kaki perlahan menyusuri jalan setapak areal persawahan. Tepat di ujung sawah, terdapat jalan menurun berupa tangga batu. Selanjutnya akses jalur bebatuan mengantarkan ke jalan menanjak menaiki susunan tangga batu. Bangunan musala dan saung berdiri menyambut.

Makam Prabu Aji Putih berada di dekat area musala dan saung. Letak tepatnya di atas tanah bukit. Kawasan hutan mengitari makam masa prasejarah ini. Tak jauh dari makam terdapat Sungai Cibayawak. Balai Pengelolaan Keperbukalaan Sejarah dan Nilai Tradisi (BPKSNT) Disparbud Jabar menyebut makam Prabu Aji Putih struktur bangunannya berwujud punden berundak dan penggunaan menhir atau batu tegak sebagai nisan. Bentuk tersebut mencerminkan penyerapan budaya megalitikum.

“Tiap hari ada saja yang berziarah,” ucap Ahdiyat, juru kunci makam Prabu Aji Putih.

Dia mengklaim perharinya rata-rata kedatangan lima peziarah. Paling ramai tiap Senin dan Kamis. Pagar yang kini dibalut kain merah putih nampak mengitari makam.

Ahdiyat berkisah, Prabu Aji Putih ialah raja pertama Kerajaan Tembong Agung yang merupakan cikal bakal Kerajaan Sumedanglarang. Prabu Aji Putih memimpin kerajaan Tembong Agung pada abad ke-15.

“Makam leluhur kami ini punya nilai sakral hingga kapanpun,” katanya.

Ketenaran Prabu Aji Putih terdengar hingga peloksok tanah air. Bukan hanya penduduk Sumedang atau masyarakat Jabar lainnya yang berkesempatan silaturahmi ke makam ini. Warga luar daerah juga sengaja jauh-jauh datang beziarah.

“Ada dari Tangerang, Palembang, orang Jatim juga, ya banyaklah. Peziarah niatnya inigin mencari barokah. Tentu saja, selalu saya ingatkan, tetaplah meminta dan berdoa kepada Allah,” tutur Ahdiyat.

Pantangan di makam ini seperti apa? “Enggak ada. Intinya datanglah dengan hati bersih. Cuma itu,” kata Ahdiyat.

Makam Prabu Aji Putih merupakan salah satu dari belasan makam keramat di Kecamatan Darmaraja yang terancam tenggelam disapu genangan air akibat dampak pembangunan Waduk Jatigede.
(detik.com)

Hasil Pencarian:

Djanur Akui Dapat Banyak Ilmu Baru

15 December 2014

pelatih-persib-djanur-2Selama menjalani kursus kepelatihan untuk mendapat lisensi B AFC di Sawangan, Depok sejak awal Desember, pelatih Persib Bandung Djadjang Nurdjaman mengaku banyak hal baru dalam dunia kepelatihan yang ia dapat.

“Banyak pengetahuan baru yang didapat, tentu saya berharap ini bisa diterapkan di Persib untuk menjadikan tim lebih baik lagi,” kata Djadjang, melalui ponselnya Minggu (14/12).

Dengan meraih lisensi B AFC ini, Djanur sapaan akrabnya, dipastikan akan meraih lisensi B AFC bersama asisten pelatih, Heri Setiawan yang juga ikut dalam kursus tersebut.(http://jabar.tribunnews.com)

Pantai Potensial di Jabar akan Dibangun Landasan Pesawat Kecil

11 December 2014

aherisiSejumlah pantai di Jawa Barat Selatan akan dibangun dermaga untuk memaksimalkan potensi perikanan di masing-masing kawasan. Selain itu, di sejumlah kawasan tersebut juga diusulkan akan dibangun landasan pesawat kecil

Sejumlah pantai potensial tersebut di antaranya yakni Cikidang, Cikalong, Rancabuaya, dan Cidaun.

Hal itu diungkapkan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan di Gedung Pakuan, Kamis (11/12/2014). Menurutnya, rencana tersebut mengemuka saat dirinya menghadiri rapat bersama Menteri Koordinator Perekenomian dan Menteri Koordinator Kemaritiman, di Jakarta, Selasa (10/12/2014) lalu.

