Polwan Diperbolehkan Berjilbab, Begini Aturannya

26 March 2015

kabdivhumaspolridalamHarapan para wanita berjilbab yang ingin menjadi Polwan atau Polwan yang ingin mengenakan kerudung, saat ini bukan halangan lagi. Sejak tanggal 25 Maret kemarin, kepolisian telah mengesahkan peraturan yang membolehkan para Polwan mengenakan penutup kepala bagi umat Muslim tersebut.

‎”Kemarin tanggal 25 Maret telah ditandatangani surat keputusan Kapolri yang ditandatangani Wakapolri Badrodin Haiti mengenai ‎Surat Keputusan Perubahan dari sebagian surat keputusan Kapolri tahun 2005 tentang pakaian dinas Polri dan PNS Polri.‎ Di dalamnya ada yang diatur tentang polwan berjilbab atau berhijab,” ujar Kabag Penum Mabes Polri, Kombes Pol Rikwanto di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jaksel, Kamis (26/3/2015).

Informasi tersebut, menurut Rikwanto akan segera disebar ke seluruh wilayah dan Polsek yang ada di Indonesia. “Nanti surat keputusannya akan di sebarkan di wilayah-wilayah sampai Polsek. Akan di sosialisasikan apa saja perubahannya,” kata dia.

Rikwanto juga menjelaskan spesifikasi bentuk jilbab hingga pakaian yang nanti akan dikenakan oleh para Polwan yang berjilbab.
“Yang lebih spesifik lagi tutup kepala khusus pengguna semua tertulis jilbab warna coklat tua jadi jilbab polos tanpa emblem,” jelas Rikwanto.

Sementara khusus Polwan yang berasal dari wilayah Nanggroe Aceh Darussalam yang memang sudah menggunakan jilbab akan menyesuaikan pakaiannya sesuai peraturan baru kepolisian.

“Khusus polwan di Aceh yan tadinya menggunakan jilbab, Polwan Aceh tetap pakai jilbab. Tadinya Polwan Aceh pakai rok panjang, sekarang Polwan berjilbab pakai celana panjang. Sementara tutup kaki Polwan Aceh, sepatu dinas ankle boots dan kaos kaki hitam,” jelas Rikwanto merinci.

Walaupun sudah berlaku sejak tanggal 25 Maret, namun kepolisian masih membutuhkan waktu untuk melakukan sosialisasi kepada semua jajaran kepolisian yang ada di seluruh Indonesia.

“Memang disini tertulis berlaku sejak di tetapkan, tapi kan disosialisasikan dulu, dicontohkan dulu. Kalau tidak ingin pakai ya tidak apa-apa, bukan wajib untuk semua Polwan,” ungkapnya.

(detik.com)

Jalur Kereta Masuk Pelabuhan Diuji Coba, Angkut Peti Kemas dari TPS

26 March 2015

jalurkeretadSempat mati selama 9 tahun, jalur kereta yang menghubungkan antara Pelabuhan Tanjung Perak dan Stasiun Kalimas diaktifkan kembali. Pengaktifan ini sekaligus uji coba kereta barang yang mengangkut peti kemas dari Terminal Petikemas Surabaya (TPS).

“Sebenarnya jalur kereta pelabuhan ini telah dibangun Belanda pada tahun 1903 an dan waktu itu difungsikan. Pada 2006, jalur ini direvitalisasi tetapi tidak pernah digunakan,” ujar Kabid Perkereta Apian Dishub Jatim Isa Anshori kepada wartawan seusai uji coba kereta barang dari Stasiun Kalimas menuju TPS, Rabu (25/3/2015).

Isa mengatakan, kereta masuk pelabuhan melalui jalur sepanjang 2 Km itu adalah yang pertama kalinya di Indonesia. Dalam uji coba tersebut, sebuah lokomotif dengan dua rangkaian yakni sebuah peti kemas dan satu rangkaian tanpa dimuati peti kemas, berjalan melalui jalur rel yang telah dibersihkan.

