web analytics

Kuwu Minta Dilibatkan Pada Penetapan Sasaran Penerima BLSM

20 June 2013   118 views

ilustrasi

ilustrasi

Sejumlah kuwu di Majalengka berharap bila pemerintah berniat untuk memberikan Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) sebagai kompensasi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, hendaknya melibatkan aparat desa sehingga tidak berdampak buruk di masyarakat dan aparat desa.

Atau penentuan sasarannya harus sangat jelas serta indikatornyapun harus jelas agar tidak menimbulkan kecemburuan di tingkat masyarakat yang buntutnya menyalahkan aparat desa.

Kuwu Desa Jatisura, Kecamatan Jatiwangi, Ginggi Syarif Hasyim menyebutkan, kalau BLSM selalu menimbulkan persoalan yang berdampak pada munculnya kecemburuan sosial dan saling menyalahkan. Berdasarkan pengalaman penentuan sasaran penerima aparat desa tidak pernah dilibatkan dalam merumuskan karena yang menentukan sepenuhnya tergantung pada BPS.

“Biasanya penetapan calon penerima ini berdasarkan data yang dimiliki oleh BPS, yang terkadang banyak penerima yang justru lebih sejahtera dibanding mereka yang tidak mendapatkan konpensasi BBM. Sebaliknya mereka yang dianggap layak untuk menerima karena kondisinya pra sejahtera justru tidak. Akibatnya aparat desa yang menjadi sasaran kekecewaan warga, bila sudah demikian aparat desa yang dipusingkan,” ungkap Ginggi. (C-28/A_88)***

sumber:pikiran-rakyat.com

Pilbup Majalengka : PKS dan PPI Daftarkan Pasangan Nazar Hidayat – Tio Indra

28 May 2013   545 views

TATI PURNAWATI/"KC"

TATI PURNAWATI/”KC”

Partai Keadilan Sejahtera Kabupaten Majalengka dan Partai Patriot Indonesia mengusung H. Nazar Hidayat dan H. Tio Indra Setiadi sebagai pasangan calon bupati dan wakil bupati Majalengka pada pemilukada 2013. Kedua partai ini telah mendeklarasikan pasangan tersebut sekaligus mendaftarkannya ke KPUD Majalengka, Senin (27/5/13).

H. Nazar yang berlatar belakang sebagai pengusaha dan H. Tio Indra Setiadi yang baru saja pensiun dari birokrat serta karier terakhirnya sebagai Sekretaris Kota Tasikmalaya ini sama-sama pernah mencalonkan diri sebagai Bupati Majalengka pada periode lalu. Mereka pernah saling bersaing dan keduanya bersaing juga dengan bupati dan wakil bupati saat ini H. Sutrisno – H. Karna Sobahi.

Hampir tak banyak yang menduga kalau kedua pasangan ini akan mencalonkan kembali menjadi bupati Majalengka, karena keduanya sama-sama pernah mencalonkan diri menjadi bupati Majalengka pada pertarungan periode lalu namun keduanya kalah. Terlebih H.Tio sendiri kini mengikuti pecalonan sebagai anggota DPR dari Partai Amanat Nasional untuk daerah pemilihan Sumedang-Majalengka-Subang.

Ketika ditanya mengenai pencalonannya yang dianggap tiba-tiba muncul, H.Tio menyebutkan kalau itu menjadi bagian dari strategi. Serta ingin suasananya cukup aman, tenang hingga mencapai proses konsttusi internal.

“Kami punya semangat, itu modal yang kami miliki. Awalnya kita sama-sama pernah kalah dalam pilkada sehingga kami mengetahui apa yang menjadi kelemahan untuk menang, sedangkan mereka (petahana) tahunya hanya menang,” ungkap H. Tio sambil tertawa.

Disinggung soal kekhawatiran kemungkinan kalah terkait partai pengusungnya yang sedang menghadapi persoalan dengan KPK, H. Tio menjawab dengan tegas. “Itu tidak mengganggu suara kami karena yang terkait dengan KPK adalah pribadi seseorang bukan partai, jadi kita tetap yakin bisa menang.” ungkapnya.

