Wapres JK Hari Ini Buka Jakarta Fair Kemayoran

29 May 2015

prjHari ini, Jumat (29/5), Jakarta Fair Kemayoran (JFK) 2015 di Arena JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat resmi digelar. Rencananya Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, bakal membuka event pameran multiproduk dan arena hiburan keluarga terbesar se-Asia Tenggara.

Salah satu kegiatan menyambut HUT Jakarta ini akan dihelat mulai 29 Mei hingga 5 Juli 2015. Marketing Director PT JIExpo, Ralph Scheunemann mengatakan tahun ini JFK mengusung tema “Semangat Jakarta Fair Kemayoran, Semangat Indonesia” dengan sub tema “Semangat Jakarta Fair Mengajak Bersama Membangun dan Meningkatkan Stabilitas Ekonomi Bangsa”.

“Diharapkan semangat peningkatan produktifitas, peningkatan kreatifitas, serta semangat inovasi di bidang industri dan perdagangan yang ada di dalam Jakarta Fair Kemayoran 2015 dapat menjadi pemicu peningkatan stabilitas ekonomi nasional di masa mendatang,” ungkap Ralph, Kamis (28/5).

Adapun Raplh menambahkan menjelang pembukaan event, JFK siap menyuguhkan para pengunjung dengan sajian stand pameran multi produk yang tersedia di berbagai area. Sekitar 2.700 perusahaan peserta pameran yang tergabung dalam 1.500 stand.

Aneka produk unggulan yang akan dipamerkan diantaranya otomotif, furniture, lighting fixtures, produk garmen & textile, peralatan rumah tangga, peralatan elektronik, komputer, alat olah raga, kosmetik, herbal & medicine, makanan dan minuman, perbankan, telekomunikasi, multimedia, property, berbagai produk jasa, hingga berbagai produk kerajinan.

Selain diisi aneka pameran perdagangan, Jakarta Fair Kemayoran juga akan diisi berbagai acara hiburan keluarga seperti konser musik nonstop 38 hari di panggung utama, aneka pertunjukan budaya selama 38 hari di panggung Gambir Expo, karnaval budaya, kabaret show dan cosplay, aneka pertunjukan seni budaya Betawi, serta berbagai acara hiburan menarik di stand-stand pameran.

Tidak hanya itu, sajian live music performance di panggung utama konser musik JFK 2015 juga siap menghibur para pengunjung. Penyanyi bintang muda Fatin X Factor adalah salah satu pengisi acara yang akan tampil menghibur para pengunjung di konser musik Jakarta Fair Kemayoran. Sementara itu di panggung budaya Gambir Expo akan menyuguhkan hiburan seperti penampilan dari Yuka Idol dan juga kesenian musik tradisional.

(Poskota)

Mengenal Seni Gulat Benjang Asli Ujungberung Bandung

28 May 2015

tinjuSalah satu seni tradisional asal Bandung yang terbilang langka dan hampir terlupakan adalah seni gulat Benjang. Seni tradisional ini banyak hidup dan berkembang di kawasan Bandung Timur, tepatnya di daerah Ujungberung dan Cibiru.

Seni Beladiri Benjang diperkirakan sudah ada di Tanah Sunda sejak awal abad ke 20. Benjang adalah sebuah seni beladiri yang mirip gulat gaya Romawi. Bedanya, Benjang lebih menitikberatkan kepada atraksi, disamping ada unsur olahraga.

Tidak hanya seni bela diri yang ada dalam seni benjang. Terdapat pula topeng benjang dan helaran benjang (Reak). Namun untuk topeng benjang, kondisinya sangat memprihatinkan. Hingga saat ini belum ada generasi penerus yang pas dan bisa menarikan topeng benjang, yang terdiri atas empat mimik topeng.

Justru sebaliknya dengan seni helaran benjang (Reak) dan gulat benjang, justru perkembangannya cukup signifikan. Kedua kesenian ini masih bisa bertahan hingga sekarang. Bahkan banyak generasi penerusnya dari kalangan anak-anak.

Tidak sembarang orang dapat tampil bertarung di arena benjang. Harus ada surat pernyataan tidak melakukan tuntutan bila mengalami cedera serius. Tidak hanya itu, atlit bendjang pun kerap dibekali ilmu magis, untuk menambah kekuatan.

