web analytics

Dampak dari Kekeringan, Petani Ciamis Rugi Rp144 M

6 September 2012   226 views

foto:antara

Kerugian yang ditanggung petani akibat musim kemarau yang berkepanjangan mencapai Rp144 miliar.

Kepala Bidang (Kabid) Produksi Padi dan Palawija Dinas Pertanian (Distan) Ciamis Yayat Sudaryat didampingi Kabid SDM Tini Lastiniwati mengatakan, luas lahan pertanian yang dilanda kekeringan di Ciamis mencapai 6.936 hektare. Adapun lahan yang mengalami gagal panen dan puso akibat kekeringan mencapai 4.793 hektare. “Kalau diasumsikan ratarata produksi padi di Ciamis 65,32 kuintal/hektare maka kehilangan produksi padi mencapai 31.308 ton.Kalau dinilai dengan uang, dengan harga gabah Rp4.600 per kilogram maka petani mengalami kerugian hingga Rp144 miliar,” ungkap Yayat.

Adapun upaya yang dilakukan saat ini, tambah Yayat, pihaknya sudah membagikan bantuan pompa air kepada petani untuk digunakan menyedot air bagi daerah yang dilanda kekeringan, namun masih ada air alternatif seperti di Padaherang.“ Jumlah mesin pompa yang sudah disebar melalui kelompok berjumlah 191 unit,”ujarYayat. Menurut Yayat, sebagai antisipasi kekeringan pihaknya juga sudah menawarkan alternatif kepada petani untuk menanam kedelai jauh hari sebelum kemarau melanda Ciamis dan sekitarnya.Namun,sebagian besar petani menolaknya karena pesimistis dan tidak terbiasa menanam kedelai.

“Karena banyak petani yang menolak, bantuan kedelai yang dikembalikan kepada pemerintah pusat yaitu penyediaan bibit untuk 3.000 hektare,” tandasnya. Sementara itu, petani di wilayah Kecamatan Padaherang, Kabupaten Ciamis memanfaatkan aliran pembuangan Sungai Ciseel menggunakan mesin pompa air untuk mengaliri area persawahan yang kondisinya mengering. Langkah ini berhasil menyelamatkan 150 hektare tanaman padi di Dusun Sindangkerta, Desa Karangpawitan,Kecamatan Padaherang, Kabupaten Ciamis.

“Kesulitan air untuk mengairi persawahan di Padaherang Ciamis sudah berlangsung sejak dua bulan terakhir. Sejak itu, warga sangat bergantung dengan mesin pompa memanfaatkan apur (aliran pembuangan) dari Sungai Ciseel yang masih ada airnya,” ungkap Pardianto,petani. ujang marmuksinudin.

Sumber : www.seputar-indonesia.com

230 Hektare Sawah di Majalengka Puso

5 September 2012   163 views

ilustrasi

Sekitar 230 hektare sawah di Kabupaten Majalengka tahun 2012 ini dinyatakan puso, serta seluas 900 hektare lainnya mengalami kekeringan sedang, berat, dan ringan sehingga dinyatakan gagal panen. Akibat hal tersebut Kabupaten Majalengka akan diperkirakan akan mengalami penurunan target produksi sebesar 0,01 persen. Jumlah areal kekeringan tersebut tidak termasuk areal sawah milik petani yang memaksakan tanam di lahan yang dinyatakan pemerintah tidak ada jaminan pengairannya atau maksa tanam.

Menurut keterangan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Majalengka H. Wawan Suwandi disertai Kepala Bidang Tanaman Pangan Nana Supriana areal lahan sawah yang mengalami puso tersebut seluas 219 hektare berada di Kecamatan Ligung yang tersebar di sejumlah desa seperti Desa Kedungsari, Kedungkancana, Kodasari, Sukawera, Majasari dan Leuweunghapit dan sejumlah desa lainnya serta sisanya seluas 11 hektaran berada di Kecamatan Cingambul. “Areal kekeringan di Kecamatan Ligung ini mencapai 2/3 dari laus total kekeringan yang ada,” kata Nana. Untuk areal sawah yang mengalami kekeringan berat mencapai seluas 296 ha, sedang 242 ha dan kekeringan ringan seluas 154 ha.

Arealnya tersebar di sejumlah kecamatan, masing-masing Jatitujuh, Kertajati, Ligung, Lemahsugih dan Cingambul. Jumlah kerugian akibat kekeringan tersebut diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. “Kalau setiap hektar rata-rata menghasilkan 5 ton kali 230 hektar yang mengalami puso kerugiannya mencapai sekitar 1150 tonan. Jumlah tersebut belum, termasuk yang mengalami kekeringan sedang dan berat,” ungkap Nana. Sementara itu areal sawah di sejumlah daerah seperti sebagian Kecamatan Sumberjaya, Panyingkiran, Majalengka serta Cigasong yang kondisi tanamannya baru berumur sekitar satu bulan setengah kini terancam kekeringan. Kondisi tanahnya mulai retak-retak dan tanamannya mulai pirang. Dan persi pemerintah areal tanaman di wilayah tersebut tidak etrmasuk yang direkomendasikan untuk ditanami sehingga tidak tercatat sebagai kerugian walapun puso. (C-28/A-88)***

Sumber : www.pikiran-rakyat.com

Petani Bojongsari Menunda Bercocok Tanam

4 September 2012   182 views

TIA KOMALASARI/”PRLM”

Petani padi Bojongsari menunda bercocok tanam kembali akibat adanya kekeringan. Sementara di Limo, kekeringan juga melanda petani sayuran sehingga dikhwatirkan gagal panen. Minimnya sumber daya air menyebabkan petani memberlakukan sistem shift dalam penyaluran air ke berbagai wilayah.

Petani penggarap di Bojongsari, Ajliun (65) mengaku, kesulitan dalam memperoleh air untuk mengairi sawahnya. Dirinya terpaksa menunggu untuk bercocok tanam kembali sampai persediaan air mencukupi. “Kalau sekarang ini ya sulit air. Apalagi musim kering kayak gini,” ujarnya, Selasa (4/9).

