Pejalan Kaki Berebut Trotoar dengan Puluhan Pot Bunga di Jalan Patriot

17 November 2014

pot-di-trotoar-garutPara pejalan kaki kian dipersulit untuk berjalan di sepanjang trotoar di Jalan Patriot di kawasan Pemerintahan Kabupaten Garut. Hal ini disebabkan puluhan pot bunga yang ditempatkan berjejer di trotoar.

Pot bunga berwarna hitam ini memiliki corak ukiran naga dan memiliki cap DLHKP, kepanjangan dari Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Garut.

Warga sekitar Jalan Patriot, Kelurahan Sukagalih di Kecamatan Tarogongkidul, Wiwin mengatakan pot bunga tersebut ditempatkan sekitar dua minggu lalu. Penempatan pot tersebut dinilai kurang tepat.

“Soalnya di depan kantor-kantornya sudah ada taman juga. Ini ditambah potdi trotoar. Jadi makin sempit jalan buat pejalan kaki,” kata Wiwin, Senin (17/11).

Pohon di dalam pot tersebut merupakan pohon palem dengan daun yang bercabang keluar pot. Hal ini kian menyulitkan para pejalan kaki dan menyebabkan beberapa pejalan kaki berjalan di tengah jalan karena bahu jalan dipakai parkir mobil. (http://jabar.tribunnews.com)

Jambu Air Cingcalo asal Garut Digemari Warga Tionghoa

21 February 2014

jambu-air-cincaloJambu air jenis Cingcalo dari Kecamatan Kadungora ternyata digemari warga keturunan Tionghoa di Jakarta. Dalam setahun, Kecamatan Kadungora menjual lebih dari empat ton jambu air ke Jakarta.

Pedagang buah di Jalan Raya Kadungora, Kecamatan Kadungora, Mimin (60), mengatakan pohon jambu air cingcalo tumbuh dengan subur di Desa Gandamekar dan Desa Kadungora di Kecamatan Kadungora.

Puluhan pohon jambu di Kadungora ini dipanen dua kali dalam setahun. Sekali panen, satu pohon bisa menghasilkan satu kuintal jambu air. Karenanya, puluhan pohon ini dapat menghasilkan lebih dari dua ton jambu air cingcalo.

“Yang beli hampir semuanya warga keturunan Tionghoa dari Jakarta. Katanya, mereka memasarkannya kepada warga Tionghoa juga. Mereka suka buah berwarna merah,” tuturnya di kiosnya di Kadungora, Jumat (21/2).

Kepada para pembeli asal Jakarta tersebut, katanya, satu kilogram jambu air dijual Rp 7.500. Karenanya, bagi warga yang memiliki dua pohon jambu di halaman rumahnya, satu kali panen bisa mendapat Rp 1,5 juta.

Jambu air cingcalo ini memiliki ukuran yang lebih besar daripada jambu air biasaya. Warnanya pun kemerahan dan rasanya manis tanpa meninggalkan rasa pahit di lidah.

Mimin mengatakan sayangnya, Pemerintah Kabupaten Garut belum melirik bisnis agroindustri yang sangat menguntungkan ini. Warga kesulitan mendapat penyuluhan mengenai perawatan pohon jambu dan peningkatan produksinya.(tribunnews.com)

Penyesuaian Tarif PDAM Harus Bertahap dan ada Sosialisasi

29 May 2013

pdamRencana penyesuaian tarif yang segera diberlakukan PDAM Tirta Intan Garut, jangan sampai memberatkan masyarakat serta harus melakukan sosialisasi dengan benar. Demikian disampaikan Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Garut, Sobirin di ruang kerjanya, Selasa (28/5).

Sobirin menilai, penyesuaian tarif PDAM harusnya sudah dilakukan sejak tahun 2008. Perubahan tarif pun tidak diperdakan, namun bisa dengan Perbub (Peraturan Bupati). Tarif yang semula Rp1.600 sekarang menjadi Rp2.100.

“Saya hanya berharap, PDAM jangan sekaligus menaikkan tarif, tapi secara bertahap, agar tidak memberatkan konsumen,” jelasnya.

