web analytics

Sayuran dan Daging Ayam Naik Drastis, Beras Masih Stabil

23 June 2013   139 views

2306sayuran_cianjurHarga sejumlah bahan pokok dan sayuran di Kabupaten Cianjur, Minggu (23/6/13) mengalami kenaikan hampir 100 persen pascakenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Berdasarkan pantuan “PRLM” di Pasar Induk Cianjur (PIC), kenaikan tajam terjadi pada beberapa jenis sayuran. Pedagang maupun pembeli sangat mengeluhkan kenaikan harga cabai rawit merah. “Kenaikan paling terasa pada harga cabai rawit merah yang tembus Rp45 ribu per kilogram, dari sebelumnya Rp30 ribu per kilogram,” ujar Tatang (48), salah seorang pedagang sayuran di PIC.

Tatang mengatakan kenaikan juga terjadi pada tomat dan bawang merah. Satu kilogram tomat yag sebelumnya Rp 3.000 kini naik hingga Rp 5.500 untuk jenis tomat kecil dan Rp 6.000 untuk jenis tomat besar.

“Kalau bawang merah sebelumnya Rp 22 ribu per kilogram kini menjadi Rp 32 ribu per kilogram. Hampir rata semua harga bahan pokok dan sayuran naik. Kecuali beras hanya naik sekitar Rp 200 per kilogramnya,” katanya.

Tatang dan beberapa pedagang lainnya menduga kuat kenaikan sejumlah komiditas karena adanya kenaiakn harga BBM. Pasalnya, hampir semua sayuran berasal dari luar Cianjur. “Biasanya dikirim dari Brebes, Jawa Tengah atau dari PAsar Caringin Bandung. Mungkin biaya transportasinya naik jadi harga juga dinaikan,” tuturnya.

Hal senada juga diungkapkan Deden (41). Harga minyak goreng curah naik naik dari Rp 11 ribu per liter kini menjadi jadi Rp31 ribu per kilogram. “Kalau harga gula dan beras masih tetap. Hanya beras kualitas bagus saja yang naik Rp 200 per kilogramnya,” katanya.

Sedangkan, Asep (45) salah seorang pedagang daging ayam mengatakan, Harga daging ayam yang semula Rp17 ribu per kilogram, kini mencapai Rp 30 ribu per kilogram.”Kenaikannya cukup tinggi, mungkin akibat kenaikan harga BBM itu,” ucapnya.

Asep mengatakan setelah kenaikan harga BBM, jumlah pembeli daging ayam realtif menurun. Sekitar 50 potong ayam dalam sehari bisa habis terjual kini masih bersisa hingga 20 potong ayam.

“Kemungkinan para pembeli lebih memilih tidak makan daging ayam dulu karena harganya melonjak hingga hampir 200 persen. Beberapa pembeli yang biasa beli saya tanya mengatakan makan tempe dulu karena harga bahan pokok dan sayuran juga naik. Jadi pembeli menjadi sepi,”.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Himam Haris didampingin Kepala Bidang Perdagangan Yudi Adhi Nugroho mengatakan harga sayuran dan bumbu-bumbuan memang tidak pernah stabil. Disamping karena kanikan harga BBM, untuk sayuran juga dipengaruhi cuaca.

“Biasanya pasokan berdasarkan produksi dari petani dan petani akan panen atau tidak beradasarkan cuaca. Pasokannya sering tidak ada karena memang tidak ada sentra sayuran atau khusus cabai yang bisa memasok kebutuhan masyarakat,” tuturnya.

Misalnya saja, kata Himam, di Cianjur pasokan dari produksi cabai lokal CIanjur hanya mempu memasok 25 persen dari kebutuhan masyarakat. “Selebihnya ya banyak pedagang yang mengambil pasokan cabai dari luar Cianjur. Ini yang biasanya menjadi penyebab fluktuasi harga,” katanya.

Meskipun demikian, kata Himam, kenaikan cabai biasanya tidak akan bertahan lama. “Biasanya sepuluh hari setelah kenaikan bisa langusng turun dratstis. Jika Cianjur bisa memenuhi pasokan cabai sendiri, kenaikan tidak akan terlalu sering terjadi,” ucapnya.

