Ditolak RS Ciawi dan RSCM, Tumor Ganas di Wajah Ikhsan Pecah

20 February 2015

tumorIkhsan Azman Fadillah (4), warga Kampung Tarikolot, Desa Cimande Kecamatan Caringin, penderita tumor ganas di bagian wajahnya. Hingga kini masih belum mendapatkan perawatan medis, setelah ditelantarkan oleh pihak RSUD Ciawi dan juga Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Hingga kini, Ikhsan yang menderita tumor sejak enam bulan silam hanya bisa terbaring lemah di kediamannya dan dirawat seadanya oleh pihak keluarga. Hilal Azman ayah Ikhsan menuturkan, pembengkakan di wajah anaknya itu terjadi sejak enam bulan lalu. Saat itu, Ikhsan mengeluh kesakitan di bagian wajah setelah tertusuk lidi. ”Beberapa hari kemudian, wajahnya membengkak dan langsung kami bawa ke Puskesmas. Tapi menurut pihak puskesmas, pembengkakan di wajah Ikhsan hanyalah bisul biasa,” tuturnya kepada heibogor.com, Jumat (20/02/15). Dirinya menceritakan, pembengkakan yang dialami bocah  tersebut semakin bertambah parah hingga membesar. Sehingga, membuat dirinya memutuskan untuk membawa Ikhsan ke RSUD Ciawi, untuk mendapatkan pengobatan lanjutan. Dengan alasan tidak memiliki peralatan yang memadai untuk pemeriksaan, sambungnya, Pihak RSUD Ciawi tidak mengambil tindakan pengobatan apapun dan menganjurkan kami untuk berobat ke  RSCM. ”Kami disarankan ke RSCM untuk menjalani tes Biopsi guna  memastikan penyakit anak saya, dengan cara mengambil contoh daging di bagian wajahnya,” ujarnya. Namun, harapan itu pupus karena pihak RSCM tak juga melaksanakan tes Biopsi. ”Sebelum dilakukannya tes Biopsi, Ikhsan harus dirawat di ICU. Tapi alasannya karena ruang ICU masih penuh,” ujar Hilal. Hingga akhirnya, kata dia dua minggu lalu, bengkak di wajah Ikhsan pecah. ”Wajahnya jadi tak berbentuk sehingga sulit untuk berbicara apalagi makan dan minum,” lanjutnya. Kini, Hilal bersama keluarganya hanya menunggu harapan akan adanya bantuan dari pihak Pemerintah Kabupaten Bogor. Agar bisa mendapatkan keringanan dan juga bantuan medis dari pemerintah, untuk pengobatan puteranya tersebut. ”Sampai saat ini belum ada bantuan dari pemerintah daerah. Pihak kecamatan pun belum menengok, padahal sudah saya beritahu. Kami berharap, pemerintah bisa membantu pengobatan anak saya ini,” pungkasnya.

(Heibogor)

Kesal Dioper-oper, Penumpang Lion Air Blokir Jalan Terminal 3

20 February 2015

lion-air-penumpang-nihCalon penumpang Lion Air mulai emosi akibat ketidakjelasan dari pihak Angkasa Pura II dan maskapai Lion Air. Pasalnya bagi yang belum mendapatkan tiket tidak bisa mendapat tiket refund.
“Kita blokir jalan, orang janji biro jasa hukum datang ke terminal tiga semuanya bisa dikembalikan, tapi kenyataannya tidak,” ujar Riko (29) warga Jakarta yang ingin ke Batam, Jumat (20/2/2015).
Riko merasa kesal karena keberangkatan pesawatnya berada di Terminal 1, namun ia harus pindah ke Terminal 3 untuk mendapatkan ganti rugi tiket pesawat. Riko merasa dioper-oper oleh pihak Angkasa Pura II.
“Saya dari terminal 1 B, biro hukum bilang bahwa uang dikembalikan di Terminal 3,” ungkap Riko.
Hingga saat ini banyak calon penumpang yang tidak mendapat tiket. Karena hal tersebut mereka tidak bisa mengganti rugi. Sedket penukaran dan pembelian tiket Lion Air tutup hari ini.
“Manusia yang pakai perasaan manusia, uang balik kenyataannya, tidak mau ribut biar ribut, saya mau ribut,” ujar Riko.

