web analytics

Kim Kurniawan Berharap Tetap di PBR Musim Depan

16 September 2014   0 views

kim kurniawanKim Jeffrey Kurniawan merasa sangat betah di Pelita Bandung Raya (PBR). Gelandang blasteran Indonesia-Jerman ini pun berharap masih menjadi bagian dari skuat The Boys Are Back di Indonesia Super League (ISL) musim depan dan bahkan seterusnya.

“Saya belum tahu karena hal itu (perpanjangan kontrak) agen yang mengurus. Saya sendiri prioritas musim depan hanya PBR. Saya betah di sini dan secara pribadi memang tidak suka pindah-pindah klub. Saya nyaman bermain di sini dan ingin seterusnya di sini,” ungkap Kim Kurniawan belum lama ini.

Saat ini, masa depan Kim Kurniawan di PBR memang belum jelas. Namun, adik ipar Irfan Bachdim ini bertekad memberikan yang terbaik di babak 8 besar ISL 2014 nanti dengan harapan kontraknya diperpanjang.

  “Pasti ada beberapa pemain yang keluar, tapi mudah-mudahan musim depan tidak terlalu banyak perubahan. Saya juga sebetulnya belum tahu sampai kapan di sini, sekarang fokus dulu ke 8 besar, setelah itu baru urus kontrak,” ujar Kim Kurniawan.

Manajemen PBR sendiri tampaknya bakal tetap mempertahankan Kim Kurniawan untuk ISL musim depan. Pasalnya, kinerja esk pemain Persema Malang itu dinilai cukup memuaskan di sepanjang putaran pertama dan kedua ISL 2014 lalu.

Kim Kurniawan memang menjadi salah satu pemain andalan Dejan Antonic selama ini. Bersama Rizky Pellu dan Agus Indra Kurniawan, ia menjadi tumpuan di lini tengah PBR. Hasilnya, PBR pun secara mengejutkan lolos ke 8 besar, menyisihkan sejumlah tim besar seperti Persija Jakarta dan Sriwijaya FC.

(sidomi)

Diduga Aniaya Artis, Seorang Dosen Dilaporkan ke Polisi

16 September 2014   4 views

aniayaDosen tetap Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Institut Pertanian Bogor (IPB), DR Idwan Sudirman dilaporkan artis layar lebar asal Blora Jawa Tengah, Wiwin Agustina (38) atas dugaan penganiayaan dan perbuatan yang tidak menyenangakan, Jumat (12/09/14).

Informasi diperoleh menyebutkan, peristiwa dugaan tindak penganiayaan itu terjadi sekitar pukul 09.36 WIB, di ruang 6 FKH IPB, Kampus Dramaga, Kabupaten Bogor, Kamis (11/9).

“Awalnya saya mau minta pertanggungjawaban karena mobil saya diserempet mobilnya. Saya kejar ke kantornya (FKH IPB),” kata artis yang sempat bermain di Film Mengejar Setan, Senin (15/9).

Lebih lanjut ia menuturkan, niatnya berbicara baik-baik dengan pelaku agar mau mengganti rugi karena mobilnya lecet akibat diserempet mobil CRV .

“Eh dia malah maki-maki saya dan bersikap arogan, bahkan dia sempat berusaha menampar saya dihadapan Jawira dan Abdillah dua satpam IPB yang mengantar saya,” katanya.

Menurutnya dosen tersebut malah bilang tidak akan mengganti rugi sepeserpun. Bahkan menantang jika mau menempuh jalur hukum. “Saya hanya senyum dan bilang, kalau bapak mau lewat jalur hukum penyelesaiannya, saya minta nomor handphone atau telepon yang bisa dihubungi,” tuturnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, dosen tersebut malah naik pitam dan mengatakan tidak akan kasih nomor dan balik menanyakan siapa dirinya. “Saya bilang, oke kalau begitu saya minta foto bapak saja, sambil mengeluarkan handphon dan saya foto, pelaku malah mau merebut handphone dan berusaha menampar saya, untung dihalangi sekurity kampus,” ungkapnya.

Tak bisa menampar, pelaku malah berusaha menutup dan membanting pintu. “Saya memaksa masuk karena urusan belum selesai, pelaku mendorong saya, sampai rusuk saya kena filling kabinet dan perut saya kena pegangan pintu,” katanya.

Keesokan harinya, Jumat (12/9) usai bangun tidur badannya sakit. “Bangun tidur saya merasakan nyeri di rusuk kanan, perut dan tangan kanan. Rusuk kanan sakit mungkin karena waktu kejadian kepentok file kabinet saat dia banting pintu mengusir dan perut sakit mungkin karena kena gagang pintu,” tandasnya.

