web analytics

Wisata Religi di Candi Cangkuang

16 July 2013   207 views

cankuangLiburan ke Garut tidak selalu untuk wisata belanja dan kuliner. Pergilah ke Candi Cangkuang, di sana traveler bisa berwisata religi dan melihat Alquran yang ditulis di atas kulit kayu.

Candi Cangkuang terletak di Garut, atau lebih tepatnya di Kecamatan Leles, Kampung Pulo. Pemandangan menuju Kampung Pulo juga lumayan indah. Anda akan melewati pesawahan yang hijau dan sungai kecil yang mengalirkan air jernih.

Begitu sampai, kami parkir kendaraan di depan sebuah rumah makan. Dari sana, kami masuk ke kawasan wisata dan membayar biaya masuk sebesar Rp 3.000 per orang. Karena pagi itu cukup sepi, kami tidak langsung menyeberang ke lokasi candi, melainkan mengobrol terlebih dahulu di pinggir danau.

Candi Cangkuang sendiri diambil dari nama desa tempat candi ini berada. Candi Cangkuang merupakan salah satu cagar budaya. Candi ini berlokasi di sebuah daratan di tengah danau kecil atau kalau orang sunda lebih sering menyebutnya ‘Situ’.

Nah, untuk mencapai candi, kami harus menyeberang dengan menggunakan sebuah rakit. Akhirnya setelah menunggu, beberapa rombongan lain datang untuk menyeberang. Dengan begitu, biaya untuk menyeberang bisa dibagi rata dan menjadi jauh lebih murah.

Satu rakit untuk menyeberang dihargai Rp 80.000. Untungnya seorang bapak dari rombongan menawar dan kami akhirnya hanya membayar Rp 6.000 per orang. Setelah menyeberang ke candi, kami melewati jajaran penjual suvenir sebelum memasuki area candi.

Ada pedagang yang berjualan makanan, baju dengan gambar Candi Cangkuang, lukisan, ukiran kayu dan beberapa jenis suvenir lainnya, untuk dijadikan oleh-oleh bagi para wisatawan yang datang.

Dari danau kecil, saya melewati 7 rumah yang kemudian diketahui adalah rumah adat Kampung Pulo. Sebetulnya hanya ada 6 rumah dengan 1 musala kecil. Rumah-rumah ini berbentuk rumah panggung, sangat khas tatar sunda.

Menyusuri jalan berbatu akhirnya kami sampai di Candi Cangkuang. Candi ini cukup kecil, jangan dibayangkan seperti Candi Prambanan atau Candi Borobudur. Sebelum memutar untuk melihat candi dari dekat, saya melewati sebuah makam.

Berdasarkan informasi yang tertera pada papan, makam itu adalah makam Embah Dalem Arif Muhammad. Candi Cangkuang mungkin berukuran sekitar 4×4 meter, dengan tinggi puncak atap candi 8 meter.

Atap candi tersusun seolah membentuk segitiga, seperti piramid. Terdapat sebuah tangga kecil di pintu masuk ke bagian dalam candi. Tapi sayangnya kita tidak bisa masuk karena akses masuk telah dipasangkan terali besi yang terkunci.

Di dalam candi terdapat sebuah Arca Siwa. Informasi yang saya dapatkan dari sebuah museum di sana menyebutkan, bahwa Candi Cangkuang ditemukan kembali pada tahun 1966.

Saat memasuki museum, saya mendengar percakapan penjaga museum dan seorang bapak. Mereka berkata bahwa jumlah rumah di Kampung Pulo ini sesuai dengan anak Mbah Dalem Arif Muhammad.

Oleh karena itu, Kampung Pulo memiliki 6 buah rumah adat. Konon katanya, jumlah rumah tersebut tidak boleh ditambah atau dikurang, juga tidak boleh lebih dari 6 kepala keluarga. Di dalam museum ada banyak benda peninggalan pada masa kerajaan dulu.