Keunikan benjang adalah musik tradisional Sunda yang menjadi pengiringnya. Seperti halnya pencak silat, penampilan bendjang memang diiringi musik tradisional Sunda, seperti menggunakan kendang pencak dan rebana maupun terompet. Beladiri ini memang berbeda dengan kebanyakan seni beladiri lainnya. Benjang memiliki tingkat risiko cedera lebih tinggi, bahkan jika dibanding olahraga gulat.

Bila gulat lebih menitik beratkan pada kelenturan dan keterampilan mengunci lawan, benjang sebaliknya. Berhasil melumpuhkan lawan dengan cara yang mematikan, dialah pemenangnya. Karena itu, tidak sembarang orang dapat tampil bertarung di arena benjang.

Alasannya, selain harus bersedia membuat surat pernyataan untuk tidak melakukan tuntutan apabila mengalami cedera fatal, para pebenjang yang akan tampil tidak cukup hanya mengandalkan keberanian saja, tapi juga keterampilan.

“Seni tradisional Ujungberung yang dikenal dengan nama benjang tercipta sekitar tahun 1906-1923. Olahraga ini diciptakan oleh H. Hayat atau lebih dikenal dengan nama Anom Haji, putera ketiga dari hartawan bangsa pribumi yang terkenal pada masa itu,” ujar Hasan Yusuf, salah satu cucu pencipta Benjang, seperti dikutip viva.co.id.

Adapun alasan benjang disebut sebagai olahraga asli Ujungberung karena penemunya, tinggal di kampung Warunggede, Desa Cibiru, Kecamatan Ujungberung, Kota Bandung.

Hasan menuturkan, ada dua versi asal-usul nama benjang, yaitu satuan kata ben yang artinya permainan serta kata jang, yang merupakan singkatan dari bujang (pemuda).

“Jadi kata benjang adalah permainan para pemuda,” terang Hasan.

Versi lain nama benjang berasal dari kata dari genjang, bahan cerita dari Mang Unung Aspali, tokoh silat dari Ujungberung.

“Pihak yang menang adalah yang dapat membanting lawannya ke tanah, dari silih banting menjadi silih menindih. Yang menang adalah yang dapat menindih lawan yang terlentang menghitung bentang (bintang),”katanya.

Kurnia Somantri, salah satu atlet benjang yang juga kakak Hasan Yusuf membeberkan, gerakan jurus pada seni benjang adalah perpaduan dari jurus ketangkasan di masa lalu, terutama jenis beladiri kontak badan selain silat, seperti, sumo, sampai pada westerlen, judo, gulat, jujitsu, kempo dan karate.

Ada yang menarik dari benjang, yakni keharmonisan dan lenturnya gerakan dalam pertandingan, yang dibatasi peraturan, diantaranya tidak boleh mencekik leher lawan, memukul, menyikut, mencubit, menggigit dan menendang lawan, juga memegang kaki baik satu atau keduanya.

Kurnia melanjutkan, pertunjukan benjang biasa digelar di atas lapangan berdiameter minimal 5-9 meter, sebagai arena pertandingan yang berbentuk lingkaran. Diselenggarakan pada malam hari, penerangannya berupa obor bambu atau petromaks, digantung pada tiang bambu.

(Galamedia)

Warga Kecewa Tak Bisa Masuk ke Ruangan di Istana Bogor

26 May 2015

istanaHari pertama pelaksanaan Istana Bogor Open yang kini bernama Istana untuk Rakyat (Istura) 2015 dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Bogor ke-533 menyisakan kekecewaan.

Pasalnya, ratusan warga yang sejak Senin 25 Mei kemarin pagi mengantre untuk bisa memasuki Istana Bogor ternyata dilarang masuk ke dalam ruangan, tidak seperti tahun sebelumnya. Kondisi tersebut, lantaran intensitas kegiatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Bogor cukup padat.

Sehingga panitia dan bagian rumah tangga Istana Kepresidenan tidak memperkenankan peserta Istura masuk ke dalam ruang Istana. Sumiyati (35) warga Cibinong, Kabupaten Bogor mengatakan, hampir setiap tahun selalu mengikuti kegiatan Istana Open.

Begitupun pada tahun ini, dia mengikuti Istana Open, tapi tak seleluasa tahun kemarin. Alhasil dia bersama peserta lainnya tidak bisa melihat kaca seribu, sebagai spot favorit jika masuk ke dalam Istana Bogor.