Perlu waktu sekitar 2,5 bulan untuk membersihkan rangkaian rel tersebut. Selain telah tertutup tanah, di sekitar rel tersebut telah berdiri bangunan liar. Karena keadaan itulah, kereta berjalan cukup lambat dan memerlukan waktu selama 30 menit untuk melalui jalur sepanjang dua km tersebut. Dalam uji coba itu, masih ditemui sejumlah kendala.

“Masih ada kabel yang bergelantungan, masih menabrak ranting pohon, dan masih ada truk yang parkir di jalur rel. Itu menjadi koreksi kami,” lanjut Isa.

Sementara itu, Manajer Pemasaran PT KAI Daops 8 Sujarwo mengatakan, pengaktifan kembali jalur pelabuhan yang akan membawa peti kemas dari pelabuhan tentu saja akan menguntungkan PT KAI dan juga pengusaha.

PT KAI akan mendapat pemasukan dan pengusaha akan mendapat kemudahan dan efisiensi baik waktu dan biaya. Untuk tahap awal, kata Sujarwo, pihaknya akan mengoperasikan satu kereta api per hari untuk mengangkut peti kemas dari TPS.

“Satu kereta (api) terdiri dari 30 rangkaian (gerbong). Satu kereta sama dengan 60 teus atau sama dengan mengangkut menggunakan 60 truk. Dan hingga akhir tahun 2015, kami menargetkan mengoperasikan tiga kereta yang akan mengangkut peti kemas dari TPS,” lanjut Sujarwo.

Uji coba jalur pelabuhan ini akan berlanjut dengan peresmian yang akan dilakukan oleh Menteri Perhubungan Ignasius Jonan. “Direncanakan akan resmi dibuka oleh Menhub 9 April 2015 mendatang,” tandas Sujarwo.

(detik.com)

Tempati Posisi 2, Bima Arya Jadi Wali Kota Populer se-Jawa Barat

26 March 2015

bima aryaTampaknya akhir-akhir ini kiprah kepala daerah kerap mendapat sorotan publik, mulai dari kinerja hingga polemiknya. Tak terkecuali kepala daerah di Jawa Barat, yang tercatat mendapat sorotan dari media massa, misal Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dan Wali Kota Bogor Bima Arya. Hal itu dinyatakan berdasarkan hasil survei Indonesia Indicator (I2) yang menempatkan Ridwan Kamil sebagai wali kota di Jawa barat yang paling populer di sosial media. Dalam survei tersebut, Ridwan Kamil mendapat ekspos pemberitaan sebanyak 7.669 dari 343 media di seluruh Indonesia. Sedangkan posisi kedua sebagai wali kota populer se-Jawa barat ditempati oleh Bima Arya, yakni sebanyak 2.605 berita. Wali Kota Bogor Bima Arya yang menyandang predikat wali kota terpopuler kedua ini mendapat ekspos pemberitaan yang memuncak pada Februari 2015 ini. “Pemberitaan yang dominan saat itu berhubungan dengan kepindahan Jokowi ke Istana Bogor,” kata Direktur Komunikasi I2, Rustika Herlambang. Sedangkan Ridwan Kamil, popularitasnya selalu naik di setiap bulan selama kurun waktu Maret 2014 hingga Maret 2015 ini. “Pemberitaan Wali Kota Bandung trennya meningkat setiap bulan,” tandas Rustika.

(Heibogor)

Hasil Pencarian:

