web analytics

Provinsi Jambi Menimba Ilmu di Kabupaten Bogor

19 September 2014   1 views

kab bogorSeakan tidak pernah berhenti Kabupaten Bogor di jadikan tempat untuk menimba ilmu bagi daerah lain sehingga apa yang di dapat di Kabupaten Bogor dapat di implementasikan di lingkungan kerja mereka, kali ini giliran Provinsi Jambi, melakukan observasi lapangan Diklat Kepemimpinan Tingkat IV di bumi tegar beriman ini, berkesempatan Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Bogor, Hj. Atty Guniarty, menerima para peserta, yang bertempat di Ruang Serbaguna 1 Gedung Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor, Cibinong, pada Kamis, (18/9).

Saat memberikan sambutan, Kepala BKPP menjelaskan visi yang menjadi pedoman kami dalam melaksanakan Pembangunan Daerah adalah “ Kabupaten Bogor menjadi Kabupaten termaju di Indonesia, yang dijabarkan oleh BKPP di bidang kepegawaian yaitu menjadikan aparatur sipil negara Kabupaten Bogor yang unggul. “ keunggulan aparatur merupakan kata kunci yang penting, karena hanya dengan sumberdaya aparatur yang unggul, kinerja sebagai Kabupaten termaju di Indonesia dapat diwujudkan secara Optimal,”Tegasnya.

Ia juga berharap setelah mendapatkan ilmu di Kabupaten Bogor, Provinsi Jambi akan semakin kuat dalam pengeloan keuangan daerah yang mencakup permasalahan administrasi serta akan lebih berkembang nya pada menanganan permasalahan lingkungan hidup, karena tempat yang akan di jadikan kunjungan ialah DPKBD serta BLH, kedua dinas tersebut saat berkompeten di bidang nya masing-masing,”saya berharap setelah mendapatkan ilmu dari Kabupaten Bogor, dapat langsung di gunakan di lingkup kerjanya masing-masing untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, dalam pengelolaan keuangan daerah serta lingkungan hidup,”Harapnya.

Sementara, Kabid Struktural Badan Diklat Daerah Provinsi Jambi yang juga ketua rombongan, Neli Baiyani mengatakan bahwa observasi lapangan atau yang biasa di sebut Bench Marking di Kabupaten Bogor berlangsung dari 17 September hingga 21 September 2014 yang dikuti 35 orang peserta dari SKPD Provinsi Jambi, sehingga setelah mendapatkan pelajaran dari Kabupaten Bogor dapat di implementasikan di tempat kerja nya masing-masing karena itu semua guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. “terima kasih atas penerimaan dengan baik di Kabupaten Bogor, semoga apa yang di peroleh dari kunjungan kali ini dapat di aplikasikan di lingkup kerjanya masing-masing .”Ujarnya.

(bogorkab.co.id)

Penggalian Gunung Padang oleh TNI Dipersoalkan, Ada Prosedur yang Tak Sesuai

15 September 2014   4 views

gunung padang2Gunung Padang kembali menjadi perbincangan. Setelah muncul isu-isu mengenai legenda situs megalitikum di Cianjur itu, kini soal lain muncul. Foto-foto penggalian yang dilakukan TNI menjadi bahan perbincangan di sejumlah forum para pemerhati Gunung Padang.

“Ya foto itu beredar, dan memang kalau dilihat ada prosedur yang tak sesuai,” terang arkeolog, Luthfi Yondri saat berbincang, Senin (15/9/2014).

TNI memang dilibatkan dalam proses eskavasi yang kembali dimulai di Gunung Padang. Eskavasi kali ini dipimpim tim mandiri yang bekerja sama dengan Pemprov Jabar, Pemkab Cianjur, dan TNI.

Luthfi mengaku apa yang dilakukan TNI dengan menggali menggunakan pacul memang disayangkan. Dikhawatirkan, dalam penggalian lewat pacul itu ada bahan arkeologi yang hilang atau rusak.

“Kalau buat di arkeologi setiap senti lapisan menyimpan rekaman jejak masa lalu. Arkeologi itu tidak hanya memburu benda, tetapi juga memburu masa lalu,” imbuh dia.