Menurutnya, PAD (Pendapatan Asli Daerah) dari PDAM tahun kemarin mengalami kenaikan, tapi belum signifikan, sebab tidak sebanding dengan biaya operasional yang besar.

“APBD tahun 2014 akan ada penambahan modal Rp5 milyar. Itu merupakan target 2000 saluran yang belum sampai,” pungkasnya (JAT)

sumber:fokusjabar.com

Gunung Papandayan Masih Siaga, Warga Dilarang Mendekat

12 May 2013

_papan-peringatan-di-area-gunung-papandayan--garut_663_382Hingga Sabtu 11 Mei 2013 malam ini, aktivitas gunung Papandayan Garut masih terpantau tinggi. Warga diimbau tidak mendekati areal kawah Papandayan dengan radius 2 Km.

Menurut petugas Pos Pengamatan gunung Papandayan Garut, Momon, jika aktivitas gunung Papandayan terus meningkat, bukan tidak mungkin akan keluar asap beracun yang berbahaya jika terhisap manusia.

“Untuk saat ini memang tidak ada gas beracun yang keluar, tetapi warga diimbau agar tidak mendekati kawah,” ujar Momon, kepada VIVAnews.

Data di Pos Pengamatan gunung Papandayan, aktivitas gunung Papandayan sejak jam 12 malam sampai pukul 18.00 WIB sore tadi, terjadi 5 kali gempa tektonik jauh, 50 kali gempa tektonik lokal, 3 kali gempa vulkanik dalam, 27 kali vempa vulkanik dangkal dan 1 kali terjadi gempa tornelo.

“Kalau berdasarkan angka, dibading hari kemarin memang malam ini terhitung menurun,” katanya.

Untuk suhu kawah masih relatif stabil, sekitar 226 derajat celsius. Kepulan asap putih tipis dan tebal masih membumbung ke udara dengan ketinggian antara 30 hingga 50 meter.

Sebelumnya, Minggu 4 Mei 2013 lalu, sekitar pukul 12.00 WIB, Badan Pusat Vulkanologi Mittigasi Bencana Geologi, menaikkan status gunung Papandayan dari waspada menjadi siaga pada level III.

sumber+foto:vivanews

Gunung Papandayan – Enam Kecamatan Masuk Zona Rawan

7 May 2013

mount-papandayan-trekking-5Sebanyak enam kecamatan di Kabupaten Garut dan Bandung masuk kategori wilayah terdampak letusan Gunung Api Papandayan. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut Zatzat Munazat mengatakan, dari enam wilayah itu, lima kecamatan berada di Kabupaten Garut.

“Lima kecamatan di Garut yakni Kecamatan Bayongbong, Cisurupan, Sukaresmi, Pamulihan, dan Pakenjeng. Satu kecamatan lain berada di Kabupaten Bandung yaitu Kecamatan Pangalengan,” ujarnya, kemarin. Menurut dia, masuknya enam kecamatan tersebut berdasarkan pengalaman letusan Gunung Papandayan pada November 2002. Saat itu, letusan gunung menyebabkan longsoran di sekitar kawah gunung, aliran lahar dingin ke sejumlah sungai, hujan abu vulkanik, dan awan panas.

“Karakter Gunung Papandayan berbeda dengan gunung api lain misalnya Gunung Guntur di Garut. Jadi tidak ada lontaran batu pijar seperti ancaman Gunung Guntur. Dari pengalaman, letusan gunung di Kabupaten Garut mengakibatkan aliran lahar dingin pada beberapa sungai, hujan abu vulkanik, dan awan panas. Ke wilayah Bandung hanya abu vulkanik. Kami belum bisa memprediksi apa yang akan terjadi bila Papandayan meletus,” paparnya.

Pada Agustus 2011, status Gunung Papandayan sempat mengalami peningkatan dari level waspada menjadi siaga. Peningkatan aktivitas itu hanya berlangsung singkat hingga akhirnya status kembali diturunkan kembali ke level waspada. “Ketika itu, kami sudah mengambil beberapa kebijakan, mulai latihan evakuasi, jumlah data penduduk, luas wilayah, dan titik lokasi yang aman untuk para pengungsi.