Ajliun mengatakan, dirinya merupakan petani terakhir yang melakukan panen di wilayahnya. Sementara petani lainnya sudah melakukan panen mulai dari sebelum bulan puasa. Namun tidak ada satu pun diantara mereka yang sudah merencanakan untuk menanam padi kembali.

Hal senada diutarakan petani lainnya, Asman (63) mengaku petani di wilayahnya melakukan pembagian shift dalam pengairan. Pada siang hari, aliran air diarahkan pada empang atau kolam ikan. Sementara pada malam hari, dialirkan untuk sawah.
Pembagian air juga dilakukan per wilayah. Misalnya saja setiap malam Sabtu dan malam Minggu, air dialirkan ke daerah Bojongsari, sementara hari lainnya ke Kecamatan Sawangan. Asman mengatakan, pembagian air berdasarkan waktu tersebut bertujuan untuk pemerataan air bagi petani di Depok. Meski agak sulit mendapatkan air, namun dengan pembagian air pada malam hari untuk sawah menurutnya cukup membantu petani.

Dia memprediksi kekeringan atau kesulitan air tersebut tidak berlangsung lama, seperti biasa saat musim penghujan air akan melimpah. “Ya memang sekarang air sulit, tapi nanti saat musim hujan air akan melimpah,” terangnya.

Meski begitu, ia tetap berharap agar sawah di Depok tidak tergerus oleh perumahan. Menurutnya, sebgai petani penggarap dia prihatin dengan alih fungsi lahan menjadi perumahan. “Ya ini memang pekerjaan kita satu-satunya, kalau sawah digusur kita mau kerja di mana lagi,” ujarnya.

Tidak hanya di Bojongsari, kekeringan juga mulai melanda petani sayur di Limo. Menurut salah satu petani sayur, Rojak, mengatakan sebanyak dua hektar lahan di Limo juga mengalami kekeringan. Menurut dia, kekeringan menyebabkan para petani sayuran mengalami gagal panen.

Kepala Dinas Peternakan Perikanan dan Pertanian Kota Depok Zalfinus Irwan mengatakan pihaknya sudah menyalurkan bantuan untuk pengadaan pompa air. Pompa air tersebut merupakan bantuan dari pemeirntah pusat dalam menanggulangi kekeringan. Untuk itu dirinya mempertanyakan bantuan pengadaan pompa air tersebut sudah digunakan apa belum. “Kalau ditanya kesulitan air. Kan sudah ada bantuan dari APBN, pengadaan pompa air sudah dipakai kelompok tani belum,” ujarnya. (A-185/A-147)***

Sumber : www.pikiran-rakyat.com

Bulog Divre Ciamis Siap Cairkan BCP Untuk Bantu Korban Kekeringan

3 September 2012   205 views

Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional (Divre) Ciamis siap mencairkan beras cadangan pemerintah (BCP), untuk membantu mengatasi kesulitan pangan bagi masyarakat korban kekeringan atau kemarau panjang.

Hanya saja penyaluran beras cadangan tersebut baru bisa dilaksanakan apbila sudah ada keterangan resmi dari pemerintah daerah yang menyatakan bahwa kekeringan sudah masuk dalam kategori bencana alam.

“Prinsipnya kami siap untuk meyalurkan beras cadangan pemerintah (BCP) untuk penanggulangan darurat. Keterangan keadaan darurat itu terlebih dahulu harus diputuskan oleh pemerintah setelah menilai akibat gagal panen atau tanam sehingga masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan bahan pangan,” kata Kepala Bulog Divre Ciamis Ali Hardi, Minggu (2/9).

Dia mengungkapkan untuk memutuskan kondisi atau status tersebut pemerintah kabupaten atau kota melakukan rapat koordinasi yang melibatkan instansi terkait, seperti pihak kecamatan, Dinas Pertanian, Bagian Sosial dan lainnya.

Dari hasil rapat kordinasi nantinya dapat menentukan langkah berikut, termasuk menentukan berat ringannya kondisi bencana.

“Yang penting harus terlebih dahulu ditentukan statusnya,sebagai bencana alam. Bencana alam itu bisa akibat kemarau atau yang lainnya, sehingga perlu penanganan darurat. Sekali lagi kami siap untuk mencairkan,” ujarnya.

Beberapa hal yang harus dijelaskan dalam menghadapi keadaan tersebut, Ali Hardi menambahkan, perlu ada kriteria mengenai pihak penerima, berapa banyak BCP yang akan disalurkan.

Kemudian berapa lama bantuan didistribusikan, dan lainnya. Dengan demikian, ia mengatakan penyaluran bakal tepat sasaran, tepat waktu.

“Kami membutuhkan data berapa banyak yang harus dibantu. yang mengetahui detil ada di kecamatan, hal itu juga tidak bisa dilepaskan peran dari Dinas Pertanian. Selanjutnya Bupati atau wali kota mengajukan permintaan pencarian BCP melalui Dinas Sosial. Kami segera layani dan gratis,” katanya.

Kepala Bulog Divre Ciamis yang membawahi lima wilayah Kabupaten Ciamis, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Kabupaten garut dan Kota Banjar, mengatakan bantuan tersebut biasanya berlangsung hingga masyarakat bisa kembali mengakses pangan seperti sebelumnya, atau sebelum ditetapkan kondisi bencana.

“Dengan demikian perlu ketentuan jelas berapa lama bantuan itu disalurkan, itu diputusakan dalam rapat koordinasi. Sebenarnya kami sudah cukup lama menyampaikan mekanisme tersebut kepada seluruh wilayah. Pemerintah kabupaten atau kota yang membutuhkan segera membuat permintaan,sampai saat ini belum ada yang mengajukan,” tuturnya.

Sebelumnya Ketua Komisi 2 DPRD Kota Tasikmalaya Ade Ruhimat menilai bahwa kekeringan akibat kemarau sudah masuk dalam kategori bencana alam. Dengan keadaan atau status tersebut, maka pemerintah secepatnya turun tangan mengatasi keadaan.