Untuk harga beras, kata Himam, Diperindag sudah melakukan koordinasi dengan Bulog Cianjur siap menggelar operasi pasar jika kenaikan harga beras cukup tajam. (A-186/A-108)***

sumber+foto:pikiran-rakyat.com

Nelayan Pangandaran Berharap Bantuan Pemerintah Terkait Kenaikkan Harga BBM

19 June 2013   153 views

1806nelayan_pangandaranNelayan di wilayah Kabupaten Pangandaran berharap pemerintah memberikan bantuan khusus untuk menghadapi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Saat ini nelayan di wilayah kabupaten yang baru lepas dari induknya, Kabupaten Ciamis harus membeli bensin atau premiun secara eceran, sehingga harganya lebih mahal apabila dibandingkan langsung membeli di Stasium Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

“Terus terang kenaikan harga BBM bakal sangat memberatkan nelayan. Setidaknya untuk nelayan di wilayah Pangandaran, mereka harus merogoh keocek lebih dalam lagi untuk membeli BBM yang dibelinya secara eceran. Naiknya harga BBM bakal menambah biaya opersional, sementara nelayan tidak bisa menentukan harga ikan hasil tangkapanya,” kata Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Ciamis (HNSI Kabupaten Pangandaran belum dibentuk) Jeje Wiradintata, Selasa (18/6/2013).

Dia mengatakan untuk meringankan beban nelayan, sudah selayaknya pemerintah memberikan bantuan SPBU khusus untuk nelayan. Dengan demikian, nelayan langsung membeli BBM di tempat tersebut.

Harga membeli bensi langsung ke SPBU, lebih murah apabila dibandingkan eceran, dengan selisih antara Rp 500 – Rp 1.000 per liter.

“Saya berharap pemerintah memberikan bentuk perhatian yang lain, khusus terhadap nelayan dalam menghadapi kenaikan harga BBM. yang dibutuhkan nelayan adalah dukungan untuk bisa menjalakan profesinya dalam jangka panjang,” tuturnya.

Jeje menambahkan untuk meringankan beban nelayan, sudah saatnya di wilayah Pangandaran terdapat SPBN atau Stasiun Pengisian Bahan Bakar khusus Nelayan. Dengan fasilitas terseut, nelayan bisa lebih mudah mendapatkan akses untuk membeli BBM.

“Ke depan kebutuhan BBM bakal semakin banyak. Untuk sekali melaut, rata-rata perahu membutuhkan 10 liter bensin. Selain perahu nelayan juga banyak perahu pesiar,” katanya.

Lebih lanjut Ketua HNSI Ciamis Jeje Wiradinata mengatakan kondisi tersebut kemungkinan bisa berbeda apabila sudah ada standar harga ikan hasil tangkapan nelayan.

Dengan posisi nelayan semakin kuat seperti dapat menetukan harga ikan, maka kesejahteraan nelayan juga bakal naik.

“Sejak dulu hingga sekarang posisi nelayan masih lemah dalam menetukan harga. Hal itu merupakan persoalan yang harus segera diselesaikan demi meningkatkan kesejahteraan nelayan,” ujar Jeje.

Dia mengungkapkan saat ini di wilayah Kabupaten Pangandaran terdapat sekitar 3.000 perahu nelayan. Selain di Pangandaran, sebagian di antaranya terdapat di beberapa pantai seperti Cimerak, Kalipucang, Cuijulang dan Parigi. Setiap perahu rata-rata diopersikan dua hingga lima nelayan.

Terpisah salah seorang nelayan di Pantai Pangandaran Sukaya (53) mengaku pasrah dengan kondisi yang dihadapinya sekarang. Semakin mahal harga BBM, maka beban yang harus ditanggung ikut bertambah.

“Mau bagaimana lagi. Bagi kami yang penting mendapat banyak ikan sehingga bisa lancar membeli BBM. Kalau bisa usul sih harga BBM tidak naik,” ujarnya.

Dia mengungkapkan beban nelayan bakal semakin berat ketika datang masa paceklik ikan. Artinya nelayan tidak mendapatkan penghasilan, sebaliknya jumlah hutang yang semakin bertambah.

