Pesta Miras, Tiga Bersaudara Masuk RS Satu Tewas

24 March 2015

miras sukabumiTiga bersaudara warga asal Kampung Sekarwangi, RT 04 RW 09 Kelurahan/ Kecamatan Cibadak terpaksa dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Sekarwangi, Cibadak, Senin (24/3/2015). Mereka diduga keracunan minuman keras yang mereka konsumsi pada Sabtu (22/3) malam lalu. Satu orang tewas saat dalam penanganan tim medis, sementara dua lainnya kritis.

Informasi yang dihimpun Detikcom, korban tewas diketahui bernama Ferry Wijaya (35) sementara dua lainnya kritis bernama Indra (25) dan Royandi (25). Ketiganya diketahui berstatus paman dan keponakan. Mereka pesta miras di kediaman Ferry di kampung sekarwangi, RT 04 RW 09 kelurahan cibadak.

“Minumnya Sabtu lalu, mungkin efek racunnya baru terasa hari ini. Ketiganya datang pukul 14.00 WIB siang tadi, sayangnya satu korban atas nama Ferry nyawanya tidak terselamatkan meninggal dunia pada pukul 16.00 WIB,” ujar dokter Fahluri Rahman tim medis IGD RSUD Sekarwangi.

Menurut Luri, korban sempat mengaku mengonsumsi miras sebanyak tiga botol bersama 10 orang rekannya yang lain. “Mungkin minuman kerasnya dioplos, karena dari mulutnya sangat menyengat bau alkohol tiga korban ini yang konsumsi paling banyak ,” imbuhnya.

Sementara itu, Imas (55) orang tua Royandi mengaku putranya itu hanya diajak oleh Ferry. Ia menduga Miras itu sengaja dibawa oleh Ferry yang bekerja di daerah Tangerang, Banten.

“Anak saya tadi sempat sadar, dia mengaku tidak tahu kalau minuman dalam plastik yang dibawa itu adalah Miras. Lagian anak saya juga minumnya sedikit,” singkatnya.

Sementara itu Kapolsek Cibadak Kompol Undang Deddy saat dihubungi mengaku sudah meminta anggotanya untuk melakukan penyelidikan terkait kejadian ini. “Saya masih diluar, anggota sudah saya minta untuk melakukan penyelidikan,” singkatnya.

(detik.com)

Hasil Pencarian:

Aksi Wartawan Berlanjut ke Gedung DPRD Cianjur

23 February 2015

sahliSetelah menggelar aksi di bundaran tugu Gerbang Marhamah, puluhan wartawan cetak, elektronik dan online itu melanjutkan aksi ke gedung DPRD Cianjur di Jalan KH. Abdullah bin Nuh. Sesampainya di gedung wakil rakyat itu, para wartawan langsung masuk ke dalam gedung DPRD Cianjur.

Mereka masuk ke dalam untuk mencari anggota dewan dari Partai Amanat Nasional (PAN). Namun setelah mengelilingi sejumlah ruangan, tidak ditemukan anggota DPRD dari PAN. Wartawan akhirnya menemukan ruangan Fraksi Gerakan Pembangunan Nasional. Seorang wartawan sempat memasang karton bertuliskan PAN Partai Asal Ngegebuk.

Aksi tersebut sempat membuat marah Ketua Fraksi Gerakan Pembangunan Nasional, Sahli Saidi. Bahkan ia sempat mempertanyakan izin menggelar aksi. Namun hal itu tidak berlangsung lama, Sahli meminta untuk mendatangi kantor PAN jika ingin bertemu dengan anggota dari PAN.

“Silahkan datang ke kantor PAN, ini kantor fraksi. Memang dia menjadi anggota kami, sekarang tidak ada di fraksi. Silahkan datang ke kantornya,” kata Sahli.

