web analytics

Polres Cirebon Kota Ciduk 6 Tersangka Selama Ops Ketupat Lodaya

15 August 2014   2 views

polres-cirebon-kota-eksposKepala Polres Cirebon Kota, AKBP Dani Kustoni didampingi Kepala Satuan Reserse dan Kriminal, AKP Hidayatullah mengatakan, selama Operasi Ketupat Lodaya 2014, Polres Cirebon Kota berhasil menangkap enam pelaku kejahatan dari empat buah kasus. Kasus itu terdiri dari pencurian dengan kekerasan (curas) sebanyak tiga, dan satu lagi kasus pencurian dengan pemberatan (curat).

“Ada tersangka yang mengaku baru pertama kali beraksi. Padahal kenyataannya dia sudah beberapa kali keluar-masuk penjara,” kata Dani di Mapolres Cirebon Kota, Kamis (14/8).

Kata Dani, selain kasus penjambretan di CSB Mall dengan tersangka Irwanto (44), kasus lainnya adalah jambret di Jalan Raya Cirebon-Indramayu tepatnya di daerah Desa Grogol, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon, Jumat (1/8) pukul 19.30. Saat itu, warga bernama Tami berjalan kaki menuju rumah anaknya. Dalam perjalanan, dia berpapasan dengan Subyani alias Kacip dan Jaedin. Kedua pria itu berboncengan sepeda motor.

Tanpa disangka, ternyata Kacip dan Jaedin menjambret kalung emas yang dipakai Tami hingga putus. Tami pun mencoba melakukan perlawanan, dan saat kedua tersangka hendak kabur tertangkap warga.

Kasus curas berikutnya terjadi Kamis (31/7/2014) pukul 21.30 di sebuah minimarket Jalan Kanggraksan, Kota Cirebon. Ada dua tersangka datang ke minimarket berpura-pura hendak belanja. Namun ketika toko sepi, mereka menodongkan pisau ke arah kasir yang sedang menghitung uang. Kedua tersangka pun mengancam kasir agar memasukkan uang tersebut ke kantong tersangka.

Saat hendak kabur, kedua tersangka ditangkap warga. Kemudian keduanya pun diserahkan ke polisi. Dari dua tersangka, petugas menyita barang bukti satu unot sepeda motor E 6590 PD, tas ransel, pisau komando, dan kemeja.

Sementara kasus curat terjadi di sebuah rumah di Jalan Gunung Guntur D XVI No 212, Kelurahan Kecapi, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Kamis (24/7) pukul 20.00. Adalah tersangka Budiyanto yang nekat mencuri di rumah tidak jauh dari rumahnya. Ia datang ke tempat aksi dengan obeng dan sepeda motor.

Begitu tiba, Budiyanto mencongkel jendela rumah korban menggunakan obeng. Ia pun bermaksud mengambil barang-barang dari dalam rumah korban. Sayang, aksinya ketahuan warga sehingga tersangka dibawa ke kantor polisi.

Atas perbuatannya, keenam tersangka mendekam di tahanan Mapolres Cirebon Kota. Mereka terancam hukuman sesuai dengan tindak pidana yang dilakukannya.
(tribunnews.com)

Uang Suap Bupati Bogor Untuk Biaya Politik

15 August 2014   2 views

bupati-bogor-rahmat-yasin-di-tangkap-kpkKasus suap terhadap Bupati Bogor Rachmat Yasin dengan terdakwa FX Yohan YAP alias Yohan kembali digelar di Pengadilan Tipikor Bandung, Kamis (14/8/2014). Kasus suap senilai total Rp 4,5 miliar itu terkait tukar menukar kawasan hutan di Kabupaten Bogor atas nama PT Bukit Jonggol Asri (PT BJA). (baca juga : Kronologi KPK Tangkap Bupati Bogor Terkait Suap Pengurusan Izin Tata Ruang )

Sidang kali ini menghadirkan lima orang saksi. Mereka adalah Bupati Bogor Rachmat Yasin, Presiden Komisaris PT BJA Kwee Cahyadi Kumala alias Swie Teng, Dirjen Planologi Kementerian Kehutanan Bambang Suprianto, Kepala Dinas Tata Ruang dan Pertanahan Kabupaten Bogor Burhanudin, dan Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bogor HM Zairin.