“Seperti saat ini saja banyak nelayan yang tidak melaut karena sedang masa paceklik. Saya berharap nasib nelayan lebih diperhatikan, stidaknya taraf kehidupannya dapat semakin baik,” tambah Sukaya.(A-101/A-89)***

sumber+foto:pikiran-rakyat.com

Dahlan Iskan: Urine Kelinci Lebih Mahal daripada Coca-Cola

14 June 2013   151 views

rabbit-pMenteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengatakan, wirausaha beternak kelinci mempunyai potensi keuntungan yang besar.

Menurut Dahlan, beternak kelinci menjadi peluang usaha yang prospektif. Dari urine kelinci saja bisa dijual lebih mahal daripada minuman bersoda Coca-Cola. “Air kencing kelinci lebih mahal dari Coca-Cola, 20.000 per liter,” ujar Dahlan Iskan di Pertamina Training Center, Rabu (12/6/2013).

Dahlan menjelaskan, air kencing kelinci bisa digunakan untuk pupuk pertanian. Salah satu peternakan yang berhasil mengembangkan air kencing kelinci ada di Pasuruan. “Peternakannya di Pasuruan, air kencing ini untuk pupuk nantinya,” ungkap Dahlan.

Selain air kencing, Dahlan menjelaskan, daging kelinci lebih sehat dikonsumsi daripada daging hewan lainnya. “Daging kelinci tidak memiliki kadar kolesterol,” jelas Dahlan Iskan.

Dahlan menambahkan bahwa program peternakan kelinci akan menjadi program Kementerian BUMN. Dalam pelaksanaannya, para pengusaha bisa secara mandiri melakukan peternakan.

“Biaya pemeliharaan peternakan kelinci ini akan dibiayai oleh penjualan dari air seni kelinci tersebut,” papar Dahlan Iskan.

Sumber : Tribunnews.com

Harga Emas Turun Lagi

29 May 2013   144 views

emas-batangan-ilustrasi-_110905160510-230Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir lebih rendah pada Selasa (Rabu pagi WIB), tertekan penguatan dolar AS, reli di ekuitas dan penurunan perkiraan harga logam.

Tekanan tersebut melebihi dukungan awal dari apa yang para analis sebut sebagai kondisi “oversold” (menjual berlebihan).

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Juni turun 7,7 dolar AS atau 0,56 persen menjadi menetap di 1.378,9 dolar AS per ounce. Harga emas pekan lalu naik sekitar 1,6 persen, kinerja terbaik mingguan sejak pekan yang berakhir 26 April karena ekuitas global yang melemah dan penurunan dolar.

Namun, emas berjangka telah jatuh lebih dari 6,0 persen pada bulan ini. Menurut analis pasar, pasar menyaksikan tekanan “bearish” dari sebuah reli kuat ekuitas, dolar AS yang lebih kuat, data ekonomi yang lebih baik dari perkiraan dan penurunan proyeksi harga emas dari beberapa bank.

Emas ditutup lebih rendah karena analis di JP Morgan Cazenove memangkas prospek logam pada 2013 menjadi 1.595 dolar per ounce dari 1.745 dolar. Dalam jangka pendek, para analis memangkas prospek emas 18 persen menjadi 1.450 dolar AS pada kuartal kedua, sementara menurunkan perkiraan 2015 sebesar 5,0 persen menjadi 1.650 dolar AS per ounce.

Redaktur : Endah Hapsari
Sumber : Antara

Respons Presiden Atas Tragedi Freeport

21 May 2013   109 views

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (Biro Pers Istana/Abror Rizky)

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (Biro Pers Istana/Abror Rizky)

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akhirnya menggelar rapat bencana longsor di kawasan pertambangan PT Freeport Indonesia, Senin 20 Mei 2013. Ini merupakan rapat pertama Presiden pasca longsornya tambang emas bawah tanah Big Gossan di Tembagapura, Papua, pada Selasa 14 Mei.

