Rumah Pohon Curug Ciherang Dibanjiri Pemburu Selfie

16 August 2016

curugciherangSebagai kota hujan, Bogor dikenal memiliki banyak curug tersembunyi yang kini menjadi destinasi wisata para pemburu selfie. Tak terkecuali dengan keberadaan rumah pohon di Curug Ciherang Bogor yang belakangan ini menjadi sangat populer lewat Instagram.

Curug Ciherang berada di Desa Warga Jaya, Kecamatan Sukamakmur. Menjadi salah satu destinasi tersembunyi menjadikan curug ini tidak terlalu dikenal oleh banyak wisatawan. Namun, belakangan dengan keberadaan rumah pohon di Curug Ciherang, banyak wisatawan yang penasaran mengetahui keberadaan rumah pohon di Curug Ciherang Bogor.

Salah satu karakteristik curug di Bogor, sekelilingnya masih dipenuhi dengan tumbuhan dan pepohonan yang menghijau. Ditambah lagi dengan airnya yang bening sehingga dinamakan dengan Curug Ciherang. Herang dalam bahasa Sunda berarti bening atau jernih.

Bebatuan di Curug Ciherang tak ubahnya seperti yang bisa ditemui di Curug Bidadari Sentul Bogor. Warna batuannya pun menjadi salah satu keunikan tersendiri. Untuk menuju Curug Ciherang dibutuhkan sedikit trekking sekitar 10 hingga 20 menit dari loket HTM.

Gunakan pakaian yang menyerap keringat dan sandal gunung agar mudah saat keluar masuk sungai. Hindari menggunakan sepatu karena selain tidak tahan air juga akan sangat merepotkan berjalan dengan sepatu yang basah setelah mengunjungi destinasi wisata Curug Ciherang.

Hati-hati saat melangkah teutama batuan yang berwarna cokelat atau kehijauan. Selain licin karena lumut juga karena karakter batuannya yang licin. Pastikan kalian berpijak di batu yang kokoh dan tidak bergoyang. Gunakan tongkat atau sejenisnya untuk memastikan tidak tergelincir atau terpeleset saat berpijak di atas batuan Curug Ciherang.

Jika sudah puas bermain air di Curug Ciherang, kalian bisa menikmati alam dari Rumah Pohon yang lokasinya berada di ketinggian. Rumah pohon ini kini menjadi tempat berburu selfi utamanya pasangan dari kota Bogor dan sekitarnya.

Salah satu spot selfie yang paling mainstream adalah saat berada di jembatan rumah pohon Curug Ciherang Bogor. Jika ingin menghindari keramaian ada baiknya ke Rumah Pohon terlebih dahulu sebelum bermain air di Curug Ciherang.

Akses masuk sudah cukup baik. Karena berada di ketinggain 900 mdpl tidak ada salahnya membawa baju hangat usai bermain air di Curug Ciherang. Lokasi destinasi wisata ini dapat diakses dengan mudah dari Alun-Alun Jonggol kemudian mengarah ke Desa Sukamakmur.

(Blog.reservasi.com/dzulfikaralala)

Setelah Ahok, Giliran Wali Kota Bogor Ancam Copot Pejabat Dishub

7 January 2016

bima-aryaPascainspeksi mendadak di Stasiun Besar Bogor, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto akan mengevaluasi kinerja sejumlah pejabat, termasuk Dinas Perhubungan. Penggantian pejabat berlaku dari tingkat kepala dinas hingga kepala seksi.

Evaluasi itu dimaksudkan sistem penataan kota berjalan optimal, termasuk tidak ada lagi pedestrian yang ‘dijajah’ PKL dan keberadaan parkir liar.

“Saya akan evaluasi sejumlah SKPD, terutama DLLAJ. Kepala dinas sampai kepala seksi harus bertanggungjawab atas apa yang ditugaskan. Kalau saya minta pedestrian bersih, harus bersih. Kalau saya minta tidak ada parkir liar, tidak ada parkir liar,” ucap Bima di Bogor, Rabu (6/1/2016).

Hasil sidak yang dilakukan Bima menemukan lapak PKL dan parkir liar masih menghiasi sepanjang Jalan Nyi Raja Permas dan Jalan Kapten Muslihat. Ia bahkan menuding ada oknum yang membekingi kegiatan tersebut karena keberadaan para PKL dan petugas parkir liar terkesan tidak ditindak.