Kami perlu kepastian mengenai data jumlah terbaru dan kondisi infrastruktur jalan untuk jalur evakuasi,” ujar Zatzat. Bila status meningkat ke level IV atau awas, Pemkab Garut telah menyiapkan beberapa titik aman untuk warga mengungsi. Beberapa wilayah ini terletak di Kecamatan Bayongbong dan Cikajang. “Kecamatan Bayongbong menjadi daerah terdampak, khususnya terkena aliran lahar dingin ke Sungai Cimanuk yang melintasi kecamatan ini,” katanya.

Ketua Pos Pengamatan Gunung Papandayan Momon menambahkan hingga kini aktivitas kegempaan di Gunung Papandayan masih fluktuatif. Berdasarkan data yang terekam sejak pukul 00.00 hingga 06.00 WIB kemarin, tercatat 14 gempa vulkanik B, lima kali vulkanik A, empat kali gempa tektonik lokal, dan empat kali gempa tektonik jauh.

“Rekomendasi sementara saat ini adalah tidak beraktivitas di batas dua km dari puncak gunung. Di luar itu masih dinyatakan aman,” ucapnya. Suhu kawah terekam di kisaran 226 derajat celsius. Menurutnya, suhu ini masih terbilang wajar, karena suhu di status normal berada di kisaran 200-250 derajat celsius. “Ketika meletus, suhu kawah mencapai lebih dari 306 derajat celsius,” tandasnya. fani ferdiansyah

sumber:koran-sindo.com

Masjid dan Belasan Rumah Jamaah Ahmadiyah Diserang Massa

5 May 2013

20110728_Mushalla_Ahmadiyah_Disegel_Pemerintah_KotaSetidaknya belasan rumah dan sebuah masjid milik Jamaah Ahmadiyah di Desa Tenjowaringin, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, diserang sekelompok massa, Minggu (5/5/2013).

Pengurus Wilayah Jamaah Ahmadiyah Kabupaten Garut, Rahmat Syukur Maskawan, mengatakan penyerangan tersebut terjadi sekitar pukul 01.30 dini hari. Saat itu, warga sedang terlelap tidur setelah menghadiri pengajian Jamaah Ahmadiyah di masjid pukul 20.00 WIB.

“Waktu itu saya menginap di rumah Pak Mubarak, sedang tidur. Tiba-tiba ada suara teriakan, saya kaget. Saya langsung berlari ke luar dan ada belasan rumah anggota yang kaca jendelanya pecah. Begitu juga dengan masjidnya,” kata Rahmat, Minggu (5/5/2013) pagi.

Menurut Rahmat, terdapat sekitar 50 orang yang melakukan penyerangan tersebut. Mereka menggunakan pakaian biasa seperti jaket dan celana panjang. Mereka mengendarai sepeda motor.

Sampai kembali ke Garut pada pukul 04.30 WIB, Rahmat mengatakan tidak terdapat korban akibat penyerangan tersebut. Hanya saja, kaca jendela-jendela masjid, toko, mobil, dan rumah warga Jamaah Ahmadiyah pecah.

“Entah mereka berasal dari mana. Mereka datang tiba-tiba dan merusak. Sebelumnya kami hanya menggelar pengajian biasa di masjid. Pengajian peringatan Isra Miraj kami pun aman karena dikawal petugas. Tapi ternyata malah diserang menjelang subuh,” ucapnya.

Warga Jamaah Ahmadiyah, kata Rahmat, tidak bisa berbuat banyak saat penyerangan berlangsung. Rahmat mengatakan menyerahkan seluruhnya kasus penyerangan ini kepada pihak berwajib. (Sam)

sumber+foto:tribunnews.com

Tunjangan Guru di Garut Diselewengkan

4 May 2013

ilustrasi

ilustrasi

Ketua SEGI (Serikat Guru Indonesia) Kabupaten Garut, Imam Taufiq Tamami menduga dana TPP (Tunjangan Profesi Pendidik) di Garut sebesar Rp82 miliar diselewengkan dengan cara diendapkan di Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Garut.