Rapat dadakan itu dihadiri Menteri Tenaga Kerja dan Tranmigrasi Muhaimin Iskandar, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Syamsul Maarif, dan Kepala Badan SAR Nasional Mayor Jenderal TNI Marinir Alfan Baharuddin, Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo, Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono, Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi, dan Menteri Energi Jero Wacik.

“Hari ini kami memberikan laporan tentang kondisi terakhir,” ujar Muhaimin di kantor Presiden, Jakarta.

Usai rapat, SBY mengatakan bahwa proses evakuasi korban diharapkan selesai dalam waktu paling lambat dua hari ke depan. Ukuran penuntasan proses pencarian korban, yaitu adanya kepastian mengenai nasib 38 korban.

“Yang masih bisa diselamatkan ya diselamatkan, dan kalau memang sudah tidak bisa diselamatkan, tentu dievakuasi dengan baik,” kata SBY.

SBY, katanya, terus memantau perkembangan evakuasi korban yang tertimbun reruntuhan terowongan bawah tanah itu. SBY mengaku berbicara langsung dengan Direktur Utama PT Freeport Indonesia Rozik B Soetjipto dan tim Basarnas. “Mereka langsung melaporkan kepada saya,” katanya.

Sampai saat ini SBY menerima laporan bahwa ada 14 orang yang sudah tidak dapat diselamatkan atau meninggal dunia akibat musibah longsor Freeport itu. Sementara 10 orang lainnya berhasil diselamatkan, dengan kondisi 5 orang baik dan 5 lainnya dalam perawatan intensif.

Korban itu antara lain Retno Arung Bone, Artinus Magal, Hengky Ronald Hendambo, Aris Tikupasang, Victoria Sanger, Mateus Marandof, Selpianus Edowai, Yapinus Tabuni, Aan Nugraha, Joni Tulak, Rooy Kailuhu, Makmur, dan Petrus Rangko.

PT Freeport Indonesia secara terpisah mengatakan, total ada 13 korban tewas yang jasadnya telah berhasil dievakuasi dari reruntuhan terowongan Big Gossan. Sementara 10 korban lainnya ditemukan dalam kondisi hidup. Lima di antara korban yang ditemukan selamat kini dirawat di Tangerang karena membutuhkan perawatan intensif.

“Sisanya masih tertimbun di lokasi,” kata Muhaimin. Menurutnya, saat ini para ahli baik dari dalam maupun luar negeri sedang berkonsentrasi untuk menyelamatkan sisa korban lewat teknik pengiriman oksigen dari luar ke dalam reruntuhan terowongan.

Terjebak di kedalaman 500 M

Proses evakuasi karyawan yang tertimbun hingga hari keenam masih terus dilakukan. Vice President Corporate Communication Freeport Indonesia, Daisy Primayanti menjelaskan longsor terjadi di fasilitas pelatihan seluas 5×10 meter dengan kedalaman 500 meter dari atas permukaan tanah.

Saat longsor pertama terjadi, sekitar 38 orang sedang berada di ruangan tersebut. Sekitar 10 orang selamat, karena saat longsor terjadi mereka terperangkap dan tim berhasil membuka daerah longsoran dengan peralatan manual.

Namun, nahas, longsoran susulan kembali terjadi akibat kondisi tanah yang belum stabil dan membuat sisanya tertimbun oleh tanah longsor.

“Awalnya yang longsor itu ruangan seluas 15 meter persegi, namun terjadi longsor susulan sehingga satu ruangan seluas 5×10 meter atapnya roboh semua tertimpa batuan,” kata Daisy saat dihubungi VIVAnews.

Tim evakuasi menunggu tanah stabil terlebih dahulu sambil membuat penyangga terowongan agar tidak kembali longsor. Alat berat baru bisa masuk pada hari ketiga setelah tanah stabil dan penyanggah terpasang kokoh.

Akses menuju daerah longsoran, menurut dia, dari arah barat jalan selebar 2-3 meter dan arah timur yang sedikit lebih luas. “Pada hari Jumat, sekitar dua alat berat mulai masuk, makanya korban lebih banyak ditemukan,” katanya.