Ada Al Quran yang ditulis di atas kertas yang terbuat dari kulit dan kayu. Di sana juga ada foto-foto saat pemugaran Candi Cangkuang dari tahun ke tahun. Di bagian lain juga ada beberapa foto orang dan juga lukisan Mbah Dalem Arif Muhammad.

Setelah puas berkeliling lokasi candi dan sekitarnya, saya dan teman-teman memutuskan untuk kembali ke Bandung. Sayangnya saat menaiki rakit menuju ke seberang untuk pulang, tiba-tiba hujan mengguyur lagi dengan derasnya.

Dalam perjalanan pulang, kami sengaja melewati jalur lingkar Nagreg. Terakhir kali saya kemari, jalanan ini baru rampung dikerjakan karena mengejar libur Lebaran, kondisinya cukup menyeramkan.

Tapi kemarin rasanya semua infrastruktur sudah diperbaiki dan pemandangan di sana juga cukup bagus, melewati pegunungan. Namun tentunya tetap diperlukan kehati-hatian yang ekstra.

Sumber: Detik.com

Indonesia Punya Kubah Emas, Malaysia Punya Masjid Kristal

15 July 2013   247 views

masjid kristalSaat sudah terlalu banyak bangunan emas yang dibangun, masjid ini membuat sesuatu yang berbeda. Masjid Kristal di Malaysia jadi bangunan megah yang terbuat dari besi, kaca dan kristal. Wow!

Inilah salah satu objek wisata berbeda yang bisa didatangi saat sedang melancong ke Negeri Jiran. Masjid Kristal di Kuala Terengganu, Terengganu, Malaysia ini berdiri megah dan berbeda karena bahan bangunannnya merupakan kristal.

Dari situs resmi Visit Terengganu, Kamis (11/7/2013), masjid ini berada di kawasan wisata Taman Tamadun Islam di Pulau Wan Man. Memiliki luas 2.146 meter persegi, Masjid Kristal jadi pemandangan yang mustahil dilewatkan begitu saja.

Arsiteknya terbilang cukup unik. Alih-alih hanya memiliki satu kubah besar, masjid ini punya satu kubah kecil yang dikelilingi kubah-kubah lebih kecil. Semua itu disempurnakan dengan 4 menara tinggi di ujung-ujungnya.

Kubahnya tidak berwarna, tidak juga berhiaskan kaligrafi atau guratan seni nan indah. Melainkan dibalut dengan kaca berwarna abu-abu. Kilau mentari dan awan kerap dipantulkan, membuat kubah masjid jadi objek foto banyak pelancong.

Tidak cuma bisa berfoto di sekelilingnya, tapi pelancong juga bisa beribadah di dalamnya. Masjid yang dibangun pada 8 Februari 2008 ini bisa menampung 1.500 jamaah. Selain arsitekturnya, Masjid Kristal menarik karena merupakan masjid pintar pertama yang dilengkapi dengan akses IT dan WiFi.

Jangan hanya puas menikmati kecantikannya pada siang hari. Karena masjid ini menawarkan kecantikan yang berbeda pada sore dan malam hari. Menjelang senja adalah waktu terbaik untuk berburu foto dalam berbagai sudut di kawasan masjid ini.

Sedangkan saat malam, lampu yang ditata sedemikian rupa membuat masjid terlihat indah maksimal. Akhir pekan merupakan waktu paling ramai dari kunjungan para turis. Tak perlu kuatir, walau berada di kawasan wisata, datang ke masjid ini tidak dipungut biaya alias gratis.
sumber: detik.com

Ngabuburit Ala Arab di Warung Kaleng, Puncak

12 July 2013   166 views

pun4Untuk merasakan buka puasa ala padang pasir, Anda tak perlu jauh-jauh ke Arab Saudi. Datang saja ke Warung Kaleng di Puncak, Bogor. Ada warung dan rumah makan khas Timur Tengah di sana. Ngabuburit pun serasa di tanah Arab.

Nama Warung Kaleng mungkin masih terdengar asing di telinga banyak orang. Sekadar informasi, Warung Kaleng adalah sebutan untuk sebuah kawasan di Puncak, Bogor.

