web analytics

Bea Masuk Kedelai Rugikan Petani

22 October 2013   210 views

KEDELAI11092013090952Upaya pemerintah menetapkan bea masuk impor 0% untuk komoditas kedelai tidak mampu menekan harga di dalam negeri. Saat ini harga kedelai di tingkat perajin masih cukup tinggi.

Perajin tahu di kawasan Sentra Tahu Cibuntu, Lilis, mengatakan, harga kedelai berkisar Rp8.900/kg. Mereka hanya menikmati penurunan harga kedelai sebesar Rp300/kg dalam satu pekan terakhir. Penurunan itu belum ideal menghasilkan harga tahu atau tempe yang mampu dibeli masyarakat. “Setelah bea masuk impor kedelai dibebaskan, mengapa harganya masih mahal? Mestinya ada penurunan signifikan,” ujarnya kemarin.

Dia berharap harga kedelai di tingkat perajin kembali normal dengan kisaran Rp5.700- –Rp6.000/kg. Tingginya harga kedelai sejak beberapa bulan terakhir menyebabkan lini produksi tahu dan tempe belum sepenuhnya stabil. Dia memproduksi sekitar 2 kuintal kedelai/ hari dari sebelumnya 3,5 kuintal/hari. Kondisi itu disebabkan turunnya permintaan komoditas tersebut.

“Permintaan turun, terpaksa produksi kami kurangi. Kondisi ini terjadi setelah harga tahu dinaikkan,” ucapnya. Lilis menjual satu kotak tahu (isi 100 biji) Rp38.000. Kondisi tersebut berbeda ketika harga kedelai masih pada kisaran Rp6.000/kg, harga jual tahu sebesar Rp30.000/kotak. Menurut Ketua Koperasi Perajin Tahu Tempe Indonesia (Kopti) Jabar Asep Nurdin, harga kedelai memang masih tinggi.

Dia pesimistis harga kedelai turun setelah pemerintah menetapkan bea masuk impor kedelai sebesar 0%. Tinggi atau tidaknya harga kedelai sangat ditentukan pemilik barang, dalam hal ini importir. “Kalau pemilik barang belum mau menurunkan harga, harga kedelai tetap akan tinggi,” ucapnya. Idealnya bila bea masuk kedelai dibebaskan, harga kedelai turun Rp1.000/kg dengan asumsi pengurangan bea masuk sekitar 5%.

Saat ini harga kedelai dari tingkat importir masih Rp8.400/kg, sehingga harga kedelai di tingkat perajin berkisar Rp9.000/kg. Menurutnya, pembebasan bea masuk impor kedelai hanya menguntungkan para importir. Tidak ada aturan atau perjanjian antara pemerintah dan importir jika bea masuk kedelai dibebaskan, pengusaha menurunkan harga kedelai. Kebijakan tersebut membuat petani kedelai lokal terancam.

Dia khawatir bila harga kedelai di Amerika Serikat turun, harga jual kedelai ke Indonesia akan sangat rendah. Kondisi tersebut mematikan harga kedelai lokal. “Swasembada kedelai semakin sulit terlaksana,” kata Asep. Kebijakan tersebut juga dikhawatirkan menguntungkan salah satu pihak karena berpotensi memunculkan kartelkartel baru. Sebab, hanya bermodalkan Rp50 miliar, siapa pun bisa menjadi importir kedelai. Sejak pemerintah menghapus bea impor kedelai, muncul 30 kartel baru yang menguasai komoditas tersebut. arif budianto(koran-sindo.com)

Komoditas Cengkeh: Perkebunan di Jabar Tidak Berkembang

10 October 2013   181 views

cengkehGabungan Asosiasi Petani Perkebunan Indonesia (Gapperindo) mendesak Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendorong petani melakukan mengintensifikasi perkebunan cengkeh, guna meningkatkan hasil produksi.

Pasalnya, jumlah produksi cengkeh Jabar yang saat ini mencapai 11.700 ton dengan luas lahan sebesar 45.000 hektare relatif tidak berkembang dan menjurus tidak ada perubahan pengembangan lebih baik.

Ketua Gapperindo Mulyadi Sukandar mengemukakan selama ini perkebunan cengkeh Jabar hanya bergantung terhadap kondisi alam, tanpa ada perlakukan secara khusus dari pemiliknya.

Padahal, cengkeh merupakan tanaman yang memerlukan perawatan secara khusus agar tetap sehat sehingga produtivitasnya bisa meningkat.

“Saat ini paling tingkat produktivitas cengkeh mencapai antara 400 kg per ha. Akan tetapi, jika diberikan perawatan secara khusus bisa meningkat lebih baik lagi,” katanya, Kamis (10/10/2013).