“Ya kecewa sih kecewa tapi mau bagaimana lagi, enggak apa-apalah di halaman luar saja dan foto-foto arsitektur lainnya saja. Dulu bebas masuk sampai ruang kerja yang besar,” katanya saat mengunjungi Istana Bogor, kemarin.

Kepala Sub Bagian Rumah Tangga dan Prokoler Istana Bogor Endang Sumirat menjelaskan, tidak diperbolehkannya warga untuk masuk ke dalam ruangan, karena Istana Bogor kali ini banyak digunakan oleb Presiden untuk kegiatan kenegaraan dan juga tempat tinggal.

Sehingga warga hanya bisa mengunjungi bagian luar. Namun pihak Istana Bogor, memperbolehkan warga masuk ke dalam Balai Kirti atau Museum Kepresidenan yang diresmikan oleh SBY tahun 2014.

“Untuk rute kunjungan pun berubah, jadi mereka masuk dari pintu dua tidak bisa lagi langsung masuk ke dalam ruangan. Mereka hanya bisa melintas di belakang istana. Tapi warga sekarang bisa masuk ke Museum Kepresidenan, sebagai pengganti tidak diperbolehkannya masuk ke ruangan utama istana,” ujarnya.

Istura 2015 sendiri adalah event tahunan Kota Bogor dalam rangka Hari Jadi Bogor (HJB) ke 533. Tahun ini, Istura sudah ke 14 kalinya sejak dilakukan pertama kali pada tahun 2001. Saat itu, setiap tahun warga Bogor bisa masuk dalam Istura ini yang sebelumnya bernama Istana Bogor Open.

(sindonews)

Curug Maribaya Bisa Bangkitkan Romantisme Anda

16 May 2015

maribayaBerwisata ke kawasan Bandung, jangan lewatkan untuk mampir ke Objek Wisata Maribaya, di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Lokasinya yang cukup mudah dijangkau, menjadikan destinasi ini menjadi tujuan wisata bagi warga di luar Kota Bandung.

Tempatnya cukup romantis, terutama bagi mereka yang tengah dilanda rasa cinta (pacaran). Namun jangan sampai melakukan hal-hal yang tidak senonoh, bisa-bisa Anda diusir dan ditimpuk orang.
Air Terjun Maribaya memang dikenal tempat wisata yang romantis di kawasan Bandung Barat. Untuk berkunjung ke Curug Maqribaya, Anda bisa menggunakan jalan setapak dari Taman Hutan Raya (Tahura) Djuanda Bandung. Anda bisa berjalan kaki sejauh kurang lebih 10 km dari gerbang Tahura.

Sepanjang jalan Anda akan melihat hijaunya hutan raya yang dilindungi dan kelola Dinas Kehutanan Jabar.

Atau Anda bisa datang langsung ke kawasan Cibodas Lembang, tempat Curug Maribaya berada. Jalannya terbilang cukup baik. Namun persiapkan kendaraan dan kondisi Anda dalam kondisi prima.

Maribaya, adalah salah satu tempat wisata favorit lainnya di Bandung, tepatnya di kota Lembang yang berada kurang lebih 22 KM dari kota Bandung. Kebaradaan Curug Maribaya ini bisa membangkitkan rasa romantisme Anda bersama pasangan dan keluarga Anda.

Bagi anda para pecinta alam, kawasan wisata maribaya merupakan tujuan yang sangat cocok untuk berwisata. Tempat wisata ini sangat terkenal dengan sumber mata air panasnya yang mengandung belerang, sehingga di percaya mampu mengobati berbagai penyakit, terutama penyakit pada kulit.

Tak hanya dapat merasakan hangatnya pemandian air panas belerang, namun para wisatawan juga bisa melakukan kegiatan trakking, dimana di kawasan tersebut banyak sekali terdapat tebing-tebing yang tentunya sangat menarik untuk di daki.

Tak hanya itu, sederet pemandangan indah berupa air terjun dan juga taman asri menambah indah Maribaya di tengah hiruk pikuk kota Bandung.

Untuk tiket masuk, harganya cukup terjangkau dan tidak akan menguras kocek Anda walaupun ada datang bersama pasangan atau sekeluarga. Selamat berlibur..