Ia menambahkan bahwa yang menjadikan dasar kondisi saat ini sebagai bencana di antaranya karena kemarau panjang mengakibatkan banyak sawah puso dan gagal panen serta ancaman terjadinya rawan pangan.

“Hasil pemantauan lapangan hampir seluruh kecamatan, khsusunya Tamansari dan Kawalu banyak areal persawahan yang kekeringan. Kondisi terseut bisa berdampak pada ancaman kemungkinan rawan pangan, khususnya beras. Selain itu juga berdasar hasil dialog dengan gabungan kelompok tani yang mengeluh akibat kemarau panjang,” ujarnya.

Untuk membantu meringankan petani, Ade Ruhimat menambahkan sudah saatnya pemerintah Kota Tasikmalaya segera mencairkan BCP yang disimpan di Bulog. Selanjutnya BCP disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya petani. Untuk mencairkan BCP, baru bisa dilaksanakan melalui Surat keputusan (SK) Wali Kota Tasikmalaya.

“Kami secepatnya minta pemerintah kota segera membuat SK pencairan BCP. Saat ini masyarakat sudah membutuhkan, di lain sisi ada BCP. Sayang jika tidak dimanfaatkan, apalagi untuk membantu masyarakat,” ujarnya.(A-101/A-89)***

Sumber : www.pikiran-rakyat.com

Pakar Tempe Inggris: Hati-Hati Tempe Diklaim Malaysia

28 July 2012   176 views

Jakarta – Beberapa hari terakhir tempe-tahu hampir hilang di pasaran, khususnya di Jakarta akibat harga kedelai melambung mencapai Rp 8.000/kg. Jika kejadian ini tidak cepat diatasi, negara lain bisa mengincar tempe sebagai makanan khasnya dikarenakan sulitnya mencari tempe di Indonesia.

Pakar Tempe asal Inggris Jonathan Agranoff mengatakan, masalah kedelai mahal yang membuat produsen berhenti produksi jangan sampai terulang kembali.

“Sayang, tempe ini warisan Indonesia, panganan tradisional, jangan sampai orang di Indonesia sulit cari tempe, ini berbahaya,” kata Jonathan di dalam acara Polemik ‘Memble Tanpa Tempe’ di Warung Daun Cikini, Jakarta, Sabtu (28/7/2012).

Berbahayanya, kata Jonathan, karena tempe bisa diklaim oleh negara lain. Karena di negara lain sangat mudah mendapatkan tempe.

“Kalau di Indonesia saja susah cari tempe, ini membuat negara lain bisa saja seperti Malaysia, Australia bisa mengklaim tempe adalah asli dari negara mereka,” ucapnya.

Apalagi Amerika Serikat saat ini sudah mematenkan tempe jenis mereka sendiri. Sama halnya juga di Jepang ada tempe khas mereka sendiri yang diproduksi secara besar-besaran.

“Padahal semua negara yang membuat tempe, itu belajarnya dari orang Indonesia, terutama dari orang Jawa, tidak ada orang di dunia yang bisa buat tempe seenak buatan orang Jawa atau orang Indonesia,” ungkapnya lagi.

Untuk itu Jonathan meminta, pemerintah dan setiap stakeholder menyadari betapa pentingnya panganan asli Indonesia ini.

“Petani kedelai lokal harus diberdayakan, produsen tempe-tahu lokal diberdayakan, tingkatkan teknologinya, patenkan caranya, produknya, untuk apa? agar tempe yang warisan Indonesia ini diakui dunia dan asal tempe hanya di Indonesia bukan di negara lain. Apalagi saat ini saya jujur sedang merindukan tempe yang digoreng dengan bumbu dan aroma bawang putih dan ketumbar, di mana saat ini khususnya di Jakarta sulit didapatkan karena tempe langka,” tandas Jonathan.

Sumber : www.detik.com

Indonesia Diharapkan Kirim Tenaga Ahli Pertanian ke Gambia

22 July 2012   146 views

Dubes Andradjati (kanan) dan Presiden Zambia

Jakarta Presiden Gambia Sheikh Alhajj Yahya AJJ Jammeh berharap pemerintah Indonesia dapat membantu mengatasi persoalan pertanian yang tengah mereka hadapi. Pengiriman tenaga ahli pertanian merupakan salah satu jenis bantuan yang diharapkan.

Pernyataan itu disampaikan Presiden Yahya Jammeh saat bertemu dengan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Republik Gambia, Andradjati. Pertemuan itu merupakan bagian dari kegiatan penyerahan credentials atau surat-surat kepercayaan atas penunjukan Andradjati selaku Dubes RI untuk Gambia.

“Gambia saat ini berupaya memperbaiki sistem pertaniannya setelah mengalami kegagalan panen pada tahun 2011. Untuk itu, Presiden Gambia mengharapkan Indonesia dapat membantu,” kata Dubes Andradjati dalam surat elektroniknya kepada detikcom, Sabtu (21/7/2012).

Disebutkan Andradjati, Indonesia dan Gambia telah memiliki hubungan yang telah terjalin baik sejak lama. Pada tahun 2005 lalu, Presiden Yahya Jammeh juga sempat berkunjung ke Indonesia. Diharapkan hubungan tersebut dapat terus ditingkatkan, khususnya di bidang pertanian dan perdagangan bilateral.

“Presiden Yahya Jammeh juga menekankan pentingnya peningkatan perdagangan langsung antara kedua negara yang masih rendah. Gambia mengakui kualitas produk-produk buatan Indonesia, namun sayangnya saat ini produk Indonesia sebagian besar masih diimpor dari negara ketiga,” tukas Andradjati.

Dalam pertemuan yang berlangsung pada Kamis (19/7/2012) waktu Gambia tersebut, Andrajati berpendapat senada tentang pentingnya penguatan kerjasama dalam banyak hal antara kedua negara. Pada pada tahun 2011, Pemerintah Indonesia telah mengirim tiga tenaga ahli pertanian ke Agriculture Rural Farmer Training Center (ARFTC) di Jenoi guna memberikan pelatihan dan penyuluhan bagi petani Gambia.

