Kapal Imigran Libya Terbalik di Laut Mediterania, 100 Orang Hilang

27 May 2016

kapal terbalikSebuah kapal pengangkut imigran terbalik di tengah Laut Mediterania. Lima orang tewas dan ratusan orang lainnya berhasil diselamatkan dalam insiden tersebut.

Sebagaimana dilansir AFP, Jumat (27/5/2016), berdasarkan keterangan penumpang yang selamat, sekitar 100 imigran lainnya diperkirakan telah tenggelam.

“Korban yang selamat mengatakan kepada tim kami ketika mereka mendarat di Porto Empedocle (Sicily), mereka mengatakan ada 100 orang hilang yang terjebak di lambung kapal,” ujar juru bicara Organisasi Migrasi Internasional (IOM) di Italia, Flavio Di Giacomo, kepada AFP, Kamis (26/5) waktu setempat.

Berdasarkan keterangan penumpang yang selamat, kapal tersebut membawa sekitar 650 orang saat berlayar di Laut Mediterania, Libya. Para imigran tersebut mayoritas berasal dari Maroko.

Sebagaimana diberitakan, pencarian imigran yang tenggelam sudah dilakukan. Kapal angkatan laut di daerah lain mengirim helikopter dan kapal penyelamat lain. 562 Orang imigran berhasil selamat. Ditururkan Di Giacomo, hal seperti kapal terbalik sangatlah jarang terjadi. Di antara yang selamat tidak hanya ada warga Maroko, tetapi banyak warga Tunisia dan warga Suiriah yang telah tinggal di Libya.

(Detik)

Hukum Kebiri Halal Menurut Islam

27 May 2016

hukum kebiriPelaksanaan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Kebiri terhadap pelaku pemerkosaan, menurut hukum Islam dibolehkan.

Hal itu dikatakan Wakil Ketua Dewan Fatwa Pengurus Besar Al Jam`iyatul Washliyah (PB Al Washliyah), KH Ovied R di Jakarta, Kamis (26/5/2016).

KH Ovied menyambut positif dikeluarkannya Perppu kebiri terhadap pelaku pemerkosaan disertai pembunuhan. Menurut dia, sanksi hukum kebiri tersebut telah sejalan dengan hukum Islam. “Hukum Islam terhadap pemerkosa disertai pembunuhan adalah hukum mati,” kata Guru Tafsir Al Qur`an dan Perbandingan Mazhab Majelis Taklim Jakarta.

Dalam Al Qur`an secara tegas dan jelas menyatakan mengenai dibolehkannya hukum mati termasuk kebiri terhadap pembunuh, pemerkosa. Bahkan lebih dari kebiri, Al Qur`an membolehkan seperti potong tangan dan kaki. Hal itu sebagai mana termaktub dalam Firman Allah SWT Surah Al Maidah ayat 33.

“Hukum kebiri itu boleh dan halal,” kata Ovied, Direktur Lembaga Riset Arab dan Timur Tengah ini.

(Poskota)

Mata Air Foundation Gelar Try Out SBMPTN 2016 di 56 Daerah

27 May 2016

BPUN 20163.500 pelajar dan santri di 56 kota/kabupaten mengikuti Try Out SBMPTN yang digelar oleh Mata Air Foundation. Kegiatan ini, dikatakan Muhammad A Idris, Direktur Program Mata Air, merupakan akhir dari pelaksanaan Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (BPUN) 2016.

“Para pelajar dan satri ini telah mengikuti program Intensif Camp selama satu setengah bulan di Pondok Pesantren dibekali trik pengerjakan soal agar lulus Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) sekaligus perkuat ilmu agama dan nasionalisme,” katanya, (26/06)

Dikatakan, lokasi program diantaranya Pesantren Asyidiqiyah 10 Cianjur, Pesantren Al Kamal Kunir Blitar, Pesantren Al Hidayat Salaman Magelang, dll. Menurutnya, berbasis camp atau penginapan di pesantren dimaksudkan untuk menciptakan suasana belajar yang kondusif.

“Peserta berasal dari Sekolah Menengah Atas (SMA) dapat kesempatan jadi santri dan peserta asal Madrasah bisa memiliki etos untuk kuliah di PTN dengan jurusan yang kompetitif,” tambahnya.

