Pasukan Pemukul TNI Terus Berlatih

7 April 2016

LATIHAN SANDERAPasukan Pemukul Reaksi Cepat TNI terus menggelar latihan gabungan di Tarakan, Kalimantan Utara, Selasa (5/4/2016). Latihan berlangsung tertutup. Pasukan juga menunggu perintah untuk melakukan pembebasan terhadap warga Indonesia yang masih disandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina.

“Seluruh personel PPRC (Pasukan Pemukul Reaksi Cepat) TNI dalam kondisi siaga. Prajurit berlatih untuk menunjang keahlian dan kemampuan perorangan ataupun satuan. Rutinitas tentara, kan, berlatih, dan itu kami lakukan sebaik mungkin,” kata Kepala Penerangan Kodam VI/Mulawarman Kolonel (Inf) Andi Gunawan di Kota Tarakan.

Ada lima kapal perang di Tarakan, yakni KRI Surabaya, KRI Ajak, KRI Ahmad Yani, KRI Mandau, dan KRI Badau. Kapal-kapal itu ditunjang 2 kapal patroli cepat, 3 helikopter Bell, dan 1 helikopter Super Puma.

Bayar tebusan

Keluarga para sandera di Klaten (Jawa Tengah) dan Banjarmasin (Kalimantan Selatan) mengharapkan pemerintah segera membebaskan keluarga mereka yang disandera, termasuk membayar uang tebusan jika diperlukan. “Kami memohon Bapak Presiden Joko Widodo untuk berusaha semaksimal mungkin membebaskan sandera dalam keadaan selamat,” kata Sutomo (48), orangtua Bayu Oktavianto (22), di Klaten. Bayu adalah salah seorang anak buah kapal tunda Brahma 12 dan tongkang Anand 12 yang disandera kelompok Abu Sayyaf.

Kelompok Abu Sayyaf meminta uang tebusan 50 juta peso setara Rp 14,3 miliar untuk pembebasan 10 sandera WNI. Sutomo mengatakan, tebusan harus dibayarkan paling lambat 8 April. “Saya masih berharap suami saya pulang dengan selamat agar bisa kumpul lagi,” kata Halimatus Sa’diah (28), istri Suriansyah (33), saat menerima kunjungan Kepala Polda Kalsel Brigadir Jenderal (Pol) Agung Budi Maryoto di rumah kontrakannya di Kelurahan Kelayan Selatan, Kota Banjarmasin, Selasa.

Di Jakarta, Menko Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pemerintah menilai pembayaran tebusan kepada penyandera sebagai salah satu strategi terbaik untuk membebaskan mereka. Pembayaran tebusan itu dilakukan perusahaan pemilik kapal tunda Brahma 12 yang awaknya disandera.

“Kita tunggu dan lihat perkembangan dulu karena rencana pembayaran tebusan itu adalah hasil komunikasi langsung antara perusahaan dan penyandera. Kita lihat perkembangannya, mungkin hari-hari ini kita akan bisa lihat perkembangan terakhir,” ujarnya. Menurut dia, pemerintah akan tetap memantau dengan cermat setiap perkembangan dalam upaya pembebasan sandera.

Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi mengatakan, Pemerintah Filipina berkomitmen kuat melakukan usaha terbaik untuk membebaskan 10 WNI yang saat ini disandera kelompok Abu Sayyaf di kawasan Mindanao, Filipina. Hal itu yang didapat dari pertemuan terpisah dirinya dengan Presiden Filipina Benigno Aquino III, Menteri Luar Negeri Filipina Jose Almendras, dan Panglima Angkatan Bersenjata Filipina Jenderal Gregorio Pio Catapang Jr beberapa waktu lalu.