Ia menegaskan, Freeport Indonesia tidak akan berhenti untuk mencari korban hingga seluruhnya ditemukan. “Ini masalah kemanusiaan dan kami tidak akan berhenti hingga seluruh keluarga korban mendapatkan kepastian,” katanya. (sj)

sumber+foto:vivanews

Bupati Purwakarta Tolak Kenaikan BBM

21 May 2013   126 views

Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi

Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi tidak setuju rencana kenaikan bahan bakar minyak (BBM) meski program kompensasi menyertai atas kebijakan pemerintah pusat itu.

Alasannya berbagai persoalan kerap muncul begitu kompensasi tersebut digulirkan, misalnya Bantuan Langsung Tunai (BLT) atau penambahan kuota raskin. Dampak yang bakal dirasakan semua daerah, termasuk Kabupaten Purwakarta adalah bakal meningkatnya biaya produk. Ujung-ujungnya menjadikan harga barang dan jasa melonjak. “Solusinya jangan menaikkan BBM agar situasi ekonomi tetap stabil,” ujar Dedi, kemarin.

Meski demikian, ketika rencana kenaikan BBM terealisasi, dia tidak bisa berbuat apaapa selain mendorong masyarakat miskin menerima kompensasi daripada tidak sama sekali. Hanya, Dedi berharap agar pembagiannya lebih sempurna dan meminimalisasi persoalan di lapangan. Soal penambahan kuota yakni raskin ke 13, 14, 15, dan 16, orang nomor satu di Kabupaten Purwakarta ini berharap dalam pendistribusian tidak ada perubahan pola penjualan, tetap sesuai ketentuan dijual dengan satuan kilogram bukan liter.

Selama ini, penjualan kepada Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat (RTSPM) dengan satuan liter, alasannya tidak ada dana operasional. “Jika kendala di lapangan seperti itu (tidak ada dana operasional), kami akan menyubsidinya. Tapi, jangan sampai subsidi diberikan, tapi penjualan tetap saja dengan menggunakan satuan liter,” kata Dedi.

Di bagian lain, Pemprov Jabar menilai pemerintah pusat tidak tegas terkait kebijakan menaikkan harga BBM. Akibatnya, sejumlah harga kebutuhan pokok merangkak naik. Menurut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jabar Ferry Sofwan, harga kebutuhan pokok telah mengalami kenaikan berkisar 5%. “Diperkirakan kenaikan tersebut akan terus berlanjut hingga pemerintah menetapkan kebijakannya terkait harga BBM,” kata Ferry.

Dia menganggap ketidaktegasan pemerintah menaikkan harga BBM mengakibatkan keresahan di kalangan pedagang dan produsen. Kondisi tersebut akhirnya dimanfaatkan spekulan untuk mempermainkan harga di pasaran. Selain ulah spekulan, kenaikan harga kebutuhan pokok diduga akibat aksi penimbunan oleh distributor besar. “Biasanya begitu, pedagang menaikkan harga dulu karena harus tambah modal,” ucapnya.

Berdasarkan pantauan, kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan harga di antaranya telur ayam dari Rp15.500 per kg menjadi Rp17.500 per kg,cabai merah keriting dari Rp20.000 per kg menjadi Rp25.000 per kg, gula putih dari Rp11.000 per kg menjadi Rp12.500 per kg, serta kentang dari Rp6.000 per kg menjadi Rp7.500 per kg.

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengaku tak bisa berbuat banyak menanggapi kebijakan kenaikan harga BBM. Kebijakan tersebut merupakan kewenangan pemerintah pusat. Dia meminta masyarakat tidak resah karena pemerintah pusat telah menyiapkan kebijakan berupa kompensasi dari kenaikan harga BBM. asep supiandi/ agung bakti sarasa

sumber:koran-sindo.com

Harga Cabai di Sukamantri Melonjak

15 May 2013   127 views

cabai_merah_aHarga cabai di tingkat petani di sentra sayur Sukamantri Ciamis dalam dua minggu terakhir naik tajam untuk semua jenis. Seperti cabai merah keriting dari Rp 10.000/kg jadi Rp 18.000- Rp 20.000/kg.