Harapannya, peserta yang telah mengikuti tryout ini selain lulus, juga nantinya bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi sesuai minat dan bakatnya seperti Informasi Teknologi, Ekonomi, Hukum dan Kedokteran. Dijelaskan juga, pasa peserta merupakan investasi untuk melahirkan generasi unggul yang berasal dari Pesantren.

“Menciptakan mahasiswa yang berkualitas. Keilmuannya bagus, rasa nasionalisme dan wawasan kegamaannya dapat diandalkan,” tambahnya.

Ia juga menegaskan, Bimbel tahunan yang dilaksanakan Mata Air disiapkan untuk Pelajar dan Santri pintar yang kurang mampu ekonominya untuk di dampingi agar dapat masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) jalur SBMPTN. Menurutnya, sudah ada 13.000 lebih alumni Bimbel MataAir yang sudah didampingi hingga masuk Universitas.

“Hanya dengan pendidikan kita bisa mengubah taraf hidup dan memutus mata rantai kemiskinan. Membuka akses pendidikan yang di lakukan Mata Air adalah komitmen untuk mengurai kesenjangan hidup masyarakat Indonesia. Do’anya agar para santri Lulus SBMPTN dan mendapatkan beasiswa Bidik Misi atau Scholarship lainnya,” pungkas Muhammad A Idris.

(jais/jarmed)

Pedagang Musiman di Kabupaten Bekasi Mulai Bermunculan

26 May 2016

timun suriPedagang musiman timun suri mulai bermunculan jelang Ramadan. Sejumlah lapak pedagang buah sajian khas saat berbuka puasa itu banyak ditemui di ruas jalan dari Babelan hingga Tambun Utara, Selasa (24/5).

Warga Babelan, Iseh (45) mengatakan, dia sengaja menjajakan timun suri untuk memanfaatkan momen datangnya Ramadan. Apalagi, di beberapa wilayah di Kabupaten Bekasi memang saat ini sudah mulai memanen buah tersebut.

“Sengaja buka lapak lebih awal, karena memanfaatkan panen timun suri di beberapa tempat, juga biar dapat lapak yang strategis soalnya kalau pas Ramadan terkadang sulit untuk cari lapak karena banyak yang jualan,” katanya.

Timun suri dengan berat hingga empat kilogram, biasanya dia jual dengan harga Rp5.000 per buah. Meski Ramadan masih beberapa minggu lagi, tetapi penjualan timun suri miliknya saat ini bisa mencapai omzet penjualan hingga 20 buah per hari.

Sementara itu, suami Iseh, Prijanto (52) yang juga ikut berjualan mengatakan, panen timun suri kali ini memang terhitung cukup cepat. Padahal, rata-rata timun suri bisa dipanen paling lama setelah mencapai dua setengah bulan. Menurutnya, daya tahan timun suri bisa mencapai lebih dari sepekan setelah dipetik.

Dia mengaku tergiur dengan pendapatan dari hasil penjualan timun suri yang menggiurkan. Dari pengalamannya tahun lalu, pada saat Ramadan penjualan timun suri melonjak.

“Kalau Ramadan tahun kemarin saya bisa jual timun suri palimg sedikit 50 biji. Bukan cuma timun suri, tapi semangka juga lebih ramai, saya berharap Ramadan tahun ini bisa lebih rame lagi yang beli timun suri,” harapnya.

(jabar.pojoksatu.id)

Bulan Puasa Masih 2 Minggu Lagi, Harga Kebutuhan Pokok Mulai Merangkak Naik

26 May 2016

pedagangDua minggu jelang bulan Ramadhan, harga kebutuan pokok di sejumlah pasar tradisional di Kota Bogor mulai merangkak naik.
Seperti di Pasar Kebon Kembang, Kota Bogor harga cabai merah dan ayam potong mulai naik antara Rp 5.000-10.00 per kilogram.
Seorang pedagang ayam di Pasar Kebon Kembang, Kurasih mengatakan, naiknya harga ini sering terjadi jelang puasa.
“Kalau selama puasa bahkan bisa sampai Rp 40 ribu, biasa kalau mau puasa pasti suka naik. Tapi nanti bakal turun lagi,” ujarnya kepada TribunnewsBogor.com.
Sementara seorang pedagang cabai dan sayuran, Edi mengatakan, kenaikan harga ini sudah terjadi sejak sekitar dua minggu lalu.
“Dari sananya sudah naik, mungkin karena mau puasa jadi pada naik,” katanya.

