Ditemukan Banyak Pelanggaran, Tempat Wisata di Kabupaten Bogor Ini Bakal Tutup?

19 May 2016

gunung kapurTempat wisata pemandian air panas, Tirta Sanita dikabarkan akan tutup. Dua desa di Kecamatan Parung yakni Bojong Indah dan Cogrek, menuntut Pemkab Bogor tak memperpanjang izin pengelolaan lahan Gunung Kapur dan Gunung Panjang.

Sebab, sejak 1990 dibuka, PT. Supra Piranti Wisata Ria tak memberi kontribusi bagi masyarakat di kedua desa tersebut. Tirta Sanita diperkirakan menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Bogor sebesar Rp3 miliar pertahun.

Jumlah itu diketahui dari penjualan tiket sebesar Rp15 ribu untuk dewasa dan Rp10 ribu bagi anak kecil. Belum lagi sejumlah wahana permainan dengan tarif berbeda. Setiap pekan 3.000 pengunjung memadati lokasi tersebut.

“Ini terkait dengan aset desa seperti tertuang dalam Pasal 76 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa,,”ujar Kades Cogrek, Suherdi kepada Radar Bogor, Rabu (17/05/2016).

Ia mengatakan, dua desa yang masuk wilayah objek wisata telah melayangkan surat permohonan kepada Komisi I. Selain itu, surat juga ditujukan kepada Bupati Bogor Nurhayanti.

“Kami telah memberikan surat pernyataan terkait perpanjangan kontrak pengelolaan Gunung Kapur dan Gunung Panjang oleh PT. Supra Piranti Wisata Ria,”cetusnya.

Dalam suratnya, warga desa meminta pemkab membuat aturan yang jelas. Terutama kewajiban pelaku usaha berkontribusi pada lingkungan di sekitarnya. Tuntutan lainnya , desa berhak mengetahui setiap isi dari perjanjian kerjasama atau memorandum of understanding (MoU).

Suhardi mengungkapkan, perusahaan sering melanggar kesepakatan dalam kontrak. Misalnya, berdirinya pesanggrahan vila tanpa izin. Banyak laporan dari warga soal adanya aktivitas mesum disana.

“Kami juga ingin investor memenuhi peraturan yang berlaku,” tegasnya.

Temuan tersebut membuat Komisi I DPRD Kabupaten Bogor bergerak cepat. Setelah melakukan inspeksi mendadak (sidak), belum lama ini. Ditemukan sejumlah pelanggaran di Tirta Sanita.

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bogor, Kukuh Sri Widodo mengatakan, pengelola menyalahi beberapa kesepakatan. Semua sesuai dengan laporan yang disampaikan warga Bojong Indah dan Cogrek.

Ia pun meminta Pemkab Bogor segera memutus kontrak pengelolaan Tirta Sanita.

“Tidak boleh diperpanjang. Ini bukan usulan, tapi kewajiban karena banyak pelanggaran di kolam pemandian tersebut,” tegasnya.

Kukuh beralasan, pemutusan kontrak tersebut disebabkan berbagai faktor. Salah satunya, manipulasi data dan pajak pengelola. Sebagai gantinya, pemkab harus mencari investor pengganti yang menghasilkan nilai kontrak lebih tinggi .

“Sebagai referensi dan acuan ada surat pengajuan dari dua kepala desa yang dilayangkan kepada bupati dan DPRD. Kami akan kaji bersama.” tukasnya.

Sementara itu, pengelola Tirta Sanita menolak berkomentar terhadap tuntutan warga. Perwakilan PT. Supra Piranti Wisata Ria enggan ditemui wartawan koran ini.

(jabar.pojoksatu)

Polres Sukabumi Buru 6 Anggota Geng Motor

19 May 2016

geng motorSatuan Reresese dan Kriminal Polres Sukabumi Kota, Jawa Barat memburu enam anggota geng motor yang melakukan penganiayaan disertai pembacokan terhadap warga yang terjadi beberapa waktu lalu.

