web analytics

Ini Penampakan Sumur Migas Terdalam RI yang Disedot Perusahaan Malaysia

7 April 2014   77 views

bor minyakPerusahaan asal Malaysia Genting Oil saat ini sedang berburu minyak dan gas bumi di dataran Kido, Papua. Sumur yang dibor Genting telah mencapai kedalaman 5.355 meter, atau menjadi sumur paling dalam yang pernah dibor di Indonesia.

Sumur yang dibor menggunakan rig (alat bor) berukuran cukup besar, untuk mencapai kedalam 5.355 meter tersebut dibutuhkan waktu selama 320 hari.

Kepala Humas SKK Migas Perwakilan Papua-Maluku Bambang Dwi Djanuarto mengungkapkan, untuk eksplorasi pencarian migas di Papua, Genting Oil sudah menghabiskan dana US$ 300 juta-US$ 400 juta (sekitar Rp 4 triliun).

“Sampai saat ini, belum diketahui sumur tersebut menghasilkan minyak atau gas bumi, tapi diketahui potensi migasnya ada. Ini menandakan mencari minyak dan gas bumi saat ini tidaklah mudah, perlu dana besar dan risiko kegagalan cukup tinggi,” ungkap Bambang kepada detikFinance, Senin (7/4/2014).

“Jika sumur yang dibor tersebut nanti menghasilkan minyak, berarti ini sumur minyak terdalam di Indonesia, kalau hasilnya gas berarti sumur gas terdalam di Indonesia. Sumur terdalam sebelumnya ada di Nilam, Kalimantan Timur yang dioperasikan perusahaan Vico,” tutup Bambang.

(sumber:detik.com

‘Sawit Indonesia Seperti Boeing Bagi Eropa’

26 March 2014   41 views

sawit1Pertemuan antara pemerintah Indonesia dengan Komisi Uni Eropa di Brussel membahas soal peningkatan perdagangan Indonesia dengan Eropa. Dibahas juga soal hadangan sawit Indonesia di Eropa.

Dalam pertemuan yang berlangsung 20 Maret 2014 ini, wakil pemerintah Indonesia yang hadir adalah Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi, Direktur Jenderal Kerja Sama Perdagangan Internasional (KPI) Kementerian Perdagangan Iman Pambagyo, dan Wakil Kepala Unit C2 Direktorat Jenderal Perdagangan-Asia Selatan dan Tenggara, Australia, dan Selandia Baru.

Seperti diketahui, banyak negara Uni Eropa yang melakukan serangan berupa kampanye hitam atas sawit Indonesia. Bentuknya berbagai macam mulai dari isu lingkungan hingga kesehatan. Indonesia sangat menekankan agar Uni Eropa dapat menerapkan kebijakan yang lebih terbuka, adil, transparan, dan tidak diskriminatif terutama terhadap produk ekspor unggulan utama Indonesia ke Uni Eropa seperti minyak kelapa sawit.

“Indonesia menekankan bahwa minyak kelapa sawit dan turunannya bagi Indonesia adalah seperti Boeing bagi Uni Eropa. Namun peran kelapa sawit bagi perekonomian Indonesia jauh lebih mendasar, karena tidak saja menjadi sumber pendapatan devisa negara terbesar, tetapi juga memberikan lapangan kerja kepada hampir 5 juta jiwa, dan memainkan peran dalam pembangunan pedesaan dan pengentasan kemiskinan,” ungkap Iman saat memberikan keterangan tertulisnya, Rabu (25/03/2014).

Seperti Boeing di Eropa maksudnya adalah banyak hadangan yang dihadapi. Boeing yang produksi AS memang bersaing dengan Airbus yang merupakan pesawat buatan Eropa.

Dalam kesempatan tersebut, Indonesia menekankan bahwa isu sustainability seharusnya diterapkan pada semua vegetable oils dan bukan hanya pada minyak kepala sawit. Indonesia juga mengusulkan agar dilakukan sinkronisasi dua sistem yang masing-masing digunakan Uni Eropa dan Indonesia dalam mendorong pengelolaan kepala sawit secara berkelanjutan, yakni Roundtable Sustainable Palm Oil (RSPO) di Uni Eropa dan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) yang digunakan Indonesia.

“Kita perlu lebih agresif untuk menempatkan minyak kelapa sawit sebagai produk yang diterima oleh masyarakat Uni Eropa seperti halnya minyak nabati lain, dan ini tentu memerlukan proses panjang dan berkesinambungan. Memadukan RSPO dan ISPO adalah satu kemungkinan ke arah ini,” kata Iman.