Dalam kesaksiannya, Rachmat mengakui pada tahun 2012-2014 telah menerima dua kali pemberian uang dari Yohan. Masing-masing Rp 1 miliar dan Rp 2 miliar. Adapun pemberian ketiga sebesar Rp 1,5 miliar, belum sempat diterimanya karena keburu diamankan oleh petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Uang sebanyak Rp 3 miliar itu, kata Rachmat, tidak diterimanya langsung dari Yohan tapi diperolehnya dari tangan Peni, sekretaris pribadinya. Rachmat mengaku, ia tidak menghitung jumlah uang pemberian dari Yohan, ia tahu nilai total uang tersebut dari Peni.

Saat ditanya ketua majelis hakim, Nur Hakim SH MH mengapa sebagai bupati ia tetap menerima uang dari pihak ketiga (Yohan), padahal itu dilarang. Menurut Rachmat, ia terpaksa menerima uang suap itu karena sebagai Ketua DPW PPP Jabar, ia membutuhkan biaya untuk kegiatan politik. (baca juga : PPP Sebut Rachmat Yasin Calon Ketua Umum )

“Saya dapat beban yang begitu besar (sebagai ketua partai). Saya banyak kebutuhan, dengan sangat terpaksa itu saya ambil. Ketika menyadari itu salah, saya menyesal. Saya pun telah mengembalikan uang Rp 3 miliar itu kepada negara,” kata Rachmat, di depan majelis hakim.
(tribunnews.com)

Dishubkominfo Kabupaten Cianjur Siapkan 275 Armada Mudik

19 July 2014   1 views

illustrasi-mudik-lebaranRatusan pemudik asal Kabupaten Cianjur di wilayah selatan diperkirakan akan mudik pada hari raya Idulfitri tahun ini.

Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Cianjur menyiapkan 275 armada angkutan umum (angkum) untuk mengangkut warga Kabupaten Cianjur yang ingin mudik ke wilayah Cianjur Selatan.

“Untuk penambahan tidak ada karena Kabupaten Cianjur memang hanya daerah perlintasan. Tapi armada dipersiapkan untuk warga yang mudik ke Kabupaten Cianjur. Dan jumlah itu cukup untuk membawa penumpang ke tempat tujuannya,” kata Kabid Angkutan Umum, Afif Darmawan ketika ditemui di ruang kerjanya, Jumat (18/7).

Terkait dengan tarif angkum tersebut, lanjut Afif, dipastikan tidak akan ada kenaikan. Selain tidak ada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) tidak mengeluarkan tuslah. Tarifnya kmemungkinan besar akan disesuaikan dengan patokan harga yang dituangkan dalam peraturan bupati tentang tarif angkum.

“Di dalam peraturan bupati itu sudah ada patokannya. Baik itu batas atas dan batas bawah. Biasanya kalau ada hari raya, tarif angkum yang digunakan adalah batas atas,” kata Afif.(tribunnews.com)

20 Kg Ayam Busuk Disita dari Supermarket di Bogor

17 July 2014   5 views

ayam busukPetugas gabungan Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat, menyita 20 kilogram ayam potong yang diduga busuk dari Supermarket Ramayana di Jambu Dua Plaza, Bogor Utara, Kota Bogor, Kamis (17/7) siang.
Ayam sebanyak itu ditemukan petugas gabungan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bogor, Dinas Peternakan dan Pertanian, Balai Pengujian Mutu Produk Hewan Kota Bogor dan PPNS Satpol PP Kota Bogor di tempat penyimpanan di Supermarket tersebut.
“Sebanyak 20 kilogram daging ayam busuk langsung kami sita,” ujar Kepala Disperindag Kota Bogor Bambang Budhianto saat melakukan sidak.
Bambang menjelaskan, puluhan daging ayam busuk ini ditemukan di tempat penyimpanan daging di supermarket tersebut. “Jelas membahayakan bila dikonsumsi,ditakutkan daging tersebut dijual lagi, makanya kami sita,” katanya.
Sementara ini, kasie kesehatan masyarakat Veteriner, Balai Pengujian Putu Produk Hewan Kota Bogor, Drh Wina mengatakan, banyak bakteri dari daging ayam busuk itu sangat membahayakan dan tidak layak dikonsumsi.
“Harus dimusnakan jangan disimpan terus menerus,” katanya. Dia menjelaskan, hati impor sudah mengalami perubahan warna, kehitaman dan lebih lembek.
“Saya berharap para pedagang tidak menjual hati sapi yang sudah busuk, nantinya kami akan melakukan pengujian laboratorium, sample ati tersebut sudah diambil,” ujarnya.
Dikhawatirkan katanya, ada mikroba hati terjual menimbulkan efek diare atau keracunan, kemungkinan dari penyimpanan, kalau terbuka suhu menguap sehingga kurang dingin dan kurang bagus. “Organ jeroan lebih sensitif pada perubahan suhu,” katanya.