Jika Anda melintas di Puncak dan tiba-tiba melewati sebuah daerah yang penuh dengan warung bertuliskan huruf Arab, itulah Warung Kaleng. Biasanya, tempat ini dijadikan tempat liburan para turis asal Timur Tengah.

Meski dijadikan tempat kumpul turis Timur Tengah, Anda juga bisa datang ke Warung Kaleng. Di bulan puasa seperti ini, ngabuburit di sana bisa jadi pilihan.

Anda bisa memilih rumah makan mana untuk menunggu beduk buka puasa tiba. Salah satu yang bisa dikunjungi adalah Rumah Makan Kamannana.

Hampir setiap malam, tempat ini penuh pengunjung yang didominasi orang berwajah Timur Tengah. Di bagian luar, Anda bisa melihat orang-orang duduk sambil menghisap sisha.

Masuk ke bagian dalam, ada banyak orang duduk lesehan sambil menyantap enaknya mandi laham. Ini adalah makanan sejenis nasi kebuli khas Timur Tengah dengan daging kambing.

Untuk yang membawa keluarga, Anda bisa naik ke lantai dua. Di sana, ada tempat makan berbentuk ruang-ruang kecil. Anda pun bisa bersantai bebas.

Buka puasa di Warung Kaleng membuat siapa saja serasa berada di Timur Tengah. Selain menu berbuka, nuansa yang diciptakan tempat makan di sini juga Arab sekali.

Ada aroma terapi khas Timur Tengah yang bisa Anda hirup. Belum lagi bangunan dan tata ruang tempat makan. Serasa di Timur Tengah!

Jadi, untuk yang belum tahu tempat berbuka puasa yang asyik untuk akhir pekan, coba datang saja ke Warung Kaleng.

sumber: detik.com

‘Air Terjun Terbang’, Mungkin Hanya Ada di Lombok

4 July 2013   655 views

tiu1Lombok punya air terjun yang beda, yaitu Tiu Kelep yang berarti air terjun terbang. Percikan air di sini sangat banyak dan dapat Anda rasakan dari jarak 5 meter jauhnya. Seperti apa rupa air terjun ini?

Tak sedikit, wisatawan yang doyan bermain di air terjun. Deburan suara air yang jatuh dan percikannya seolah menjadi alunan musik alam yang ampuh menghilangkan kepenatan. Tapi di Lombok, ada air terjun yang sungguh unik.

Dalam rangkaian perjalanan Burufly dan detikTravel, kami berkesempatan menyambangi air terjun Tiu Kelep di Senaru, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Perjalanan dari Senggigi menuju air terjun ini menghabiskan waktu 2 jam lamanya dengan mobil.

Tak sampai di situ, perjalanan untuk menuju air terjun Tiu Kelep ternyata harus dicapai dengan berjalan kaki. Kira-kira Anda bakal berjalan sekitar 30 menit. Meski demikian, pemandangan hutan dengan pepohonan tinggi lebat dan sungai jernih bakal membuat lelah tak terasa.

“Tiu itu air terjun, Kelep itu terbang. Jadi Tiu Kelep itu air terjun terbang,” ujar Agus, seorang porter yang asli suku Bayan, Rabu (3/7/2013).

Rasa penasaran semakin membuncah. Sulit rasanya membayangkan penampakan air terjun Tiu Kelep ini. Tapi kemudian, Agus mulai menjelaskannya lebih dalam.

“Kenapa terbang? Karena percikan airnya sudah terasa saat kita berjarak 5 meter lebih sebelum tiba di air terjunnya,” ungkap Agus.

Kami pun harus melewati sungai dengan bebatuan besar sebelum tiba. Suara gemuruh air makin terdengar jelas, serta percikan air mulai terasa membasahi badan. Benar kata Agus, kami sudah merasakannya saat berjarak sekian meter sebelum tiba di dekat air terjunnya.

“Lihat Mas ke atas,” perintah Agus.