“Enam anggota geng motor tersebut sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) dan anggota dari Satuan Reskrim tengah mengejar mereka,” kata Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Rustam Mansur kepada, Kamis (19/5).

Menurutnya, pemburuan terhadap enam DPO ini berawal saat gerombolan bermotor menyerang warga yang tengah nongkrong di Jalan Raya Baros, RT 003/003, Kelurahan Jayaraksa, Kecamatan Baros, Kota Sukabumi sekitar pukul 00.30 WIB pada Ahad, (15/5).

Akibat penyerangan ini, dua orang remaja yakni Yoga Permana dan Aditia Priyadi menjadi bulan-bulanan gerombolan tersebut dan harus dilarikan ke RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi karena luka bacok di bagian kepala, tangan dan bagian tubuh lainnya.

Dari hasil pengembangan, polisi berhasil menangkap dua orang pelaku penganiyaan yang mencoba melarikan diri ke arah Jalan Raya Baors. Di lokasi tersebut polisi menangkap seorang tersangka, yakni Ridwan Hermawan alias Bam.

Selain menangkap tersangka Ridwan, sebelumya pihaknya juga menangkap seorang remaja yakni Hendri di Jalan Perbawati, Kecamatan/Kabupaten Sukabumi. Dari tangan tersangka, polisi menyita sebilah samurai, jaket geng motor XTC, motor Hoda CBR 150 F 5318 TN dan satu botol minuman keras.

“Dari hasil pengembangan ini, kami mendapatkan informasi bahwa ada enam anggota geng motor lainnya yang ikut menganiaya para korban,” tambahnya.

(Republika)

Perkuat Perbatasan, TNI Prioritaskan Pengamanan di Pulau Terluar

19 May 2016

TENTARAPanglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan, saat ini prioritas utama TNI adalah membangun pulau-pulau terluar. Tak hanya Natuna, Morotai, Biak, Saumlaki dan tempat-tempat terluar lainnya akan menjadi sasaran utama pembangunan.

Gatot menegaskan, semua batas laut Indonesia harus diawasi sehingga bila ada ancaman dapat segera diatasi. Gatot amat memimpikan TNI memiliki pesawat Sukhoi 35, karena berdasarkan simposium Angkatan Udara, saat ini alutsista itulah yang memiliki peralatan tercanggih.

“Kalau kita memiliki Sukhoi 35, sudah dipastikan kita menjadi yang terbaik,” kata Gatot dalam keterangan pers yang diterima detikcom, Rabu (18/5/2016).

TNI telah mengajukan kebutuhan alutsista yang dibutuhkan kepada Kementerian Pertahanan (Kemhan). Prioritas alutsista adalah yang berkaitan dengan kemaritiman.

Selain memperkuat perbatasan, upaya diplomasi damai di Laut Cina Selatan juga terus dilakukan. TNI berpedoman pada kebijakan pemerintah untuk mewujudkan situasi keamanan dan perdamaian di jalur urat nadi ekonomi di dunia tersebut. Segala tindakan yang dapat menyebabkan instabilitas di Laut Cina Selatan, sebisa mungkin juga dicegah.

“Laut Cina Selatan ini menjadi fokus, kemungkinan terjadi konflik dan lain sebagainya, maka kita harus menyiapkan segala kemungkinan, sehingga jangan sampai orang lain yang bertikai kita kena imbasnya,” tuturnya.

Terkait pertemuan trilateral antara Indonesia, Malaysia dan Filipina masih akan dilanjutkan. Ketiga negara sepakat untuk memperkuat keamanan laut.

“Dalam joint deklarasi di area yang human interest tersebut, memang memungkinkan tidak hanya di laut Sulu. Di wilayah-wilayah perbatasan dengan Malaysia kita bisa lakukan, kemudian kita dengan Filipina yang berbatasan dengan Sulawesi Utara,” kata Gatot.

(Detik)

Dikagumi di Yordania, Senapan Sniper ‘Rambo’ Pindad 100% Karya Insinyur RI

12 May 2016

SENJATA PINDADSenapan sniper buatan PT Pindad (Persero), SPR-2, menjadi idola dalam acara pameran industri pertahanan dan keamanan berskala internasional bertajuk The 11th Special Operations Forces Exhibition and Conference (SOFEX), di Amman, Yordania.