“Sementara pada tahun ajaran 2012, Pemerintah Indonesia telah menyetujui beasiswa bagi dua WN Gambia yang akan mengambil program pasca sarjana di Indonesia,” kata Andradjati.

Sumber : www.detik.com

Petani Jabar Bidik Ekspor Tembakau

17 July 2012   291 views

BANDUNG – Tingginya hasil produksi tembakau di Jawa Barat membuat Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jawa Barat membidik peluang ekspor yang ada.

Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jabar Nana Suryana mengatakan,pihaknya akan fokus menggarap potensi ekspor tembakau nasional ke sejumlah negara yang memproduksi rokok di dunia. Menurut dia, permintaan pasar tembakau jenis hijau dan hitam sangat tinggi.Pada 2011, permintaan tembakau hijau mencapai 2.000 ton sedangkan tembakau hitam sebanyak 3.000 ton. “Kami akan fokus menggarap pasar ekspor.

Ini untuk mengantisipasi pengaruh atas pemberlakuan aturan pemerintah tentang pengamanan produk tembakau,” jelas Nana Suryana di Bandung,kemarin. Dia menyebutkan,produksi tembakau hijau nasional hanya mencapai 196 ton atau hanya terpenuhi sekitar 9%. Sementara produksi tembakau hitam 313 ton atau hanya terpenuhi sekitar 11%.

Menurut dia, petani tembakau Jawa Barat berpotensi menggarap peluang tersebut. Apalagi, produksi tembakau Jabar cukup besar. Rata-rata, produksi petani tembakau di Jawa Barat mencapai 8.800 ton/tahun. Dihasilkan dari besaran luas lahan tembakau sekitar 9.618 hektare.Sementara jumlah petani tembakau di Jabar mencapai 89.000 kepala keluarga

Sumber : http://www.seputar-indonesia.com

Sawah di Sekitar Aliran Sungai Cijangkelok Mulai Kering dan Sulit Diolah

11 July 2012   232 views

KUNINGAN, (PRLM).- Areal sawah dan ladang pertanian di desa-desa sekitar aliran Sungai Cijangkelok wilayah Kec. Cibingbin, Kab. Kuningan, kini sudah mulai kering serta sulit diolah petani untuk ditanami padi maupun tanaman palawija. Di balik itu, Sungai Cijangkelok yang biasa dijadikan andalan pengairan areal sawah dan ladang palawija oleh para petani, saat ini juga sudah mulai surut dan nyaris mengering akibat kemarau.

Menurut sejumlah penduduk di kecamatan sekitar perbatasaan wilayah Provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah tersebut, wilayah Kec. Cibingbin dan sekitarnya sudah hampir dua bulan penuh tidak terguyur hujan. Namun masih beruntung, menurut para petani, tanaman padi pada areal sawah tersebut tidak ada yang mengalami puso kekeringan.

“Kebetulan, pada saat-saat kemarau tiba, tanaman padi pada areal sawah di sepanjang sungai ini, sudah mendekati usia panen sehingga tidak ada yang sampai mengalami kekeringan dan gagal panen,” ujar seorang petani di Desa dan Kec. Cibingbin Tarjo (61) yang sedang mengairi ladang tanaman palawinya menggunakan mesin pompa air dari Sungai Cijangkelok, Selasa (10/7/12).

Namun, pascapanen padi, areal sawah di desa-desa di Kec. Cibingbin, seperti di antaranya di Desa Sindangjawa, Cibingbin, Citenjo, Dukuhbadag, dan Batarpanjang, sebagian besar kini terancam menganggur karena tidak ada sumber air. Terlebih lagi untuk areal sawah dan lahan darat tanaman pertanian yang jauh dari aliran Sungai Cijangkelok.

Petani penggarap dan pemilik lahan pertanian di desa tersebut, sekarang memang cukup banyak juga yang masih berusaha memanfaatkan lahan keringnya diolah serta ditanami tanaman palawija, seperti jagung dan kacang kedelai. Namun, upaya pemanfaatan lahan kering di musim kemarau, menurut Tarjo dan sejumlah petani lainnya di desa-desa tersebut, memerlukan tenaga dan biaya ekstra khusus untuk memenuhi kebutuhan pengairan lahan tanamannya.

“Untuk memenuhi kebutuhan air tanaman palawijanya, sebagian besar petani di desa-desa sekitar sungai ini, termasuk saya, biasa memanfaatkan air dari sungai ini dipompa menggunakan mesin pompa air seperti ini,” kata Daslam (40) yang sedang merapikan selang penyalur air dari mesin pompa air bersama dua petani lainnya di tepi Sungai Cijangkelok di sekitar perbatasan Desa Cibingbin dan Citenjo.

Sementara itu, areal sawah dan ladang pertanian serta desa-desa di wilayah Kec. Cibingbin sebagian besar berada di daerah dataran rendah bervariasi perbukitan kawasan hutan jati Perhutani. Di wilayah kecamatan yang berbatasan dengan wilayah Kec. Banjarharjo, Kab. Brebes, Jawa Tengah itu, terdapat aliran sungai besar, yaitu Sungai Cijangkelok yang bermuara ke daerah pantai utara melalui Kec. Banjarharjo.

Sungai tersebut, menurut penduduk di desa-desa di wilayah Kec. Cibingbin, memiliki karakter cukup drastis dalam hal perubahan volume dan arus airnya. Kalau datang musim hujan, menurut warga sekitar, volume air sungai tersebut sangat cepat meningkat bahkan sering kali meluap dahsyat.