Wow! Butiran-butiran air dari air terjun Tiu Kelep seolah melayang di udara. Semakin dekat di dekat air terjun Tiu Kelep dengan kolam alami yang ada di bawah, badan kami semakin basah. Ini dia air terjun terbang!

Semua rombongan pun terpukau sambil melindungi kamera dari percikan air. Selain itu, airnya juga dingin dan terasa segar. Beberapa turis mancanegara pun berenang-renang di kolamnya.

“It is so amazing!” ujar Cathrine, turis wanita asal Swiss.

Selama sekitar 1 jam kami dibuat terhipnosis oleh air terjun Tiu Kelep. Percikan airnya yang melayang di udara seolah terbang pun tak pernah habis. Air terjun seperti ini, mungkin hanya ada di Lombok saja.

sumber:detik.com

Bersemi di Taman Bunga

2 July 2013   1,133 views

tamanbungaKENDARAAN agak terentak ketika melintasi 7 kilometer jalan beraspal yang hancur, bergelombang, dan berlubang menuju Taman Bunga Nusantara, Kabupaten Cianjur, Rabu (26/6/2013). Prasarana buruk akibat tidak tertangani dengan baik oleh pemerintah ini menjadi cobaan bagi pengunjung Taman Bunga Nusantara.

Namun, setelah melewati rintangan yang menyebalkan, suasana hati terhibur dengan lanskap berhawa sejuk yang berhias taman, bunga, air mancur, pohon, maskot, topiari, dan menara serta alunan musik yang menenangkan.

Sejenak, kejengkelan terhadap pemerintah yang tidak memperhatikan prasarana menuju lokasi wisata seluas 50 hektar ini teredam. Lokasi Taman Bunga Nusantara (TBN) ini ada di Kilometer 7, Jalan Mariwati, Kaungluwuk, Sukaresmi, Kabupaten Cianjur. Mari nikmati keindahan lanskap dan arena permainan di TBN yang beroperasi setiap hari pukul 08.00-17.00 dan akhir pekan atau hari libur pukul 08.00-17.30.

Tiket masuk Rp 25.000 per orang. Harganya tidak berubah, baik akhir pekan, hari libur, maupun musim liburan.

Jika enggan berjalan mengitari TBN, tersedia tiket senilai Rp 30.000 per orang, termasuk biaya satu kali berkeliling dengan trem taman dan kereta Dotto. Jika ingin berputar dengan mobil taman wira-wiri, harga tiketnya Rp 4.000 per orang. Untuk masuk ke rumah kaca, kena biaya Rp 2.000 per orang. Jika ingin naik lift menara pandang, biayanya Rp 1.000 per orang.

Untuk anak-anak yang ingin menjajal wahana bermain dan ketangkasan, di dalam TBN tersedia Alam Imajinasi, area seluas 7 hektar yang dipenuhi dengan pelbagai sarana permainan. Ada karaoke, eskavator bayi, sepeda air, mobil sradak-sruduk, mobil balita, komidi putar, gokar, kolam pancing, mandi bola, kereta kumba, menunggang kuda, dan catur raksasa. Tarif setiap wahana berbeda-beda, ada yang Rp 5.000 dan ada yang Rp 10.000.

Bagi penyuka jalan kaki, bikinlah kaki pegal, tetapi hati senang saat memasuki taman khusus. Taman Jepang dengan deretan tanaman bonsai, kolam dengan ikan-ikan koi, jembatan-jembatan kayu, dan jalan dari susunan batu.

Taman Mediterania dengan tanah berpasir, palem, kaktus, dan bebatuan. Taman Perancis dengan air mancur, tumbuhan berpola, dan bangku eksotik. Ada juga Taman Rahasia. Ikuti alur jalan yang dibuat menyulitkan seseorang untuk keluar.