Senapan yang bentuknya pernah muncul dalam film Rambo IV tersebut, merupakan produk asli karya insinyur Pindad.

“Murni karya sendiri, termasuk SS2,” kata Direktur Utama Pindad, Silmy Karim, kepada detikFinance, Rabu (11/5/2016).

Lahirnya SPR-2 merupakan sebuah proses perjalanan panjang. Awalnya, Pindad menggandeng FN, Belgia, untuk pembuatan senapan serbu dan Baretta, Italia, untuk pembuatan pistol.

Khusus senapan serbu, Pindad dan FN melahirkan FNC. Sukses dengan FNC, Pindad secara mandiri baru mulai merancang senapan karyanya sendiri bernama SS-1. Di sanalah awal mula lahirnya senapan serbu seperti SS-2 hingga senapan sniper SPR-2.

“Setelah punya keahlian kita desain sendiri, sampai yang sekarang kita sudah bikin senjata SPR 2 untuk sniper,” tambahnya.

Senapan yang dibuat di Bandung itu mampu menembak hingga jarak 2.000 meter atau 2 kilometer (km). Kuatnya daya jangkau senjata SPR-2 ini karena menggunakan peluru kaliber 12,7 mm x 99, atau disebut kaliber 50 dengan kapasitas per magasin 5 peluru.

Senjata ini juga dilengkapi dengan peredam dan mampu menembus baja setebal 2 cm. Satu unit SPR-2 dibandrol sekitar Rp 138 juta.

(Detik)

Jadi Tren, Muncul Komunitas Pemburu Klakson “Telolet”

12 May 2016

TELOLETAksi bocah dan remaja tanggung merekam laju bus di jalan raya dengan telepon genggamnya demi mendapatkan suara klakson atau biasa disebut “telolet” dari sang sopir bus menjadi tren. Mereka lalu mengunggah rekamannya ke media sosial, mulai dari Facebook sampai YouTube.

Aksi para bocah pemburu “telolet” ini tak cuma iseng. Mereka bergabung dalam komunitas khusus dan membuat akun khusus, di YouTube misalnya, sebagai wadah mengunggah video-video rekaman “telolet”.

Mereka tersebar di berbagai lokasi di Jawa, seperti Wonosobo, Yogyakarta, Magetan, Bekasi dan Ungaran.
Sebuah video misalnya ditayangkan di Youtube oleh pemilik akun “Salam telolet Area Kudus”. Video berdurasi 9 menit 25 detik berjudul “Telolet Bus Mania” ini terdiri dari kompilasi rekaman hasil berburu “telolet” di Terminal Kudus pada tanggal 28 Maret 2016 ini.

“Sore menjelang malam kesibukan bus Di Terminal Kudus. pada pukul 16.00 wib PO. Madu Kismo sudah berada di Terminal. Disusul hingga menjelang malam oleh PO. Haryanto, PO. Bejeu, PO. Shantika. pemberangkatan penumpang pada pukul 17.55 wib. dengan tujuan Jakarta, Bandung. ‘Salam Telolet Bus Mania Kudus’ by Anang Fanani” demikian tertulis dalam keterangan video tersebut.

Tak hanya di YouTube, aktivitas pemburu “telolet” ini pun bisa ditemukan di Instagram, misalnya akun “Telolet Bismaniacommunity”

Di Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, para pecinta klakson “telolet” ini juga mempunyai sebuah wadah untuk berkomunikasi, yakni Ungaran Bus Lovers (UBL). Jumlah anggotanya sudah puluhan orang.

Aji (15), salah satu anggota UBL, menuturkan, dirinya sudah melakukan aksi ini sejak setahun yang lalu. Selama itu, dia mengaku sudah enam kali mengikuti pertemuan rutin UBL.

