web analytics

Peringati KAA ke 59, Sebanyak 106 Bendera Dikibarkan di Gedung Merdeka

17 April 2014   26 views

benderakaaPengibaran 106 bendera menandai pembukaan peringatan Konferensi Asia Afrika (KAA) ke-59. Acara berlangsung di seputaran depan Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Kamis (17/4/2014).

Ratusan anggota Pramuka Kwartir Cabang Bandung serentak mengibarkan 106 bendera peserta KAA dan satu bendera PBB. Tepat pukul 08.15 WIB, bendera yang diikatkan ke tali tiang itu ditarik secara bersamaan oleh anggota pramuka. Setiap tiang itu berdiri dua anggota pramuka.

Cuaca cerah memayungi lokasi acara. Ratusan undangan, tamu, beberapa delegasi, perwakilan duta besar ikut menyaksikan pengibaran bendera itu dari tenda di Jalan Cikapundung Timur atau samping Gedung Merdeka. Mereka yang hadir memberikan tanda tangan hormat saat pengibaran berlangsung. Jalan Asia Afrika ditutup bagi kendaraan.

Terlihat hadir dalam acara peringatan KAA ke-59 itu antara lain Wagub Jabar Deddy Mizwar, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, Kapolda Jabar Irjen Pol Mochamad Iriawan, Guruh Soekarno Putra.

Akibat acara ini, Jalan Asia Afrika dari perempatan Preanger hingga jembatan penyebrangan orang, jalan Cikapundung ditutup.
(sumber+photo:detik.com)

Petani Cibeuteung Udik Butuh Alat Pertanian

16 April 2014   22 views

ciseengCiseeng | Petani Cibeuteung Udik, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor butuh alat pertanian, di samping pelatihan teori pertanian, peternakan, dan perikanan (minapolitan). Sekitar 70 persen warga yang hidup di sektor pertanian itu butuh mesin traktor, alat semprot,dan peralatan perikanan.
“Bukan hanya teori yang mereka butuhkan, kelompok tani di sini butuh peralatan pertanian itu. Mereka sudah pernah mengajukan bantuan, tapi sampai saat ini belum ada realisasinya,” ungkap Bambang Indra Gunawan, Kades Cibeuteng Udik, Selasa(15/4).
Pembangunan infrastruktur jalan juga penting untuk menopang warga di daerah ini dalam mengembangkan produk pertanian, di samping rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) dan pembagian raskin.
“Pada 2014, kami sudah mengajukan 400 RTLH yang akan diperbaiki. Realisasinya baru 10 rumah. Sebanyak 600 orang sudah menerima raskin secara gratis, tiap orang dapat 5 liter beras,” jelasnya.

(Jurnal Bogor)

Kios Tambal Ban di Bojongsari Ludes Terbakar

16 April 2014   27 views

kebakaran-depokKios tambal ban milik Gullit di RT03/02, Pondok Petir, Bojongsari, Depok, Selasa (15/4) pukul 18.30 hangus terbakar. Akibat kebakaran itu kerugian yang dialami Marjuki (40) yang akrab disapa Gullit karena rambutnya mirip pemain sepak bola asal Belanda Ruud Gullit mencapai Rp 15 juta.

Menurut petugas pemadam kebakaran Dinas Pemadam Kebakaran Kota Depok, Merdi, kebakaran itu terjadi akibat percikan api rokok Gullit saat sedang melayani konsumen. Percikan api rokok itu menyambar bensin yang ada di kios itu. Api pun langsung membesar dan membakar kios itu.

“Ada tiga unit mobil damkar diterjunkan ke lokasi dan dalam waktu 20 menit api bisa dipadamkan,” ujarnya.