Selaku ketua fraksi pihaknya menolak kekerasan terhadap wartawan. Apapun alasannya aksi kekerasan tidak bisa dibenarkan. “Seharusnya partai mendekati wartawan, bukan melakukan pemukulan,” katanya (pikiran-rakyat.com)***

Hasil Pencarian:

Ini Dia 3 Tempat Pemandian Air Panas di Bogor

11 February 2015

Ada tiga tempat pemandian air panas Bogor yang dapat Anda pilih di Bogor. Ketiga tempat mandi air panas ini kerap didatangi pengunjung, terlebih di akhir pekan dengan arus kedatangan pengunjung dari Jakarta.

Sebagai salah satu tujuan wisata akhir pekan warga Jakarta, tempat pemandian air panas Bogor adalah kegiatan wisata berbiaya murah dan menyegarkan.

Berendam di air panas adalah sebuah terapi alami yang sangat ampuh mengembalikan kesegaran tubuh dan memperlancar sirkulasi darah. Setelah bekerja keras mencari nafkah, maka akhir pekan adalah saat yang tepat untuk mendapatkan kembali kebugaran badan melalui mandi air panas.

Selain kawasan Puncak Bogor dan sejumlah tempat wisata di Bogor favorit lainnya, ada juga tempat pemandian air panas di Bogor yang dapat menyegarkan tubuh Anda. Berikut ini adalah 3 tempat air panas di Bogor yang patut Anda kunjungi:
1. Wisata Air Panas Gunung Pancar Bogor

Tempat pemandian air panas Bogor yang satu ini adalah kolam air panas alami yang bersumber dari Gunung Pancar. Lokasi pemandian air panas Gunung Pancar ini berada di daerah Babakan Madang, berjarak sekitar 45 menit dari Sirkuit Sentul. Pemandian air panas di Bogor ini berada dalam kawasan hutan lindung pinus Gunung Pancar.

Air-Panas-Gunung-Pancar-BogorOleh karena itu, untuk dapat masuk ke dalam kawasan hutan lindung ini, Anda akan dikenai tiket masuk sebesar Rp 2 ribu per orang untuk wisatawan domestik, dan Rp 5 ribu untuk wisatawan mancanegara. Jika Anda membawa kendaraan sendiri, maka tarif parkir di kawasan wisata Gunung Pancar adalah sebesar Rp 1000 untuk mobil ataupun motor.

Tiket masuk di atas belumlah termasuk biaya untuk berendam air panas. Untuk dapat menikmati air panas Gunung Pancar Bogor ini, maka Anda harus membayar tiket masuk kolam pemandian di sana. Harga tiket masuk air panas Gunung Pancar adalah sebesar Rp 10 ribu per orang. Untuk tarif parkir kendaraan di area pemandian air panas, Anda harus membayar sebesar Rp 2 ribu untuk motor dan Rp 4 ribu untuk mobil.

Wisata air panas Gunung Pancar Bogor memiliki sejumlah fasilitas publik yang cukup baik. Tersedia kolam-kolam pemandian air panas, yakni kolam umum, kolam keluarga, dan kolam 3 rasa.

Anda tidak perlu khawatir, sebab kolam umum ini terbagi lagi untuk pengunjung laki-laki dan pengunjung perempuan. Ada juga kolam air panas yang tertutup dan menjaga privasi Anda, ini diperuntukkan bagi Anda yang memang menginginkan suasana yang lebih pribadi. Anda dapat menggunakan kolam air panas tertutup ini untuk Anda sendiri, bersama pasangan, atau bersama dengan anggota keluarga Anda.

Jika ingin privasi, Anda harus membayar biaya untuk mendapatkan kolam privat di sana, yakni sebesar Rp 25 ribu per orang selama satu jam atau Rp 100 ribu per keluarga selama satu jam.