(Kompas)

Kiai Pesantren Tebuireng Kritik Para Dai Hiburan

7 April 2016

KIAIPakar tafsir Pondok Pesantren Tebuireng, KH. Musta’in Syafi’I mengkritik para dai yang cenderung mengutamakan hiburan dari pada isi materi yang disampaikan dalam ceramahnya. Hal ini ia sampaikan lantaran saat ini banyak dai yang tidak bisa membaca kitab kuning, sebagai kitab klasik umat Islam.

“Di dunia dai saat ini terlalu dekat dengan intertain, dan sangat mudah jika hanya ingin menjadi ustaz-ustaz penceramah seperti itu,” kata dia saat dihubungi Republika.co.id, Rabu (6/2).

Kiai Musta’in mengatakan bahwa para dai tersebut hanya menyerap informasi secara instan, tidak melalui proses pencarian terhadap referensi Islam. Bahkan, kata dia, ada sebagian da’i yang sering tampil di televisi ternyata tidak bisa berbahasa Arab dengan baik. Ia mengaku pernah mendengarkan sendiri ceramah salah satu ustaz yang tidak mau disebut namanya tersebut.

“Mereka (para dai) hanya membaca kisah-kisah dari kitab-kitab yang sudah diterjemah dan tinggal mengolahnya,” ucap dia.

Ia menuturkan, sesungguhnya terkait keberadaan para dai instan tersebut sudah diingatkan oleh Rasulullah SAW, bahwa di akhir zaman akan banyak yang pandai pidato tapi sedikit ilmunya. Menurut dia, di zaman modern ini para dai yang lebih suka tampil, masih lebih banyak dari pada dai yang memang menekuni ilmu.

“Jadi, sudah ada peringatan. Makanya saya di Tebuireng ini termasuk yang paling menentang ada dai-dai cilik itu, karena justru tausiyah-tausiyahnya akan jadi merusak,” jelas dia.

Ia menambahkan bahwa kegiatan berdakwah dengan menjadi seorang dai tidak sama dengan prestasi-prestasi lainnnya. Menurut dia, berceramah itu tidak hanya melihat keterampilan dalam hal berceramah saja, tapi membawa misi untuk menasehati orang lan.

(Republika)

KPK Teliti Asal Duit Suap M Sanusi dari Banyak Perusahaan

6 April 2016

pimpinan kpkPembangunan 17 pulau buatan di Teluk Jakarta dilakukan oleh beberapa perusahaan pengembang. Para perusahaan itu membutuhkan payung hukum melalui Peraturan Daerah (Perda).

Nah, rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil Provinsi Jakarta dan tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Pantai Jakarta Utara yang masih belum kelar dibahas oleh DPRD DKI kemudian menjadi pangkal persoalan yang memunculkan penyuapan. KPK pun telah menetapkan Presiden Direktur PT Agung Podomoro Land (PT APL) Ariesman Widjaja sebagai tersangka.

Namun ada pula seorang pengusaha lagi yang dicegah yaitu Sugiyanto Kusuma alias Aguan. Bos Agung Sedayu Group itu dicegah dengan status sebagai saksi.

Dalam proyek reklamasi sendiri banyak perusahaan yang terlibat. KPK pun masih meneliti apakah perusahaan-perusahaan itu ikut melakukan suap agar urusan mereka lancar dengan DPRD DKI.

“Kasus reklamasi itu kan ada beberapa perusahaan-perusahaan yang merupakan anak-anak perusahaan. Semua yang relevan akan dimintai keterangan,” ujar Wakil Ketua KPK Laode M Syarif ketika dikonfirmasi, Rabu (6/4/2016).

Saat ditanya apakah ada lagi pemberian suap yang merupakan patungan dari perusahaan-perusahaan yang ikut dalam proyek reklamasi, Syarif mengaku penyidik tengah menelitinya.

“Itu salah satu yang sedang diteliti,” kata Syarif.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan 3 orang tersangka yaitu M Sanusi sebagai penerima suap serta Presiden Direktur PT Agung Podomoro Land (PT APL) Ariesman Widjaja serta Trinanda Prihantoro selaku Personal Assistant di PT APL. Selain itu, sudah ada 1 saksi yang dicekal terkait kasus ini yaitu Sugiyanto Kusuma alias Aguan. Bos Agung Sedayu Group itu diketahui masih berada di Indonesia.

