web analytics

Sopir Truk Penabrak Gapura ‘Selamat Datang’ Sumedang Jadi Tersangka

21 October 2014   2 views

gapurasumedangPolisi menetapkan sopir truk, Dahlan Junaedi, sebagai tersangka pada insiden kecelakaan di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Pria tersebut dianggap lalai mengemudikan truk sehingga menabrak gapura ‘Selamat Datang’ Sumedang.

“Status sopir jadi tersangka,” kata Kanit Lakalantas Polres Sumedang Ipda Sudirianto via pesan singkat, Selasa (21/10/2014).

Dahlan sempat menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Sumedang usai kecelakaan yang mengakibatkan gapura rusak berat. Penetapan status tersangka setelah polisi melaksanakan serangkaian penyelidikan berdasarkan alat bukti. Kasus ini ditangani Satlantas Polres Sumedang.

Akibat peristiwa itu Dahlan dijerat pasal berlapis. “Tersangka melanggar Pasal 310 ayat 1 dan Pasal 274 ayat 1 dan 2 Undang-Undang RI Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan,” kata Sudirianto.

Pasal 310 ayat 1 menerangkan setiap orang mengemudikan kendaraan bermotor karena kelalaiannya mengakibatkan kecelakaan lalu lintas dengan kerusakan kendaraan atau barang. Pasal 274 ayat 1 perbuatan mengakibatkan kerusakan atau gangguan fungsi jalan, ayat 2 menerangkan perbuatan mengakibatkan gangguan pada fungsi perlengkapan jalan.
(detik.com)

Ada Mayat Wanita di Dalam Avanza, Warga Geger

20 October 2014   8 views

Penemuan mayat wanita di dalam bagasi mobil Toyota Avanza warna putih bernopol F 1641 KG, menggegerkan warga Kampung Cibogo, Desa mekargalih, Kecamatan Ciranjang, Cianjur, Jawa Barat, Minggu (19/10/2014).

Hasil pemeriksaan petugas dari Tim Identifikasi Polres Cianjur, yang datang ke lokasi setelah mendapat laporaan dari masyarakat, ditemukan sejumlah luka lebam akibat benda tumpul di sekujur tubuh mayat. Juga ditemukan, mulut wanita itu mengeluarkan darah.

“Awalnya kami curiga dengan mobil jenis minibus yang terparkir sejak Sabtu malam hingga siang menjelang di pinggir jalan desa itu. Beberapa orang warga dan aparat desa, sempat melihat bagian dalam mobil dan menemukan jasad wanita di bagian belakang mobil tersebut,” kata Apip saksi mata warga sekitar.

Mendapati hal tersebut, warga melaporkan temuan mayat dalam mobil tersebut kepada pihak berwajib. Petugas yang mendapat laporan langsung memasang garis polisi dan melakukan identifikasi.

Sebelumnya petugas terpaksa mencongkel kaca mobil yang terkunci dan melakukan pemeriksaan terhadap jasad. Bahkan petugas sempat membubarkan warga yang terus berbondong-bondong datang ke lokasi untuk menyaksikan temuan mayat wanita yang sengaja dibuang di lokasi guna menghilangkan jejak pelaku.

“Setelah dilakukan pemeriksaan dan olah TKP, jasad korban dibawa ke RSUD Cianjur, guna otopsi. Selanjutnya, kasus ini masih dalam pengembangan guna mengungkap pelaku. Kami mengamankan sejumlah surat-surat dari dalam mobil,” kata Kapolres Cianjur AKBP Dedy Kusuma Bakti.

Dia menjelaskan, temuan mayat tersebut berawal dari laporan warga yang curiga terhadap kendaraan yang terparkir sejak Sabtu malam di wilayah tersebut. Hingga akhirnya warga bersama aparat desa memastikan keberadaan kendaraan tersebut dan mendapati mayat wanita dengan sejumlah luka di sekujur tubuh.
(kompas.com)

Belasan Motor Berknalpot Bising Terjaring Razia di Bogor

16 October 2014   10 views

motord

motord Razia kendaraan digelar di Jalan Raya Pajajaran Kota Bogor. Belasan motor berknalpot bising diamankan. Pemotor mengaku tidak tahu jika knalpot jenis tersebut dilarang.

“Sudah 2 bulan pakai (knalpot bising), tidak pernah terjaring razia,” kata Robi, pemotor yang terjaring razia, Kamis (16/10/2014).

Apakah dia setuju knalpot bising dilarang? “Ya setuju saja, tapi kita kan nggak tahu kalau di sini (Bogor) dilarang,” kata warga Cilendek Bogor Barat ini.

Razia digelar selama 2 jam. Sebanyak 15 motor diamankan. Tak hanya motor berknalpot bising yang diamankan, tapi juga pemotor yang tidak memiliki surat-surat kendaraan dan melanggar lalin. Termasuk beberapa pelajar yang tidak menggunakan helm dan berboncengan tiga.