(Galamedia)

Bertepatan HJB ke 533, Pemkot Bogor Akan Luncurkan Bus Wisata

15 May 2015

bogorPemerintah Kota Bogor berencana mengoperasikan bus wisata Botram, yang akan diluncurkan pada peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-533 bulan Juni mendatang. “Saat ini bus masih berada di karoseri untuk persiapan,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kota Bogor, Suharto, di Bogor, Rabu (13/5/2015)

Suharto menjelaskan, bus tingkat terbuka serupa bus wisata Bandros di Bandung itu warnanya merah dan mampu menampung 15 hingga 20 orang. “Bus akan dioperasikan mengelilingi wilayah Heritage yang ada di Kota Bogor, seperti Air Mancur, keliling Istana, Kebun Raya dan Jalan Surya Kencana yang merupakan kawasan pecinan,” katanya.

Menurut Suharto, pengadaan bus wisata itu tidak menggunakan anggaran dari pemerintah daerah melainkan dari sponsor. “Bus ini merupakan bantuan dari sponsorship, tidak ada ada dana dari pemerintah, murni partisipasi sponsor,” kata Suharto.

Ia menjelaskan pemkot sudah membentuk kepanitiaan terkait pengoperasian bus wisata itu. Sedangkan operatornya masih dalam kajian dan pembahasan. Yang jelas  bus wisata ini akan dikelola oleh perusahaan berbadan hukum, diantaranya yang sudah siap Perusahaan Daerah Jasa Transportasi TransPakuan, tapi masih ada pembahasan sebelum HJB, siapapun boleh menjadi operator,” katanya.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Shahlan Rasyidi, mengatakan keberadaan bus itu akan berdampak positif bagi industri pariwisata kota. “Ini sangat positif sekali, dapat mendukung untuk sektor pariwisata di Kota Bogor,” kata dia.

“Meski kami belum dilibatkan dalam persiapan bus wisata Bogor ini, kami tetap mendukung. Memastikan siapa operator dan bagaimana operasionalnya,” kata dia.

Budayawan Bogor, Taufik Hassunna, menambahkan, pemerintah daerah mesti menyiapkan infrastruktur pendukung jika hendak mengoperasikan bus wisata.
“Kalau arahnya pariwisata, infrastruktur itu harus ada, di setiap negara sudah memiliki bus City Tour. Dan Kota Bogor butuh itu,” katanya.

“Harus ada kajian dari pihak terkait, bagaimana sistem keselamatannya, serta dampaknya bagi lalu lintas Kota Bogor. Jangan sampai kehadirannya menimbulkan persoalan baru,” imbuhnya.

(Bogornews)

Pesona Curug Cigamea Diburu Wisatawan

25 April 2015

cigameaSUARA deburan air mulai terdengar. Di depan mata sana, putih menjulang terlihat. Laksana jatuh dari langit dan menghujam bumi. Di sekitarnya pepohonan rimbun semakin menambah sejuk lokasi wisata itu. Paduan hawa sejuk, alam yang asri, dan panorama memikat. Sejak lama air terjun Curug Cigamea telah memesona banyak wisatawan yang datang ke Kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (KTNGHS), Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Sebenarnya ada enam curug atau air terjun di kawasan ini yang dijadikan obyek wisata. Namun Curug Cigamea menjadi primadonanya. “Bisa buat orang terpesona,” kata Ismanto (34), warga setempat yang juga pengelola obyek wisata ini.

Selain menawarkan pemandangan yang indah, akses menuju Curug Cigamea tergolong mudah. Dari keenam curug yang ada di kawasan tersebut, Curug Cigamea berlokasi paling dekat dengan pintu masuk KTNGHS dari arah Desa Cibatok.

Jadi bisa dibilang obyek wisata Curug Cigamea tergolong mudah dijangkau dari pusat Kota Bogor. Bahkan Rifan (20), salah satu pengunjung asal Tangerang, datang ke Curug Cigamea dengan naik motor. “Naik motor tiga jam dari Tangerang,” katanya saat ditemui di Curug Cigamea,

Ia menuturkan Curug Cigamea menjadi tempat yang cocok melepas penat setelah sibuk bekerja di perkotaan. Saking jatuh cinta pada Curug Cigamea, ia sudah datang sampai lima kali, walau harus berjalan kaki turun naik.

Dari pintu masuk obyek wisata Curug Cigamea, pengunjung memang harus berjalan menuruni jalan undakan untuk mencapai air terjun. Tenang saja, jalanan setapak itu sudah berbatu, bukan jalan tanah.