(Tribunnews)

Pengalaman Nelayan RI ke ‘Kota Tuna’ Filipina, Dapat Bir dan Ditawari Nikah

18 February 2015

ikan-tunaPemerintah Kota General Santos (Gensan) di Filipina memberikan perlakuan istimewa kepada para nelayan asal Bitung, Sulawesi Utara (Sulut) yang membawa tuna. Perlakua istimewa ini membuat para nelayan Bitung tergiur untuk mengirim tuna segar ke Gensan.

“Di sana banyak orang sedangkan lautnya kurang. Jadi mereka menghargai kita datang ke sana dikasih macam-macam mulai disambut bir hingga ditawari nikah pun bisa. Saya belum sempat,” ungkap nelayan asal Bitung Mistun Rois saat ditemui di Gedung Mina Bahari II, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta, Rabu (18/02/2015).

Mistun mengungkapkan mobilitas nelayan Bitung di Gensan cukup banyak. Hal ini didukung dengan jarak yang begitu dekat antara Bitung ke Gensan hanya 500 Km.

“Dari Bitung ke Gensan hanya semalaman sampai, dari Pulau Sangihe ke Gensan hanya 5 jam,” imbuhnya.

Di sana tuna-tuna asal Bitung seperti Yellow Fin dijual cukup mahal dibandingkan harus dijual di Bitung. Setiap kg tuna Yellow Fin di Gensan dijual dengan harga Rp 45.000 sedangkan di Bitung hanya Rp 17.000.

“Setelah itu tuna-tuna kita sebagian diolah menjadi ikan kaleng dan sebagian diekspor kembali sebagai produk segar,” paparnya.

Rois mengaku pernah berkunjung langsung ke Gensan pada 2005, 2009 dan 2011 sebagai anak buah kapal (ABK). Setelah itu ia mulai banting setir, observer (petugas pemantau penangkapan dan pengangkutan ikan) di 2012, bahkan menjadi Kepala Observer Bitung.

“Kenangan yang saya dapat, kami sandar di Gensan dan kami direspons bagus oleh mereka karena mereka menilai kami memberikan makan dia,” tukasnya.

Seperti diketahui Gensan merupakan kota pelabuhan di Filipina mendapat pasokan secara ilegal 99,9% ikan tuna segar dari Bitung, Sulawesi Utara dengan cara transhipment dari ikan tuna asal Indonesia. Gensan juga disebut sebagai kota tuna di Filipina.

(detik.com)

Mabes Polri Dukung Keputusan Presiden Tak Jadi Melantik Komjen BG

18 February 2015

komjenbudi3Presiden Jokowi membatalkan pelantikan Komjen Budi Gunawan dan mengusulkan Komjen Badrodin Haiti sebagai calon kapolri baru. Mabes Polri mendukung keputusan Presiden.

“Kita mendukung dan menghormati,” kata Karo Penmas Brigjen Agus Riyanto menjawab pertanyaan respons Mabes Polri soal pembatalan pelantikan Komjen Budi Gunawan. Agus menyampaikan hal tersebut kepada wartawan di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (18/2/2015).

Agus mengatakan Mabes Polri akan menggelar rapat internal untuk segera menyikapi pembatalan Komjen Budi Gunawan dan pengusulan Komjen Badrodin Haiti. Akan ada langkah-langkah yang disiapkan.

“Untuk menyikapi ini, tentunya ada langkah-langkah internal yang perlu dilakukan,” ujar Agus.

Presiden Jokowi akan mengirimkan surat pengusulan Komjen Badrodin Haiti ke DPR setelah masa reses usai pada 22 Maret 2015. Komjen Budi Gunawan diminta tetap berkontribusi untuk Polri.