Tempat pemandian air panas Gunung Pancar Bogor dikenal juga dengan khasiat air panasnya yang mampu menyembuhkan penyakit. Oleh sebab itu, terdapat fasilitas terapi air panas di tempat wisata ini. Kapanpun Anda ingin mandi air panas, kolam air panas Gunung Pancar terbuka 24 jam untuk Anda.
2. Wisata Air Panas Tirta Sanita Ciseeng Bogor

Lokasi tempat pemandian air panas di Bogor ini terletak di Desa Ciseeng, Parung. Oleh karenanya, tempat wisata ini lebih sering disebut sebagai tempat air panas Ciseeng di Bogor. Untuk dapat masuk ke kawasan air panas Tirta Sanita di Ciseeng ini Anda akan dikenakan tiket masuk sebesar Rp 8 ribu untuk orang dewasa dan Rp 6 ribu untuk anak-anak.

Tirta-Sanita-Ciseeng-BogorSementara itu, untuk dapat berendam di kolam air panas Ciseeng maka Anda wajib membayar lagi untuk dapat berendam. Harga berendam di kolam air panas Ciseeng bervariasi, dari harga Rp 10 ribu hingga 50 ribu per orang. Di tempat wisata air panas Ciseeng ini, juga tersedia aneka kegiatan menarik lainnya. Di antaranya adalah wahana permainan anak-anak, penginapan, water park mini, serta tempat makan.

Air panas Ciseeng ini bersumber dari Gunung Kapur Ciseeng. Kandungan air panas di tempat ini juga berkhasiat menyembuhkan penyakit, seperti rematik dan pegal-pegal. Tempat wisata air panas Tirta Sanita Ciseeng terbuka untuk umum, dibuka dari pukul 7 pagi hingga 8 malam setiap hari.
3. Wisata Air Panas Gunung Salak Endah, Ciparay Bogor

Air-panas-Gunung-Salak-Endah-BogorDi antara wisata pemandian air panas di Bogor, kolam air panas Ciparay adalah yang paling murah. Lokasi air panas Ciparay ini terletak di Desa Ciparay, Kecamatan Pamijahan, Gunung Salak Endah, Bogor. Untuk dapat berendam di kolam air panas Ciparay, Anda hanya perlu mengeluarkan biaya sebesar Rp 4 ribu per orang.

Anda harus menuruni sekitar 400 anak tangga untuk dapat sampai ke tempat pemandian ini. Salah satu tempat pemandian air panas favorit di Bogor ini diminati pengunjung karena suasananya yang masih alami.

Juga, tersedia saung untuk bersantai serta warung-warung penduduk lokal yang menyediakan menu kopi, teh manis, indomie rebus, dan makanan ringan lainnya. (initempatsiwata.com)

Hasil Pencarian:

MusrebangDes Cibitung Tengah 2015 Melangkah Lebih Maju

30 January 2015

Solihat (Kades Cibitung Tengah)

BOGOR – Bila kabupaten Bogor mempunyai misi menjadi kabupaten termaju di Indonesia, maka desa Cibitung Tengah kecamatan Tenjolaya berkeinginan untuk melangkah menjadi desa lebih maju.

Hal itu terlihat dari tema yang diusung panitia Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (MusrenbangDes) Cibitung Tengah, “MusrenbangDes Cibitung Tengah Melangkah Lebih Maju,” di rumah kediaman salah seorang warga kampung Cibitung RT 010/003 Ayum Komalsari (38) desa Cibitung Tengah, Rabu (21/1), minggu lalu.

Kondisi kantor desa yang sedang dilakukan renovasi menyebabkan kegiatan Musrenbang dilaksanakan di rumah warga. Tapi, hal itu tidak mengurangi antusiasme masyarakat untuk mengikuti kegiatan Musrenbang tahun ini.

Sekitar 100 peserta undangan dari seluruh lapisan masyarakat tumpah dalam kegiatan tersebut.  Beberapa perwakilan dari tokoh masyarakat nampak hadir di antaranya ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Badan Permusyawaratan Desa (BPD), ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) tingkat desa, para pimpinan pondok pesantren, kepala sekolah, ketua Pokja, kader Posyandu, kepala dusun 01 dan 02, ketua RT/RW dan lain-lain.

Ikut juga menghadiri dalam acara itu beberapa tamu undangan seperti dari desa lain, staf kecamatan Tenjolaya, Babinsa, Babinmas, dan para stake holder desa Cibitung Tengah.