Tidak terlalu jauh, sekitar 700 meter. Jika jalan santai hanya 10 menit sudah sampai di air terjun. Di perjalanan, siap-siap bertemu dengan satwa hutan seperti monyet. Lalu pepohonan hijau di sejauh mata memandang.

Perjalanan semakin terbayar sesampai di air terjun. Ada dua air terjun yang menyambut yaitu pertama Curug Cimudal. Di sebelahnya Curug Cigamea. Berjalanlah ke dekat air terjun dan rasakan percikan air. Benar-benar menyegarkan. Berenang menjadi alternatif lain.

“Tapi berenangnya di Cimudal, bawahnya dangkal jadi boleh berenang. Kalau Curug Cigamea itu dalam, tidak boleh berenang,” kata Ismanto.

Di musim hujan, pengunjung juga perlu waspada batu yang jatuh dari aliran Sungai Cigamea. Menurut Ismanto, debit air di air terjun ini relatif stabil sepanjang tahun. Bahkan di musim kemarau pun air tidak berkurang.

Setelah asyik berfoto atau bersantai di air terjun, pengunjung bisa menyeruput kopi sambil menikmati camilan di warung sekitar. Ada lebih dari 20 warung di area obyek wisata ini. “Semua warung dikelola penduduk desa sini,” kata Ismanto.

Obyek wisata Curug Cigamea memang dikelola langsung oleh masyarakat Desa Gunung Sari dalam wadah sebuah koperasi. Mulai dari petugas loket, penginapan, warung, hingga kebersihan, menjadi garapan penduduk desa tersebut.

Tiket masuk ke obyek wisata seharga Rp 7.500 per orang, masuk ke kas desa, koperasi, maupun pemeliharaan obyek wisata. Ismanto mengakui ada banyak pembenahan yang diperlukan. “Mushala dan toilet akan kami rapikan. Nantinya juga ada rencana warung-warung ditempatkan di satu tempat agar rapi,” tuturnya.

Selain tiket masuk obyek wisata, pengunjung juga sebelumnya dikenakan tiket masuk KTNGHS seharga Rp 5.000 per orang. Jangan lupa, saat naik kembali ke pintu masuk obyek wisata Curug Cigamea, bersantai-santai sambil berbelanja dan makan. Di sepanjang jalan undakan juga ada warung dan toko suvenir. Jadi saat berjalan menanjak lakukan pelan-pelan. Jika mulai terasa pegal, bisa coba terapi fish spa. Cukup Rp 5.000 untuk merasakan sensasi terapi spa dengan ikan.

Di akhir pekan, jangan lewatkan mencoba flying fox dengan tiket Rp 20.000 untuk menikmati panorama Curug Cigamea dari ketinggian. Sebuah sensasi terbang menuju si putih menjulang. Cocok untuk penyuka tantangan karena desiran air terjun menghujam bumi bisa menambah debaran ketegangan.

Obyek wisata Curug Cigamea berada di dalam KTNGHS, tepatnya di Desa Gunung Sari, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor. Dari Stasiun KA Bogor bisa naik angkot 03 ke arah Terminal Cibubulak. Lalu naik angkot 05 ke arah Leuwiliang. Turun di pertigaan Cibatok kemudian disambung lagi angkot 59 sampai ke titik terakhir. Lalu lanjutkan naik ojek ke pintu masuk obyek wisata Curug Cigamea.

Penginapan sederhana tersedia di kawasan Curug Cigamea. Pilihan lain ada berbagai vila dan wisma ada di dalam KTNGHS. Obyek wisata ini buka pukul 07.00 sampai 17.30. Saat hujan, pengunjung tidak diperbolehkan masuk ke kawasan Curug Cigamea.

(kompas.com)

Asiiik, Bandung Masuk Kota Termurah Sedunia untuk Backpacker

16 April 2015

gd sateBagi para backpacker berwisata murah memang itu yang dicari. Tahu tidak, ada 20 kota di dunia yang masuk dalam kota berbiaya murah. Salah satunya Kota Bandung.

Adalah Numbeo, situs database terbesar dunia untuk data kontribusi user terkait harga dan biaya, membuat penelitian Cost of Living Index for Country 2015. Riset ini mengungkapkan 119 negara dengan biaya hidup paling mahal sampai yang paling murah.