Merdi menyatakan bahwa terbakarnya kios tambal ban itu yang kedua kali dalam kurun waktu lima bulan.
(sumber:depoknews.com)

Irigasi Citengah Tertimbun Longsor

15 April 2014   38 views

cimandeCaringin | Puluhan hektar area pesawahan milik warga Desa Cimande, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, terancam gagal panen. Irigasi Citengah yang mengaliri sawah maupun ladang palawija di sana tertimbun longsoran tanah beberapa waktu lalu.
Udin (42), petani di Kampung Nangoh RT 03/01, Desa Cimande, mengatakan, lahan sawah sebagai mata pencahariannya saat ini kekeringan akibat aliran kali dari irigasi utama tertimbun tanah longsor.
“Sudah satu minggu setelah terjadinya longsor, kali kecil yang bersumber dari irigasi untuk mengaliri sawah kami kering. Jadi area sawah kami tidak teraliri air sama sekali,” akunya, saat di Kantor Desa Cimande, Senin (14/4).
Hal senada dikatakan pengurus Irigasi Citengah, Uci Sanusi (53). Terputusnya aliran kali untuk mengaliri area sawah milik warga akibat longsor tanah di atas irigasi utama. Kejadian longsor itu, ketika cuaca hujan deras yang disertai angin kencang minggu lalu. “Longsoran tanah yang menutupi aliran kali kecil di lokasi Irigasi Citengah bisa menyebabkan pesawahan petani gagal panen. Terlebih pasokan air sawah mereka berasal dari aliran kali irigasi itu,” kata Uci.
Saat ini, warga dengan alat seadanya melakukan perbaikan dengan cara mengeruk tanah yang menutupi irigasi. Bahkan, warga membuat penahan tebingan agar tidak terjadi longsor susulan dengan cara menumpuk karung berisi tanah. “Upaya warga selama satu minggu dengan melakukan perbaikan belum maksimal. Sebab cuaca hujan menjadi kendala warga memperbaiki irigasi dengan alat seadanya,” ungkap Uci.
Agar tidak terjadi longsor susulan akibat kondisi tanah labil di sekitar irigasi utama, Uci meminta Pemkab Bogor melalui Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) segera melakukan perbaikan. “Kami berharap pemerintah membangun tembok penahan tebing (TPT) di tebingan sekitar lokasi irigasi ini,” imbuhnya.
Sementara, Kepala Desa (Kades) Cimande, Sudarjat, menjelaskan, dampak tertutupnya irigasi itu membuat kekeringan bagi petani dan warga di dua RW. “Air yang mengalir dari irigasi selama ini digunakan warga untuk mengaliri area pesawahan, mushola serta mandi, cuci dan kakus (MCK). Air kali ini juga dimanfaatkan warga di RT 01 sampai 04 dan RW 01-02,” jelasnya.
Kades mengaku, pihaknya sudah melaporkan kejadian itu ke UPT Teknik Pengairan Wilayah Ciawi satu hari setelah terjadinya longsor. Namun, sampai saat ini belum ada informasi dari pihak UPT terkait hasil pengecekan yang dilakukan petugasnya.
“Keinginan kami, irigasi itu segera diperbaiki pemerintah. Kami di desa tidak akan mampu memperbaiki seperti semula, karena terbentur anggaran yang diperkirakan cukup besar. Apalagi, selama ini upaya warga memperbaiki irigasi itu sudah dilakukan,” pungkasnya.

(Jurnal Bogor)