M Sanusi sebelumnya ditangkap pada Kamis (31/3). Dia pun ditetapkan sebagai tersangka penerima suap sebesar Rp 2 miliar yang diberikan dalam 2 termin.

(detik.com)

Jatuh saat Selfie, Pelajar SMA Jakarta Tewas Tenggelam di Curug Ngumpet Bogor

6 April 2016

curug ngumpetAgung Reynaldi (16), pelajar kelas 1 SMA asal Kelurahan Kapuk RT 08/08 , Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, tewas tenggelam saat tengah berselfie di lokasi wisata Curug Ngumpet yang berada di kawasan wisata Gunung Salak Endah (GSE), Pamijahan, Kabupaten Bogor.

“Korban ditemukan tadi pagi, kondisinya sudah meninggal. Korban tenggelam sejak kemarin sore, ketika sedang berfoto-foto. Korban, pelajar kelas 1 SMA,” kata Kapolsek Cibungbulang, Kompol Roni Mardiatun saat dikonfirmasi, Rabu (6/4/2016).

Peristiwa tenggelamnya Agung, terjadi pada saat ia dan 8 temannya tengah berkunjung dan berenang di kubangan air terjun Curug Ngumpet. Agung dan teman-temannya sempat berfoto-foto bersama, Selasa (5/4/2016).

“Tapi kemudian, korban minta difoto sendirian di bawah air terjun. Korban berjalan mundur ke arah jatuhnya air terjun. Tapi kemudian korban malah tertarik, dan tenggelam ke bawah air air terjun” terang Kompol Roni.

Seorang rekan Agung bernama Muhammad Rifky Hidayat, yang berusaha menolong, juga sempat tertarik arus ke bawah jatuhnya air terjun. “Tapi kemudian (teman korban) berhasil diselamatkan teman-temannya yang lain. Tapi Agung sendiri tidak bisa diselamatkan. Dia tersedot arus dan tenggelam,” katanya.

Pihak kepolisian dan Tim SAR gabungan langsung melakukan pencarian di sekitar lokasi tenggelamnya Agung. Namun, Agung tidak juga ditemukan hingga malam hari. “Semalam pencarian dihentikan, karena gelap dan dikhawatirkan makin membahayakan. Nah korban ini akhirnya muncul ke permukaan tadi pagi. Langsung kita evakuasi,” kata Roni.

“Jenazahnya langsung dibawa ke rumah duka di Jakarta Barat,” tambahnya.

Menurut Roni, berdasarkan keterangan dari pihak Brimob Kedunghalang yang diikutsertakan dalam pencarian pagi tadi, ada semacam celukan yang ada di bawah air terjun. Diduga , Agung sempat tertahan di celukan tersebut sehingga tidak cepat muncul setelah ia terbawa arus.

“Air terjun Curug Ngumpet itu memang ada semacam kubangan. Airnya tidak mengalir ke sungai besar, makanya banyak pengunjung yang berenang di sekitar air terjun. Tapi ternyata, kata Tim SAR dari Brimob yang tadi pagi sempat datang, ada semacam celukan (cekungan) di bawah air terjun. Jadi itu yang membahayakan, kemungkinan korban tertarik dan tertahan di celukan di dasar air terjun itu,” terang Roni.

(detik.com)

Ratusan Petugas Lapas dan Rutan se-Jabar di Tes Urine

6 April 2016

TES URINEBadan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bandung melakukan tes urine terhadap ratusan petugas lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan (rutan) se-Jawa Barat, Rabu (6/4/2016).

Dilansir dari laman viva.co.id, Rabu (6/4/2016), ratusan penjaga lapas dan rutan itu dikumpulkan di Kantor Kanwil Departemen Hukum dan HAM Jawa Barat pada Rabu pagi ini.