Selain menjalin keakraban, dalam pertemuan itu, sesama pecinta klakson “telolet” juga bisa saling bertukar informasi dan pengetahuan tentang klakson “telolet” bus.

“Sudah enam kali saya ikut pertemuannya. Ketuanya orang Pudakpayung (Semarang). Di grup BBM juga ada, anggotanya banyak,” kata Aji, saat dijumpai tengah beraksi di halte BRT Jl Diponegoro Ungaran, Kabupaten Semarang, Rabu (11/5/2016) sore.

Tak hanya bocah dan remaja tanggung, orang dewasa juga ikut menekuni hobi nyeleneh ini.

“Kalau di sini paling banyak anak SD dan SMP. Tapi ada juga yang kelas 3 SMA,” tambah Lingga (12), siswa kelas IV di Ungaran Barat.

(Kompas)

Rektor Unpad Wacanakan Pencoretan Nama Alumni yang Terlibat Korupsi

11 May 2016

REKTOR UNPADRektor Universitas Padjajaran Bandung Prof Tri Hanggono Achmad mengatakan, alumni harus berperan aktif mengatasi permasalahan utama yang dihadapi Indonesia.

Ia menyebutkan, ada tiga persoalan utama yang dihadapi yaitu korupsi, narkoba, dan terorisme.

Hal itu disampaikannya saat menyampaikan sambutan pada serah terima jabatan Ketua Umum Ikatan Alumni (IKA) Unpad periode 2016-2020 dari Dr Sapta Nirwandar kepada Hikmat Kurnia, di Kampus Unpad, Bandung, Selasa (10/5/2016).

Tri menekankan, alumni Unpad diharapkan berperan aktif dalam penanganan korupsi. Ia mewacanakan pencoretan nama alumni Unpad apabila terbukti melakukan tindakan korupsi di kemudian hari.

“Pada saat wisuda mendatang, ikrar lulusan akan ditambah untuk janji tidak melakukan korupsi,” kata Tri.

Oleh karena itu, ia berharap, IKA Unpad berperan aktif mendorong peran perguruan tinggi untuk memberikan dampak positif bagi bangsa.

Ikatan alumni, kata Tri, harus berorientasi output looking daripada input looking.

“Selama garis tangannya merupakan alumni Unpad, pengabdian harus jalan terus,” kata dia.

Ketua IKA Unpad 2012-2016, Sapta Nirwandar mengatakan, alumni harus bersinergi untuk memberikan kontribusi bagi bangsa.

Beragamnya rumpun keilmuan menjadi modal untuk melakukan kolaborasi terintegrasi yang harus diwujudkan dalam aksi nyata.

Unpad, lanjut Sapta, memiliki kekuatan keilmuan di segala bidang, mulai dari sains, kesehatan, budaya, hingga komunikasi dan sosial politik.

(Kompas)

Minim PJU, Jalan di Kabupaten Bogor Ini Rawan Begal dan Sampah Liar

10 May 2016

cikoleangRuas Jalan Raya Lapan-Cicangkal Desa Sukamulya, Kecamatan Rumpin, sudah hampir enam tahun gelap gulita. Meski begitu, belum ada perhatian dari Pemkab Bogor walau sering dikeluhkan masyarakat.

Warga Kampung Cikoleang, Desa Sukamulya, Agus Santoni (34) mengatakan, jalan tersebut jika malam tiba gelap gulita. Hanya cahaya dari kendaraan bermotor yang membuat kondisi jalan terang. Namun, tak mampu menghindari dari kecelakaan lalu lintas.

Selain soal lampu penerangan jalan umum (PJU), warga juga mengeluhkan adanya sampah dari Tangerang Selatan yang dibuang di Rumpin.

“Sangat lelusa mereka membuang apa saja saking gelapnya. Padahal, ada beberapa tiang lampu PJU di sini. Soalnya sangat gelap gulita, tidak ada sama sekali penerangan meski tiang-tiang lampu ada di sepanjang jalan ini,” keluhnya kepada Radar Bogor Minggu (08/05/2016).

