web analytics

Majalengka Butuh 12.000 Tenaga Kerja

14 December 2012   319 views

Peluang kerja di beberapa perusahaan di Majalengka hingga pertengahan Desember ini masih dibutuhkan sekitar 12 ribu orang tenaga kerja. Jumlah tersebut lambat terpenuhi akibat minimnya peminat kerja di perusahaan yang tersedia.

Menurut keterangan Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Majalengka H. Eman Suherman, perusahaan yang masih membutuhkan banyak pekerja tersebut antara lain adalah perusahaan garmen PT Jabagarmindo untuk operator mesin sebanyak 7.000 tenaga kerja, Litex sebanyak 2.500 orang juga untuk operator mesin, Kistek 1.500 dengan kualifikasi pekerjaan yang sama, Bank BTPN sebanyak 700 orang yang tenaga kerjanya akan ditempatkan di seluruh Jawa Barat , Bank Danamon serta BPRKS sebanyak 50 orang.

Untuk pekerja di garmen yang dibutuhkan kebanyakan perempuan, demikian juga di BTPN, sedangkan di Danamon dan BPRKS laki-laki dan perempuan karena mereka akan ditempatkan sebagai tenaga administrasi serta marketing serta inkaso.

“Untuk beberapa perusahaan seperti garmen, peluang kerja yang dibutuhkan kualifikasinya tidak terlalu berat karena mereka bisa (menerima) hanya lulusan SD atau SLTP, pembukaan kerja ini sudah beberapa kali dilakukan hanya tetap belum juga terpenuhi,” ungkap H. Eman.

BTPN juga menurut H.Eman sudah beberapa kali melakukan rekrutmen namun tetap belum terpenuhi. Yang terpenuhi baru sekitar 350 orang. “Untuk sektor-sektor informal jauh lebih banyak lagi,” ungkap H.Eman. (C-28/A-88)***

Sumber:pikiran-rakyat.com

Pembangunan BIJB Dimulai 2013

14 October 2012   592 views

Foto:lingkarjabar.com

Rencana megaproyek Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, dipastikan mulai dibangun pada 2013.

Pasalnya, pembangunan bandara tersebut telah mendapatkan perhatian serius dari sejumlah investor.Hal tersebut seperti diungkapkan Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf saat melakukan kunjungan kerja ke Desa Kulur,Kecamatan/ Kabupaten Majalengka dan peninjauan lokasi pembangunan BIJB,kemarin.

Dede menjelaskan, atas beberapa pertimbangan, proses pengerjaan pembangunan BIJB harus sudah bisa dimulai pada 2013.Adanya rencana pemerintah pusat untuk membangun bandara di Kabupaten Karawang, jelas dia, menjadi salah satu pertimbangan, proses pembangunan BIJB harus segera dimulai. ”Kita tidak bisa menunggu terlalu lama, tahun 2013 harus sudah bergerak (pengerjaan). Karena investor sudah banyak. Kita juga bersaing dengan Karawang. Untuk rencana pembangunan bandara di Karawang itu dari APBN, bukan dari provinsi,” lanjut dia.

Kendati demikian,jelas Dede, untuk 2012 ini pemerintah masih fokus pada pembebasan lahan. Dia menyebutkan, hingga saat ini lahan yang sudah dibebaskan oleh Pemprov Jabar sudah mencapai 800 hektare. ”Kita saat ini fokus dulu pada pembebasan tanah. Lahan yang sudah dibebaskan sekitar 800 hektare,”paparnya.

Sementara itu, Ketua Tim Panitia Pengadaan Tanah (P2T) Ade Rahmat Ali mengatakan, lahan yang akan digunakan untuk pembangunan BIJB tersebut, sebagian besar berada di lahan nonpermukiman. ”Berdasarkan survei di lapangan, lahan yang akan dibebaskan untuk kebutuhan pembangunan bandara,didominasi oleh sawah dan kebun, bukan permukiman, ”jelas Ade yang juga Sekda Pemkab Majalengka.

Sebelumnya,Pemkab Majalengka juga telah menyiapkan lahan pendukung bandara seluas 3.500 hektare di wilayah utara Kabupaten Majalengka, tepatnya di Kecamatan Kertajati. Lahan tersebut nantinya diperuntukkan bagi investor yang berminat untuk menanam investasi di Kabupaten Majalengka.

Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal (BPPTPM) Kabupaten Majalengka Agus Permana menjelaskan, lahan yang disediakan tersebut berada di tiga desa,yakni Desa Kertawinangun, Salawana, dan Desa Babakan,Kecamatan Kertajati.

Disebutkan dia, dengan ditetapkannya lahan bagi industri di Kecamatan Kertajati tersebut,diharapkan dapat memudahkan para investor melakukan aktivitasnya.”Di wilayah utara ini,transportasi udara pun akan sangat mudah seiring dengan rencana pembangunan BIJB,”kata Agus kemarin. inin nastain

sumber:seputar-indonesia.com

Tujuh Desa di Majalengka Sulit Air Bersih

12 September 2012   221 views

ilustrasi

Sejumlah desa di 7 kecamatan di Kabupaten Majalengka masing-masing Kecamatan Ligung, Bantarujeg, Jatitujuh, Sumberjaya, Kasokandel, Talaga dan Majalengka mengalami kesulitan air bersih. Sebagian warga sudah mulai menggunakan air genangan yang hijau, kotor dipenuhi sampah.

Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten majalengka sendiri kini hampers etiap hari menyuplai air untuk sejumlah desa secara bergiliran untuk memenuhi kebutuhan minum warga.

Di Kecamatan Sumberjaya daerah yang kini rawan air bersioh adalah di Bongs Kulon dan Desa Bongas Wetan serta Leuweunghapit. Untuk Desa Bongas Kulon dan Wetan air sumur ada yang sudah mulai tercemar sebagian berwarna putih dan ada juga yang nampak seperti bercampur minyak. Kondisi tersebut menurut Camat Sumberjaya, Azis Safari, sudah berlangusng kurang lebih hampir satu bulan.

“Sumur di rumah dinas saya airnya masih ada walapun sangat sedkit sekali dan untuk memperoleh air satu bak mandi harus menunggu lama berjam-jam menghidupkan dan mematikan pompa , menunggu air keluar untuk dipompa lagi. Itupun kondisi airnya sedikit putih mungkin tercemar kapur karena di wilayah kami memang batuan kapur,” ungkap Azis.

Bahkan menurutnya di beberapa sumur milik warga ada yang seperti bercampur minyak, itu diduga akibat wilayah Sumberjaya ini dulunya banyak pengeboran minyak.

Sementara itu sebagian ebsar warga Desa Leuweunghapit dan Bongas Kulon kini banyak yang memanfaatkan genangan air sungai Cikamangi yang terletak di sebelah barat perkampungan, yang kondisi airnya sudah hijau dan dipenuhi aneka sampah untuk keperluan mandi dan mencuci. Itu terpaksa dilakukan warga karena hampir semua air sumur di wilayah tersebut mengering.

Sama halnya dengan warga Desa Bantarwaru, Kecamatan Luigung yang berupaya memanfaatkan genangan air dari sungai Cisambeng. Di sungai tersebut setiap pagi dan sore banyak penduduk yang antri untuk mandi dan mencuci.

Di Desa Pilangsari dan Babadjurang, Kecamatan Jatitujuh kekeringan kerap melanda setiap tahun, namun tahun ini terparah selama tiga tahun terakhir. Situ Anggararahan yang dulu airnya masih bisa digunakan warga dengan membuat jembatan ke tengah situ, kini airnya benar-benar surut dan mengering.

Di Talaga, air PDAM tak bisa diandalkan lagi, pada siang hari air tersendat. Sehingga pelanggan PDAM harus melekan menunggu aliran air.

Kabag Humas PDAM Majalengka Nana Mulyana menyebutkan, pihaknya kini hampir setiap hari melakukan pengiriman air bersih secara bergiliran ke desa-desa yang kekurangan air bersih. Kondisi ini sudah dilakukan selama hampir dua minggu. (C-28/A-26).***

Sumber : www.pikiran-rakyat.com

230 Hektare Sawah di Majalengka Puso

5 September 2012   183 views

ilustrasi

Sekitar 230 hektare sawah di Kabupaten Majalengka tahun 2012 ini dinyatakan puso, serta seluas 900 hektare lainnya mengalami kekeringan sedang, berat, dan ringan sehingga dinyatakan gagal panen. Akibat hal tersebut Kabupaten Majalengka akan diperkirakan akan mengalami penurunan target produksi sebesar 0,01 persen. Jumlah areal kekeringan tersebut tidak termasuk areal sawah milik petani yang memaksakan tanam di lahan yang dinyatakan pemerintah tidak ada jaminan pengairannya atau maksa tanam.

Menurut keterangan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Majalengka H. Wawan Suwandi disertai Kepala Bidang Tanaman Pangan Nana Supriana areal lahan sawah yang mengalami puso tersebut seluas 219 hektare berada di Kecamatan Ligung yang tersebar di sejumlah desa seperti Desa Kedungsari, Kedungkancana, Kodasari, Sukawera, Majasari dan Leuweunghapit dan sejumlah desa lainnya serta sisanya seluas 11 hektaran berada di Kecamatan Cingambul. “Areal kekeringan di Kecamatan Ligung ini mencapai 2/3 dari laus total kekeringan yang ada,” kata Nana. Untuk areal sawah yang mengalami kekeringan berat mencapai seluas 296 ha, sedang 242 ha dan kekeringan ringan seluas 154 ha.

Arealnya tersebar di sejumlah kecamatan, masing-masing Jatitujuh, Kertajati, Ligung, Lemahsugih dan Cingambul. Jumlah kerugian akibat kekeringan tersebut diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. “Kalau setiap hektar rata-rata menghasilkan 5 ton kali 230 hektar yang mengalami puso kerugiannya mencapai sekitar 1150 tonan. Jumlah tersebut belum, termasuk yang mengalami kekeringan sedang dan berat,” ungkap Nana. Sementara itu areal sawah di sejumlah daerah seperti sebagian Kecamatan Sumberjaya, Panyingkiran, Majalengka serta Cigasong yang kondisi tanamannya baru berumur sekitar satu bulan setengah kini terancam kekeringan. Kondisi tanahnya mulai retak-retak dan tanamannya mulai pirang. Dan persi pemerintah areal tanaman di wilayah tersebut tidak etrmasuk yang direkomendasikan untuk ditanami sehingga tidak tercatat sebagai kerugian walapun puso. (C-28/A-88)***

Sumber : www.pikiran-rakyat.com

« Previous Page