web analytics

Bupati Purwakarta Tolak Kenaikan BBM

21 May 2013   146 views

Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi

Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi tidak setuju rencana kenaikan bahan bakar minyak (BBM) meski program kompensasi menyertai atas kebijakan pemerintah pusat itu.

Alasannya berbagai persoalan kerap muncul begitu kompensasi tersebut digulirkan, misalnya Bantuan Langsung Tunai (BLT) atau penambahan kuota raskin. Dampak yang bakal dirasakan semua daerah, termasuk Kabupaten Purwakarta adalah bakal meningkatnya biaya produk. Ujung-ujungnya menjadikan harga barang dan jasa melonjak. “Solusinya jangan menaikkan BBM agar situasi ekonomi tetap stabil,” ujar Dedi, kemarin.

Meski demikian, ketika rencana kenaikan BBM terealisasi, dia tidak bisa berbuat apaapa selain mendorong masyarakat miskin menerima kompensasi daripada tidak sama sekali. Hanya, Dedi berharap agar pembagiannya lebih sempurna dan meminimalisasi persoalan di lapangan. Soal penambahan kuota yakni raskin ke 13, 14, 15, dan 16, orang nomor satu di Kabupaten Purwakarta ini berharap dalam pendistribusian tidak ada perubahan pola penjualan, tetap sesuai ketentuan dijual dengan satuan kilogram bukan liter.

Selama ini, penjualan kepada Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat (RTSPM) dengan satuan liter, alasannya tidak ada dana operasional. “Jika kendala di lapangan seperti itu (tidak ada dana operasional), kami akan menyubsidinya. Tapi, jangan sampai subsidi diberikan, tapi penjualan tetap saja dengan menggunakan satuan liter,” kata Dedi.

Di bagian lain, Pemprov Jabar menilai pemerintah pusat tidak tegas terkait kebijakan menaikkan harga BBM. Akibatnya, sejumlah harga kebutuhan pokok merangkak naik. Menurut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jabar Ferry Sofwan, harga kebutuhan pokok telah mengalami kenaikan berkisar 5%. “Diperkirakan kenaikan tersebut akan terus berlanjut hingga pemerintah menetapkan kebijakannya terkait harga BBM,” kata Ferry.

Dia menganggap ketidaktegasan pemerintah menaikkan harga BBM mengakibatkan keresahan di kalangan pedagang dan produsen. Kondisi tersebut akhirnya dimanfaatkan spekulan untuk mempermainkan harga di pasaran. Selain ulah spekulan, kenaikan harga kebutuhan pokok diduga akibat aksi penimbunan oleh distributor besar. “Biasanya begitu, pedagang menaikkan harga dulu karena harus tambah modal,” ucapnya.

Berdasarkan pantauan, kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan harga di antaranya telur ayam dari Rp15.500 per kg menjadi Rp17.500 per kg,cabai merah keriting dari Rp20.000 per kg menjadi Rp25.000 per kg, gula putih dari Rp11.000 per kg menjadi Rp12.500 per kg, serta kentang dari Rp6.000 per kg menjadi Rp7.500 per kg.

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengaku tak bisa berbuat banyak menanggapi kebijakan kenaikan harga BBM. Kebijakan tersebut merupakan kewenangan pemerintah pusat. Dia meminta masyarakat tidak resah karena pemerintah pusat telah menyiapkan kebijakan berupa kompensasi dari kenaikan harga BBM. asep supiandi/ agung bakti sarasa

sumber:koran-sindo.com

Pemkab Purwakarta Petakan Kembali Titik Longsor

21 January 2013   250 views

Foto : sindo

Foto : sindo

Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Purwakarta kembali memetakan titik gerakan tanah sebagai bentuk peringatan terhadap wilayah rawan longsor.

Kepala Dinas ESDM Kabupaten Purwakarta Wawan Tarasamana Setiawan mengatakan, pemetaan titik lokasi rawan pergerakan tanah itu sebagai bentuk antisipasi bagi pemerintahan daerah yang masuk dalam lokasi rawan bencana. Dia mengungkapkan, pemetaan tersebut sebenarnya didasari oleh peta lama yang tidak banyak mengalami perubahan.

Dia menyebutkan, wilayah Kabupaten Purwakarta masuk dalam salah salah satu daerah rawan bencana. Terdapat dua zona yang patut diwaspadai terutama di Kecamatan Sukatani, yang meliputi Desa Cianting; Sukajaya; Cijantung; dan Panyindangan.