Sebaliknya, jika di daerah hulu dan sekitarnya tidak terguyur hujan selama satu bulan saja, volume dan aliran air di sungai tersebut langsung menyurut drastis. Berdasarkan pengalaman pada musim-musim kemarau sebelumnya, para petani di desa-desa sekitar sungai tersebut, memperkirakan jika dalam sebulan ke depan tidak ada hujan, sungai tersebut bakal kering kerontang. (A-91/A-108)***

Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/node/195450

Mengolah Sampah Organik Menjadi Kompos Bokashi

17 July 2009   267 views

Mengintip Pengelolaan Sampah di SMA Kornita

Sampah tidak selalu menjadi barang yang tidak bermanfaat dan menjijikan karena bau busuknya. Sebaliknya, jika bisa mengolahnya dengan baik, sampah akan menjadi barang yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. SMA Kornita menjadi salah satu SMA yang mengembangkan sampah organik menjadi pupuk kompos dengan kualitas tinggi. Apa saja resep SMA Kornita meramu sampah organik?

BUKAN hal yang sulit untuk mengubah sampah organik menjadi kompos. Pasalnya, sekitar 70 persen sampah di lingkungan rumah merupakan sampah organik berupa sisa-sisa makanan, tanaman dan kotoran hewan yang mudah terurai.

SMA Kornita yang berada di dalam lingkungan Institut Pertanian Bogor (IPB) mempunyai resep mengubah sampah organik menjadi Kompos Bokashi.

Mengenai cara mengolah sampah organik menjadi Kompos Bokashi, Wakasek Kesiswaan SMA Kornita Gatot Widodo menjelaskan, bahan yang bisa digunakan yaitu sampah organik yang telah dicacah dan disekam. Kedua bahan ini kemudian dicampur dengan dedak, gula pasir serta cairan EM4 ditambah air secukupnya. “EM4 merupakan larutan fermentasi untuk proses pembusukan unsur organik,” ucapnya.

Langkah-langkahnya yakni, melarutkan EM4 dan gula ke dalam air, sementara buat adonan sampah, sekam dan dedak sampai merata. Setelah itu, masukan perlahan larutan EM4 ke dalam adonan.

Bila adonan dikepal dengan tangan, air tidak keluar dari adonan. Bila kepalan dilepas, maka adonan akan mengembang. Bila hal tersebut belum terpenuhi dan adukan belum sempurna, kembali lakukan pengadukan ulang.

Selanjutnya, adonan ditumpuk di atas ubin kering, kemudian ditutup dengan karung selama 3-4 hari. Pertahankan suhu gundukan adonan antara 40-50 derajat celcius.

Jika suhu lebih dari 50 derajat celcius, bukalah karung penutup dan bolak-balik gundukan adonan. Kemudian, kembali tutup dengan karung goni dan diamkan selama empat hari.

Suhu tinggi dapat mengakibatkan adonan rusak karena proses pembusukan. Selain itu, pengecekan suhu dilakukan setiap lima jam.

Setelah empat hari, adonan terfermentasi dan siap digunakan sebagai pupuk organik.

Menurut dia, pupuk yang dihasilkan kini sudah dapat dirasakan dan digunakan, walaupun masih intern. “Digunakan untuk kebun milik sekolah,” ujarnya.

Dengan demikian, sampah yang dihasilkan tidak terbuang dengan percuma. “Setelah dengan Jerman, dalam waktu dekat, kami akan bekerja sama dengan Unilever Indonesia,” katanya.

Sebenarnya, ada cara lain untuk mengurangi volume sampah yaitu dengan cara pembakaran. Namun, cara tersebut dapat menghasilkan dioksin atau ratusan jenis senyawa kimia berbahaya seperti CDD (chlorinated dibenzo-p-dioxin), CDF (chlorinated dibenzo furan) atau PCB (poly chlorinated biphenyl).

Apabila senyawa yang berstruktur sangat stabil hanya dapat larut dalam lemak dan tidak dapat terurai ini bocor ke udara dan terhirup manusia maupun hewan melalui udara, dioksin akan mengendap dalam tubuh dan pada kadar tertentu dapat mengakibatkan kanker. “Diharapkan, semua dapat menyadari hidup bersih,” pungkasnya. (*)
(Lucky L. Hakim) radar-bogor.co.id

PESANTREN PERTANIAN DARUL FALLAH

3 July 2009   259 views

Yayasan Pesantren Pertanian Darul Fallah didirikan berdasarkan Akta Notaris J.L.L Wenas di Bogor pada tanggal 09 April 1960, dengan nomor 12. Yayasan Pesantren Pertanian Darul  Fallah terdaftar dalam buku regristrasi di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Bogor pada tanggal 16 Maret 1969 di bawah no. 25/1969 AN

Perkampungan Pesantren dibangun mulai bulan Juni 1960 di  atas lahan tanah wakaf dari R.H.O. Djunaedi seluas 26,6 Ha. Pengesahan terhadap pengwakafan areal lahan itu disyahkan oleh Kepala Pengawas  Agraria Keresidenan Bogor pada tanggal 20 Juni 1961, dengan piagam No. 114/1961. Areal itu terletak di dua blok yaitu blok Lemahduhur dan Blok Gunung Leutik, (sekarang disebut Bukit Darul Fallah) Desa Benteng.

Pada tanggal 02 Agustus 1966, oleh Pengurus Yayasan telah dilakukan perubahan Anggaran Dasar Yayasan di hadapan Notaris Ny. Nurhayati Yunus, SH. Di Bogor dengan Nomor 1 (satu). Anggaran Dasar Yayasan telah dimasukkan alam Tambahan Berita Negara dengan nomor 49 tahun 1997, pada Tambahan Berita Negara RI tanggal 24 April 1997 No. 32.