Hari Ini Bobotoh-The Jack Mania Berdamai di Bogor

11 April 2014   40 views

bobotohPendukung Persib Bandung (Bototoh) dan suporter Persija Jakarta (The Jack Mania) akan mengikrarkan dan menandatangani kesepakatan damai antarsuporter di Bogor, Jumat (11/4).
Sebanyak 25 perwakilan Bototoh bersama sekitar lima perwakilan dari Kepolisian Daerah (Polda) Jabar, termasuk Kapolda Jabar Irjen M Iriawan, serta beberapa perwakilan dari PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) dijadwalkan berangkat dari markas Polda Jabar, Bandung, sekitar pukul 06.30.
“Semua perwakilan diharapkan berkumpul di Mapolda pada pukul 06.00. Kami berangkat dengan dua bus,” ujar Dirbimas Polda Jabar, Kombes Erwin C Rusmana, seusai pertemuan dengan perwakilan Bototoh dan PT PBB di Polda Jabar, Kamis (10/4) sore.
Ia mengharapkan rombongan dari Bandung tiba di Bogor sebelum pukul 10.00. Rombongan ini akan bertemu rombongan perwakilan The Jack Mania dan perwakilan manajemen Persija di Bogor. Ia mengatakan hal ini merupakan usaha Polda Jabar dan Polda Metro untuk mendamaikan kedua suporter klub bola itu.
“Kami berusaha semaksimal mungkin membakukan kesepakatan dalam satu ikrar sehingga mereka terikat dengan komitmen itu. Kami juga melakukan pembinaan rutin kepada Bobotoh dan Jakmania. Pertemuan tidak hanya berakhir pada pertemuan di Bogor,” kata Erwin.
Ketua Umum Viking Persib Club, Heru Joko, menyebut acara di Bogor itu sebagai langkah awal yang bagus untuk perdamaian Bobotoh dan The Jack. “Semoga pihak berwenang pun membereskan semua yang pernah ada. Karena ini pihak berwenang, kami ikut. Ini positif,” ujarnya. Heru enggan berkomentar lebih banyak.
Juru Bicara Forum Diskusi Bobotoh Persib, Aby Gardini, pun sepakat dengan ucapan Heru. “Kami sangat mendukung islah, terutama secara pribadi. Sesama muslim itu kan perseteruan tiga hari adalah haram.
Untuk pertemuan di Bogor, kami usahakan datang dan memberikan dukungan,” kata Aby.
Ia mengharapkan islah ini menjadi Bobotoh dan The Jack bersaudara seperti antara Bobotoh dan Bonek (pendukung Persebaya Surabaya). Aby pun berjanji Forum Diskusi Bobotoh Persib berkoordinasi intens dengan perwakilan pimpinan Bobotoh baik yang di Viking, Bombs, Bomber, dan lainnya. (tom)
Sumber: jabar.tribunnews.com

Ratusan Rumah Warga Karangwangi Terendam Banjir Bandang

7 April 2014   33 views

banjirRatusan rumah dan dua hektare areal pesawahan milik warga yang siap panen di Kampung Pasirgadung, Desa Karangwangi, Kecamatan Ciranjang, Cianjur, Jabar, terendam banjir bandang akibat meluapnya sungai Cibodas.

“Luapan air sungai hampir satu meter merendam rumah penduduk yang berada di sepanjang aliran sungai. Derasnya air bah tersebut mengakibatkan sejumlah pagar dan tembok teras rumah warga jebol dan hanyut terbawa arus,” kata Yuyun (43) salah serorang warga, Minggu.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian materi ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Saat kejadian, menjelang pagi dimana sebagian besar warga tengah tertidur pulas, sehingga tidak sempat menyelamatkan barang dan perabotan rumah tangga dari genangan air.

“Hampir semua perabotan rumah tangga milik warga hanyut terbawa air bah. Saya tidak sempat menyelamatkan barang-barang berharga karena tengah tertidur lelap. Kami terbangun, saat mendengar suara gemuruh dari luar rumah,” ucapnya.

Mendapati hal tersebut, dia membangunkan suami dan anak-anaknya, untuk menyelamatkan diri karena air dengan cepat masuk ke dalam rumah, sehingga tidak sempat membawa barang apapun.

“Setelah surut, saya balik ke rumah dan kondisinya sudah berantakan, uang, pakaian dan perabotan hilang dan lainnya banyak yang rusak,” pungkasnya.

Selain melanda wilayah Ciranjang, banjir bandang merendam puluhan rumah warga di wilayah Desa Sukaratu, Kecamatan Bojongpicung, akibat Sungai Cibiuk dan Sungai Ciranjang meluap. Air bah juga merendam bangunan sekolah dan kantor desa.