Masih ada Taman Bali dengan gapura, pancuran, patung, rerimbunan pohon kamboja, dan pohon khas ”Pulau Dewata”. Ada Danau Angsa dengan si angsa yang putih dan hitam dari Eropa. Ada Taman Mawar yang dipenuhi si bunga berduri, tetapi harum semerbak. Ada juga kawasan bambu, air mancur musikal, lapangan piknik, dan menara pandang.

Dikenal

Sejak diresmikan pada September 1995, TBN telah dikunjungi lebih dari 650.000 orang. Mayoritas pengunjung adalah wisatawan domestik.

Kepala Unit Hubungan Masyarakat dan Promosi TBN Yanuar Hidayat mengatakan, dibandingkan dengan area serupa di luar negeri, jumlah kunjungan masih kalah, yakni di bawah 1 juta. ”Padahal, di luar negeri, tamannya kecil banget, biasa, tetapi bisa menggaet jutaan turis setiap tahun,” katanya.

Jumlah maksimal yang pernah dicapai oleh TBN dalam sehari adalah 11.000 pengunjung. Jumlah ini masih bisa bertambah, tetapi bisa membuat pengunjung tidak bisa benar-benar menikmati suasana TBN. Untuk itu, terkadang pengelola menyarankan agar pengunjung memanfaatkan hari sibuk untuk datang.

Pengelola tidak menyiapkan acara khusus karena yang mereka jual adalah lanskap alias TBN itu sendiri. Pengunjunglah yang bebas berkreasi untuk main bola, arisan, pengajian, diskusi, jalan-jalan, pemotretan untuk modeling atau pranikah, atau sekadar makan-minum bersama.

Menggetarkan

Mumpung berada di kawasan Puncak, setelah makan siang, mungkin Anda tertarik menikmati hiburan yang menggetarkan. Jika tertarik, cobalah kunjungi permainan rumah hantu di Taman Safari Indonesia (TSI), Bogor.

Menyaksikan suasana rumah hantu dalam mengisi liburan bersama keluarga cukup memacu adrenalin. Suasana akan lain jika menyaksikan yang ”seram-seram” itu di daerah pegunungan dan hutan bersama keluarga. Ketegangan sesaat langsung plong dengan menghirup segarnya udara alam pegunungan dan hutan sembari menikmati wahana lain.

Rumah hantu gaya modern dan tertata apik ini merupakan wahana baru yang ditampilkan pengelola.

”Setiap kali musim liburan, selalu ada wahana baru yang dihadirkan untuk menghibur pengunjung. Liburan kali ini, wahana rumah hantu yang jadi andalan,” kata Yulius H Suprihardo, Kepala Bagian Humas TSI.

Rumah hantu sebagai suatu konsep hiburan merupakan salah satu wahana permainan di taman bermain berupa bangunan ”berhantu” yang berisi berbagai karakter menyeramkan. Karakter menyeramkan itu berwujud pemeran hantu dengan riasan, efek khusus, dan boneka animatronik untuk menakut-nakuti pengunjung.

”Ini pengalaman pertama masuk ke rumah hantu. Benar-benar seperti bertemu hantu, kuntilanak, tengkorak, dan jenazah. Awalnya, saat masuk saya anggap enteng saja dan merasa tidak ada yang perlu ditakutkan. Eh, ternyata saat berada dalam ruangan, bikin saraf tegang,” kata Mario Andrew (17), warga Manado yang sedang berlibur ke Jakarta.

Sesuai namanya, pengunjung akan berada di satu bangunan yang di dalamnya seolah-olah sedang berada di rumah kosong dan berhantu.

Dengan menggunakan kereta kecil, pengunjung diajak berkeliling ruangan kosong selama lima menit. Dengan mengenakan kacamata tiga dimensi (3D), kereta bergerak mengikuti rel seakan-akan mau menabrak dinding atau hantu yang ada.

Kacamata 3D yang dibagikan kepada pengunjung memberikan efek mendekatkan makhluk dunia lain itu dengan kita. Permainan cahaya serta suara tertawa dan orang meraung menambah kesan angker. Beranikah mencobanya?