Sementara itu, Kepala Desa Sukamulya, Suganda HM menjelaskan, pihaknya berulang kali meminta pemasangan lampu PJU di Jalan Raya Lapan-Cicangkal. Namun, hingga detik ini tak kunjung ada perhatian.

“Sudah enam tahun selalu gelap,” ucapnya.

Menurutnya, di ruas jalan ini sering terjadi kecelakaan lalu lintas. Pemasangan PJU menjadi kebutuhan paling mendesak dalam rencana pembangunan di desanya.

Tak hanya itu, Suganda juga menuturkan kondisi Lapan-Cicangkal yang gelap, memudahkan pelaku tindak kejahatan beraksi. Seperti pembegalan maupun pencurian kendaraan bermotor.

“Sampah dari luar Rumpin juga sering dibuang oleh warga asal Tangerang,” tandasnya.

(Radar Bogor)

TNI AL Gagalkan Perompakan Kapal Singapura

10 May 2016

TNI ALKRI Untung Suropati 372 milik TNI Angkatan Laut menggagalkan perompakan KM Hai Soon 12 berbendera Singapura di wilayah Tanjung Puting, Kalimantan Selatan, Senin (9/5).

“Setelah menerima informasi dari Badan Keamanan Laut (Bakamla), kita langsung bergerak, dan melakukan pengejaran MV Hai Soon 12. Akhirnya berhasil menggagalkan perompakan dan mengamankan sembilan orang pelaku kejahatan,” kata Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Edi Sucipto dalam keterangan tertulisnya, Selasa (10/5).

Dari hasil pemeriksaan, sembilan orang pelaku perompakan merupakan WNI, yaitu Mustofa (asal Buton), Alimudin (asal Buton), Ali (asal Buton), Anur (asal Bugis), Yanto (asal Buton), Andika (asal Buton), Moh Nurhadi (asal Tanjung Uban), Niko (asal Wakatobi), dan Agus (asal Aceh).

Kapal MV Hai Soon 12 bergerak dari Singapura menuju Dumai. Namun, saat melintasi wilayah Selat Karimata mengalami hilang komunikasi.

“Akhirnya melalui data yang diperoleh dari Automatic Identification System (AIS) kapal tersebut terdeteksi di wilayah Perairan Tanjung Puting dengan nama yang sudah diubah menjadi KM AISO oleh para perompak,” kata Kadispenal.

Rencananya, para perompak tersebut akan memindahkan sebanyak 200 kilo liter minyak muatan dari MV Hai Soon 12 ke kapal Malaysia MT Marine Gas Oil.

Kapal MV Hai Soon 12 dan sembilan orang pelaku perompakan yang diamankan di KRI Untung Suropati-372 dibawa ke Surabaya guna melaksanakan investigasi lebih lanjut.

Laksamana TNI Edi Sucipto mengatakan, TNI Angkatan Laut dalam perannya sebagai penegak hukum di laut akan menindak tegas pelanggaran yang terjadi di wilayah perairan yurisdiksi Indonesia. “TNI Angkatan Laut terus menggelar patroli guna menjaga keamanan di wilayah teritorial Indonesia,” kata Kadispenal.

(Republika)

Polisi Palestina Belajar Cyber Crime dan Digital Forensic dari Indonesia

10 May 2016

polisi palestinaAkhir minggu lalu, 10 polisi Palestina melintas perbatasan serta checkpoint Israel dan singgah di KBRI Amman untuk mengurus visa. Mereka hendak terbang ke Indonesia untuk belajar ilmu kepolisian khususnya bidang cyber crime dan digital forensic.

“Suatu perjuangan bagi seorang polisi Palestina bisa melintas batas dan sampai ke perbatasan Yordania. Tidak ada satupun peserta pelatihan polisi dari Palestina yang membawa seragam kepolisian beserta atributnya, melainkan hanya membawa pakaian kasual seperti layaknya ordinary people,” ucap Mayor Tareq Khalifa seperti ditirukan perwakilan KBRI Amman, Nico Adam, dalam siaran persnya, Selasa (10/5/2016).