Banyak para pegawai lapas yang tidak mengetahui rencana tes urine tersebut. Sebab, mereka diundang ke Kanwil untuk acara pengarahan.

Namun, setibanya di sana, mereka dites urine satu per satu. Tak hanya para pegawai, seluruh pejabat lapas dan rutan juga menjalani tes urine.

Pihak Kanwil Depkumham melakukan tes urine ini untuk mencegah pegawai lapas dan rutan, khususnya penjaga, terlibat narkoba. Tes urine juga dilakukan lantaran sering terjadi peredaran narkoba di lapas.

Kepala Bidang Pengamanan Depkumham Jawa Barat, Enceng Suherman, mengemukakan, pelaksanaan tes urine akan terus dilanjutkan hingga ke lapas dan rutan.

“Bagi penjaga lapas maupun rutan yang kedapatan positif menggunakan narkoba, sanksi terberatnya adalah pemecatan,” ujarnya.

(Galamedia)

Teka-teki Tabrakan Dua Burung Besi di Bandara Halim

6 April 2016

batik airPenerbangan Jakarta-Ujung Pandang dengan pesawat Batik Air Boeing 737-800 bernomor registrasi PK-LBS nyaris berbuah petaka, Senin (4/4/2016) malam. Pesawat berpenumpang 49 orang plus tujuh kru itu menabrak pesawat lain saat hendak lepas landas.

Pesawat yang ditabrak ialah jenis ATR 42 seri 600 dari maskapai TransNusa yang sedang ditarik untuk parkir di selatan bandara.

Entah kenapa dua pesawat itu justru ada di jalur yang sama. Padahal landasan pacu harusnya steril bagi pesawat saat lepas landas atau mendarat.

Momen menegangkan itu diceritakan salah satu saksi mata sekaligus penumpang Batik Air, Rifli Alkautsar. Pesawat yang ditumpanginya saat hendak lepas landas tak lama berselang mengalami guncangan. Dari jendela tempat duduk ia melihat api, kemudian pesawat oleng.

Rifli sempat belum tahu apa yang terjadi di luar pesawatnya. Ia tak percaya pesawatnya bertabrakan, karena merasa pesawat seperti tersangkut tiang atau menginjak lubang. Belakangan, ia tahu menjadi korban dua burung besi yang bertabrakan.

Suasana Panik

Kepanikan melanda penumpang pesawat sesaat setelah tabrakan. Penumpang berteriak histeris di dalam pesawat.

“Penumpang di dalam pesawat berteriak, begitu saya lihat api sampai di badan pesawat, saya (ucap) inalilahi,” kata Faisal Ibrahim, penumpang Batik Air.

Pesawat kemudian berhenti dan penumpang pun dievakuasi. Mobil pemadam berupaya menjinakan api. Penumpang alami syok. Sebagian membatalkan penerbangan dan kembali ke keluarga.

Kejadian ini sempat menunda semua keberangkatan pesawat waktu itu. Pukul 20.00, atau lima menit setelah kecelakaan, bandara ditutup. Pesawat yang hendak mendarat pun dialihkan ke Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng. Penutupan berlangsung sampai pukul 24.00, setelah landasan dibersihkan.

Otoritas penerbangan akhirnya angkat bicara. Dirjen Perhubungan Udara Suprastyo mengatakan, Batik Air yang sedang take off bertabrakan denga pesawat TransNusa yang hendak towing menuju apron selatan Bandara Halim.

Belum dijelaskan secara rinci di mana terjadi kesalahannya. Akibat tabrakan kerusakan yang terjadi pesawat Batik Air ujung sayap kiri patah dan pesawat TransNusa ujung sayap kiri dan ekor juga patah. Pesawat Batik Air sedang berisi penumpang, sementara ATR yang terlibat tabrakan, dalam keadaan kosong.