Sementara itu ketua KPUD Majalengka Supriatna saat menerima pendaftaran menyatakan pihaknya masih akan meneliti bekrak pendaftaran keduanya, kekuranganya akan di kabari kemudian. Namun sementara ini ada dua kekurangan syarat yang harus dipenuhi oleh partai dan pasangan calon yakni Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) dan nomor rekening dana kampanye. (C-28/A_88)***

sumber+foto:pikiran-rakyat.com

Warga Jatigede Jalan Kaki ke Istana Negara

21 May 2013   124 views

jatigedeLima orang terkena dampak (OTD) pembangunan megaproyek Waduk Jatigede melakukanaksijalankaki dengan rute perjalanan dari Kecamatan Darmaraja, Kabupaten Sumedang, hingga Istana Negara.

Aksi tersebut dilakukan dengan harapan bertemu presiden untuk menyuarakan aspirasi warga OTD. “Saya tidak tahu nanti apa akan bertemu presiden atau tidak. Tetapi, kami sudah kirimkan surat ke sana,” kata peserta jalan kaki, Tarsiman. Aksi jalan kaki tersebut menuntut penyelesaian dampak pembangunan Waduk Jatigede segera diselesaikan sebelum ada penggenangan. Sampai saat ini mereka menilai dampak pembangunan Waduk Jatigede masih belum sepenuhnya selesai.

Aksi dilakukan lima orang OTD, yaitu Komarudin dari Desa Cibogo, Kecamatan Darmaraja; Aden Tarsiman dari Desa Cipaku, Kecamatan Darmaraja; Danuri dari Desa Sukakersa, Kecamatan Jatigede; Yayan Taryana dari Desa Jatibungur; dan Suharyana dari Desa Tarunajaya, Kecamatan Darmaraja. Kelima OTD tersebut mengenakan pakaian tradisional serbahitam. Sebagian menggunakan ikat kepala dan dudukuy(topi tani).

Plt Sekda Kabupaten Sumedang Zaenal Alimin mengatakan, aksi yang dilakukan warga OTD merupakan hak yang tidak bisa dilarang. Namun, aksi itu sangat disayangkan karena tidak ada pemberitahuan sebelumnya kepada Pemkab yang memungkinkan dapat diminta pengawalan selama aksi. ● zulfikar

sumber+foto:koran-sindo.com

Rumah bagi Warga Cigintung Belum Jelas

10 May 2013   155 views

rumah korban longsor cigintung, majalengka

rumah korban longsor cigintung, majalengka

Pembangunan perumahan bagi warga Blok Cigintung, Desa Cimuncang, Kecamatan Malausma yang menjadi korban bencana alam seluas 30 hektaran di Blok Werasari sekitar 5 km dari kampung mereka sebelumnya atau sekitar 3 km dari ibu kota desa belum dipastikan.

Menurut keterangan Kepala Dinas Bina Marga dan Cipta Karya Kabupaten Majalengka Kamis (9/5), Agus rencana tersebut tergantung pada Pemerintah Provinsi dan Pusat.

“Target penyelesaian sebentulnya sangat saling bergantung antara pemerintah Daerah, Provinsi, ataupun Pusat, kita bisa mulai bekerja tergantung kapan bantuan tersebut datang, tapi juga biasanya turunnya anggaran provinsi tergantung kapan kesiapan kita selesai melakukan penataan kawasan untuk pemukiman tesrebut. Hanya memang kita inginnya secepatnya bisa diselesaikan tidak perlu menunggu waktu lama,” kata Agus.

Sementara itu Ketua Satgas Bencana Alam Blok Cigintung Asep berharap kalau lahan relokasi tidak dilakukan di Desa Werasari karena lokasi tesrebut sangat jauh dari areal pertanian earga, demikian juga ke tempat kerja ke Cimuncang.

