Tolong Rehab Rumah Saya …

19 April 2016

TOLONGSebuah gubuk di Kampung Bojongkeong, RT 04/03, Desa Mekarsari, Kecamatan Rumpin menjadi tempat tinggal Saanah (50) yang kini hidup dengan anak semata wayangnya. Meski hanya dibalut bilik bambu yang telah usang, namun itulah satu-satunya harta peninggalan sang suami setelah tutup usia pada 25 tahun silam.

Saanah yang sehari-harinya menjadi buruh tani panggilan itu harus bertahan hidup dengan penghasilan tak tentu. Keinginannya untuk memperbaiki rumah pun hanya impian kosong. “Penghasilannya cuma Rp20 ribu, itu pun kalau ada kerjaan. Jadi, mana bisa buat perbaiki rumah ini,” keluh Saanah dengan mata berkaca-kaca.

Pantauan Harian Metropolitan di lokasi, rumah Saanah terlihat sangat memprihatinkan. Di sana-sini sudah rusak dan rapuh. Atapnya banyak yang bocor dan dinding tepas bertiang kayu juga mulai rapuh dan keropos. Sementara itu, lantainya masih berupa tanah. “Suami saya sudah meninggal 25 tahun lalu. Jadi, saya yang harus kerja menghidupi anak,” kata dia.

Kini, anak semata wayangnya telah tumbuh besar. Namun, nasibnya pun sama dengan dirinya. Saanah mengaku tak bisa menggantungkan harapan pada anaknya. “Anak saya juga jadi buruh dan sama-sama susah. Mau nggak mau dijalani saja hidup seperti ini,” ujarnya.

Jika hujan, ia pun harus was-was. Tak hanya atapnya bocor, angin kencang juga membuat rumahnya bergoyang hingga nyaris roboh. Saat ditanya soal bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), Saanah mengaku hingga kini tak ada uluran tangan pemerintah. “Semoga ada bantuan RTLH dan tolong rehab rumah saya,” pintanya.

(Metropolitan.id)

Polisi: Nur Atikah Jalin Hubungan dengan Terduga Pelaku 2 Bulan

19 April 2016

pembunuh mutilasiPolisi masih menyelidiki motif pembunuhan Nur Atikah (33) yang diduga dilakukan oleh Kusmayadi alias Agus (31). Sejauh ini, polisi baru mengetahui hubungan korban dengan terduga pelaku.

“Korban punya hubungan dengan terduga pelaku, tinggal satu rumah tanpa ikatan suami-istri. Mereka sudah berhubungan lebih dari 2 bulan,” ujar Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Herry Heryawan kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (18/4/2016).

Herry mengatakan korban dan pelaku pernah bekerja di rumah makan Padang Gumaran, Cikupa. “Korban keluar dari tempat kerjanya pada Desember 2015 karena hamil, lalu pelaku masuk ke situ pada Januari 2016,” katanya.

Tetapi, sejak kapan korban dan pelaku menjalin hubungan belum diketahui secara pasti. Saksi kunci, Erwin yang diamankan karena membantu membawa potongan tubuh korban juga tidak tahu sejak kapan korban dan pelaku berhubungan.

“Temannya itu tidak tahu, tahunya sudah 2 bulan lebih mereka itu dekat,” ujar sumber.

(detik.com)

Pertama Kali, Pesawat China Mendarat di Pulau Buatan Laut China Selatan

19 April 2016

bandara baru chinaSatu pesawat militer China mendarat pertama kalinya di pulau buatan yang dibangun di atas perairan sengketa Laut China Selatan. Pendaratan ini dilakukan di tengah kritikan terhadap China yang nekat membangun pulau buatan di wilayah sengketa.

Aktivitas pendaratan ini juga meningkatkan dugaan bahwa China akan menyiagakan sejumlah pesawat perangnya di pulau buatan tersebut. Selama ini, Amerika Serikat mengkritik China atas pulau buatan itu dan mengkhawatirkan pulau itu dibuat untuk tujuan militer, meskipun China telah membantah.

Seperti dilansir Reuters, Senin (18/4/2016), landasan pesawat sepanjang 3 ribu meter itu dibangun di atas pulau buatan yang dibangun di atas gugusan terumbu karang Fiery Cross Reef. Uji coba penerbangan sipil dilakukan di landasan itu sejak Januari lalu.

