Depok Belum Layak Disebut Kota Sehat

9 April 2015

depokKota Depok belum layak disebut Kota Sehat. Pasalnya, indikator kota sehat belum dipenuhi baik secara fisik infrastruktur maupun psikologis penghuninya.

Hal itu diungkap aktivis M.Fajrussalaam, anggota Forum Komunitas Hijau (FKH) Depok dan Roy Pangharapan , Ketua Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Depok. “Kota Sehat itu terkait kenyamanan penghuninya, mulai lingkungan rumah, sosial, hingga fasilitas kesehatan,” ujar Fajrussalaam, koordinator Hari Bumi (Earth Hour) Depok itu kemarin.

Hal senada diungkap Roy. Ia mencontohkan masih adanya diskriminasi pelayanan kesehatan antara si-miskin dan kaya terutama terkait program Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) di rumah-rumah sakit di antaranya RSUD. “Memang sudah ada perbaikan pelayanan kesehatan tetapi belum berarti Depok sudah layak disebut Kota Sehat.” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Walikota Nur Mahmudi Ismail mengisyaratkan Depok menuju Kota Sehat. “Dari sembilan indikator Kota Sehat, Depok sudah masuk evaluasi empat indikator (dengan anugerah Swastisaba Wiwerda), setelah meraih anuegerah Swastisaba Padapa pada November 2013,” ujarnya didampingi Kepala Bappeda, Drg Hardiono selaku ketua Tim Pembina Kota Sehat.

(Poskota)

Ini Penyebab Bogor Dijuluki “Kota Sejuta Angkot”

4 April 2015

angkot bogorSudah menjadi rahasia publik, Bogor dijuluki “Kota Sejuta Angkot”. Kemacetan terjadi setiap hari, tidak hanya pada jam-jam sibuk, dan di lokasi strategis, melainkan setiap jam dan di seluruh sudut kota.

Jika Anda meelintasi Jl Pulo Empang menuju Jl Ir H Juanda untuk kemudian meneruskan rute ke Jl Kapten Muslihat, dan Jl Merdeka, atau pun terus lurus ke Jl Jalak Harupat, dan Jl Jend Sudirman, maka waktu yang bisa ditempuh bisa mencapai 45 menit hingga 1 jam. Padahal, jaraknya tak lebih dari lima kilometer hingga tujuh kilometer.
Demikian halnya dengan kawasan pusat bisnis baru di Jl Pajajaran hingga Jl Siliwangi, dan Jl Suryakencana, kecepatan kendaraan hanya bisa mencapai 10 kilometer per jam pada jam-jam sibuk dan akhir pekan.

Apa penyebab kemacetan? Selain jumlah angkot yang sudah mencapai 3.412 unit, kapasitas jalan tidak memadai, juga perilaku tidak disiplin dalam berkendara. Banyak supir angkot yang kerap kali “ngetem” di tepi jalan utama, dan tata kota yang buruk.

Tata kota yang buruk bisa dilihat dari terjadinya konversi fungsi kawasan dari sebelumnya hunian menjadi pusat komersial. Setelah Jl Padjadjaran yang kemudian “terpaksa” dijadikan sebagai pusat bisnis, gejala konversi besar-besaran kini merambah Jl Ahmad Yani, Jl Taman Kencana, Jl Taman Malabar, Jl Lodaya, dan sekitarnya.

Wakil Sekretaris Jenderal Urbanisme dan Liveable City Ikatan Ahli Perencanaan Elkana Catur mengatakan, masalah kemacetan, pedagang kaki lima (PKL), dan pasar tumpah, di Kota Bogor ini merupakan tantangan pemerintah kota untuk lebih menata kawasan secara komprehensif.

“Ini tentang bagaimana pemerintah kota mengatur flow atau aliran kota. Sebenarnya, angkot itu bisa diatur alirannya,” ujar Catur kepada Kompas.com, Kamis (2/4/2015).

Ia melanjutkan, mengatur aliran kota bisa dengan cara memastikan agar pasar tidak tumpah. Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor harus mampu juga untuk mengatur PKL. Pasalnya, pasar tumpah, dan PKL inilah yang menyebabkan supir angkot berhenti dan mencari penumpang sembarangan.