“TransNusa dalam keadaan kosong yang sedang dipindahkan menuju ke apron selatan, yang diawaki dua teknisi di dalam pesawat dan dua teknisi yang ada di towing,” ujarnya.

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) pun turun menyelidiki penyebab kecelakaan. Semua pihak terkait, termasuk petugas Air Traffic Control (ATC) dimintai keterangan.

Versi Maskapai

Masing-masing maskapai menyampaikan versinya terkait tabrakan itu. Presiden Direktur Lion Air Edward Sirait mengatakan pesawatnya hendak melakukan lepas landas atau take off. Ia menyebut dengan demikian pesawatnya sudah ada izin untuk lepas landas.

Presiden Direktur PT TransNusa Air Services, Juvenile Jodjana mengatakan, pesawat ATR-nya sedang dalam bergerak untuk pindah ke parkir selatan bandara.

“Pesawat ATR kami sudah selesai, sedang towing untuk pindah ke tempat parkir selatan,” kata Juvenile.

Juvenile melanjutkan, pihaknya menunggu hasil penyelidikan KNKT mengenai kecelakaan ini. Namun, pihaknya mengklaim pemindahan pesawat telah melalui prosedur.

“Kita harus tunggu investigasi dulu,” ujarnya.

Sampai saat ini sedikit terungkap bahwa pesawat ada di jalur yang sama, dan pesawat TransNusa juga ternyata sempat minggir di tepi landasan sebelum tabrakan.

Hal ini diungkapkan Wakil Ketua DPR Agus Hermanto, saat mendatangi Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa (5/4/2016), terkait kecelakaan semalam. Agus mengatakan mulanya pesawat Batik Air menuju ke runway untuk take off.

Posisi jalan Batik Air menurutnya cepat karena jalan dengan mesin. Kemudian, TransNusa juga sama-sama berjalan untuk pindah ke tempat parkir pesawat. Agus menyebut, kedua pesawat ternyata menuju ke arah yang sama.

Batik Air, lanjutnya, kemudian memutar pesawat untuk take off. ATC, kata Agus, secara visual memerintahkan Batik Air sudah boleh bergerak maju. Tapi, dari visual di ATC menurutnya tidak “mencakup” TransNusa yang ada di tikungan.

“Sehingga pada saat ini (Batik Air) jalan, ini terjadi senggolan antar sayapnya walaupun sebenarnya TransNusa sudah minggir sampai di ini, minggir sampai di batas jalan itu,” kata Agus.

Terjadinya tabrakan menurutnya antar sayap pesawat. Ekor pesawat TransNusa yang rusak keluar bahan bakar, terjadi percikan api dan muncul kebakaran. Namun, ia menekankan hasil penyelidikan KNKT lah nantinya yang bisa dipertanggung jawabkan.

KNKT menyatakan penyelidikan sebenarnya memakan waktu dua bulan. Namun, karena masih ada kasus kecelakaan pesawat lain waktu penyelidikan jadi empat sampai lima bulan.

Setelah hasil penyelidikan rampung, KNKT akan mengeluarkan hasil dan rekomendasinya terkait kecelakaan ini.

(Kompas)

Di India Angkut Garam Pakai Truk, RI Masih Pakai Sepeda

5 April 2016

garam indonesiaProduksi garam harus digenjot agar bisa memenuhi pasokan untuk rumah tangga maupun industri di dalam negeri. Menurut Ketua Asosiasi Industri Pengguna Garam Indonesia (AIPGI), Tony Tanduk, ada 2 cara yang bisa dilakukan pemerintah untuk menggenjot produksi garam lokal.

Pertama, melalui intensifikasi yaitu memperbaiki saluran-saluran primer, memperbaiki infrastruktur jalan sehingga truk bisa masuk dan mengangkut garam.