Selain itu,Kecamatan Wanayasa antara lain Desa Sukadami; Ciawi; dan Taringgul Tonggoh serta Kecamatan Pasawahan meliputi Ciherang, Cidahu, dan Kertajaya; Kecamatan Purwakarta meliputi Kelurahan Sindangkasih, dan Kelurahan Nagri Kidul; Kecamatan Pondok Salam meliputi Desa Salam Mulya,Kecamatan Jatiluhur meliputi Desa Parakan Lima dan Cisalada; serta Kecamatan Darangdan hanya satu desa,yaitu Desa Sawit.

“Untuk zona kuning, hampir merata di semua kecamatan. Dengan pemetaan seperti ini, aparat pemerintah kecamatan dan desa dapat mengetahui lebih awal jika daerahnya menjadi yang paling diantisipasi. Curah hujan yang begitu tinggi memaksa kami dan jajaran dibawah untuk tetap waspada,” kata Wawan,kemarin.

Dia menyebutkan, peta rawan bencana itu sudah didistribusikan ke sejumlah kecamatan agar bisa menjadi bahan pertimbangan dalam mewaspadai bencana yang bisa saja terjadi. Menurut dia, hingga saat ini belum ada laporan tanah longsor yang terjadi di wilayah Purwakarta. Daerah Purwakarta memiliki potensi terjadinya bencana longsor dengan ketebalan 100 meter. “Karakteristik tanah lempung,jika terkena panas ngeprul, tapi jika kena hujan rentang terbawa arus,”ujarnya.

Dalam kesempatan terpisah, hujan yang mengguyur Purwakarta kemarin, mengakibatkan tebing salah satu bukit di Kampung Batulayang RT 01/04 Desa Cikao Bandung Ambrol. Materia tanah nyaris saja mengubur lima rumah yang berada di bawahnya. Beruntung longsoran hanya menimpa sebagian kecil dinding dan halaman saja. Sehingga para penghuni rumah yang terdiri dari delapan kepala keluarga itu dievakuasi ke Yayasan Pesona Putra Talaga yang letaknya tidak terlalu jauh.

“Beberapa waktu lalu sempat terjadi banjir dan kini sudah surut.Namun,bahaya yang kini mengancam adalah tanah longsor. Gerakan tanah sudah terjadi sekitar lima meter dari tinggi bukit 20 meter. Untungnya tidak ada korban jiwa dan semua penghuni telah dievakuasi,” ujar Kepala Desa Cikao Bandung Saeful Hidayat.

Puluhan Rumah Rusak, 13 Jiwa Mengungsi

Dua rumah warga di Kampung Cipacing Desa Cibitung Kecamatan Sagaranten,Kabupaten Sukabumi, ambruk akibat pergerakan tanah. Selain itu,puluhan rumah warga lainnya rusak. Peristiwa pergerakan tanah ini sudah terjadi sejak empat hari terakhir. Hingga kemarin, sebanyak 13 jiwa yang menghuni dua rumah dan puluhan rumah rusak terpaksa diungsikan di dua tenda yang didirikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Pemerintah daerah belum bisa memastikan penyebab terjadinya pergerakan tanah di daerah tersebut.Untuk mengetahui kejadiaan ini, pemkab menerjunkan tim Geologi dari dinas pertambangan dan energi (Distamben). “Pendataan masih terus dilakukan terutama jumlah penghuninya, namun sebanyak 13 jiwa sudah mengungsi ke tenda darurat,” terang Camat Sagaranten Tamtam Alamsyah.

Menurut Tamtam,peristiwa ambruknya rumah warga di Desa Cibitung terjadi di tengah guyuran hujan deras. Gejala alam ini tidak hanya menyisakan genangan air saja,tapi juga menyebabkan tanah di lokasi pemukiman warga terbelah, bahkan di beberapa lokasi sempat menimbulkan longsor berskala kecil.

Sementara itu,Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Kabupaten Sukabumi, Usman Susilo menjelaskan upaya tanggap bencana telah dilakukan dengan membangun dua tenda darurat untuk menampung para pengungsi korban bencana yang rumahnya ambruk. asep supiandi/ toni kamajaya

Sumber : seputar-indonesia.com

Disepakati KHL Karawang Rp 1,693 Juta

27 September 2012   357 views

Foto:CECEP WIJAYA SARI/”PRLM”

Angka kebutuhan hidup layak (KHL) Kabupaten Purwakarta sebesar Rp 1.693.000 disepakati Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Purwakarta. Nilai yang menjadi acuan penentuan upah minimum kabupaten (UMK) 2013 tersebut ditentukan berdasarkan survei tim Dewan Pengupahan selama dua bulan terakhir.