Menurutnya, erluasaan perkebunan cengkeh memang sudah dibatasi, namun rehabilitasi peremajaan kabun harus digencarkan.

Sehingga pihaknya melakukan berbagai upaya untuk terus mengembangkan perkebunan cengkeh dengan melakukan penyulaman pembibitan cengkeh.

Dia menilai pemerintah sangat pelit mendorong petani mengembangan usaha perkebunan cengkeh, padahal kontribusi pendapatan cukai rokok cukup besar.

“Jika dana bagi hasil cukai tembakau dan cengkeh sebesar 2% dikembalikan untuk petani atau  digunakan untuk perbaikan kualitas produksi cengkeh sebetulnya bisa bermanfaat,” katanya.

Hingga sampai saat ini belum ada hasih pembagian hasil pendapatan negara dengan petani yang bisa meningkat kualitas cengkeh nasional.

Bahkan, dia menyebutkan ironisnya kebutuhan cengkeh dalam negeri pun masih dipasok secara impor dari Singapura. Dari luas lahan perkebunan cengkeh skala nasional yang mencapai 470.000 ha  rata-rata hanya mampu memproduksi 250.000 kg-260.000 kg.

“Ini cukup mengherankan dan menyayangkan kenapa hal tersebut bisa terjadi,” tegasnya.

Sumber: Bisnis-Jabar.com

Festival teh Jabar bernuansa Bandung “tempo doeloe”

20 September 2013   167 views

dedy mizwar

Photo google

Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar membuka “West Java Tea Festival 2013″ dengan mengusung nuansa Bandung Tempo Doeloe dengan landmark Gedung Merdeka di Jalan Cikapundung Timur Kota Bandung, Jumat.

“Jabar merupakan daerah penghasil teh terbesar di Indonesia dengan kualitas terbaik, sekaligus pemasok teh ekspor terbesar dan hal itu perlu dipertahankan,” kata Deddy.

Ia menyebutkan, sebagai produsen teh, maka sepantasnya Jawa Barat memiliki ruang promosi produksi teh yang memadai, termasuk ajang West Java Tea Festival yang rutin digelar setiap tahun.

Selain sebagai ajang silaturahmi komunitas dan produsen teh di Jawa Barat, juga merupakan ajang sharing dan meningkatkan spirit untuk meningkatkan produksi serta daya saing di pasar teh nasional maupun dunia.

Kegiatan Festival Teh Jawa Barat itu akan digelar selama tiga hari hingga Minggu (22/9) lusa dengan peserta dari seluruh produsen teh baik perusahaan BUMN, swasta maupun pengelola teh rakyat.

Sementara itu Kepala Dinas Perkebunan Jawa Barat Arief Santosa menyebutkan, kegiatan Festival Teh Jabar itu merupakan agenda tahunan yang biasa digelar oleh Pemprov Jabar sejak tahun 2006.

“Diharapkan festival ini bisa meningkatkan konsumsi teh sekaligus meningkatkan produksi teh di sini,” katanya.

Sebagai komoditas ekspor, kata Arief Santosa, teh merupakan salah satu andalah nasional yang mendatangkan devisa negara yang tidak sedikit.

Peningkatan konsumsi teh dan jumlah ekspor teh akan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan para petani teh dan pelaku tata niaga teh lainnya di Jabar.

“Teh asal Indonesia sudah mendapat pasar di sejumlah negara di Amerika Serikat dan Eropa, bahkan juga di timur tengah. Potensinya masih cukup besar, terlebih produksinya juga cukup stabil,” kata Arief.

Lebih lanjut, Arief Santosa menyebutkan, luas perkebunan teh di Jabar saat ini sebagian besar atau sekitar 51,3 persen merupakan perkebunan teh rakyat yang melibatkan 79.560 kepala keluarga.

Sisanya sekitar 26,5 persen merupakan perkebunan teh negara yang dikelola oleh PTPN serta 22,16 persen merupakan perkebunan teh perusahaan swasta.

“Sejauh ini produksi teh merupakan andalan produk agribisnis Jabar dengan areal yang tersebar di wilayah Sukabumi, Bogor, Cianjur, Bandung, Garut, Tasikmalaya, Cianjur dan Subang,” kata Kepala Dinas Perkebunan Jabar itu menambahkan.

Sumber: Antaranews.com

Madu Hutan Jawa Barat Tak Kalah Kualitasnya

12 September 2013   555 views

“kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan” (QS.An-Nahl:69).