(detik.com)

Rumah Pembunuh Muslim di AS Persis ‘Gudang Senjata’

17 February 2015

craig-hicksPolisi terkejut menemukan banyak senjata api saat menggeledah kondominium tempat tinggal pelaku pembunuhan tiga mahasiswa Muslim di Chapel Hill, Amerika Serikat, Craig Stephen Hicks, akhir pekan lalu.

Diberitakan The Guardian, polisi mendapati empat pistol tangan, dua senapan berburu dan enam senapan serbu, salah satunya adalah senapan militer AR-15.

Selain itu, di rumah pria 46 tahun itu juga ditemukan beberapa magasin yang terisi peluru dan banyak kotak amunisi. Delapan selongsong peluru ditemukan di apartemen sebelah tempat Deah Shaddy Barakat, 23, Yusor Mohammad Abu-Salha, 21, dan Razan Mohammad Abu-Salha, 19, tewas ditembak.

Hicks dikenal sebagai pendukung hak-hak kepemilikan senjata di Amerika Serikat. Dia menentang segala bentuk upaya pembatasan kepemilikan senjata yang direncanakan Presiden Barack Obama setelah maraknya penembakan di negara itu.

Hicks didakwa atas tiga dakwaan pembunuhan tingkat pertama pekan lalu. Jika menilik dari akun Facebooknya, Hicks yang mengklaim sebagai ateis melakukan pembunuhan atas dasar kebencian terhadap agama.

Namun polisi mengaku masih belum menemukan bukti bahwa kebencian tersebut menjadi dasar penembakan itu. Potensi lainnya, Hicks murka dan menembak ketiga korban karena cekcok masalah lahan parkir.

Membenci Islam dan Kristen

Pada postingannya tahun 2012, Hicks terang-terangan menyatakan kebencian terhadap Islam dan agama lainnya. Namun dia juga menegaskan menghargai kebebasan beribadah.

“Saya membenci Islam sama seperti Kristen, tapi mereka punya hak untuk beribadah di negara ini seperti yang lain,” tulis Hicks, berbicara soal rencana pembangunan masjid dekat gedung WTC di New York.

Karena sikapnya yang penuh kebencian ini, putri Hicks dari pernikahan sebelumnya Sarah Hurley, 20, mengaku memutuskan hubungan dengan ayahnya beberapa tahun yang lalu.

“Saya memutuskan hubungan dengan dia bukan hanya karena dia tidak menghargai keyakinan beragama orang lain tapi juga menghina mereka di Facebook,” kata Hurley yang bahkan enggan memanggil Hicks dengan sebutan “ayah”, dilansir Huffington Post. (cnnindonesia.com)

Pekan Ini, Terpidana Mati Dipindah ke Nusa Kambangan

17 February 2015

nusa-kambanganKejaksaan Agung menyatakan proses pemindahan terpidana mati gelombang kedua yang akan dieksekusi, bisa rampung pekan ini. Mereka akan dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan Nusa Kambangan –pulau di selatan Jawa Tengah yang menjadi lokasi pelaksanaan eksekusi.

“Persiapan belum rampung, tapi pemindahan mudah-mudahan selesai minggu ini,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Tony Spontana kepada CNN Indonesia, Senin (16/2).

Menurut rencana, para terpidana mati dipindahkan ke Nusa Kambangan menjelang tanggal pelaksanaan eksekusi. Dua di antaranya termasuk terpidana yang berada di Lapas Grobogan, Denpasar, yakni Andrew Chan dan Myuran Sukumaran –dua anggota penyelundup narkoba Bali Nine.

Para terpidana mati akan disatukan di Nusa Kambangan karena eksekusi mati rencananya akan digelar serempak.

Dana untuk pelaksanaan eksekusi, menurut Tony, sudah tersedia dan akan dicairkan menjelang pelaksanaan eksekusi.