Meski demikian, penentuan UMK 2013 masih belum disepakati. Para buruh yang tergabung dalam KSPSI menginginkan agar nilai UMK di atas KHL, sementara Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) hanya menyanggupi UMK maksimal 70 persen KHL.

Ketua Konfederasi SPSI Kabupaten Purwakarta, Agus Gunawan mengatakan, berdasarkan rancangan awal, pengupahan dibagi kedalam dua pola, yakni UMK Rp2,5 juta dan kelompok jasa usaha (KJU) Rp1,9 juta.

“Saat ini kami belum menentukan berapa upah yang harus ditentukan nanti, tetapi besarnya harus di atas KHL,”kata Agus.

Dia berharap agar UMK yang ditentukan nanti bisa disepakati bersama serta dipatuhi oleh perusahaan. Selain itu, menurut dia, penetapan UMK harus berdasarkan pembahasan matang dengan tetap berpihak kepada buruh.

Senada dengan Agus, Ketua Serikat Pekerja Metal Indonesia (SPMI) Purwakarta, Fuad BM mengatakan, besaran UMK 2013 harus lebih tinggi dari KHL. “Nilainya minimal Rp 2 juta, ini sudah berdasarkan perhitungan yang didasarkan pada kebutuhan buruh,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Apindo Kabupaten Purwakarta, Darius Krisdanu Purwana mengaku belum menentukan rancangan besaran UMK. Dia enggan menyebutkan besaran kenaikan yang akan diusulkan dalam pembahasan lanjutan Dewan Pengupahan.

“Untuk penentuan KHL saja didasarkan pada 60 item kebutuhan, sementara tahun sebelumnya 56 item. Jadi, tentu angka KHL tahun ini lebih besar,” katanya seraya menambahkan, Apindo menolak Perbup Outsourcing yang menentukan upah pegawai laih daya (outsourcing) dua kali UMK. (A-192/A-88)***

sumber:pikiran-rakyat.com

Buruh SPSI Kepung Kantor Bupati Purwakarta

11 September 2012   281 views

Sekitar 1500 massa buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Purwakarta mengepung kantor Bupati/Setda Kabupaten Purwakarta, Selasa (11/9). Mereka menuntut agar Bupati menerbitkan peraturan tentang penghapusan outsourcing dan peningkatan upah minimum kabupaten (UMK).

Aksi demo yang dilakukan para buruh dengan berkonvoi dari sekretariat SPSI di Jalan Veteran ke kantor Bupati di Jalan Gandanegara sempat memacetkan ruas jalan yang dilintasinya terutama Jalan Sudirman, Purwakarta.

Ketua SPSI Purwakarta, Agus Gunawan dalam orasinya meminta Bupati Purwakarta menerbitkan peraturan bupati yang mengatur masalah outsourcing (alih daya) dan pekerja PKWT (kontrak) yang banyak terjadi di berbagai perusahaan di Purwakarta.

“Kami meminta bupati agar tak segan-segan mencabut izin perusahaan yang masih memberlakukan sistem kerja outsourcing,” kata Agus Gunawan.(A-86/A-107)***

Sumber : www.pikiran-rakyat.com

Minim Pasokan Air-Produksi Benih Ikan Air Tawar Menurun di Purwakarta

5 September 2012   204 views

ilustrasi

Produksi benih ikan air tawar di Kabupaten Purwakarta berpotensi turun pada tahun ini lantaran minimnya sumber air permukaan yang dijadikan pasokan air bagi kolam-kolam pembenihan dan pendederan.

Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) setempat menyebutkan, penurunan tersebut di bawah 5% dari total produksi tahun lalu yang mencapai 300 juta ekor. Penurunan ini tidak akan berpengaruh besar tehadap penjualan, sebab pada 2010 terjadi peningkatan produksi sebesar 36% dari semua jenis ikan yang diproduksi, seperti ikan mas,nila,dan lele. Kepala Disnakan Kabupaten Purwakarta Herry Herawan mengatakan, minimnya pasokan air di wilayahnya masih ditunjang dengan kualitas perairan yang belum memadai.