(tribunnews)

Bela Palestina, Ribuan Santri Tasik Segel KFC dan McDonalds

16 July 2014   5 views

Ribuan santri Pondok Pesantren Miftahul Huda, Tasikmalaya, mendatangi restoran cepat saji simbol Amerika, KFC, di Mayasari Plaza Tasikmalaya, Selasa (15/7/2014) sore. Para santri ini menutup paksa restoran saat unjuk rasa menolak serangan Zionis Israel terhadap Palestina.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, ribuan santri awalnya berunjuk rasa di kawasan Tugu Adipura dengan pengawalan ketat petugas kepolisian setempat. Tiba-tiba mereka berjalan kaki menuju pusat perbelanjaan Mayasari, yang tak jauh dari lokasi unjuk rasa.

Mereka melesak masuk ke halaman depan Mayasari meski sempat dihalang-halangi petugas keamanan mal. Tak diduga, seorang santri memecahkan kaca bangunan KFC yang berlokasi di depan mal.

“Brakk, saya mendengar suara kaca pecah di KFC. Lalu ada seorang pria berpakaian putih lari ke arah parkiran mobil,” ujar Tatang Sunarya (45), salah seorang pengunjung mal Mayasari.

Meski sempat terjadi insiden kaca pecah di bangunan KFC, para santri malah melanjutkan aksinya dengan berkerumun di depan bangunan tersebut. Mereka berorasi meminta agar KFC tutup selama beberapa hari sebagai upaya dukungan terhadap Palestina.

“Saya meminta KFC dan restoran Amerika lainnya tutup selama tiga hari. Ini untuk menghormati dukungan kepada Palestina atas apa yang dilakukan Israel terhadap warga Muslim di Palestina,” ungkap Ajengan Didi saat berorasi di hadapan para santri di lokasi kejadian.

Selanjutnya, para santri pun berjalan kaki menuju restoran cepat saji lainnya, McDonalds, di Jalan HZ Mustofa. Aksi mereka pun membuat kemacetan panjang akibat jalan raya ditutup iring-iringan ribuan santri.

Di depan bangunan McDonalds, mereka pun meminta tuntutan sama, yakni menutup restoran cepat saji yang menjadi simbol Amerika. Setelah mendapatkan persetujuan dari pengelola restoran, para santri pun membubarkan diri untuk menggelar buka puasa.
(kompas.com)

Pembangunan Monumen Cadas Pangeran Harus Ada Kajian Teknis

15 July 2014   3 views

cadas-pangeranRencana pembangunan Monumen Cadas Pangeran (MCP) di kawasan Jalan Cadas Pangeran, Kec. Pamulihan, perlu dilakukan kajian teknis dan Feasibility Study (FS/studi kelayakan). Hal itu dengan pertimbangan, kondisi geografis di kawasan Cadas Pangeran relatif sulit.

Tanahnya labil dengan tingkat kemiringan yang cukup tinggi sehingga rawan longsor. Kalau pun dibangun, perlu ada penyiapan dan pematangan lahan. Pertimbangan lainnya, kebutuhan anggarannya cukup besar karena membangun kawasan dan MCP yang besar dan megah. .

“Namun demikian, rencana pembangunan Monumen Cadas Pangeran ini tetap akan kami laksanakan. Tahun ini, kami akan mengusulkan pembuatan kajian teknis, FS sekaligus pengajuan anggaran dalam APBD tahun 2015,” kata Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga (Disbudparpora) Kab. Sumedang, Endah Kusyaman di kantornya, Senin (14/7/2014).

Ia menyebutkan, rencana pembangunan MCP diakui sudah digulirkan sejak 2005 berupa perencanaan teknis.

Akan tetapi, karena kondisi lahan dan geografisnya relatif sulit ditambah kebutuhan anggarannya cukup besar, sehingga pembangunannya sampai sekarang belum bisa dilaksanakan.

Meski MCP belum bisa dibangun, namun sebelumnya Disbudparpora sudah berusaha melakukan penataan kawasan Cadas Pangeran.