Madu mempunyai banyak manfaat. Berbagai sumber menyebutkan dalam ilmu kesehatan beberapa kegunaan madu di antaranya, sebagai berikut: mengobati kerontokan rambut, membunuh kuman-kuman akibat infeksi kandung kemih, mengobati sakit gigi, menurunkan Kadar kolesterol, menyembuhkan batuk dan pilek kronis serta membersihkan sinus, mengobati kemandulan, mengobati sakit perut dan membersihkan perut, serta menyembuhkan bisul sampai ke akarnya, madu yang diminum bersama kayu manis dapat mengurangi gas dalam perut (kembung), membuat nafas tetap segar sehari penuh, menyembuhkan sakit kepala karena sinus dengan cara meminum campuran madu dan jus jeruk, ½ sendok makan madu yang diminum bersama segelas air dan ditaburi bubuk kayu manis dapat meningkatkan vitalitas tubuh dalam seminggu, menyembuhkan kanker perut dan tulang stadium lanjut dapat disembuhkan dengan madu dan kayu manis, dapat mengurangi berat badan, mencegah lemak terakumulasi dalam tubuh, membunuh kuman influenza dan menyembuhkan pasien dari flu, menyembuhkan jerawat sampai ke akarnya, mengobati infeksi kulit, mencegah penuaan, mengobati sakit perut, membersihkan perut, serta menyembuhkan bisul sampai akarnya, mengobati penyakit arthritis (radang sendi) kronis, mengobati penyakit jantung,

Indonesia dengan luas daratan 193 juta hektar dan luas hutan sekitar 143 juta hektar merupakan lahan yang sangat luas dan subur untuk berbagai tanaman berbunga yang dapat menghasilkan madu. Ada ratusan tanaman yang dapat menjadi sumber nektar bagi lebah. Keadaan alam Indonesia yang mempunyai banyak tumbuhan dan hutan memberikan ruang usaha peternakan lebah karena sangat kaya akan ragam tanaman berbunga. Produksi madu pun dapat terjadi setiap tahun baik untuk madu hutan maupun madu ternak.

Tidak semua lebah dapat menghasilkan madu, madu hanya dapat dihasilkan oleh lebah pekerja yang dapat mengolah nektar. Kita dapat menemukan bentuk madu berupa cairan kental seperti sirup, warnanya bening atau kuning pucat sampai coklat kekuningan. Rasanya khas, yaitu manis dengan aroma yang enak dan segar. Jika dipanaskan, aromanya menjadi lebih kuat tetapi bentuknya tidak berubah.

Ada beberapa jenis lebah madu yang terdapat di Indonesia yaitu: Apis andreniyormis, Apis dorsata dorsata, Apis dorsata binghami, Apis cerana, Apis koschevnikovi, Apis nigrocicta, Apis mellifera. Jenis Apis dorsata merupakan lebah madu Asia yang paling produktif menghasilkan madu, membuat sarang dengan hanya satu sisiran yang menggantung di dahan dan ranting pohon, langit-langit terbuka dan tebing jurang bebatuan. Jenis lebah ini banyak di temui di hutan hutan biasanya mereka menghasilkan jenis madu hutan.

Jenis lebah inilah yang mempunyai tubuh paling besar dibandingkan jenis lebah lainnya. Spesies ini berkembang hanya di kawasan sub tropis dan tropis. Sejak dahulu lebah madu inilah yang diburu oleh penduduk untuk diperdagangkan hasilnya sebagai madu hutan. Jenis lebah Apis dorsata ini banyak terdapat di kawasan Indonesia seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Irian dan pulau-pulau di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.

Gunung Arca Sukabumi, icon pegunungan dengan lebah madu

lebah-madu

petani lebah Gunung Arca Sukabumi menjual madu serta sarangnya. photo ilustrasi/google

Produksi madu hutan Jawa Barat Gunung Arca merupakan sebuah icon besar khususnya dalam pengelolaan madu di Perum Perhutani. Selain icon besar Pusat Perlebahan Nasional, gunung arca merupakan “tadingan” positif dalam hal pengelolaan lebah madu di Perum Perhutani.

Setelah sempat terhenti pengelolaan perlebahan oleh Perum Perhutani KPH Sukabumi, dimana pengelolaannya selama kurang lebih dua tahun (1997-1998) dikelola oleh Kesatuan Bisnis Mandiri Wisata dan Non Kayu (KBM Wisata & Non Kayu). Banyak hal yang kurang tersentuh selama masa pengelolaan tersebut. Memasuki tahun 2009 pengelolaan areal perlebahan Gunung Arca diserahkan kembali ke KPH Sukabumi. Sebagai langkah awal guna mewujudkan kembali kejayaan Gunung Arca sebagai icon Perlebahan di Sukabumi, dimulai budidaya lebah jenis Avis Melifera sebanyak 100 Stup yang direncanakan akan dapat dipanen hasilnya sebanyak 3.600 kg madu dalam kurun waktu satu tahun. Selain madu, produk lain yang tidak kalah bermanfaat serta memiliki nilai ekonomis yang dapat dihasilkan adalah berupa lilin madu, koloni lebah, pollen. Madu yang di dihasilkan merupakan madu dengan mutu terbaik serta mempunyai kelas tersendiri karena kandungan vitamin serta kemurniannya yang terjamin.