“Jadi Bu Susi mengusulkan di setiap pelabuhan ikan ada landasan udara,” kata pria yang akrab disapa Aher tersebut.

Aher mengatakan, pihaknya menyambut baik rencana tersebut, karena menurutnya akan memaksimalkan potensi perikanan di Jabar selatan.

“Meskipun itu ada hubungannya dengan usaha Bu Susi (Susi Air) tapi saya mendung karena itu akan memajukan potensi perikanan,” ucapnya.

Sebagai contoh, lanjut Aher, lobster hasil tangkapan nelayan Cidaun bisa dipasarkan secara luas dan memiliki harga tinggi jika transportasinya mudah diakses.

“Kalau dibawa pakai mobil ke Pangandaran, berapa jaraknya, keburu mati di jalan. Harganya jatuh kalau sudah mati. Kalau pakai pesawat kan tinggal menunggu yang dari Pangandaran menjemput lobsternya,” jelasnya.

Lebih lanjut Aher mengatakan, landasan tersebut hanya diperuntukan pesawat kecil, sehingga pembangunannya pun tidak terlalu rumit.

“Bukan beton, hanya pantai yang dipadatkan sedikit. Kan kalau pesawat kecil, mendarat di lapangan sepak bola juga bisa,” ujarnya.

Selain itu, tambah Heryawan, sebelum dipasarkan ke daerah lain, hasil tangkapan nelayan tersebut akan dibawa ke Pangandaran yang dipilih menjadi sentra perikanan di selatan Jabar.

“Dan ini dampaknya akan bagus bagi para nelayan dan masyarakat sekitar,” pungkasnya.

(detik.com)

Selama Operasi Zebra 2014, Jumlah Kecelakaan Lalin di Depok Menurun

11 December 2014

selama-Operasi-Zebra-2014Selama dua pekan digelarnya Operasi Zebra 2014, jumlah kecelakaan lalu lintas yang terjadi di wilayah Kota Depok menurun drastis.

Jika biasanya rata-rata ada 22 kasus kecelakaan lalu lintas yang terjadi setiap bulan atau 11 kecelakaan setiap dua pekan di Depok, maka selama dua minggu digelarnya Operasi Zebra jumlah kasus kecelakaan yang terjadi hanya 3 kali.

Hal itu dikatakan Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polresta Depok Komisaris Sri Suhartatik yang akrab disapa Tatik, Rabu (10/12).

“Sangat tepat. Jumlah kasus kecelakaan di Depok menurun drastis selama digelarnya Operasi Zebra ini,” kata Tatik.

Ia berharap setelah berakhirnya Operasi Zebra ini, kesadaran masyarakat untuk berkendara secara aman makin meningkat sehingga tren jumlah kasus kecelakaan di Depok terus menurun.

“Dalam Operasi Zebra selama dua pekan, jumlah kecelakaan di Depok tercatat ada 3 kali saja. Padahal biasanya di tahun 2014 ini, rata-rata ada 11 kecelakaan terjadi setiap dua minggunya di Depok atau 22 kali setiap bulannya,” papar Tatik.

Hal itu, kata dia, mengacu dari data yang dimilikinya. Ia mengatakan, di tahun 2013 lalu tercatat ada 337 kasus kecelakaan di Depok. Ini berarti rata-rata ada 28 kasus kecelakaan setiap bulannya atau 14 kecelakaan setiap dua pekan. Korban meninggal dunia tercatat sebanyak 30 orang.

Sementara di 2014 sampai Oktober atau bulan ke 10 tercatat ada 229 kasus kecelakaan atau 23 kasus kecelakaan setiap bulannya atau sedikitnya 11 kecelakaan setiap dua pekan. Korban meninggal selama 2014 tercatat 18 orang meninggal dunia.

“Sementara dalam dua minggu Operasi Zebra, hanya ada 3 kali kecelakaan. Kita berharap ini karena kesadaran masyarakat dalam berkendara secara aman semakin meningkat,” ujarnya.