Pengurus Yayasan dan Pimpinan Pesantren beralamatkan di Kp. Lemahduhur, RT. 02/04 desa Benteng kecamatan Ciampea kabupaten Bogor. Surat-surat pos dapat dialamatkan pada “PP. Darul Fallah Kotak Pos 100 Bogor (16001)

Sebagai Ketua Yayasan yang pertama adalah K.H. Sholeh Iskandar (1960-1992), (1992-2003) adalah Dr. Ir. H. A. Aziz Darwis, MSc) dan dari tahun 2003-sekarang adalah  Dr. Ir. H. Meika S. Rusli, untuk menyesuaikan Anggaran Dasar YPP. Darul Fallah dengan UU No. 16 Tahun 2001, maka sebagai Ketua Pembina adalah Dr. Ir. H. Abdul Aziz Darwis, M.Sc Dan saat ini Pimpinan Pesantren adalah KH. Abdul Hanan Abbas, Lc

Pendidikan  formal pesantren dimulai pada tahun 1963. Pada tahun 1968, dimulai lagi pendidikan Pesantren Pertanian Darul Fallah tingkat Aliyah yang dipimpin oleh Ir. M. Saleh Widodo (Al. Meninggal 1991). Sejak saat itu (1968) ditetapkan pula Dr. Muhammad Natsir (Alm. Meninggal 1993) sebagai Ketua Badan Penasehat Pengurus YPP. Darul Fallah, selanjutnya K.H. Hasan Basri sebagai Ketua Badan Penasehat YPP. Darul Fallah pada tahun 1993-1999 (Alm. Meninggal pada tahun 1999) dan sejak 1999 digantikan sebagai Ketua Badan Penasehat adalah Prof. Dr. Ir. H. Zuhal Abdul Qodir, MSc.

§  VISI  PP. DARUL FALLAH

Mewujudkan Darul Fallah sebagai lembaga pendidikan, dakwah dan pengembangan masyarakat dengan memiliki keunggulan tersendiri dan menghasilkan SDM yang memiliki ruhul jihad, kreatif, inovatif dan mandiri.

§  MISI  PP. DARUL FALLAH

a.  Pendidikan

Menyelenggarakan dan mengembangkan sistem pendidikan yang unggul dengan kurikulum yang memadukan materi ajaran Islam dan IPTEK dalam jenjang pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan bangsa.

b. Dakwah

Menyelengarakan dakwah bilhal dengan mengaplikasikan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari dan mendifusikan IPTEK dalam usaha-usaha produktif. Dakwah difokuskan dalam bentuk dakwah bilhal.

c. Pengembangan Masyarakat

Mengembangkan proyek-proyek percontohan qoryah thoyyibah di daerah pedesaan dengan pendekatan menjalin kerja sama dengan instansi atau lembaga terkait.

§  TUJUAN  PP. DARUL FALLAH

Terbentuknya pribadi beriman-berilmu-berakhlaq Islam yang mandiri dan berdakwah menegakkan agama (Iqomatuddin), yang membina peningkatan harkat kehidupan diri pribadi, keluarga dan masyarakat melalui dakwah dan berwiraswasta yang diridhoi ALLAH SWT.

  • KONDISI Lahan dan Perkampungan

Lahan pesantren  seluas 26,5 ha, terletak pada km 12 jalan raya Bogor-Leuwiliang, atau 2 km dari  kampus  IPB Darmaga. Lahan memanjang sekitar 1 km dari tepi jalan raya kampung Kebon Eurih masuk kedalam ke arah kampung Gunung Leutik. Kondisi lahan berbukit, 90 % miring dan 10 % datar. Hanya sebagian kecil kira-kira 5 % berupa lahan sawah dan sebagian besar berupa lahan kering.  Tanah lahan kering termasuk jenis  latosol, dengan pH antara 5-7. Curah hujan rata-rata per tahun > 3.000 mm, 09 – 12 bulan basah serta 0-1 bulan kering.  Mulanya keadaan lahan kurus dari unsur-unsur hara karena proses pencucian oleh air hujan (perkolasi). Kondisi itu telah berubah setelah sebagian besar lahan tertutup oleh budidaya tanaman tahunan serta kebun rumput. Lahan Pesantren sebagian besar dibatasi secara alami oleh sungai-sungai besar (Cinangneng, Ciampea) serta selokan-selokan.

  • Kegiatan Yang Telah Dilaksanakan

§   Pendidikan dan Dakwah

1.    TK/Raudhatul Athfal

2.    Madrasah Diniyah 4 tahun (untuk tingkat SD/MI)

3.    Madrasah Tsanawiyah (Terakreditasi ‘A” Unggul)

4.    Madrasah Aliyah Terpadu (Terakreditasi “A” Unggul)

5.    Pendidikan Kesetaraan (Paket A dan Paket B)

§  Pusat Pelatihan (Diklat)

§  Unit Usaha

1.       PT. Dafa Tekno Agro Mandiri (perbanyakan tanaman/kultur jaringan)

2.       Koperasi Pondok Pesantren (simpan pinjam, warung, wartel dan pupuk organik)

3.       Peternakan dan Perikanan (sapi perah dan kambing perah)

4.       Pabrik Pakan Ternak (Kapasitas Produksi 100 ton/hari)

5.       Usaha Rumah Tangga (nata de coco,  aloe vera/lidah buaya dll)

6.       Pertukangan dan Perbengkelan (Besi dan Kayu)

7.       Agrowisata Rohani

8.       Hutan Rakyat

9.       Lembaga Penunjang lainnya seperti P4S, BDS, LM3.

Profil Usaha Yang Telah Dijalankan

A.     Pendidikan

Pesantren Pertanian Darul Fallah menerapkan suatu system pendidikan terpadu dari berbagai sisi seperti keterpaduan :

1. Pendidikan agama dengan teknologi/keterampilan (terutama Agribisnis)

2.     Pendidikan formal  dengan non formal pesantren serta informal komunitas pesantren.

3.     Pendidikan intelektual (teori) dengan praktek penerapan usaha (kewirausahaan).

4.    Pendidikan pencapaian prestasi individual dengan semangat pelayanan pada  masyarakat dhuafa dan masakin.

Sesuai dengan tuntutan perkembangan jaman, maka  dibuka pendidikan formal yakni TK Islam/Ra (tahun 1992), MTs (tahun 1993) dan MAT (tahun 1994). Kurikulum : Darul Fallah menggunakan Kurikulum yang merujuk pada Kurikulum Nasional Departemen Agama dan Departemen Pendidikan Nasional yang disempurnakan dengan muatan lokal terutama Jiwa Kemandirian, MIPA dan Agama.

B.   Unit Usaha

1. PT DaFa Teknoagro Mandiri

PT. DaFa Teknoagro Mandiri sebagai produsen bibit unggul terdepan, saat ini telah memproduksi berbagai bibit tanaman holtikultura, kehutanan dan perkebunan.