Sebelumnya, Jaksa Agung M Prasetyo mengatakan terpidana mati yang akan dieksekusi pada gelombang kedua ini tidak akan lebih dari eksekusi gelombang pertama, yakni enam orang.

Kejaksaan memprioritaskan narapidana yang tersangkut kasus narkoba. “Kami ingin memberikan pesan bahwa narkoba ini membahayakan,” ujar Prasetyo.

Dari 11 terpidana mati yang menunggu dieksekusi, delapan orang terlibat kasus narkoba, termasuk Andrew dan Myuran, warga asal Australia yang permohonan grasinya telah ditolak oleh Presiden Jokowi.(cnnindonesia.com)

Bima Arya: Kantor Wali Kota Bogor Dijadikan Museum

17 February 2015

bima-aryaDalam upaya mewujudkan wilayah heritage di Jalan Ir Djuanda, wacana mengubah fungsi kantor wali kota Bogor menjadi museum dilontarkan.

“Kantor wali kota akan jadi museum dan perpustakaan. Sedangkan pusat pemerintahan akan dilokasikan ke daerah lain,” katanya saat memulai rapat dengan tokoh budayawan dan sejarawan Bogor, Senin (16/2).

Hal itu dicanangkan juga lantaran jumlah staf balai kota yang mencapai 9000 orang. Wacana itu diyakini Bima dapat mengurangi beban kota. “Upaya itu untuk menjaga aset istana dan kebun raya kebanggaan kita,” ujarnya.

Bima menuturkan, pandangan pemerintah Kota Bogor terhadap Istana Bogor dan Kebun Raya tetap menjadi daya tarik wisatawan. Sehingga dalam upaya pengembangan penataan kota, kata Bima, ada opsi yang salah satunya dengan pelebaran pedestrian.

“Karena termasuk kawasan cagar budaya opsi ini harus dibicarakan serta dibicarakan dengan baik,” jelas Bima (republika.co.id)

Ridwan Kamil Targetkan 30 Sekolah Sehat di 2015

17 February 2015

walikota-bandung-ridwan-kamilWalikota Bandung Ridwan Kamil menargetkan akan merealisasikan 30 Sekolah Sehat di tahun 2015 ini. ‘’Dari jumlah enam Sekolah Sehat di 2014, kami tingkatkan dan komitmen merealisasikan 30 Sekolah Sehat di 2015 ini,’’ tandas Ridwan Kamil dalam perbincangan dengan wartawan Republika Rachmat Santosa Basarah usai berbagi ilmu dan konsep tentang Sekolah Sehat di Forum PBB, SEAMO INNOTECH, Bangkok, Thailand, Ahad (15/2).

Dikatakan Ridwan Kamil, salah satu standar minimal Sekolah Sehat sesuai yang diterapkan oleh organisasi dunia SEAMO INNOTECH, yaitu rasio ketersediaan jumlah toilet dengan jumlah siswa. ‘’ Rasio toilet ini, yaitu setiap 25 siswa perempuan harus ada satu toilet. Setiap 40 siswa laki-laki harus ada satu toilet. Nah di kita masih sekitar 80 an siswa untuk satu toilet,’’ ungkap Kang Emil, sapaan Ridwan Kamil.

Selain itu menurutnya, dalam Sekolah Sehat ini juga akan ada program menyikat gigi bersama serta program mencuci tangan bersama. Juga program minum obat cacing secara berkala.’’ Ini yang menjadi syarat minimal sebagai sekolah sehat. Sehingga mengurangi penyakit di sekolah serta mengurangi permasalahan kesehatan di sekolah,’’ papar Kang Emil. Kota Bandung terpilih dalam pertemuan tahunan ini untuk menyampaikan materi atau berbagi dengan negara-negara se-Asia Tenggara terkait dengan Sekolah Sehat.

