Bogor Bisa Lakukan Revolusi Mental, Apa Bandung Bisa?

2 November 2014

Kedekatan personal antara Menteri Pemberdayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi dan Wali Kota Bogor Bima Arya bisa menjadi jembatan dalam menjalankan terobosan.
Antara lain merealisasikan dan menterjemahkan jargon politik revolusi mental di program-program pemerintahan.
“Bisa jadi hubungan kedekatan ini akan sangat memudahkan mentransfer dan mengimplementasikan konsep-konsep revolusi mental. Kota Bogor bisa menjadi pilot project-nya,” kata Yuddy, saat berkunjung ke Rumah Dinas Wali Kota Bogor, Jabar, Sabtu (1/11/2014) malam.
Terlebih, lanjut Yuddy, Bima Arya memiliki kemampuan yang baik sebagai kepala daerah dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih.
“Salah satunya menjadikan Kota Bogor sebagai zona Integritas, di mana dalam program tersebut mewujudkan pemerintahan yang bersih dari korupsi dan transparansi dalam anggaran,” tutur Yuddy.
Yuddy optimistis bahwa revolusi mental dapat diwujudkan, seperti halnya dalam kunjungan yang dilaksanakannya hari ini. Wali Kota Bogor mengundang juga Wakil Wali Kota Usmar Hariman, Sekretaris Daerah Ade Sarip Hidayat, perwakilan anggota dewan, dan pejabat SKPD.
“Dalam kunjungan ini, Wali Kota tidak sendiri tapi juga mengundang semua jajarannya, jadi ada transfer gagasan ke jajaran di bawahnya bagian dari percepatan revolusi mental,” ucap Yuddy.
Yuddy menambahkan, revolusi mental dimulai dari cara berpikir dan paradigma untuk seluruh birokrat yang selama ini berpikir secara priyayi sekarang berubah menjadi pelayan masyarakat.
“Jadi birokrat di daerah itu tidak lagi jadi priyayi, mereka harus berpikir untuk melayani masyarakat, turun ke lapangan, menemui warganya, tanpa ada protokoler, langsung turun meninjau, jadi kelihatan apa yang sesungguhnya telah dijalankan,” ujar Yuddy.
Sementara itu, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menyambut positif apa yang disampaikan oleh Menteri PAN-RB, dan siap untuk menjalankannya secara bertahap.
“Ini menarik, karena sudah saatnya pejabat pemerintahan yang dulunya berpikir priyayi, kini berpikir sebagai pelayan masyarakat. Turun langsung ke rakyat,” tukas Bima.
Bima mengatakan, pihaknya telah memulai birokrasi reformasi dari awal pemerintahannya. Termasuk menjadikan Bogor sebagai Kota Zona Integritas, di mana pemerintahannya menjalin kerja sama dengan KPK dalam pemberantasan korupsi.
“Kita sudah mengeluarkan kebijakan untuk seluruh pejabat eselon II melaporkan harga kekayaannya kepada negara, termasuk juga kedepan pejabat eselon III, hingga camat dan lurah wajib melaporkan kekayaannya,” jelas Bima Arya.
“Kita akan minta bimbingan dari KPK karena untuk mengisi laporan tersebut cukup sulit,” pungkas Bima.(kompas)

Mendarat di Pangandaran, Menteri Susi Disambut Isak Tangis Karyawan Susi Air

1 November 2014

susi pangandaranMenteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti tiba di kampung halamannya di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, pagi ini. Susi tiba memakai helipoter Susi Air tipe Agusta 119 di helipad milik pribadi yang berada satu komplek dengan kediaman dan kantor Susi.

Susi tiba di Pangandaran pada pukul 07.30 WIB setelah terbang dari Bandara Halim Perdanakusuma tadi pagi. Selanjutnya memakai mobil VW hitam, Susi diantar dari Helipad menuju halaman kantor dan rumah Susi di Jalan Merdeka, Pangandaran.