“Tujuannya untuk mendapatkan keuntungan berupa bunga baik deposito maupun giro,” kata Imam kepada FOKUSJabar.com.

Dugaan penyelewengan dana karena adanya perjanjian antara Dinas Pendidikan Kabupaten Garut dengan BRI pada 9 Maret 2013 yang ditandatangani Kepala Dinas Pendidikan Garut, Mahmud dan Kepala Cabang BRI Garut Hendrastyo. Isi perjanjian itu terkait penyaluran dana TPP dilakukan melalui BRI.

Akibat perjanjian tersebut, para guru diwajibkan membuat rekening baru, meskipun hampir semua guru penerima tunjangan memiliki rekening BRI. Pembuatan rekening dilakukan secara kolektif di setiap sekolah.

“Para guru hanya menyerahkan pas foto, fotocopy KTP dan dua buah materai. Kenapa harus buat rekening baru bukannya disalurkan ke rekening yang sudah ada saja,” ucapnya.

Selain itu, dana yang seharusnya diterima paling lambat akhir April 2013, hingga saat ini baru untuk tiga bulan, padahal jumlah tunggakan tunjangan sebanyak lima bulan dari tahun 2012 lalu.

“Mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 41 tahun 2013, harusnya sudah lunas. Hingga saat ini jumlah guru penerima tunjangan sekitar delapan ribu orang,” bebernya.

Kepala Bidang Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, M. Riswanda mengatakan, penyimpanan dana tunjangan di BRI akan disalurkan bagi guru di tingkat SMA sebesar Rp8 miliar.

Dana TPP tingkat SD dan SMP sebesar Rp74 miliar disalurkan melalui Bank Jabar Banten, karena adanya perjanjian pemerintah pusat tentang penyaluran tunjangan guru SD dan SMP melalui BJB.

“Guru SMA diperbolehkan melalui bank lain. Saya tidak tahu alasannya kenapa ke BRI, yang jelas sudah ada MoU dengan Pak Kadis,” ungkapnya.

Hingga berita diturunkan, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Mahmud belum dapat dikonfirmasi. Saat dihubungi melalui telepon selulernya pun sedang tidak aktif. (JAT)

sumber:fokusjabar.com

Alasan Aceng Mangkir Diperiksa Sebagai Tersangka

26 April 2013

189551_bupati-garut-aceng-fikri_663_382Mantan Bupati Garut, Aceng MH Fikri mangkir dari panggilan Polda Jawa Barat terkait pemeriksaan dia sebagai tersangka dalam kasus penghinaan yang dilakukannya kepada mantan istri sirinya, Fanny Octora.

Menurut kuasa hukum Aceng, Muklis Ramdhani, kliennya itu tidak bisa datang hari ini, Kamis 25 April 2013, lantaran sakit dan masih berkabung atas meninggalnya ayahnya beberapa waktu lalu.

“Beliau belum bisa hadir karena sakit serta masih dalam kondisi berkabung karena belum 40 hari ayahnya meninggal,” kata Muklis yang mewakili kliennya datang memenuhi pemanggilan Polda Jabar.

Lebih lanjut, dia meminta pemunduran berita acara pemeriksaan (BAP). “Surat pemanggilan sudah diterima namun berhalangan hadir, kita meminta pemunduran, rencananya minggu depan,” katanya.

Disinggung apakah Aceng akan hadir dalam pemeriksaan minggu depan, Muklis menjelaskan Aceng akan hadir dalam rencana pemeriksaan atas kasus penghinaan di depan umum kepada mantan istri sirinya Fanny Octora.

“Insya Allah hadir. Sekarang kan beliau masih sakit karena cape dan masih berkabung,” kata Muklir.

Aceng ditetapkan sebagai tersangka karena terbukti melanggar Pasal 310 ayat 1 dan ayat 2 tentang menyerang kehormatan seseorang di depan umum dan atau penghinaan.