Atas perlakuan sang Dosen, Wiwin segera melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian sektor Dramaga, Kabupaten Bogor untuk ditindaklanjuti melalui proses hukum. Bahkan pihanya langsung melakukan visum kepada pihak Rumah Sakit terkait dugaan penganiayaan dan perbuatan tidak menyenangkan tersebut.

(inilah bogor)

Adem Sari, Ini Nama Pemain Bola Ganteng Asal Turki

16 September 2014   0 views

adem-sariAdem Sari di Indonesia identik dengan merek produk pereda panas dalam. Namun, di Turki beda lagi. Di negeri ini, Adem Sari adalah nama pemain sepak bola yang bermain untuk klub GölbaÅŸispor. Bagi penggemar bola, terutama kaum Hawa, bisa jadi adem juga hatinya melihat Adem Sari menggiring bola. Maklum, wajah Adem terbilang ganteng.

Adem Sari kini tengah jadi bahan perbincangan para pengguna sosial media, Path. Nama dia disebut-sebut karena unik dan persis seperti nama minuman pereda panas dalam asal Indonesia, Adem Sari. Di Twitter milik Adem Sari, @AdemSari58, pada Selasa, 9 September 2014, Safira Azis, netizen asal Indonesia, melalui akunnya @SafiraAzis48 menuliskan: pemain bola :v adem sari borr.

Lelaki kelahiran Villingen, Jerman, 9 Mei 1985, itu biasa bermain sebagai penyerang, termasuk saat bermain di GölbaÅŸispor. Pemilik tinggi badan 183 sentimeter itu bergabung di GölbaÅŸispor sejak 27 Agustus 2014. Ia menjalani kontrak di klub tersebut hingga 30 Juni 2015. Sebelumnya, Adem bermain untuk klub Altay Izmir, Turki.

Selama menjalani kariernya di sepak bola, Adem pernah bermain di Eskisehirspor, Turki. Di klub ini, Adem menyumbangkan dua gol saat laga melawan klub Fenerbahce pada Desember 2009. Ia pernah bergabung dengan klub 08 Villingen, Freiburg, dan Obereschach di Jerman. Adem juga pernah bermain untuk klub EskiÅŸehirspor, Kartalspor, dan EskiÅŸehirspor.(tempo.co)

Penggalian Gunung Padang oleh TNI Dipersoalkan, Ada Prosedur yang Tak Sesuai

15 September 2014   6 views

gunung padang2Gunung Padang kembali menjadi perbincangan. Setelah muncul isu-isu mengenai legenda situs megalitikum di Cianjur itu, kini soal lain muncul. Foto-foto penggalian yang dilakukan TNI menjadi bahan perbincangan di sejumlah forum para pemerhati Gunung Padang.

“Ya foto itu beredar, dan memang kalau dilihat ada prosedur yang tak sesuai,” terang arkeolog, Luthfi Yondri saat berbincang, Senin (15/9/2014).

TNI memang dilibatkan dalam proses eskavasi yang kembali dimulai di Gunung Padang. Eskavasi kali ini dipimpim tim mandiri yang bekerja sama dengan Pemprov Jabar, Pemkab Cianjur, dan TNI.

Luthfi mengaku apa yang dilakukan TNI dengan menggali menggunakan pacul memang disayangkan. Dikhawatirkan, dalam penggalian lewat pacul itu ada bahan arkeologi yang hilang atau rusak.

“Kalau buat di arkeologi setiap senti lapisan menyimpan rekaman jejak masa lalu. Arkeologi itu tidak hanya memburu benda, tetapi juga memburu masa lalu,” imbuh dia.

Menurut arkeolog dari Balai Arkeologi Nasional ini, dari foto-foto penggaliannya ada prosedur, ada tahapan yang dilangkahi. Dalam arkeologi, saat kita menggali harus mengerti lahan yang kita gali, harus jelas semuanya.

“Di Gua Pawon saja, karena di sana banyak peninggalan, kita menggali dengan tusuk gigi,” terang dia.

Jadi, menurut Luthfi, yang perlu disadari apakah penggalian dengan pacul itu di lokasi yang sudah aman atau hanya asal gali saja. Luthfi memberi catatan soal penggalian yang dilakukan TNI itu.