Sebagian warga Sukabumi yang terjun dalam bidang madu lebah Gunung Arca menjual madu dengan sarangnya hasil pencarian di hutan sekitar Gunung Arca secara mandiri-mandiri. Harga jual madu asli dari gunung Arca yang mereka tawarkan berkisar Rp. 70.000 per ½ kg.

Anda berminat! Silahkan hubungi bapak Didin di nomor ponsel 081510714478

Madu Hutan Cisalopa Tasikmalaya

madu tasik4

Madu hutan Cisalopa Tasikmalaya dengan kemasan botol 1 liter (photo: jabarmedia.com)

Di Jawa Barat beberapa hutan yang dapat menghasilkan madu hutan, di antaranya; hutan Gunung Arca Sukabumi, hutan Cisalopa Tasikmalaya, dan hutan-hutan lainnya di Jawa Barat. Sebagian hutan-hutan penghasil madu tersebut sudah dapat dikembangkan Perum Perhutani dengan cara modern.

Selain madu yang dikembangkan Perum Perhutani dengan cara modern, sebagian warga masyarakat di Jawa Barat rela bekerja sebagai pencari madu lebah hutan secara alami sehingga kelestarian hutan masih tetap terjaga dengan baik. Di Tasikmalaya, sebagaian warga rela pergi ke hutan pada pagi hari dan pulang hingga sore hari untuk mencari madu asli dari hutan dengan Cisalopa Tasikmalaya.

Meski hasil madu yang mereka dapatkan tidak menentu perharinya, tapi menurut penuturan pencari lebah madu hutan Cisalopa mereka mampu menghasilkan tiga botol ukuran 1 liter perhari, Di musim kemarau madu yang mereka dapatkan lebih banyak ketimbang musim hujan yang terkadang pada musim hujan mereka tidak mendapatkannya.

Tentu madu yang dihasilkan lebih baik kualitasnya karena hasil pencarian asli dari hutan. Madu asli hutan Tasikmalaya dijual Rp. 150.000 dalam 1 liter yang dimasukan ke dalam botol kemasan (harga tersebut belum termasuk ongkos kirim). Untuk menjaga hubungan baik kepada konsumen pihak penjual madu menjaga kualitas dan keaslian madu serta mengutamakan kepercayaan kepada konsumen.

Jika Anda berminat, silahkan menghubungi bapak Mikdad di nomor ponsel: 082122667314

Madu sehat super pahit: pahit rasanya, manis khasiatnya.

madu pahit

Madu sehat, pahit dan kaya khasiat

Berbeda pada umumnya rasa madu manis, tapi ada juga madu yang diproduksi adalah madu hitam dengan rasa pahit. Madu pahit ini adalah hasil karya dari lebah Apis Mellifera yang mengumpulkan ribuan sari bunga pohon Mahoni. Berbeda dengan madu lainnya Madu Mahoni memiliki rasa yang pahit, akan tetapi khasiatnya untuk kesehatan sangat luar biasa. Pahit rasanya, manis khasiatnya.

Rasa pahit dikarenakan kadar Alkoloid didalamnya sangat tinggi. Alkoloid adalah obat anti infeksi alami yang berkhasiat membunuh kuman penyakit. Karena itu orang yang sakit karena infeksi sangat baik mengkonsumsi madu pahit Tawon Bambu.

Khasiat utama madu hitam pahit adalah meningkatkan Stamina Vitalitas Sexual Pria. Menambah tenaga dan daya tahan tubuh. Membantu mempercepat proses penyembuhan penyakit berat seperti Diabetes, Stroke, Liver / Hepatitis, Tumor, Kanker, Kista, Myom, Ginjal, Impotensi, Sinusitis dsb.

Sangat dianjurkan untuk penderita penyakit kencing manis / Diabetes, karena sangat aman dalam menurunkan kadar gula darah. Konsumsi rutin minum Madu Pahit akan membuat aliran darah lancar, jantung dan ginjal menjadi sehat, paru paru bersih, tubuh lebih berstamina dll.