Fany juga melaporkan Aceng atas empat pasal sekaligus, yakni Pasal 280 KUHP tentang penghalang perkawinan, 310 KUHP tentang pencemaran nama baik, 335 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan, dan 378 KUHP tentang penipuan. (ren)

sumber+foto:viva.co.id

Jadi Tersangka, Aceng Fikri Mengaku Sakit

24 April 2013

194047_aceng-fikri-disambut-warga-garut--jawa-barat_663_382Kediaman mantan Bupati Garut, Aceng HM Fikri, di Kampung Copong, Kelurahan Sukamentri, Kecamatan Garut Kota, nampak sepi paska Aceng ditetapkan tersangka oleh Polda Jawa Barat, Rabu, 17 April 2013 lalu.

Aceng Fikri menjadi tersangka atas kasus tindak pidana penipuan, penghinaan dan pencemaran nama baik terhadap mantan istri sirinya, Fany Oktora.

Istri Aceng Fikri, Nurohimah yang ditemui di rumahnya pada Rabu pagi, 24 April 2013 menyatakan, suaminya ada di rumah dan sedang tidur karena sejak beberapa hari terakhir mengeluh sakit.

“Ada tapi bapak masih tidur, agak kurang enak badan,” katanya.

Setelah penetapan tersangka terhadap Aceng Fikri kemarin, Aceng Fikri yang dihubungi melalui telepon tak mengomentari penetapan tersangka dirinya. Aceng menyatakan bahwa dirinya saat ini sedang sakit.

“Iya, badan saya sakit, mungkin kecapaian,” katanya.

Sementara itu pengumunan penetapan tersangka oleh pihak Polda Jawa Barat disampaikan setelah Aceng mendaftar jadi calon senator dengan membawa sekitar 6 ribu KTP dukungan, Minggu 21 April 2013. Aceng mengaku ingin mengabdi untuk masyarakat setelah lengser sebagai bupati.

sumber+foto:viva.co.id

Agus Hamdani Fokus Urus Pilkada Garut

5 April 2013

20130405jbrAgus Hamdani resmi menjadi Bupati Garut setelah dilantik oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, dalam sidang paripurna di Gedung DPRD Kabupaten Garut, Jalan Patriot Garut, kemarin.

Ketua DPRD Kabupaten Garut Ahmad Badjuri mengatakan, acara pelantikan dalam sidang paripurna ini terbuka untuk umum. Sidang paripurna, kata Ahmad, hanya mengagendakan pengambilan sumpah jabatan Agus Hamdani menjadi Bupati Garut pengganti Aceng. “Hanya pengambilan sumpah dan jabatan saja,” kata Badjuri. Gubernur Jabar Ahmad Heryawan meminta, agar Agus dapat melaksanakan tugasnya sebagai bupati di sisa masa jabatan ini.

”Saya berpesan kepada Bupati Garut agar lebih fokus pada penyelenggaraan pembangunan yang ditunjang profesionalisme birokrasi, serta political willdemi terciptanya Kabupaten Garut yang lebih baik di masa yang akan datang,” ujarnya. Usai pelantikan, Agus mengaku akan menjalankan tugas sebaik mungkin. Prioritas utama, kata Agus, adalah melanjutkan berbagai program yang telah dirintis oleh bupati sebelumnya, Aceng HM Fikri. ”Langkah awal yang akan saya lakukan, yakni konsolidasi internal yang berkaitan dengan administrasi dan keuangan.

Terlebih, saat ini kepentingan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Garut tengah menanti pencairan dana hibah untuk menunjang kelancaran pemilihan kepala daerah dan pemilihan umum,” katanya. Terpisah, Aceng HM Fikri mengatakan, sangat mendukung atas pelantikan Agus menjadi bupati ini. Dia menyatakan tidak memiliki prasangka buruk kepada penggantinya tersebut.

“Bagaimanapunjuga, AgusHamdani akan melanjutkan masa bakti yang tersisa ini hingga akhir jabatan 2013 nanti. Kami semua harus mendukungnya. Saya sendiri, datang kemari karena diundang. Tidak ada alasan bagi saya untuk menolaknya,” kata Aceng. Usai dilantik, Aceng tampak menyalami Agus yang telah resmi menjabat sebagai bupati. Aceng juga turut memberikan selamat kepada Agus di akhir prosesi pelantikan itu. fani ferdiansyah

Sumber + Foto : koran-sindo.com

Next Page »