Berikut beberapa harga komoditas yang mengalami kenaikan harga :
Cabai rawit naik menjadi Rp 20 ribu per kilogram (kg), sebelumnya Rp 15 ribu per kg.
Cabai kriting naik menjadi Rp 30 ribu per kg, dari sebelumnya Rp 28 ribu per kg.
Cabai gendut naik menjadi Rp 32 ribu per kg, dari sebelumnya Rp 30 ribu per kg.
Cabai merah naik meniadi Rp 32 ribu per kg, dari sebelumnya Rp 28 ribu per kg.
Bawang putih menjadi Rp 35 per kg, dari sebelumnya Rp 30 ribu per kg.
Bawang merah menjadi Rp 40 ribu per kg, dari sebelumnya Rp 30 ribu per kg.

Bawang bombay Rp 20 ribu per kg, belum mengalami perubahan.
Kentang menjadi Rp 12 ribu per kg, dari sebelumnya Rp 10 ribu.
Tomat menjadi Rp 12 ribu per kg, dari sebelumnya Rp 8 ribu.
Daging sapi menjadi Rp 120 ribu per kg, dari sebelumnya Rp 100 ribu per kg.
Daging ayam menjadi Rp 35 ribu per kg, dari sebelumnya Rp 30 ribu per kg.

(Tribunnews)

Pengunjung Istana Bogor Diimbau tak Pakai Sandal

26 May 2016

isturaDinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Bogor, Jawa Barat, mengimbau masyarakat yang ingin mengunjungi Istana Bogor dalam kegiatan Istana Untuk Rakyat (Istura) tidak memakai sandal. Peraturan ini dibuat untuk dipatuhi agar pengunjung diizinkan masuk ke dalam istana.

Imbauan ini disampaikan lantara pada hari kedua pelaksanaan Istura, Rabu (25/5), banyak warga yang kecewa karena tidak diperbolehkan masuk Istana Bogor oleh pengamanan presiden (Paspampres) karena memakai sandal, meski telah berpakaian rapi dan sopan serta sandal yang digunakan bukanlah sandal jepit.

“Tahun ini peraturan masuk istana lebih ketat dari biasanya, pengunjung yang memakai sandal tidak diperbolehkan masuk ke dalam istana, begitu juga telepon genggam tidak diperbolehkan lagi,” kata Kepala Disbudparekraf Kota Bogor, Shahlan Rasyidi, di Bogor, Rabu (25/5).

Menurut Shahlan, pihaknya telah menyebarluaskan informasi tentang tata cara dan persyaratan yang harus dipenuhi warga untuk bisa mengunjungi Istana Bogor baik melalui website resmi Disbudparekraf, web Pemkot Bogor, media hingga selebaran.

Beberapa persyaratan tersebut di antaranya harus memiliki tiket masuk, dilarang membawa barang berisi tas dan makanan, panitia tidak menyediakan penitipan barang dan tidak bertanggung jawab atas kehilangan barang, berpakaian bebas rapi, sopan (tidak menggunakan jeans dan sandal), dilarang membawa kamera dan mengambil gambar di Istana.

“Adanya larangan masuk itu menjadi kewenangan pihak keamanan istana,” katanya.

Hari kedua Istura, beberapa masyarakat mengeluh kecewa karena mereka tidak diperbolehkan masuk ke Istana Bogor hanya karena memakai sandal. Ungkapan kekecewaan disampaikan Sutia (66) dan Misriyah (54) yang datang dari Pulau Tidung, Kepulauan Seribu. Mereka tidak diperbolehkan masuk istana karena memakai sandal.

“Saya sudah jauh-jauh dari Pulau Tidung ke Bogor hanya untuk bisa masuk ke Istana Bogor, tetapi ditolak karena saya memakai sandal,” katanya dengan nada kecewa.