Saat tiba, Susi yang memakai baju kemeja putih dan celana terusan berwarna disambut lagu khusus yang dinyayikan oleh puluhan karyawannya. Lagu ini diciptakan langsung untuk Susi pada tahun 2011 oleh seniman asal Medan bernama Yamaro SP.

Tampak, air mata menetes dan mengalir dari wajah Susi ketika bersalaman dan merangkul karyawan. Dengan wajah memerah, Susi merangkul satu per satu karyawan, pria maupun wanita, yang menyambutnya. Hal ini membuat beberapa karyawan ikutan meneteskan air mata.

Salah satu karyawan meneteskan air mata adalah Enok. Wanita yang telah bekerja dengan Susi selama 17 tahun ini, mengenal sosok Menteri Kelautan Perikanan ini sebagai pribadi yang ramah, baik dan tegas. Ia pun menaruh rasa bangga ketika mengetahui Susi dipercaya sebagai anggota Kabinet Kerja era Presiden Jokowi.

“Bangga banget Bu Susi bisa jadi menteri,” kata Enok sambil mengusap air matanya kepada detikFinance di Pangandaran, Sabtu (1/11/2014).

Usai bersalaman, Susi masuk ke dalam kediaman pribadi yang asri dan dikelilingi oleh kolam. Awak media pun dibatasi untuk meliput aktivitas Susi saat berada di dalam rumah.

“Untuk sementara rekan media sampai sini. Nanti dilanjutkan setelah ibu makan dan beristirahat sejenak,” kata Humas Pemda Pangandaran dan juga panitia penyambutan Susi, Megi.
(detik.com)

Swedia Akui Palestina, Israel Panggil Pulang Dubesnya

31 October 2014

Save PalestinaSwedia, Kamis (30/10/2014), mengakui Palestina sebagai negara. Pengakuan ini menempatkan Swedia sebagai negara pertama Uni Eropa dari kawasan Eropa Barat yang mengakui Palestina. Israel langsung memanggil pulang duta besarnya untuk Swedia.

“Kami tidak berpihak. Kami memilih proses perdamaian,” kata Menteri Luar Negeri Swedia Margot Wallstroem kepada wartawan tentang keputusannya ini, Kamis.

Hanya beberapa jam setelah pernyataan Swedia, Israel memanggil pulang duta besarnya di Stockholm, dengan keperluan yang disebutkan adalah “konsultasi”.

“Ini menunjukkan kami terganggu dan jengkel atas keputusan yang tak membantu itu, yang tak berkontribusi membawa kembali negosiasi (perdamaian),” ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Israel Emmanuel Nachshon soal pemanggilan pulang duta besarnya itu.

Kementerian Luar Negeri Swedia belum mengeluarkan pernyataan soal pemanggilan pulang duta besar Israel untuk Stockholm itu.

Pada hari yang sama, Wallstroem menulis di harian Dagens Nyheter bahwa pengakuan ini merupakan langkah penting yang menegaskan tentang hak Palestina untuk menentukan nasibnya sendiri. “Kami harap ini membuka jalan bagi orang lain (untuk melakukannya juga).”

Palestina sampai saat ini memperjuangkan kemerdekaan dengan wilayah mencakup Jalur Gaza dan Tepi Barat yang diduduki Israel, dengan Jerusalem sebagai ibu kotanya. Keputusan Swedia ini datang di tengah ketegangan Israel-Palestina, menyusul bentrokan berbulan-bulan di bagian timur Jerusalem.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas memuji keputusan Stockholm dengan menyebut pengakuan itu sebagai tindakan berani dan bersejarah. Abbas pun menyerukan negara lain mengikuti jejak Swedia.