“Penataannya, di antaranya membuat patung Pangeran Kornel dan HW. Deandels yang baru dengan ukuran lebih besar. Kami juga menata tamannya serta membuat huruf Cadas Pangeran yang besar,” ujar Endah didampingi Kabid Kebudayaan Eli Suliasih

Upaya lainnya, kata dia, sebelumnya Disbudparpora sempat akan bekerjasama dengan Bank Jabar dan Banten (BJB) untuk menata kawasan objek daya tarik wisata (ODTW) Cadas Pangeran tahun 2012.

Penataannya menggunakan dana CSR (corporate social responsibility) BJB, seperti membangun 43 kios atau outlet makanan dan kerajinan khas Sumedang, membangun 2 unit gapura dan 1 unit mushola.

“Namun karena saat itu terjadi pergantian pimpinan BJB, sehingga kerjasama itu sampai sekarang belum terlaksana. Namun, kami akan berupaya menjajaki lagi kerjasama dengan BJB, ” ujarnya.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Sujatmoko di kantornya mengatakan, pembangunan Bundaran Polres hingga kini masih berjalan.

Kegiatan tahun ini, diantaranya melanjutkan pembebasan lahan, bangunan dan tegakan (tanaman) di lokasi bundaran, membersihkan berbagai utilities PLN, Telkom, PDAM dan operator ponsel.

Selain itu, pemindahan saluran air serta membangun kantor pelayanan SIM di Mapolres Sumedang yang baru di Jln. Prabu Gajah Agung/Bypass senilai Rp 4,15 miliar.

“Jadi, sebelum pembangunan fisik, lokasi pembangunan Bundaran Polres sudah clear and clean dulu. Setelah di lokasi bersih, baru tahun depan kami akan melangkah pada pembangunan fisik,” ujarnya.

Dikatakan, Balai Besar Pelaksanaan Jalan (BBPJ) Wil. IV/DKI Jakarta, Jabar dan Banten, sudah menyiapkan anggaran kisaran Rp 7-8 miliar untuk pembangunan jalan di Bundaran Polres.

Sementara Pemkab Sumedang sudah menganggarkan Rp 6 miliar untuk membangun bundarannya, trotoar, saluran air, tembok penahan tebing (TPT), dll.

“Pak Bupati H. Ade Irawan dan saya optimis dan yakin, pembangunan fisik Bundaran Polres akan terwujud tahun depan. Sampai-sampai Pak Bupati sempat mendatangi langsung ke kantor BBPJ. Jadi, Pak Bupati tidak berwacana, tapi sudah tataran implementasi. Bahkan Pak Bupati akan melaksanakan satu per satu, 9 program unggulan termasuk membangun Bundaran Polres, Jalan Sukasari-Lembang dan Bendung Rengrang,” ujar Sujatmoko.

Sementara itu, Kabag Humas Pemkab Sumedang, Asep Tatang mengatakan, rencana pembangunan Bundaran Polres memerlukan lahan seluas 8.497 meter persegi.

Lahan seluas itu, dibagi menjadi 35 bidang yaitu milik masyarakat 27 bidang, instansi 7 bidang dan yayasan 1 bidang.

Pembebasan lahannya, sudah dilakukan sejak 2013 dan hingga kini sudah direalisasikan seluas 4.344 meter persegi atau sebanyak 22 bidang tanah masyarakat.

“Mudah-mudahan tahun ini dapat membebaskan lahan sisanya seluas 4.152 meter persegi atau sebanyak 13 bidang,” tuturnya.

Untuk pengelolaan Tahura (Taman Hutan Rakyat), lanjut dia, dari tahun ke tahun telah dan sedang dilaksanakan berbagai program kegiatan. Dari informasi UPTD Tahura Dishutbun Kab. Sumedang, untuk kegiatan pengelolaan Tahura pada tahun 2013 dilaksanakan kegiatan peningkatan kapasitas Tahura Gunung Kunci dan Gunung Palasari dengan melaksanakan kegiatan rehabilitasi kantor pengelola Tahura Rp 13,7 juta dan pembuatan pagar Rp 95 juta.