Seperti di Kecamatan Wanayasa, Kiarapedesa, serta Pasawahan. “Musim kemarau ini sempat membuat kami khawatir hingga membuat produksi benih ikan menurun. Meskipun beberapa hari lalu sudah turun hujan,tidak berarti akan terus hujan. Sehingga kondisi ini bisa berdampak pada minimnya sumber air permukaan,” kata Herry. Dia menjelaskan, dalam bidang perikanan terdiri dari tiga aspek,yakni pembenihan, pendederan, dan pembesaran. Pembenihan dalam perikanan merupakan ukuran ikan antara 1-3 cm.

Untuk masuk ke dalam ukuran itu ada dalam tahapan pendederan. Sebab, ukuran ikan antara 5-8 cm, sudah masuk pembesaran. Sementara, harga benih ikan ukuran 1-3 cm berbeda dengan ukuran 5-8 cm. Benihnya dijual per ekor, yakni ukurannya dengan menghitung melalui satuan kilogram. Saat ini harga per kilogramnya bisa mencapai Rp23.000, sementara saat normal hanya Rp17.000 per kg. Menurut Herry, benih yang dibudidayakan di sentra-sentra ikan air tawar, hampir semuanya memasok Keramba Jaring Apung (KJA) Waduk Jatiluhur dan Cirata.

Sehingga Waduk Jatiluhur pada umumnya berfungsi sebagai pembesaran. Kendati demikian, di lokasi itu sebagai daerah yang cukup potensial untuk pembenihan. Ketua Himpunan Pembudi Daya Ikan KJA Waduk Jatiluhur Darwis mengatakan, para petani KJA di Waduk Jatiluhur belum merasakan dampak penurunan produksi pada musim kemarau ini.Kendati demikian, pihaknya sudah mengantisipasi penangulangannya.

“Saat ini budi daya perikanan masih aman, belum ada gangguan yang terlalu mengkhawatirkan. Penyakit ikan seperti herves tetap ada, tapi sifatnya parsial.Tidak seperti beberapa tahun lalu yang mengakibatkan kematian ikan secara massal. Akan tetapi, kami juga hati-hati menghadapi Desember, karena pada waktu itu biasanya herves mewabah,” kata Darwis. asep supiandi

Sumber : www.seputar-indonesia.com

MACET MINTA AMPUN

19 August 2012   209 views

Kemacetan arus mudik Lebaran 2012 mencapai puncaknya pada H-2 kemarin. Seluruh jalur mudik di Pulau Jawa, baik di pantai utara (pantura), jalur tengah, maupun Nagreg di jalur selatan, mengalami kemacetan total.

Jalan-jalan alternatif di wilayah Jawa Barat (Jabar) dan Jawa Tengah (Jateng) pun terkena imbas kemacetan. Saking parahnya kemacetan, jarak tempuh Jakarta–Brebes yang biasanya hanya 6–7 jam kemarin harus ditempuh dalam waktu 18 jam.Selain karena begitu padatnya kendaraan, kondisi macet diperparah dengan banyaknya pasar tumpah di sepanjang pantura Jabar dan Jateng.

Adapun di jalur selatan, kendaraan yang melewati jalur tersebut harus rela antre hingga mencapai 20 km mulai dari turunan Nagreg,rel kereta api Pamuncatan Nagreg hingga mengekor ke Gerbang Tol (GT) Cileunyi. Berdasar pantauan harian Seputar Indonesia (SINDO) di lapangan, kemacetan terjadi sejak dini hari kemarin. Di GT Cikampek, kendaraan pemudik membeludak dan tak pernah terputus sejak pukul 02.00 hingga 15.00 WIB.

Jalur Sadang–Subang yang diharapkan menjadi solusi atas pelimpahan arus yang terus memadat di Pertigaan Cikopo–Mutiara–Simpang Jomin–pantura pun kewalahan menampung lonjakan kendaraan. Imbasnya, jalur alternatif di wilayah hukum Polres Purwakarta pun menjadi pilihan guna mengurangi kemacetan. Bukan hanya kendaraan roda empat yang terjebak macet.

Kendaraan roda dua kemarin juga diarahkan ke jalur alternatif yang belum beraspal, yakni di jalur Ciasem–Subang akibat padatnya Simpang Jomin hingga jalur pantura Karawang– Subang. Kastolani, warga yang akan mudik ke Tegal, menuturkan, kepadatan sudah terjadi sejak masuk tol dalam kota hingga masuk ke Cikampek. Untuk bisa lepas dari jalan tol tersebut, pemudik membutuhkan waktu hingga tujuh jam lebih.