Bibit yang telah diproduksi antara lain kentang granola dan atlantic, pisang buah (Tanduk, Ambon, Emas, Mulubebe), pisang abaca, Chrysanthemum (20 jenis), Anggrek (Phalaenopsis, Dendrobium), Jati Kencana (fast growing) dan vanili.  Yang masih dalam penelitian antara lain gaharu, ramin, rami, ubi dan talas jepang serta mahkota dewa.

Dalam lima tahun mendatang diproyeksikan produk kentang menjadi benchmark produsen benih di Indonesia baik Plantlet, benih G0, G1 dan G2.  Dengan jaringan petani penangkar di seluruh Indonesia dan market share 5 % kebutuhan benih kentang nasional mampu memproduksi 5.000 ton benih G4 per tahun.

Dengan aset perusahaan yang dimiliki antara lain bangunan laboratorium (798 m2), green house (60 m2), nursery net house (2.000 m2) dan lahan benih (2 Ha) diharapkan menjadi

sarana bagi santri untuk dapat mempelajari dan mempraktekkan pengetahuan yang dimilikinya.

2. Kopontren Darul Fallah

Koperasi Pesantren Darul Fallah didirikan pada tahun 1969. Anggota koperasi adalah seluruh warga Pesantren yaitu pengurus yayasan, pengelola, ustadz, karyawan dan santri serta simpatisan Darul Fallah.

Fasilitas yang ada yang berfungsi juga sebagai sarana pembelajaran antara lain :

§  Unit Simpan Pinjam Syariah

§  Warung Serba Ada Koperasi

§  Pupuk Organik Bokashi

§  Konsultasi dan Pelatihan Perkoperasian

§  Lembaga pemberdayaan usaha kecil menengah di bawah Kementerian Koperasi

3. Unit Usaha Peternakan

Aset usaha peternakan antara lain kandang (sapi perah, sapi penggemukan, domba, kambing perah) seluas 3.000 m2, lapangan rumput seluas 3 Ha lebih, unit pengolahan hasil susu, pembuatan pupuk bokasi dan intalasi biogas serta kolam ikan. Program unit usaha peternakan antara lain pengembangan jumlah dan kualitas ternak, diversifikasi usaha, pengelolaan produksi spesifik dari hulu sampai hilir dan mendirikan pusat pelatihan bisnis peternakan. Pengelolahan hasil peternakan seperti susu pasturisasi (kambing dan sapi) dan yogurt dari susu sapi.

4. Usaha Rumah Tangga

Para staf dan karyawan PP. Darul Fallah diberikan kesempatan untuk mengelola usaha-usaha kecil yang bernilai ekonomis tinggi. Usaha-usaha tersebut di antaranya nata de coco (Amalia), nata de aloe vera/lidah buaya (alera, jamur tiram dan lain-lain.

5. Pertukangan dan Perbengkelan

Pesantren memiliki bengkel kayu dan bengkel besi sebagai sarana pembelajaran bagi para santri.

6. Hutan Rakyat

Hutan Rakyat ini ditujukan untuk menumbuhkan dan mendukung program lain seperti wisata rohani, outbond, percontohan dan pendidikan kehutanan, dengan menggunakan alokasi lahan seluas 5 Ha. Dibuka pertama kali dengan penanaman sengon pada tahun 1998 (kerja sama dengan IPB), dan sudah mulai dipanen pada tahun 2007 ini, bersamaan dengan peluncuran Program “Mari Menanam Sejuta Sengon” oleh Menteri Kehutanan RI.

Areal ini juga menjadi area praktikum santri yang dikombinasikan dengan penanaman jati untuk investasi jangka panjang.

7.   Agrowisata Rohani

Panorama areal pesantren yang indah, sejuk dan nyaman, dengan suasana agamis dan fasilitas masjid mendukung untuk wisata rohani. Obyek penunjang seperti persemaian, kolam ikan, anak kambing berkeliaran, hutan dan track yang terarah akan mendukung wisata pendidikan, pertanian, outbond yang islami.

8. Lembaga Penunjang Lainnya

  • Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya (P4S)
  • Lembaga Mandiri yang Menagakar di Masyarakat (LM3)
  • Pusat Pengabdian Masyarakat dan Kerjasama antar pesantren se Jabotabek, Jawa Barat dan Banten.

Semua unit-unit usaha yang dimiliki Pesantren Pertanian Darul Fallah menjadi sarana media pendidikan dan praktikum santri pada bidang studi IPA, Ekonomi, manajemen lingkungan dan pengujian mutu produk.

  • Ketersediaan Sarana dan Fasilitas

Darul Fallah saat ini telah memiliki fasilitas dan sarana sebagai untuk mendukung berbagai kegiatan pelatihan  antara lain :

§  Pusat pelatihan ini memiliki fasilitas 15 kamar penginapan dengan kapasitas dengan daya tampung saat ini 60 orang .

§  Sarana Belajar (Kelas, Laboratorium & Perpustakaan)

§  Masjid sebagai pusat aktivitas

§  Asrama & ruang makan putra – putri (terpisah)

§  Lapangan Olahraga

§  Aula/Gedung Serba Guna

§  Camping Ground/Outbound

§  Sarana Perbengkelan & Keterampilan

  • Ketersediaan Sarana Penunjang

Darul Fallah saat ini telah memliki sarana penunjang untuk mendukung berbagai kegiatan pelatihan  antara lain :

§  Pabrik makanan ternak (kapasitas 100 ton)

§  Mesin Pasteurisasi susu

§  Pendingin/freezer dengan kapasitas besar

§  Instalasi biogas dari kotoran ternak

§  Instalasi hidram (pompa air system hidrolis)

§  Vacuum Frying

§  Alat pengiris singkong, pemarut kelapa, penggiling cabe

§  Alat pemotong rumput, pengrajang rumput, dan penggiling pellet makanan ternak.