Ekspor sawit atau CPO dan produk turunannya memang menjadi komoditas ekspor unggulan Indonesia ke dunia. Menurut data Kementerian Perdagangan ekspor CPO adalah yang kedua terbesar setelah batu bara.

Rata-rata setiap tahun Indonesia mengekspor CPO dan produk turunannya senilai US$ 16,5 miliar. Bahkan pemerintah berani menargetkan ekspor CPO dan turunannya mengalami peningkatan di tahun 2014 sebesar US$ 18,5 miliar dan US$ 18,7 miliar atau tumbuh masing-masing 5% dan 6%.

Sementara itu untuk data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), volume ekspor CPO dan PKO beserta produk turunannya pada 2013 ini mencapai 21,2 juta ton, atau naik 16% dibandingkan dengan tahun lalu yang hanya 18,2 juta ton. Adapun produksi CPO dan turunannya di 2013 diprediksi mencapai 26 juta ton atau turun 1,9% dibandingkan dengan produksi tahun lalu sebesar 26,5 juta ton.(detik.com)

Kabupaten Cirebon Kekurangan Puluhan Ribu Ton Pupuk Bersubsidi

12 March 2014   45 views

Ilustrasi_PupukKabupaten Cirebon masih kekurangan puluhan ribu ton pupuk bersubsidi untuk musim tanam 2014. Kekurangan terutama terjadi pada jenis pupuk organik yang kuotanya hanya 3.699 ton, sedangkan kebutuhannya mencapai 58.000 ton.

Kepala Bidang Tanaman Pangan pada Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon Wasman mengatakan, hanya kuota urea saja yang jumlahnya diperkirakan mencukupi kebutuhan. “Tahun ini kuota urea bersubsidi mencapai 34.705 ton,” ujarnya saat ditemui Selasa (11/3/2014).

Selain pupuk organik, Wasman menambahkan, kekurangan yang cukup besar juga terjadi pada jenis NPK. Dari kebutuhan sekitar 47.000 ton, kuota subsidi pemerintah tahun ini hanya 18.384 ton. Begitu juga dengan SP36 yang kuotanya hanya 4.613 ton dari kebutuhan 13.000 ton dan ZA yang kuotanya 8.880 ton dari kebutuhan 18.000 ton.

Menurut Wasman, kebutuhan tersebut dihitung berdasarkan luas lahan padi yang mencapai 4.500 hektare di Kabupaten Cirebon. Luas tersebut rata-rata dua kali ditanami dalam setahun sehingga luas tanam tanamnya diperkirakan mencapai 90.000 hektare. “Sebagian ada yang tiga kali tanam, sehingga kami memperkirakan luas tanam tahun ini mencapai 92.000 hektare,” katanya.

Di sisi lain, kata Wasman, luas tanam tahun ini juga mengalami kenaikan akibat banjir yang melanda sedikitnya 4000 hektare sawah pada Januari lalu. Di lahan tersebut, petani terpaksa melakukan penanaman ulang satu sampai dua kali, karena bibit yang ditanam tersapu banjir.

Guna mengatasi kekurangan tersebut, Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon rencananya akan mengajukan permohonan relokasi kuota pupuk bersubsidi antar kota/kabupaten ke Dinas Pertanian Provinsi Jawa Barat. Terlebih dalam menghadapi musim tanam pascapanen raya Mei mendatang.

“Rencananya kami akan menggerakan petani untuk menerapkan sistem tebar culik sebelum panen raya. Jadi Mei sudah bisa tutup tanam semua, sehingga tidak akan mengalami kekeringan saat kemarau. Namun untuk itu kami membutuhkan ketersediaan pupuk yang cukup,” tutur Wasman.

Seperti diberitakan sebelumnya, Menteri Pertanian RI, Suswono mengakui bahwa pihaknya masih mendapatkan alokasi anggaran Rp 1,8 triliun untuk subsidi pupuk 2014.

Namun angka tersebut tahun ini hanya cukup untuk menyediakan 7,6 juta ton pupuk, karena harga satuan pupuk dari produsen memang meningkat. Sementara kebutuhan petani masih tetap berada di angka 9,5 juta ton.

Kekurangan kuota pupuk bersubsidi sempat membuat para petani di beberapa wilayah Kabupaten Cirebon sempat kesulitan mendapatkan pupuk NPK sejak Februari lalu. “Saya sudah muter-muter mencari pupuk NPK tidak dapat. Akhirnya saya pakai urea lagi,” kata Ahmad (39), petani asal Kecamatan Depok.