Desa Cibitung Tengah memang terlihat sedang berbenah diri untuk menjadi desa yang lebih maju. Seperti diakui kepala Tata Usaha (TU) Puskesmas kecamatan Tenjolaya Tatang Saputra dalam sambutannya pada kegiatan itu.

“Indikator menjadi desa termaju sangat potensial bagi desa Cibitung Tengah jika melihat salah satu program yang ada misalnya di bidang kesehatan”, ujar pria yang sedang “naik daun” dalam setiap Musrenbang di beberapa desa kecamatan Tenjolaya.

Tatang juga mengucapkan terima kasih sekaligus memberikan apresiasi yang tinggi kepada kades Cibitung Tengah Solihat (49), yang telah membawa desa Cibitung Tengah melangkah lebih maju sehingga dapat mewakili kemajuan kecamatan Tenjolaya.

“Apresiasi yang tinggi untuk desa Cibitung Tengah yang sudah mewakili kecamatan Tenjolaya dalam misi kabupaten Bogor untuk menjadi kabupaten termaju di Indonesia,” tambahnya saat memaparkan beberapa program pelayanan kesehatan sekaligus memberikan masukan untuk desa Cibitung Tengah dalam acara MusrenbangDes itu.

Jika melihat potensi yang ada, harapan untuk lebih maju memang sangat terbuka luas bagi desa Cibitung Tengah. Banyak program yang sudah direalisasikan di desa yang dipimpin oleh salah satu perempuan yang menjabat kepala desa di kabupaten Bogor.

“Pembangunan yang sudah terealisasikan pada saat ini adalah renovasi dan rehab kantor desa, jalan desa di beberapa Rukun Tetangga (RT), Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), irigasi, jembatan penghubung antar-desa, rehabilitasi sekolah dasar negeri (SDN) rehabilitasi masjid, mushala dan lain-lain yang terserap pada tahun anggaran 2014”, tutur kades perempuan yang juga mempunyai julukan penyanyi kasidah gambus dari Tenjolaya ini

Kegiatan Musrenbang desa Cibitung Tengah tahun 2015 dibuka resmi oleh sekretaris camat (Sekcam) Tenjolaya  Drs. H. Aripin MM. Sementara ketua camat Drs. Agus Lidwan urung menghadirinya karena saat itu sedang mengikuti kegiatan pelantikan bupati Bogor yang baru Hj. Nurhayanti (Yanti) di Cibinong Bogor.

“Kegiatan Musrenbang tidak semata-mata dilaksanakan jika tidak mempunyai dasar hukum yang kuat, karena itu setiap desa harus melaksanakan Musrenbang dua kali dalam setahun,” kata Sekcam Tenjolaya Aripin dalam sambutannya saat membuka kegiatan Musrenbang desa Cibitung Tengah itu.

Regulasi yang mengatur Musrenbang desa memang sudah jelas, karena diatur dalam Pasal 116 ayat (1) Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 43 tentang Desa, Pasal 114 ayat (2) Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 43 Tahun 2014 tentang Desa, Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan Tata Cara Penyusunan Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah.

Selain itu, untuk kabupaten Bogor terdapat Surat Edaran Bupati Bogor Nomor 912/443 Bappeda tanggal 18 Desember 2014 tentang Agenda Kerja Penyusunan Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi serta Penganggaran Pembangunan Daerah tahun 2015, yang dijadwalkan sebanyak  dua kali.

Berdasarkan peraturan tersebut, hasil Musrenbang desa nantinya dimuat dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMdes) dan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPdes) yang disusun setiap tahun oleh masing-masing desa.

Hasil Pencarian:

Kantor Pos Bekasi Salurkan dana PSKS ke 57.857 Rumah Tangga Sasaran

18 December 2014

posKantor Pos Bekasi menyalurkan bantuan Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS), Program Indonesia Pintar dan Program Indonesia Sehat mulai hari ini, Rabu (17/12) di Kantor PT Pos Indonesia, Kota Bekasi.