Menurut arkeolog dari Balai Arkeologi Nasional ini, dari foto-foto penggaliannya ada prosedur, ada tahapan yang dilangkahi. Dalam arkeologi, saat kita menggali harus mengerti lahan yang kita gali, harus jelas semuanya.

“Di Gua Pawon saja, karena di sana banyak peninggalan, kita menggali dengan tusuk gigi,” terang dia.

Jadi, menurut Luthfi, yang perlu disadari apakah penggalian dengan pacul itu di lokasi yang sudah aman atau hanya asal gali saja. Luthfi memberi catatan soal penggalian yang dilakukan TNI itu.

“Saya bisa mengatakan, banyak hal yang ditinggalkan dari sisi arkeologi. Kemudian apakah di sana ada pengawasan, ada pencatatan, karena setiap lapisan tanah dibuka mesti ada pencatatan,” tutup dia.
(detik.com)

Ketahuan Nyopet, Pria Ini Dipajang di Stasiun Bekasi

12 September 2014   6 views

copet bekasiSeorang pencopet tertangkap di Stasiun Bekasi, Jawa Barat. Copet tersebut kini dipajang di depan Peron Stasiun supaya mengingatkan penumpang untuk waspada. Penumpang juga bisa sigap bila bertemu pencopet ini.

“Itu foto saya ambil pukul 08.00 WIB, sekarang lagi dipajang,” ucap Triaji, saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (12/9/2014).

Triaji mengatakan, pencopet itu dipajang seperti anak SD yang nakal. Pria tersebut disuruh berdiri dengan pose hormat dan salah satu kakinya diangkat.

“Saya melihat dia jadinya ketawa-ketawa. Semua penumpang juga seneng melihat kayak gini,” ucapnya.

Menurutnya, langkah yang dilakukan pihak pengamanan stasiun sangat baik. Dengan demikian, penumpang bisa mengingat muka pencopet.

“Kayaknya semua stasiun harus kayak begini, biar si copet tahu rasa,” ujarnya.
(detik.com)

Kasus Terbakarnya Tari, Polisi: Korban Mengaku Sempat Dipukul Orang Gila

11 September 2014   11 views

tkptariTari Handayani (21) warga Bogor Barat, Kota Bogor, ditemukan terbakar di belakang rumah kosong. Hingga saat ini, polisi belum bisa menyimpulkan apakah Tari mencoba bunuh diri dengan cara membakar tubuhnya atau orang lain mencoba membunuhnya.

Kanit Reskrim Polsek Sukaraja, AKP Sarjiman mengatakan, korban mengaku sempat dipukul orang gila yang biasa tinggal di rumah kosong tersebut.

“Sampai Subuh tadi kita bergerak, tapi orang tidak waras itu belum bisa ditemukan,” kata Sarjiman, Kamis (11/9/2014).

“Keterangan korban memang belum bisa dipastikan, karena kemungkinan perkataan itu keluar saat korban masih dalam kondisi trauma. Tapi ini tetap kita telusuri,” imbuhnya.

Tari ditemukan terbakar di bawah rumpun pohon bambu di belakang rumah kosong di Desa Sukaraja, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Rabu (10/9) sekitar pukul 13.00 WIB. Sekujur tubuh korban terbakar. Berdasarkan olah TKP, barang-barang korban tidak hilang. Dipastikan, kejadian itu bukan perampokan.

Oleh warga, lokasi kejadian ditinggali orang gila. Juga dikenal sebagai tempat remaja berpacaran.

Saat ini, Tari dirawat intensif di RS PMI Bogor. Tim medis belum memberikan keterangan rinci soal kondisi korban.
(detik.com)

Polres Cirebon Kota Ciduk 6 Tersangka Selama Ops Ketupat Lodaya

15 August 2014   3 views

polres-cirebon-kota-eksposKepala Polres Cirebon Kota, AKBP Dani Kustoni didampingi Kepala Satuan Reserse dan Kriminal, AKP Hidayatullah mengatakan, selama Operasi Ketupat Lodaya 2014, Polres Cirebon Kota berhasil menangkap enam pelaku kejahatan dari empat buah kasus. Kasus itu terdiri dari pencurian dengan kekerasan (curas) sebanyak tiga, dan satu lagi kasus pencurian dengan pemberatan (curat).

