Irjen Pol Bambang Waskito Resmi Menjabat Kapolda Jawa Barat

2 June 2016

kapolda jabarIrjen Pol Bambang Waskito resmi mengemban Kapolda Jawa Barat menggantikan Irjen Pol Jodie Rooseto.
Prosesi serah terima jabatan (Sertijab) yang dilakukan di Markas Polda Jabar, Jalan Soekarni-Hatta, Kota Bandung, Kamis (2/6/2016).
Sekitar pukul 06.30 WIB, Bambang tiba di Mapolda Jabar didampingi istri.
Ia disambut dengan prosesi adat sunda.
Sejumlah Kapolres di lingkup Polda Jabar hadir dalam prosesi.
Seluruh satuan kepolisian pun telah berbaris di halaman Mapolda Jabar.
Seperti diketahui, Irjen Pol Bambang Waskito saat ini telah dilantik Kapolri untuk menjabat sebagai Kapolda Jabar.
Pria yang sebelumnya menjabat sebagai Widyaiswara Utama Sespim Polri Lemdikpol ini menggantikan posisi Irjen Pol Jodie Rooseto yang terhitung baru menjabat sebagai Kapolda Jabar selama kurang lebih dua bulan.
Untuk selanjutnya, Jodie akan menjabat sebagai asisten sumber daya manusia Kapolri menggantikan posisi Irjen Pol Sabar Rahardjo yang memasuki masa pensiun.

(Tribunnews)

Tanah Merah Rumpin Dijual ke Tangerang

2 June 2016

tanah merahPengerukan tanah merah membuat warga Kampung Cikoleang harus menjadi korban polusi udara. Hal ini menyusul adanya aktivitas pengurukan tanah hingga membuat debu bergumpal dan mengancam kesehatan warga.

Pantauan Metropolitan, tanah merah yang diangkut col desel kerap hilir mudik membuat sepanjang Jalan Raya Lapan Cikoleang dipenuhi tanah. Tak sedikit dari pengendara sepeda motor menjadi korban. “Kalau jalannya disiram malah jadi licin dan membahayakan warga,” kata seorang warga, Yayat.

Ia pun mengaku kesal dengan aktivitas pengurukan yang membuat puluhan mobil truk hilir mudik setiap harinya. “Masalahnya, yang mengangkut tanah merah tidak sedikit. Ada puluhan,” sesal­nya.

Informasi yang dihimpun, diketahui jika hasil pengerukan tanah merah dari Bogor dibawa ke wilayah Tangerang un­tuk menguruk lokasi bekas galian yang luasnya sekitar 14 hektare.

Menurut seorang pengemudi truk, pengusaha galian tanah memang senga­ja berlomba-lomba mengambil tanah merah yang ada di kawasan Bumi Tegar Beriman. “Iya ini mau dijual ke Tangerang,” kata sopir yang enggan disebutkan na­manya itu.

(Metropolitan.id)

Warga Singapura dan Malaysia Rasakan Guncangan Gempa 6,5 SR Sumbar

2 June 2016

gempa padang 2016Gempa bumi berkekuatan 6,5 SR mengguncang pesisir selatan Sumatera Barat pada pukul 05.35 WIB. Guncangan itu rupanya terasa hingga Singapura dan Malaysia.

Dilansir ChannelNewsAsia, Kamis (2/6/2016), Meteorological Service Singapore (MSS) menyebut gempa pertama kali terdeteksi pada pukul 06.56 waktu setempat. Pusat gempa itu berjarak sekitar 517 km dari Singapura.

Tidak ada peringatan atau potensi tsunami akibat getaran gempa tersebut. Meski demikian, ChannelNewsAsia mengungkapkan pihaknya menerima sedikitnya 7 laporan dari warga terkait guncangan di Singapura.

Pasalnya, guncangan itu terasa jelas di sejumlah daerah, seperti Bukit Panjang, Siglap, Punggol dan Toa Payoh. Anya Kothary, warga Siglap menyebut diriya merasa getaran di lantai 13 apartemennya.

“Guncangannya cukup kuat dan berlangsung selama beberapa menit,” terangnya.