“Tidak ada harta benda yang bisa kami selamatkan, saat ini kami terpaksa mengungsi ke rumah famili kerabatnya. Rumah beserta isinya rusak, bahkan beberapa barang dan surat berharga ada yang hilang terbawa hanyut,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Sukaratu, Ahmad Hidayat mengatakan, hasil pendataan yang dilakukan pihaknya, tercatat 200 rumah warga terendam banjir dan dua diantaranya hancur. Selain itu dua hektar pesawahan rusak dan terancam gagal panen.

“Sebagian besar korban saat ini mengungsi ke rumah sanak saudaranya atau menumpang di rumah tetangga yang aman dari banjir. Kami telah melaporkan hal tersebut ke pihak terkait di Pemkab Cianjur, namun warga belum mendapat bantuan,¿ katanya singkat.(sumber:http://antarajawabarat.com)

8 Penambang Emas Tertimpa Longsor

4 April 2014   21 views

longsorDelapan warga Sukabumi tewas tertimbun longsor di area tambang emas ilegal Pongkor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Keluarga korban menangis histeris dan pingsan mengetahui anggota keluarganya pulang dalam keadaan sudah tidak bernyawa. Keluarga Maman, salah satu dari 8 korban yang tewas tertimbun longsor, terus menangis. Mereka seolah tidak percaya salah satu anggota keluarganya ini pulang dalam keadaan sudah tidak bernyawa.

Tidak hanya keluarga, kerabat dan tetangga korban di Desa Cianaga, Kabandungan Sukabumi ini juga larut dalam kesedihan. Tangisan pun pecah kembali manakala warga mengangkat jasad Nurdin, korban tewas lainya, dari mobil untuk dibawa kerumah duka.

Kedua korban ini merupakan satu keluarga. Keduanya tewas akibat tertimbun longsor dilokasi galian emas tanpa izin di Ciguha, Pongkor, Kabupaten Bogor.

Kedelapan korban tewas tersebut berasal dari dua desa berbeda. Maman, Nurdin, Iding dan Yayan, keempatnya merupakan warga Desa Cinaga, sedangkan tiga korban lainya Dedi, Ahmad dan Amir berasal dari Celengsi, Kecamatan Kabandungan. Kedelapan korban ditemukan tewas kemarin sore di kedalaman 40 meter.
(sumber:news.mnctv.com)

Demi Jaga Lingkungan, Murid SDN 1 Cijeungjing Tak Segan Tegur Guru

29 March 2014   53 views

sdn-1-cijeunjing-bersih-asriSDN 1 Cijeunjing, Ciamis, yang berada di sisi lapangan Desa Cijeungjing, tak jauh dari tugu selamat datang (Gapura Ciamis) di Jalan Raya Ciamis-Banjar, terlihat asri, Kamis (27/3) siang. Di sebelah lapangan parkir sekolah yang luas, terlihat tanaman cabai rawit yang tumbuh subur dalam polibag. Ada pula kangkung, tomat, terong, sawi, dan pohon pepaya yang membuat lingkungan SDN 1 Cijeunjing tersebut semakin hijau, sejuk segar, dan kaya oksigen.

Keramik putih tiap lorong gedung sekolah dasar yang dulu bernama SDN Gentra Masekdas tersebut bersih mengilat, nyaris tidak ada sampah yang berserakan. Dinding-dinding ruang kelas, ruang guru, musala, dan perpustakaan tampak mulus tanpa corat-coret tanpa makna (vandalisme).

Bangku, meja belajar, dan lemari pun tertata rapi di dalam kelas. Hampir tidak ada tulisan atau coretan di bangku atau meja belajar, baik dengan menggunakan pulpen, spidol, pensil, maupun tip-ex.

“Murid-murid yang kedapatan melakukan corat-coret di meja belajar, bangku, atau dinding kelas kena denda Rp 1.000. Dan coretannya harus dihapus, dibersihkan. Yang kedapatan membuang sampah sembarangan juga akan kena denda Rp 1.000. Sejak ketentuan ini diberlakukan setahun yang lalu, alhamdulillah sampai hari ini belum ada yang kena denda,” ujar Tini Suhartini SPd, kepala SDN 1 Cijeungjing, kepada Tribun, kemarin.