Ditambahkannya, menurut PBB banyak penyakit-penyakit anak yang terjadi justru karena pengaruh lingkungan sekolah penanganannya kurang serius. ‘’Bandung Alhamdulillah terpilih dan kita sharing terkait konsep sekolah sehat di Indonesia khususnya di Bandung,’’ ungkapnya usai pertemuan yang dihadiri peserta dari 11 negara se-Asia Tenggara. Dikatakan Kang Emil, pihaknya akan menggandeng pihak ketiga atau kalangan dunia usaha untuk mewujudkan target 30 Sekolah Sehat di 2015 ini.

Sementara itu visi misi SEAMEO INNOTECH terutama untuk mengidentifikasi permasalahan pendidikan umum dan khusus serta kebutuhan negara-negara Asia Tenggara. Serta mengembangkan solusi berbasis teknologi yang inovatif dan solusi untuk mengatasi masalah ini. (rol.co.id)

Pengacara Senior: Tafsir Hakim Sarpin Sesat

16 February 2015

hakim-sarpin-rizaldPengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan mengabulkan gugatan praperadilan Komjen Budi Gunawan. Hakim tunggal Sarpin Rizaldi menilai, penetapan tersangka Kepala Lembaga Pendidikan Kepolisian (Lemdikpol) tidak sah.

Menurut advokat senior Nursyahbani Katjasungkana, pertimbangan yang digunakan hakim Sarpin bahwa saat itu Budi bukan penyelenggara negara adalah tidak tepat. Meski Karo Binkar adalah jabatan administrasi di Mabes Polri, tetapi pejabatnya merupakan penyelenggara negara.

“Itu sesuai Undang-Undang KPK toh, ini saya kira penafsiran yang sesat dari pengadilan mengenai penyelenggara negara,” katanya di gedung KPK, Senin (16/2).

Nursyahbani mengatakan, ke depan pasti akan banyak yang mengajukan gugatan praperadilan terkait penetapan tersangkanya. Bukan hanya tersangka korupsi, tetapi tersangka di kepolisian dan kejaksaan juga akan mengajukan gugatan praperadilan. Sebab, kata dia, semua akan merasa bahwa penetapan tersangka masuk dalam obyek praperadilan.

Menurutnya, dikabulkannya gugatan praperadilan ini membuat lembaga antikorupsi ini lumpuh. Kemenangan praperadilan yang diajukan mantan ajudan Megawati Soekarnoputri itu menjadi preseden buruk bagi penegakan hukum di Indonesia. “Ini benar-benar kemenangan bagi koruptor,” ujarnya. (ROL.CO.ID)

Trimedya Yakin Hari Ini Jokowi Lantik Budi Gunawan

16 February 2015

trimedyaWakil Ketua Komisi III Trimedya Pandjaitan yakin, hari ini, Komjen Pol Budi Gunawan akan dilantik sebagai Kapolri. PN Jaksel sudah memutuskan label tersangka yang dialamatkan kepada Komjen Budi tak sah.

“Saya kira hari ini akan dilantik. Karena putusan PN Jaksel sudah inkrah. Pak Jokowi kan Konsisten. Memang paling fair menunggu praperadilan ini,” kata Trimedya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (16/2/2015).

Komisi III, tambah Trimedya, akan menggelar rapat internal untuk membicarakan keputusan PN Jaksel. “Sore, kami akan buat rapat internal, minta Pimpinan DPR segera menyurati presiden untuk melantik (Komjen Budi),” tambah Trimedya.

Siang tadi, di PN Jaksel, hakim tunggal Sarpin Rizaldi dalam putusannya mengabulkan permohonan Komjen Budi. Sarpin menyatakan penyidikan terhadap Komjen Budi tak punya kekuatan hukum.

“Pengadilan memutuskan menerima gugatan pemohon sebagian dan menolaknya sebagian,” kata Sarpin.

Sarpin memutuskan penetapan tersangka terhadap Komjen Budi oleh KPK tidak sah secara hukum. “Maka seluruh rangkaian pemeriksaan perkara permohonan praperadilan ini selesai dan sidang dinyatakan ditutup,” tegas Sarpin. (metrotvnews.com)

« Previous PageNext Page »