“Ada tersangka yang mengaku baru pertama kali beraksi. Padahal kenyataannya dia sudah beberapa kali keluar-masuk penjara,” kata Dani di Mapolres Cirebon Kota, Kamis (14/8).

Kata Dani, selain kasus penjambretan di CSB Mall dengan tersangka Irwanto (44), kasus lainnya adalah jambret di Jalan Raya Cirebon-Indramayu tepatnya di daerah Desa Grogol, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon, Jumat (1/8) pukul 19.30. Saat itu, warga bernama Tami berjalan kaki menuju rumah anaknya. Dalam perjalanan, dia berpapasan dengan Subyani alias Kacip dan Jaedin. Kedua pria itu berboncengan sepeda motor.

Tanpa disangka, ternyata Kacip dan Jaedin menjambret kalung emas yang dipakai Tami hingga putus. Tami pun mencoba melakukan perlawanan, dan saat kedua tersangka hendak kabur tertangkap warga.

Kasus curas berikutnya terjadi Kamis (31/7/2014) pukul 21.30 di sebuah minimarket Jalan Kanggraksan, Kota Cirebon. Ada dua tersangka datang ke minimarket berpura-pura hendak belanja. Namun ketika toko sepi, mereka menodongkan pisau ke arah kasir yang sedang menghitung uang. Kedua tersangka pun mengancam kasir agar memasukkan uang tersebut ke kantong tersangka.

Saat hendak kabur, kedua tersangka ditangkap warga. Kemudian keduanya pun diserahkan ke polisi. Dari dua tersangka, petugas menyita barang bukti satu unot sepeda motor E 6590 PD, tas ransel, pisau komando, dan kemeja.

Sementara kasus curat terjadi di sebuah rumah di Jalan Gunung Guntur D XVI No 212, Kelurahan Kecapi, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Kamis (24/7) pukul 20.00. Adalah tersangka Budiyanto yang nekat mencuri di rumah tidak jauh dari rumahnya. Ia datang ke tempat aksi dengan obeng dan sepeda motor.

Begitu tiba, Budiyanto mencongkel jendela rumah korban menggunakan obeng. Ia pun bermaksud mengambil barang-barang dari dalam rumah korban. Sayang, aksinya ketahuan warga sehingga tersangka dibawa ke kantor polisi.

Atas perbuatannya, keenam tersangka mendekam di tahanan Mapolres Cirebon Kota. Mereka terancam hukuman sesuai dengan tindak pidana yang dilakukannya.
(tribunnews.com)

Uang Suap Bupati Bogor Untuk Biaya Politik

15 August 2014   5 views

bupati-bogor-rahmat-yasin-di-tangkap-kpkKasus suap terhadap Bupati Bogor Rachmat Yasin dengan terdakwa FX Yohan YAP alias Yohan kembali digelar di Pengadilan Tipikor Bandung, Kamis (14/8/2014). Kasus suap senilai total Rp 4,5 miliar itu terkait tukar menukar kawasan hutan di Kabupaten Bogor atas nama PT Bukit Jonggol Asri (PT BJA). (baca juga : Kronologi KPK Tangkap Bupati Bogor Terkait Suap Pengurusan Izin Tata Ruang )

Sidang kali ini menghadirkan lima orang saksi. Mereka adalah Bupati Bogor Rachmat Yasin, Presiden Komisaris PT BJA Kwee Cahyadi Kumala alias Swie Teng, Dirjen Planologi Kementerian Kehutanan Bambang Suprianto, Kepala Dinas Tata Ruang dan Pertanahan Kabupaten Bogor Burhanudin, dan Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bogor HM Zairin.

Dalam kesaksiannya, Rachmat mengakui pada tahun 2012-2014 telah menerima dua kali pemberian uang dari Yohan. Masing-masing Rp 1 miliar dan Rp 2 miliar. Adapun pemberian ketiga sebesar Rp 1,5 miliar, belum sempat diterimanya karena keburu diamankan oleh petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Uang sebanyak Rp 3 miliar itu, kata Rachmat, tidak diterimanya langsung dari Yohan tapi diperolehnya dari tangan Peni, sekretaris pribadinya. Rachmat mengaku, ia tidak menghitung jumlah uang pemberian dari Yohan, ia tahu nilai total uang tersebut dari Peni.