Pada akhirnya, ketiadaan NPK dan penggunaan urea yang berlebihan ternyata membuat tanaman padi milik Ahmad terkena serangan hama kresek. Namun ia mengaku bukan tidak tahu bahwa pupuk yang lebih tepat di musim hujan adalah NPK. Kelangkaan pupuk jenis tersebut tidak memberi Ahmad pilihan selain mengandalkan urea.(pikiran-rakyat.com)

Jambu Air Cingcalo asal Garut Digemari Warga Tionghoa

21 February 2014   117 views

jambu-air-cincaloJambu air jenis Cingcalo dari Kecamatan Kadungora ternyata digemari warga keturunan Tionghoa di Jakarta. Dalam setahun, Kecamatan Kadungora menjual lebih dari empat ton jambu air ke Jakarta.

Pedagang buah di Jalan Raya Kadungora, Kecamatan Kadungora, Mimin (60), mengatakan pohon jambu air cingcalo tumbuh dengan subur di Desa Gandamekar dan Desa Kadungora di Kecamatan Kadungora.

Puluhan pohon jambu di Kadungora ini dipanen dua kali dalam setahun. Sekali panen, satu pohon bisa menghasilkan satu kuintal jambu air. Karenanya, puluhan pohon ini dapat menghasilkan lebih dari dua ton jambu air cingcalo.

“Yang beli hampir semuanya warga keturunan Tionghoa dari Jakarta. Katanya, mereka memasarkannya kepada warga Tionghoa juga. Mereka suka buah berwarna merah,” tuturnya di kiosnya di Kadungora, Jumat (21/2).

Kepada para pembeli asal Jakarta tersebut, katanya, satu kilogram jambu air dijual Rp 7.500. Karenanya, bagi warga yang memiliki dua pohon jambu di halaman rumahnya, satu kali panen bisa mendapat Rp 1,5 juta.

Jambu air cingcalo ini memiliki ukuran yang lebih besar daripada jambu air biasaya. Warnanya pun kemerahan dan rasanya manis tanpa meninggalkan rasa pahit di lidah.

Mimin mengatakan sayangnya, Pemerintah Kabupaten Garut belum melirik bisnis agroindustri yang sangat menguntungkan ini. Warga kesulitan mendapat penyuluhan mengenai perawatan pohon jambu dan peningkatan produksinya.(tribunnews.com)

Bea Masuk Kedelai Rugikan Petani

22 October 2013   211 views

KEDELAI11092013090952Upaya pemerintah menetapkan bea masuk impor 0% untuk komoditas kedelai tidak mampu menekan harga di dalam negeri. Saat ini harga kedelai di tingkat perajin masih cukup tinggi.

Perajin tahu di kawasan Sentra Tahu Cibuntu, Lilis, mengatakan, harga kedelai berkisar Rp8.900/kg. Mereka hanya menikmati penurunan harga kedelai sebesar Rp300/kg dalam satu pekan terakhir. Penurunan itu belum ideal menghasilkan harga tahu atau tempe yang mampu dibeli masyarakat. “Setelah bea masuk impor kedelai dibebaskan, mengapa harganya masih mahal? Mestinya ada penurunan signifikan,” ujarnya kemarin.

Dia berharap harga kedelai di tingkat perajin kembali normal dengan kisaran Rp5.700- –Rp6.000/kg. Tingginya harga kedelai sejak beberapa bulan terakhir menyebabkan lini produksi tahu dan tempe belum sepenuhnya stabil. Dia memproduksi sekitar 2 kuintal kedelai/ hari dari sebelumnya 3,5 kuintal/hari. Kondisi itu disebabkan turunnya permintaan komoditas tersebut.

“Permintaan turun, terpaksa produksi kami kurangi. Kondisi ini terjadi setelah harga tahu dinaikkan,” ucapnya. Lilis menjual satu kotak tahu (isi 100 biji) Rp38.000. Kondisi tersebut berbeda ketika harga kedelai masih pada kisaran Rp6.000/kg, harga jual tahu sebesar Rp30.000/kotak. Menurut Ketua Koperasi Perajin Tahu Tempe Indonesia (Kopti) Jabar Asep Nurdin, harga kedelai memang masih tinggi.

Dia pesimistis harga kedelai turun setelah pemerintah menetapkan bea masuk impor kedelai sebesar 0%. Tinggi atau tidaknya harga kedelai sangat ditentukan pemilik barang, dalam hal ini importir. “Kalau pemilik barang belum mau menurunkan harga, harga kedelai tetap akan tinggi,” ucapnya. Idealnya bila bea masuk kedelai dibebaskan, harga kedelai turun Rp1.000/kg dengan asumsi pengurangan bea masuk sekitar 5%.