“Penduduk Cigintung ini hampir sebagian besar pencahariannya sebagai petani dan penganyam injuk, makanya bila relokasi ke Werasari lokasinya sangat jauh mencapai 9 km. Itu rasanya berat bagi warga, mereka pergi ke sawah harus berjalan berkilo-kilometer demikian juga bila harus ke kebun atau bekerja ke pabrik injuk,” ungkap Asep.

Asep menyebutkan keinginan warga relokasi bisa dilakukan ke daerah terdekat yang arealnya juga sama-sama luas diantaranya saja Blok Lapang Jotang, Lapang Barat, Pasir Rindik, atau Munjul dan Cipicung. Untuk beberapa lokasi etsrebut kemiringan tanahpun hamper sama dengan Werasari hanya sekitar 10 hingga 15 derajat.

“Hanya memang persoalannya di wilayah yang kami inginkan status tanahnya tanah milik masyarakat sehingga berkaitan dengan proses ganti rugi lahan, sedangkan di Werasari status tanahnya tanah GG, pemerintah tidak perlu mengeluarkan biaya etrlalu besar,” ungkap Asep yang mengaku pada Kamis (9/5) telah megirim surat kepada bupat menyangkut hal tersebut dan berharap warga bisa melakukan audiensi untuk dicari solusi terbaik.(C-28/A-26)***

Kerugian Akibat Longsor Cigintung Puluhan Milyar

7 May 2013   256 views

ilustrasi

ilustrasi

Nilai kerugian inprastuktur akibat bencana alam di Blok Cigintung, Desa Cimuncang, Kecamatan Malausma diperkirakan mencapai puluhan milyar. Jumlah tesrebut diperkirakan masih akan terus bertambah karena pergerakan tanah masih terus terjadi.

Untuk memperbaiki sejumlah inprastuktur yang kini rusak Pemerintah Kabupaten Majalengka berencana melakukan penganggaran sementara mencapai sekitar Rp 50 milyar. Itu baru meliputi pembangunan tiga buah jembatan, pembangunan jalan baru serta sejulah inprastuktur lainnya.

Menurut keterangan Kepala Dinas Bina Marga dan Cipta Karya Kabupaten Majalengka Agus Tamim, kerusakan inprastutur yang harus segera diperbaiki oleh Pemerintah Kabupaten Majalengka selain pemukiman warga, juga adalah ruas jalan antar desa menuju Cimuncang dan ibu kota Kecamatan Malausma.

Berdasarkan hasil pendataan hingga Senin (6/5) kerusakan ruas jalan akibat pergerakan tanah mencapai 5 km. Itu terdiri dari ruas jalan Cigingtung-Cimuncang sepanjang 1 km, serta Ciranca-Lebakwangi-Cimuncang yang kondisi jalanya cukup parah. Sedianya ruas jalan tersebut pada tahun ini akan diperbaiki namun saat ini kondisi jalan dan tanah di setiap pinggir kiri dan kanan jalan terjadi pergerakan hingga kondisinya bergelombang dan sebagain anjlok.

Tiga buah jembatan di ruas jalan tersrebut juga rusak parah salah satu diantaranya nyaris putus dan sudah tidak diperbolehkan lagi untuk dilintasi kendaraan roda empat, karena dikhawatirkan akan mengakibatkan kecelakaan lalulintas. Malah sejak dua mingu lalu pihak BMCK menurut Agus sudah menutup ruas jalan tersebut agar tidak dilintasi kendaraan.(C-28/A-26).***

sumber:pikiran-rakyat.com

Longsor di Majalengka, Dua Desa Terisolir

4 May 2013   176 views

Foto :portalkbr.com

Foto :portalkbr.com

Dua desa Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, hingga kini masih terisolir akibat bencana longsor yang melanda daerah tersebut.

Salah seorang warga warga Desa Cimuncang Majalengka, Nana menuturkan, ratusan rumah terpaksa ditinggalkan oleh pemiliknya karena pergerakan tanah akibat longsor terus terjadi, hingga kini dua desa karena semua jalan menuju daerah tersebut putus.