“Ini instruksi dari Dirlantas Polda Jabar, bahwa di Kota Bogor dilarang menggunakan knalpot bising atau di luar standar,” kata Kanit Patroli Satlantas Polres Bogor Kota, Iptu Subandi.

Motor berknalpot bising ke Polresta Bogor. Pemilik diwajibkan membawa knalpot standar saat mengambil.

Selain melakukan razia, Satlantas Polres Bogor Kota yang bekerjasama dengan Dinas Perhubungan Kota Bogor, Dinas Lalulintas dan Angkuta Jalan (DLLAJ) Kota Bogor juga melakukan uji emisi terhadap kendaraan roda empat yang melintas di lokasi. Uji emisi dilakukan untuk mengendalikan polusi udara di Kota Bogor.

(detik.com)

115 Pengembang di Kabupeten Bogor Diverivikasi

13 October 2014   1 views

jalanBanyak pengembang nakal tak menyerahkan fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum). Catatan di Dinas Tata Bangunan dan Permukiman (DTBP) Kabupaten Bogor, 155 developer tengah diverifikasi.

Kepala DTBP Kabupaten Bogor, Yani Hasan, menyebutkan ada 63 pengembang yang menyerahkan fasos-fasum. Ia meyakini petugas tetap mengejar pengembang yang nakal.

“Kita kejar terus! Kini 155 pengembang sedang diverifikasi dan 92 lainnya masih dalam tahap penyiapan dokumen adimintrasi untuk penyerahan fasos dan fasum,” ujarnya, Minggu (12/10).

Menurut Yani Hasan, verifikasi ulang dilakukan karena banyak siteplan perumahan yang berubah seiring bertambah luas lahan yang dikuasai pengembang. “Misal, semula pengembang hanya menguasai 50 hektar lahan, seiring rumah yang dibangun laku keras, lahannya bertambah 20 hektar. Ini mengubah siteplan karena titik pembatas, lahan buat fasos-fasum ikut berubah,” katanya.

Kendala lainya, minimnya dana perawatan setelah fasos-fasum diserahkan, sebab pemkab tak menyediakan anggaran biaya perawatannya. Tak heran, masalah ini menjadi seperti buah simalakama.
“Kalau tidak diserahkan, menimbulkan masalah, diserahkan, pemkab tak punya duit buat perawatan,” tandasnya.

Masalah-masalah ini, lanjutnya akan dibahas secara intern lalu dirapatkan dengan dinas terkait. “Bisa saja nanti kita minta anggaran khusus dari pengembang buat biaya perawatan fasos dan fasum tersebut,” ujarnya.

(poskota)

Tak Bisa Berenang, Bocah SD Ditemukan Tewas Tenggalam di Citarum

11 October 2014   0 views

karawangfixHandika (10), seorang bocah SD warga Desa Kalangsari, Rengasdengklok, Karawang, ditemukan tewas di Sungai Citarum. Handika diduga tenggelam saat bermain dengan temannya.

Saksi mata kejadian, Nandang (40), menuturkan peristiwa tersebut bermula ketika korban dan empat orang temannya bermain di Sungai Citarum, Jumat (10/10) sekitar pukul 15.00 WIB.

Kondisi air saat kejadian tersebut terpantau tenang. Kedalaman sungai yang dijadikan wahana bermain bocah sekitar 2,5 sampai 3 meter.

“Teman-temannya pada lompat dari pinggir sungai dan bisa berenang, tapi korban pas kejadian ternyata enggak bisa berenang dan enggak muncul lagi,” kata Nandang saat dihubungi detikcom, Sabtu (11/10/2014).

Teman-teman korban yang panik langsung menepi dari sungai dan menceritakan kejadian tersebut kepada warga sekitar.

“Warga langsung meminta bantuan SAR dan Tagana untuk pencarian korban,” ujar Nandang.

Tim pencari langsung menyusuri sungai sore itu juga. Namun karena terkendala jarak pandang, tengah malam upaya evakuasi dihentikan.

“Dilanjutkan pencarian tadi pagi sekitar pukul 6, dan ditemukan sekitar pukul 10,” katanya.

Jasad anak dari pasangan Sanin dan Enung ini dimakamkan di tempat pemakaman umum sekitar.

(detik.com)

22 Pilkades di Kabupaten Bogor Terancam Batal

7 October 2014   8 views

pilkadesPemilihan kepala desa (pilkades) di 22 desa di 19 kecamatan di Kabupaten Bogor yang direncanakan pada 7 November terancam batal. Pasalnya selain rancangan Peraturan  Menteri Dalam Negeri (Permendgari)  baru yang mengatur pilkades belun disahkan juga persiapan tahapan pilkades juga mepet.