Saat ini harga kedelai dari tingkat importir masih Rp8.400/kg, sehingga harga kedelai di tingkat perajin berkisar Rp9.000/kg. Menurutnya, pembebasan bea masuk impor kedelai hanya menguntungkan para importir. Tidak ada aturan atau perjanjian antara pemerintah dan importir jika bea masuk kedelai dibebaskan, pengusaha menurunkan harga kedelai. Kebijakan tersebut membuat petani kedelai lokal terancam.

Dia khawatir bila harga kedelai di Amerika Serikat turun, harga jual kedelai ke Indonesia akan sangat rendah. Kondisi tersebut mematikan harga kedelai lokal. “Swasembada kedelai semakin sulit terlaksana,” kata Asep. Kebijakan tersebut juga dikhawatirkan menguntungkan salah satu pihak karena berpotensi memunculkan kartelkartel baru. Sebab, hanya bermodalkan Rp50 miliar, siapa pun bisa menjadi importir kedelai. Sejak pemerintah menghapus bea impor kedelai, muncul 30 kartel baru yang menguasai komoditas tersebut. arif budianto(koran-sindo.com)

Komoditas Cengkeh: Perkebunan di Jabar Tidak Berkembang

10 October 2013   181 views

cengkehGabungan Asosiasi Petani Perkebunan Indonesia (Gapperindo) mendesak Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendorong petani melakukan mengintensifikasi perkebunan cengkeh, guna meningkatkan hasil produksi.

Pasalnya, jumlah produksi cengkeh Jabar yang saat ini mencapai 11.700 ton dengan luas lahan sebesar 45.000 hektare relatif tidak berkembang dan menjurus tidak ada perubahan pengembangan lebih baik.

Ketua Gapperindo Mulyadi Sukandar mengemukakan selama ini perkebunan cengkeh Jabar hanya bergantung terhadap kondisi alam, tanpa ada perlakukan secara khusus dari pemiliknya.

Padahal, cengkeh merupakan tanaman yang memerlukan perawatan secara khusus agar tetap sehat sehingga produtivitasnya bisa meningkat.

“Saat ini paling tingkat produktivitas cengkeh mencapai antara 400 kg per ha. Akan tetapi, jika diberikan perawatan secara khusus bisa meningkat lebih baik lagi,” katanya, Kamis (10/10/2013).

Menurutnya, erluasaan perkebunan cengkeh memang sudah dibatasi, namun rehabilitasi peremajaan kabun harus digencarkan.

Sehingga pihaknya melakukan berbagai upaya untuk terus mengembangkan perkebunan cengkeh dengan melakukan penyulaman pembibitan cengkeh.

Dia menilai pemerintah sangat pelit mendorong petani mengembangan usaha perkebunan cengkeh, padahal kontribusi pendapatan cukai rokok cukup besar.

“Jika dana bagi hasil cukai tembakau dan cengkeh sebesar 2% dikembalikan untuk petani atau  digunakan untuk perbaikan kualitas produksi cengkeh sebetulnya bisa bermanfaat,” katanya.

Hingga sampai saat ini belum ada hasih pembagian hasil pendapatan negara dengan petani yang bisa meningkat kualitas cengkeh nasional.

Bahkan, dia menyebutkan ironisnya kebutuhan cengkeh dalam negeri pun masih dipasok secara impor dari Singapura. Dari luas lahan perkebunan cengkeh skala nasional yang mencapai 470.000 ha  rata-rata hanya mampu memproduksi 250.000 kg-260.000 kg.

“Ini cukup mengherankan dan menyayangkan kenapa hal tersebut bisa terjadi,” tegasnya.

Sumber: Bisnis-Jabar.com

Festival teh Jabar bernuansa Bandung “tempo doeloe”

20 September 2013   167 views

dedy mizwar

Photo google

Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar membuka “West Java Tea Festival 2013″ dengan mengusung nuansa Bandung Tempo Doeloe dengan landmark Gedung Merdeka di Jalan Cikapundung Timur Kota Bandung, Jumat.

“Jabar merupakan daerah penghasil teh terbesar di Indonesia dengan kualitas terbaik, sekaligus pemasok teh ekspor terbesar dan hal itu perlu dipertahankan,” kata Deddy.

Ia menyebutkan, sebagai produsen teh, maka sepantasnya Jawa Barat memiliki ruang promosi produksi teh yang memadai, termasuk ajang West Java Tea Festival yang rutin digelar setiap tahun.