Bocah Kecil Tempuh Perjalanan 1.000 Km untuk Bawa Neneknya ke Rumah Sakit

26 March 2015

bocahShangguan Xi Mu (10) adalah seorang cucu yang berbakti. Bagaimana tidak, bocah ini rela meninggalkan bangku sekolah untuk membawa neneknya berobat ke rumah sakit yang berjarak hampir 1.000 kilometer dari kediamannya.
Selama dua tahun terakhir, Shangguan bekerja mengumpulkan botol plastik untuk membiayai hidupnya dan sang nenek, Shen (62) yang menderita stroke.
Shen menderita kelumpuhan dengan harapan tipis untuk kembali pulih akibat stroke yang dideritanya. Hingga seorang tetangga dermawan menawarkan bantuan uang untuk membiayai pengobatan Shen agar bisa kembali berjalan.
Namun, untuk mengobati sang nenek Shangguan harus membawa Shen ke kota Jinan di provinsi Shandong. Itu berarti mereka harus menempuh perjalanan hampir 1.000 kilometer dari kediaman mereka di kota Zhangchun, wilayah timur China.
“Saya hanya memiliki nenek. Kami harus melakukan apa yang kami bisa, saat kami bisa. Dia sudah melakukan semuanya saat saya masih kecil. Saya gembira bisa membalasnya sekarang,” ujar Shangguan.
Shangguan ditinggal ibu kandungnya saat baru berusia dua tahun. Tiga tahun kemudian sang ayah meninggal akibat serangan jantung. Sejak saat itulah Shangguan dipelihara sang nenek.
Shangguan akhirnya bisa membawa neneknya ke RS Rehabilitasi di Jinan dan sebulan kemudian, kondisi nenek Shen mulai membaik. Dia kini sudah bisa berjalan untuk jarak dekat dan setiap hari Shangguan membawakan makanan segar yang dibelinya dari pasar setempat.
Selama menunggui neneknya, Shangguan tidur di koridor rumah sakit dan menghabiskan waktunya dengan menggambar yang menjadi hobinya selama ini dengan menggunakan kertas dan pensil yang disediakan para perawat rumah sakit.

(Tribunnews)

Warga Keluhkan Jembatan Penyeberangan Paledang Sempit

26 March 2015

paledangPeraturan penggunaan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang ada di Paledang ternyata berhasil mengubah kebiasaan warga Bogor yang gemar menyeberang sembarangan. Para penumpang atau calon penumpang KRL pun wajib menggunakan JPO untuk bisa masuk ke dalam stasiun. Difungsikannya kembali JPO ini salah satunya untuk mengurai kemacetan yang kerap terjadi di sekitar Stasiun Bogor. Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor pun mengeluarkan aturan denda bagi penyeberang jalan yang tak menggunakan JPO ini. Namun, meski sudah diresmikan sejak 20 Januari 2015 lalu, masih banyak pengguna JPO yang mengeluh. Kebanyakan dari mereka mengeluh karena ruang tangga yang sempit tak sebanding dengan penggunnya sehingga membuat JPO padat pengguna, terutama  pada jam sibuk. “Space di tangganya sempit banget, enggak sebanding dengan yang memakainya. Jadi sering antre apalagi kalau jam sibuk,” jelas Diki, seorang pengguna JPO kepada heibogor.com. Terkait dengan denda yang akan dikenakan oleh penyeberang sembarangan hingga saat ini juga masih belum ada kejelasan. Hal tersebut tentu menjadi pertanyaan bagi sebagaian besar warga Bogor. “Katanya sih mau ada denda buat yang nyeberang sembarangan, tapi sampai saat ini enggak ada kejelasannya. Lagi pula kalau dilihat enggak ada yang nyeberang kan sudah menggunakan JPO semua, kecuali yang di depan Taman Topi,” papar Nungki, mahasiswa Universitas Pakuan Bogor.

(heibogor)

Hasil Pencarian:

Ridwan Kamil Bantah “Bandung Technopolis” Proyek Pencitraan

26 March 2015

bandungWali Kota Bandung, Jawa Barat, Ridwan Kamil membantah anggapan bahwa Bandung Technopolis merupakan proyek pencitraan. Menurut Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, ide pembentukan Bandung Technopolis ini sudah ada sejak 10 tahun yang lalu dengan nama Kawasan Pertumbuhan Primer Gedebage.

“Ide Pusat Pertumbuhan Primer Gedebage ini sudah 10 tahun terbengkalai. Bahkan, oleh para pengembang cenderung hanya akan jadi perumahan. Oleh karena itu, sejak saya jadi wali kota, kawasan ini dikonsep ulang agar jadi pusat pertumbuhan ekonomi dan pusat kota kedua Bandung,” tulis Emil dalam akun Twitter-nya, @ridwankamil, Rabu (25/3/2015).

Bantahan Emil ini terkait artikel Kompas.com, yang tayang pada Rabu pagi (25/3/2015) pukul 07.15 WIB, dengan judul “Bandung Technopolis, Summarecon, dan Proyek Pencitraan”.