Selain itu melalui akun Twitter-nya, Jack yang di tinggal di kawasan Punggol mengungkapkan semua lantai di apartemen dirinya tinggal bergetar. Hal senada juga diungkapkan oleh pengguna Twitter lainya, Cholina Em.

Tak hanya Singapura, guncangan juga terasa hingga ke Johor, Malaysia. Salah seorang warga bernama Monesha Selvagnanam menyebut dirinya merasa getaran cukup kuat di apartemennya saat gempa terjadi.

Saat hal ini dikonfirmasi kepada Kepala Mitigasi Gempa bumi dan Tsunami BMKG Daryono, dia mengatakan bahwa guncangan bisa saja terasa hingga ke sejumlah negara tetangga. Meskipun hal tersebut kecil kemungkinannya.

“Sepertinya bisa tapi kecil kemungkinan. Ini kedalamannya kan 70 km, jadi termasuk gempa menengah,” kata Darmono saat dihubungi detikcom.

Seperti diberitakan sebelumnya, gempa pertama kali tercatat pada pukul 05.35 WIB. Pusat gempa berada di sebelah barat daya Sumbar dengan jarak 79 km dengan kedalaman 72 km.

(Detik)

Lebaran Tahun Ini, DLLAJ Bogor Siapkan 300 Unit Bus untuk Mudik Gratis

31 May 2016

MUDIKDinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (DLLAJ) Kabupaten Bogor telah menyiapkan sekira 300 unit bus untuk mudik Lebaran 2016 nanti. Hal ini merupakan salah satu program Pemerintah Kabupaten Bogor terkait arus mudik Lebaran tahun ini.

“Ratusan bus sudah siap untuk pemudik nanti,” kata Kepala DLLAJ Kabupaten Bogor, Sugiantoro, Senin (30/5/2016).

Ia mengatakan, pihaknya siap mengadakan program mudik khusus bagi warga Bumi Tegar Beriman yang ingin merayakan Hari Raya Idul Fitri 1437 Hijriyah kali ini di kampung halamannya.

Untuk itu, bagi masyarakat yang hendak mengikuti program mudik gratis dapat melakukan pendaftaran via online di situs mudikgratis.dephub.go.id.

“Syaratnya cukup Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) si pemohon, lalu registrasi via online,” tambahnya.

(jabar.pojoksatu.id)

SBMPTN 2016, Ini Daya Tampung Lima PTN di Bandung

31 May 2016

SBMPTNSebanyak 46.056 peserta ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi (SBMPTN) 2016 yang terdaftar di Panitia Lokal (Panlok) Bandung berebut mendapatkan kursi di lima perguruan tinggi negeri (PTN) yaitu Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati (UIN SGD), Universitas Siliwangi (Unsil) Tasikmalaya. Berikut jumlah daya tampung kelima PTN tersebut.

Pelaksanaan kegiatan SBMPTN 2016 berlangsung Rabu (31/5/2016). Kuota masuk lima PTN itu diperebutkan secara nasional melalui seleksi ujian tertulis atau kombinasi ujian tertulis dan ujian keterampilan.

Rektor ITB Kadarsah Suryadi mengatakan pada 2016 ini ITB menerima mahasiswa baru dari jalur SNMPTN dan SBMPTN. “ITB menerima 2.308 calon mahasiswa baru melalui jalur SNMPTN dan mengalokasikan sekitar 1.500 kuota penerimaan mahasiswa baru melalui jalur SBMPTN,” kata Kadarsah saat konferensi pers di Sekretariat Panlok Bandung SBMPTN 2016, kampus ITB, Jalan Ganeca, Kota Bandung, Selasa (31/5/2016).

Unpad pada 2016 menerima mahasiswa baru sebanyak 6.148. Rektor Unpad Tri Hanggono Achmad mengatakan jumlah total daya tampung penerimaan mahasiswa baru itu terdiri 3.074 orang dari jalur SNMPTN dan 3.074 orang melalui jalur SBMPTN.

UIN SGD untuk 2016 ini menerima sebanyak 2.080 orang. Jumlah tersebut meliputi kuota sebanyak 832 orang melalui jalur SNMPTN, 624 orang dari jalur SBMPTN, dan 624 orang jalur Mandiri. “Memang kami paling kecil, tapi kami tetap kualitas menjadi prioritas,” kata Rektor UIN SGD mahmud.