Supir angkot, menurut Catur, selalu berusaha mencari celah saat melihat adanya keramaian seperti pasar tumpah tersebut. Setelah pasar sudah teratur, tambah Catur, baru pemerintah secara fungsional mengatur angkot.

Artinya, pemkot harus membuat peraturan untuk angkot di mana boleh berhenti untuk mencari pnumpang. Kalau pemda bisa mengatur aliran, otomatis kota bergerak dengan sendirinya.

Selain mengatur pasar, Catur menambahkan, Bogor juga dihadapkan pada kebutuhan jalan layang. Meski begitu, membangun jalan layang di kota ini perlu pertimbangan khusus mengingat kondisi topografi, dan geografinya yang cukup menantang.

“Untuk membangun jalan layang, ada batasan-batasan geografis sehingga tidak bisa fleksibel,” kata Catur.

Aliran kendaraan dekat stasiun

Catur menjelaskan, kemacetan di Bogor bisa diatasi dengan menciptakan sarana transportasi yang terintegrasi. Dari segi akses kereta, Bogor memiliki dua stasiun yaitu Stasiun Bogor dan Cilebut.

“Saya melihat Stasiun Bogor, khususnya, sebagai potensi modal pemkot untuk membangun sistem terintegrasi antara kendaraan pribadi, angkot, dan kereta,” sebut Catur.

Pemerintah, tambah dia, harus memastikan aliran kereta antar-stasiun berjalan dengan lancar. Stasiun kereta, harus bisa disatukan dalam satu fungsi kawasan yang utuh. Satu fungsi kawasan yang utuh adalah saat orang-orang beralih dari menggunakan kereta atau commuter ke kendaraan pribadi atau umum.

Jika aliran tidak diperhatikan, maka sudah pasti para supir angkot memanfaatkan kesempatan berhenti sembarangan di dekat pintu masuk dan keluar stasiun.

“Wali kota (Bogor) yang baru, saya nilai cukup progresif, ide-idenya bagus. Kami berharap mudah-mudahan beliau bisa membangun Kota Bogor tanpa harus melupakan fungsi sekitar,” tandas Catur.

Dari pantauan Kompas.com, kawasan Stasiun Bogor sendiri, kini sudah jauh lebih rapi dan teratur dibandingkan beberapa waktu sebelumnya. Pemkot membangun jembatan penyeberangan yang juga merupakan akses bagi pengguna kereta saat memasuki stasiun atau pun sebaliknya.

Selain itu, pintu stasiun lainnya, yang berada di Jalan Mayor Oking, bukan di jalan utama yaitu Jalan Kapten Muslihat. Hal ini bertujuan agar angkot tidak berhenti di pinggir jalan utama
Sementara di Stasiun Cilebut, keadaannya belum sebaik di Stasiun Bogor.

Pintu gerbang stasiun terletak hanya beberapa meter dari persimpangan jalan yang lebarnya tidak seberapa. Dengan demikian, hampir setiap waktu, jalan di sekitar Stasiun Cilebut macet dikarenakan angkot yang berhenti sembarang dan menghalangi kendaraan yang lalu lalang di persimpangan jalan.

(kompas.com)

Hasil Pencarian:

Pesta Miras, Tiga Bersaudara Masuk RS Satu Tewas

24 March 2015

miras sukabumiTiga bersaudara warga asal Kampung Sekarwangi, RT 04 RW 09 Kelurahan/ Kecamatan Cibadak terpaksa dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Sekarwangi, Cibadak, Senin (24/3/2015). Mereka diduga keracunan minuman keras yang mereka konsumsi pada Sabtu (22/3) malam lalu. Satu orang tewas saat dalam penanganan tim medis, sementara dua lainnya kritis.

Informasi yang dihimpun Detikcom, korban tewas diketahui bernama Ferry Wijaya (35) sementara dua lainnya kritis bernama Indra (25) dan Royandi (25). Ketiganya diketahui berstatus paman dan keponakan. Mereka pesta miras di kediaman Ferry di kampung sekarwangi, RT 04 RW 09 kelurahan cibadak.

“Minumnya Sabtu lalu, mungkin efek racunnya baru terasa hari ini. Ketiganya datang pukul 14.00 WIB siang tadi, sayangnya satu korban atas nama Ferry nyawanya tidak terselamatkan meninggal dunia pada pukul 16.00 WIB,” ujar dokter Fahluri Rahman tim medis IGD RSUD Sekarwangi.

Menurut Luri, korban sempat mengaku mengonsumsi miras sebanyak tiga botol bersama 10 orang rekannya yang lain. “Mungkin minuman kerasnya dioplos, karena dari mulutnya sangat menyengat bau alkohol tiga korban ini yang konsumsi paling banyak ,” imbuhnya.

Sementara itu, Imas (55) orang tua Royandi mengaku putranya itu hanya diajak oleh Ferry. Ia menduga Miras itu sengaja dibawa oleh Ferry yang bekerja di daerah Tangerang, Banten.

“Anak saya tadi sempat sadar, dia mengaku tidak tahu kalau minuman dalam plastik yang dibawa itu adalah Miras. Lagian anak saya juga minumnya sedikit,” singkatnya.

Sementara itu Kapolsek Cibadak Kompol Undang Deddy saat dihubungi mengaku sudah meminta anggotanya untuk melakukan penyelidikan terkait kejadian ini. “Saya masih diluar, anggota sudah saya minta untuk melakukan penyelidikan,” singkatnya.

(detik.com)

Ridwan Kamil: Batu Akik dari Sahabat, Cuco Gak?

2 March 2015

batu-akik-emil2Setelah mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menunjukkan batu akik yang dipakainya kemudian fotonya diunggah di media sosial, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil pun tak mau kalah.

Kang Emil, sapaan akrabnya, mengunggah foto batu akik yang dipakainya pada Sabtu (28/2) di media Instagram. Batu itu berwarna cokelat dengan ukuran kecil. Ia membubuhi foto dengan keterangan,”Dikasih cincin akik oleh sahabat. Cuco gak?”.

Hingga Senin (2/3) siang, foto itu disukai 14.075 follower. Spontan komentar pun berseliweran.  “Cuco bingiiitss pak hihihi,” tulis akun funnystephani. Akun bintangzaelani juga berkomentar,”Cuco pa, ukeun pa sapotong,haha”. Ada pula yang komentar bercanda seperti ditulis vivanyyunita165,”Ga cucoooo pa, cuconya buat saya ajaah hehehe…”.

Sementara akun indramahyudani berkomentar begini,”Keren pak batu akiknya. Kayak bapak kerennya, hehehe”. Akun lain, sggumilar mempertanyakan rencana membuat acara khusus batu akik. “Pa walkot kapan nih katanya mau adain semacem kulinary night tapi temanya batu akik,” kata ssgumilar. (tribunjabar)

Hasil Pencarian:

Tragis, Mahasiswa di Bandung Tewas Terseret Mobil Belasan Kilometer

28 February 2015

fotomayitFirman Hidayat (21), seorang mahasiswa tewas terseret mobil hingga belasan kilometer. Pengendara mobil sempat berusaha kabur.

Peristiwa tragis itu terjadi pada Jumat malam (27/2/2015). Kepala PJR Tol Padaleunyi Otong Rustandi menjelaskan sekitar pukul 23.00 WIB, Firman yang menaiki sepeda motor bersenggolan dengan motor lainnya.

Firman terjatuh ke arah berlawanan dan pada saat bersamaan sebuah mobil Honda City Nopol D 1347 UI, yang dikendarai Yana (43), melintas.

“Korban kena mobil bagian depan kap mobilnya. Entah kenapa sopir mobil enggak berhenti, dia malah memacu kendaraannya dan masuk pintu Tol Pasirkoja,” ujar Otong saat dihubungi detikcom melalui telepon, Sabtu pagi (28/2/2015).

Jarak antara lokasi kejadian yaitu di Jalan Kebon Kopi hingga pintu tol Pasikoja sekitar 3 kilometer. Warga sekitar yang melihat kejadian itu mengejar mobil itu, namun mobil malah mempercepat lajunya.

“Menurut saksi yang melihat korban awalnya tersangkut di bagian depan kanan mobil,” kata dia.

Kemudian petugas PJR yang berpatroli mengejar mobil itu saat masuk tol. Kejar-kejaran pun terjadi. Petugas Laka Lantas Polsek Cikamuning juga ikut membantu pengejaran.

“Akhirnya mobil terhenti di KM 116.700. Itu jauh sekali. Pintu Tol Pasirkoja itu KM 132,” kata Otong.

Pada saat ditemukan, tangan korban masuk ke sayap belakang mobil bagian belakang. “Mukanya sudah hancur,” ungkap Otong.

Jenazah korban dibawa ke RS Cahya Kawaluyaan. Sementara sopirnya dibawa ke Polres Cimahi. “Kasus ini ditangani Polres Cimahi,” pungkasnya.

(detik.com)

Ridwan Kamil Tunggu Kesiapan Jokowi Resmikan Bandung Teknopolis

27 February 2015

Bandung-Teknopolis-2015Kamis (26/2/2015) kemarin, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menghadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membahas konsep Bandung Teknopolis di kawasan Gedebage. Pria yang akrab disapa Emil itu mengaku sudah siap, tinggal menunggu kesiapan Jokowi.

“Jadi kemarin saya lapor kepada Pak Presiden, kalau Teknopolis sudah siap,” ujar Emil saat ditemui usai acara di SD Angkasa, di Komplek sLanud Hussein Sastranegara, Bandung, Jumat (27/2/2015).

Seperti diketahui, Bandung Teknopolis adalah kawasan kota moderen yang didesain dengan konsep futuristik. Dalam area seluas 800 hektar tersebut, akan didirikan bangunan-bangunan untuk riset teknologi, perusahaan elektronik dan ‘rumah’ bagi para kreatif di bidang IT.

“Kalau Pak Presiden berkenan, bulan April akan dilaunching,” katanya.

Emil mengatakan, dalam pertemuan tersebut Jokowi juga menyampaikan akan memberi dukungan terhadap kawasan yang nantinya akan menjadi Silicon Valley Indonesia tersebut.

“Pak presiden menyampaikan akan memberikan dukungan, bahkan akan membantu sebisa mungkin. Juga ada rencana nanti ITB risetnya sebagian besar akan di sana,” kata Emil.

(detik.com)

Hasil Pencarian:

Kepala BLH Mencak-Mencak : KLH Nilai Depok Masuk Peringkat Kota Terkotor

26 February 2015

depokPiala Adipura yang diangan-angankan Kota Depok ibarat panggang jauh dari api. Menyusul tersebarnya penilaian Kota Terkotor penilaian sementara Kementerian Lingkungan Hidup (KLH)

Rekapitulasi nilai fisik P1 Adipura 2014-2015 Ekoregion Jawa KLH itu menyebut Kota Depok menempati urutan ke-13 dari 25 daerah tingkat II Provinsi Jawa Barat.

Asisten Deputi Pengelolaan Sampah KLH, Sudirman, mengungkapkan telah mengeluarkan penilaian sampai urutan ke-14 kota metropolitan se-Indonesia dalam tahap pertama Piala Adipura 2015. Katanya, peringkat terendah adalah Kota Bekasi. “Kriteria itu berasal dari penilaian kualitas air, kebersihan, dan keteduhan,” ujarnya saat dihubungi wartawan.

Dijelaskannya, Kota Depok menempati urutan ke-9 setelah Kota Surabaya, Palembang, Tangerang, Semarang, Medan, Jakarta Pusat, Makassar, dan Jakarta Selatan. Disusul peringkat ke-10 Jakarta Timur, Jakarta Utara, Jakarta Barat, Bandung, dan ke-14 Bekasi.

Menanggapi ini, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Wijayanto, mencak-mencak ketika dituding Depok sebagai Kota Terkotor. Pasalnya, hasil penilaian KLH pada proses seleksi pertama Piala Adipura dinyatakan Kota Depok lolos dengan nilai yang cukup yaitu 71,28.

“Kota Depok tidak terkotor karena lolos tahap berikutnya, dan saya akan klarifikasi KLH,” tandasnya dengan nada geram seraya mengungkap Kota Bekasi-lah yang tidak lolos proses seleksi sehingga seharusnya predikat terkotor bukan ditujukan kepada Kota Depok.

Sementara itu, seorang pejabat Kota Depok mengakui sekarang ini penilaian Piala Adipura tidak lagi ditentukan titik-titik penilaiannya melainkan menyeluruh termasuk sudut-sudut perumahan, manajemen kerja nilai daerah, nilai fisik air dan udara, serta nilai manajemen air dan udara, juga penilaian dari masyarakat. “Penilaian sekarang ini lebih paripurna sehingga tidak bisa ada yang ditutup-tutupi,” ujarnya seraya minta tidak disebutkan namanya.

(Poskota)

Aksi Wartawan Berlanjut ke Gedung DPRD Cianjur

23 February 2015

sahliSetelah menggelar aksi di bundaran tugu Gerbang Marhamah, puluhan wartawan cetak, elektronik dan online itu melanjutkan aksi ke gedung DPRD Cianjur di Jalan KH. Abdullah bin Nuh. Sesampainya di gedung wakil rakyat itu, para wartawan langsung masuk ke dalam gedung DPRD Cianjur.

Mereka masuk ke dalam untuk mencari anggota dewan dari Partai Amanat Nasional (PAN). Namun setelah mengelilingi sejumlah ruangan, tidak ditemukan anggota DPRD dari PAN. Wartawan akhirnya menemukan ruangan Fraksi Gerakan Pembangunan Nasional. Seorang wartawan sempat memasang karton bertuliskan PAN Partai Asal Ngegebuk.

Aksi tersebut sempat membuat marah Ketua Fraksi Gerakan Pembangunan Nasional, Sahli Saidi. Bahkan ia sempat mempertanyakan izin menggelar aksi. Namun hal itu tidak berlangsung lama, Sahli meminta untuk mendatangi kantor PAN jika ingin bertemu dengan anggota dari PAN.

“Silahkan datang ke kantor PAN, ini kantor fraksi. Memang dia menjadi anggota kami, sekarang tidak ada di fraksi. Silahkan datang ke kantornya,” kata Sahli.

Selaku ketua fraksi pihaknya menolak kekerasan terhadap wartawan. Apapun alasannya aksi kekerasan tidak bisa dibenarkan. “Seharusnya partai mendekati wartawan, bukan melakukan pemukulan,” katanya (pikiran-rakyat.com)***

Hasil Pencarian:

DKP Cimahi Tingkatkan Pengolahan Sampah

21 February 2015

paradigmaBencana tragedi longsor sampah di TPA Leuwigajah pada 21 Februari 2005 menjadi dasar peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN). Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Cimahi meningkatkan berbagai upaya pengolahan sampah berbasis masyarakat untuk meningkatkan kesadaran mengolah sampah mulai dari sumbernya.

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Cimahi Budi Raharja didampingi Kabid. Kebersihan H. Nana Sujana mengatakan, penanganan sampah di Kota Cimahi mengacu pada Perda No. 16/2011 tentang Pengelolaan Sampah. “Paradigma kami sampah tak lagi sekadar dibuang, tapi dipilah sejak dari sumber hingga diolah,” ujarnya.

Berbagai cara dilakukan untuk mengajak masyarakat memilah sampah sejak dari sumber. Di antaranya, menggalakkan gerakan 3R (reuse, reduce, recycle), mendirikan tempat pengolahan sampah terpadu (TPSP) yang tersedia di 4 RW, reaktor sampah yang mengolah sampah organik menjadi kompos di 17 RW, hingga pendirian bank sampah baik unit skala lingkungan seperti sekolah dan perkantoran dan bank sampah induk Kota Cimahi (Samici).

Dengan momentum peringatan HPSN, Budi menyatakan, hal itu dimanfaatkan dalam rangka upaya sosialisasi pemilahan dan pengolahan sampah di Kota Cimahi. “Mengingatkan ke masyarakat bahwa 21 Februari 2005 pernah terjadi bencana longsor sampah di TPA Leuwigajah yang memakan korban jiwa. Tentunya hal itu harus disikapi dengan tindakan agar tragedi serupa tak terulang,” ujarnya.

Pada tahun 2015, peringatan HPSN Kota Cimahi akan digelar pada Kamis (26/2/2015) mendatang. Berbagai kegiatan dilakukan dengan meningkatkan pemberdayaan masyarakat untuk pengolahan sampah.

Kegiatan yang dilakukan diantaranya gebyar operasi bersih (opsih) dengan melibatkan seluruh unsur pimpinan SKPD Pemkot Cimahi di masing-masing wilayah binaan dengan fokus kegiatan di wilayah RW 12 Kel. Pasirkaliki untuk pembersihan sampah Sungai Cilember.

Setelah itu, akan dilakukan peresmian Bank Sampah Unit SMA Santa Maria Jln. Gatot Subroto untuk meningkatkan volume pengelolaan sampah Bank Samici. Ditempat yang sama akan dilaunching sistem manajemen pengolahan sampah (Siembah) yang bisa menjadi basis data persampahan Kota Cimahi. Serta, akan dilaunching pemanfaatan kartu ATM Bank Samici bekerjasama dengan Bank Bukopin sehingga nasabah Bank Samici bisa mengambil uang lewat ATM Bank Bukopin maupun ATM bersama yang ada di Kota Cimahi.

Sebagai puncaknya, dilakukan sosialisasi Perda No. 16/2011 tentang Pengelolaan Sampah Kota Cimahi kepada pengguna jalan oleh Wali Kota Cimahi Atty Suharti dan jajaran Pemkot Cimahi. Perda mengatur setiap pihak yang membuang sampah sembarangan akan dikenai denda maksimal Rp 50 juta dan kurungan 3 bulan penjara.

“Hal itu berlaku juga saat berkendaraan, dalam perda tercantum setiap kendaraan yang memasuki Kota Cimahi harus menyediakan tempat sampah tidak terkecuali angkutan umum. Selama ini memang belum diterapkan optimal karena kami masih berupaya melakukan penyadaran masyarakat,” tutur Budi.
Aspek pemilahan dan pengolahan sampah masih harus diperbaiki. Pihaknya berharap masyarakat mau berpartisipasi untuk menjaga kebersihan Kota Cimahi. (pikiran-rakyat.com)

Hasil Pencarian:

Sony Sugema College dan SMA Alfa Centauri Mengadakan Belajar Bahasa Inggris dan Arab Online

16 February 2015

online-UFLSKebutuhan percakapan dengan bahasa asing memang sedang digalakan oleh pemerintah kota Bandung. Adalah Ridwan Kamil atau biasa disapa Kang Emil mencanangkan hari kamis itu hari Bahasa inggris. Ide tersebut otomatis disambut baik oleh seorang owner Bimbingan Belajar ternama di Bandung yaitu Sony Sugema,MBA. Dengan metode UFLS nya (Ultra Fast Learning System) mengajarkan siswa belajar Bahasa Inggris dan Arab sistem Online.

“Metode ini sudah diterapkan di kalangan guru SSC dan SMA Alfa Centauri, Alhamdulillah berhasil, makanya saya akan menerapkan ke siswa dan orang tua siswa” ujar pendiri Bimbel dan Sekolah tersebut.

Belajar Online ini bukan hanya diikuti oleh siswa SSC dan SMA Alfa Centauri saja, tapi orang tua siswa pun bisa mengikuti belajar online tersebut. Dengan mengakses http://online.sonysugemacollege.com dan mendownload softwarenya, lalu menjalankan software tersebut dan memasukkan NOTES dan PIN yang diberikan waktu pendaftaran di SSC. Siswa bisa melihat, mendengarkan dan bisa berinteraksi dengan pengajar tersebut.

“Fasilitas ini hanya bisa dirasakan oleh siswa SSC dan SMA Alfa Centauri saja, kemungkinan kedepannya bisa juga dirasakan oleh selain siswa SSC dan SMA Alcent” kata Iwan Djutiawan salah seorang staff IT SSC dan Sekolah tersebut. (jabarmedia,AZ)

Hasil Pencarian:

Next Page »