Selain sebagai ajang silaturahmi komunitas dan produsen teh di Jawa Barat, juga merupakan ajang sharing dan meningkatkan spirit untuk meningkatkan produksi serta daya saing di pasar teh nasional maupun dunia.

Kegiatan Festival Teh Jawa Barat itu akan digelar selama tiga hari hingga Minggu (22/9) lusa dengan peserta dari seluruh produsen teh baik perusahaan BUMN, swasta maupun pengelola teh rakyat.

Sementara itu Kepala Dinas Perkebunan Jawa Barat Arief Santosa menyebutkan, kegiatan Festival Teh Jabar itu merupakan agenda tahunan yang biasa digelar oleh Pemprov Jabar sejak tahun 2006.

“Diharapkan festival ini bisa meningkatkan konsumsi teh sekaligus meningkatkan produksi teh di sini,” katanya.

Sebagai komoditas ekspor, kata Arief Santosa, teh merupakan salah satu andalah nasional yang mendatangkan devisa negara yang tidak sedikit.

Peningkatan konsumsi teh dan jumlah ekspor teh akan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan para petani teh dan pelaku tata niaga teh lainnya di Jabar.

“Teh asal Indonesia sudah mendapat pasar di sejumlah negara di Amerika Serikat dan Eropa, bahkan juga di timur tengah. Potensinya masih cukup besar, terlebih produksinya juga cukup stabil,” kata Arief.

Lebih lanjut, Arief Santosa menyebutkan, luas perkebunan teh di Jabar saat ini sebagian besar atau sekitar 51,3 persen merupakan perkebunan teh rakyat yang melibatkan 79.560 kepala keluarga.

Sisanya sekitar 26,5 persen merupakan perkebunan teh negara yang dikelola oleh PTPN serta 22,16 persen merupakan perkebunan teh perusahaan swasta.

“Sejauh ini produksi teh merupakan andalan produk agribisnis Jabar dengan areal yang tersebar di wilayah Sukabumi, Bogor, Cianjur, Bandung, Garut, Tasikmalaya, Cianjur dan Subang,” kata Kepala Dinas Perkebunan Jabar itu menambahkan.

Sumber: Antaranews.com

Madu Hutan Jawa Barat Tak Kalah Kualitasnya

12 September 2013   580 views

“kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan” (QS.An-Nahl:69).

Madu mempunyai banyak manfaat. Berbagai sumber menyebutkan dalam ilmu kesehatan beberapa kegunaan madu di antaranya, sebagai berikut: mengobati kerontokan rambut, membunuh kuman-kuman akibat infeksi kandung kemih, mengobati sakit gigi, menurunkan Kadar kolesterol, menyembuhkan batuk dan pilek kronis serta membersihkan sinus, mengobati kemandulan, mengobati sakit perut dan membersihkan perut, serta menyembuhkan bisul sampai ke akarnya, madu yang diminum bersama kayu manis dapat mengurangi gas dalam perut (kembung), membuat nafas tetap segar sehari penuh, menyembuhkan sakit kepala karena sinus dengan cara meminum campuran madu dan jus jeruk, ½ sendok makan madu yang diminum bersama segelas air dan ditaburi bubuk kayu manis dapat meningkatkan vitalitas tubuh dalam seminggu, menyembuhkan kanker perut dan tulang stadium lanjut dapat disembuhkan dengan madu dan kayu manis, dapat mengurangi berat badan, mencegah lemak terakumulasi dalam tubuh, membunuh kuman influenza dan menyembuhkan pasien dari flu, menyembuhkan jerawat sampai ke akarnya, mengobati infeksi kulit, mencegah penuaan, mengobati sakit perut, membersihkan perut, serta menyembuhkan bisul sampai akarnya, mengobati penyakit arthritis (radang sendi) kronis, mengobati penyakit jantung,

Indonesia dengan luas daratan 193 juta hektar dan luas hutan sekitar 143 juta hektar merupakan lahan yang sangat luas dan subur untuk berbagai tanaman berbunga yang dapat menghasilkan madu. Ada ratusan tanaman yang dapat menjadi sumber nektar bagi lebah. Keadaan alam Indonesia yang mempunyai banyak tumbuhan dan hutan memberikan ruang usaha peternakan lebah karena sangat kaya akan ragam tanaman berbunga. Produksi madu pun dapat terjadi setiap tahun baik untuk madu hutan maupun madu ternak.