Lebih jauh, Emil menjelaskan, proyek Bandung Technopolis akan menciptakan visi Kota Bandung sebagai kota ekonomi kreatif berbasis inovasi. Selain itu, proyek ini akan menjadi hadiah bagi Indonesia yang sebelumnya tak memiliki kota berbasis inovasi. Ia pun membandingkan Bandung dan Jakarta. Jika Bandung hadir sebagai kota usaha mikro kecil menengah (UMKM), berbeda dengan Jakarta yang telah menjadi kota korporasi.

“Dengan Bandung Technopolis ini, growth ekonomi Kota Bandung yang jadi salah satu yang terbaik di negeri ini sebesar 9 persen bisa naik double digit. Ujungnya untuk kemakmuran warga. Jika Bandung Technopolis masih juga disebut proyek pencitraan, ya silakan saja. Kita tunggu saja saat logika ekonomi ini mulai bergerak,” lanjut Emil.

Emil menuturkan, pemilihan konsep berbasis information and communication technology (ICT) economy disebabkan banyaknya sumber daya manusia (SDM) yang siap pada sektor tersebut.

“Dipilihlah pusat pertumbuhan dengan konsep ICT economy karena SDM di Bandung sangat siap. Bandung Technopolis sudah dihitung bisa hasilkan 400.000 lapangan kerja,” tambah Emil.

Emil juga mengungkapkan, peningkatan ekonomi tersebut diciptakan lewat berbagai infrastruktur yang akan dibangun di area megaproyek tersebut.

“Di Bandung Technopolis akan ada pusat riset, zona startup, kantor-kantor inovasi melengkapi standar kota mandiri, hunian, kantor komersial, dan lainnya. Aspek lingkungan hidup juga direncanakan dengan baik. Akan ada dua danau besar masing-masing 30 hektar untuk atasi banjir juga jadi sumber air minum Bandung Timur,” kata Emil.

Untuk mendukung pusat pertumbuhan tersebut, tambah Emil, infrastruktur transportasi akan ditambahkan di Gedebage. Selain itu, pusat Pemerintahan Kota (Pemkot) Bandung juga akan dipindahkan ke wilayah ini.

“Akses baru untuk Bandung Technopolis di pintu tol exit 149 juga akan mulai konstruksinya tahun ini sehingga akses ke Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) jadi lebih mudah. Rencana transportasi publik, seperti monorail, guides bus, di Bandung Technopolis akan terkoneksi dengan Bandung lama,” imbuh Emil.

Tak hanya itu, terdapat juga rencana pemerintah pusat membuat hi-speed train Jakarta- Bandung dengan jarak tempuh 30 menit, stasiun terakhirnya akan ada di Bandung Technopolis. Untuk mendukung pusat pertumbuhan baru ini, kantor-kantor Pemkot Bandung akan pindah ke Bandung Technopolis, seperti halnya Putera Jaya, Malaysia, ke Cyber Jaya.

Bandung Technopolis ini, kata Emil, tidak hanya digarap oleh PT Summarecon Agung Tbk, melainkan juga oleh banyak pihak, seperti Pemkot Bandung, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Kepolisian Daerah Jawa Barat, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati, Pertamina, PT Multidaya Kharisma, PT Batununggal Indah, dan Provident Development.

“Di Bandung Technopolis, Summarecon adalah 1 dari 8 stakeholder. Hanya saja memiliki kawasan paling besar sehingga porsi zona teknopolis juga paling besar,” sebut Emil.

Gagap

Sementara itu, Ketua Umum Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia (IAP), Bernardus Djonoputro, yang dianggap Emil telah menyudutkan dirinya dengan pernyataan Bandung Technopolis sebagai proyek pencitraan, tak membantah balik.

Sebaliknya, kultwit panjang lebar Emil dinilai Bernardus benar. “Beliau betul. Namun, tantangannya adalah bagaimana menyinkronkan rencana yang demikian baik, dengan kemampuan birokrasi, manajemen pengembangan kawasan, dan pendanaan di jajaran Pemkot Bandung,” papar Bernardus.