“Semua jenis cabai dalam dua minggu terakhir harganya naik. Tetapi yang paling tinggi kenaikannya adalah cabai merah keriting yang naik dari Rp 10.000/kg jadi Rp 18.000/kg. Bahkan sempat Rp 20.000/kg,” ujar Ketua Gapoktan Karangsari Sukamantri, Pipin Arif Apilin kepada Tribun Selasa (14/5).
Dalam kondisi cuaca pancaroba saat ini, kata Pipin, hasil panen cabai di Sukamantri  masih stabil. “Serangan hama dan penyakit memang ada tapi masih bisa diatasi. Produksi masih stabil. Pasokan cabai ke pasar induk Caringin rata-rata 2 ton/hari tetap terpenuhi,” ujar Pipin yang juga KTNA Ciamis ini.
Selain harga cabai, harga tomat di tingkat petani di Sukamantri kata Pipin dalam seminggu terakhir juga naik dari Rp 1.000/kg jadi Rp 1.500/kg. “Harga tomat juga naik,” katanya (sta)
sumber:tribunnews.com

PTP Nusantara VIII Kembangkan Buah Naga dan Nanas Si Madu

29 April 2013   178 views

cover_04PTP Nusantara VIII Kebun Pasirbadak melakukan penanaman buah naga di lahan seluas 10 hektare, yang berada di lahan afdeling 5 Desa Ciemas, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi. Penanaman buah naga ini merupakan yang pertamakalinya dilakukan oleh PTP Nusantara di Indonesia.

“Kami mencoba melakukan bidang lain yaitu di sektor agro industri dengan mencoba mengembangkan buah naga dan nanas di madu di areal lahan yang ada,” ujar Petugas PTP Nusantara VIII, Anang Suryana, Senin (29/4/13).

Dikatakannya, nantinya dari total lahan 10 hektare yang digunakan untuk pembudidayaan buah naga, setiap hektarenya bisa ditanam sekitar 1.100 pohon atau secara keseluran mencapai 11 ribu pohon.

Dipilihnya pengembangan buah naga dan nanas ini merupakan kebijakan manajemen, setelah sebelumnya dilakukan penelitian. Untuk masa tanam dari bibit hingga siap berbuah, diperlukan waktu sekitar 2-3 tahun.

Namun, biasanya naga siap panen bisa dilakukan pada satu tahun pertama, namun, itu tergantung dari proses pertumbuhan dari pohon buah naga. “Pangsa pasar nanti kemunginan besar baru sebatas lokal saja. Namun, kita mesti lihat perkembangannya nanti termasuk pengembangan nanas si madu yang lahannya telah disiapkan sebanyak 25 hektare,” ujarnya. (A-193/A-88)***

Bulan Juni, Harga Elpiji 12 kg Naik

23 April 2013   182 views

58516_elpiji_12_kg_663_382PT Pertamina menyatakan akan menaikkan harga elpiji ukuran 12 kilogram pada Juni 2013, setelah sempat tertunda karena pemerintah tidak menyetujuinya.

Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina, Hanung Budya mengatakan, Pertamina merugi hingga Rp 5 triliun sepanjang 2012 hanya karena bisnis elpiji. “Kami mengusulkan agar pemerintah melakukan beberapa koreksi harga untuk mengurangi kerugian. Tadi malam minta supaya pemberlakuan sistem baru ini ditunda setelah Mei,” kata Hanung ketika bertemu Kabareskrim di Mabes Polri, Jakarta, Senin (22/4).

Hanung mengatakan, pemerintah sudah menyarankan Pertamina mengambil langkah-langkah riil dalam mengurangi subsidi. Menurutnya, kerugian ini sebenarnya tidak perlu terjadi, karena konsumen elpiji subsidi justru banyak dari kalangan mampu, bahkan dipakai di sektor-sektor jasa restoran dan industri kecil.

“Coba pergi ke Kemang, kafe-kafe di sana itu pakai elpiji 12 kilogram yang disubsidi Pertamina setengah harga. Sedangkan barang-barang yang dijual seperti kopi dan steak, harganya mahal. Kenapa gasnya mesti disubsidi?” ujarnya.