Anda berminat! Silahkan hubungi bapak Abu Dzar di nomor ponsel 081321304755

brosur madu pahit2 brosur madu pahit3 brosur madupahit1 madu pahit1

Kab. Pangandaran Kekurangan Stok Beras

27 June 2013   978 views

Beras-3Menghadapi puasa dan lebaran tahun ini, ada 11 dari 36 kecamatan yang masuk wilayah Kabupaten Ciamis (masih termasuk 10 kecamatan yang menjadi wilayah DOB Kabupaten Pangandaran) memiliki stok beras yang cukup hanya untuk kebutuhan 1 bulan hingga 3 bulan ke depan.

Ke-11 kecamatan yang memiliki stok beras cukup hanya untuk kebutuhan 1-3 bulan ke depan tersebut, kata Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Ciamis Ir H Adi Nugara MM, meliputi Kecamatan Pangandaran, Cimaragas, Cijeungjing, Ciamis Kota, Cipaku, Kawali, Panawangan, Rajadesa, Sadananya, Jatinegara dan Kecamatan Baregbeg.

“Produksi padi dan stok beras yang tersedia saat ini di 11 kecamatan tersebut hanya mencukupi kebutuan setempat untuk waktu sebulan hingga 3 bulan ke depan. Meliputi untuk kebutuhan bulan puasa dan lebaran. Dari 11 kecamatan tersebut termasuk didalamnya Kecamatan Pangandaran,” ujar Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Ciamis Ir H Adi Nugraha MM kepada Tribun Rabu (26/6).

Sementara di 25 kecamatan lainnya, ketersedian beras cukup melimpah, bahkan melebihi kebutuhan 3 sampai 5 bulan kedepan. “Di Kecamatan Tambaksari, Lakbok, Padaherang, Cigugur dan Kecamatan Pamarican, ketersediaan stok gabah dan hasil panen cukup melimpah melebihi kebutuhan setempat untuk 5 bulan ke depan,’ jelasnya. (sta)

sumber:tribunnews.com

Sayuran dan Daging Ayam Naik Drastis, Beras Masih Stabil

23 June 2013   160 views

2306sayuran_cianjurHarga sejumlah bahan pokok dan sayuran di Kabupaten Cianjur, Minggu (23/6/13) mengalami kenaikan hampir 100 persen pascakenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Berdasarkan pantuan “PRLM” di Pasar Induk Cianjur (PIC), kenaikan tajam terjadi pada beberapa jenis sayuran. Pedagang maupun pembeli sangat mengeluhkan kenaikan harga cabai rawit merah. “Kenaikan paling terasa pada harga cabai rawit merah yang tembus Rp45 ribu per kilogram, dari sebelumnya Rp30 ribu per kilogram,” ujar Tatang (48), salah seorang pedagang sayuran di PIC.

Tatang mengatakan kenaikan juga terjadi pada tomat dan bawang merah. Satu kilogram tomat yag sebelumnya Rp 3.000 kini naik hingga Rp 5.500 untuk jenis tomat kecil dan Rp 6.000 untuk jenis tomat besar.

“Kalau bawang merah sebelumnya Rp 22 ribu per kilogram kini menjadi Rp 32 ribu per kilogram. Hampir rata semua harga bahan pokok dan sayuran naik. Kecuali beras hanya naik sekitar Rp 200 per kilogramnya,” katanya.

Tatang dan beberapa pedagang lainnya menduga kuat kenaikan sejumlah komiditas karena adanya kenaiakn harga BBM. Pasalnya, hampir semua sayuran berasal dari luar Cianjur. “Biasanya dikirim dari Brebes, Jawa Tengah atau dari PAsar Caringin Bandung. Mungkin biaya transportasinya naik jadi harga juga dinaikan,” tuturnya.

Hal senada juga diungkapkan Deden (41). Harga minyak goreng curah naik naik dari Rp 11 ribu per liter kini menjadi jadi Rp31 ribu per kilogram. “Kalau harga gula dan beras masih tetap. Hanya beras kualitas bagus saja yang naik Rp 200 per kilogramnya,” katanya.

Sedangkan, Asep (45) salah seorang pedagang daging ayam mengatakan, Harga daging ayam yang semula Rp17 ribu per kilogram, kini mencapai Rp 30 ribu per kilogram.”Kenaikannya cukup tinggi, mungkin akibat kenaikan harga BBM itu,” ucapnya.

Asep mengatakan setelah kenaikan harga BBM, jumlah pembeli daging ayam realtif menurun. Sekitar 50 potong ayam dalam sehari bisa habis terjual kini masih bersisa hingga 20 potong ayam.