Dalam halaman depannya, surat kabar resmi China, People’s Liberation Army Daily, menyebutkan satu pesawat militer yang tengah berpatroli di atas Laut China Selatan pada Minggu (17/4), menerima panggilan darurat untuk mendarat di Fiery Cross Reef demi mengevakuasi tiga pekerja yang sakit parah.

Para pekerja yang sakit itu dibawa ke Pulau Hainan untuk mendapat perawatan medis lebih lanjut. Surat kabar resmi China itu juga menampilkan foto pesawat yang telah mendarat di Hainan.

Menurut media China lainnya, Global Times, ini merupakan pertama kalinya militer China mengakui secara publik soal pesawatnya mendarat di Fiery Cross Reef. Global Times mengutip pakar militer yang menyebut pendaratan ini menunjukkan landasan di pulau buatan itu memenuhi standar militer.

Pakar militer ini juga menyebut dirinya bisa melihat jet tempur China disiagakan di pulau buatan itu. Secara terpisah, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lu Kang, menyebut misi penyelamatan seperti itu merupakan bagian dari tradisi militer dan bukan hal mengejutkan karena sering dilakukan di wilayah China yang lain.

Landasan pesawat di pulau buatan itu cukup panjang untuk melayani pendaratan pesawat militer sekelas pesawat pengebom, dan juga pesawat tempur.

Laut China Selatan menjadi sengketa sejumlah negara selain China, yakni Vietnam, Malaysia, Brunei Darussalam, Filipina dan Taiwan. Lebih dari US$ 5 triliun perdagangan dunia disalurkan melalui Laut China Selatan setiap tahunnya.

(detik.com)

Jasad Nenek Tunawisma Tergeletak di Trotoar Jalan Raya Bogor

19 April 2016

jasad nenekJasad seorang nenek tampak tergeletak di trotoar Jalan Raya Bogor KM 27, Jakarta Timur. Saat ini jenazah dibawa aparat kepolisian ke Rumah Sakit Polri.

Menurut kontributor pasangmata.com Jamaludin Akmal yang berada di lokasi, Senin (18/4/2016) mayat nenek ditutupi dengan kain sarung. Polisi menduga nenek tersebut merupakan tunawisma.

“Kalau kata polisi nenek itu tunawisma. Kayaknya nenek itu sedang tiduran dialasi kardus di pinggir jalan,” terang Jamal.

Nenek itu ditemukan bersama seorang kakek yang diduga suaminya. “Ada kakek juga bersama nenek itu, tapi dia diam saja,” sambungnya.

Mayat nenek itu tergeletak di pinggir jalan sejak pukul 13.30 WIB. Pihak kepolisian baru mengevakuasinya sekitar pukul 16.00 WIB.

Belum diketahui penyebab meninggalnya nenek tersebut apa. Saat ini polisi masih memintai keterangan kakek yang bersamanya di Polsek Pasar Rebo.

(detik.com)

Hafiz Cilik Musa Harumkan Nama Indonesia pada MHQ Internasional Sharm El-Sheikh

15 April 2016

musa2016Dalam rangka memenuhi undangan Kementerian Wakaf Mesir, Pemerintah RI melalui Kemenag mengutus Musa La Ode Abu Hanafi (7 tahun 10 bulan) didampingi oleh orang tuanya, La Ode Abu Hanafi untuk mengikuti Musabaqah Hifzil Quran (MHQ) Internasional di Sharm El-Sheikh Mesir pada 10-14 April 2016. Jumlah peserta MHQ Internasional Sharm El-Sheikh untuk semua cabang mencapai 80 orang yang terdiri dari 60 negara antara lain Mesir, Sudan, Arab Saudi, Kuwait, Maroko, Chad, Aljazair, Mauritania, Yaman, Bahrain, Nigeria, Malaysia, Brunei Darussalam, Filipina, Thailand, Australia, Ukraina, dan Indonesia serta negara-negara lainnya. Dalam hal ini, Musa merupakan utusan Indonesia satu-satunya yang berpartisipasi pada perlombaan tersebut.

Musa mengikuti lomba cabang Hifz al-Quran 30 juz untuk golongan anak-anak, dan merupakan peserta paling kecil di antara seluruh peserta lomba, karena peserta lainnya berusia di atas sepuluh tahun. Hal itu menjadi daya tarik tersendiri bagi peserta Indonesia yang mendorong jurnalis Kantor Berita MENA mewawancarai Musa dan orang tuanya pada hari pertama kedatangan mereka, sebelum bertanding. Pada keesokan harinya hasil wawancara tersebut sudah dimuat di sejumlah media Mesir dengan judul: Indonesia Berpartisipasi pada MTQ Internasional Sharm El-Sheikh dengan Peserta Paling Kecil.