Bukan naik

Sementara bagi konsumen yang tidak mampu, pemerintah sudah menyiapkan elpiji subsidi 3 kilogram. Hanung menambahkan, Pertamina bukan merencanakan kenaikan harga, melainkan perubahan sistem distribusi dari ongkos angkut dan pengisian di SPBU yang sekarang ditanggung Pertamina dialihkan ke konsumen. “Ini bukan kenaikan harga,” jelasnya.

Kenaikan elpiji 12 kilogram, menurut Hanung, diperkirakan Rp 900-1.200 per kilogram. Namun ia menambahkan, kenaikan tersebut tergantung jarak.

Hanung berharap kenaikan harga elpiji ini tidak perlu digembor-gemborkan karena hanya Rp 1.000 per kilogram. “Jadi tidak usah berisik. Isi pulsa sehari berapa? Biaya-biaya sudah naik,” tandasnya.

sumber:galamedia.com

Pemerintah Bersikukuh Terapkan Dua Harga BBM

20 April 2013   121 views

121855_spbusemarangPemerintah semakin bulat dengan rencana pemberlakuan dua harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Persiapan teknis penerapan kebijakan itu ditargetkan tuntas akhir bulan ini dan segera dilaporkanke presiden untuk diputuskan.

Pemerintah juga telah menyiapkan tiga aturan pendukung. Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Susilo Siswoutomo mengatakan, persiapan kenaikan harga BBM subsidi untuk mobil pribadi sedang dimatangkan Kementerian ESDM, Kementerian Perhubungan, kepolisian, gubernur, pemerintah daerah, dan PT Pertamina (persero) selaku pelaksana kebijakan.

”Persiapan tuntas 26–27 April ini,” kata Susilo di Jakarta kemarin. Diketahui, dalam skenario pengendalian BBM bersubsidi itu, Mei mendatang harga premium dan solar bersubsidi untuk mobil pribadi akan dinaikkan menjadi Rp6.500 per liter, sedangkan untuk kendaraan roda dua dan angkutan umum tetap Rp4.500 per liter. Dengan adanya dua harga BBM bersubsidi itu, pemerintah akan membuat SPBU khusus bagi mobil berpelat hitam.

Namun, kebijakan ini terus menuai kritikan tajam dari banyak kalangan. Susilo menegaskan, jika kebijakan pengendalian BBM bersubsidi tidak diterapkan, konsumsi BBM subsidi diperkirakan tembus 53 juta kiloliter dari kuota 2013 sebesar 46 juta kl. Padahal dengan penerapan kebijakan ini pun, kuota BBM subsidi diperkirakan tetap jebol karena jumlah kendaraan terus bertambah tiap tahun.

Sebelumnya Menteri ESDM Jero Wacik mengatakan, kenaikan harga BBM untuk mobil pribadi akan menghemat anggaran negara Rp21 triliun. Kenaikan ini pun sebenarnya adalah pengalihan 77% subsidi BBM yang saat ini salah sasaran. Susilo meyakini kebijakan dua harga BBM bersubsidi tidak akan menimbulkan gejolak lantaran pengguna sepeda motor dan angkutan umum tetap membeli dengan harga Rp4.500 per liter.

“Bagi pengguna mobil pribadi, kalau merasa miskin, ya silakan (beli BBM di SPBU khusus sepeda motor dan angkutan). Tapi ini kan masalah hati,” ujarnya. Dia melanjutkan, agar kebijakan ini tidak membingungkan, nantinya akan dipasang spanduk dan papan petunjuk jalan yang memberitahukan lokasi SPBU yang melayani dan tidak melayani BBM subsidi untuk mobil pribadi.

Sebagai permulaan, aparat kepolisian akan dilibatkan untuk mengawasi. Kementerian ESDM mencatat, di wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi terdapat 750 SPBU, sekitar 55% hingga 60%-nya akan menjual BBM bersubsidi dengan harga Rp4.500 per liter. Sementara itu, daerah terpencil yang hanya memiliki satu SPBU berada di 34 titik di antaranya di Papua dan Maluku.

SPBU demikian akan tetap melayani BBM bersubsidi untuk motor dan angkutan umum, namun juga akan dilengkapi dengan tangki khusus untuk melayani mobil pribadi. Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Edy Hermantoro menambahkan, aturan pengendalian subsidi BBM di antaranya mencakup keputusan menteri ESDM tentang kenaikan harga BBM dan marjin SPBU.