“Kemungkinan para pembeli lebih memilih tidak makan daging ayam dulu karena harganya melonjak hingga hampir 200 persen. Beberapa pembeli yang biasa beli saya tanya mengatakan makan tempe dulu karena harga bahan pokok dan sayuran juga naik. Jadi pembeli menjadi sepi,”.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Himam Haris didampingin Kepala Bidang Perdagangan Yudi Adhi Nugroho mengatakan harga sayuran dan bumbu-bumbuan memang tidak pernah stabil. Disamping karena kanikan harga BBM, untuk sayuran juga dipengaruhi cuaca.

“Biasanya pasokan berdasarkan produksi dari petani dan petani akan panen atau tidak beradasarkan cuaca. Pasokannya sering tidak ada karena memang tidak ada sentra sayuran atau khusus cabai yang bisa memasok kebutuhan masyarakat,” tuturnya.

Misalnya saja, kata Himam, di Cianjur pasokan dari produksi cabai lokal CIanjur hanya mempu memasok 25 persen dari kebutuhan masyarakat. “Selebihnya ya banyak pedagang yang mengambil pasokan cabai dari luar Cianjur. Ini yang biasanya menjadi penyebab fluktuasi harga,” katanya.

Meskipun demikian, kata Himam, kenaikan cabai biasanya tidak akan bertahan lama. “Biasanya sepuluh hari setelah kenaikan bisa langusng turun dratstis. Jika Cianjur bisa memenuhi pasokan cabai sendiri, kenaikan tidak akan terlalu sering terjadi,” ucapnya.

Untuk harga beras, kata Himam, Diperindag sudah melakukan koordinasi dengan Bulog Cianjur siap menggelar operasi pasar jika kenaikan harga beras cukup tajam. (A-186/A-108)***

sumber+foto:pikiran-rakyat.com

Nelayan Pangandaran Berharap Bantuan Pemerintah Terkait Kenaikkan Harga BBM

19 June 2013   177 views

1806nelayan_pangandaranNelayan di wilayah Kabupaten Pangandaran berharap pemerintah memberikan bantuan khusus untuk menghadapi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Saat ini nelayan di wilayah kabupaten yang baru lepas dari induknya, Kabupaten Ciamis harus membeli bensin atau premiun secara eceran, sehingga harganya lebih mahal apabila dibandingkan langsung membeli di Stasium Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

“Terus terang kenaikan harga BBM bakal sangat memberatkan nelayan. Setidaknya untuk nelayan di wilayah Pangandaran, mereka harus merogoh keocek lebih dalam lagi untuk membeli BBM yang dibelinya secara eceran. Naiknya harga BBM bakal menambah biaya opersional, sementara nelayan tidak bisa menentukan harga ikan hasil tangkapanya,” kata Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Ciamis (HNSI Kabupaten Pangandaran belum dibentuk) Jeje Wiradintata, Selasa (18/6/2013).

Dia mengatakan untuk meringankan beban nelayan, sudah selayaknya pemerintah memberikan bantuan SPBU khusus untuk nelayan. Dengan demikian, nelayan langsung membeli BBM di tempat tersebut.

Harga membeli bensi langsung ke SPBU, lebih murah apabila dibandingkan eceran, dengan selisih antara Rp 500 – Rp 1.000 per liter.

“Saya berharap pemerintah memberikan bentuk perhatian yang lain, khusus terhadap nelayan dalam menghadapi kenaikan harga BBM. yang dibutuhkan nelayan adalah dukungan untuk bisa menjalakan profesinya dalam jangka panjang,” tuturnya.

Jeje menambahkan untuk meringankan beban nelayan, sudah saatnya di wilayah Pangandaran terdapat SPBN atau Stasiun Pengisian Bahan Bakar khusus Nelayan. Dengan fasilitas terseut, nelayan bisa lebih mudah mendapatkan akses untuk membeli BBM.

“Ke depan kebutuhan BBM bakal semakin banyak. Untuk sekali melaut, rata-rata perahu membutuhkan 10 liter bensin. Selain perahu nelayan juga banyak perahu pesiar,” katanya.

Lebih lanjut Ketua HNSI Ciamis Jeje Wiradinata mengatakan kondisi tersebut kemungkinan bisa berbeda apabila sudah ada standar harga ikan hasil tangkapan nelayan.

Dengan posisi nelayan semakin kuat seperti dapat menetukan harga ikan, maka kesejahteraan nelayan juga bakal naik.

“Sejak dulu hingga sekarang posisi nelayan masih lemah dalam menetukan harga. Hal itu merupakan persoalan yang harus segera diselesaikan demi meningkatkan kesejahteraan nelayan,” ujar Jeje.