Kantor Pos Bekasi,  membagikan kepada 57.857 keluarga kurang mampu yang berada di 36 kelurahan dari 12 kecamatan di Kota Bekasi.

Kartu yang dibagikan berupa yakni Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) sebagai penggangi Kartu Pelindungan Sosial (KPS), kartu Hp (simcard) yang berisi uang elektronik yang digunakan untuk mengakses Simpanan Keluarga Sejahtera, Kartu Indonesia Pintar (KIP) serta Kartu Indonesia Sehat (KIS).

Manager Operasi Jasa Keuangan Jabotabek Banten PT Pos Indonesia (Persero), Agung Prabowo mengatakan, Kantor Pos di Bekasi menyalurkan anggaran dana PSKS sebesar Rp 23 miliar lebih untuk disalurkan pada 57.857 Rumah Tangga Sasaran (RTS).

” PT Pos Indonesia  menargetkan dapat menyalurkan seluruh kartu hingga 29 Desember 2014 ” jelas Agung, yang juga satgas PSKS saat memantau  penyaluran bantuan.

Sementara itu,  Manager Kantor Pos Bekasi Dodi Haryanto menjelaskan, penyaluran dilakukan secara bertahap mulai tanggal 17 – 29 Desember 2014 di tujuh lokasi yang telah ditentukan.

“Selain Kantor Pos Bekasi,penyaluran juga dilakukan di Kantor Pos Bintara Jaya, Kantor Pos Bantar Gebang, Kantor Pos  Pondok Gede, Kantor Pos Jati Asih, serta di 2 Kecamatan, yaitu di Kecamatan Jatisampurna dan Kecamatan Bekasi Selatan ” terang Dodi.

Untuk tahap awal kemarin, telah disalurkan kepada sebanyak 2.250 RTS dari dua kelurahan yaitu kelurahan Duren Jaya dan Kelurahan Bekasi Jaya Kecamatan Bekasi Timur.

Pemerintah memberikan bantuan tunai sebesar Rp 200.000 per bulan bagi satu RTS, setara Rp 400.000 untuk dua bulan. Penyaluran perdana sudah dilakukan pada bulan November 2014 lalu. Total anggaran yang diperlukan untuk membantu 15,5 juta RTS sama dengan Rp 6,2 triliun.

(indopos)

Hasil Pencarian:

Banjir Genangi 10 RW di Andir Baleendah

20 November 2014

banjir balaendahBanjir kembali menggenangi wilayah Kecamatan Baleendah, Dayeuhkolot dan Bojongsoang. Air mulai menggenangi pemukiman warga pada Rabu (19/11) malam.

Di Kecamatan Dayeuhkolot banjir melanda dua RW di Kampung Leuwibandung, Desa Dayeuhkolot. Sedangkan di Kecamatan Bojongsoang menimpa Kampung Cijagra, Desa Bojongsoang. Sementara di Kecamatan Baleendah banjir menggenangi Kampung Cieunteung, Kelurahan Baleendah dan Kelurahan Andir.

Di Kelurahan Andir terdapat 10 RW yang terendam. Empat RW diantaranya cukup parah terendam banjir, yakni RW 6, 7, 9 dan 13. Ketinggian air mulai dari 10 sentimeter hingga 1,5 meter. Akibatnya Jalan Andir-Rancamanyar tertutup. Yusron (55), warga Kampung Jembatan RT 2/9, Kelurahan Andir mengatakan, air datang menggenangi rumah warga sejak pukul 21.00. Telah dua hari banjir mulai menimpa Kelurahan Andir. Namun hari ini merupakan banjir yang cukup besar.

“Kalau kemarin belum besar. Cuma sebetis orang dewasa. Jalan Andir juga belum terendam. Cuma di gang saja banjirnya,” ujar Yusron,(http://jabar.tribunnews.com)

Hasil Pencarian:

Pejalan Kaki Berebut Trotoar dengan Puluhan Pot Bunga di Jalan Patriot

17 November 2014

pot-di-trotoar-garutPara pejalan kaki kian dipersulit untuk berjalan di sepanjang trotoar di Jalan Patriot di kawasan Pemerintahan Kabupaten Garut. Hal ini disebabkan puluhan pot bunga yang ditempatkan berjejer di trotoar.