Untuk Siliwangi (Unsil) menampung 2.585 orang terdiri 1.034 dari jalur SNMPTN, 776 melalui jalur SBMPTN, dan 775 lewat jalur Mandiri.

UPI pada penerimaan mahasiswa baru tahun ini menyiapkan total kuota 7.055 orang. Rektor UPI Furqon menjelaskan jumlah tersebut terdiri 2.828 orang dari jalur SNMPTN, 2.123 jalur SBMPTN, dan 2.264 melalui jalur Mandiri. “Untuk tahun ini UPI paling banyak menerima mahasiswa baru,” ucap Furqon.

Sebanyak 46.056 peserta melaksanakan ujian SBMPTN 2016 di Panlok 34 Bandung dengan perincian 43.056 peserta di Sub-panlok Bandung dan 3.000 peserta di Sub-panlok Tasikmalaya.

(Detik)

Grup Musik Debu Tampilkan Performance Terbaiknya di Induk Pesantren Indonesia

31 May 2016

Pembicara Diskusi OutDoor [Dari Tengah ke Kiri; Fathul Mashkur baju Hijau, Hariqo Wibawa Satria baju coklat, dan Ahmad Baso baju batik lengan panjangGrup musik Debu tampil di depan puluhan ribu jamaah pesantren tertua Jawa Tengah, Alkahfi Somalangu Kebumen. Lantunan khas Debu pun sontak membuat para penonton berdiri bermaksud mengikuti irama khasnya, hingga kemudian pihak panitia meminta para penonton agar tetap duduk di tempat masing-masing.

Saat sambutan memulai memainkan alat musiknya, Debu mengaku sangat gembira bisa tampil di pesantren Alkahfi yang menurutnya sebagai induk dari seluruh pesantren yang ada di Indonesia. Terlebih bisa bersua dengan puluhan ribu jamaah pesantren paling bersejarah di negeri ini.

“Kami sangat senang, jadi kami akan tampilkan yang terbaik,” kata Debu saat akan memulai memainkan alat musiknya di depan penonton yang merupakan jamaah dari pesantren Alkahfi Somalangu, Kebumen, Minggu malam (29/05)

Debu tampil di pesantren Alkahfi Somalangu melalui biaya Debu sendiri, sebagai wujud menghormati sejarah pesantren tertua ini yang dinilainya tidak lelah dan terus eksis ikhlas melayani umat dari generasi ke generasi. Pada kesempatan yang berbeda, salah satu penonton, Fikri asal Wonosobo, Jawa Tengah mengaku gembira dengan penampilan Debu.

Sebelumnya, pada acara siang harinya, dalam diskusi out door, M. Fathul Maskur (Hubungan Internasional PP GP. ANSOR) berharap pesantren Alkahfi Somalangu Kebumen sebagai pesantren tertua yang telah menginspirasi hadirnya pesantren-pesantren di Indonesia dengan menggelar kegiatan Alkahfi Intercultural Fair telah memberikan edukasi tambahan pada seluruh pesantren yang ada saat ini. Pada saat sekarang ini banyak orang menilai keras ajaran Islam, pesantren tertua ini dengan acara AIF menegaskan sebaliknya. Pesantren Alkahfi menampilkan berbagai budaya dari berbagai Negara, dengan para penampilnya beragama non Islam.

“Pesantren Alkahfi sebagai pesantre tertua ini saat ini memperlihatkan apabila ajaran Islam itu seperti yang ditampailkan dalam acara AIF ini. Ratusan orang non muslim berjoged di panggung pesantren tertua ini. Inilah Islam,” paparnya.

Penulis buku Islam Nusantara, Ahmad Baso berharap, nilai-nilai kepesantrenan bisa tersiar dalam pentas global. Mengingat, nilai-nilai kepesantrenan sebagai wujud Islam Nusantara.

“Nilai-nilai kepesantrenan seharusnya tersebar ke seluruh dunia,” harapnya.