Kedatangan mereka ke Jakarta adalah merupakan undangan Direktorat Kerja Sama Teknik, Kementerian Luar Negeri yang bekerja sama dengan Lembaga Pendidikan Kepolisian Republik Indonesia dalam melaksanakan International Workshop on Cyber Crime and Digital Forensic for Palestinian Police and Public Order Management for the Asia Pacific Countries di Jakarta, 9–18 Mei 2016.

Pelatihan tersebut terdiri atas dua bagian terpisah. Pelatihan pertama di bidang Public Order Management for the Asia Pacific Countries bertujuan untuk berbagi pengalaman terbaik Indonesia tentang pemahaman antisipasi demonstrasi, penguasaan kondisi anti huru hara dan peralatan anti huru hara. Pelatihan tersebut diikuti oleh 12 peserta dari negara-negara Fiji, Myanmar, Kamboja, Kaledonia Baru, dan Afghanistan.

Sementara pelatihan kedua di bidang Cyber Crime and Digital Forensic bertujuan untuk meningkatkan kapasitas aparat kepolisian Palestina di bidang penanggulangan kejahatan di dunia maya dan forensik digital. Pelatihan tersebut diikuti oleh 10 peserta polisi Palestina.

Kegiatan workshop di atas merupakan tindak lanjut dari komitmen Pemerintah Indonesia kepada Palestina dalam mendukung dan mempersiapkan kemampuan sumber daya manusia khususnya aparatur pemerintah Palestina. Adapun materi pelatihan di bidang cyber crime dan digital forensic ini adalah sesuai dengan permintaan pemerintah Palestina (Demand Oriented).

Untuk pelatihan ini sebenarnya Pemerintah Indonesia menawarkan untuk 20 peserta. Namun mengingat jumlah personel polisi di Palestina sangat terbatas, maka Palestina hanya mampu mengutus sebanyak 10 orang saja.

Secara resmi kegiatan pelatihan dibuka pada tanggal 9 Mei 2016 oleh Kepala Lembaga Pendidikan Kepolisian, Komjen Polisi Syafruddin dan dihadiri oleh pejabat tinggi kepolisian RI, Duta Besar serta perwakilan kedutaan besar negara-negara terkait, Duta Besar Elias Ginting mewakili Direktur Jenderal Informasi Diplomasi Publik Kemlu serta Direktur Kerja sama Teknik Kemlu RI.

Dalam sambutan pembukaannya, Kepala Lemdikpol menyampaikan bahwa Lemdiklat Polri telah melaksanakan kerja sama luar negeri khususnya terhadap aparat kepolisian mancanegara. Kerja sama ini termasuk pelatihan lalu lintas, Reserse dan Sabhara untuk anggota kepolisian pria Afghanistan, pelatihan negosiator, PPA dan Polmas untuk anggota kepolisian wanita Afghanistan, pengamanan pemilu untuk kepolisian Myanmar, pendidikan pengembangan umum untuk para pemimpin level menengah dari beberapa negara lain, dan berbagai jenis pendidikan pengembangan spesialisasi untuk anggota kepolisian Timor Leste.

Mewakili Kementerian Luar Negeri, Dubes Elias Ginting menyampaikan bahwa pelatihan untuk polisi Palestina merupakan bagian dari amanat Konstitusi RI untuk mendukung kemerdekaan semua bangsa, termasuk Palestina. Sedangkan pelatihan bidang anti huru-hara menjadi bagian penting guna menegakkan kehidupan berbangsa yang demokratis di kawasan Asia Pasifik. Kedua program merupakan permintaan dari Palestina dan negara-negara kawasan Asia Pasifik, dan dirancang sesuai dengan kondisi di wilayah mereka masing-masing.