(tribunnews.com)

Hari Ini Tim Persib Pergi ke Tanah Suci

10 December 2014

persibSkuad Maung Bandung telah bertolak ke tanah suci, Mekkah dari Bandung, Rabu (10/12) pagi. Mereka berangkat dari Jalan Citarum. Selama sembilan hingga sepuluh hari ke depan, mereka akan menjalani ibadah umrah.

Ibadah umroh yang dijalani tim Maung Bandung merupakan bonus tambahan dari sang Manajer Persib, H Umuh Muchtar setelah Persib bisa meraih gelar juara Liga Super Indonesia (LSI).

“Bonus ini bukan main-main. Kami ingin Persib juara ini dimaknai dengan lebih dalam dengan beribadah umrah ke tanah suci,” kata Umuh sesaat sebelum berangkat.

Semua pemain, minus Sigit Hermawan, Vladimir Vujovic, M Natsir dan Rudiyana, mengikuti ibadah umrah. Ke empat pemain tersebut berikut tim pelatih, Djadjang Nurdjaman dan Heri Setiawan dipastikan tidak akan bergabung. Namun, Umuh mengaku telah memberi mentahnya saja pada mereka yang tidak bergabung.

“Semua pemain ikut, yang di timnas juga ikut kecuali pak Djanur dan pak Heri serta empat pemain tidak ikut,” ujarnya.

Tidak hanya pemain, keluarga para pemain sendiri turut bergabung bersama-sama menjalani ibadah umrah.

“Keluarga juga sengaja diikutkan supaya turut benar-benar merasakan ibadahnya. Doakan semoga lancar dan kembali dengan selamat,” ujar Umuh.

Momen Persib juara kali ini sangat spesial bagi Umuh dan semua pemain, pelatih berikut official. Bonus Rp 2 miliar dari PT Liga Indonesia, bonus dari PT Persib Bandung Bermartabat selaku perusahaan yang menaungi klub Persib, bonus Rp 1 miliar dari Walikota Bandung dan tentu saja, bonus ibadah umrah.

“Ini momen langka. Belum pernah dimanapun rasanya klub juara langsung ibadah umrah. Ini semua dilakukan dengan ikhlas dan seizin Allah,” ujarnya.

Di tanah suci, tentu saja para pemain dan rombongan mendoakan hal yang sama. “Semoga musim depan Persib bisa kembali juara, jadi klub pertama di Indonesia yang bisa juara LSI dua kali berturut-turut,” kata Umuh. (jabar.tribunnews.com)

Bus Listrik Buatan Depok Siap Diproduksi 100-500 unit per Tahun

9 December 2014

buslistrikKeraguan akan bus listrik tidak hanya dari aspek durablitas atau ketangguhannya di jalanan, tapi siap atau tidaknya akan kapasitas produksi.

Pembuat bus listrik Indonesia, Dasep Ahmadi memastikan bus listrik sepanjang 12 meter, bisa diproduksi hingga 500 unit per tahun.

“Kami siap memproduksinya. Tahun depan kami akan mampu memproduksi 100-500 unit per depan,” kata Dasep Ahmadi yang merupakan bos dari PT Sarimas Ahmadi Pratama, kepada detikOto.

Bahkan dirinya memastikan, 500 unit per tahun untuk bisa memproduksi bus listrik masih terbilang sedikit.

“Kami sudah kerjasama dengan karoseri untuk bisa membuat sasis sesuai dengan kebutuhan bus listrik. Baterai kita datangkan dari China (Tiongkok) dan itu sudah datang, Control system kendaraan bus listrik kami hadirkan dari Finlandia, dan motor listrik dari Amerika (sebagai penggerak utama,” ujarnya.

“Dan bisa memproduksi 500 unit per tahun itu terbilang sedikit. Artinya kami hanya akan memproduksi 2 unit dalam 1 hari. Karena bisanya kalau manual assembly bus listrik itu bisa mencapai 50 unit per hari itu sudah biasa,” tambah Manager R&D PT Sarimas Ahmadi Pratama, Abdul Rahman Riza.
(detik.com)

« Previous PageNext Page »