Pembicara lain, Hariqo Wibawa Satria (Koordinator Komunitas Peduli ASEAN) menilai, sudah saatnya santri menjadi generasi uploader bukan downloader. Generasi santri produktif bukan konsumtif. Ia juga beranggapan, dengan era internet saat ini, setiap santri dituntut untuk menjadi diplomat.

“Setiap santri adalah diplomat. Jadi harus bisa memanfaatkan internet sebaik-baiknya,” katanya.

“Debu melantunkan lagu dengan membawa nilai-nilai historis. Tatkala saat ini banyak yang melupakan sejarah, seperti anak lupa dengan kakeknya, namun penampilan Debu mengingatkan kita,” papar Fikri.

Debu dalam penampilannya merupakan penutup dari serangkaian acara Alkahfi Intercultural Fair yang diselenggarakan oleh pesantren Alkahfi Somalangu Kebumen. Setelah pagi sebelumnya tampil 9 (sembilan) budaya dari sembilan Negara, yang diikuti diskusi outdoor.

(jais/jarmed)

Siswi SD Diperkosa 21 Pria, Polisi Sebut Akan Kejar Pelaku sampai Titik Penghabisan

31 May 2016

perkosaan siswa sdDugaan adanya pemerkosaan terhadap SR (12), siswi sekolah dasar di Kota Semarang, Jawa Tengah, langsung ditanggapi oleh pihak kepolisian.

Kapolrestabes Semarang Komisaris Besar Burhanudin mengaku akan mengejar sampai dapat para pelaku pemerkosaan tersebut. SR diduga diperkosa oleh 21 orang pria secara bergiliran. Pemerkosaan dilakukan di tiga tempat yang berbeda di wilayah Kecamatan Pedurungan.

“Kami akan kejar sampai titik penghabisan,” kata Burhanudin, di Semarang, Senin (30/5/2016).

Ia mengatakan secepatnya menindaklanjuti hal itu. “Itu atensi, dan pasti ditindaklanjuti. Saya belum bisa berkomentar banyak karena belum ada laporannya,” ujar dia.

Pelaporan ke pihak berwajib baru dilakukan orangtua SR pada hari ini. Kepala Unit Perlindungan Perempuan Anak Satreskrim Polrestabes Semarang Ajun Komisaris Polisi Kumarsini mengatakan, pihak orangtua baru saja melaporkan. Atas hal itulah perkaranya masih sebatas penyelidikan untuk mengumpulkan laporan.

“Baru saja bapaknya melapor,” ujar Kumarsini.

Berdasarkan sejumlah informasi, SR diperkosa pada rentang bulan Mei 2016. Ada tiga lokasi berbeda yang dijadikan tempat pelampiasan nafsu para pelaku tersebut.

Pemerkosaan pertama kali diduga terjadi pada Sabtu, 7 Mei, lalu pukul 00.00 WIB di sebuah gubuk oleh tujuh orang. Hari Kamis 12 Mei, terjadi pemerkosaan ulang yang diduga dilakukan oleh 12 orang. Pemerkosaan ketiga pada Sabtu, 14 Mei, yang dilakukan dua orang.

(Kompas)

Populasi Macan Tutul di Taman Nasional Gede Pangrango Tersisa 32 Ekor

28 May 2016

macan tutulSalah satu habitat macan tutul Jawa yakni di Taman Nasional Gede Pangrango, Jawa Barat. Hanya saja, saat ini populasinya tersisa 32 ekor saja.

“Dari pantauan terakhir ada 32 ekor,” kata Kepala Seksi Perencanaan Perlindungan dan Pengawasan Balai Besar TNGGP Aden Mahyar, saat ditemui di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Jumat (27/5/2016).

Mengantisipasi agar populasinya tak semakin sedikit, petugas polisi hutan terus melakukan patroli. Bahkan, untuk saat-saat tertentu, Taman Nasional sengaja ditutup agar satwa-satwa ada waktu untuk bereproduksi dengan tenang.

Penutupan terakhir dilakukan pada Januari hingga Maret 2016. Selain atas alasan waktu untuk bereproduksi, juga saat itu memang saat-saat curah hujan tengah tinggi-tingginya.