Ketentuan denda tersebut juga berlaku bagi guru atau petugas sekolah yang membuang sampah di sembarang tempat. “Murid-murid di sekolah kami tak segan-segan menegur gurunya yang merokok atau buang sampah sembarangan,” katanya.

Untuk menampung sampah, tiap ruang kelas dan di depan ruang kerja guru disediakan tiga tong sampah dengan warna yang berbeda-beda. Tong dengan warna hijau untuk menyimpan sampah organik, tong warna kuning untuk sampah anorganik, dan tong berwarna merah guna menampung sampah berbahaya (B-3).

Di bagian belakang, ada bak khusus guna menampung sampah-sampah yang bisa dimanfaatkan atau dijual ke penampung rongsokan.

“Bak itu khusus untuk bank sampah. Sampah-sampah yang bisa dijual akan dijual ke rongsokan. Di bak tersebut sampah-sampah disortir. Bank sampah tidak hanya menampung sampah-sampah dari ruang kelas dan lingkungan sekolah. Tiap hari, tiap murid membawa satu botol bekas kemasan air mineral,” ujar Tini.

Tiap bulan, pada upacara bendera, kata Tini, diumumkan kelas-kelas yang meraih hasil penjualan sampah terbanyak. Tiap pelaksanaan upacara hari Senin juga diumumkan ruang kelas terbersih dan terkotor.

“Uang hasil penjualan sampah digunakan untuk membeli sapu, soklin, dan cairan pembersih lantai yang dibagikan ke tiap kelas. Dari hasil penjualan sayur-mayur kebun sekolah juga digunakan untuk kepentingan sekolah. Kadang-kadang kami panen cengek (cabai rawit) untuk ngaliwet makan bersama di sekolah,” katanya.

Membudayakan lingkungan bersih di SDN 1 Cijeungjing ini, kata Tini, bukanlah hal yang gampang. “Kami sudah memulainya tahun 2006 melalui program Sekolah Berbasis Lingkungan (SBL). Kami terus berupaya menanamkan kebiasaan bagi anak-anak untuk menjaga kebersihan dirinya, ruang kelas masing-masing, dan lingkungan sekolah. Diharapkan anak-anak juga membiasakannya di rumah dan lingkungan masing-masing,” ujar Tini.

SDN 1 Cijeungjing 1 Ciamis ini berdiri tahun 1954. Tahun 1994, bangunan tua SDN 1 Cijeungjing tersebut  diratakan dengan tanah dan dibangun kembali bangunan sekolah baru melalui program Gerakan Cinta Almamater Sekolah Dasar (Gentra Masekdas). Ini merupakan satu-satunya SD Gentramasekdas di Kabupaten Ciamis. Memiliki enam ruang kelas, satu ruang kerja guru, dan satu ruang kepala sekolah berikut musala.

Bangunan SD ini berdiri megah di lahan seluas 13.095 meter persegi yang berbatasan langsung dengan lembah Bumi Perkemahan Majaprana. Di belakang sekolah terdapat lima petak kolam milik sekolah. Semua bangunan dan ruang kelas yang dibangun melalui program Gentra Masekdas tahun 1994 tersebut masih kokoh dan megah.

“Belum ada kerusakan berarti, belum pernah direhab. Beda dengan satu ruang kelas tambahan di bagian samping sekolah yang dibangun tahun 2000 malah sudah pernah direhab,” ujar Tini.

Pascareformasi, SDN Gentramasekdas Cijeungjing ini pun berganti nama jadi SDN 1 Cijeungjing, yang kini memiliki 176 murid dengan tujuh rombongan belajar, dengan sembilan orang guru PNS, tiga guru honorer, dan seorang penjaga sekolah (PNS).