“Setiap ada walikota, semua mendadak dirapihkan. Kalau wali kota setiap hari datang, kapan mau mengerjakan tugas yang lain,” ujar Bima kesal, Rabu (6/1/2016).

Politisi PAN ini berpendapat tidak berjalannya penataan kota disebabkan 3 faktor, yaitu kesengajaan, kelalaian dan pembiaran. Padahal, penataan kota menjadi salah satu program andalan Pemkot Bogor dalam masa jabatannya.

Karena itu, ia meminta agar pejabat yang tidak sanggup mengemban tugas tersebut sebaiknya mundur sebelum dicopot.

“Kalau tidak sanggup ditempatkan di situ, saya kira lebih baik mundur,” tegas dia.

Ia menyatakan, sistem penataan Kota Bogor ke depan harus berjalan optimal pada tahun ini. “Tapi, 2016 ini semua harus bergerak maksimal,” kata Bima.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Ahok habis kesabaran menangani parkir liar. Dia berencana mencopot pejabat Satpol PP dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta dalam cuci gudang pejabat DKI 8 Januari 2016.

“Ini kita mau ganti, nih. Satpol PP wilayahnya semua mau diganti, termasuk Sudinhub, mau ganti besok,” ujar Ahok.

Mantan Bupati Belitung Timur itu merasa sudah bukan saatnya lagi dia yang melaporkan atau memerintah petugas setiap ada pelanggaran. Ia menilai hal itu justru menunjukkan petugas lapangan tidak bekerja dengan baik. (liputan6)

Pawai Tahrib Tahun Baru Islam Semarak di Bogor

14 October 2015

Seribu ppawaielajar memeriahkan pawai Tahrib Tahun Baru Islam 1437 Hijriah yang digelar Pemerintah Kota Bogor, Selasa (13/10). Pawai yang bermula dari Plaza Balai Kota Bogor ini berakhir di Masjid Agung Pasar Anyar. Pawai Tahrib dilepas oleh Sekretaris Daerah Kota Bogor Ade Sarip Hidayat.

Para peserta Pawai Tahrib mengawali langkah dengan menyusuri Jalan Ir Juanda, berlanjut dengan memasuki Jalan Paledang. Selanjutnya, rombongan pawai bergerak mengarah ke Jalan Kapten Muslihat hingga berbelok ke Jalan Kebon Kembang dan berakhir di Masjid Agung yang berada di kawasan Pasar Anyar.

Setiba di Masjid Agung Kota Bogor, selesai melaksanakan dzikir dan doa bersama, Ade melantik pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Agung periode 2016-2020 yang dipimpin ketua terpilih Dede Supriyatna. Dalam sambutannya
, Ade mengajak seluruh yang hadir untuk menyambut Tahun Baru Islam dengan lebih mensyukuri nikmat dari Allah SWT.

“Pergantian Tahun Baru Islam 1437 H mari sama-sama kita jadikan momentum sebagai perubahan untuk kehidupan beragama, bermasyarakat, dan bernegara ke arah yang lebih baik,” ungkap Sekdakot Bogor Ade.

Ia berharap, semangat perubahan tersebut bisa dimanfaatkan dengan baik melalui berani mengintrospeksi diri, mengevaluasi diri, dan berani melakukan perubahan dalam kehidupan.

Selain itu, peran Masjid Agung dinilainya penting sebagai wadah pemberdayaan dan persatuan umat Islam di Kota Bogor. Pelantikan pengurus DKM Masjid Agung yang baru berlangsung diharapkannya dapat meneruskan kebaikan-kebaikan yang selama ini telah dijalankan pengurus lama menuju arah yang lebih baik.

Turut hadir dalam Pawai Tahrib Tahuna Baru Islam 1437 H, Ketua MUI Kota Bogor KH Adam Ibrahim, Ketua Baznas Kota Bogor KH Chotib Malik, Dirut PD Pasar Pakuan Jaya Andri Latif, dan perwakilan Kandepag Kota Bogor. Di akhir acara, dilakukan pemberian santunan kepada 190 anak yatim.
(republika.co.id)

Ridwan Kamil ke Eropa, Kota Bandung Dapat Hibah Rp 75 Miliar dari Belanda

9 October 2015

ridwan mmPemerintah Kota Bandung mendapat hibah sebesar 4,6 juta euro atau sekitar Rp 75 miliar dari Pemerintah Belanda. Dana tersebut bakal digunakan untuk memperbaiki sistem pengolahan air minum yang dikelola PDAM Tirtawening.