Dia menjelaskan, sinkronisasi penting karena selama ini terlihat bahwa jajaran di bawah wali kota tergagap-gagap dalam menyambut ide cemerlang Emil.

“Menurut saya, wali kota mempunyai tugas berat internal untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan anak buahnya supaya sama pemikiran dan aksinya,” kata Bernardus.

(Kompas)

Dijadikan Tersangka, Denny: Saya dan Keluarga Sudah Siap

25 March 2015

dennyindrayana5Badan Reserse Kriminal Markas Besar Kepolisian menetapkan mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana menjadi tersangka. Denny mengaku sudah siap menerima.

“Saya‎ dan keluarga sudah siap,” kata Denny saat dihubungi detikcom, Selasa (24/3/2015).

Denny menyatakan surat ‎dari Bareskrim terkait panggilan pertama kepada dirinya sebagai tersangka sudah diterima pihaknya. Dirinya mendapat kabar pertama kali soal ini pada beberapa jam lalu.

“Saya mendapat kabar pukul 20.00 WIB saat saya sedang berada di jalan‎,” kata Denny

Menurutnya, semua ini adalah risiko perjuangannya sebagai pihak pendukung pemberantasan korupsi. Denny akan dipanggil sebagai tersangka pada kegiatan pelaksanaan payment gateway pada Kemenkum HAM tahun anggaran 2014.

(detik.com)

99 Miniatur Masjid Dunia akan Dibangun di Bogor

25 March 2015

miniatur masjidSebanyak 99 miniatur masjid terkenal di seluruh dunia akan dibangun di Jabar. Tepatnya, di daerah Bogor. Masjid-masjid dengan kapasitas sekitar 300-400 orang ini akan dibangun dalam sebuah kawasan yang kelak menjadi sebuah destinasi wisata religi.

Penggagas ide tersebut adalah Hartono Limin, seorang mualaf yang telah memeluk islam sejak tiga tahun lalu. Miniatur masjid dunia akan dibangun dalam sebuah kawasan bernama ‘Taman Miniatur Masjid Dunia’ di lahan seluas 215 Ha di kawasan Cicariuk, Desa Cibadak, Kecamatan Tanjung Sari, Kabupaten Bogor.

“Akan dibangun 99 masjid miniatur dunia dan satu masjid utama dengan kapasitas 200.000 jemaah,” ujar Hartono kepada wartawan di Gedung Pakuan, Selasa (24/3).

Hartono mengaku, mendapat ide ini usai shalat. Masjid dipilih sebagai unsur utama karena merupakan bangunan yang dijamin tidak akan pernah hancur. “Negara bisa hancur, masjid tidak akan pernah hancur. Shalat akan terus berjalan,” katanya.

Menurut Hartono, Meskipun Ia warga Jakarta, namun dirinya lebih memilih Jabar sebagai lokasi merealisasikan cita-citanya. Cara menentukan lokasi dilakukan dengan melakukan shalat terlebih di lokasi yang akan dipilih.

Menurutnya, para pengunjung juga dipastikan akan terhibur dengan sajian tempat kuliner dan penjualan souvenir negara tempat masjid terkenal tersebut berasal. Selain Masjid, Hartono juga akan membangun Universitas Islam unggulan berkapasitas 20.000 mahasiswa, Rumah Sakit, Museum dan Perpustakaan.

Tempat ini, kata dia, bertujuan untuk melestarikan budaya Islam sedunia dalam bentuk arsitektur. Terlebih, Indonesia khususnya Jabar punya penduduk muslim terbesar. “Kami ingin menghapus citra Islam yang kini malah identik dengan kekerasan,” katanya.

(http://www.republika.co.id)

Hasil Pencarian:

Ridwan Kamil ‘Titip’ ke Ceu Popong agar Bandung Lautan Api Jadi Hari Nasional

24 March 2015

ridwan kamil 2Peristiwa heroik Bandung Lautan Api (BLA) kerap diperingati warga Bandung setiap tanggal 24 Maret 2015. Namun hingga saat ini pemerintah pusat belum menetapkan BLA sebagai Hari Nasional. Oleh karena itu, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil berupaya agar BLA menjadi hari nasional dan diperingati seluruh warga Indonesia.

