Kekayaan “Peti Harta Karun” di Leher Burung Papua Terungkap

29 November 2014

papua 1Kekayaan hayati di wilayah leher burung Papua terungkap lewat Ekspedisi Lengguru, program penelitian yang digagas Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), L’Institute de Rechere pur le Development (IRD) Perancis, dan Akademi Perikanan Sorong.

Ribuan spesies tumbuhan dan hewan dari darat, laut, serta bawah tanah diidentifikasi pada wilayah dengan rentang ketinggian -100 hingga 1.200 dpl. Ratusan jenis tumbuhan dan hewan dinyatakan endemik, sementara puluhan di antaranya merupakan kandidat spesies baru.

Gono Semiadi, peneliti dari Museum Zoologi Bogor, mengungkapkan, berdasarkan analisis awal, Lengguru dan Kaimana menyimpan 100 jenis kupu-kupu, 37 jenis capung, 150 jenis jangkrik, 30 jenis amfibi, 50 jenis reptil, 20 jenis kelelawar, dan 8 jenis tikus.

Ikut serta meneliti keragaman ekosistem darat di Lengguru dan Kaimana, Gono juga menguraikan bahwa wilayah itu kaya akan jenis-jenis burung. Terdapat spesies burung dara terbesar dan burung paruh bengkok terkecil. “Lebih kecil dari genggaman,” katanya.

Di antara sejumlah spesies yang ditemukan, 5-10 jenis kupu-kupu, 8 jenis capung, 2 genus dan spesies jangkrik, 10 jenis reptil dan amfibi, 3 jenis kelelawar, serta 7 spesies burung diduga sebagai jenis yang belum pernah dikenal sebelumnya
papua 2
Sementara itu, dari riset ekosistem laut, peneliti pada Pusat Penelitian Oseanografi, Ucu Yanu Arbi, mengatakan bahwa perairan Lengguru punya 141 jenis karang keras, 60 jenis hewan berkulit duri (echinodermata), serta 300 jenis hewan lunak (mollusca).

“Yang unik, jenis-jenis yang tidak umum di Indonesia ternyata justru mendominasi wilayah Lengguru dan Kaimana,” kata Ucu dalam konferensi pers di Gedung LIPI, Jakarta, Jumat (28/11/2014) hari ini.

Menurut Ucu, keunikan tersebut mungkin terkait dengan daratan yang didominasi wilayah karst serta kawasan Kaimana yang berupa teluk. “Namun, masih dibutuhkan data lebih lanjut untuk mengonfirmasi,” katanya.

Penelitian juga menghasilkan catatan baru tentang koloni lumba-lumba. Ucu dan tim untuk pertama kali menjumpai kawanan lumba-lumba yang terdiri dari 300 ekor. Dua jenis hewan berkulit duri dinyatakan sebagai kandidat spesies baru.

Tumbuhan wilayah Lengguru dan Kaimana juga beragam, mulai dari jenis jambu-jambuan yang berpotensi untuk buah lokal, jahe-jahean yang berfungsi sebagai tanaman obat, serta sejumlah tumbuhan yang berpotensi sebagai tanaman hias.

Lina Jasuwar, peneliti botani LIPI, mengungkapkan bahwa Lengguru dan Kaimana kaya akan jenis anggrek. “Dari 600 jenis tumbuhan yang ditemukan, 400 di antaranya adalah anggrek,” ungkapnya.

Spesimen anggrek yang ditemukan telah dikirim ke Kebun Raya Wamena dan Kebun Raya Bogor. Identifikasi hingga sampai tingkat spesies masih sulit dilakukan untuk beberapa tumbuhan karena dijumpai dalam keadaan steril
papua 3
Kepala Pusat Penelitian Biologi LIPI, Rosichon Ubaidillah, mengungkapkan, Ekspedisi Lengguru bertujuan untuk mendata keanekaragaman hayati di wilayah tersebut sekaligus menggali potensinya untuk menjawab kebutuhan manusia.

Nota kesepahaman telah dibuat sebagai dasar kerja sama penelitian untuk memastikan Indonesia mendapatkan manfaat, baik dalam publikasi penelitian, pemberdayaan ilmuwan lokal, maupun pemanfaatan sumber daya alam hayatinya.

Dalam nota kesepahaman, diuraikan pula bahwa sebagian besar analisis dan identifikasi akan dilakukan di Indonesia. “Hanya beberapa spesimen akan kita kirim ke luar negeri karena tidak ada ahli dan peralatannya,” kata Rosichon.