Pergerakan tanah di desa Cimuncang, kata dia, terjadi sekitar tiga pekan lalu, jalan amblas dan rumah banyak yang rusak.

Ribuan korban bencana longsor masih bertahan ditempat pengungsian, sedangkan sebagian memilih tinggal bersama saudara mereka.

Johan, warga lain mengaku, dua desa masih terisolir akibat bencana longsor di Kabupaten Majalengka, ribuan korban terpaksa meninggalkan rumah mereka karena sulit menembus kampung mereka, setelah jalan terputus.

Kepala BPBD Jabar, Sigit, menuturkan pihaknya berencana akan membawa contoh tanah untuk bahan penelitian. Selain itu tim geologi langsung meneliti struktur tanah dilokasi longsor tersebut.

sumber:tribunnews.com

Bupati Majalengka Janji Segera Relokasi Warga Korban Longsor Cigintung

3 May 2013   324 views

Bupati Majalengka, H.Sutrisno (Foto: universitas-majalengka.ac.id)

Bupati Majalengka, H.Sutrisno
(Foto: universitas-majalengka.ac.id)

Bupati Majalengka, Sutrisno berjanji segera mencari tempat untuk relokasi warga korban longsor di Kampung Cigintung, Desa Cimuncang, Kecamatan Malausma, Kabupaten Majalengka.

“Memang sampai sejauh ini tempat relokasi itu belum ada, tapi kita akan secepatnya segera sediakan tempatnya,” kata Sutrisno, Kamis (2/5).

Menurut Sutrisno, relokasi warga bukan perkara mudah, karena tempat bagi penduduk yang mencapai 2000 jiwa ini akan menjadi desa baru mereka, selain itu relokasi sendiri akan dibuat dengan sebaik mungkin jangan sampai menjadi masalah baru.

“Pekan ini rencana Pak Gubernur mau ke lokasi. Saya juga akan meminta pertimbangan dari beliau bagaimana baiknya,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Majalengka, Bayu Jaya mengatakan, kondisi pergerakan tanah ini berawal dari adanya longsor di gunung Puncak Jati yang terletak sekitar 2 km dari pemukiman warga dua pekan yang lalu. Akibat adanya longsor di gunung tersebut, sering terjadi getaran yang diduga akibat pergerakkan tanah di kawasan tersebut.

“Ini berawal dari longsor di gunung beberapa waktu lalu akibat curah hujan yang masih tinggi. Dan dampaknya, hingga hari ini masih terjadi pergerakkan lahan yang menyebabkan kerusakan bangunan milik warga dan jalan ambles,” kata Bayu. (JAT)

sumber+foto:fokusjabar.com

Segera Dibebaskan Lahan untuk Bandara Kertajati

2 May 2013   365 views

Ilustrasi

Ilustrasi

Warga Desa Kertasari, Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka yang lahannya akan terkena pembangunan BIJB meminta Pemerintah segera memproses pembebasan lahan pemukiman dan pertanian milik mereka sehingga mereka memiliki kepastian nasib apakah harus pindah atau tidak.

Warsiman, Pipin serta Wahyo alamat Desa Kertasari menyebutkan desakan masyarakat terjadap pemerintah agar lahan segera dilakukan pembebasan sehubungan masyarakat merasa nasibnya terkatung-katung. Sementara warga desa tetangganya sudah hidup lebih nyaman karena sudah berada di tempat baru setelah lahannya dibebaskan pemerintah.