“Kalau soal itu, dari tahun lalu saya sudah memulai proses politik untuk memperjuangkan BLA menjadi Hari Nasional dan diperingati menjadi sebuah sejarah perjuangan di tanah air,” ujar Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Senin (23/3/2015).

Menurut Emil, proses politik yang dilakukannya yakni berkomunikasi dengan kaukus anggota DPR RI wilayah Bandung-Cimahi yang diketuai oleh Ceu Popong. Ceu Popong merupakan anggota DPR tertua yang bernaung di Partai Golkar.

“Dalam forum itu kita menitipkan program-program yang sulit masuk ke nasional termasuk soal BLA tersebut. Karena harus ada peran semua pihak termasuk parpol sehingga pengajuan BLA menjadi Hari Nasional mendapatkan argumentsasi yang baik,” terangnya.

Lebih lanjut Emil mengatakan, komunikasi yang dilakukan dengan kaukus anggota DPR RI tersebut merupakan upaya lain yang ditempuh Pemkot Bandung. Karena menurutnya, pengajuan BLA jadi hari nasional tersebut tidak bisa ditempuh dengan upaya vertikal saja.

“Hal-hal seperti pengajuan BLA menjadi Hari Naisonal ini banyak terkait dengan politik. Karena ini keputusan politik maka harus bernegosiasi dengan legislatif,” ucapnya.

Emil menilai peristiwa BLA layak dijadikan sebagai hari nasional. Karena menurutnya, pengorbanan yang dilakukan masyarakat Bandung untuk membakar rumahnya dalam peristiwa BLA merupakan pengorbanan yang sangat besar dalam upaya mempertahankan kemerdekaan.

“Orang tua kita dulu tidak mikir dua kali saat diperintahkan untuk membakar rumah dalam peristiwa BLA. Saya rasa peristiwa merupakan hari pengorbanan nasional,” tandasnya.

(detik.com)

Hasil Pencarian:

Pembegal Arifin Cs Ditembak Mati, Wilayah Aksi di Tapal Kuda Keok

24 March 2015

begalditembakdArifin alias Rifin (32) warga Dusun Sumberkare Kecamatan Wonomerto, Probolinggo, tewas setelah didor polisi. Tersangka adalah komplotan begal yang wilayah aksinya di daerah tapal kuda (Pasuruan, Probolinggo, Situbondo, Jember, Lumajang, Bondowoso sampai Banyuwangi).

“Komplotannya ada enam orang. Beraksinya di wilayah tapal kuda,” ujar Kanit Bajak Sandera Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim kepada wartawan di kamar mayat rumah sakit umum dr Soetomo, Surabaya, Selasa (24/3/2015).

Catatan kriminal komplotan pelaku ini seperti, curat (pencurian dengan pemberatan) di perumahan di kota Jember dan mendapatkan kendaraan roda empat Pajero.

Pencurian dengan kekerasan (curas) di sebuah pabrik rokok di Kaliwates, Jember. Curas kendaraan roda dua di Tongas, Kabupaten Probolinggo, yang mengakibatkan korban luka bacok.

Bahkan, komplotan ini tak segan-segan melukai korban hingga mengakibatkan meninggal dunia.

“Selain itu, komplotan ini diduga melakukan pencurian hewan, bajak truk di wilayah tapal kuda,” kata Kompol A Jumhur.

Arifin ditembak mati polisi karena menyerang petugas saat digrebek di sebuah rumah yang diduga tempat persembunyiannya di Jalan Raya Desa Sumberkare, Kabupaten Probolinggo, pukul 02.00 wib dinihari.

Sebelum menembak mati Arifin, polisi sudah mengamankan Bayu, rekan beraksinya.

Komplotan pelaku yang meresahkan masyarakat ini sudah diringkus dua orang(Bayu dan Arifin). Tim gabungan dari Cobra Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim dan Jatanras Polres Probolingggo dan Polresta Probolinggo, terus menyelidiki dan mengejar 4 pelaku lainnya.

“Kita masih terus menyelidiki dan mencari pelaku lainnya,” tandas Jumhur.

(detik.com)

« Previous PageNext Page »