“Semua negara yang masih ragu untuk mengakui hak kami sebagai negara merdeka berdasarkan garis batas wilayah (yang ada pada) 1967, dengan wilayah timur Jerusalem menjadi ibu kota, seharusnya mengikuti jejak Swedia,” ujar Abbas seperti disampaikan ulang oleh juru bicaranya.
(kompas.com)

Jembatan di Taman Ismail Marzuki Ambruk, 4 Orang Tewas

31 October 2014

jembatan robohJembatan penghubung Gedung Arsip dan Perpustakaan DKI Jakarta di Taman Ismail Marzuki ambruk. Peristiwa itu menewaskan empat orang dan lima orang lainnya terluka berat, yang langsung dilarikan ke Rumah Sakit PGI Cikini.

Menurut Supri (35), salah satu pekerja bangunan di sana, ambruknya jembatan penghubung terjadi sekitar pukul 06.00. “Tadi pagi kayak ada gempa gitu. Kedengaran banget suaranya,” kata dia, Jumat (31/10/2014).

Salah satu petugas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Jakarta Pusat, Sudarno, mengatakan, pihaknya menerima laporan sekitar pukul 06.00. Hingga saat ini belum dipastikan penyebabnya dari robohnya jembatan.

Namun, ia memperkirakan ambruknya jembatan diakibatkan oleh tidak adanya penyangga yang kuat pada konstruksi bangunan tersebut. “Belum ada penyangganya, makanya roboh,” kata dia.

Penyangga, kata dia, belum dipasang karena jalan yang berada di bawah jembatan masih sering digunakan untuk akses jalan. Maka, proses pengecoran yang dilakukan pada Kamis (30/10/2014) malam menambah beban pada jembatan dan akibatnya bangunan pun roboh.

Hingga pukul 12.00, tim penolong masih mencari dua orang tewas yang masih berada di antara puing-puing. Sementara itu, korban tewas lainnya dibawa ke kamar mayat Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo untuk keperluan visum dan otopsi.

Pantauan Kompas.com di lokasi kejadian, bangunan jembatan yang baru berupa kerangka tampak amburadul. Kayu-kayu dan besi bangunan setinggi sekitar 10 meter yang ambrol berserakan di tanah. Sekitar bangunan tersebut sudah dipasang garis polisi.

Beberapa mobil pemadam kebakaran tampak terparkir di depan bangunan yang berada persis di samping Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi DKI Jakarta tersebut.
(kompas.com)

Menteri Kabinet Kerja Didorong Sederhanakan Struktur, Jangan Overlapping

27 October 2014

kabinetistanaPresiden Joko Widodo meminta para menteri menyederhanakan struktur organisasi di kementerian masing-masing. Reformasi kelembagaan perlu dilakukan hingga ke level terbawah kementerian.

Terkait arahan Presiden ini, pengamat politik UGM Ari Dwipayana menuturkan bahwa saat itu struktur organisasi di masing-masing kementerian memang tumpang tindih. Para menteri harus berani merampingkan struktur.

“Para menteri didorong untuk reorganisasi, reformasi kelembagaan hingga ke level mikro di tingkat kementerian. Selama ini ada overlapping, tumpang tindih, strukturnya gemuk. Jadi perlu penyederhanaan struktur organisasi,” kata Ari saat berbincang dengan detikcom melalui sambungan telepon, Senin (27/10/2014).

Selain mereformasi sistem, para menteri juga ditantang untuk mereformasi aparatur alias orang-orang yang sudah ada di kementerian saat ini. Orang yang tepat harus ditempatkan di posisi yang tepat.

“Masalah tidak hanya reformasi sistem, tapi juga reformasi aparatur. Apa orang-orang di kementerian itu orang yang tepat untuk menjalankan tugas yang diembannya,” ucap Ari yang merupakan mantan anggota Tim 11 ini.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo memimpin sidang kabinet perdana yang berlangsung selama hampir dua jam. Dia menitipkan pesan khusus kepada Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi untuk mengawal penyederhanaan organisasi ini.

“Prioritaskan pada rakyat, kalau bisa lakukan penyederhanaan organisasi agar kerja lebih efektif dan efisien, saya minta Menpan kawal hal ini, Pak Yuddy,” pesan Jokowi di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (27/10/2014).