“Saya bisa mengatakan, banyak hal yang ditinggalkan dari sisi arkeologi. Kemudian apakah di sana ada pengawasan, ada pencatatan, karena setiap lapisan tanah dibuka mesti ada pencatatan,” tutup dia.
(detik.com)

Warga Situ Gede Kesal Jalan Rusak dan PJU Gelap dibiarkan

13 September 2014   6 views

angkotJalan rusak menjadi sumber kekesalan masyarakat pada pemerintah. Seperti yang dialami warga Kelurahan Situ Gede Kecamatan Bogor Barat Kota Bogor mengaku kesal kepada Pemerintah Kota Bogor yang belum juga memperbaiki jalan Cifor yang rusak parah. Kerusakan jalan Cifor diperparah dengan minimnya Penerangan Jalan Umum (PJU)

“Pengendara sepeda motor kalau melintas jalan Cifor malam hari harus berhati – hati karena banyak lubang yang menganga. Kerusakan jalan disini juga diperparah dengan minimnya PJU,“ kata Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kota Bogor Eman Sulaeman Sabtu (13/9/2014).

Menurut Eman, ada puluhan lubang menganga di jalan Cifor mulai dari Terminal Bubulak hingga wilayah Situ Gede.  “Sudah sangat banyak pengguna jalan terutama pengendara  sepeda motor mengalami kecelakaan, (terjatuh, dan terperosok), “ kata dia.

Oleh karena itu. Kata Eman, warga Situ Gede mendesak pemerintah Kota Bogor untuk segera memperbaiki akses jalan Cifor tersebut. “ Beberapa bulan lalu memang sudah ada penambalan jalan oleh Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, tapi sayangnya penambalan jalan tidak tuntas, karena baru dilakukan disekitar Terminal Bubulak. “ kata dia.

Eman  menyesalkan sikap pemerintah yang lamban dalam menangani kerusakan jalan termasuk memberikan fasilitas penerangan jalan. “ Bukankah Walikota Bogor telah mencanangkan Bogor terang, tapi pada kenyataan dilapangan masih banyak yang gelap. Semoga saja para pemangku kepentingan tak diam saja melihat warganya menjadi korban karena jalan berlubang, “ tutur Eman.

(bogornews)

Mahasiswa Untag Surabaya Ciptakan Aplikasi Dzikir Berbasis Android

13 September 2014   6 views

untagTelepon pintar (smartphone) selama ini banyak digunakan untuk membuka media sosial atau sekadar browsing dan email. Tidak sedikit yang melupakan ritual agamanya karena sibuk bersmartphone.

Melihat fakta itu, Ribut Agung Prastiyo, mahasiswa Teknik Informatika, Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menciptakan aplikasi dzikir digital berbasis android.

Dengan aplikasi ini berdzikir bisa dilakukan di manapun. Tinggal mengklik aplikasinya akan langsung terlihat empat menu, yakni dzikir, riwayat hadist, tentang dan menu keluar.

Menu dzikir akan menampilkan bacaan-bacaan dzikir lengkap dengan terjemahannya. Jika speaker dinyalakan, akan langsung terdengar lafalz-lafal dzikir sehingga bisa ditirukan. Aplikasi yang sengaja dibuat satu layar penuh ini juga dilengkapi dengan doa setelah berdzikir.

Ribut juga melengkapinya dengan mode getar, redup, bunyi, serta suara. Mode getar berfunsi ketika perpindahan lafadz. Mode redup dibuat agar tidak mengganggu orang lain ketika aktivitas dzikir.
“Pemakainya masih bisa mendengarkan suara dzikir, tetapi lirih. Tetapi di layar akan terlihat bacaan dan terjemahnya sehingga pemakainya bisa melafalkan sendiri,” terang Ribut saat ditemui di ruang Humas Untag, Jumat (12/9/2014).

Jika ingin mengetahui bacaan yang benar, pengguna bisa mengaktifkan mode suara. Dari aplikasi ini, Ribut berharap seseorang yang setiap saat memegang smartphone untuk membuka aplikasi sosial media mengimbanginya dengan berdzikir.

“Jangan hanya buka facebook saja, tetapi juga berdzikir,” kata pria kelahiran 10 April 1992.

Lulusan SMAN 1 Babat Lamongan ini menyebut pentingnya dzikir bagi umat Islam, kendati dzikir sunnah (dikerjakan dapat pahala, ditinggalkan tidak berdosa).

Dalam membuat aplikasi ini, dia membutuhkan waktu tiga bulan untuk bolak-balik ke kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Lamongan.