“Kalau di India di setiap lahan produksi garam masyarakat sudah dilengkapi dengan jalan, jadi ada truk tinggal mengangkut. Kalau sekarang di kita kan masih pakai sepeda dikarungin,” ujar Tony saat berkunjung ke kantor detikcom, Senin (4/4/2016).

Selain itu, pembenahan lahan-lahan garam eksisting. Caranya, mengumpulkan lahan-lahan produksi garam masyarakat yang masih terpencar, yang umumnya memiliki luas 1 hektar agar tercapai skala keekonomian.

“Sepanjang masih 1 hektar, 1 hektar, 1 hektar, HPP akan tinggi yaitu Rp 550 sampai Rp 600 per kilogram,” kata Tony.

Kedua, melalui ekstensifikasi yaitu penambahan lahan garam baru. Menurut Tony, masih ada lahan-lahan garam yang belum dimanfaatkan optimal di luar Pulau Jawa, contohnya di Provinsi NTT. Diperkirakan luas lahan garam di NTT yang belum dioptimalkan sebesar 10.000 hektar.

“Di NTT potensial dimanfaatkan untuk lahan garam karena memiliki musim kemarau yang panjang dan tersedia lahan yang cukup luas,” terang Tony.

Tony menambahkan, saat total ladang garam potensial seluas 26.000 hektar. Ladang garam itu tersebar Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, NTT, dan Sulawesi Selatan.

(detik.com)

Insiden Batik Air vs TransNusa, Material Berbahaya di Landasan Sudah Dibersihkan

5 April 2016

batik air vs trans nusaBandara Halim Perdanakusumah, Jakarta sudah kembali normal. Material berbahaya usai insiden kecelakaan Batik Air dan Trans Nusa sudah dibersihkan.

Pengelola bandara, PT Angkasa Pura II (Persero) memberikan penjelasan, Selasa (5/4/2016), pesawat Batik Air Boeing 737-800 registrasi PK-LBS dan pesawat Trans Nusa Air jenis ATR 42-600 registrasi PK-TNJ sudah dievakuasi.

“Bandara Halim Perdanakusuma dinyatakan dapat kembali melayani penerbangan mulai 24.00 WIB,” jelas Head of Corporate Secretary & Legal, Agus Haryadi.

Agus menjelaskan, tim dari PT Angkasa Pura II (Persero) yang diantaranya terdiri dari unit Pertolongan Kecelakaan, Penerbangan, dan Pemadam Kebakaran atau PKP-PK AP II juga telah membersihkan runway dari foreign object damage (FOD) atau material yang dapat membahayakan penerbangan.

“Adapun insiden ini terjadi di manuvering area runway dan akan diselidiki lebih lanjut oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT),” jelas Agus.

Terkait dengan dibukanya kembali bandara, maka penerbangan dari dan ke Bandara Halim Perdanakusuma pada 5 April 2016 dapat beroperasi sesuai jadwal.

(detik.com)

Dishub DKI: Belum Ada Peningkatan Volume Kendaraan yang Signifikan

5 April 2016

penghapusan 3 in 1Uji coba penghapusan 3 in 1 tahap pertama mulai diberlakukan hari ini sampai 8 April 2016 mendatang. Dinas Perhubungan DKI Jakarta menyebut belum ada lonjakan volume kendaraan yang signifikan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta Priyanto saat ditemui di kawasan Jl Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa (5/4/2016) sekitar pukul 08.00 WIB.

“Menurut pantauan kami disekitar titik Bundaran HI – Dukuh Atas tepatnya di titik Tosari dari arah selatan ke utara maupun utara ke selatan belum ada peningkatan signifikan setelah kurang lebih 30 menit diberlakukan,” ujar Priyanto. 3 in 1 sedianya diberlakukan pada pukul 07.00-10.00 WIB.

Menurut Priyanto, pihaknya akan melakukan analisa selama seminggu ke depan. Selain itu akan dilakukan survey penghitungan lalu lintas setelah uji coba penghapusan diberlakukan selama dua hari.