”Selain itu, aturan tentang pembagian SPBU melalui peraturan BPH Migas,” katanya. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, rencana pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi untuk mobil pribadi tidak akan terlalu memengaruhi inflasi. “Tidak akan besar dampaknya karena kebutuhan pokok umumnya bergantung pada transportasi umum, sedangkan BBM untuk transportasi umum tidak mengalami kenaikan,” kata Hatta di Kampus Universitas Udayana, Denpasar, kemarin.

Menurut dia, kebijakan ini lebih berpengaruh pada kelompok menengah, yakni pemilik mobil pelat hitam, yang sesungguhnya mereka secara finansial sudah cukup mampu. Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR Teuku Riefky Harsya menilai penyesuaian subsidi BBM di tengah tekanan fiskal saat ini sebagai langkah yang rasional.

Menurut dia, jika subsidi BBM terus dibiarkan maka ekonomi negara bisa jebol. Karena itu, penyesuaian subsidi BBM mutlak dilakukan untuk memenuhi rasa keadilan masyarakat. “Sebetulnya subsidi BBM yang berlaku selama ini justru hanya dinikmati mayoritas kalangan menengah ke atas. Berdasarkan hitungan rasional, keekonomian premium saat ini sekitar Rp9.000,” katanya.

Transportasi Umum Tidak Diuntungkan

Opsi pemerintah menentukan dua harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dinilai kurang menguntungkan moda transportasi massal. Kebijakan tersebut dinilai Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda) kebijakan setengah hati. Ketua DPD Organda Jabar Aldo F Wiyana mengatakan, rencana pemerintah membuat dua harga BBM bersubsidi yaitu Rp4.500/liter untuk sepeda motor dan kendaraan berplat kuning serta Rp6.500-7.000/liter untuk mobil pribadi, adalah kebijakan setengah hati.

Opsi tersebut, lanjut dia, tidak menguntungkan moda transportasi umum. “Secara teori memang semestinya angkutan umum diuntungkan. Tapi kesamaan harga BBM untuk plat kuning dan sepeda motor justru membuat pengguna mobil pribadi beralih menggunakan sepeda motor. Bukan beralih menggunakan kendaraan umum,” jelas Aldo F Wiyana di Bandung, kemarin.

Menurut dia, pemilik mobil pribadi dipastikan lebih memilih membeli sepeda motor ketimbang menggunakan kendaraan umum sebagai moda transportasi umum. “Sebagian besar pemilik mobil pribadi adalah kelas menengah. Mereka tidak ada kendala untuk membeli motor,” kata dia. Organda tetap berpegang teguh kepada usulan awal, dimana harga BBM bersubsidi dinaikkan merata untuk semua jenis kendaraan pribadi kecuali kendaraan berplat kuning.

Sementara itu, Pengusaha Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Yedi Karyadi menyatakan kesiapannya apabila pemerintah memberlakukan opsi dua harga BBM bersubsidi. Menurut dia, operator SPBU tidakakanmenemukanmasalah berarti walaupun ada perbedaan harga untuk mobil plat hitam dan kuning serta kendaraan bermotor. “Selama sistem itu di sosialisasikan, saya kira tidak ada masalah. Kami tinggal melaksanakannya saja,” jelas dia. nanang wijayanto/ arif budianto

sumber:koran-sindo.com

« Previous PageNext Page »

PERSIB

Sejarah Hari Ini (17 April): Persib Juara Perserikatan Terakhir, 1994

Tepat hari ini, 20 tahun yang lalu digelar laga bersejarah di kompetisi sepakbola... 

Persib Bandung Siap Hadapi Tantangan Ajax Amsterdam

Pelatih Persib Bandung Djadjang Nurdjaman mengaku senang timnya direncanakan akan... 

Hari Ini Bobotoh-The Jack Mania Berdamai di Bogor

Pendukung Persib Bandung (Bototoh) dan suporter Persija Jakarta (The Jack Mania)... 

Informasi Sebelumnya