Setelah menanam pola budaya berbasis lingkungan sejak tahun 2006, tahun 2014 ini SDN 1 Cijeungjing terpilih sebagai SD terbersih dan berbudaya lingkungan mewakili Jawa Barat untuk meraih anugerah Adiwiyata (sekolah terbersih) tingkat nasional.

“Tahun 2013 lalu kami keluar sebagai SD peraih Adiwiyata tingkat Jawa Barat. Tahun 2014 ini SDN 1 Cijeungjing, alhamdulillah dipercaya mewakili Provinsi Jawa Barat untuk penilaian anugerah Adiwiyata tingkat nasional,” kata Tini yang sudah empat tahun menjadi Kepala SDN 1 Cijeungjing.(tribunnews.com)

Tol Bogor Ring Road IIA Segera Beroperasi Bulan Depan

26 March 2014   22 views

borrProyek tol Bogor Outer Ring Road seksi IIA dari Kedung Halang-Kedung Badak sudah 98% selesai tahap konstruksinya. April 2014 ini tol yang dibangun melayang (elevated) tersebut akan dioperasikan.

Sekretaris Perusahaan PT Jasa Marga David Wijayatno mengatakan, anak usaha perseroan PT Marga Sarana Jabar selaku operator tol ini tengah mengebut pengerjaan seksi IIA. Seksi IIA terbentang sepanjang kurang lebih 2 km.

“Sampai Kedung Badak sekitar 98% konstruksinya, hampir selesai,” kata David saat dihubungi detikFinance, Rabu (26/3/2014).

David mengatakan, progres konstruksi ditargetkan pada akhir bulan ini bisa diselesaikan. Kemudian sebelum dioperasikan, David menjelaskan, masih perlu dilakukan uji kelaikan. Kelaikan tol tersebut akan diuji oleh Kementerian Pekerjaan Umum, Kepolisian dan Kementerian Perhubungan.

“Karena nggak begitu panjang, 2 km itu kita hrapkan 2 minggu selesai. Saya harapkan bulan April itu sudah bisa dioperasikan,” kata David.

“Dengan adanya ini, masyarakat bisa terhindar kemacetan di Kedung Halang. Selama ini macet di situ,” imbuhnya.

Tol ini terbagi menjadi IV seksi: Seksi I (Sentul Selatan-Kedung Halang) 3,85 Km sudah dioperasikan, Seksi II (Kedung Halang-Kedung Badak dan Kedung Badak-Simpang Yasmin) 4,00 Km, Seksi III (Simpang Yasmin-Darmaga) 3,15 Km. Total panjangnya mencapai 11 km.

David mengatakan, kelanjutan proyek hingga ke Simpang Yasmin dan Darmaga masih menunggu kelaikan proyek tersebut.

“Lahannya juga belum, nanti tunggu operasi ini dulu. Nanti tergantung tanah ya dulu, kalau tanahnya nggak ada ya sulit,” tambahnya.

Tol ini dioperasikan oleh perusahaan patungan PT Jasa Marga dan BUMD Jabar yaitu PT Marga Sarana Jabar.(detik.com)

Sedikitnya 49 Jembatan Gantung di Cianjur Selatan Kondisinya Memprihatinkan

24 March 2014   20 views

230314Jembatan_GantungSedikitnya 49 jembatan gantung dari sekitar 100 jembatan gantung di Cianjur Selatan, Kab. Cianjur kondisinya memprihatinkan. Hal itu, diakui Kepala Dinas Tata Ruang dan Pemukiman (Distarkim) Cianjur, Yoni Raleda kepada “PR” Online, MInggu (23/3/2014).

“Data terkahir yang kami punya tahun lalu dari hasil inventarisasi ada 55 jembatan yang masuk prioritas untuk diperbaiki, namun sudah ada 6 yang kami perbaiki. Jadi tinggal 49 jembatan lagi,” ucapnya.

Yoni mengatakan jembatan gantung yang kondisinya rusak hampir semua tersebar di beberapa kecamatan di Cianjur Selatan, mulai dari Kec. Cibeber, Cempaka, Sindangbarang, sampai Cidaun.