“Bagaimanapun secara psrikologis sangat berpengaruh, bagaimana sebenarnya nasib kami ini apakah benar lahan kami akan diganti rugi atau tidak. Bila ada ketegasan tidak, kami masyarakat akan nyaman dan jongjon ceuk basa sunda na mah. Tapi sekarang kan penuh ketidak pastian,” ungkap Warsiman usai berkumpul dengan warga lainnya di Kantor Desa, Rabu (1/5/13)

Yang penting juga menurut Wahyo yang harus diperhatikan pemerintah adalah bila masyarakat sudah mendapatkan kejelasan lahannya akan diganti rugi maka mereka akan segera berupaya mencari lahan pengganti yang nilainya lebih murah atau terjangkau dengan uang yang diterima dari hasil ganti rugi lahan. Karena semakin ramai isu soal ganti rugi lahan maka harga lahan di daerah lain akan semakin naik.

“Jadi tidak ubahnya dengan isu kenaikan harga BBM, dengan terus muncul isu kenaikan harga BBM maka harga kebutuhan pokok lebih dulu naik. Ganti rugi lahan pun demikian mendongkrak harga tanah di tempat lain di wilayah Kertajati. Hal lain kenapa warga ingin segera diganti rugi adalah masyarakat telah merencanakan pengalokasian uang bilamana terima ganti rugi nanti,” ungkap Wahyo.

Camat Kecamatan Kertajati Amin Aminudin membenarkan adanya keinginan masyarakat Kertasari yang berharap lahannya segera diganti rugi dengan berbagai alasan.

“Tadi pagi itu warga desa akan melakukan penggantian ketua RT, namun akhirnya berujung pada rapat agar pemerintah segera membayar ganti rugi lahan,” kata Amin.

Namun menurutnya hingga saat ini jangankan untuk melakukan ganti rugi lahan, melakukan verifikasi faktual terhadap kekayaan milik masyarakat yang semula direncanakan pada bulan April saja belum. Pihaknya hingga kini belum menerima informasi dari Satgas tentang pelaksanaan perivikasi tersebut. (C-28/A_88)***

sumber:pikiran-rakyat.com

Juni, Awal Pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat

19 March 2013   239 views

1803bijb_ditanamiRatusan hektare lahan peruntukan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati yang sudah dibebaskan pemerintah kini masih ditanami masyarakat dengan tanaman padi dan mentimun.

Sebagian petani di antaranya bahkan mengaku akan melakukan tanam kedua dengan padi dan palawija, padahal beberapa bulan Juni mendatang lahan tersebut akan mulai dibangun landasan pacu (runway) oleh Pemerintah Pusat.

Beberapa petani yang menggarap lahan BIJB mengaku belum mengetahui kalau lahan yang kini digarapnya akan segera dibangun bandara. Mereka mengaku hanya memanfaatkan lahan yang menganggur sebelum lahan tersebut dibangun.

“Saya sih hanya menggarap lahan sementara sebelum ini dibangun, daripada nganggur, kalau akan dibangun kita juga tahu diri, hanya kalau pembangunan masih lama ya kita akan manfaatkan terus,” ungkap Toha saat berada di sawah di Desa Bantarjati yang kondisi tanamannya beberapa hari lagi akan dipanen, Senin (18/3/13).

Menurut dia, hampir sebagian besar petani yang menggarap lahan BIJB ini asal garap dan memanfaatkan lahan nganggur. Mereka tidak mengetahui siapa pemilik awal dari lahan tersebut karena pemilik awalnya telah pindah dan membeli sawah baru di tempat lain.

Sementara itu Asda I Bidang Pemerintahan Yayan Somantri menyebutkan pembangunan BIJB tersebut berdasarkan informasi yang diterimanya akan mulai digarap pada bulan Juni mendatang. Saat ini berdasarkan informasi dari Kementerian Perhubungan pembangunan BIJB tersebut masih tahap tender lelang proyek.

Tender proyek tahap pertama yang dilakukan Pemerintah Pusat ini untuk pembangunan runway yang arealnya meliputi Bantarjati, Kertajati dan ujung Sukamulya serta Kertasari. (C-28/A_88)***

Sumber + Foto : pikiran-rakyat.com

27 KK Terancam Kehilangan Tempat Tinggal

18 December 2012   178 views

20121218jbrBelasan rumah yang berada di daerah itu terancam ambrol akibat abrasi yang terjadi di tepi Sungan Cimanuk. Warga Desa Ampel, Kecamatan Ligung,Barsih mengatakan, abrasi yang terjadi di Sungai Cimanuk sejak 2011 lalu telah menghilangkan bagian rumahnya seperti dapur dan kamar mandi.