“Ada berita baik jadi hasil kunjungan saya ke Eropa, khususnya ke Belanda. Secara resmi, kita mendapat hibah nilainya 4,6 juta Euro. Diperuntukan untuk peningkatan kapasitas suplai air minum kepada warga Bandung, yang memang perlu ditingkatkan secara maksimal,” kata Wali Kota Ridwan Kamil di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana, Bandung, Jumat (9/10/2015).

Emil –demikian dia biasa disapa, menambahkan, anggaran tersebut juga akan digunakan untuk menambah infrastruktur, dan perbaikan teknologi distribusi air minum.

“Bantuannya ada dari LSM Belanda urusan air dan pemerintah. Urusan air terbaik dunia itu di Belanda. Jadi perusahaan Belanda ini terbaik sedunia dia punya program untuk menaikan kualitas perusahaan air di seluruh dunia khususnya di Asia dan Afrika agar memiliki standar internasioanal,” tutur Emil.

Di tempat yang sama, Chief Executive Vitens Evides International Marco Schouten mengaku senang bisa berpartisipasi dalam meningkatkan kualitas layanan air minum di Kota Bandung.

Dia menilai persoalan utama PDAM Tirtawening yaitu mencari sumber air. “Kami mencoba memperbaiki operasional PDAM Kota Bandung dalam waktu tiga tahun ini. Meningkatkan peralatan, mengurangi kebocoran, memperbaiki produksi, menghubungkan lebih banyak pelayanan pelanggan, dan yang paling penting menyediakan air untuk warga Bandung,” ujar dia.

Selama tiga tahun, Pemkot Bandung bakal memonitor jalannya program tersebut. “Ya, ada banyak monitoring, tahun demi tahun akan dimonitoring. Rekan saya akan tinggal di Bandung, membantu memonitoring. Masalah terbesarnya itu mencari air. Ada banyak kekeringan. Sulit mencari air sehingga tidak bisa mengalirkan air ke kostumer,” ujar Marco.
(kompas.com)

Empat Go-Jeker Bogor Diintimidasi 20 Tukang Ojek Tradiisional

9 October 2015

Empat Go-Jekegojekr yang beroperasi di wilayah Bogor mengalami intimidasi dan tindak kekerasan, Kamis (8/10/2015).
Kejadian itu berawal saat keempat pengendara Go-Jek tersebut sedang beristirahat di dekat pintu masuk kampus Institut Pertanian Bogor (IPB) Dramaga, Kabupaten Bogor.
Tiba-tiba, mereka didatangi sekelompok tukang ojek pangkalan yang keluar dari dalam kampus dan langsung menghampiri mereka.
“Ada sekitar 20 orang ojek pangkalan nyamperin kami berempat, terus langsung ngancem,” ujar Topik, salah seorang Go-Jeker.
Tak hanya mengintimidasi, para pengojek pangkalan itu juga sempat memukul salah seorang Go-Jeker di bagian kepala. “Sempat dipukul juga sekali, tapi untungnya kena helm,” tuturnya.
Setelah mendapat ancaman, keempatnya langsung meninggalkan lokasi tersebut untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan. Tak lama setelah insiden itu, puluhan Go-Jeker di Bogor mendatangi Polsek Dramaga untuk meminta perlindungan.
Menurut perwakilan Go-Jeker Bogor, Hamdan, mereka akan meminta mediasi dan perlindungan dari kepolisian terkait aksi intimidasi yang dialami terhadap keempat rekannya. “Kami mau minta perlindungan dari kepolisian. Kami juga mayoritas orang Bogor, jadi enggak mau cari masalah di sini,” kata Hamdan saat ditemui di Mapolsek Dramaga.
Menurut dia, keempat rekannya, yaitu Topik (32), Gafirli (30), Agung (38), dan Dede (27), sedang beristirahat di sekitar kampus IPB, bukan sedang mengambil penumpang. “Teman kami cuma lagi istirahat setelah antar penumpang di depan pintu IPB,” paparnya.
Para pengendara Go-Jek tersebut berharap pihak kepolisian bisa melakukan mediasi antara pengendara Go-Jek dengan pengojek pangkalan dan diharapkan ada penyelesaian atas permasalahan tersebut.

(trimbunnews.com)

Kota Bandung Bisa Tanpa Angkot Asal…

8 October 2015

angkot bandung

Aksi pemukulan yang dilakukan seorang sopir angkutan kota trayek 05 jurusan Cicaheum-Cibaduyut kepada penumpangnya masih hangat diperbincangkan warga Kota Bandung. Momentum tersebut dimanfaatkan warga untuk mengungkapkan keluhan terkait buruknya layanan transportasi massal di Kota Bandung.