Seperti peserta lomba cabang Hifzil Quran golongan anak-anak lainnya, Musa diminta untuk menuntaskan 6 soal, yang berhasil dilalui Musa dengan tenang, tanpa ada salah maupun lupa. Hal itu berbeda dengan para peserta lomba lainnya yang rata-rata mengalami lupa, bahkan diingatkan dan dibetulkan oleh dewan juri. Lancarnya bacaan dan ketenangan Musa dalam membawakan ayat-ayat Al-Quran yang ditanyakan membuat Ketua Dewan Juri Sheikh Helmy Gamal, Wakil Ketua Persatuan Quraa Mesir dan sejumlah hadirin meneteskan air mata.

Decak kagum terhadap penampilan Hafiz Cilik Indonesia tidak hanya ditunjukkan oleh dewan juri dan para hadirin. Para peserta yang menjadi saingan Musa pun menunjukkan decak kagum kepada utusan Indonesia tersebut. Setelah tampil, Musa langsung diserbu oleh oleh para hadirin untuk berfoto dan mencium kepalanya sebagai bentuk takzim sesuai budaya masyarakat Arab. Tak mau ketinggalan, Dewan Juri dan panitia dari Kementerian Wakaf Mesir ikut pula meminta Musa untuk berfoto dengan mereka. Hal itu tidak mereka lakukan terhadap peserta MTQ lainnya. Meskipun karena usianya yang masih kecil dan lidahnya yang masih cadel dan belum bisa mengucapkan hurup “R” Musa dinilai telah menjadi juara di hati dewan juri dan para hadirin, meskipun secara tertulis dia hanya memperoleh juara tiga. Hal itu karena menurut Syeikh Helmy Gamal bacaan Al-Quran diatur dengan kaedah dan hukum yang jelas dan tidak bisa dikesampingkan antara lain terkait makharijul huruf.

Pada acara penutupan, Menteri Wakaf Mesir Prof. Dr. Mohamed Mochtar Gomaa memanggil Musa dan Abu Hanafi secara khusus. Pada kesempatan tersebut Menteri Gomaa atas nama Pemerintah Mesir mengundang Musa dan Hanafi pada peringatan Malam Lailatul Qadar yang diadakan pada Ramadan mendatang. Disebutkan bahwa Presiden Mesir akan memberikan penghargaan secara langsung kepada Musa. Pemerintah Mesir akan menanggung biaya tiket dan akomodasi selama mereka berada di Mesir. Menteri Gomaa menyampaikan takjubnya kepada Musa yang berusia paling kecil dan tidak bisa berbahasa Arab, tapi menghapal Al-Quran dengan sempurna.

Lauti Nia Sutedja, Kordinator Fungsi Pensosbud KBRI Cairo menuturkan, “Delegasi cilik Indonesia, Musa, telah berhasil meningkatkan kecintaan bangsa lain terhadap Indonesia. Banyak peserta yang menyebutnya sebagai mukjizat. Alhamdulillah, staf kami telah berhasil merekam penampilan Musa secara utuh. Dalam waktu dekat akan kita turunkan pada laman resmi KBRI di situs jejaring Facebook dan Youtube agar dapat disaksikan oleh masyarakat di tanah air.”

Sementara Meri Binsar Simorangkir, KUAI KBRI Cairo menyatakan bangga bahwa Musa yang masih kecil telah berhasil mengharumkan nama Indonesia melalui Al-Quran. Menurutnya, KBRI Cairo dalam hal ini sangat mendukung upaya Musa dalam meraih prestasinya, karena ia membawa nama Indonesia. (kemlu.go.id)

Google Menghormati Samaun Samadikun Dengan Google Doodle

15 April 2016

samaun_samadikunHari ini halaman utama Google Doodle tampil seorang insinyur dan ilmuan asal Indonesia, dialah Prof. Dr. Samaun Samadikun.Latar belakang foto yang menghias halaman depan tulisan “Google” yang terbentuk dari kabel, tombol dan ampere meter. Lalu siapakan Samaun Samadikun itu?