Setelah rapat, Yuddy mengaku mendapat arahan khusus terkait hal tersebut. Ia diberi arahan untuk menghindari overlapping.

“Presiden bilang tidak ada egosektoral, kalau ada fungsi sama harus dijelaskan, misalnya masalah kemaritiman harus ada di kemaritiman. Tidak boleh ada overlaping. Anggaran tidak boleh ada yang kebuang,” ujar Yuddy.
(detik.com)

Persib Bandung Memburu Oknum Suporter Berbaju Hitam

24 October 2014

suporterManajemen Persib Bandung memburu kelompok suporter berbaju hitam. Manajemen Persib Bandung, sebagaimana warta persib.co.id pada Kamis (23/10/2014), menaruh curiga pada tindakan kelompok ini.

“Mereka yang berbaju hitam selalu menyalakan flare,” kata Koordinator Panitia Pelaksana, Budhi Bram Rahman.

Sebagai gambaran, ulah kelompok berbaju hitam itu saat laga kandang melawan Persebaya Surabaya pada Rabu (22/10/2014) membuat Persib Bandung terancam bertanding tanpa pendukung setianya (Bobotoh) saat menjamu Mitra Kukar di Stadion Si Jalak Harupat, Minggu (26/10/2014).

Suporter tersebut juga menyanyikan lagu-lagu bernada rasial.

“Komisi Disiplin (Komdis) PSSI dan pengawas pertandingan sudah memberitahukan kepada kami bahwa hal itu (menyalakan flare dan menyanyikan lagu-lagu bernada rasial) sudah sering berulang,” kata Budhi.

Maka dari itulah, Budhi melanjutkan, pihaknya membidik kelompok itu melalui investigasi. Pihak Komdis, imbuh Budhi, berjanji memberikan keringanan hukuman andai kata Persib bisa menangkap para pelaku.

Budhi menambahkan, kelompok suporter berbaju hitam bertabiat seperti di atas tak hanya ada di Persib Bandung. Kelompok ini pun ada di antara suporter Arema Malang dan Martapura FC, Kalimantan Selatan.

(tribunnews)

Jasad Perempuan 30 Tahun Tergolek di Dalam Jurang

24 October 2014

jasadSesosok mayat ditemukan di pinggir Jalan Raya Cibeber atau tepatnya di Kampung Cilangkap, Desa Selagedang, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, Kamis (23/10/2014). Mayat itu berada di jurang dengan kedalaman sekitar tujuh meter, tepat persis berada di pinggir jalan penghubung Kecamatan Cibeber dengan Kecamatan Campaka.

Sesosok mayat itu diketahui berjenis kelamin wanita. Akan tetapi belum diketahui identitas mayat perempuan tersebut. Mayat pertama kali ditemukan seorang pria bernama Suhendi (35), warga RT 1/4 Kampung Cimenteng, Desa Selagedang, Kecamatan Cibeber. Suhendi menemukan mayat itu ketika tengah mencari gelas air mineral bekas yang dibuang di tepian jalan.

“Waktu itu saya sedang nyari gelas buat ngencleng uang receh di jalan sekitar pukul 08.30. Pas di tepian jurang, saya lihat ada tubuh seseorang di jurang,” kata Suhendi.

Melihat ada sesosok tubuh di jurang, Suhendi mencoba mencari tahu. Akan tetapi niatannya itu urung dilakukan lantaran mencium bau busuk. Ia pun langsung melaporkan hal itu ke temannya yang kemudian dilaporkan ke Polsek Cibeber.
“Di mayat itu juga ada biawak yang sudah memakan bagian tubuhnya. Saya usir pakai batu agar pergi,” ujar Suhendi.

Kapolsek Cibeber, Kompol Pardiyanto, belum memastikan penyebab kematian mayat wanita tersebut. “Penyebab kekerasan juga belum terlihat. Mudah-mudahan penyebab kematiannya bisa segera terungkap,” kata Pardiyanto.