Di sana dia mendapatkan bacaan dzikir yang benar. “Saya ditemui ketua PCNU Bi’im Abdul Salam, dan sekretaris PCNU Lamongan Imam Gazali. Mereka sangat membimbing saya,” kisahnya.

Dari data yang dikumpulkan, itu lalu diketik dan dibuat aplikasinya. Awalnya dia membuat aplikasi dengan huruf-huruf kecil. Hal itu sempat dikritik kalangan PCNU Lamongan. Akhirnya dia revisi kembali dengan huruf besar dan aplikasi satu layar penuh.

“Dengan huruf yang besar ini, orang yang sudah tua bisa juga menggunakan aplikasi ini,” katanya.

Ribut harus bersabar selama menyelesaikan tugas akhirnya ini karena aplikasi yang dibuatnya ini tergolong baru.

“Sebenarnya di play store android sudah ada aplikasi semacam ini. Tetapi sebatas takhmit, tasbih, dan takbir. Sementara untuk dzikir belum ada,” kata mahasiswa semester 8 yang sudah menuntaskan tugas akhirnya ini.

Ketika ujian skripsi, Ribut sempat dibuat khawatir karena salah satu dosen penguji, Gery Kusnanto cukup paham bacaan yang ada sehingga bisa mengevaluasi detail.

“Sempat deg-degan juga, Alhamdulillah selesai semua,” kata Ribut senang.

“Semoga dengan aplikasi ini semakin banyak orang berdzikir, tak hanya di masjid tetapi di manapun. Daripada diam mending berdzikir,” katanya.

Ribut tidak buru-buru memperbanyak aplikasinya. Dia sendiri berpikiran mematenkan inovasinya. “PCNU Lamongan sendiri menunggu aplikasi ini,” tandasnya.

(tribunnews)

Santi Menampakkan Diri jika Matahari Sudah Tinggi

13 September 2014   10 views

santiTim Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Barat Wilayah 1 Bogor, Jawa Barat, memberi nama Santi untuk seekor buaya air tawar. Buaya betina ini ditemukan di Desa Mekarsari, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor.

Santi adalah salah satu jenis buaya yang dilindungi. Berbobot 80 kilogram dan memiliki panjang lebih dari 2 meter. Aktivitas harian buaya betina ini berjemur di kebun yang lokasinya tak jauh dari permukiman warga.

Sebuah lubang bekas galian pasir sedalam 50 meter di kawasan seluas 1 hektare, menjadi “rumah” Santi. Saat matahari sudah tinggi, Santi baru akan menampakkan diri, setiap hari, berjemur dengan mulut menganga.

Dipindahkan

Kehadiran buaya betina ini sempat meresahkan warga. Hewan ternak seperti itik kerap dia santap. Bila hewan sudah habis, warga khawatir Santi memangsa manusia.

Saat dipindahkan dari sarangnya selama ini, Santi tak banyak melakukan perlawanan. “Kalau saya amati, buaya ini memang sudah mengenali lingkungan di sana. Jadi ketika ditangkap, kami tidak kesulitan. Dugaan saya, ia sengaja dilepas oleh pemiliknya,” kata polisi kehutanan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Barat Wilayah 1 Bogor, Sudrajat, Jumat.

Menurut Sudrajat, buaa ini diduga sudah menjadi peliharaan orang. Santi sekarang sudah berada di pusat rehabilitasi hewan di wilayah Gadog, Ciawi, Kabupaten Bogor. Di sana, Santi akan dirawat sebelum dilepas ke habitatnya.

(tribunnews)

Empat Pimpinan DPRD Kota Bogor disumpah

13 September 2014   9 views

35Empat_PimpDPRD_beritaEmpat pimpinan DPRD Kota Bogor masa bakti 2014 -2019 dilantik dan diambil sumpahnya oleh Ketua Pengadilan Negeri Bogor Hj. Nirwana SH di Ruang Sidang DPRD Jalan Kapten Muslihat, Kota Bogor Jum’at (12/9/2014)

Pelantikan dan pengambilan  sumpah pimpinan DPRD  tersebut dihadiri Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto, dan Wakilnya Usmar Hariman, Jajaran Muspida, pimpinan SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) serta organisasi masyarakat.

Empat pimpinan DPRD yakni Ketua DPRD Untung W Maryono, Wakil Ketua Hery Cahyono, Sopian SE dan Jajat Sudrajat mengucapkan sumpah dan janjinya  yang dipandu oleh Ketua Pengadilan Negeri Kota Bogor Hj. Nirwana SH.