Geram dengan kejadian tersebut, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil sempat berniat akan membekukan trayek angkot tersebut. Tak hanya untuk angkot 05, orang nomor satu di Bandung itu mengaku bakal mengevaluasi trayek angkot lain yang dinilai buruk dalam segi layanan. “Kalau ada temuan, sampaikan saja keluhannya,” kata pria yang akrab disapa Emil itu saat ditemui di Kawasan Gedebage, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Kamis (8/10/2015).

Emil mengaku tak menutup kemungkinan jika Kota Bandung tak lagi menggunakan angkot sebagai transportasi massal seperti di Yogyakarta. “Di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin orang jelek saja bisa dapat istri cantik jadi bisa saja,” kata Emil sambil berseloroh.

Namun, kata dia, tiap daerah mempunyai sejarah transportasi berbeda. Kemungkinan Bandung tanpa angkot bisa terwujud jika pemerintah bisa mencari profesi pengganti bagi para sopir angkot yang berjumlah puluhan ribu orang.

“Setiap kota punya sejarah transportasi beda-beda. Poinnya adalah jangan ada yang dirugikan. Kalau ternyata angkot tidak ada, sopir angkot bisa beralih dari dunia transportasi dengan penghasilan sama saya kira tidak ada masalah,” paparnya.

Meski begitu, penghapusan angkot masih sulit untuk dilakukan untuk saat ini. Selain belum tersedianya alternatif transportasi massal, penghapusan angkot berpotensi memicu dinamika sosial.

“Kan tahu sendiri membangun sedikit saja demo besar, jadi dinamika sosial. Itu ternyata sangat mempengaruhi percepatan perubahan pembangunan di Indonesia khususnya di Kota Bandung,” tutur Emil.
(kompas.com)

Purwakarta Berbudaya, dari Pembatasan Wakuncar hingga Larangan Merokok

8 October 2015

Pepurwakartamerintah Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, merealisasikan desa berbudaya yang diatur dengan Peraturan Bupati Nomor
70 Tahun 2015. Salah satu tugasnya ialah mengatur soal pacaran anak-anak muda berikut pembatasan wakuncar atau waktu kunjung pacar hingga pukul 21.00 malam.

Sanksi terhadap aturan itu bisa langsung dinikahkan paksa yang teknisnya diatur melalui peraturan desa (perdes). Peraturan bupati (perbup) tersebut juga melarang pacaran bagi warga yang masih berusia di bawah 17 tahun. Peraturan ini berlaku sejak pertengahan Juni.

Kepala Desa Cikumpay, Kecamatan Campaka, Purwakarta, Ny Rusmiati mengaku prihatin dengan bebasnya kehidupan muda-mudi, terutama di rumah kontrakan. Terakhir kali, sepasang muda-mudi digerebek Badega Lembur, yakni petugas keamanan dari majelis adat desa, pukul 03.00, Rabu (7/10), karena tertangkap menginap di indekos perempuan di Desa Cikumpay, Campaka.

Sebelum adanya Perbup Desa Berbudaya, peristiwa seperti ini sering terjadi karena desa tersebut merupakan kawasan industri yang banyak mendatangkan karyawan dari luar desa. “Kontrol dari masyarakat dan aparat juga kewalahan karena di desa itu terdapat lebih dari seribu kontrakan,” ujarnya, Kamis (8/10).

Menindaklanjuti Perbup No 70/2015 ini, Rusmiati dan jajarannya sudah mengeluarkan Perdes No 04/2015. Perdes itu mengatur jam kunjungan tamu sebagaimana diatur dalam Perbup Desa Berbudaya.

“Perangkatnya sudah kami bikin. Ada majelis adat yang di dalamnya terdiri dari bamusdes, kepala desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan petugas keamanan atau Badega Lembur,” ujar Rusmiati. Desa Cikumpay merupakan satu dari 193 desa di Purwakarta yang wajib membuat perdes berbudaya.

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengatakan, penerapan Perbup No 70/2015 ini sudah bisa dipahami warga secara menyeluruh. Dedi menyebutkan, dari 193 desa dan kelurahan, 70 persen sudah menyelesaikan perdes sebagai turunan dari peraturan bupati itu.