Prof. Dr. Samaun Samadikun Lahir di Magetan, Jatim 15 April 1931. Dia adalah seorang insinyur, pendidik dan ilmuwan Indonesia, ia dikenal sebagai seorang figur dosen ITB dan pendidik yang sangat menonjol sebagai teladan. Penampilan lahiriahnya sangat sederhana dan bersahaja tanpa mengurangi wibawa dan kehormatannya. Banyak orang menyebutnya Bapak Mikroelektronika Indonesia.

Prof. Samaun Samadikun adalah alumni ITB Jurusan Teknik Elektro pada tahun 1950an, dia juga mendapat gelar M.Sc, Ph.D di bidang teknik elektro dari Universitas Stanford Amerika Serikat.

Prof. Samaun Samadikun adalah salah satu pendiri dari Akademi Ilmu Pengetahuan Islam dan salah satu penditi Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia, ia adalah penulis dan turut menulis banyak publikasi ilmiah nasional maupun internasional dalam bidang tunnel diodes, instrumentasi nuklir, dan lain-lain.

(az-raxal/id.wikipedia.org)

 

Pilkades Serentak di Sukabumi, 323 Calon Kades Jalani Tes Narkoba

15 April 2016

PILKADES SUKABUMISebanyak 323 bakal calon kepala desa yang akan mengikuti Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mengikuti tes urine mulai Kamis (14/4/2016) hingga Sabtu (16/4/2016).

Bila nantinya hasil tes urine tersebut positif narkoba, maka calon kepala desa yang bersangkutan dinyatakan gugur dalam kepesertaan pada pesta demokrasi yang akan dilaksanakan 8 Mei 2016 mendatang.

“Sanksinya, kalau ada calon kepala desa yang hasilnya terindikasi positif tentunya akan gugur,” kata Kepala Bidang Pemerintahan Desa, Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan Desa (BPMPD) Kabupaten Sukabumi, Yudi Mulyadi kepada Kompas.com saat di RSUD Sekarwangi, Cibadak, Kamis (14/4/2016).

Menurut Yudi, selain tes urine, para calon kepala desa juga mengikuti pemeriksaan kesehatan. Rencananya, pemeriksaan kesehatan dan tes urine ini dilaksanakan mulai Kamis, 14 April hingga Sabtu, 16 April mendatang.

Karena peserta mencapai 323 orang, pemeriksaan dilaksanakan di dua rumah sakit, yaitu RSUD Sekarwangi, Cibadak dan RSUD Palabuhanratu. Untuk pemeriksaan di Sekarwangi, Cibadak sebanyak 173 orang dan di Palabuhanratu sebanyak 150 orang.

“Pelaksanaan tes urine langsung oleh para petugas Badan Nasional Narkotika Kabupaten (BNNK) Sukabumi dan tes kesehatan oleh tim medis masing-masing di kedua rumah sakit,” ujar dia.

Yudi menuturkan, pemilihan kepala desa serentak ini dilaksanakan oleh sebanyak 70 desa di 36 kecamatan. Desa di Kabupaten Sukabumi total sebanyak 381 desa dan 5 kelurahan.

“Pengumuman hasil tes akan dilaksanakan pada 20 April mendatang dan pelaksanaan Pilkades serentak pada 8 Mei,” tuturnya.

Salah seorang calon kepala desa, Irwan Kurniawan (35) menyambut positif penyelenggaraan tes urine dan sosialisasi bahaya narkoba yang dilaksanakan panitia. Karena hal ini bisa menjadi sebagai salah satu langkah bagi aparat desa dalam ikut mencegah peredaran narkoba di wilayahnya.

“Tes urine ini bisa dijadikan sebagai salah satu contoh bagi masyarakat. Apalagi saat ini ada saja oknum yang diduga terlibat dalam penyalahgunaan narkoba,” ungkap Irwan, salah satu calon kepala Desa Cibolangkaler, Kecamatan Cisaat.

(Kompas)

Kehadiran Imigran di Puncak Diprotes Warga

14 April 2016

IMIGRANMenjamurnya para imigran mendapat protes dari masyarakat sekitar. Selain mencari tempat tinggal, para imigran itu pun sudah merambah ke dunia usaha dengan membuka pertokoan. Seperti pusat pertokoan Pafesta dan di sekitaran warung kaleng.

Jenis usaha yang digeluti imigran tersebut berbeda-beda, mulai dari pangkas rambut, jual sembako hingga jual ice cream. Rata-rata semuanya berada di sekitar Kecamatan Cisarua.