Selain akibat membeludaknya volume kendaraan pemudik yang didominasi kendaraan pribadi, kemacetan juga diperparah banyaknya kendaraan pemudik yang diparkir di bahu jalan kawasan rest area Km 19 dan 57. “Tidak adanya polisi yang mengatur lalu lintas menambah parah kemacetan, apalagi banyak pengendara mobil yang saling serobot masuk jalur lain,”ujarnya. Sejak dini hari polisi berkalikali memberlakukan buka tutup di Pertigaan Cikopo dan Km 66 tol Cikampek.

Tapi tetap saja upaya itu tidak bisa mengurangi kemacetan karena jumlah kendaraan seakan ditumpahkan berbarengan.Walhasil antrean di tol Cikampek menumpuk hingga lebih dari 4 km. Hal yang sama juga terjadi di GT Sadang yang menjadi pintu masuk ke jalur tengah. Untuk menghindari penumpukan kendaraan di jalur tengah,kendaraan sempat diarahkan untuk keluar lewat GT Jatiluhur.

Mereka keluar menyusuri Basuki Rahmat masuk ke Jalan Ahmad Yani, Ibrahim Singadilaga, dan masuk ke Perempatan Kemuning untuk selanjutnya menyusuri jalur alternatif. Kemacetan di pantura dilaporkan terjadi hingga wilayah Indramayu, Cirebon, dan Brebes.

Berdasarkan data pos penghitungan kendaraan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Indramayu di lingkar Lohbener Kabupaten Indramayu, arus kendaraan yang melintas di jalur pantura Indramayu mencapai 319.544 kendaraan. Jumlah ini lebih besar dibandingkan H-3 sebanyak 230.492 kendaraan. Untuk mengurangi tingginya arus kendaraan, polisi memberlakukan sistem buka tutup.

Pemudik yang menggunakan sepeda motor kemarin dialihkan untuk melewati rute jalur alternatif saat memasuki jalur pantura Indramayu, tepatnya di jalur Indramayu Kota–Balongan–Karangampel menuju Kabupaten Cirebon. Pengalihan dilakukan sejak memasuki pertigaan ABC Lohbener. Adapun di Cirebon, arus kendaraan yang lewat rata-rata mencapai 211 unit/menit,lebih banyak dibandingkan pada H-3 yang hanya 99 unit/menit.

Namun secara umum arus kendaraan masih bisa berjalan lancar. Kepadatan arus kendaraan di wilayah ini hanya terjadi di titik- titik persimpangan seperti di Perempatan Pemuda By Pass, Kanggraksan, Harjamukti, Rajawali maupun Kalijaga. Lepas dari tol Kanci,pemudik lagi-lagi dihadapkan pada antrean panjang di pintu keluar tol Pejagan.

Petugas mengarahkan ribuan kendaraan yang hendak menuju Semarang, Yogyakarta,dan kota-kota di Jawa Timur (Jatim) melalui jalur Ketanggungan (Brebes)– Slawi (Kabupaten Tegal).Padahal, biasanya selepas keluar tol Pejagan kendaraan yang menuju Semarang diarahkan ke pantura. Pengalihan arus dari tol Pejagan ini akibat padatnya arus mudik di jalur transnasional itu.

Di jalur tengah, pemudik juga tak terhindar dari kemacetan panjang di beberapa titik seperti ruas Cikampek–Sadang dan beberapa kilometer sebelum tol Palimanan, tepatnya di Ciwaringin. Ini terjadi akibat banyaknya aktivitas warga yang pergi berbelanja kebutuhan Lebaran di Pasar Ciwaringin.

Sementara di jalur selatan, berdasar pantauan SINDO hingga tadi malam, situasi arus lalu lintas seputar Nagreg arah Bandung menuju Garut maupun Tasikmalaya sangat padat, bahkan sering kali terjadi kemacetan meski beberapa menit kemudian bisa diatasi.Namun tak lama berselang, puluhan ribu kendaraan yang menuju arah timur kembali tak bergerak. Kondisi tersebut terjadi sejak pagi hingga sore kemarin.