“Dari survey itu akan diketahui kinerja ruas jalan dan menjadi bahan evaluasi untuk ke depannya,” jelas Priyanto.

Pemantauan yang dilakukan akan ada dua jenis. Pertama bersifat statis yaitu mengamati di titik tertentu yang akan dilakukan oleh 92 petugas, sedangkan pantauan dinamis dilakukan secara mobile.

“Yang statis itu hanya berdiri saja, dari 19 lokasi ada 45 titik pantau dengan jumlah tenaga atau petugas 92 orang. Yang dinamis sifatnya mobile dimulai dari Jalan Merdeka Barat sampai Jalan Sisingamangaraja,” tutur Priyanto.

“Kita bagi jadi 10 segmen, setiap segmen ada 2 petugas yang mengamati secara dinamis. Jadi nanti hasil perhitungan survey lalu lintas dan pengamatan kami secara mobile itu nanti jadi bahan evaluasi kami,” terangnya.

(detik.com)

Peresmian dan Pelantikan Forum UMKM Kecamatan Caringin

2 April 2016

umkm-caringinPara pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Bogor khususnya di Kecamatan Caringin, kini jangan takut usahanya macet. Para pelaku UKM bisa masuk dan bergabung di Forum UMKM Kecamatan Caringin.

Forum tersebut menjadi wadah yang siap memasilitasi dan membina agar para pelaku UKM mudah dalam berkomunikasi, mendapatkan informasi, mendapatkan pelatihan, mengakses permodalan, hingga membantu mengemas dan memasarkan produk.

Peresmian dan Pelantikan Forum UMKM Kecamatan Caringin dilangsungkan di GOR Caringin, Selasa (22/3/2016). Acara dihadiri Kabid UMKM Diskoperindag Kabupaten Bogor, Aziz : Ketua Forum UMKM Kabupaten Bogor, Haikal : Camat Caringin, Rumambi, Ketua Forum UMKM Kecamatan Caringin, Bagas Jonathan : dan Himpunan Pengusaha Kecamatan Caringin (HPKC).

Ketua Forum UMKM Kecamatan Caringin, Bagas Jonathan melalui Ketua Bidang Kemitraan dan Manajemen Usaha,
Dadan Darmawan, mengatakan, meski baru diresmikan saat ini anggotanya telah mencapai 70 pelaku UKM. “Potensi UKM di Caringin itu banyak. Bagi yang mau bergabung tinggal datang ke Forum, mengisi formulir dan pendataan. Kami ingin semua pelaku atau pengusaha UKM proaktif datang ke Forum. Kami melakukan pendataan potensi dan kendala yang dihadapi termasuk memasilitasinya,” katanya, seperti dikutip Hallobogor.com.

Menurut Dadan, sejak lama kesulitan permodalan sudah menjadi persoalan klasik namun sekarang sudah banyak lembaga-lembaga permodalan maupun perbankan yang siap membantu termasuk memanfaatkan bantuan dana pemerintah.

Camat Caringin, Rumambi, berharap, melalui peresmian dan pelantikan Forum UMKM ini semua usaha UKM di wilayahnya lebih maju, lebih sejahtera, dan ada peningkatan baik dari sisi proses olahan sampai kemasan yang menarik agar diminati konsumen. Sebab, saat ini masih banyak produk UKM yang asal jadi dan tak memperhatikan kemasan.

“Kami juga akan upayakan agar semua produk UKM di Caringin berlabel halal. Kami akan koordinasi dengan MUI,” katanya.

Dari sisi pemasaran, kata Rumambi, pihaknya juga akan membantu promosi dan berkoordinasi dengan HPKC, Dekranasda, dan para pengusaha wisata dan perhotelan.

Selain melalui cara konvensional, Forum UMKM juga membuat website www.belimodal.com sebagai wadah informasi dan pemasaran.

(Halloapakabar.com)

« Previous PageNext Page »