Petugas Forensik RSUD Cianjur, Soni Irawan, mengatakan, waktu kematian mayat wanita itu diperkirakan lebih dari satu hari. Hal itu menyusul bau busuk yang sudah mulai menyeruak dari tubuhnya.

“Usianya sekitar 30 tahun. Postur tubuhnya gemuk, rambutnya ika hitam dan lebat. Kulitnya putih,” ujar Soni.

Menurut Soni, sejauh ini belum ditemukan tanda atau luka akibat kekerasan. Hanya saja, daging pada bagian tangan kanannya hilang yang diduga dimakan hewan. “Hanya telapak tangan yang masih utuh. Kalau mayatnya sendiri tengah proses pembusukan,” kata Soni.

(tribunnews)

Kemenhub Bantah Rilis Kota Termacet di Indonesia

24 October 2014

angkotBerdasar pemberitaan di sejumlah media massa tiga hari terakhir, disebutkan bahwa Kota Bogor menempati urutan teratas sebagai kota dengan volume to capacity (vc) ratio tertinggi di Indonesia dengan angka 0,86. Dengan kata lain, Kota Bogor adalah kota termacet dalam pemeringkatan kota dengan lalu lintas terpadat di Indonesia.Data ini disebut dikeluarkan Kementerian Perhubungan  (Kemenhub) RI.

Namun berdasarkan informasi tertulis resmi dari Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Perhubungan Darat dan Perkeretaapian pada Kementerian Perhubungan M. Yugi Hartiman  Kamis (23/10/2014), disampaikan bahwa pemberitaan terkait pemeringkatan kota macet di Indonesia tidak sesuai dengan substansi.

Dijelaskan bahwa,  21 Oktober 2014 lalu bertempat di Hotel Milenium Jakarta, Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan Kementerian Perhubungan RI hadir sebagai narasumber dalam forum Wartawan Perhubungan pada forum diskusi tentang Rencana Penerapan ERP (electronic road pricing) di Indonesia.

Dalam forum tersebut dibahas rencana penerapan ERP untuk membatasi lalu lintas, dengan menggunakan data lalu lintas Direktorat BSTP Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub Tahun 2010.

Ditegaskan oleh Yugi bahwa pada forum tersebut tidak membahas masalah kemacetan lalu lintas maupun pemeringkatan kota-kota macet di Indonesia.

“Pemberitaan terkait  pemeringkatan kota macet di Indonesia yang antara lain menempatkan Kota Bogor sebagai kota termacet tidak sesuai dengan hasil diskusi pada forum wartawan perhubungan tersebut,”katanya.

Selain itu, lanjut Yugi, pihaknya belum pernah merilis pemeringkatan kota-kota macet di Indonesia.

Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto yang ditemui di ruang kerjanya mengungkapkan, masalah transportasi sudah menjadi skala prioritas Pemerintah Kota Bogor. “Saya bersama jajaran Pemkot Bogor akan tetap fokus mengurai masalah kemacetan,”kata Bima.

(poskota)

Gubernur Jabar Minta Presiden Jokowi Lebih Memperhatikan Provinsi Jabar

23 October 2014

gubernurGubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan meminta kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar lebih peduli dan memperhatikan Provinsi Jawa Barat dibandingkan provinsi lainnya.

“Tentu, kita berharap perhatian (Jokowi) kepada Jawa Barat harus proporsional, iyah kan?,” kata Heryawan di Bandung, Jawa Barat, Rabu (22/10/2014).

Sebab, menurut Heryawan, Jawa Barat merupakan provinsi besar dengan penduduk terpadat di antara provinsi lainnya di Indonesia.

“Kalau Jokowi proporsional kepada Jawa Barat sama dengan menyelesaikan masalah besar di Indonesia atau menyelesaikan sebagian besar indonesia,” kata Heryawan.