Pot bunga berwarna hitam ini memiliki corak ukiran naga dan memiliki cap DLHKP, kepanjangan dari Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Garut.

Warga sekitar Jalan Patriot, Kelurahan Sukagalih di Kecamatan Tarogongkidul, Wiwin mengatakan pot bunga tersebut ditempatkan sekitar dua minggu lalu. Penempatan pot tersebut dinilai kurang tepat.

“Soalnya di depan kantor-kantornya sudah ada taman juga. Ini ditambah potdi trotoar. Jadi makin sempit jalan buat pejalan kaki,” kata Wiwin, Senin (17/11).

Pohon di dalam pot tersebut merupakan pohon palem dengan daun yang bercabang keluar pot. Hal ini kian menyulitkan para pejalan kaki dan menyebabkan beberapa pejalan kaki berjalan di tengah jalan karena bahu jalan dipakai parkir mobil. (http://jabar.tribunnews.com)

Hasil Pencarian:

Ini Temuan Unik di Gunung Padang, Rolling Stone

10 November 2014

Batu gunung padangTim peneliti Gunung Padang menemukan sebuah batu unik. Batu bulat itu ditemukan di kedalaman 10 meter. Tim peneliti masih mempelajari apa kegunaan batu yang dinamakan rolling stone itu.

“Batu itu pada bagian sekelilingnya berwarna keabu-abuan. Namun pada satu bagian pecah atau seperti terpangkas dan terlihatlah bagian dalamnya. Bagian dalam juga berbentuk bulat, sehingga seperti batu di dalam batu. Uniknya lagi, batu di bagian dalam tersebut dapat diputar-putar,” kata tim peneliti yang juga arkeolog UI, Ali Akbar, Senin (10/11/2014).

Tim peneliti dibantu personel TNI AD melakukan penggalian sejak tahun 2012 di Gunung Padang, Cianjur, Jawa Barat. Banyak pengetahuan yang dihasilkan dari situs megalitikum Gunung Padang. Tidak sedikit pertanyaan yang belum terjawab. Seperti misalnya batu bulat yang ditemukan pada kedalaman 10 meter itu.

“Batu bagian dalam itu berwarna hitam mengkilat, seperti ada kristal yang membuatnya mengkilat. Sampai saat ini batuan tersebut belum dapat diidentifikasi. Sambil menunggu identifikasi, beberapa orang menyebutnya Rolling Stone. Ada juga yang menyebutnya mirip Hajarul Aswad,” jelas dia.

“Apa sesungguhnya itu, mari kita tunggu analisis terhadap batuan tersebut. Para peneliti juga membuka diri bagi semua ahli dan anak bangsa yang ingin berpartisipasi menyumbangkan pengetahuannya untuk mengidentifikasi batuan tersebut. Saatnya para ahli Indonesia bergabung di Gunung Padang. Kerja sama dan saling melengkapi tentu akan lebih bermanfaat untuk mengungkap peradaban agung di Situs Gunung Padang,” tutupnya.
(detik.com)

Anggaran Besar, Sampah Bertebar

4 November 2014

sampahPERSOALAN sampah di wilayah Kabupaten Bekasi lagi-lagi mendapat sorotan dari sejumlah kalangan. Meskipun ‘dihadiahi’ anggaran yang lumayan besar, namun pada praktiknya penanganan sampah malah terkesan jalan di tempat.
Bahkan, sang Wakil Bupati (Wabup) pun sempat menyampaikan kekhawatirannya kalau Kabupaten Bekasi akan masuk status darurat sampah dalam dua atau tiga tahun lagi, jika persoalan sampah tidak segera diatasi.