Salah seorang masyarakat Cibeureum, Abah Anom sangat menyayangkan dengan banyaknya imigran yang buka usaha menurutnya perlu ada perhatian khusus dari pemerintah tentang keberadaan imigran tersebut. ”Tak sedikit imigran nikah dengan masyarakat kita dan itu perlu diperhatikan pemerintah,” keluhnya.

Hal yang sama juga diungkapkan warga Tugu Utara, Dede Rohmat. Ia berpendapat bahwa masyarakat bukannya antiimigran, tetapi setidaknya mereka memilki dokumen lengkap,” sebaiknya para imigran itu dilokalisasi saja, sehingga dengan mudah dipantau dan diawasi,” pintanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, terkait imigran yang buka usaha tentunya perlu ditertibkan. ”Negara kita kan punya aturan dan tentunya para imigran yang buka usaha harus ditertibkan,” pungkasnya.

(Metropolitan.id)

Banjir Langka Melanda Riyadh Arab Saudi, Sekolah-sekolah Diliburkan

14 April 2016

ARABSekolah-sekolah di Riyadh, Arab Saudi hari ini ditutup menyusul badai yang memicu banjir langka di ibukota Saudi itu. Lalu lintas pun mengalami kemacetan karena jalan-jalan yang terendam banjir.

Badai yang mulai menerjang pada Selasa, 12 April malam waktu setempat itu, telah mereda pada Rabu pagi waktu setempat. Namun sejumlah jalan masih terendam air akibat banjir.

Juru bicara dewan kota, Mohammed al-Shwayman mengatakan seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (13/4/2016), otoritas Riyadh telah menerapkan rencana emergensi untuk menanggulangi banjir tersebut.

Lalu lintas pun mengalami kemacetan hingga empat kilometer di sepanjang salah satu jalanan utama di Riyadh. Banyak kendaraan mengalami mogok seiring banjir yang melanda jalan-jalan di Riyadh.

Banjir seperti ini merupakan peristiwa langka di Riyadh, yang dikenal akan suhu udaranya yang panas dan hanya sesekali diguyur hujan lebat.

Media Arab News melaporkan, semua sekolah di wilayah Riyadh ditutup hari ini akibat banjir tersebut. Setidaknya satu universitas, Naif Arab University for Security Sciences, juga meliburkan aktivitas perkuliahan hari ini.

(Detik)

Seorang Pemuda Asal Sukabumi Cari Candi Di Gunung Salak

14 April 2016

NYARI CANDISeorang pria diamankan petugas Polisi Hutan (Polhut) Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).
Pria bernama Ujang Sopiandi (27) diamankan petugas ke Polsek Tamansari, Kabupaten Bogor.
Warga Kampung Nagrak Kidul RT 1/2 Desa Selawangi, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat mengaku sudah dua bulan berada di Gunung Salak.
Tujuannya untuk mencari candi di gunung yang terkenal angker tersebut.
Ujang terlihat warga dan petugas Polhut TNGHS sedang berjalan di wilayah Blok Sintok, Desa Sukamantri, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/4/2015) pagi sekitar pukul 09.30 WIB.
Saat ditemukan, pria ini tidak membawa perbekalan di gunung yang cuacanya sangat ekstrim itu.

Keberadaan Ujang pertama kali diketahui Isak (34) seorang warga yang kemudian melaporkan hal itu kepada petugas Polhut.
“Waktu saya tanya, katanya lagi nyari candi terbesar di Bogor,” kata Isak kepada TribunnewsBogor.com, di Mapolsek Tamansari.
Setelah diberi makan, pria yang hanya menggunakan sweater itu dibawa ke Polsek Tamansari untuk dimintai keterangan.
“Orang itu tidak membawa identitas, saat ditanya juga jawabannya suka ngaco,” kata dia.
Sementara itu, Kapolsek Tamansari, Iptu Sudin Muhammad mengatakan, pihaknya akan segera mengantarkan Ujang ke kampung halamnnya di Sukabumi.
“Sekarang masih ditanya-tanya dulu, soalnya dia emang engga membawa identitas sama sekali. Takunya pas ditanya jawabannya berubah lagi,” kata Kapolsek.
Dari pengamatan TribunnewsBogor.com, wajah bingung nampak jelas terlihat dar lelaki tersebut saat ditanya oleh petugas Polsek Tamansari.

(Tribunnews)

« Previous PageNext Page »