Kasubag Pemerintah Desa Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pembanguan desa (BPMP) kabuapten Bogor  Evi Nurlatifa mengungkapkan, belum adanya kepastian Permendagri  terhadap perubahan UU No.6  Tahun 2014 tentang Desa dan Pilkades, maka akan mempengaruhi pelaksanaan pilkades di 22 desa pada 7 Nopember mendatang.

“Kami juga  was-was sebab sampai kini Permendagri itu yang menjadi acuan pilkades belum tuntas dibahas, sementara masa jabatan 22 Kades  itu bakal berakhir pada Nopember mendatang,” katanya, Senin.

Dia menyebutkan UU No.6  Tahun 204 disahkan pada Januari lalu, sedangkan Peraturan Pemerintah No.43 baru keluar Juni lalu. “Sesuai intruksi Kemendagri boleh saja pilkades menggunakan UU No.32  tahun 2004  PP No.72 Tahun 2005 dan Peraturan Daerah sebagai acuan. Hanya saja  waktu untuk tahapan pilkades sudah mepet ditambah tata cara yang menggunakan cara lama tergolong ribet termasuk anggaran  yang dikeluarkan buat pilkades,” jelasnya.

Sepanjang 2014 ini,  Pemkab Bogor telah melaksanan pilkades  di 63 desa di 32 kecamatan  pada 9 Maret lalu. “Kala itu kita masih menggunakan peraturan dan perundang-undangan lama sehingga tidak menemui masalah,” katanya.

(poskota)

Baru 32 Persen Warga Bekasi Nikmati Air Bersih

30 September 2014   1 views

bekasiPerusahaan Daerah Air Minum (PDAM)  Tirta Bhagasasi Bekasi, Jawa Barat, hingga tahun 2014 ini baru mampu melayani  masyarakat di Kota dan Kabupaten Bekasi mencapai 32 persen, “Berbagai  upaya sudah kami lakukan di antaranya menambah debit air dan sekarang ini membuat instalasi pengolahan air bersih di Tegal Danas, Desa Hegarmukti, Cikarang Pusat.

Usep Rahman Salim, Direktur Utama PDAM  Tirta Bhagasasi, mengatakan, selain PDAM milik pemerintah daerah, saat ini sudah ada 12 perusahaan pengolahan air milik swasta yang juga melayani masyarakat, “ Namun tetap saja cakupan pelayanannya masih jauh dari target MDG`s yang dipatok,” katanya.

Neneng Hasanah Yasin, Bupati Bekasi, pada HUT PDAM Tirta Bhagasasi ke 33, Senin (29/9) meletakan batu pertama pembangunan pengolahan instalasi air bersih serta Mesjid di Tegal Danas, Hegarmukti, “Mudah-mudahan ini bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Bekasi,” ujar Neneng Hasanh Yasin.

Pembangunan instalasi air bersih itu nantinya  dapat meningkatkan kapasitas produksi yang saat ini baru mencapai 2.260 liter per detik, “Selain itu sudah disiapkan pembangunan 18 ribu Sambungan Langsung (SL) per tahun,” jelas Usep, sambil menyebutkan, ini  merupakan  upaya  PDAM Tirta Bhagasasi dalam melaksanakan program Milenium Development Goal`s (MDG`s).

Menurutnya, sambungan baru ini tersebar di Kota dan Kabupaten Bekasi yang menjadi area pelayanan distribusi air bersih PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi. Dia mengatakan sejauh ini program tersebut telah berhasil mencapai 168 ribu sambungan langsung. (saban)

Teks: Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin, saat meletakan batu pertama pembangunan Instalasi Pengolahan Air Bersih  milik PDAM Tirta Bhagasasi, di Tegal Danas, Desa Hegarmukti, Cikarang Pusat.

(poskota)

Didominasi Pelat B, Lepas Gerbang Tol Ciawi Sudah Macet Parah

27 September 2014   0 views

macetpuncakSeperti biasa jalur menuju Puncak di akhir pekan kembali macet. Kendaraan didominasi pelat B.

Pantauan di lokasi, Sabtu (27/9/2014) kemacetan terjadi sejak lepas gerbang tol Ciawi. Kendaraan sudah bergerak merayap.

Kendaraan hanya bergerak sesekali. Selebihnya parkir. Belum diketahui penyebab kemacetan. Namun seperti biasa, kepadatan arus lalu lintas karena membludaknya wisatawan.

Banyak pemandu yang menawarkan jalur alternatif. Banyak juga pedagang makanan ringan yang menawarkan jualan mereka di sekitar lokasi.