Dia menyebutkan, abrasi yang terjadi di Sungai Cimanuk semakin parah.Pada 2009, jarak sungai dengan rumahnya masih sekitar 10 meter.Namun, pada 2011, abrasi tersebut telah sampai hingga bagian belakang rumahnya. Menurut dia, kondisi ini akan semakin parah dengan datangnya musim hujan yang membuat arus sungai semakin deras.

“Dapur dan kamar mandi milik saya sudah roboh akibat tergerus air sungai yang meluap saat musim hujan tahun lalu. Sebelumnya, pada 2009, jarak dari rumah ke sungai sekitar 10 meter.Tapi sekarang akibat abrasi,sudah tidak ada jarak lagi antara rumah dan sungai,”papar dia. Barsih mengaku, tidak hanya rumahnya yang terancam dengan bencana tersebut. Beberapa kepala keluarga lainnya yang tinggal di dekat Sungai Cimanuk juga mengalami hal serupa.Karena itu,kata dia, musim hujan yang turun saat ini membuat keluarganya trauma.

“ Kami takut, kejadian tahun lalu terulang lagi. Sekarang, jika hujan turun kami mengungsi ke rumah tetangga yang lebih aman,”ujar dia. Sementara itu,Kaur Umum Desa Ampel Sudarta mengatakan, sedikitnya 27 KK di desa tersebut tinggal di dekat bantaran Sungai Cimanuk.Kondisi itu sudah dilaporkan ke Pemerintah Kabupaten Majalengka. Namun,kata dia,laporan tersebut belum mendapatkan tanggapan dari pemerintah setempat. “Kami sudah melaporkan ini ke pemkab.Tapi, belumadatanggapan,” ungkap dia.

Dia berharap, Pemerintah Kabupaten Majalengka segera merespon laporan masyarakat setempat. Terutama untuk menghindari terjadinya korban atau kerugian materil yang lebih besar. Menurut dia, pemerintah daerah bisa membuat tembok penahan tanggul di tepi sungai tersebut. “Melihat beberapa rumah warga yang sudah mulai retak, dikhawatirkan bisa membahayakan. Karena itu, kami berharap ada penaggulan di Sungai Cimanuk,”papar dia.

Terpisah,Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majalengka Bayu Jaya mengaku, pihaknya sudah menerima laporan terkait kondisi tersebut.Sebagai tindak lanjut dari laporan itu, Bayu mengungkapkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).“Dari tahun 2011 sudah kita data, dan awal 2012 sudah ditembuskan ke BNPB untuk pembuatan TPT. Tapi sampai sekarang kita belum menerima tanggapannya,” jelas.

Bayu menjelaskan, pemerintah sudah merencanakan untuk merelokasi warga yang tinggal di kawasan rawan tersebut. Namun, dari hasil sosialisasi, warga yang hendak direlokasi itu menolak. “Kami pernah mengusulkan untuk melakukan relokasi kepada warga yang tinggal di zona rawan itu.Namun saat itu warga tidak mau,”tandas dia. inin nastain

Sumber : seputar-indonesia.com

Next Page »

PERSIB

Persib laporkan Sergio ke FIFA

Langkah tegas dilakukan Persib Bandung terkait kepergian mesin golnya musim lalu,... 

FERDINAND SINAGA : Pemain Terbaik Asia Tenggara Pekan Ini

Ferdinand Sinaga tengah dalam performa terbaik sebagaimana ia mencetak dua gol dan... 

Konate: Insya Allah Musim ini Persib Menang di Gresik

GRESIK United di kandangnya sulit dikalahkan Persib. Setidaknya itu terjadi di dua... 

Informasi Sebelumnya