Tidak semua lebah dapat menghasilkan madu, madu hanya dapat dihasilkan oleh lebah pekerja yang dapat mengolah nektar. Kita dapat menemukan bentuk madu berupa cairan kental seperti sirup, warnanya bening atau kuning pucat sampai coklat kekuningan. Rasanya khas, yaitu manis dengan aroma yang enak dan segar. Jika dipanaskan, aromanya menjadi lebih kuat tetapi bentuknya tidak berubah.

Ada beberapa jenis lebah madu yang terdapat di Indonesia yaitu: Apis andreniyormis, Apis dorsata dorsata, Apis dorsata binghami, Apis cerana, Apis koschevnikovi, Apis nigrocicta, Apis mellifera. Jenis Apis dorsata merupakan lebah madu Asia yang paling produktif menghasilkan madu, membuat sarang dengan hanya satu sisiran yang menggantung di dahan dan ranting pohon, langit-langit terbuka dan tebing jurang bebatuan. Jenis lebah ini banyak di temui di hutan hutan biasanya mereka menghasilkan jenis madu hutan.

Jenis lebah inilah yang mempunyai tubuh paling besar dibandingkan jenis lebah lainnya. Spesies ini berkembang hanya di kawasan sub tropis dan tropis. Sejak dahulu lebah madu inilah yang diburu oleh penduduk untuk diperdagangkan hasilnya sebagai madu hutan. Jenis lebah Apis dorsata ini banyak terdapat di kawasan Indonesia seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Irian dan pulau-pulau di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.

Gunung Arca Sukabumi, icon pegunungan dengan lebah madu

lebah-madu

petani lebah Gunung Arca Sukabumi menjual madu serta sarangnya. photo ilustrasi/google

Produksi madu hutan Jawa Barat Gunung Arca merupakan sebuah icon besar khususnya dalam pengelolaan madu di Perum Perhutani. Selain icon besar Pusat Perlebahan Nasional, gunung arca merupakan “tadingan” positif dalam hal pengelolaan lebah madu di Perum Perhutani.

Setelah sempat terhenti pengelolaan perlebahan oleh Perum Perhutani KPH Sukabumi, dimana pengelolaannya selama kurang lebih dua tahun (1997-1998) dikelola oleh Kesatuan Bisnis Mandiri Wisata dan Non Kayu (KBM Wisata & Non Kayu). Banyak hal yang kurang tersentuh selama masa pengelolaan tersebut. Memasuki tahun 2009 pengelolaan areal perlebahan Gunung Arca diserahkan kembali ke KPH Sukabumi. Sebagai langkah awal guna mewujudkan kembali kejayaan Gunung Arca sebagai icon Perlebahan di Sukabumi, dimulai budidaya lebah jenis Avis Melifera sebanyak 100 Stup yang direncanakan akan dapat dipanen hasilnya sebanyak 3.600 kg madu dalam kurun waktu satu tahun. Selain madu, produk lain yang tidak kalah bermanfaat serta memiliki nilai ekonomis yang dapat dihasilkan adalah berupa lilin madu, koloni lebah, pollen. Madu yang di dihasilkan merupakan madu dengan mutu terbaik serta mempunyai kelas tersendiri karena kandungan vitamin serta kemurniannya yang terjamin.

Sebagian warga Sukabumi yang terjun dalam bidang madu lebah Gunung Arca menjual madu dengan sarangnya hasil pencarian di hutan sekitar Gunung Arca secara mandiri-mandiri. Harga jual madu asli dari gunung Arca yang mereka tawarkan berkisar Rp. 70.000 per ½ kg.

Anda berminat! Silahkan hubungi bapak Didin di nomor ponsel 081510714478

Madu Hutan Cisalopa Tasikmalaya

madu tasik4

Madu hutan Cisalopa Tasikmalaya dengan kemasan botol 1 liter (photo: jabarmedia.com)

Di Jawa Barat beberapa hutan yang dapat menghasilkan madu hutan, di antaranya; hutan Gunung Arca Sukabumi, hutan Cisalopa Tasikmalaya, dan hutan-hutan lainnya di Jawa Barat. Sebagian hutan-hutan penghasil madu tersebut sudah dapat dikembangkan Perum Perhutani dengan cara modern.

Selain madu yang dikembangkan Perum Perhutani dengan cara modern, sebagian warga masyarakat di Jawa Barat rela bekerja sebagai pencari madu lebah hutan secara alami sehingga kelestarian hutan masih tetap terjaga dengan baik. Di Tasikmalaya, sebagaian warga rela pergi ke hutan pada pagi hari dan pulang hingga sore hari untuk mencari madu asli dari hutan dengan Cisalopa Tasikmalaya.