Sumber: Kompas.com

Keindahan Indonesia Jadi Buah Bibir di Asia Pasifik

29 June 2013   381 views

indoKeindahan Indonesia sudah terkenal di mancanegara. Bahkan di antara negara-negara Asia Pasifik, Indonesia jadi salah satu negara yang paling maju pariwisatanya selain India dan China.

“Ada 3 negara utama yang jadi buah bibir di negara-negara Asia Pasifik. Indonesia, India, dan China,” kata Wamenparekraf Sapta Nirwandar di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (28/6/2013).

Sebagai negara tropis, Indonesia terkenal sebagai kawasan cantik di Asia Pasifik. Dibandingkan negara-negara di Eropa yang musim panasnya hanya 3 bulan, lanjut Sapta, Indonesia menawarkan lebih banyak matahari.

“Itulah kenapa Indonesia jadi buah bibir. Selain juga pertumbuhan pariwisatanya yang besar, 6% tahun lalu,” tambahnya.

Tahun lalu, wisatawan domestik Indonesia tercatat di angka 220 juta orang. Traveler pun kian bertambah, termasuk 30% dari kelas menengah.

“Negara-negara tetangga semakin punya banyak penerbangan langsung ke kota-kota selain Jakarta. AirAsia sudah 5 kali sehari dari KL ke Bandung dan Surabaya,” papar Sapta.

Sumber: detik.com

Ayo Jalan-jalan di Jakarta, Hari Ini Busway Gratis!

22 June 2013   144 views

busway jakartaHari Ultah ke-486 Jakarta adalah waktu yang tepat untuk traveling dan jalan-jalan di Ibukota. Sepanjang hari ini, Sabtu (22/6/2013) bus TransJakarta akan digratiskan untuk semua orang. Hore!

“Semua warga Jakarta, tanpa terkecuali bisa naik bus TransJ gratis. Seharian pada hari Ulang Tahun Jakarta, Sabtu (22/6). Siapa saja,” ujar Kepala Dinas Perhubungan DKI, Udar Pristono saat berbincang kepada detikTravel, Jumat (21/6) malam.

Naik bus TransJ gratis ini berlaku di semua koridor ke seluruh tujuan. Menurutnya, petugas loket bus TransJ akan bertugas mengatur sirkulasi penumpang.

“Satu hari saja, sesuai dengan SK Gubernur untuk sehari saja ya,” lanjutnya.

Pris menjelaskan program ini bertujuan untuk mempromosikan bus TransJ kepada warga Jakarta yang belum menggunakannya sebagai alat transportasi sehari-hari. Diharapkan setelah mencoba bus TransJ, warga Jakarta bisa meninggalkan kendaraan pribadi mereka.

“Ini semacam promosi. Warga juga harus tahu kalau bus TransJ bisa mencapai semua titik di Jakarta kok,” ujar Pris

Sumber: detik.com

Menikmati Alam Papua Itu Liburan yang Luar Biasa

20 June 2013   103 views

air-terjunnBerwisata ke Papua untuk menikmati keindahan alam dan keelokan budaya Papua memang bukan tergolong tur penuh kemewahan. Namun, kesempatan untuk berlibur ke Papua itu sendiri adalah kemewahan.

“Menjelajahi Papua memang bukan luxury tour. Tapi menikmati alam Papua, yang mana jarang orang bisa ke sana, itu jadi mewah. Tak semua orang mendapat kesempatan ini,” kata Deputy Director-Head of Retail Car Financing, Niko Kurniawan, di Jakarta, Selasa (18/6/2013).

Niko mengomentari para pemenang lomba tulis dan foto “Pesona Wisata Negeriku” dalam rangka program “Jelajah Bumi Papua – bersama Adira Faces of Indonesia”. Bersama Adira Finance, mereka akan menjelajahi Papua pada 19 hingga 23 Juni 2013 secara gratis.

“Ke papua memang bukan luxury trip. Tapi bisa liburan ke Papua dan gratis itu luxury gila-gilaan,” kata salah satu juri program lomba “Jelajah Bumi Papua” sekaligus travel blogger, Marischka Prudence, di kesempatan yang sama.