Dia mengungkapkan saat ini di wilayah Kabupaten Pangandaran terdapat sekitar 3.000 perahu nelayan. Selain di Pangandaran, sebagian di antaranya terdapat di beberapa pantai seperti Cimerak, Kalipucang, Cuijulang dan Parigi. Setiap perahu rata-rata diopersikan dua hingga lima nelayan.

Terpisah salah seorang nelayan di Pantai Pangandaran Sukaya (53) mengaku pasrah dengan kondisi yang dihadapinya sekarang. Semakin mahal harga BBM, maka beban yang harus ditanggung ikut bertambah.

“Mau bagaimana lagi. Bagi kami yang penting mendapat banyak ikan sehingga bisa lancar membeli BBM. Kalau bisa usul sih harga BBM tidak naik,” ujarnya.

Dia mengungkapkan beban nelayan bakal semakin berat ketika datang masa paceklik ikan. Artinya nelayan tidak mendapatkan penghasilan, sebaliknya jumlah hutang yang semakin bertambah.

“Seperti saat ini saja banyak nelayan yang tidak melaut karena sedang masa paceklik. Saya berharap nasib nelayan lebih diperhatikan, stidaknya taraf kehidupannya dapat semakin baik,” tambah Sukaya.(A-101/A-89)***

sumber+foto:pikiran-rakyat.com

Dahlan Iskan: Urine Kelinci Lebih Mahal daripada Coca-Cola

14 June 2013   175 views

rabbit-pMenteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengatakan, wirausaha beternak kelinci mempunyai potensi keuntungan yang besar.

Menurut Dahlan, beternak kelinci menjadi peluang usaha yang prospektif. Dari urine kelinci saja bisa dijual lebih mahal daripada minuman bersoda Coca-Cola. “Air kencing kelinci lebih mahal dari Coca-Cola, 20.000 per liter,” ujar Dahlan Iskan di Pertamina Training Center, Rabu (12/6/2013).

Dahlan menjelaskan, air kencing kelinci bisa digunakan untuk pupuk pertanian. Salah satu peternakan yang berhasil mengembangkan air kencing kelinci ada di Pasuruan. “Peternakannya di Pasuruan, air kencing ini untuk pupuk nantinya,” ungkap Dahlan.

Selain air kencing, Dahlan menjelaskan, daging kelinci lebih sehat dikonsumsi daripada daging hewan lainnya. “Daging kelinci tidak memiliki kadar kolesterol,” jelas Dahlan Iskan.

Dahlan menambahkan bahwa program peternakan kelinci akan menjadi program Kementerian BUMN. Dalam pelaksanaannya, para pengusaha bisa secara mandiri melakukan peternakan.

“Biaya pemeliharaan peternakan kelinci ini akan dibiayai oleh penjualan dari air seni kelinci tersebut,” papar Dahlan Iskan.

Sumber : Tribunnews.com

Harga Emas Turun Lagi

29 May 2013   161 views

emas-batangan-ilustrasi-_110905160510-230Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir lebih rendah pada Selasa (Rabu pagi WIB), tertekan penguatan dolar AS, reli di ekuitas dan penurunan perkiraan harga logam.

Tekanan tersebut melebihi dukungan awal dari apa yang para analis sebut sebagai kondisi “oversold” (menjual berlebihan).

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Juni turun 7,7 dolar AS atau 0,56 persen menjadi menetap di 1.378,9 dolar AS per ounce. Harga emas pekan lalu naik sekitar 1,6 persen, kinerja terbaik mingguan sejak pekan yang berakhir 26 April karena ekuitas global yang melemah dan penurunan dolar.

Namun, emas berjangka telah jatuh lebih dari 6,0 persen pada bulan ini. Menurut analis pasar, pasar menyaksikan tekanan “bearish” dari sebuah reli kuat ekuitas, dolar AS yang lebih kuat, data ekonomi yang lebih baik dari perkiraan dan penurunan proyeksi harga emas dari beberapa bank.

Emas ditutup lebih rendah karena analis di JP Morgan Cazenove memangkas prospek logam pada 2013 menjadi 1.595 dolar per ounce dari 1.745 dolar. Dalam jangka pendek, para analis memangkas prospek emas 18 persen menjadi 1.450 dolar AS pada kuartal kedua, sementara menurunkan perkiraan 2015 sebesar 5,0 persen menjadi 1.650 dolar AS per ounce.

Redaktur : Endah Hapsari
Sumber : Antara

Respons Presiden Atas Tragedi Freeport

21 May 2013   132 views

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (Biro Pers Istana/Abror Rizky)

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (Biro Pers Istana/Abror Rizky)

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akhirnya menggelar rapat bencana longsor di kawasan pertambangan PT Freeport Indonesia, Senin 20 Mei 2013. Ini merupakan rapat pertama Presiden pasca longsornya tambang emas bawah tanah Big Gossan di Tembagapura, Papua, pada Selasa 14 Mei.