Laurent Pouyoud, peneliti IRD, mengatakan, “Lengguru adalah kawasan yang masih kurang diakses bagaikan peti harta karun. Hingga saat ini, belum ada catatan zoologi dan botani yang menyeluruh.”

“Lengguru ini ekosistem yang cukup kecil dengan keanekaragaman hayati yang banyak. Harus aktif dikembangkan protokol konservasi khusus untuk wilayah-wilayah seperti itu,” tambah Pouyoud yang meneliti Lengguru sejak tahun 2007.

Kekayaan Lengguru harus menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk mengembangkan wilayah secara berkelanjutan. Di tengah ancaman konversi hutan untuk sawit dan tambang, pemerintah daerah harus bisa mempertahankan kelestarian ekosistem.

Menurut Pouyoud, pelestarian alam akan mendatangkan manfaat bagi masyarakat. “Kalau mau hitung dengan uang gampang. Tapi, di mana pun di dunia, kalau punya lingkungan yang bagus, masyarakat akan terbantu. Tapi, masyarakat juga harus dilibatkan dalam pelestariannya.”

(kompas)

Pesawat Tarakup Air Kecelakaan di Belitung, 5 Orang Tewas

28 November 2014

pesawat-replika_20141127_214723Tak ada tanda-tanda alam apa pun sebelum dan sesaat setelah Terakup Air lepas landas dari Jakarta menuju Tanjungpandan, Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), pukul 10.00 WIB.

Langit di atas Bandara H.AS Hanandjoeddin Tanjungpandan pun terbilang normal. Jarak pandang diketahui sejauh 8 km, dan arah angin 080“ dengan kecepatan 9 knot.

Namun, suasana kawasan bandara H.AS Hanandjoeddin Tanjungpandan itu mendadak heboh, Kamis (27/11/2014) pagi tadi. Pasalnya pesawat Boeing 737-300 yang membawa 146 penumpang tersebut mengalami kesulitan pendaratan.

Sebelumnya, terbang di ketinggian 25000 ft, tiba-tiba sekitar 20 menit sebelum menyentuh landasan Hanandjoeddin, pilot menurunkan ketinggian ke 15000 ft dan melaporkan kepada Aerodrome Control Tower (TWR) keadaan yang dialami pesawatnya.

Inti laporan tersebut adalah mesin nomor satu sebelah kiri sayap, mati mendadak. Hal ini lah yang mengakibatkan kesulitan manuver pendaratan kendati masih tetap dalam pengendalian pilot.

Mendapat laporan seperti itu, TWR menetapkan landasan bandara diprioritaskan untuk kondisi darurat ini dan segera menguhubungi unit Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-KP).

Status bandara pun ditetapkan menjadi siaga 2.

Kondisi mesin mati ditambah dengan kondisi angin yang cross wind menyebabkan manuver pendaratan tidak stabil tersebut membuat pesawat oleng.

Tak pelak, crashlanding pun terjadi. Pesawat tersungkur di sebelah kiri runway bandara H.AS Hanandjoeddin.

Akibatnya, badan dan bagian sayap kanan pesawat tersebut patah dan terpisah.

Api mendadak besar dengan asap hitam mengepul membumbung tinggi.

Di ruangan lain, sebelum timbulnya api besar, Kabandara H.AS Hanandjoeddin Suparno segera mengambil alat komunikasinya.

Ia mengontak anggota komite penanggulanagan keadaan darurat bandar udara lainnya.

Sedikitnya 3 unit Pemadam Kebakaran utama bandara ditambah satu unit Damkar Satpol PP Kabupaten Belitung dikerahkan untuk memadamkan api.

Api pun berhasil dijinakkan dalam 1 menit 40 detik bersamaan dengan ratusan penumpang pesawat nahas yang berhamburan keluar badan pesawat.

Dalam keterangan resmi bandara H.AS Hanandjoeddin Tanjungpandan, melansir lima korban diketahui meninggal dunia, 11 korban luka berat, 60 luka ringan dan 70 orang dikabarkan selamat akibat kejadian ini.

Kejadian ini bukan kejadian sebenarnya. Ini merupakan bagian latihan atau simulasi penanggulangan keadaan darurat bandar udara H.AS Hanandjoeddin Tanjungpandan Belitung 2014 yang dilaksanakan pada Kamis (27/11/2014) pagi tadi.