“Karena ketika musim hujan makanan untuk satwa itu berlimpah. Itu peluang bereproduksi,” tutur Aden.

Selain populasi macan tutul, populasi burung juga menjadi perhatian pengelola. Apalagi saat ini masih kerap dilakukan perburuan liar oleh warga sekitar.

“Jadi mereka (pencuri burung) memasang pancing dan menggunakan burung pemancing. Masih banyak itu terutama di daerah Sukabumi,” ungkapnya. Burung-burung yang menjadi target di antaranya burung Kacamata dan Raja Udang yang berukuran kecil.

(Detik)

Jalan ke Sekolah Paling Mengerikan di Dunia, Panjat Tebing Curam Setinggi 800 Meter

28 May 2016

SEKOLAH CINA 1Jalan paling mengerikan di dunia. Begitulah sebutan untuk jalan setapak dengan panjang 800 yang terpaksa harus dilalui anak-anak China agar bisa bersekolah.

Anak-anak usia sekolah dasar itu harus memanjat dan menuruni tebing batu yang curam. Begitu juga jika warga desa kalau pergi menjual hasil-hasil pertanian mereka.

Tidak hanya itu, anak-anak berusia enam tahun dari Desa Atuler di Provinsi Sichuan, China barat daya, itu harus meniti anak tangga yang reyot pula. Nyawa adalah taruhannya.

Pihak berwenang di Sichuan telah bersumpah untuk membantu desa pegunungan terpencil itu setelah foto-foto muncul dan menjadi viral di media sosial.

Dalam foto yang dirilis media daring di Beijing, lalu menjadi viral di media sosial, tampak anak-anak dengan beban tas sekolah di punggung terpaksa menapakkan kaki di tebing curam.

Ruas jalan yang dilalui hanya setapak. Sedikit saja kaki terpeleset, maka nyawa akan jadi taruhan.

Ada bagian jalan yang ditaruh dengan tangga reyot agar bisa dilalui.

SEKOLAH CINA 2

Namun, namun ada juga ruas jalan yang tanpa tangga sehingga kaki harus berpijak langsung pada dinding batu nan curam.

Foto-foto diambil oleh Chen Jie, seorang fotografer Beijing News, peraih penghargaan dari World Press Photo atas karya jurnalistiknya merekam ledakan mematikan di Tianjin tahun lalu.

Chen menggunakan akun WeChat untuk menggambarkan situasi yang mengerikan, saat ia pertama kali menyaksikan 15 murid desa Atuler, berusia antara 6–15 tahun, melewati jalan setapak tersebut.

“Sungguh tidak diragukan lagi, saya sangat terkejut melihat kenyataan itu,” tulisnya sambil berharap foto-foto yang dirilisnya bisa membantu mengubah “realitas yang menyakitkan” warga Atuler.

Chen menghabiskan tiga hari mengunjungi masyarakat miskin itu dan mencoba sampai tiga kali melewati jalan berbahaya itu.

“Ini sangat berbahaya. Anda harus 100 persen hati-hati,” kata Chen kepada The Guardian. “Jika Anda mengalami sedikit kesalahan, Anda akan jatuh langsung ke jurang yang dalam,” katanya.

Zhang Li, reporter televisi resmi China CCTV, yang juga dikirim ke daerah pegunungan Atuler, menangis saat ia harus berusaha mencapai desa itu.

“Apakah kita harus pergi dengan cara ini?” kata Zhang yang bersama timnya harus beringsut meniti setapak demi setapak tebing curam. “Saya tidak mau pergi,” katanya.

Api Jiti, Depala Atuler mengatakan kepada Beijing News, bahwa tidak ada cukup ruang untuk membangun sekolah sehingga mereka harus ke puncak gunung.

Atuler dihuni oleh 72 keluarga penghasil paprika dan kenari itu. Mereka mendiami lembah yang sangat dalam dan sempit di sekitar palungan sungai.

Kepala desa mengatakan, bahwa “tujuh atau delapan” warga desa telah tewas akibat jatuh ke jurang saat meninti jalan setapak yang curam itu. Api sendiri pernah hampir jatuh saat menuruni jalan.