Heryawan menjelaskan, jika pemerintah pusat mampu menyukseskan pembangunan di Jawa Barat, maka hal ini sama dengan keberhasilan seperlima wilayah Indonesia.

“Penghuni Jabar itu 20 persennya penduduk Indonesia. Jika mampu membawa Jawa Barat sukses dalam segala hal dan membawa Jawa Barat lebih sejahtera lagi, maka, ini sama dengan keberhasilan seperlima Indonesia, itu pentingnya,” pungkasnya.

(tribunnews)

Dua Polisi Itu Gugur Saat Menangkap Penjahat

23 October 2014

tabrakkamPolres Pelabuhan Tanjung Priok berduka. Dua anggota Tim Buser terbaiknya tewas dan dua rekannya kritis setelah mobil yang mereka gunakan kecelakaan di perlintasan kereta api, Desa Suci, Mundu, Cirebon, Rabu (22/10). Dua dari lima tersangka yang ikut dalam mobil APV hitam juga ikut tewas.

Rencananya, usai diotopsi zenajah, Bripka M. Irwandi Malik dan Brigadir Sutriono malam ini  dibawa ke rumah duka di kawasan Jakarta Timur. “Kita dengar mala mini rekan kita akan langsung dibawa ke rumahnya,” kata  satu anggota Polres Pelabuhan.

Dua tersangka yang tewas, Wartono, 34 th, pedagang, warga Desa Talun kecomberan, Cirebon dan Nana Kusmana, 40, Desa Ciputat, Kuningan juga  diserahkan kepada keluarganya.

Sedangkan, Iptu Martua Malau, 38 dan Briptu Mahmud Hadi Santoso, 24 kondisinya kritis dan masih dirawat RS Ciremai. Sedangkan mobil APV hitam B 1818 TR yang mereka kendarai diamankan di Polres Cirebon.

Kecelakaan terjadi, sekitar pukul:15.00 WIB. Menurut saksi mata, Bachtiar Edi Wibowo, 52, pekerja double track tak jauh dari lokasi perlintasan kereta api Desa Suci, Mundu, Cirebon saat melintasi rel diduga sang sopir tidak melihat kereta Tegal Bahari tujuan Jakarta-Tegal melaju hingga tersampar dan terseret sejauh 30 meter.

Anggota Polres Cirebon yang mendapat informasi kemudian memeriksa dan menemukan sembilan penumpang yang empat diantaranya meninggal. Dua diantara penumpang yang masih hidup langsung dievakuasi. Selain itu didalam mobil petugas mengamankan 2 pucuk senjata jenis revolver no. 679678 dan FN Soft gun. Ketiga orang yang selamat didalam mobil adalah Momom Rukmana, H. Ridad,  dan Rosi merupakan tersangka dan kini masih menjelani pemeriksaan di Mapolres Cirebon.

Menurut keterangan, empat anggota Polres Pelabuhan Tanjung Priok melakukan pengembangan kasus tindak pidana penipuan dengan  tersangka, Nana Kusmana, Mereka berangkat dari Jakarta , pada Rabu (22/10)  08.00 WIB. Kemudian menangkap Momom Rukmana, 50 (perantara penjualan kacang tanah),  di rumahnya Desa Gresik, Ciawi Gebang, Kuningan. Dari keterangannya petugas kembali menciduk H. Ridad (perantara), 53, dagang kacang tanah di Desa Sampiran Blok Kaligandu, RT02/04, Talun, Cirebon.

Kemudian berkembang lagi menangkap Wartono, 32 di Desa Kecomberan Blok Tegal Pondo, Talun, Cirebon. Selanjutnya, Rosi (perantara memberikan sample kacang k sdr. Amir), 30 di Desa Sampiran Blok Kaligandu, Talun, Cirebon dan terakhir Amir, 40, dagang kacang di Banjar Desa Setu, Cirebon.

(poskota)

« Previous PageNext Page »