Meski hasil madu yang mereka dapatkan tidak menentu perharinya, tapi menurut penuturan pencari lebah madu hutan Cisalopa mereka mampu menghasilkan tiga botol ukuran 1 liter perhari, Di musim kemarau madu yang mereka dapatkan lebih banyak ketimbang musim hujan yang terkadang pada musim hujan mereka tidak mendapatkannya.

Tentu madu yang dihasilkan lebih baik kualitasnya karena hasil pencarian asli dari hutan. Madu asli hutan Tasikmalaya dijual Rp. 150.000 dalam 1 liter yang dimasukan ke dalam botol kemasan (harga tersebut belum termasuk ongkos kirim). Untuk menjaga hubungan baik kepada konsumen pihak penjual madu menjaga kualitas dan keaslian madu serta mengutamakan kepercayaan kepada konsumen.

Jika Anda berminat, silahkan menghubungi bapak Mikdad di nomor ponsel: 082122667314

Madu sehat super pahit: pahit rasanya, manis khasiatnya.

madu pahit

Madu sehat, pahit dan kaya khasiat

Berbeda pada umumnya rasa madu manis, tapi ada juga madu yang diproduksi adalah madu hitam dengan rasa pahit. Madu pahit ini adalah hasil karya dari lebah Apis Mellifera yang mengumpulkan ribuan sari bunga pohon Mahoni. Berbeda dengan madu lainnya Madu Mahoni memiliki rasa yang pahit, akan tetapi khasiatnya untuk kesehatan sangat luar biasa. Pahit rasanya, manis khasiatnya.

Rasa pahit dikarenakan kadar Alkoloid didalamnya sangat tinggi. Alkoloid adalah obat anti infeksi alami yang berkhasiat membunuh kuman penyakit. Karena itu orang yang sakit karena infeksi sangat baik mengkonsumsi madu pahit Tawon Bambu.

Khasiat utama madu hitam pahit adalah meningkatkan Stamina Vitalitas Sexual Pria. Menambah tenaga dan daya tahan tubuh. Membantu mempercepat proses penyembuhan penyakit berat seperti Diabetes, Stroke, Liver / Hepatitis, Tumor, Kanker, Kista, Myom, Ginjal, Impotensi, Sinusitis dsb.

Sangat dianjurkan untuk penderita penyakit kencing manis / Diabetes, karena sangat aman dalam menurunkan kadar gula darah. Konsumsi rutin minum Madu Pahit akan membuat aliran darah lancar, jantung dan ginjal menjadi sehat, paru paru bersih, tubuh lebih berstamina dll.

Anda berminat! Silahkan hubungi bapak Abu Dzar di nomor ponsel 081321304755

brosur madu pahit2 brosur madu pahit3 brosur madupahit1 madu pahit1

Kab. Pangandaran Kekurangan Stok Beras

27 June 2013   978 views

Beras-3Menghadapi puasa dan lebaran tahun ini, ada 11 dari 36 kecamatan yang masuk wilayah Kabupaten Ciamis (masih termasuk 10 kecamatan yang menjadi wilayah DOB Kabupaten Pangandaran) memiliki stok beras yang cukup hanya untuk kebutuhan 1 bulan hingga 3 bulan ke depan.

Ke-11 kecamatan yang memiliki stok beras cukup hanya untuk kebutuhan 1-3 bulan ke depan tersebut, kata Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Ciamis Ir H Adi Nugara MM, meliputi Kecamatan Pangandaran, Cimaragas, Cijeungjing, Ciamis Kota, Cipaku, Kawali, Panawangan, Rajadesa, Sadananya, Jatinegara dan Kecamatan Baregbeg.

“Produksi padi dan stok beras yang tersedia saat ini di 11 kecamatan tersebut hanya mencukupi kebutuan setempat untuk waktu sebulan hingga 3 bulan ke depan. Meliputi untuk kebutuhan bulan puasa dan lebaran. Dari 11 kecamatan tersebut termasuk didalamnya Kecamatan Pangandaran,” ujar Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Ciamis Ir H Adi Nugraha MM kepada Tribun Rabu (26/6).