Saat ditanya ketua majelis hakim, Nur Hakim SH MH mengapa sebagai bupati ia tetap menerima uang dari pihak ketiga (Yohan), padahal itu dilarang. Menurut Rachmat, ia terpaksa menerima uang suap itu karena sebagai Ketua DPW PPP Jabar, ia membutuhkan biaya untuk kegiatan politik. (baca juga : PPP Sebut Rachmat Yasin Calon Ketua Umum )

“Saya dapat beban yang begitu besar (sebagai ketua partai). Saya banyak kebutuhan, dengan sangat terpaksa itu saya ambil. Ketika menyadari itu salah, saya menyesal. Saya pun telah mengembalikan uang Rp 3 miliar itu kepada negara,” kata Rachmat, di depan majelis hakim.
(tribunnews.com)

Dishubkominfo Kabupaten Cianjur Siapkan 275 Armada Mudik

19 July 2014   1 views

illustrasi-mudik-lebaranRatusan pemudik asal Kabupaten Cianjur di wilayah selatan diperkirakan akan mudik pada hari raya Idulfitri tahun ini.

Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Cianjur menyiapkan 275 armada angkutan umum (angkum) untuk mengangkut warga Kabupaten Cianjur yang ingin mudik ke wilayah Cianjur Selatan.

“Untuk penambahan tidak ada karena Kabupaten Cianjur memang hanya daerah perlintasan. Tapi armada dipersiapkan untuk warga yang mudik ke Kabupaten Cianjur. Dan jumlah itu cukup untuk membawa penumpang ke tempat tujuannya,” kata Kabid Angkutan Umum, Afif Darmawan ketika ditemui di ruang kerjanya, Jumat (18/7).

Terkait dengan tarif angkum tersebut, lanjut Afif, dipastikan tidak akan ada kenaikan. Selain tidak ada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) tidak mengeluarkan tuslah. Tarifnya kmemungkinan besar akan disesuaikan dengan patokan harga yang dituangkan dalam peraturan bupati tentang tarif angkum.

“Di dalam peraturan bupati itu sudah ada patokannya. Baik itu batas atas dan batas bawah. Biasanya kalau ada hari raya, tarif angkum yang digunakan adalah batas atas,” kata Afif.(tribunnews.com)

20 Kg Ayam Busuk Disita dari Supermarket di Bogor

17 July 2014   5 views

ayam busukPetugas gabungan Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat, menyita 20 kilogram ayam potong yang diduga busuk dari Supermarket Ramayana di Jambu Dua Plaza, Bogor Utara, Kota Bogor, Kamis (17/7) siang.
Ayam sebanyak itu ditemukan petugas gabungan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bogor, Dinas Peternakan dan Pertanian, Balai Pengujian Mutu Produk Hewan Kota Bogor dan PPNS Satpol PP Kota Bogor di tempat penyimpanan di Supermarket tersebut.
“Sebanyak 20 kilogram daging ayam busuk langsung kami sita,” ujar Kepala Disperindag Kota Bogor Bambang Budhianto saat melakukan sidak.
Bambang menjelaskan, puluhan daging ayam busuk ini ditemukan di tempat penyimpanan daging di supermarket tersebut. “Jelas membahayakan bila dikonsumsi,ditakutkan daging tersebut dijual lagi, makanya kami sita,” katanya.
Sementara ini, kasie kesehatan masyarakat Veteriner, Balai Pengujian Putu Produk Hewan Kota Bogor, Drh Wina mengatakan, banyak bakteri dari daging ayam busuk itu sangat membahayakan dan tidak layak dikonsumsi.
“Harus dimusnakan jangan disimpan terus menerus,” katanya. Dia menjelaskan, hati impor sudah mengalami perubahan warna, kehitaman dan lebih lembek.
“Saya berharap para pedagang tidak menjual hati sapi yang sudah busuk, nantinya kami akan melakukan pengujian laboratorium, sample ati tersebut sudah diambil,” ujarnya.
Dikhawatirkan katanya, ada mikroba hati terjual menimbulkan efek diare atau keracunan, kemungkinan dari penyimpanan, kalau terbuka suhu menguap sehingga kurang dingin dan kurang bagus. “Organ jeroan lebih sensitif pada perubahan suhu,” katanya.