“Dengan keterbatasan anggaran yang kami punya tentu saja pembangunan jembatan ini harus bertahap. Pada 2013 lalu saja, dari enam jembatan yang kami perbaiki, empat jembatan dari APBD Cianjur, dan sisanya dari bantuan Pemprov Jabar,” tuturnya.

Kerusakan jembatan gantung, kata Yoni, sebagian besar dikarenakan memang usia jembatan yang sudah tua dan saatnya diganti. Selain itu, akibat terjangan arus sungai saat meluap di musim hujan.

“Seperti jrmbatan Cibegang yang ada di Desa Girimukti, Kec. Sindangbarang, tahun ini akan kami prioritaskan karena merupakan jembatan utama penghubung dua kampung, antara Kampung Ciakar dan Cikarut,” ucapnya.

Yoni menuturkan, tahun ini pembangunan jembatan gantung juga masuk dalam program Distarkim, namun tidak begitu banyak yang bisa diperbaiki karena keterbatasan anggaran.

“Saya tidak begitu hafal, mungkin sama dengan tahun lalu. Pembangunan jembatan gantung ini akan kami lakukan bertahap mengingat keterbatasan anggaran,” katanya.

Sementar itu, Wakil Ketua DPRD Cianjur, Saep Lukman menuturkan dari hasil inventarisasi yang ia lakukan sendiri Tahun 2013, ada sebanyak 76 jembatan gantung yang kondisinya memprihatinkan. “Kalau sudah dibangun enam jembatan tahun lalu ya berarti masih ada 70 jembatan yang kondisinya perlu diperbaiki,” ujarnya.

Berdasarkan catatan laporan dan cek lapangan yang ia lakukan, kata Saep, hampir 80% infrastruktur jalan dan jembatan di wilayah Cianjur selatan kondisinya rusak berat.

“Dengan kondisi seperti ini, Kami menilai Pemkab Cianjur terkesan minim kepedulian terhadap masalah infrastruktur jalan dan jembatan, terutama di wilayah selatan,” katanya.

Saep menuturkan pada APBD 2014 juga belum ada pemerataan pembangunan. Meskipun, kata dia, jumlah APBD Cianjur yang hanya sekitar Rp 1,6 triliun juga tidak akan mencukupi untuk membangun seluruh wilayah Cianjur, namun setidaknya ada arah pembangunan yang jelas.

“Pemkab Cianjur lebih suka membangun wajah kota daripada meningkatkan taraf hidup warga Cianjur Selatan dengan menyediakan infrastruktur yang memadai,” ucapnya.

Wakil Bupati Cianjur, Suranto pun mengakui pembangunan di wilayah Cianjur Selatan dinilai belum maksimal sesuai harapan. Termasuk di bidang pendidikan, kesehatan, maupun perekonomian.

Oleh karena itu, pihaknya mempercepat pembangunan infrastruktur jalan desa yang akan mampu mengakomodasi aktivitas warga desa dalam memajukan desa itu sendiri.

“Ini menjadi pekerjaan rumah bagi kita semua dengan selalu konsen serta memberikan peranan yang jelas dalam program kerja pemerintah dengan dasar anggaran yang tentunya cukup dan tersedia,” katanya.(pikiran-rakyat.com)

Next Page »

PERSIB

Sejarah Hari Ini (17 April): Persib Juara Perserikatan Terakhir, 1994

Tepat hari ini, 20 tahun yang lalu digelar laga bersejarah di kompetisi sepakbola... 

Persib Bandung Siap Hadapi Tantangan Ajax Amsterdam

Pelatih Persib Bandung Djadjang Nurdjaman mengaku senang timnya direncanakan akan... 

Hari Ini Bobotoh-The Jack Mania Berdamai di Bogor

Pendukung Persib Bandung (Bototoh) dan suporter Persija Jakarta (The Jack Mania)... 

Informasi Sebelumnya