Sementara di 25 kecamatan lainnya, ketersedian beras cukup melimpah, bahkan melebihi kebutuhan 3 sampai 5 bulan kedepan. “Di Kecamatan Tambaksari, Lakbok, Padaherang, Cigugur dan Kecamatan Pamarican, ketersediaan stok gabah dan hasil panen cukup melimpah melebihi kebutuhan setempat untuk 5 bulan ke depan,’ jelasnya. (sta)

sumber:tribunnews.com

Sayuran dan Daging Ayam Naik Drastis, Beras Masih Stabil

23 June 2013   160 views

2306sayuran_cianjurHarga sejumlah bahan pokok dan sayuran di Kabupaten Cianjur, Minggu (23/6/13) mengalami kenaikan hampir 100 persen pascakenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Berdasarkan pantuan “PRLM” di Pasar Induk Cianjur (PIC), kenaikan tajam terjadi pada beberapa jenis sayuran. Pedagang maupun pembeli sangat mengeluhkan kenaikan harga cabai rawit merah. “Kenaikan paling terasa pada harga cabai rawit merah yang tembus Rp45 ribu per kilogram, dari sebelumnya Rp30 ribu per kilogram,” ujar Tatang (48), salah seorang pedagang sayuran di PIC.

Tatang mengatakan kenaikan juga terjadi pada tomat dan bawang merah. Satu kilogram tomat yag sebelumnya Rp 3.000 kini naik hingga Rp 5.500 untuk jenis tomat kecil dan Rp 6.000 untuk jenis tomat besar.

“Kalau bawang merah sebelumnya Rp 22 ribu per kilogram kini menjadi Rp 32 ribu per kilogram. Hampir rata semua harga bahan pokok dan sayuran naik. Kecuali beras hanya naik sekitar Rp 200 per kilogramnya,” katanya.

Tatang dan beberapa pedagang lainnya menduga kuat kenaikan sejumlah komiditas karena adanya kenaiakn harga BBM. Pasalnya, hampir semua sayuran berasal dari luar Cianjur. “Biasanya dikirim dari Brebes, Jawa Tengah atau dari PAsar Caringin Bandung. Mungkin biaya transportasinya naik jadi harga juga dinaikan,” tuturnya.

Hal senada juga diungkapkan Deden (41). Harga minyak goreng curah naik naik dari Rp 11 ribu per liter kini menjadi jadi Rp31 ribu per kilogram. “Kalau harga gula dan beras masih tetap. Hanya beras kualitas bagus saja yang naik Rp 200 per kilogramnya,” katanya.

Sedangkan, Asep (45) salah seorang pedagang daging ayam mengatakan, Harga daging ayam yang semula Rp17 ribu per kilogram, kini mencapai Rp 30 ribu per kilogram.”Kenaikannya cukup tinggi, mungkin akibat kenaikan harga BBM itu,” ucapnya.

Asep mengatakan setelah kenaikan harga BBM, jumlah pembeli daging ayam realtif menurun. Sekitar 50 potong ayam dalam sehari bisa habis terjual kini masih bersisa hingga 20 potong ayam.

“Kemungkinan para pembeli lebih memilih tidak makan daging ayam dulu karena harganya melonjak hingga hampir 200 persen. Beberapa pembeli yang biasa beli saya tanya mengatakan makan tempe dulu karena harga bahan pokok dan sayuran juga naik. Jadi pembeli menjadi sepi,”.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Himam Haris didampingin Kepala Bidang Perdagangan Yudi Adhi Nugroho mengatakan harga sayuran dan bumbu-bumbuan memang tidak pernah stabil. Disamping karena kanikan harga BBM, untuk sayuran juga dipengaruhi cuaca.

“Biasanya pasokan berdasarkan produksi dari petani dan petani akan panen atau tidak beradasarkan cuaca. Pasokannya sering tidak ada karena memang tidak ada sentra sayuran atau khusus cabai yang bisa memasok kebutuhan masyarakat,” tuturnya.

Misalnya saja, kata Himam, di Cianjur pasokan dari produksi cabai lokal CIanjur hanya mempu memasok 25 persen dari kebutuhan masyarakat. “Selebihnya ya banyak pedagang yang mengambil pasokan cabai dari luar Cianjur. Ini yang biasanya menjadi penyebab fluktuasi harga,” katanya.

Meskipun demikian, kata Himam, kenaikan cabai biasanya tidak akan bertahan lama. “Biasanya sepuluh hari setelah kenaikan bisa langusng turun dratstis. Jika Cianjur bisa memenuhi pasokan cabai sendiri, kenaikan tidak akan terlalu sering terjadi,” ucapnya.

Untuk harga beras, kata Himam, Diperindag sudah melakukan koordinasi dengan Bulog Cianjur siap menggelar operasi pasar jika kenaikan harga beras cukup tajam. (A-186/A-108)***

sumber+foto:pikiran-rakyat.com

« Previous PageNext Page »