“Saya sendiri mimpi untuk bisa ke Papua, tapi belum kesampean,” tutur Direktur Utama PT Adira Dinamika Multi Finance, Willy Suwandi Darma, sambil tertawa.

Willy menuturkan, melalui program tersebut, pihaknya berharap dapat meningkatkan kecintaan orang Indonesia terhadap negerinya. Sehingga, tak hanya turis asing yang berwisata ke Papua, tetapi juga turis domestik.

“Orang kita tahu Singapura, tapi nggak tahu Papua. Kita tahu Thailand tapi nggak tahu Labuan Bajo. Banyak ternyata yang misalnya tidak tahu ada Pulau Komodo dekat Labuan Bajo, pantainya bagus, lalu ada pantai berpasir pink. Tapi giliran Singapura tahu betul,” ungkapnya.

Oleh karena itu, PT Adira Dinamika Multi Finance membuat portal Adira Faces of Indonesia untuk menunjukkan keindahan Indonesia, berikut juga aneka program mengenai wisata Indonesia.

sumber: kompas.com

Nusa Kambangan Jadi Wisata Bahari

14 June 2013   121 views

pantai-di-nusa-kambanganPulau Nusa Kambangan yang dikenal sebagai pulau penjara para penjahat kelas kakap akan digarap menjadi obyek wisata. Bulan Agustus 2013, Kementerian Kelautan dan Perikanan menggelar Festival dan Pekan Investasi Pulau Nusa Kambangan dan Segara Anakan untuk menarik investor.

Direktur Jenderal Kelautan, Pesisir, dan Pulau-pulau Kecil Kementerian Kelautan dan Perikanan Sudirman Saad mengemukakan itu di sela-sela Temu Bisnis dan Investasi Pulau-pulau Kecil, di Jakarta, Kamis (13/6/2013). Kementerian Kelautan dan Perikanan menyiapkan anggaran sebesar Rp 1 miliar untuk penyelenggaraan Festival dan Pekan Investasi Pulau Nusa Kambangan dan Segara Anakan di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Pulau Nusa Kambangan sebagai salah satu pulau kecil terluar dikenal angker sebagai pulau penjara, tetapi sesungguhnya memiliki potensi wisata alam. Pulau dengan luas sekitar 11.000 hektar itu memiliki vegetasi hutan hujan tropis dengan keanekaragaman hayati tinggi. Pulau itu berdekatan dengan Segara Anakan yang diklaim memiliki vegetasi hutan bakau terbesar di Jawa.

”Festival Nusa Kambangan diharapkan mendorong pulau kecil terluar ini berkembang dan memberi manfaat bagi masyarakat. Pengelolaan kawasan akan memberi kepastian untuk investasi,” kata Sudirman.

Ia menambahkan, pihaknya akan membahas pengaturan zonasi tata ruang dan pengembangan wisata Nusa Kambangan dengan melibatkan instansi terkait, pemerintah daerah, serta Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

Pulau Nusa Kambangan akan dibatasi pada wisata minat khusus, seperti berburu dan ekowisata yang tidak mengganggu daya dukung dan peruntukan wilayah. Adapun pengembangan hotel dan resor akan dihindari.

Kepala Dinas Kelautan, Perikanan, dan Pengelola Sumber Daya Kawasan Segara Anakan, Moch Harnanto mengemukakan, pengembangan Nusa Kambangan dan Segara Anakan dapat menjadi pendorong bagi pertumbuhan ekonomi wilayah. (LKT)

sumber:kompas.com

Batik Alam Magelang Makin Populer

12 June 2013   142 views

batik-magelangBatik telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya bangsa Indonesia. Hampir di setiap daerah memiliki beragam motif dan corak yang menunjukkan ciri khas daerah tersebut. Termasuk batik khas Magelang, Jawa Tengah, yang tidak kalah unik dari jenis batik dari daerah lainnya.