Kemacetan di jalur Nagreg bahkan mengekor hingga pintu GT Cileunyi. Bahkan dari arah Cibiru Kota Bandung menuju jalur Nagreg pun sangat padat didominasi kendaraan roda dua. Petugas kepolisian menyarankan agar pemudik menggunakan jalur alternatif Cijapati. Beranjak malam, penumpukan kendaraan masih berlangsung di wilayah Nagreg. Panjang antrean kendaraan mencapai 20 km mulai dari turunan Nagreg,rel kereta api Pamuncatan Nagreg hingga mengekor ke GT Cileunyi.

Akibatnya petugas memberlakukan jalur satu arah (one way) sepanjang hari kemarin. Hal serupa juga terjadi di wilayah Garut, tepatnya di jalur Limbangan–Malangbong dan jalur Kadungora–Leles.Untuk mengurangi kemacetan, jajaran kepolisian Bandung mulai mengalihkan kendaraan dari arahJakartamelaluiSumedang dan jalur alternatif Cijapati. Di wilayah Jateng,pemudik masih dihadapkan pada kemacetan.

Selain tingginya volume kendaraan, lagi-lagi banyaknya pasar tumpah di sepanjang pantura Kendal, Bateng,Pekalongan juga memperparah kondisi tersebut. Sementara ruas Semarang–Solo juga merayap. Petugas dari Polres Salatiga meminta pemudik untuk memanfaatkan jalur alternatif. asep supiandi/tomi indra/iwa ahmad sugriwa/erika lia/kastolani/ zaenal alimin/akrom hazami

Sumber : www.seputar-indonesia.com

Jalur Utara, Tengah, Selatan Padat

17 August 2012   258 views

Semua jalur mudik baik pantai utara (pantura), tengah maupun selatan dari arah Jakarta menuju Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur, terpantau padat tadi malam. Antrean kendaraan mencapai 5 km.

Meski demikian, kemacetan relatif teratasi setelah petugas memberlakukan rekayasa lalu lintas, termasuk menerapkan sistem buka-tutup atau contraflow (lawan arus). Sampai H-3 Lebaran kemarin, kendaraan yang keluar dari Gerbang Tol (GT) Cikopo, Purwakarta, masih ramai lancar kendati jumlahnya cukup padat. Polisi melakukan sistem buka tutup di Pertigaan Cikopo sebagai upaya pengurangan beban kepadatan jalur pantura.

Selain sistem buka tutup, pembagian arus digeser ke dalam tol Cikampek di Km 66. Lokasi itu merupakan persimpangan menuju GT Cikopo dan tol Cipularang.Berkali- kali Km 66 lebih difungsikan untuk mengalihkan arus lalu lintas melalui tol Cipularang dan keluar di GT Sadang yang kemudian masuk jalur tengah, Sadang–Subang– Cikamurang–Pantura.

“Kita sudah tidak terhitung mengalihkan kendaraan pemudik di Km 66. Dua lokasi pembagi arus masing-masing di Pertigaan Cikopo dan Km 66 ini cukup efektif mengurangi antrean kendaraan di dalam tol. Sejauh ini anggota kami di lapangan sudah cukup bagus bekerja,” kata Kapolres Purwakarta AKBP Bahtiar Ujang Purnama kemarin.

Data dari Polres Purwakarta menyebutkan, jumlah kendaraan pemudik sejak H-7 mencapai 117.017 unit. Angka tersebut masih di bawah jumlah kendaraan tahun lalu di periode yang sama, yakni 121.726 unit. Jika tahun lalu dan sekarang angka kendaraan yang keluar GT Cikopo disepadankan, berarti masih ada 4.709 unit belum melintas. “Kendaraan pemudik belum semuanya melintasi wilayah hukum kami. Kemungkinan akan memadati pada H-2 dan H-1,”ungkap Bahtiar.

Di Subang, kemacetan panjang sekitar 5 km terjadi di kawasan Jalan Sukasari.Kepolisian lantas memberlakukan contra- flow sepanjang 10 km mulai dari perbatasan Karawang–Subang (Gamon) hingga kawasan Jembatan Warung Nangka, Ciasem. Pantauan di lapangan, arus kendaraan pemudik yang melalui jalur pantura Subang (Gamon– Sewo) sepanjang 45 km, memasuki H-3, meningkat signifikan.