(tribunnews)

Bela Palestina, Ribuan Santri Tasik Segel KFC dan McDonalds

16 July 2014   5 views

Ribuan santri Pondok Pesantren Miftahul Huda, Tasikmalaya, mendatangi restoran cepat saji simbol Amerika, KFC, di Mayasari Plaza Tasikmalaya, Selasa (15/7/2014) sore. Para santri ini menutup paksa restoran saat unjuk rasa menolak serangan Zionis Israel terhadap Palestina.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, ribuan santri awalnya berunjuk rasa di kawasan Tugu Adipura dengan pengawalan ketat petugas kepolisian setempat. Tiba-tiba mereka berjalan kaki menuju pusat perbelanjaan Mayasari, yang tak jauh dari lokasi unjuk rasa.

Mereka melesak masuk ke halaman depan Mayasari meski sempat dihalang-halangi petugas keamanan mal. Tak diduga, seorang santri memecahkan kaca bangunan KFC yang berlokasi di depan mal.

“Brakk, saya mendengar suara kaca pecah di KFC. Lalu ada seorang pria berpakaian putih lari ke arah parkiran mobil,” ujar Tatang Sunarya (45), salah seorang pengunjung mal Mayasari.

Meski sempat terjadi insiden kaca pecah di bangunan KFC, para santri malah melanjutkan aksinya dengan berkerumun di depan bangunan tersebut. Mereka berorasi meminta agar KFC tutup selama beberapa hari sebagai upaya dukungan terhadap Palestina.

“Saya meminta KFC dan restoran Amerika lainnya tutup selama tiga hari. Ini untuk menghormati dukungan kepada Palestina atas apa yang dilakukan Israel terhadap warga Muslim di Palestina,” ungkap Ajengan Didi saat berorasi di hadapan para santri di lokasi kejadian.

Selanjutnya, para santri pun berjalan kaki menuju restoran cepat saji lainnya, McDonalds, di Jalan HZ Mustofa. Aksi mereka pun membuat kemacetan panjang akibat jalan raya ditutup iring-iringan ribuan santri.

Di depan bangunan McDonalds, mereka pun meminta tuntutan sama, yakni menutup restoran cepat saji yang menjadi simbol Amerika. Setelah mendapatkan persetujuan dari pengelola restoran, para santri pun membubarkan diri untuk menggelar buka puasa.
(kompas.com)

Pembangunan Monumen Cadas Pangeran Harus Ada Kajian Teknis

15 July 2014   3 views

cadas-pangeranRencana pembangunan Monumen Cadas Pangeran (MCP) di kawasan Jalan Cadas Pangeran, Kec. Pamulihan, perlu dilakukan kajian teknis dan Feasibility Study (FS/studi kelayakan). Hal itu dengan pertimbangan, kondisi geografis di kawasan Cadas Pangeran relatif sulit.

Tanahnya labil dengan tingkat kemiringan yang cukup tinggi sehingga rawan longsor. Kalau pun dibangun, perlu ada penyiapan dan pematangan lahan. Pertimbangan lainnya, kebutuhan anggarannya cukup besar karena membangun kawasan dan MCP yang besar dan megah. .

“Namun demikian, rencana pembangunan Monumen Cadas Pangeran ini tetap akan kami laksanakan. Tahun ini, kami akan mengusulkan pembuatan kajian teknis, FS sekaligus pengajuan anggaran dalam APBD tahun 2015,” kata Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga (Disbudparpora) Kab. Sumedang, Endah Kusyaman di kantornya, Senin (14/7/2014).

Ia menyebutkan, rencana pembangunan MCP diakui sudah digulirkan sejak 2005 berupa perencanaan teknis.

Akan tetapi, karena kondisi lahan dan geografisnya relatif sulit ditambah kebutuhan anggarannya cukup besar, sehingga pembangunannya sampai sekarang belum bisa dilaksanakan.

Meski MCP belum bisa dibangun, namun sebelumnya Disbudparpora sudah berusaha melakukan penataan kawasan Cadas Pangeran.