Total waktu evakuasi dan pemadaman dalam simulasi tersebut memakan waktu selama 40 menit.

Simulasi dengan skala penuh ini melibatkan semua unsur, baik internal maupun eksternal lingkup Bandara H.AS Hanandjoeddin.

Ratusan orang dilibatkan dalam kegiatan yang paling besar dalam sejarah kebandaruudaraan di Pulau Belitung ini.

Selain internal otoritas Bandara H.aS Hanadjoeddin Tanjungpandan, sebagai pihak eksternal tercatat anggota Komite Penanggulangan Keadaan Darurat Bandara ikut serta dalam simulasi ini.

Komite itu, diantaranya beranggotakan Lanud TNI AU H.AS Hanandjoeddin Tanjungpandan, Polsek Tanjungpandan, Koramil, RSUD Marsidi Judono, KKP, Puskesmas Perawas, RS Almah, dan unit Damkar Satpol PP Kabupaten Belitung.

Sedikitnya enam ambulance, tiga unit mobil pemadam kebakaran bandara, satu unit kendaraan rescue, satu unit kendaraan komando, dan lima unit mobil Bandara HAS Hanandjoeddin Tanjungpandan.

Sementara itu, untuk memerankan penumpang dan korban, simulasi juga melibatkan puluhan mahasiswa Akademi Manajemen Belitung (AMB).

(tribunnews)

Menlu: Kapal Asing Harus Ditenggelamkan karena Kedaulatan Negara Dilanggar

28 November 2014

kapalKetegasan pemerintah menghadapi kapal asing ilegal yang masuk dan mencuri ikan di perairan Indonesia menuai berbagai reaksi berbeda. Bagi Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti serta Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, ketegasan tersebut adalah upaya pemerintah Indonesia menunjukkan bahwa kedaulatan negeri ini tidak bisa dibeli.

“Masalah kita sekarang, seolah (negara) bisa dibeli. Keinginan komitmen pemerintah saat ini untuk menegakkan law enforcement tanpa bisa dibeli sebenarnya merupakan titik awal awal bisa dihormati oleh bangsa lain,” ujar Retno.

Dia menambahkan, “Masalah kedaulatan merupakan masalah yang tidak bisa ditawar!”

Dalam Sidang Dewan Kelautan Indonesia (DEKIN) di Gedung Mina Bahari I Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kamis (27/11/2014), Retno menceritakan bahwa beberapa hari ini pewarta kerap memertanyakan kebijakan pemerintah mengenai tindak tegas kepada kapal asing ilegal.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Retno menjawab bahwa sebenarnya langkah yang diambil jajarannya itulah yang seharusnya dilakukan pemerintah.

“Intinya sebenarnya yang kita lakukan adalah sesuatu yang dilakukan semua negara mengenai law enforcement. Ini tidak begitu saja. Ini merupakan hal yang harus dilakukan semua negara. Negara akan dihormati jika bisa menegakkan hukumnya,” pungkas Retno.

Hal serupa dialami pula oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti. Senada dengan Retno, Susi juga tegas menyatakan bahwa pihaknya hanya melakukan apa yang seharusnya selama ini sudah dilakukan.

“So, we just do what we have to do as a country. Ibu menteri luar negeri bilang, kedaulatan itu tidak boleh dibeli. Saya bilang, kedaulatan itu tidak ada harganya, tidak dijual dan tidak dapat (dibeli). Dan kalau untuk kedaulatan, anything necessary to do to be done, it has to be done. Nothing else. So?” ucap Susi di pelataran Gedung KKP.

Susi kemudian mengeluhkan wartawan yang bertanya kepadanya. Menurut hemat Susi, seharusnya yang dipertanyakan adalah seberapa perlunya nelayan Indonesia ditangkap dan kapalnya ditenggelamkan di Malaysia dan Australia.

“Anda harus bilang, oh tidak, sekarang kita bangkit sebagai bangsa yang berdaulat!” ujar Susi.

Lantas, mengenai potensi konflik yang terjadi antara Indonesia dengan negara asing akibat keputusan pemerintah, Susi pun tidak ambil pusing. Sekali lagi, dia menekankan bahwa kedaulatan negara tidak boleh dilecehkan oleh negara lain.

“Kalau karena kedaulatan kita bentrok dengan negara tetangga ya kenapa tidak? Kan tidak boleh kedaulatan dilecehkan oleh negara,” pungkasnya.