Meski bukan daerah sentra batik, seperti Pekalongan dan Solo, namun Magelang rupanya mempunyai beragam jenis batik yang khas sesuai dengan tempat produksinya. Misalnya, batik asal Kota Magelang, motif yang ada terinspirasi dari nama kampung dan ikon budaya yang ada di sana. Ada motif Bayeman, Ringin Anom, Kebon Polo, Kemiri Rejo hingga ikon Water Torm di Alun-alun Kota Magelang.

Tidak kalah menarik, batik yang berasal dari Kecamatan Gunung Pring, Kabupaten Magelang. Motif batik yang ada selalu mengandung unsur alam, dari motif pegunungan, daun, pohon bambu, kayu dan sebagainya. Kemudian ada juga batik dari Kecamatan Borobudur.

Batik dengan motif Candi Borobudur itu bahkan menjadi pakaian wajib dikenakan para pengunjung Taman Wisata Candi Borobudur. “Semua bahan hingga pewarnaan kami pakai bahan alami. Seperti bahan-bahan pelepah pisang dan serat nanas. Sedangkan untuk pewarnaan kami pakai sari daun mangga, daun jambu dan kunyit,” papar Titik, pengelola stand Batik Saniyya Muntilan di Pekan Budaya Batik di Armada Town Square (Artos) Magelang Jawa Tengah, akhir pekan kemarin.

Pada pameran yang digelar 7-16 Juni 2013 itu, Titik dan para pengusaha batik di Magelang saling unjuk pamer batik hasil kreasi unik mereka. Titik mengaku sangat senang dengan animo masyarakat terutama yang berkunjung di standnya. Menurut Titik, masyarakat kini lebih menyukai batik-batik dengan unsur alam. Karena warna yang lebih lembut, ramah lingkungan dan aman untuk kulit. “Sejak pertama buka, banyak pengunjung yang sudah datang ke stand kami. Kebanyakan mereka suka batik kami yang alami,” ujar Titik.

Harga yang dibanderol pun terjangkau mulai dari Rp 300 ribu sampai Rp 1 juta per potong. Setiap hari, Titik dapat menjual batiknya hingga 25 potong.

Sementara itu, menurut Diah Pangesti, Staf Promosi Artos, pameran tersebut memang untuk mengembangkan pasar batik khas Magelang. Terutama yang menyasar segmen menengah-atas, yakni para pengunjung mal. “Sudah beberapa kali kami menggelar pameran produk UMKM, termasuk batik. Ini bentuk penghargaan kami pada kekayaan negeri dan upaya memperluas pasar batik,” katanya.

Setidaknya ada 6 perajin batik turut dalam pameran. Keenamnya perajin batik asal Kota dan Kabupaten Magelang. Mereka menampilkan aneka batik yang mayoritas berupa batik tulis. “Batik berbahan alami ini yang tengah banyak diminati masyarakat,” katanya.

Selain pameran, kegiatan itu juga dimeriahkan dengan workshop membatik dan live show music. Juga Fashion Show koleksi Crisantium oleh Tatok Prihastomo dan Touch of Ramadhani oleh Ramadhani A. Kadir yang akan dibawakan Duta Wisata Magelang. “Untuk para penggemar fotografi, juga akan diadakan Lomba Fotografi yang memperebutkan hadiah uang tunai hingga jutaan rupiah,” pungkasnya.

Sumber+foto:kompas.com

« Previous PageNext Page »

PERSIB

Sejarah Hari Ini (17 April): Persib Juara Perserikatan Terakhir, 1994

Tepat hari ini, 20 tahun yang lalu digelar laga bersejarah di kompetisi sepakbola... 

Persib Bandung Siap Hadapi Tantangan Ajax Amsterdam

Pelatih Persib Bandung Djadjang Nurdjaman mengaku senang timnya direncanakan akan... 

Hari Ini Bobotoh-The Jack Mania Berdamai di Bogor

Pendukung Persib Bandung (Bototoh) dan suporter Persija Jakarta (The Jack Mania)... 

Informasi Sebelumnya