Sebagai informasi, selama lebih dari 17 tahun, Indonesia telah mengimplementasikan lebih dari 460 program peningkatan kapasitas untuk lebih dari 5,400 peserta dari Asia, Afrika, Pasifik dan Timur Tengah serta Amerika Selatan. Secara khusus bagi Palestina, Pemerintah Indonesia telah membantu 1.394 orang dalam berbagai program peningkatan kapasitas sejak tahun 2008. Bidang-bidang peningkatan kapasitas andalan Indonesia termasuk di antaranya perikanan, good governance, pariwisata, pertanian, dan bidang pelatihan lainnya. Pelatihan peningkatan kapasitas bagi Palestina dan negara-negara di kawasan Pasifik Selatan juga merupakan bagian dari komitmen Pemerintah RI untuk terus mendorong kerja sama pembangunan antar negara berkembang.

(Detik)

Aksi “Bullying” Kini Diganjar dengan Ketidaklulusan

10 May 2016

bullingSanksi bagi enam siswi kelas XII SMAN 3 Jakarta Selatan yang melakukan aksi perundungan atau bullying terhadap adik kelasnya telah dijatuhkan. Mereka dinyatakan tidak lulus sekolah karena dinilai memiliki perilaku yang tidak baik.

“Hasil rapat Dewan Guru memutuskan, sikap mereka yang berenam itu tidak baik karena terjadi pem-bully-an terhadap adik-adiknya sehingga Dewan Guru memutuskan bahwa anak yang terlibat bully itu dinyatakan tidak lulus,” ujar Kepala Sekolah SMAN 3 Jakarta, Ratna Budiarti, Senin (9/5/2016).

Keenam siswi tersebut juga tidak dapat mengulang di SMAN 3 karena pihak sekolah telah mengeluarkan dan mengembalikan mereka kepada orangtuanya. Bahkan, menurut Ratna, mereka tidak dapat mengulang di SMA negeri mana pun di Jakarta.

“Jadi kalau mereka mau mengulang di sekolah lain, di swasta. Karena berdasarkan surat dari Dinas Pendidikan DKI Jakarta, siswa yang terlibat bullying, kekerasan, tawuran, tidak bisa diterima di (sekolah) negeri di DKI Jakarta. Alternatif kedua tidak mengulang tapi ikut ujian Paket C tahun depan, tahun 2017,” kata Ratna.

Sebelum pengumuman kelulusan kelas XII, pihak SMAN 3 sebenarnya telah memutuskan sanksi yang akan mereka berikan terhadap para siswi pelaku bullying. Mulanya sanksi yang diputuskan bukan soal kelulusan, melainkan sebatas penahanan ijazah.

“Sanksinya kita sepakati bersama bahwa yang kelas XII kalau mereka lulus, kan tinggal tunggu pengumuman, ijazahnya kami tahan sampai tidak ada lagi pihak-pihak yang menuntut atas kejadian ini,” ucap Ratna dalam kesempatan berbeda beberapa waktu lalu.

Namun, keputusan itu berubah setelah Dewan Guru mengadakan rapat kelulusan. Pihak sekolah langsung memutuskan bahwa mereka dinyatakan tidak lulus.

Sikap atau perilaku peserta didik kini menjadi salah satu indikator penentu kelulusan. Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Sopan Adrianto menyatakan ada tiga hal yang menjadi indikator kelulusan.

“Kan kriteria kelulusan itu ada tiga di Permendikbud Nomor 5 Tahun 2015. Yang pertama itu yang bersangkutan sudah menyelesaikan seluruh program pembelajaran. Kedua punya perilaku yang baik. Nah yang ketiga itu lulus ujian sekolah,” ujar Sopan beberapa waktu lalu.

Bullying yang terjadi di SMAN 3 berawal saat para pelajar kelas XII mengetahui ada siswi kelas X yang mengunjungi sebuah kafe yang menyuguhkan penampilan DJ (disc jockey). Bagi mereka, para adik kelasnya itu belum pantas pergi ke tempat tersebut.

Para pelajar kelas XII kemudian memanggil para pelajar X tersebut. Di sebuah warung di depan sekolahnya, mereka memberikan hukuman kepada adik kelasnya itu. Korban antara lain disiram air teh dari kemasan botol dan abu rokok. Para korban juga mendapat kekerasan verbal.

(Kompas)

« Previous PageNext Page »