Yang lebih ironis, bagaikan pepatah semut di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tak tampak, Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemadam Kebakaran (DKPPK) kerap mempertontonkan berbagai program penanganan sampah di sejumlah titik di wilayah Kabupaten bekasi, sementara sampah di lingkungan Pemkab Bekasi sendiri seperti kurang mendapat perhatian.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Daris, menyesalkan lemahnya kinerja instansi terkait dalam menyelesaikan persoalan sampah di wilayah Kabupaten Bekasi. Kabupaten Bekasi, kata Politisi Partai Gerindra tersebut, akan sulit meraih Piala Adipura jika persoalan sampah tidak segera menemukan solusi.

Kendala apapun seperti minimnya personel ataupun armada pengangkut sampah, menurut Daris, seharusnya disampaikan ke DPRD Kabupaten Bekasi. ’’Dengan anggaran yang ada, seharusnya instansi terkait dapat menyelesaikan persoalan sampah. Kalau kurang mobil beli, kalau kurang personel atau SDM ya disampaikan. Kalau dibilang SDM-nya kurang harusnya dicari SDM yang benar dan tepat. Apalagi dinas terkait sering studi banding lihat daerah yang lain,” tegasnya kepada Radar Bekasi.

Kepala DKPPK Kabupaten Bekasi, sambung pria berkumis ini, harus memiliki konsep kerja yang baik dan keinginan yang besar terkait penanggulangan sampah di Kabupaten Bekasi. Pengguna anggaran seharusnya mengajukan anggaran melalui DPRD, dan hal teknis seperti persoalan personel dan armada semestinya tidak menjadi masalah yang besar. ’’Nah dengan mengajukan anggaran harusnya sudah ada rancangan dan pengajuannya. Harusnya mudah dan tidak susah,” paparnya.

Diakuinya, Kabupaten Bekasi akan sulit untuk memperoleh Piala Adipura. Namun, kata dia, yang terpenting bukan hanya memperoleh Adipura, tetapi bagaimana akhirnya Kabupaten Bekasi ini dapat bersih. ’’Minimal bersih saja dulu, di pemda saja masih kotor,” katanya.

Saat ini, sambung dia, pihaknya tengah berusaha semaksimal mungkin untuk terus mengawasi kinerja SKPD. Supaya persoalan kebersihan dapat segera diselesaikan oleh Pemkab Bekasi. ’’Saya sedang membenahi semua pengguna anggaran yang ada di Kabupaten Bekasi. Kita akan sedikit maksimalkan kinerja SKPD, akan diperketat,” tandasnya.

Kepala DKPPK Kabupaten Bekasi, Dewi Tisnawati sendiri masih belum mengklarifikasi mengenai hal tersebut. Yang bersangkutan pun tidak membalas pesan singkat ataupun mengangkat telepon ketika dihubungi.

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Kebersihan Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemadam Kebakaran (DKPPK), Dody Agus Suprianto, mengakui anggaran yang digelontorkan untuk dinasnya memang terbilang besar di tahun 2014 ini, namun kata dia anggaran tersebut sudah dialokasikan untuk sarana dan prasana dinasnya, mulai pembelian enam belas mobil operasional sampah, pembelian dua mobil tinja, motor bak sampah, hingga beberapa kegiatan lainnya yang memang menyerap anggaran.

Begitu juga dengan penataan TPA Burangkeng, sambung dia, akan dilakukan. Sebab selama ini keadannya sudah sangat semerawut dan tidak tertata dengan rapi. “Kita buat beberapa zonase, dan dari sini sampah yang ada dirapikan sehingga ada ruang untuk membuang sampah kembali,” terangnya.

Selain perapihan kata Dody, TPA Burangkeng juga akan dibuat jembatan timbang, untuk mengetahui sampah apa saja yang masuk ke TPA Burangkeng, begitu juga muatan yang ada di jembatan timbang ini akan diketahui.

“Nanti ada perapihan jalan lingkungan untuk masuk kezona baru yang sudah dirapikan, dan beberapa pembangunan lagi seperti pembuatan gapura dan kantor yang ada di dalam TPA Burangkeng, artinya semua anggaran yang ada akan dialokasikan, begitu juga pemagaran beton disekitaran TPA juga akan dilakukan dan pembuatan pupuk kompos,” terangnya.