Melalui situs resminya, Numbeo merilis index pengeluaran backpacker per hari. Ini adalah indikator rata-rata pengeluaran per hari, ala backpacker. Misal, alih-alih menginap di hotel bintang 5, dalam indeks ini menggunakan hotel bintang 1 atau 2. Tidak makan di restoran, tapi makannya di warung makan atau fastfood.

Minumannya pun tidak aneh-aneh. Hanya 1 botol air mineral, 1 botol cola dan 1 bir. Untuk transportasinya, dicatat hanya tiket kendaraan umum, bukan biaya taksi.

Dari perhitungan itu semua, terjawab kalau Kota Ahmadabad di India menjadi destinasi paling murah untuk para backpacker. Hidup sehari di sana, dengan perhitungan di atas hanya menghabiskan USD 15,99 atau setara dengan Rp 200 ribu.

Selanjutnya ada Kathmandu di Nepal, Istanbul di Turki dan Chennai di India. Untuk lengkapnya, berikut 20 negara paling murah untuk backpacker, tengkap dengan jumlah pengeluaran per hari:

1. Ahmedabad, India (USD 15,99)

2. Kathmandu, Nepal (USD 16,57)

3. Istanbul, Turki (USD 22,48)

4. Chennai, India (USD 24,35)

5. Hanoi, Vietnam (USD 26,47)

6. Kochi, India (USD 26,71)

7. Cebu, Filipina (USD 27,83)

8. Jaipur, India (USD 27,83)

9. Kolkata, India (USD 27,94)

10. San Jose del Monte, Filipina (USD 28,90)

11. Chongqing, Tiongkok (USD 29,09)

12. Varna, Bulgaria (USD 29,28)

13. Delhi, India (USD 29,44)

14. Chengdu, Tiongkok (USD 29,51)

15. Pondicherry, India (USD 29,73)

16. Bangalore, India (USD 29,85)

17. Ho Chi Minh City, Vietnam (USD 30,03)

18. Bandung, Indonesia (USD 30,09)

19. Penang, Malaysia (USD 30,57)

20. Chiang Mai, Thaila

(galamedia)

Bogor Heritage Run, Kenalkan Potensi Wisata Lewat Olahraga

16 April 2015

bhrEvent Bogor Heritage Run (BHR) tahun 2015 yang bakal digelar pada Minggu (19/04/15) nanti, taka hanya event olahraga lari semata. Tetapi, acara ini lebih kepada rasa kepedulian atas heritage yang ada di Kota Bogor.

Hal itu disampaikan salah seorang panitia BHR 2015 Jimmy Carter, dalam keterangan persnya di hadapan media yang berlangsung di Ruang Rapat III Balai Kota, Jalan Juanda, Bogor Tengah, Rabu (15/04/15).

“Karena, seringkali kita sendiri tidak tahu soal keberadaan bangunan-bangunan heritage yang ada di Kota Bogor dan kalau pun terkesan tidak peduli,” kata Jimmy.

Menurutnya, lomba lari yang akan menempuh jarak sepanjang 5,5 km itu sendiri akan melintasi sejumlah bangunan bersejarah atau heritage yang pastinya memiliki nilai histori yang tinggi dan beberapa lokasi objek wisata.

Sebut di antaranya salah satu destinasi wisata favorit Kebun Raya Bogor, Istana Bogor, Gedung Balai Kota, Museum Zoologi, dan Vihara Dhanagun yang juga masuk ke dalam benda cagar budaya.

“Di event BHR 2015 ini juga ada pula lomba foto selfie dengan dua titik yang sudah tidak asing lagi. Yaitu di Taman Bogor, Tugu Kujang dan Vihara Dhanagun, yang pastinya akan ada hadiahnya untuk para pemenangnya,” ungkap Jimmy.

Bahkan, Wali Kota Bogor Bima Arya pun akan menyiapkan hadiah menarik bagi pemenang lomba foto selfie ini. Dirinya akan memberikan hadiah gadget.

(Heibogor)

Sungai dan Air Terjun Citumang

11 April 2015

Citumang, Pangandaran-8842Jauh di pedalaman Cijulang, Pangandaran Sungai Citumang mengalir di sebuah hutan hijau lebat yang airnya berwarna kebiruan. Sungai ini dihiasi oleh bebatuan indah, cabang-cabang pohon dan semak-semak. Airnya mengalir ke sebuah gua yang menakjubkan. Di sini, ketenangan akan menyapa Anda. Satu-satunya suara yang Anda dengar adalah suara harmoni alam yang manis, musik yang diciptakan oleh gemericik air dan bisikan angin yang berjalan melalui pepohonan, disertai suara hewan yang bersembunyi malu.