Perokok aktif

Keprihatinan lain yang kini melanda generasi muda adalah meningkatnya perokok aktif di kalangan pelajar serta anak di bawah umur. Melalui Perbup No 71/2015 yang nantinya akan diimplementasikan melalui Perdes Desa Berbudaya, bupati mengeluarkan larangan merokok bagi pelajar dan anak di bawah umur.

Perbup itu juga melarang warung, toko, minimarket, serta supermarket menjual rokok kepada pelajar dan anak di bawah umur. Aturan ini juga melarang orangtua untuk menyuruh anaknya membelikan rokok.

Dalam perbup disebutkan akan ada hukuman bagi yang melanggar, yakni tidak naik kelas bagi pelajar. Mereka juga tidak akan mendapatkan pelayanan kesehatan. Adapun bagi warung/toko/minimarket yang menjual rokok kepada anak di bawah umur akan ditutup.

Untuk mengawal kebijakan yang diberlakukan sejak 1 Oktober ini, pemerintah kabupaten menerjunkan tim kesehatan termasuk dokter ke sekolah-sekolah untuk memeriksa para pelajar. Para penjual di perkotaan diawasi langsung oleh satuan polisi pamong praja dan untuk di pedesaan diawasi melalui Perdes Desa Berbudaya.

Dalam pemeriksaan pertama awal pekan ini terjaring beberapa siswa dalam tiap kelasnya yang dinyatakan positif perokok aktif, seperti pemeriksaan yang digelar di sejumlah SMA di Purwakarta. Tak terkecuali pelajar perempuan yang dinyatakan positif perokok jenis sheesha yang marak akhir-akhir ini.

“Nantinya tim medis berkala memeriksa siswa tiap bulan. Kalau masih membandel, diberi peringatan termasuk memanggil dan membuat pernyataan di depan orangtua. Evaluasi akhir itu bulan April tahun depan kami beri sanksi siswa bersangkutan tak naik kelas,” tegas Dedi.

Larangan siswa merokok ini juga terangkum dalam Perbup No 69/2015 tentang pendidikan berkarakter, termasuk dalam larangan penggunaan sepeda motor yang sudah berjalan sejak bulan lalu.

Dalam kaitan itu, pemkab akan membuat kelas khusus bagi siswa perokok. Selain proses belajar-mengajar, kelas khusus ini juga berfungsi untuk merehabilitasi para pencandu rokok dan sheesha. Perlindungan kesehatan bagi pelajar adalah tujuan dari pelarangan ini.

Dimas Trilaksono (16), seorang pelajar kelas XI, menyatakan, dirinya merokok sejak masuk SMA disebabkan ikut-ikutan temannya. “Awalnya ikut-ikutan, nongkrong bareng temen. Nah, di situ kadang pada merokok, kadang juga sheesha. Kalau ada larangan seperti ini, saya akan berhenti, takut tidak naik kelas,” tuturnya.
(kompas.com)

Emil Akan Menyapa Warga dan Mapay Lembur

8 October 2015

Aridwan-kamil-bersepeda_20150916_082721genda Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, Kamis (08/10/15) ini akan menghadiri acara konferensi pers program Misi Hidup Sehat Dettol dan serah terima donasi wastafel di SD YWKA Jalan Rajawali I no.5 .
Emil, panggilan Ridwan Kamil juga menggelar sapa warga dan Mapay Lembur di Kecamatan Gedebage.

Emil juga dijadwalkan jam 14.30 menjadi narasumber acara Talk Show Indonesia mencari Doktor, Aula Barat ITB.
Emil akan rapat dengan Menristekdikti di Balai Kota jam 16.00. Emil menutup kegiatan dengan memberikan sambutan acara launchingayam Betutu, di Ciwalk .

(jabar.tribunnews.com )

Menatap Lukisan Prabu Siliwangi di Keraton Kasepuhan Cirebon

8 October 2015

Salah satu yang msiliwangiembuat lukisan Monalisa karya Leonardo da Vinci terkenal ialah matanya. Konon matanya akan selalu menatap siapa pun orang yang sedang melihatnya dari arah mana pun.

Di Indonesia ada lukisan yang memiliki kemampuan serupa, yakni Lukisan Prabu Siliwangi di Keraton Kasepuhan, Cirebon, Jawa Barat. Lukisan ini menggambarkan Prabu Siliwangi yang berdiri dengan mahkota dan jubahnya. Tangan kirinya memegang keris. Di bawahnya ada seekor macan mendampingi.