Untuk tahun ini kata dia memang lebih memfokuskan kepada TPA Burangkeng. Sebab bila TPA tertata dengan rapi, maka persoalan sampah yang ada disekitar bisa terangkut. Disinggung untuk  Tempat pembuangan Sementara (TPS) yang memang diperlukan, Dody mengaku hal itu perlu tahapan yang sangat panjang perizinannya terutama kepada warga sekitar.

Sedangkan ditahun 2015 nanti, kata Dody, konsentrasi pihaknya akan mengarah pada persoalan sampah yang ada dilingkungan masyarakat.

“Bertahaplah untuk pengerjaannya, selesai satu baru mengerjakan yang lainnya, dan ini menjadi skala prioritas dalam bekerja,” paparnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Bekasi, Rohim Mintareja, meminta DKPPK memperbanyak sosialisasi kepada masyarakat. Ia pun mengungkapkan anggaran untuk DKPPK sebesar Rp10 miliar setiap tahunnya selalu habis digunakan. ’’Anggarannya masih kurang. Aturannya Rp30 miliar,” ungkap warga Desa Sukaresmi, Cikarang Selatan ini.

Pemkab Bekasi, kata dia, baru menambah armada truk dan alat berat untuk penanganan kebersihan, sehingga tidak ada alasan jika instansi terkait mengeluhkan kurangnya sarana prasarana.

’’Kalau sarana prasarana selalu diberikan. Bidang Kebersihan makanya membuat rencana kerja ke depan. Apa yang dibutuhkan ke depannya. Jangan yang tidak penting malah dibeli, kalau kurang SDM ya tinggal diajukan saja,” paparnya.

Ia pun memperkirakan kemungkinan besar di tahun mendatang Kabupaten Bekasi akan mengalami status darurat sampah, karena saat ini masyarakat di perumahan sudah menjerit mengenai sampah yang telat diangkut oleh Bidang Kebersihan. Akhirnya warga pun memilih untuk membuang sampah sembarangan.

’’Sudah kesadaran masyarakat membuang sampah masih kurang, ditambah lagi dinasnya kurang kreatif dan tidak tepat dalam menggunakan anggaran, ya sudah persoalan sampah menjadi semakin kompleks,” tandasnya.

(gobekasi)

Sopir Truk Penabrak Gapura ‘Selamat Datang’ Sumedang Jadi Tersangka

21 October 2014

gapurasumedangPolisi menetapkan sopir truk, Dahlan Junaedi, sebagai tersangka pada insiden kecelakaan di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Pria tersebut dianggap lalai mengemudikan truk sehingga menabrak gapura ‘Selamat Datang’ Sumedang.

“Status sopir jadi tersangka,” kata Kanit Lakalantas Polres Sumedang Ipda Sudirianto via pesan singkat, Selasa (21/10/2014).

Dahlan sempat menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Sumedang usai kecelakaan yang mengakibatkan gapura rusak berat. Penetapan status tersangka setelah polisi melaksanakan serangkaian penyelidikan berdasarkan alat bukti. Kasus ini ditangani Satlantas Polres Sumedang.

Akibat peristiwa itu Dahlan dijerat pasal berlapis. “Tersangka melanggar Pasal 310 ayat 1 dan Pasal 274 ayat 1 dan 2 Undang-Undang RI Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan,” kata Sudirianto.

Pasal 310 ayat 1 menerangkan setiap orang mengemudikan kendaraan bermotor karena kelalaiannya mengakibatkan kecelakaan lalu lintas dengan kerusakan kendaraan atau barang. Pasal 274 ayat 1 perbuatan mengakibatkan kerusakan atau gangguan fungsi jalan, ayat 2 menerangkan perbuatan mengakibatkan gangguan pada fungsi perlengkapan jalan.
(detik.com)

Hasil Pencarian:

Next Page »