(detik.com)

Provinsi Jambi Menimba Ilmu di Kabupaten Bogor

19 September 2014   5 views

kab bogorSeakan tidak pernah berhenti Kabupaten Bogor di jadikan tempat untuk menimba ilmu bagi daerah lain sehingga apa yang di dapat di Kabupaten Bogor dapat di implementasikan di lingkungan kerja mereka, kali ini giliran Provinsi Jambi, melakukan observasi lapangan Diklat Kepemimpinan Tingkat IV di bumi tegar beriman ini, berkesempatan Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Bogor, Hj. Atty Guniarty, menerima para peserta, yang bertempat di Ruang Serbaguna 1 Gedung Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor, Cibinong, pada Kamis, (18/9).

Saat memberikan sambutan, Kepala BKPP menjelaskan visi yang menjadi pedoman kami dalam melaksanakan Pembangunan Daerah adalah “ Kabupaten Bogor menjadi Kabupaten termaju di Indonesia, yang dijabarkan oleh BKPP di bidang kepegawaian yaitu menjadikan aparatur sipil negara Kabupaten Bogor yang unggul. “ keunggulan aparatur merupakan kata kunci yang penting, karena hanya dengan sumberdaya aparatur yang unggul, kinerja sebagai Kabupaten termaju di Indonesia dapat diwujudkan secara Optimal,”Tegasnya.

Ia juga berharap setelah mendapatkan ilmu di Kabupaten Bogor, Provinsi Jambi akan semakin kuat dalam pengeloan keuangan daerah yang mencakup permasalahan administrasi serta akan lebih berkembang nya pada menanganan permasalahan lingkungan hidup, karena tempat yang akan di jadikan kunjungan ialah DPKBD serta BLH, kedua dinas tersebut saat berkompeten di bidang nya masing-masing,”saya berharap setelah mendapatkan ilmu dari Kabupaten Bogor, dapat langsung di gunakan di lingkup kerjanya masing-masing untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, dalam pengelolaan keuangan daerah serta lingkungan hidup,”Harapnya.

Sementara, Kabid Struktural Badan Diklat Daerah Provinsi Jambi yang juga ketua rombongan, Neli Baiyani mengatakan bahwa observasi lapangan atau yang biasa di sebut Bench Marking di Kabupaten Bogor berlangsung dari 17 September hingga 21 September 2014 yang dikuti 35 orang peserta dari SKPD Provinsi Jambi, sehingga setelah mendapatkan pelajaran dari Kabupaten Bogor dapat di implementasikan di tempat kerja nya masing-masing karena itu semua guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. “terima kasih atas penerimaan dengan baik di Kabupaten Bogor, semoga apa yang di peroleh dari kunjungan kali ini dapat di aplikasikan di lingkup kerjanya masing-masing .”Ujarnya.

(bogorkab.co.id)

Penggalian Gunung Padang oleh TNI Dipersoalkan, Ada Prosedur yang Tak Sesuai

15 September 2014   7 views

gunung padang2Gunung Padang kembali menjadi perbincangan. Setelah muncul isu-isu mengenai legenda situs megalitikum di Cianjur itu, kini soal lain muncul. Foto-foto penggalian yang dilakukan TNI menjadi bahan perbincangan di sejumlah forum para pemerhati Gunung Padang.

“Ya foto itu beredar, dan memang kalau dilihat ada prosedur yang tak sesuai,” terang arkeolog, Luthfi Yondri saat berbincang, Senin (15/9/2014).

TNI memang dilibatkan dalam proses eskavasi yang kembali dimulai di Gunung Padang. Eskavasi kali ini dipimpim tim mandiri yang bekerja sama dengan Pemprov Jabar, Pemkab Cianjur, dan TNI.

Luthfi mengaku apa yang dilakukan TNI dengan menggali menggunakan pacul memang disayangkan. Dikhawatirkan, dalam penggalian lewat pacul itu ada bahan arkeologi yang hilang atau rusak.

“Kalau buat di arkeologi setiap senti lapisan menyimpan rekaman jejak masa lalu. Arkeologi itu tidak hanya memburu benda, tetapi juga memburu masa lalu,” imbuh dia.

Menurut arkeolog dari Balai Arkeologi Nasional ini, dari foto-foto penggaliannya ada prosedur, ada tahapan yang dilangkahi. Dalam arkeologi, saat kita menggali harus mengerti lahan yang kita gali, harus jelas semuanya.

“Di Gua Pawon saja, karena di sana banyak peninggalan, kita menggali dengan tusuk gigi,” terang dia.

Jadi, menurut Luthfi, yang perlu disadari apakah penggalian dengan pacul itu di lokasi yang sudah aman atau hanya asal gali saja. Luthfi memberi catatan soal penggalian yang dilakukan TNI itu.

“Saya bisa mengatakan, banyak hal yang ditinggalkan dari sisi arkeologi. Kemudian apakah di sana ada pengawasan, ada pencatatan, karena setiap lapisan tanah dibuka mesti ada pencatatan,” tutup dia.
(detik.com)

Next Page »