(kompas)

Pelayanan Buruk, PAM Bekasi Naikkan Tarif

28 November 2014

airPelayanan masih amburadul, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bhagasasi, malah menaikan tarif air bersih untuk pelanggan Kota dan Kabupaten Bekasi, mulai Desember mendatang.

“Bagaimana ini PDAM, pelayanan masih amburadul, tarif dinaikan,” keluh Ny Dewi Rosmala, 50, warga Mangunjaya, Tambun Selatan. Dia menyebutkan saat empat hari mati air, tidak ada bantuan dari PDAM, “Mestinya, ada bantuan air bersih ke lokasi yang sedang krisis air,” ujar Ny Dewi.

Usep Rahman Salim, Dirut PDAM Tirta Bhagasasi, menyebutkan kenaikan itu sendiri berkisar. 25 persen hingga Rp 30 persen, “Penyesuaian tarif itu sendiri dalam upaya pemulihan biaya,” ujar Usep Rahman Salim,Kamis siang (26/11).

Usep menyebutkan banyak kajian yang dilakukan pihaknya untuk penyesuaian tarif itu, “Usulan kenaikan disetujui dewan pengawas, walikota dan bupati, selaku pemilik perusahaan,” ujar Usep, sambil menyebutkan penyesuaian tarif itu sendiri sudah sesuai Permendagri Nomor 23 Tahun 2006, tentang Pedoman Teknis dan Tata Cara Pengaturan Tarif PDAM.

Penyesuaian tarif itu sendiri, menurut Usep,  berlaku untuk tiga kelompok, yaitu  rendah, menengah dan tinggi, “Yang kelompok rendah terutama untuk sosial umum dan khusus malah tarifnya turun,” sebut Usep, sambil menyebutkan, ini sesuai dengan permintaan walikota dan bupati.

Selain itu PDAM Tirta Bhagasasi, juga menurunkan biaya sambungan baru dari sebelumnya
Rp 870 ribu, turun menjadi Rp 570 ribu, sedangkan untuk wilayah  pedesaan, contohnya Kecamatan Kedungwaringin, Pebayuran, Sukatani, Cabangbungin dan Muaragembong pemasangan hanya Rp 470 ribu.

Tarif baru itu sendiri;

Kelompok sosial umum sebelumnya Rp 1.300/kubik untuk pemakaian 10 kubik atau lebih  menjadi Rp 1.050/kubik.

Kelompok Sosial khusus untuk pemakaian 10 kubik atau lebih  dari Rp 1.400/kubik menjadi Rp 1.050/kubik.

Untuk Non Niaga rumah tangga 1 dari Rp 2.550/kubik,  menjadi Rp 3.100/kubik untuk pemakaian 10 kubik dan lebih dari 10 kubik, sebelumnya Rp 4.160/kubik menjadi Rp 4.650/kubik.

Untuk rumah tangga 2 dari Rp 3.040/kubik,  menjadi Rp 3.500/kubik untuk pemakaian 10 kubik dan lebih dari 10 kubik, sebelumnya Rp 5.780/kubik menjadi Rp 5.950/kubik.

Untuk rumah tangga 3  dari Rp 3.800/kubik,  menjadi Rp 5.000/kubik untuk pemakaian 10 kubik dan lebih dari 10 kubik, sebelumnya Rp 5.780/kubik menjadi Rp 5.950/kubik.

Selain itu untuk niaga juga mengalami kenaikan hampir 35 persen dan juga industri.

(poskota)

RY Divonis 5,5 Tahun Penjara

28 November 2014

ryPengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung memvonis Mantan Bupati Bogor Rachmat Yasin (RY) selama lima tahun enam bulan penjara terkait kasus suap tukar-menukar kawasan hutan PT Bukit Jonggol Asri sebesar Rp 4,5 miliar.

“Menjatuhkan pidana penjara lima tahun enam bulan dikurangi selama terdakwa ditahan,” kata Hakim Ketua Barita Lumban Gaol SH saat sidang putusan kasus suap di Pengadilan Tipikor Bandung, Jawa Barat, Kamis (27/11/2014), seperti dikutip Antara.

Selain hukuman tahanan, terdakwa juga didenda sebesar Rp 300 juta atau subsider tiga bulan kurungan penjara dan hukuman tambahan pencabutan hak dipilih selama dua tahun.

Terdakwa dinyatakan bersalah melanggar Pasal 12 (a) UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001.

“Menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan bersalah korupsi secara bersama-sama dan berlanjut,” kata Barita.

Menurut hakim, hal yang memberatkan hukuman terdakwa ialah tidak mendukung program pemerintah atau menyalahgunakan jabatannya. Terdakwa, lanjut dia, sebagai Bupati Bogor tidak memberikan contoh bagi masyarakat dalam pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Hal yang meringankan terdakwa, majelis hakim menilai, selama proses persidangan terdakwa mengakui bersalah, menyesal, kemudian tidak pernah dihukum dan sudah menyerahkan uang suap yang diterimanya dari pemilik perusahaan Cahyadi Kumala melalui anak buahnya Johan ke KPK.

“Hal yang meringankan terdakwa menyesal, tak pernah dihukum, dan sudah menyerahkan uang ke KPK,” katanya.

Sementara itu, putusan vonis Rachmat Yasin lebih rendah daripada tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) KPK selama tujuh tahun enam bulan penjara.

(bogornews)

BBM Naik, Nelayan Muaragembong Merugi

27 November 2014

nelayanKENAIKAN harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi ternyata mempengaruhi nelayan Muaragembong. Hampir tiga pekan pasokan solar bersubsidi untuk para nelayan belum sampai di SPBN 30.2.3.004 Solokan Gatet RT 01/06 Desa Pantaimekar, Muaragembong.

Akibatnya, harga solar melambung tinggi lantaran mereka harus membeli ke Batujaya Karawang dengan harga standar Rp8.500. Ini pun belum ditambah biaya transportasi yang menghabiskan hingga 50 liter setiap pembelian. ’’Kalau ke nelayan biasa harganya sampai Rp9.500, sebab ditambah biaya transportasi,” ucap Romli, salah satu nelayan di Desa Pantaibahagia.

Dikatakan Romli, dengan pengeluaran yang begitu besar, banyak nelayan yang enggan untuk melaut. Mereka lebih memilih untuk merapikan perahu dan jaring mereka, hingga harga yang ditetapkan pemerintah pusat sudah stabil dan pasokan solar sudah kembali normal.

Romli menyayangkan pemerintah yang tidak cepat tanggap dengan keadaan nelayan sekarang, ditambah kata dia harga penjualan ikan tangkapan justru turun dari sebelumnya. ’’Ada beberapa jenis ikan yang turun, padahal BBM naik, semakin merugi saja nelayan kalau begini,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, perubahan musim juga mempengaruhi hasil tangkapan para nelayan, sebab para nelayan tidak bisa memprediksi dimana tempat ikan yang memang sedang banyak, karena ikan sendiri juga mengikuti suhu air laut yang berubah-ubah. ’’Lihat saja kapal itu (sambil menunjuk ke arah laut), baru tadi pagi mereka berlayar siang-siang sudah pulang karena ikannya jarang,” pungkasnya.

(gobekasi)

Tiba-tiba Kaki Mereka Lumpuh

27 November 2014

lumpuhMenjelang Subuh itu Mumun Muniah terbangun dari tidur. Dia berniat sholat tahajud. Tiba-tiba ada yang terasa aneh pada tubuhnya. Sepasang kakinya tidak berasa dan lemas sampai tidak kuat berdiri lagi. Ia pun membangunkan suaminya yang jadi terheran-heran melihat penderitaan istrinya.

“Sebelumnya tidak ada keluhan apa-apa dan tiba-tiba dia tidak bisa berdiri apalagi berjalan,” kata Ulul Azmi sang suami yang kemudian membawa istrinya ke rumah sakit lain sebelum akhirnya memindahkan perempuan berumur 52 tahun itu ke RSUD Kota Bogor.

Kejadian nyaris serupa dialami oleh Bagas, bocah berumur 12 tahun. Pagi itu sewaktu mau ke sekolah, siswa Madrasah Ibtidaiyah Al Khairiya, Leuwi Sadeng itu tiba-tiba merasa lemas dan kakinya tidak bisa digerakan. Mulutnya juga kaku tidak bisa bicara apa-apa.  “Rasanya seperti mimpi melihat anak saya tiba-tiba menderita sakit seperti itu,” kata Ihan, sang ibu yang kemudian bersama suaminya membawa Bagas ke RSUD Leuwiliang sebelum memindahkan ke RSUD Kota Bogor.