“Nah, tahun 2014 dianggarkan Rp 130 juta untuk pengadaan sarana dan prasarana outbound, Rp 100 juta untuk kegiatan pengadaan peralatan dan perlengkapan outbound dan Rp. 100 juta untuk penataan sarana dan prasarana Tahura,” kata Asep Tatang. (pikiran rakyat)

Disnaker Buka Posko Pengaduan THR

15 July 2014   29 views

duit_payoneerKARYAWAN atau buruh diminta untuk mengadu bila belum mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR) ke posko Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bekasi. Ini disampaikan Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Bekasi,Abdul Iman di Kantornya,Senin (14/7).

Dikatakan Abdul Iman,posko akan disediakan pada H-7 Lebaran di Kantor Disnaker Kota Bekasi,”Posko dimaksudkan untuk membantu karyawan dalam mendapatkan THR di perusahaannya,” katanya.

Tambah Iman,Tunjangan Hari Raya (THR) merupakan hak normatif buruh yang harus diterima dari perusahaan setiap tahun, sebelum hari raya Idul Fitri.

“THR adalah hak normatif yang harus diterima oleh buruh dari perusahaan. Pembagian THR ini, sesuai dengan peraturan menteri tenaga kerja, diberikan paling lambat H-7 perayaan hari raya Idul Fitri,jika ada keterlambatan atau tidak adanya pemberian THR.para buruh dan karyawan wajib lapor ke Disnaker,” tambahnya.

THR yang harus diterima buruh kata Abdul Iman minimal satu bulan gaji. Untuk itu, lanjutnya, bila ada perusahaan yang nakal dan tidak memberikan THR sesuai dengan undang undang yang berlaku, buruh bisa mengadu ke Posko THR di Disnaker.

“Kami menghimbau kepada seluruh perusahaan untuk memberikan THR sesuai dengan ketentuan undang undang. Kalau ada perusahaan yang nakal dan tidak melaksanakannya, silahkan laporkan ke Posko Kami di Disnaker agar kami tindak tegas perusahaan yang terbengkalaikan THR para karyawan dan buruh,” pungkasnya.

(gobekasi.com)

Kredit Macet Guru di Kabupaten Sumedang Tembus Rp 1 Miliar

10 July 2014   5 views

hitung-uang-banyakSebanyak 81 guru berbagai tingkatan di Dinas Pendidikan (Disdik) Sumedang terlilit utang di beberapa bank. Paraguru ini mengajukan pinjaman lebih dari satu bank bahkan ada yang sampai empat bank yang mengakibatkan kredit macet.

Jumlah kredit macet para guru ini mencapai Rp 1,6 miliaran yang berada di lebih dari dua bank. Guru-guru ini rata-rata mengajukan pinjaman RP 20-30 juta.

Untuk membahas kredit macet ini, Dinas Pendidikan, Asisten Pembangunan dan beberapa bank menggelar rapat kerja. “Kredit yang macet mencapai Rp 1 miliar. Rapat kerja itu lebih ke mencari solusi antara pihak bank dan juga Disdik,” kata Asisten Pembangunan Pemkab Sumedang, Dede Hermasah, Rabu (9/7/2014).

Para guru ini meminjam ke berbagai bank padahal mereka juga sudah mengajukan pinjaman ke bank milik pemerintah daerah yang langsung dipotong dari gaji yang mereka terima setiap bulan. “Para guru ini mengajukan pinjaman lagi padahal gaji mereka itu sudah dipotong untuk membayar cicilan utang ke Bank Jabar,” kata Kepala Disdik Sumedang, Eem Hendrawan.

Menurut Eem, para guru ini meminjam ke bank dan biasanya dikoordinasikan oleh bendahara di UPTD.

“Gaji yang telah dipotong oleh bank BJB itu diserahkan ke bendahara, biasanya para guru ini mengajukan lagi pinjaman ke bank lain, sehingga penghasilanya menjadi minus,” katanya.

Akibat gajinya sudah minus, ujar Eem, pihak bank tetap melakukan pemotongan melalui bendahara. “Akibatnya orang yang tak punya utang terkena potongan juga. Misalnya di bendahara itu pegang uang Rp 200 juta untuk gaji tapi ada potongan membayar utang ke bank Rp 100 juta. Maka yang Rp 100 juta milik pegawai yang tak punya utang akhirnya dipotong juga,” kata Eem.

Menurutnya, guru yang tak punya utang terkena imbasnya dan baru mendapat gaji setelah tanggal 10 ke atas. “Adaketidakadilan dan kami sedang berupaya supaya bank jangan melakukan pemotongan seperti itu,” katanya.