Ketua DPRD Untung W Maryono  berjanji akan melakukan perubahan dan menciptakan sinergi antara Pemerintah Kota Bogor dengan DPRD dan menjadikan tombak utama dalam kebersamaan membangun Kota Bogor

Selain itu,  pihaknya juga berjanji akan meningkatkan kinerja DPRD Kota Bogor. “Program yang sudah berjalan baik, akan terus ditingkatkan. “Kami juga  mengajak seluruh kepada seluruh masyarakat Kota Bogor untuk berperan aktif membangun Kota Bogor, “ kata Untng.

Sementara itu, Walikota Bogor Bima Arya menyampaikan selamat kepada para pemimpin DPRD yang baru dilantik dan diambil sumpahnya.  “Kita membutuhkan kerja sama dalam membangun Kota Bogor, “ kata Bima.

(bogornews)

Arah Hujan Abu dan Lava Pijar Gunung Slamet Ke Brebes dan Tegal

13 September 2014   2 views

gn slametArah hujan abu serta lava pijar dari letusan Gunung Slamet lebih banyak jatuh ke wilayah barat dan barat daya gunung tersebut. Ini berarti masuk pada daerah Brebes serta Tegal yang memang berada di jangkauan jatuhnya material gunung. Bentuk kawah yang hancur di sisi tersebut juga akan menyebabkan material letusan mengarah ke kedua kota di atas.

    “Wilayah Brebes menuju Gambuhan yang mengalami kroak atau guguran material dari atas akan jatuh ke arah sana,” terang Koordinator SAR Daerah Jateng Bakorwil III Banyumas-Pekalongan, Rudi Setiawan.

Sementara berdasarkan pantauan visual, tinggi lontaran material letusan gunung mencapai 1 kilometer – 2 kilometer dengan jumlah lebih dari 80 kali letusan dan dentuman keras pada tanggal 10 September kemarin.

Beberapa bagian padang savanna dan hutan yang ada di sekitar bibir kawah Gunung Slamet, juga lereng barat sekitar Kaliwadas hingga Sakub pada malam Jum’at kemarin pun mengalami kebakaran akibat lontaran material panasnya.

Demikian pula wilayah Kaligua yang ada di kabupaten Brebes, sudah menjadi korban dari panasnya lontaran lava pijar. Akan tetapi sifat kebakaran belum besar dan merusak hutan.

   “Kebakaran sifatnya lontaran lava pijar jadi masih kecil dan tidak sampai parah, apalagi menyebar masuk ke area hutan,” tambah Rudi Setyawan dilansir laman Detik.

Namun segala kemungkinan bisa saja terjadi, dan awan panas dapat mengarah ke bagian lain selain wilayah barat dan barat daya. Jadi pihak terkait diharapkan waspada dan bersiap apabila muncul awan panas, dan arah mata angin sedang berubah ke wilayah lainnya.

“Kalau memang terjadi erupsi sampai ada awan panas kita tidak bisa prediksi, semua tergantung arah angin,” pungkas Rudy.

(sidomi)

Api Membakar Belasan Kios di Pasar Sederhana Bandung

12 September 2014   6 views

kebakaranpasarsederhanaKebakaran melanda belasan kios di Pasar Sederhana, Jalan Sederhana, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung, sekitar pukul 12.45 WIB, Jumat (12/9/2014). Api sempat berkobar hebat hingga memicu asap tebal menjulang langit.

Insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Meski begitu, kebakaran ini membuat panik para pedagang dan konsumen.

“Ada 16 kios yang ludes terbakar,” ucap Dirut PD Pasar Bermartabat Rinal Siswadi di lokasi kejadian.

Lokasi kebakaran tepatnya berada di bagian belakang pasar. Di lahan ini berdiri bangunan kios yang menjual sembako, ayam dan ikan.

“Tadi staf unit Pasar Sederhana bergerak sigap menahan api agar tidak menjalar ke kios dan jongko lainnya. Kami habiskan 24 alat pemadam api ringan (APAR),” ucap Rinal.

Sekitar pukul 12.55 WIB, Rinal mengontak petugas Dinas Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Kota Bandung. “Sepuluh menit kemudian petugas pemadam datang. Tak lama atau 15 menit, api berhasil dipadamkan,” kata Rinaldi.

Lebih dari lima unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan ke tempat kejadian. Hingga pukul 14.00 WIB, petugas pemadam masih melakukan pendinginan.

“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” kata Kapolsek Sukajadi Kompol Sumi.
(detik.com)

« Previous PageNext Page »