Menurut data Posko Pencatatan Kendaraan Arus Mudik-Balik Dinas Perhubungan Kabupaten Subang, jumlah kendaraan yang memasuki kawasan pantura Subang berkisar 5.000–6.000 kendaraan per jam,naik dibandingkan hari sebelumnya, 1.255–1.500 kendaraan per jam. ”Lonjakan arus kendaraan pada H-3 ini sangat terasa sekali, pertambahan kendaraan yang melintas hari ini mencapai 4kalilipat,”ucap petugas UPTD Dishub Subang, Sudirman, kemarin.

Di jalur selatan, seperti prediksi sebelumnya, para pemudik yang didominasi dari Jakarta mulai memadati jalur Nagreg (Cileunyi–Nagreg). Kepadatan mulai tampak sejak pintu tol Cileunyi, Jalan Raya Rancaekek–Garut, Cicalengka, hingga ke jalur Nagreg. Kendaraan roda dua berduyunduyun memadati arus lalu lintas dari barat menuju arah timur sejak subuh hingga siang kemarin. ”Tapi beranjak sore hingga malam situasi Nagreg cukup lancar,” ujar AKP Eka Permatasari, Kasi Garsubdit Bin Gakkum Dit Lantas Polda Jabar,di Jalur Nagreg tadi malam.

Data hasil penghitungan Pos Komando Pengawasan dan Pengendalian (Pos Wasdal) Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung, arus lalu lintas pada H-3 dari pukul 00.00 WIB sampai dengan 15.00 WIB mencapai 56.391 kendaraan. ”Jadi arus H-3 hingga pukul 15.00 WIB meningkat 60,22% dari jumlah yang kemarin (H-4),”kata Eric, koordinator penghitung arus mudik di Pos Wasdal Jalur Nagreg, kemarin.

Jumlah kendaraan yang melintas didominasi sepeda motor 35.455 kendaraan, mobil pribadi 17.369 unit,bus kecil 1.138 unit,bus besar 1.085 unit, truk 1.322 unit, dan truk gandengan 22 unit.Dia memprediksi volume kendaraan pada H-2 atau hari ini menembus angka 100.000 unit. Di jalur selatan,kemacetan terjadi di ruas Jalan Ahmad Yani Ciamis menuju Jalan Raya Ciamis–Banjar.

Kemacetan terjadi selain akibat banyaknya pertigaan di kawasan tersebut, juga akibat penyempitan badan jalan.“Saat pertama masuk Ciamis arus kendaraan berjalan lancar. Kemacetan ter-jadi mulai PertigaanSindangkasih,Ciamis. Setelah itu,kemacetan kembali terjadi di perkotaan Ciamis, khususnya saat melintasi Jalan Ahmad Yani Ciamis,” kata Warmanto, 35, salah seorang pemudik asal Jakarta,kemarin.

Berdasar pantauan harian SINDO, antrean kendaraan yang terjadi di sepanjang Jalan Ahmad Yani Ciamis terjadi pada jam-jam tertentu.Antrean kendaraan pertama kali terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Menjelang sore, pada pukul 14.00 WIB antrean kendaraan terjadi hingga malam hari. Berdasarkan data pemantauan arus mudik Dishub Ciamis sepanjang hari kemarin hingga pukul 20.00 WIB, sedikitnya terdapat 27.159 unit kendaraan berbagai jenis melintasi jalur selatan lewat Kabupaten Ciamis.

Sebagian besar kendaraan melintas antara pukul 14.00 WIB hingga 20.00 WIB. Di Jawa Tengah, kemacetan parah terjadi setelah pintu keluar tol Pejagan,Brebes.Antrean kendaraan di tempat itu mencapai 15 km. Sejumlah petugas mengimbau pengendara agar melewati jalur Slawi mengingat arus di pantura tertahan. Imbauan ini ditujukan untuk mereka yang hendak ke Tegal,Pemalang,Semarang.

Sementara itu, puncak arus mudik di Pelabuhan Merak terjadi kemarin. Sejak Kamis (16/8) dini hari,iring-iringan pemudik yang menggunakan sepeda motor terlihat memadati Jalan Raya Serang–Cilegon. Tidak hanya di jalan raya, ribuan sepeda motor juga terlihat memadati Dermaga VI dan V Pelabuhan Merak.Adapun kapal roll on-roll off (ro-ro) yang beroperasi 30 unit dengan jumlah pengoperasian 33 trip. asep supiandi/ iwa ahmad sugriwa/ ujang marmuksinudin/akrom hazami/teguh mahardika

Sumber : www.seputar-indonesia.com