“Penataannya, di antaranya membuat patung Pangeran Kornel dan HW. Deandels yang baru dengan ukuran lebih besar. Kami juga menata tamannya serta membuat huruf Cadas Pangeran yang besar,” ujar Endah didampingi Kabid Kebudayaan Eli Suliasih

Upaya lainnya, kata dia, sebelumnya Disbudparpora sempat akan bekerjasama dengan Bank Jabar dan Banten (BJB) untuk menata kawasan objek daya tarik wisata (ODTW) Cadas Pangeran tahun 2012.

Penataannya menggunakan dana CSR (corporate social responsibility) BJB, seperti membangun 43 kios atau outlet makanan dan kerajinan khas Sumedang, membangun 2 unit gapura dan 1 unit mushola.

“Namun karena saat itu terjadi pergantian pimpinan BJB, sehingga kerjasama itu sampai sekarang belum terlaksana. Namun, kami akan berupaya menjajaki lagi kerjasama dengan BJB, ” ujarnya.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Sujatmoko di kantornya mengatakan, pembangunan Bundaran Polres hingga kini masih berjalan.

Kegiatan tahun ini, diantaranya melanjutkan pembebasan lahan, bangunan dan tegakan (tanaman) di lokasi bundaran, membersihkan berbagai utilities PLN, Telkom, PDAM dan operator ponsel.

Selain itu, pemindahan saluran air serta membangun kantor pelayanan SIM di Mapolres Sumedang yang baru di Jln. Prabu Gajah Agung/Bypass senilai Rp 4,15 miliar.

“Jadi, sebelum pembangunan fisik, lokasi pembangunan Bundaran Polres sudah clear and clean dulu. Setelah di lokasi bersih, baru tahun depan kami akan melangkah pada pembangunan fisik,” ujarnya.

Dikatakan, Balai Besar Pelaksanaan Jalan (BBPJ) Wil. IV/DKI Jakarta, Jabar dan Banten, sudah menyiapkan anggaran kisaran Rp 7-8 miliar untuk pembangunan jalan di Bundaran Polres.

Sementara Pemkab Sumedang sudah menganggarkan Rp 6 miliar untuk membangun bundarannya, trotoar, saluran air, tembok penahan tebing (TPT), dll.

“Pak Bupati H. Ade Irawan dan saya optimis dan yakin, pembangunan fisik Bundaran Polres akan terwujud tahun depan. Sampai-sampai Pak Bupati sempat mendatangi langsung ke kantor BBPJ. Jadi, Pak Bupati tidak berwacana, tapi sudah tataran implementasi. Bahkan Pak Bupati akan melaksanakan satu per satu, 9 program unggulan termasuk membangun Bundaran Polres, Jalan Sukasari-Lembang dan Bendung Rengrang,” ujar Sujatmoko.

Sementara itu, Kabag Humas Pemkab Sumedang, Asep Tatang mengatakan, rencana pembangunan Bundaran Polres memerlukan lahan seluas 8.497 meter persegi.

Lahan seluas itu, dibagi menjadi 35 bidang yaitu milik masyarakat 27 bidang, instansi 7 bidang dan yayasan 1 bidang.

Pembebasan lahannya, sudah dilakukan sejak 2013 dan hingga kini sudah direalisasikan seluas 4.344 meter persegi atau sebanyak 22 bidang tanah masyarakat.

“Mudah-mudahan tahun ini dapat membebaskan lahan sisanya seluas 4.152 meter persegi atau sebanyak 13 bidang,” tuturnya.

Untuk pengelolaan Tahura (Taman Hutan Rakyat), lanjut dia, dari tahun ke tahun telah dan sedang dilaksanakan berbagai program kegiatan. Dari informasi UPTD Tahura Dishutbun Kab. Sumedang, untuk kegiatan pengelolaan Tahura pada tahun 2013 dilaksanakan kegiatan peningkatan kapasitas Tahura Gunung Kunci dan Gunung Palasari dengan melaksanakan kegiatan rehabilitasi kantor pengelola Tahura Rp 13,7 juta dan pembuatan pagar Rp 95 juta.

“Nah, tahun 2014 dianggarkan Rp 130 juta untuk pengadaan sarana dan prasarana outbound, Rp 100 juta untuk kegiatan pengadaan peralatan dan perlengkapan outbound dan Rp. 100 juta untuk penataan sarana dan prasarana Tahura,” kata Asep Tatang. (pikiran rakyat)

Next Page »