Apa yang diderita Mumun Muniah, warga Sindang Barang Jero  dan Bagas, warga Sadeng Jalan, Kabupaten Bogor memang terbilang langka. Menurut Dr. Edward, Kepala Bidang Pelayanan Medis RSUD Kota Bogor, kedua pasien itu terserang Guilan Barre Syndroma (GBS). “Ini penyakit akibat sejenis virus yang menyerang sumsum tulang belakang,” jelas Edward.

Penderita bisa tiba-tiba merasa kakinya lemas dan mendadak lumpuh. Jika tidak segera ditangani, dengan cepat virus ini akan menyerang saraf bagian tubuh lain, mulai dari kaki terus naik ke paha dan pinggang sampai kemudian ke paru-paru, “Sehingga dalam kondisi akut, pasien akan kesulitan bernafas dan itu bisa mengancam jiwa mereka,” lanjut Edward.

Selain segera, penanganan pasien seperti ini harus intensif dan itulah yang terjadi pada keduanya. Mumun masuk dan dirawat di ICU per tanggal 7 September dan Bagas menyusul pada tanggal 25 September 2014. Selama dalam perawatan di ICU mereka hanya berbaring lemah dengan nafas yang dibantu ventilator. Mereka maupun keluarganya tidak pernah menduga, perawatan di ICU memakan waktu  panjang. Baru pada tanggal 1 November 2014 mereka  baru bisa dipindah ke ruang perawatan biasa. Mumun dirawat di ruang Dahlia II dan Bagas di ruang Jasmine 1. Jadi mereka drawat di ICU hampir 2 bulan lamanya.

“Alhamdulillah, sekarang sudah banyak perubahan, bisa makan, bisa ngomong dan dia  sudah bisa mengangkat kakinya sendiri,” kata Ihan yang terus mendampingi Bagas selama dalam perawatan. Begitu juga Mumun. Dengan suara perlahan, guru Sekolah Luar Biasa Gunung Batu itu sudah bisa bicara walaupun belum bisa makan, karena bekas lubang di leher untuk membantu pernafasannya belum pulih.

Saat ini menurut Edward, mereka tinggal menjalani fisioterapi dan mengembalikan daya tahan tubuhnya. Sebab virus hanya bisa dilawan dengan kondisi tubuh yang kuat dan sehat. “InsyaAllah kalau perkembangannya membaik, sekitar dua minggu lagi mereka sudah bisa pulang,” katanya. Tinggal nanti berobat jalan dan terus meningkatkan daya tahan tubuh, supaya virusnya tidak aktif menyerang kembali.

Hak Setiap Orang untuk Dilayani

lumpuh 2Kisah kedua pasien itu hanya sebagian kecil dari begitu banyak kisah pasien yang sudah dan sedang dirawat di RSUD Kota Bogor, sejak diresmikan tanggal 7 Agustus 2014 lalu. Walaupun rumah sakit ini dikelola Pemerintah Kota Bogor, pasien yang datang tidak bisa diseleksi. Warga kota dan warga kabupaten, sama-sama dilayani.

“Kami tidak boleh menolak warga kabupaten, karena hak setiap orang untuk segera dibantu dan mendapatkan pelayanan medis sebaik-baiknya disini,” kata Okto, Kabag Humas dan Hukum RSUD Kota Bogor. Begitupun, tidak ada alasan untuk menomor-duakan pasien BPJS. “Justru lebih dari 80 persen, pasien disini adalah pasien BPJS,” lanjutnya.

Konsekuensinya, RSUD Kota Bogor harus siap menanggung terlebih dahulu berbagai pembiayaan yang dibutuhkan pasien. Termasuk biaya yang mencapai ratusan juta rupiah yang diperlukan dalam perawatan pasien penderita GBS. Menurut Edward, pasien GBS diantaranya harus diberi Imuno globulin selama perawatan intensifnya. Kedua pasien itu diberi obat tersebut sebanyak 6 botol per hari selama satu minggu.

Harga per botol imunoglobulin konon memang fantastis, dan itu tidak perlu menjadi beban pikiran pasien maupun keluarganya. “Yang penting mereka diselamatkan dulu, karena ini menyangkut hak siapapun untuk bisa melanjutkan dan menikmati kehidupan,” kata Gunadi, Kabag Keuangan RSUD Kota Bogor. Lagipula, bukankah nyawa seseorang tidak ternilai harganya, sehingga dengan cara apapun harus bisa diselamatkan oleh siapapun. Termasuk oleh tim medis RSUD Kota Bogor.