Sementara itu beberapa guru di sebuah SD yang ada di Kecamatan Sumedang Utara mengeluhkan soal gaji mereka yang belum cair.

“Tolong muat (di media) soal derita guru- guru yang belum dapat gaji akibat gajinya dipotong untuk membayar utang guru yang pinjam ke bank tapi gajinya sudah minus,” kata beberapa guru dari Sumedang Utara tersebut.
(jabar.tribunnews.com)

19 Peserta Berkebutuhan Khusus Ikut SBMPTN di Bandung

17 June 2014   169 views

SBMPTNSeleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) diikuti 40.899 peserta yang terdiri dari kelompok Saintek 15.822, Soshum 18.037 dan Campuran 7.040. Selain itu, ada 19 peserta yang mengikuti ujian dengan kebutuhan khusus.

Hal itu diungkapkan Sekretaris Eksekutif Panitia Lokal Bandung SBMPTN 2014 Asep Gana Suganda saat ditemui di Kampus Sekretariat SBMPTN Bandung di Kampus ITB, Bandung, Jawa Barat, Selasa, (17/6/2014).

“Ada 19 orang peserta yang memerlukan fasilitas kebutuhan khusus,” kata Asep.

Asep mengungkapkan, ada sembilan peserta tunanetra, lima peserta tunarungu, dua peserta tunawicara, dua peserta tunadaksa dan satu peserta korban kecelakaan.

19 peserta itu mendapatkan pengawasan dan bantuan khusus dari panitia SBMPTB. “Para peserta dengan kebutuhan khusus itu mendapatkan bantuan, pengawalan dari kita, misalnya yang tunanetra, kita bantu untuk membacakan soalnya, begitupun yang lainnya,” kata Asep.

Namun, Asep menegaskan, pihak luar tidak boleh membantu kepada para peserta berkebutuhan khusus ini karena dikhawatirkan akan terjadi kecurangan. “Keluarga hanya mendampingi saja di luar,” kata dia.

Ujian peserta kebutuhan khusus SBMPTN di Bandung dilaksanakan di Kampus ITB, Jalan Ganeca, Bandung, Jawa Barat.
(kompas.com)

Longsor di Bogor Timbun 5 Rumah dan Tewaskan 6 Orang

17 June 2014   47 views

longsor-purwakarta_22_1Hujan deras yang terjadi sejak Senin (16/6/2014) pukul 21.00 Wib hingga pagi hari menyebabkan tanah longsor dan menimbun 5 rumah di Kampung Neglasari, Desa Mekarwangi, Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan tebing setinggi 30 meter longsor pada Selasa (17/6/2014) dini hari sekitar pukul 01.30 WIB. Material longsor dengan bongkahan pohon bambu menimbun 5 rumah yang berada di bawahnya. Kondisi rumah rata dengan tanah.

Sebelumnya rumah masyarakat dibangun di daerah rawan longsor dengan kemiringan lereng 40-50 derajat. Total jumlah penduduk di 5 rumah tersebut 17 orang. Saat ini telah ditemukan 6 orang dalam kondisi meninggal dunia, 3 orang masih dalam pencarian karena tertimbun tanah longsor, dan 7 orang selamat. Tim SAR gabungan dari BPBD Kabupaten Bogor, TNI, Polri, Tagana, Basarnas, PMI, relawan dan masyarakat masih melakukan pencarian korban dengan peralatan manual. Dua alat berat akan segera didatangkan untuk membantu pencarian korban.

Enam korban meninggal yang telah diidentifikasi adalah Dedeh (38), Risma (13), Wahyu (17), Mardi (37), Hajah Sopiah (60) dan Riski (4). Saat ini korban sudah dimandikan dan berada di rumah kerabatnya di Desa Mekarwangi. Masyarakat yang tinggal di daerah-daerah rawan longsor dihimbau untuk selalu meningkatkan kesiapsiagaan. BMKG memprediksikan bahwa potensi hujan berintesitas tinggi masih berpeluang terjadi di beberapa wilayah Indonesia sehingga dapat menimbulkan banjir lokal, longsor dan puting beliung. Hujan berintensitas tinggi di beberapa wilayah yang terjadi pada awal musim kemarau ini menurut beberapa ahli merupakan salah satu indikasi awal dari hadirnya pengaruh El Nino, yang kemudian musim kemarau akan lebih panjang dan kering. (tribunnews.com)

Next Page »