Perjalanan ke sekolah sekarang dianggap begitu melelahkan dan berbahaya.

Anak-anak telah dipaksa untuk naik ke sekolah di puncak gunung. Agar tidak melelahkan, anak-anak akan kembali menjenguk keluarga dua kali dalam sebulan.

Seorang warga Desa Atuler, Chen Jigu, menuturkan, tangga kayu yang digunakan untuk naik dan turun di jalan setapak tersebut, dibuat ratusan tahun lalu.

“Kami barau mengganti tangga itu dengan yang baru ketika kami menemukan salah satu di antaranya telah lapuk,” kata Chen Jigu.

Lebih dari 680 juta warga China telah membebaskan dirinya dari kemiskinan sejak ekonomi negara itu mulai maju pada tahun 1980-an.

Namun, kemiskinan paling buruk masih melanda desa-desa terpencil, antara lain seperti dialami warga Desa Atuler, yang dilaporkan hidup kurang dari 1 dollar AS atau Rp 13.500 per hari.

Presiden China Xi Jinping telah bersumpak untuk memberantas kemiskinan pada tahun 2020 dengan menawarkan bantuan keuangan bagi sekitar 70 juta jiwa warga pedesaan yang hidup kurang dari 2.300 yan per bulan atau setara Rp 4,7 juta per bulan.

“Meskipun China telah membuat prestasi luar biasa di mata dunia, China tetap merupakan negara berkembang terbesar di dunia,” kata Xi dalam sebuah konferensi tentang upaya mengurangi kemiskinan, Oktober tahun lalu.

(Kompas)

Jurnalis di Kabupaten Bogor Ontrog Camat Tamansari

27 May 2016

TAMANSARIPertikaian panas Camat Tamansari, Ahmad Sofyan dengan Paguyuban Kades Tamansari melebar hingga melibatkan pekerja media.

Hal ini disebabkan sikap camat menghalangi-halangi kerja jurnalis saat perwakilan paguyuban datang ke kantornya, Jumat (21/5/2016) pekan lalu. Ahmad mengusir wartawan karena tidak terima perang mulut yang nyaris berujung baku hantam itu diliput media.

Kondisi ini, membuat sejumlah wartawan mengontrog kantor Kecamatan Tamansari, kemarin. Tujuan mereka untuk meminta klarifikasi atas sikap camat.

Pekerja media dari Megaswara, Doni Herlambang mengatakan, kedatangan perwakilan jurnalis merupakan aksi solidaritas terkait insiden pekan lalu. Ia meminta masalah internal camat dengan kades, tidak merambat ke hal yang lain.

“Jika kami diam terus, ke depannya hal yang sama bakal dicontoh oleh camat maupun pejabat lainnya,”ujarnya kepada Radar Bogor, Rabu (25/05/2016).

Sementara itu, Camat Tamansari, Ahmad Sofyan membantah menghalangi pekerja media melakukan tugasnya. Ia berdalih, larangan itu ditujukan kepada stafnya.

“Jujur saya itu bukan menunjuk maupun melarang kepada awak media. Tapi saya memerintahkan kepada staf agar melerai. Bukannya mengambil foto suasana,” elaknya.

Ahmad membenarkan jika ia berniat membubarkan paguyuban desa. Alasannya tidak sejalan dengan pemerintah kecamatan. Apalagi paguyuban merupakan organisasi non formal yang disahkan melalui surat keputusan (SK) camat.

“Itu ditandatangai pada18 Mei 2015 oleh camat. Wajar, jika saya membubarkan paguyuban. Kalau dibilang arogan saya tidak merasa, semua perintah camat merupakan perintah pimpinan (dari atas),”tuturnya.

Sementara Ketua Paguyuban Kades Tamansari, Amat Suparta mengamini pernyataan Ahmad. Namun yang menjadi pertanyaan apakah ada ketentuan seorang camat membuat SK paguyuban tersebut.

“Pembentukan paguyuban tidak harus ada SK. Sebab, ada induknya yaitu Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) yang dibentuk berdasarkan keputusan Bupati Bogor,” jelasnya.

(jabar.pojoksatu)

« Previous PageNext Page »