§  Kandang (sapi perah, sapi penggemukan, domba, kambing perah) seluas 3.000 m2,

§  Lapangan rumput seluas 3 Ha lebih,

§  Unit pengolahan hasil susu,

§  Pabrik pembuatan pupuk bokasi.

§  Laboratorium Kultur Jaringan

Jenis Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat

§  Santunan Terhadap Anak Yatim

Di sekitar pemukiman pesantren terdapat anak-anak yatim dari keluarga miskin.  Karena kemiskinan itu, mereka sebagian besar tidak menyelesaikan pendidikan Sekolah Dasar.Maka dibentuk Unit Kerja untuk mengumpulkan dana serta menyantuni keperluan pendidikan anak-anak yatim itu. Hal itu dilakukan dengan bekerjasama dengan Biro Anak Yatim BKSPP dan DDII. Sekarang praktis tidak ada anak yatim di 4 kampung dari 2 desa yang tidak menamatkan SD. Sebagian mereka melanjutkan di Madrasah Tsanawiyah Darul Fallah. Saat ini ada lebih dari 120 anak yatim yang secara berkala mendapatkan santunan alat-alat belajar, dan masih sangat kecil yang mendapat beasiswa belajar secara penuh.

§  Pesantren Kilat

Setiap tahun pesantren menyelenggarakan Pesantren Kilat selama 12 hari untuk setiap angkatan. Semula Pesantren Kilat diselenggarakan di bulan Ramadhan, tetapi setelah sekolah umum tidak libur di bulan Ramadhan, Pesantren Kilat diselenggarakan pada hari libur panjang bulan Juni-Juli. Setiap angkatan diikuti sekitar antara 120-200 santri dari pendidikan tingkat SD kelas V dan VI, tingkat SLP dan SLA.

§  Pelayanan Pengajaran pada Majelis Ta’lim

Para pengasuh pesantren secara bergantian memberikan pengajian di dusun Kebun Eurih, dusun Lebak Gunung, dan dusun Gunung Leutik.  Pengajian itu berlangsung untuk seminggu sekali setelah shalat Isya.  Di samping itu di pesantren setiap malam Sabtu diadakan pengajian warga pesantren (pria dan bukan santri), dan pada Sabtu sore pengajian kaum ibu di mesjid pesantren bersama masyarakat sekitar.  Pesantren juga menjadi penyelenggara pengajian gabungan dari Pondok Pesantren Bogor (Majelis Ulil Albab) yang berlangsung setiap hari Ahad kedua bulan Masehi yang bersangkutan.

§  Pembinaan Masyarakat Desa Hutan

Pada bulan September 1999, Pesantren Pertanian Darul Fallah dengan PERUM PERHUTANI Wilayah I Jawa Barat menandatangani kesepakatan bersama untuk membina sekitar 500 petani yang mengolah lahan PERUM PERHUTANI di Kecamatan Cariu Kabupaten Bogor.  Peran pesantren adalah membina mental, mengusahakan pinjaman modal kerja serta memberikan bimbingan teknik budidaya tanaman sela.

§  Memberikan Konsultasi Agribisnis

Di pesantren dibentuk Klinik Konsultasi Agribisnis (KKA) dengan menempatkan tenaga ahli dari pesantren, IPB dan Dinas-Dinas.  KKA berada dalam naungan Yayasan Konsultasi Agribisnis yang dibentuk oleh pribadi-pribadi tingkat pusat Departemen Pertanian.

§  Menyediakan Fasilitas Lapangan Olahraga

Sejumlah 5 SD di sekitar pesantren menggunakan lapangan olahraga pesantren untuk mengajar olahraga bagi muridnya.  Hal itu dikarenakan kurangnya lapangan sepak bola di Kecamatan Ciampea (hanya ada 1 untuk 18 desa). Sekolah Bola CIWA yang diselenggarakan oleh PS CIWA juga menggunakan lapangan pesantren untuk latihan. Telah disepakati bahwa pesantren akan ikut membina mental anak-anak bola yang berjumlah hampir 200 anak (SD dan SLP).

§  FOSMATREN (Froum Silaturahmi Pondok Pesantren)

Lembaga silaturahmi yang dibentuk untuk mewadahi alur komunikasi antar pondok pesantren dalam berbagai kegiatan pengembangan masyarakat. Sampai saat ini kegiatan yang telah dilaksanakan diantaranya :Pengadaan dempon peternakan di cijeruk Bogor, Dempon kacang tanah di Cileungsi Bogor, Dempon Tanaman Hutan di Ciampea Bogor, Dempon Ikan Lele Sangkuriang.

§  Kelembagaan Intern Pendukung

Untuk penyelenggaraan berbagai pelatihan itu pesantren mengembangkan berbagai kelembagaan seperti Yayasan Desa Bahagia (YDB), Badan Koordinasi Pengembangan Koperasi Pondok Pesantren  (BKP Kopontren), Unit Pelayanan dan Pengembangan Teknologi Pertanian Agribisnis (UPPTPA), Unit Klinik Konsultasi Agribisnis (KKA), Pusat Pendidikan Pelatihan Pertanian Swadaya (P4S), Lembaga Mandiri Mengakar di Masyarakat (LM3), dll.

Untuk Informasi Lebih Lanjut :

YAYASAN PESANTREN PERTANIAN DARUL FALLAH

JL. RAYA BOGOR-CIAMPEA KM 12 BOGOR 16620

TELP/FAX : 0251- 8622303/ 8622278

EMAIL : info@darulfallah.org , WEBSITE : www.darulfallah.org

« Previous PageNext Page »

PERSIB

Persib laporkan Sergio ke FIFA

Langkah tegas dilakukan Persib Bandung terkait kepergian mesin golnya musim lalu,... 

FERDINAND SINAGA : Pemain Terbaik Asia Tenggara Pekan Ini

Ferdinand Sinaga tengah dalam performa terbaik sebagaimana ia mencetak dua gol dan... 

Konate: Insya Allah Musim ini Persib Menang di Gresik

GRESIK United di kandangnya sulit dikalahkan Persib. Setidaknya itu terjadi di dua... 

Informasi Sebelumnya