Serupa dengan lukisan Monalisa, lukisan ini juga dipercaya dapat bergerak mengikuti yang melihatnya. Saat mencoba melihatnya dari berbagai sisi, Kamis (10/9/2015), tokoh Prabu Siliwangi memang tampak bergerak. Saat dilihat dari sisi kiri, mata, tubuh, dan kakinya seperti menghadap kiri. Namun saat bergeser ke sisi tengah dan kanan, mata, tubuh, dan kaki Prabu Siliwangi seakan mengikuti.

Menurut pemandu wisata Keraton Kasepuhan, Feri, beberapa seniman sudah melihat dan menyimpulkan lukisan ini adalah ilusi optik. “Beberapa pelukis datang ya dan katanya sih ilusi optik. Tapi masyarakat percaya ini wujud Prabu Siliwangi yang mengawasi pengunjung,” tutur Feri memandu rombongan.

Lukisan Prabu Siliwangi dibuat oleh Ridho, pelukis dari Desa Sancang, Garut, tahun 2004. Berdasarkan cerita Feri, Ridho mengaku didatangi Prabu Siliwangi dalam mimpi usai melakukan puasa dan takafur. “Namanya pelukis ya, lihat sekali langsung ingat, ya dilukis,” terang Feri.

Desa Sancang sendiri dipercaya sebagai tempat menghilangnya Prabu Siliwangi. Selain lukisan ini, beragam koleksi dan kisah sejarah dapat ditemukan di Keraton Kasepuhan. Salah satunya Kereta Singa Banting, kereta berkepala naga dengan belalai gajah yang mencerminkan persahabatan antar budaya, bangsa, dan agama.

Atau ada juga Malang Semirang, sebuah balai tempat duduk sultan dan para menterinya. Malang Semirang sendiri memiliki arti tidak ada seorang pun yang sempurna. Masyarakat percaya jika duduk di tempat ini akan mendapat jodoh dan berkah. Keraton Kasepuhan terletak di Jalan Jagasatru, Cirebon, Jawa Barat. Harga tiket untuk orang dewasa Rp 15.000.
(kompas.com)

Respons Investasi, Pemkab Cianjur Sediakan 1.000 Hektar Lahan

7 October 2015

cianjurKabupaten Cianjur, Jawa Barat, punya cara tersendiri dalam merespons minat investasi di daerahnya. Penyediaan lahan hingga pemangkasan perizinan menjadi jawaban atas kritikan banyak pihak yang menyebut pemerintah daerah pada umumnya tak responsif terhadap investor.

“Kami merevisi Peraturan Daerah Nomer 7 Tahun 2011. Jadi dengan Perda itu kami sediakan lahan 1.000 hekatr untuk kawasan Industri,” ujar Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal Kabupaten Cianjur, Endang Suhendar di Cianjur, saat ditemui akhir pekan.

Selain itu ucap dia, Pemerintah Daerah Kabupaten Cianjur juga memangkas waktu pemberian izin mendirikan bangunan (IMB) dari tadinya 30 hari menjadi 14 hari. Bahkan, kata dia, bila tak ada masalah persyaratan maka dalam tempo seminggu izin itu sudah turun.

Endang sadar betul bahwa investor tak akan mau berinvestasi bila perizinan di daerah masih rumit. Oleh karena, itu kata dia, Pemkab Cianjur berinisiatif melakukan pemangkasan perizinan.

Selain itu, aspek infrastruktur juga menjadi sangat krusial. Sebab, berdirinya pabrik-pabrik baru akan menjadi daya tarik bagi masyakarat karena terciptanya lapangan kerja. Infrastruktur jalan pun menjadi sangat krusial karena menjadi akses utama keluar masuk kendaraan perusahaan. Oleh karena itu kata Endang, pelebaran jalan pun akan dilakukan sehingga akses distribusi barang atau orang dari dan ke pabrik itu nantinya tak terganggu.

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) memuji Pemerintah Daerah Kabupaten Cianjur lantaran respons yang diberikan kepada para investor. Menurut BKPM, sudah seharusnya pemerintah daerah melakukan berbagai inisiatif terobosan sehingga investor nyaman untuk berinvestasi di daerah tersebut.

Berbagai upaya percepatan perizinan investasi yang dilakukan pemerintah pusat, umpamanya melalui sistem Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), dinilai tak akan optimal bila perizinan di daerah masih berbelit-belit. Pada akhirnya, respons pemerintah daerah pula lah yang akan menentukan apakah suatu investasi bisa terealisasi ataukah tidak.
(kompas.com)

Next Page »