Rapat dadakan itu dihadiri Menteri Tenaga Kerja dan Tranmigrasi Muhaimin Iskandar, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Syamsul Maarif, dan Kepala Badan SAR Nasional Mayor Jenderal TNI Marinir Alfan Baharuddin, Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo, Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono, Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi, dan Menteri Energi Jero Wacik.

“Hari ini kami memberikan laporan tentang kondisi terakhir,” ujar Muhaimin di kantor Presiden, Jakarta.

Usai rapat, SBY mengatakan bahwa proses evakuasi korban diharapkan selesai dalam waktu paling lambat dua hari ke depan. Ukuran penuntasan proses pencarian korban, yaitu adanya kepastian mengenai nasib 38 korban.

“Yang masih bisa diselamatkan ya diselamatkan, dan kalau memang sudah tidak bisa diselamatkan, tentu dievakuasi dengan baik,” kata SBY.

SBY, katanya, terus memantau perkembangan evakuasi korban yang tertimbun reruntuhan terowongan bawah tanah itu. SBY mengaku berbicara langsung dengan Direktur Utama PT Freeport Indonesia Rozik B Soetjipto dan tim Basarnas. “Mereka langsung melaporkan kepada saya,” katanya.

Sampai saat ini SBY menerima laporan bahwa ada 14 orang yang sudah tidak dapat diselamatkan atau meninggal dunia akibat musibah longsor Freeport itu. Sementara 10 orang lainnya berhasil diselamatkan, dengan kondisi 5 orang baik dan 5 lainnya dalam perawatan intensif.

Korban itu antara lain Retno Arung Bone, Artinus Magal, Hengky Ronald Hendambo, Aris Tikupasang, Victoria Sanger, Mateus Marandof, Selpianus Edowai, Yapinus Tabuni, Aan Nugraha, Joni Tulak, Rooy Kailuhu, Makmur, dan Petrus Rangko.

PT Freeport Indonesia secara terpisah mengatakan, total ada 13 korban tewas yang jasadnya telah berhasil dievakuasi dari reruntuhan terowongan Big Gossan. Sementara 10 korban lainnya ditemukan dalam kondisi hidup. Lima di antara korban yang ditemukan selamat kini dirawat di Tangerang karena membutuhkan perawatan intensif.

“Sisanya masih tertimbun di lokasi,” kata Muhaimin. Menurutnya, saat ini para ahli baik dari dalam maupun luar negeri sedang berkonsentrasi untuk menyelamatkan sisa korban lewat teknik pengiriman oksigen dari luar ke dalam reruntuhan terowongan.

Terjebak di kedalaman 500 M

Proses evakuasi karyawan yang tertimbun hingga hari keenam masih terus dilakukan. Vice President Corporate Communication Freeport Indonesia, Daisy Primayanti menjelaskan longsor terjadi di fasilitas pelatihan seluas 5×10 meter dengan kedalaman 500 meter dari atas permukaan tanah.

Saat longsor pertama terjadi, sekitar 38 orang sedang berada di ruangan tersebut. Sekitar 10 orang selamat, karena saat longsor terjadi mereka terperangkap dan tim berhasil membuka daerah longsoran dengan peralatan manual.

Namun, nahas, longsoran susulan kembali terjadi akibat kondisi tanah yang belum stabil dan membuat sisanya tertimbun oleh tanah longsor.

“Awalnya yang longsor itu ruangan seluas 15 meter persegi, namun terjadi longsor susulan sehingga satu ruangan seluas 5×10 meter atapnya roboh semua tertimpa batuan,” kata Daisy saat dihubungi VIVAnews.

Tim evakuasi menunggu tanah stabil terlebih dahulu sambil membuat penyangga terowongan agar tidak kembali longsor. Alat berat baru bisa masuk pada hari ketiga setelah tanah stabil dan penyanggah terpasang kokoh.

Akses menuju daerah longsoran, menurut dia, dari arah barat jalan selebar 2-3 meter dan arah timur yang sedikit lebih luas. “Pada hari Jumat, sekitar dua alat berat mulai masuk, makanya korban lebih banyak ditemukan,” katanya.

Ia menegaskan, Freeport Indonesia tidak akan berhenti untuk mencari korban hingga seluruhnya ditemukan. “Ini masalah kemanusiaan dan kami tidak akan berhenti hingga seluruh keluarga korban mendapatkan kepastian,” katanya. (sj)

sumber+foto:vivanews

« Previous PageNext Page »