Sungai yang tenang ini terletak di Desa Bojong, kabupaten Ciamis, sekitar 15 km sebelah barat Pangandaran. Nama Citumang, berasal dari penduduk setempat yang percaya bahwa ada buaya yang kakinya patah tinggal di sungai ini. Nama buaya tersebut “Si Tumang”, maka sungai ini diberi nama Citumang.

Saat Anda berjalan di antara tebing tinggi, suara sungai mulai terdengar. Ketika Anda melewati tebing ini, keindahan sungai yang menakjubkan akan terkuak. Air jernih yang berwarna biru perlahan mengundang Anda untuk melompat kedalam sungai. Ketika Anda berjalan lebih ke hulu, Anda akan menemukan sebuah air terjun yang ditemani oleh pohon besar yang akarnya menjuntai. Tempat ini merupakan tempat yang tepat untuk bermain dengan adrenalin Anda, bergelantungan di ranting pohon seperti Tarzan dan terjun ke dalam air.

sutumang 2

Ketika Anda berjalan lebih jauh mengikuti aliran air, Anda akan menemukan sebuah keajaiban alam yang langka. Air sungai masuk kedalam tanah dan muncul kembali di hilir sungai seperti sistem ledeng. Tempat ini terletak di ujung gua yang disebut gua Taringgul, dan aliran sungai di bawah tanah ini disebut “Sanghyang Tikoro” atau diterjemahkan sebagai tenggorokan Allah.

Sungai Citumang adalah tempat yang sempurna untuk membawa anak-anak dan keluarga Anda. Di sini, Anda dapat mengajari mereka nilai-nilai tentang alam, pentingnya lingkungan, dan tempat di mana waktu yang berkualitas tidak hanya dengan satu sama lain, tetapi juga dengan lingkungan. Jika kesibukan kota membuat hari-hari Anda tertekan, cobalah benamkan kepala Anda ke dalam air pegunungan yang jenir dan sejuk. Tutup mata Anda dan biarkan perasaan tertekan Anda mengalir dengan air ke hilir. Perjalanan ke sungai Citumang sangat menyenangkan dan bermanfaat, jadi ketika Anda di sana, gunakan waktu Anda untuk bersenang-senang dan menyegarkan tubuh, jiwa dan pikiran.

sutumang 1

Citumang terletak di antara Pangandaran dan Green Canyon. Satu-satunya transportasi umum yang dapat membawa Anda ke tempat ini adalah ojek. Anda juga bisa menyewa sepeda untuk menuju ke sungai ini, yang Anda perlu lakukan hanya mengikuti petunjuk yang mengarah ke Citumang. Jika Anda menggunakan mobil, cara terbaik untuk sampai ke Sungai Citumang adalah melalui pasar lokal Cibenda lewat Panyingkiran melalui jalan sempit dan sawah hijau sampai Anda menemukan tempat parkir. Dari sana Anda harus berjalan kaki sekiatar 25 menit untuk menuju sungai.

(http://www.indonesia.travel/id/)

Pemkab Garut Kewalahan Atasi Perkembangan Kawasan Wisata Darajat

10 April 2015

darajatMoratorium penghentian pembangunan dan pengembangan kawasan Wisata Darajat di Kecamatan Pasirwangi belum dicabut. Namun, warga dan pengusaha wisata tidak menghiraukannya dan memilih tetap membangun tempat wisata air panas, penginapan, dan tempat makan, walaupun lokasi tersebut ekstrem dan rawan bencana.
Asisten Daerah Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Garut, Yati Rohayati, mengatakan sejak diberlakukan pada 2013, moratorium tersebut harus dipatuhi warga dan pengusaha. Karenanya, Pemerintah Kecamatan Pasirwangi dan pemerintahan desa terkait yang lebih mengerti dan dekat dengan kawasan Darajat harus menegakkan moratorium tersebut.
“Selama masa moratorium, Pemerintah Kabupaten Garut tidak memberikan izin baru untuk kawasan Darajat. Banyak yang masa berlaku izinnya yang sudah habis. Apalagi pembangunan baru, pemerintah kecamatan dan desa harus bisa menegakkan moratorium itu,” kata Yati, Kamis (9/4/2015).

(Tribunjabar)

« