Kantor Pos Bekasi Salurkan dana PSKS ke 57.857 Rumah Tangga Sasaran

18 December 2014

posKantor Pos Bekasi menyalurkan bantuan Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS), Program Indonesia Pintar dan Program Indonesia Sehat mulai hari ini, Rabu (17/12) di Kantor PT Pos Indonesia, Kota Bekasi.

Kantor Pos Bekasi,  membagikan kepada 57.857 keluarga kurang mampu yang berada di 36 kelurahan dari 12 kecamatan di Kota Bekasi.

Kartu yang dibagikan berupa yakni Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) sebagai penggangi Kartu Pelindungan Sosial (KPS), kartu Hp (simcard) yang berisi uang elektronik yang digunakan untuk mengakses Simpanan Keluarga Sejahtera, Kartu Indonesia Pintar (KIP) serta Kartu Indonesia Sehat (KIS).

Manager Operasi Jasa Keuangan Jabotabek Banten PT Pos Indonesia (Persero), Agung Prabowo mengatakan, Kantor Pos di Bekasi menyalurkan anggaran dana PSKS sebesar Rp 23 miliar lebih untuk disalurkan pada 57.857 Rumah Tangga Sasaran (RTS).

” PT Pos Indonesia  menargetkan dapat menyalurkan seluruh kartu hingga 29 Desember 2014 ” jelas Agung, yang juga satgas PSKS saat memantau  penyaluran bantuan.

Sementara itu,  Manager Kantor Pos Bekasi Dodi Haryanto menjelaskan, penyaluran dilakukan secara bertahap mulai tanggal 17 – 29 Desember 2014 di tujuh lokasi yang telah ditentukan.

“Selain Kantor Pos Bekasi,penyaluran juga dilakukan di Kantor Pos Bintara Jaya, Kantor Pos Bantar Gebang, Kantor Pos  Pondok Gede, Kantor Pos Jati Asih, serta di 2 Kecamatan, yaitu di Kecamatan Jatisampurna dan Kecamatan Bekasi Selatan ” terang Dodi.

Untuk tahap awal kemarin, telah disalurkan kepada sebanyak 2.250 RTS dari dua kelurahan yaitu kelurahan Duren Jaya dan Kelurahan Bekasi Jaya Kecamatan Bekasi Timur.

Pemerintah memberikan bantuan tunai sebesar Rp 200.000 per bulan bagi satu RTS, setara Rp 400.000 untuk dua bulan. Penyaluran perdana sudah dilakukan pada bulan November 2014 lalu. Total anggaran yang diperlukan untuk membantu 15,5 juta RTS sama dengan Rp 6,2 triliun.

(indopos)

JJ Rizal: UI Bisa Dilibatkan dalam Membangun Kota Depok

29 November 2014

Tugu-selamat kota depokKota Depok tak memiliki identitas jati diri sebagai sebuah kota. Tidak seperti Yogyakarta yang lekat dengan sebutan kota pelajar, Depok gagal menyematkan gelar serupa.

Demikian dikatakan Sejarawan Universitas Indonesia (UI) JJ Rizal. Padahal, lanjut Rizal, ada UI di Kota Depok. Menurut dia, UI tidak pernah dilibatkan dalam pembangunan Depok.

“Padahal ada beragam cabang ilmu di UI yang bisa dieksplorasi untuk membangun Depok. Tapi selama ini ada miss antara Pemkot Depok dengan UI,” kata Rizal dalam diskusi “Pembangunan Kota Depok ke Depan” di Kafe Apartemen Taman Melati di Jalan Margonda Raya, Depok, Kamis, 27 November 2014.

Lebih lanjut menurut pria yang mendirikan Komunitas Bambu ini, Depok harusnya bisa jadi Knowledge City. Namun saat ini, kata Rizal, Depok hanya menjadi kota semrawut.

“Depok ini sudah salah urus. Adanya UI tak dimanfaatkan dengan sebaik mungkin,” imbuhnya.

Sementara itu, Konsultan City Branding M Rahmat Yananda mengatakan, pentingnya sebuah kota memiliki branding yang dapat menjadi jati diri kota tersebut. “City branding harus kolaboratif. Branding sebuah kota harus melalui sebuah perencanaan yang matang,” ujar Rahmat.

Menurutnya, keadaan Depok saat ini identik dengan kemacetan dan Depok tak dapat melepaskan ketergantungannya dari Jakarta. Diungkap dia, alasan mengapa Jalan Margonda Raya selalu ramai dan padat adalah karena jalan tersebut menghubungkan Depok dengan Jakarta.
(depoklik.com)

Senin Ini, Mobil Operasional SIM Keliling di Giant Pasteur

24 November 2014

sim aSenin (24/11/2014), kendaraan operasional khusus jasa pelayanan Surat Izin Mengemudi (SIM) Keliling berada di Giant Jalan Dr Djundjunan (Pasteur), Bandung.

Masyarakat Kota Bandung yang ingin memperpanjang masa berlaku SIM roda dua (SIM C) maupun roda empat (SIM A) bisa mendatangi lokasi ini mulai pukul 09.00 – 14.00.

Hal ini dikemukakan oleh Kanit Reg Iden Satlantas Polrestabes Bandung, AKP Asep Saepudin di Mapolrestabes Bandung, Minggu (23/11/2014). Menurutnya, SIM Keliling hanya bisa melayani perpanjangan SIM A dan C. Pemohon baru SIM, tetap harus datang ke Satlantas Polrestabes Bandung, Jalan Jawa.

Informasi perihal lokasi keberadaan kendaraan operasional SIM Keliling bisa diperoleh melalui situs resmi traffic management center (TMC) Satlantas Polrestabes Bandung, www.tmcbandung.com. Atau bisa langsung menghubungi no telepon 022 615 99 343. (http://jabar.tribunnews.com)

Banjir Genangi 10 RW di Andir Baleendah

20 November 2014

banjir balaendahBanjir kembali menggenangi wilayah Kecamatan Baleendah, Dayeuhkolot dan Bojongsoang. Air mulai menggenangi pemukiman warga pada Rabu (19/11) malam.

Di Kecamatan Dayeuhkolot banjir melanda dua RW di Kampung Leuwibandung, Desa Dayeuhkolot. Sedangkan di Kecamatan Bojongsoang menimpa Kampung Cijagra, Desa Bojongsoang. Sementara di Kecamatan Baleendah banjir menggenangi Kampung Cieunteung, Kelurahan Baleendah dan Kelurahan Andir.

Di Kelurahan Andir terdapat 10 RW yang terendam. Empat RW diantaranya cukup parah terendam banjir, yakni RW 6, 7, 9 dan 13. Ketinggian air mulai dari 10 sentimeter hingga 1,5 meter. Akibatnya Jalan Andir-Rancamanyar tertutup. Yusron (55), warga Kampung Jembatan RT 2/9, Kelurahan Andir mengatakan, air datang menggenangi rumah warga sejak pukul 21.00. Telah dua hari banjir mulai menimpa Kelurahan Andir. Namun hari ini merupakan banjir yang cukup besar.

“Kalau kemarin belum besar. Cuma sebetis orang dewasa. Jalan Andir juga belum terendam. Cuma di gang saja banjirnya,” ujar Yusron,(http://jabar.tribunnews.com)

Pejalan Kaki Berebut Trotoar dengan Puluhan Pot Bunga di Jalan Patriot

17 November 2014

pot-di-trotoar-garutPara pejalan kaki kian dipersulit untuk berjalan di sepanjang trotoar di Jalan Patriot di kawasan Pemerintahan Kabupaten Garut. Hal ini disebabkan puluhan pot bunga yang ditempatkan berjejer di trotoar.

Pot bunga berwarna hitam ini memiliki corak ukiran naga dan memiliki cap DLHKP, kepanjangan dari Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Garut.

Warga sekitar Jalan Patriot, Kelurahan Sukagalih di Kecamatan Tarogongkidul, Wiwin mengatakan pot bunga tersebut ditempatkan sekitar dua minggu lalu. Penempatan pot tersebut dinilai kurang tepat.

“Soalnya di depan kantor-kantornya sudah ada taman juga. Ini ditambah potdi trotoar. Jadi makin sempit jalan buat pejalan kaki,” kata Wiwin, Senin (17/11).

Pohon di dalam pot tersebut merupakan pohon palem dengan daun yang bercabang keluar pot. Hal ini kian menyulitkan para pejalan kaki dan menyebabkan beberapa pejalan kaki berjalan di tengah jalan karena bahu jalan dipakai parkir mobil. (http://jabar.tribunnews.com)

Ada yang Kecewa dengan Pesta Kemenangan Persib, Ridwan Kamil Minta Maaf

11 November 2014

Ridwad kamilPesta kemenangan Persib yang dilakukan dengan arak-arakan bersama jutaan bobotoh yang memadati seluruh bagian Kota Bandung memang sudah usai. Namun, akhir pesta tersebut meninggalkan sedikit kesan kurang enak di masyarakat, seperti kemacetan, kesemrawutan, serta kerusakan fasilitas umum dan kendaraan.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengaku telah meminta maaf sejak awal. Dia paham betul akan timbul banyak kekecewaan akibat euforia tersebut.

“Ini sebuah momentum 19 tahun yang ditunggu-tunggu. Dari awal saya sudah minta maaf, 3.000 polisi sudah dikeluarkan untuk antisipasi,” kata pria yang akrab disapa Emil ini saat ditemui di Pendopo Kota Bandung, Senin (10/11/2014).

Emil menambahkan, dia sulit menindak oknum bobotoh yang jumlahnya jutaan orang. Menurut dia, tidak semua bobotoh yang datang ke pesta tersebut berasal dari Kota Bandung. Menurut dia, kampanye “Urang Bandung Someah (Ramah)” yang sudah dilakukan sejak lama menjadi kurang efektif karena ada oknum bobotoh yang melakukan perbuatan anarkistis di tengah-tengah pesta rakyat.

“Yang jadi masalah itu bobotoh yang datang bukan hanya dari Bandung. Kita sudah kampanye someah, ramah. Jadi agak susah membedakan oknum-oknum bobotoh,” ujarnya.

Emil meyakini bahwa oknum-oknum bobotoh yang bertindak anarkistis bukan warga Kota Bandung.

“Kalau orang Bandung menurut saya yakin bararageur (baik-baik). Kalau memang ada oknum-oknum (bobotoh), itu mungkin yang bukan datang dari Bandung. Jadi kampanye Bandung someah tidak sampai ke mereka,” tuturnya.

Emil pun mengaku telah meminta kepada pihak kepolisian untuk tidak segan-segan menindak oknum bobotoh yang bertindak anarkistis.

“Sudah saya sampaikan untuk ditangkap kalau tertangkap tangan karena itu kriminal,” tuturnya.
(kompas.com)

Ini Temuan Unik di Gunung Padang, Rolling Stone

10 November 2014

Batu gunung padangTim peneliti Gunung Padang menemukan sebuah batu unik. Batu bulat itu ditemukan di kedalaman 10 meter. Tim peneliti masih mempelajari apa kegunaan batu yang dinamakan rolling stone itu.

“Batu itu pada bagian sekelilingnya berwarna keabu-abuan. Namun pada satu bagian pecah atau seperti terpangkas dan terlihatlah bagian dalamnya. Bagian dalam juga berbentuk bulat, sehingga seperti batu di dalam batu. Uniknya lagi, batu di bagian dalam tersebut dapat diputar-putar,” kata tim peneliti yang juga arkeolog UI, Ali Akbar, Senin (10/11/2014).

Tim peneliti dibantu personel TNI AD melakukan penggalian sejak tahun 2012 di Gunung Padang, Cianjur, Jawa Barat. Banyak pengetahuan yang dihasilkan dari situs megalitikum Gunung Padang. Tidak sedikit pertanyaan yang belum terjawab. Seperti misalnya batu bulat yang ditemukan pada kedalaman 10 meter itu.

“Batu bagian dalam itu berwarna hitam mengkilat, seperti ada kristal yang membuatnya mengkilat. Sampai saat ini batuan tersebut belum dapat diidentifikasi. Sambil menunggu identifikasi, beberapa orang menyebutnya Rolling Stone. Ada juga yang menyebutnya mirip Hajarul Aswad,” jelas dia.

“Apa sesungguhnya itu, mari kita tunggu analisis terhadap batuan tersebut. Para peneliti juga membuka diri bagi semua ahli dan anak bangsa yang ingin berpartisipasi menyumbangkan pengetahuannya untuk mengidentifikasi batuan tersebut. Saatnya para ahli Indonesia bergabung di Gunung Padang. Kerja sama dan saling melengkapi tentu akan lebih bermanfaat untuk mengungkap peradaban agung di Situs Gunung Padang,” tutupnya.
(detik.com)

Anggaran Besar, Sampah Bertebar

4 November 2014

sampahPERSOALAN sampah di wilayah Kabupaten Bekasi lagi-lagi mendapat sorotan dari sejumlah kalangan. Meskipun ‘dihadiahi’ anggaran yang lumayan besar, namun pada praktiknya penanganan sampah malah terkesan jalan di tempat.
Bahkan, sang Wakil Bupati (Wabup) pun sempat menyampaikan kekhawatirannya kalau Kabupaten Bekasi akan masuk status darurat sampah dalam dua atau tiga tahun lagi, jika persoalan sampah tidak segera diatasi.

Yang lebih ironis, bagaikan pepatah semut di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tak tampak, Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemadam Kebakaran (DKPPK) kerap mempertontonkan berbagai program penanganan sampah di sejumlah titik di wilayah Kabupaten bekasi, sementara sampah di lingkungan Pemkab Bekasi sendiri seperti kurang mendapat perhatian.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Daris, menyesalkan lemahnya kinerja instansi terkait dalam menyelesaikan persoalan sampah di wilayah Kabupaten Bekasi. Kabupaten Bekasi, kata Politisi Partai Gerindra tersebut, akan sulit meraih Piala Adipura jika persoalan sampah tidak segera menemukan solusi.

Kendala apapun seperti minimnya personel ataupun armada pengangkut sampah, menurut Daris, seharusnya disampaikan ke DPRD Kabupaten Bekasi. ’’Dengan anggaran yang ada, seharusnya instansi terkait dapat menyelesaikan persoalan sampah. Kalau kurang mobil beli, kalau kurang personel atau SDM ya disampaikan. Kalau dibilang SDM-nya kurang harusnya dicari SDM yang benar dan tepat. Apalagi dinas terkait sering studi banding lihat daerah yang lain,” tegasnya kepada Radar Bekasi.

Kepala DKPPK Kabupaten Bekasi, sambung pria berkumis ini, harus memiliki konsep kerja yang baik dan keinginan yang besar terkait penanggulangan sampah di Kabupaten Bekasi. Pengguna anggaran seharusnya mengajukan anggaran melalui DPRD, dan hal teknis seperti persoalan personel dan armada semestinya tidak menjadi masalah yang besar. ’’Nah dengan mengajukan anggaran harusnya sudah ada rancangan dan pengajuannya. Harusnya mudah dan tidak susah,” paparnya.

Diakuinya, Kabupaten Bekasi akan sulit untuk memperoleh Piala Adipura. Namun, kata dia, yang terpenting bukan hanya memperoleh Adipura, tetapi bagaimana akhirnya Kabupaten Bekasi ini dapat bersih. ’’Minimal bersih saja dulu, di pemda saja masih kotor,” katanya.

Saat ini, sambung dia, pihaknya tengah berusaha semaksimal mungkin untuk terus mengawasi kinerja SKPD. Supaya persoalan kebersihan dapat segera diselesaikan oleh Pemkab Bekasi. ’’Saya sedang membenahi semua pengguna anggaran yang ada di Kabupaten Bekasi. Kita akan sedikit maksimalkan kinerja SKPD, akan diperketat,” tandasnya.

Kepala DKPPK Kabupaten Bekasi, Dewi Tisnawati sendiri masih belum mengklarifikasi mengenai hal tersebut. Yang bersangkutan pun tidak membalas pesan singkat ataupun mengangkat telepon ketika dihubungi.

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Kebersihan Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemadam Kebakaran (DKPPK), Dody Agus Suprianto, mengakui anggaran yang digelontorkan untuk dinasnya memang terbilang besar di tahun 2014 ini, namun kata dia anggaran tersebut sudah dialokasikan untuk sarana dan prasana dinasnya, mulai pembelian enam belas mobil operasional sampah, pembelian dua mobil tinja, motor bak sampah, hingga beberapa kegiatan lainnya yang memang menyerap anggaran.

Begitu juga dengan penataan TPA Burangkeng, sambung dia, akan dilakukan. Sebab selama ini keadannya sudah sangat semerawut dan tidak tertata dengan rapi. “Kita buat beberapa zonase, dan dari sini sampah yang ada dirapikan sehingga ada ruang untuk membuang sampah kembali,” terangnya.

Selain perapihan kata Dody, TPA Burangkeng juga akan dibuat jembatan timbang, untuk mengetahui sampah apa saja yang masuk ke TPA Burangkeng, begitu juga muatan yang ada di jembatan timbang ini akan diketahui.

“Nanti ada perapihan jalan lingkungan untuk masuk kezona baru yang sudah dirapikan, dan beberapa pembangunan lagi seperti pembuatan gapura dan kantor yang ada di dalam TPA Burangkeng, artinya semua anggaran yang ada akan dialokasikan, begitu juga pemagaran beton disekitaran TPA juga akan dilakukan dan pembuatan pupuk kompos,” terangnya.

Untuk tahun ini kata dia memang lebih memfokuskan kepada TPA Burangkeng. Sebab bila TPA tertata dengan rapi, maka persoalan sampah yang ada disekitar bisa terangkut. Disinggung untuk  Tempat pembuangan Sementara (TPS) yang memang diperlukan, Dody mengaku hal itu perlu tahapan yang sangat panjang perizinannya terutama kepada warga sekitar.

Sedangkan ditahun 2015 nanti, kata Dody, konsentrasi pihaknya akan mengarah pada persoalan sampah yang ada dilingkungan masyarakat.

“Bertahaplah untuk pengerjaannya, selesai satu baru mengerjakan yang lainnya, dan ini menjadi skala prioritas dalam bekerja,” paparnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Bekasi, Rohim Mintareja, meminta DKPPK memperbanyak sosialisasi kepada masyarakat. Ia pun mengungkapkan anggaran untuk DKPPK sebesar Rp10 miliar setiap tahunnya selalu habis digunakan. ’’Anggarannya masih kurang. Aturannya Rp30 miliar,” ungkap warga Desa Sukaresmi, Cikarang Selatan ini.

Pemkab Bekasi, kata dia, baru menambah armada truk dan alat berat untuk penanganan kebersihan, sehingga tidak ada alasan jika instansi terkait mengeluhkan kurangnya sarana prasarana.

’’Kalau sarana prasarana selalu diberikan. Bidang Kebersihan makanya membuat rencana kerja ke depan. Apa yang dibutuhkan ke depannya. Jangan yang tidak penting malah dibeli, kalau kurang SDM ya tinggal diajukan saja,” paparnya.

Ia pun memperkirakan kemungkinan besar di tahun mendatang Kabupaten Bekasi akan mengalami status darurat sampah, karena saat ini masyarakat di perumahan sudah menjerit mengenai sampah yang telat diangkut oleh Bidang Kebersihan. Akhirnya warga pun memilih untuk membuang sampah sembarangan.

’’Sudah kesadaran masyarakat membuang sampah masih kurang, ditambah lagi dinasnya kurang kreatif dan tidak tepat dalam menggunakan anggaran, ya sudah persoalan sampah menjadi semakin kompleks,” tandasnya.

(gobekasi)

Sepekan Jadi Menteri, Andrinof Baru Bisa Pulang ke Depok

2 November 2014

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Andrinof Chaniago, punya rencana khusus untuk memanfaatkan akhir pekan pertamanya sebagai pejabat publik.

Andrinof berniat pulang ke kediaman pribadinya di Depok, setelah sepekan ngendon di Jakarta. “Sore ini saya mau pulang, sejak Jumat pekan lalu saya enggak bisa pulang,” kata Andrinof, Sabtu (1/11).

Selepas dilantik menjadi menteri, Andrinof yang sebelumnya dikenal sebagai pengamat kebijakan publik ini tinggal di sebuah apartemen di Jakarta. Lantaran agendanya yang padat, Andrinof kesulitan menemukan waktu luang untuk berkumpul bersama keluarga.

Juru bicara Bappenas, Thohir Affandi, mengatakan, pada akhir pekan Andrinof masih punya tugas. Dia dijadwalkan menjadi pembicara di almamaternya, Universitas Indonesia. “Agendanya menghadiri acara temu alumni,” kata Thohir.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik Andrinof sebagai salah satu anggota Kabinet Kerja di Istana, Senin, 27 Oktober 2014. Andrinof menjabat sebagai Kepala Bappenas menggantikan Armida Salsiah Alisjahbana. Andrinof yang menjabat Ketua Umum Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia ini diketahui turut menggagas Visi Indonesia 2033, pemikiran yang menawarkan konsep pembangunan Indonesia menuju negara maju pada 2033.(depoklik.com)

Bogor Bisa Lakukan Revolusi Mental, Apa Bandung Bisa?

2 November 2014

Kedekatan personal antara Menteri Pemberdayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi dan Wali Kota Bogor Bima Arya bisa menjadi jembatan dalam menjalankan terobosan.
Antara lain merealisasikan dan menterjemahkan jargon politik revolusi mental di program-program pemerintahan.
“Bisa jadi hubungan kedekatan ini akan sangat memudahkan mentransfer dan mengimplementasikan konsep-konsep revolusi mental. Kota Bogor bisa menjadi pilot project-nya,” kata Yuddy, saat berkunjung ke Rumah Dinas Wali Kota Bogor, Jabar, Sabtu (1/11/2014) malam.
Terlebih, lanjut Yuddy, Bima Arya memiliki kemampuan yang baik sebagai kepala daerah dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih.
“Salah satunya menjadikan Kota Bogor sebagai zona Integritas, di mana dalam program tersebut mewujudkan pemerintahan yang bersih dari korupsi dan transparansi dalam anggaran,” tutur Yuddy.
Yuddy optimistis bahwa revolusi mental dapat diwujudkan, seperti halnya dalam kunjungan yang dilaksanakannya hari ini. Wali Kota Bogor mengundang juga Wakil Wali Kota Usmar Hariman, Sekretaris Daerah Ade Sarip Hidayat, perwakilan anggota dewan, dan pejabat SKPD.
“Dalam kunjungan ini, Wali Kota tidak sendiri tapi juga mengundang semua jajarannya, jadi ada transfer gagasan ke jajaran di bawahnya bagian dari percepatan revolusi mental,” ucap Yuddy.
Yuddy menambahkan, revolusi mental dimulai dari cara berpikir dan paradigma untuk seluruh birokrat yang selama ini berpikir secara priyayi sekarang berubah menjadi pelayan masyarakat.
“Jadi birokrat di daerah itu tidak lagi jadi priyayi, mereka harus berpikir untuk melayani masyarakat, turun ke lapangan, menemui warganya, tanpa ada protokoler, langsung turun meninjau, jadi kelihatan apa yang sesungguhnya telah dijalankan,” ujar Yuddy.
Sementara itu, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menyambut positif apa yang disampaikan oleh Menteri PAN-RB, dan siap untuk menjalankannya secara bertahap.
“Ini menarik, karena sudah saatnya pejabat pemerintahan yang dulunya berpikir priyayi, kini berpikir sebagai pelayan masyarakat. Turun langsung ke rakyat,” tukas Bima.
Bima mengatakan, pihaknya telah memulai birokrasi reformasi dari awal pemerintahannya. Termasuk menjadikan Bogor sebagai Kota Zona Integritas, di mana pemerintahannya menjalin kerja sama dengan KPK dalam pemberantasan korupsi.
“Kita sudah mengeluarkan kebijakan untuk seluruh pejabat eselon II melaporkan harga kekayaannya kepada negara, termasuk juga kedepan pejabat eselon III, hingga camat dan lurah wajib melaporkan kekayaannya,” jelas Bima Arya.
“Kita akan minta bimbingan dari KPK karena untuk mengisi laporan tersebut cukup sulit,” pungkas Bima.(kompas)

Next Page »