(bogornews)

Dua Bocah Kakak Beradik Tewas di Kuabangan

27 November 2014

bocahDua bocah kakak beradik tewas mengenaskan tercebur di pembuangan air kontrakan milik Hj. Rani (Alm) di Kp. Cipayung RT. 07 RW. 04 Kel.Sukmajaya kec.Sukmajaya, Rabu (26/11) 22:30.

Fatir,6, dan adiknya Fadel,2, ditemukan mengambang di kubangan berukuran 2×2 meter tidak tertutup. Diduga korban tewas akibat sedang asyik bermain lalu tercebur.

“Kakak dan adik yang menjadi korban tersebut ditemukan oleh ibunya saat sang adik Farel pulang ke rumah memberitahukan ibunya bahwa kakak dan adiknya tercebur ke dalam kolam,”ujar Kapolsek Sukmajaya, Kompol Agus Widodo kepada Pos Kota.

Menurut Kapolsek, ibu korban mengecek ke lokasi anak-anaknya bermain. Setelah itu melihat kedua anaknya sudah mengambang tidak bernyawa. “Menurut sejumlah saksi di lokasi korban sedang bermain di lokasi kejadian. Diduga tewas tercebur akibat sedang asyik bermain dan tidak melihat ada kubangan air yang terbuka, dan kecebur,”katanya.

Dari peristiwa itu, sejumlah saksi kita mintai keterangan. Termasuk di lokasi kejadian oleh petugas dipasangi garis polisi. “Saksi-saksi sudah kita mintai keterangan  empat orang yaitu warga sekitar lokasi kejadian yang melihat anak-anak tersebut sedang bermain bertiga,”ungkapnya.

Berdasarkan permintaan keluarga korban, lanjut Kapolsek, tidak menginginkan untuk dilakukan visum. “Dengan membuat surat pernyataan tidak mau divisum dengan disaksikan ketua RT, dan keluarga korban,”demikian.

“Barang bukti yang didapatkan berupa pakaian korban saat dikenangan mengenakan kaos dan celana pendek.”

(poskota)

Pesawat Tempur Assad Bombardir Raqqah, Puluhan Warga Sipil Tewas

26 November 2014

kota RaqqahLEBIH dari 63 orang tewas di kota Raqqah Suriah yang menjadi pusat pemerintahan Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) setelah pesawat tempur rezim menyerang kubu kelompok jihadis itu pada Selasa kemarin (25/11/2014), satu kelompok pengamat perang mengatakan.

Setengah dari mereka yang tewas adalah warga sipil, kantor berita Reuters melaporkan. Menurut Reuters para pejabat pemerintah Suriah belum bisa dimintai keterangan terkait serangan tersebut.

Rami Abdulrahman, yang menjalankan Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Inggris, mengatakan 10 pesawat tempur rezim membombardir 10 kali di kota Raqqah.

“Sebagian besar serangan berada di bagian timur kota,” kata Abdulrahman. “Setidaknya 36 korban tewas adalah warga sipil. Adapun sisanya, kita belum yakin apakah mereka pejuang atau warga sipil.”

Menurut Associated Press, Komite Koordinasi Lokal mengatakan serangan menewaskan sedikitnya 70 orang.

ISIS, yang telah menyita hamparan luas wilayah di Irak dan Suriah, berhasil mendorong pasukan pemerintah Suriah terakhir dari provinsi Raqqah pada akhir Agustus lalu. Pejuang ISIS merebut sebuah pangkalan udara, menangkap dan kemudian mengeksekusi puluhan tentara Suriah.(islampos.com)

Peringatan Dini BMKG: Hujan Angin dan Longsor Waspada, Jabar Bagian Selatan Potensi Hujan Sedang – Lebat dan Petir

26 November 2014

hujanBadan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung mengeluarkan peringatan dini untuk wilayah Jawa Barat bagian Barat dan Selatan. Dimana pada hari ini, Rabu (26/11/2014) di wilayah Jawa Barat bagian barat dan selatan terutama untuk wilayah Bogor bagian utara dan sebagian wilatag Sukabumi dan Cianjur Utara harus diwaspadari karena potensi hujan sedang hingga lebat yang disertai kilat/petir serta angin kencang.

BMKG pun mempringatkan agar waspada longsor dan pergerakan tanah dengan kemiringan di atas 45 derajat.

(galamedia)

« Previous PageNext Page »