(Republika)

Kebiri dan Denda Rp 5 Miliar Mulai Berlaku Untuk Pemerkosa dan Pembunuh Anak

26 May 2016

KEBIRIBudiansyah (26) pemerkosa sekaligus pembunuh balita berinisial LN (2,5 tahun) warga Pabuarantonggoh, Desa Girimulya, Kabupaten Bogor, pertengahan Mei lalu, adalah salah satu pelaku yang harus siap-siap akan mendapat hukuman kebiri.
Tersangka yang kini mendekam di tahanan Polres Bogor itu juga terancam hukuman denda maksimal Rp 5 miliar di samping hukuman kurungan seumur hidup.
Keluarga korban berharap pelaku pemerkosa dan pembunuh anaknya itu diberi hukuman setimpal.
Ibu korban, Nuruliana mengaku masih geram terhadap Budiansyah yang tak lain adalah tetangganya sendiri.
“Nyawa anak saya sampai kapan pun tidak bisa digantikan dengan apapun. Tapi saya berharap pelaku layak diberi hukuman yang paling berat. Kalau perlu hukum mati atau dikebiri saja pelakunya,” tandasnya.
Presiden Joko Widodo, seperti diberitakan Wartakotalive.com dan Tribunews.com, menandatangani Perppu Nomor 1 Tahun 2016 tentang Pelindungan Anak sebagai perubahan kedua atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Perppu kebiri resmi berlaku sejak kemarin dengan tujuan untuk menjerat para pelaku kejahatan seksual anak.
Perppu tersebut memuat diantaranya sanksi tegas berupa hukuman lima tahun penjara hingga hukuman mati dan denda maksimal Rp 300 juta hingga Rp 5 miliar.

“Perppu ini untuk mengatasi kegentingan yang diakibatkan kekerasan seksual terhadap anak yang semakin meningkat signifikan,” kata Presiden Jokowi di Istana Negara.
Selain mengatur mengenai adanya hukuman pokok berupa hukuman penjara hingga mati, ada pula hukuman tambahan yang akan diberlakukan.
Diantaranya adalah pemasangan alat deteksi elektronik di pergelangan kaki bagi para residivis agar diketahui gerak geriknya dan pengumuman identitas pelaku ke publik serta tindakan berupa kebiri kimia.
Pidana tambahan yaitu pengumuman identitas pelaku, tindakan berupa kebiri kimia dan pemasangan alat deteksi elektronik.
Presiden mengatakan, Pidana Subsider bagi pelaku kekerasan terhadap anak tersebut akan memberikan ruang kepada hakim untuk memberikan putusan yang berat kepada pelaku

(Tribunnews)

Mulai 1 Juni, SIM Telat Satu Hari Wajib Bikin Baru

26 May 2016

SIMMulai 1 Juni mendatang, Polres Bogor akan menolak permohonan perpanjangan surat izin mengemudi (SIM) yang telat satu hari sejak masa berlakunya habis.

Pemohon nantinya wajib mengajukan pembuatan SIM baru. Aturan baru ini berlaku setelah Kapolri mengeluarkan telegram bernomor tr ST/985/IV/2016 tertanggal 20 April 2016.

“ Benar, telat sehari aja harus buat baru. Ini aturan baru yang dikeluarkan Kapolri,” kata Baur SIM Polres Bogor Aiptu Asep Saripudin kepada Pojokjabar, beberapa waktu lalu.

Asep mencontohkan, masa berlaku SIM habis pada tanggal 1 Juni, maka pemohon harus mengajukan perpanjangan sebelum tanggal 1 Juni.

Jika lewat tanggal 1 Juni maka pemohon tidak bisa mengajukan perpanjangan dan harus membuat baru.

“ Kita terus sosialisasikan aturan baru ini,” tandas Asep.

(jabar.pojoksatu.id)

Ditemukan Banyak Pelanggaran, Tempat Wisata di Kabupaten Bogor Ini Bakal Tutup?

19 May 2016

gunung kapurTempat wisata pemandian air panas, Tirta Sanita dikabarkan akan tutup. Dua desa di Kecamatan Parung yakni Bojong Indah dan Cogrek, menuntut Pemkab Bogor tak memperpanjang izin pengelolaan lahan Gunung Kapur dan Gunung Panjang.

Sebab, sejak 1990 dibuka, PT. Supra Piranti Wisata Ria tak memberi kontribusi bagi masyarakat di kedua desa tersebut. Tirta Sanita diperkirakan menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Bogor sebesar Rp3 miliar pertahun.

Jumlah itu diketahui dari penjualan tiket sebesar Rp15 ribu untuk dewasa dan Rp10 ribu bagi anak kecil. Belum lagi sejumlah wahana permainan dengan tarif berbeda. Setiap pekan 3.000 pengunjung memadati lokasi tersebut.

“Ini terkait dengan aset desa seperti tertuang dalam Pasal 76 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa,,”ujar Kades Cogrek, Suherdi kepada Radar Bogor, Rabu (17/05/2016).

Ia mengatakan, dua desa yang masuk wilayah objek wisata telah melayangkan surat permohonan kepada Komisi I. Selain itu, surat juga ditujukan kepada Bupati Bogor Nurhayanti.

“Kami telah memberikan surat pernyataan terkait perpanjangan kontrak pengelolaan Gunung Kapur dan Gunung Panjang oleh PT. Supra Piranti Wisata Ria,”cetusnya.

Dalam suratnya, warga desa meminta pemkab membuat aturan yang jelas. Terutama kewajiban pelaku usaha berkontribusi pada lingkungan di sekitarnya. Tuntutan lainnya , desa berhak mengetahui setiap isi dari perjanjian kerjasama atau memorandum of understanding (MoU).

Suhardi mengungkapkan, perusahaan sering melanggar kesepakatan dalam kontrak. Misalnya, berdirinya pesanggrahan vila tanpa izin. Banyak laporan dari warga soal adanya aktivitas mesum disana.

“Kami juga ingin investor memenuhi peraturan yang berlaku,” tegasnya.

Temuan tersebut membuat Komisi I DPRD Kabupaten Bogor bergerak cepat. Setelah melakukan inspeksi mendadak (sidak), belum lama ini. Ditemukan sejumlah pelanggaran di Tirta Sanita.

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bogor, Kukuh Sri Widodo mengatakan, pengelola menyalahi beberapa kesepakatan. Semua sesuai dengan laporan yang disampaikan warga Bojong Indah dan Cogrek.

Ia pun meminta Pemkab Bogor segera memutus kontrak pengelolaan Tirta Sanita.

“Tidak boleh diperpanjang. Ini bukan usulan, tapi kewajiban karena banyak pelanggaran di kolam pemandian tersebut,” tegasnya.

Kukuh beralasan, pemutusan kontrak tersebut disebabkan berbagai faktor. Salah satunya, manipulasi data dan pajak pengelola. Sebagai gantinya, pemkab harus mencari investor pengganti yang menghasilkan nilai kontrak lebih tinggi .

“Sebagai referensi dan acuan ada surat pengajuan dari dua kepala desa yang dilayangkan kepada bupati dan DPRD. Kami akan kaji bersama.” tukasnya.

Sementara itu, pengelola Tirta Sanita menolak berkomentar terhadap tuntutan warga. Perwakilan PT. Supra Piranti Wisata Ria enggan ditemui wartawan koran ini.

(jabar.pojoksatu)

Polres Sukabumi Buru 6 Anggota Geng Motor

19 May 2016

geng motorSatuan Reresese dan Kriminal Polres Sukabumi Kota, Jawa Barat memburu enam anggota geng motor yang melakukan penganiayaan disertai pembacokan terhadap warga yang terjadi beberapa waktu lalu.

“Enam anggota geng motor tersebut sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) dan anggota dari Satuan Reskrim tengah mengejar mereka,” kata Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Rustam Mansur kepada, Kamis (19/5).

Menurutnya, pemburuan terhadap enam DPO ini berawal saat gerombolan bermotor menyerang warga yang tengah nongkrong di Jalan Raya Baros, RT 003/003, Kelurahan Jayaraksa, Kecamatan Baros, Kota Sukabumi sekitar pukul 00.30 WIB pada Ahad, (15/5).

Akibat penyerangan ini, dua orang remaja yakni Yoga Permana dan Aditia Priyadi menjadi bulan-bulanan gerombolan tersebut dan harus dilarikan ke RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi karena luka bacok di bagian kepala, tangan dan bagian tubuh lainnya.

Dari hasil pengembangan, polisi berhasil menangkap dua orang pelaku penganiyaan yang mencoba melarikan diri ke arah Jalan Raya Baors. Di lokasi tersebut polisi menangkap seorang tersangka, yakni Ridwan Hermawan alias Bam.

Selain menangkap tersangka Ridwan, sebelumya pihaknya juga menangkap seorang remaja yakni Hendri di Jalan Perbawati, Kecamatan/Kabupaten Sukabumi. Dari tangan tersangka, polisi menyita sebilah samurai, jaket geng motor XTC, motor Hoda CBR 150 F 5318 TN dan satu botol minuman keras.

“Dari hasil pengembangan ini, kami mendapatkan informasi bahwa ada enam anggota geng motor lainnya yang ikut menganiaya para korban,” tambahnya.

(Republika)

« Previous PageNext Page »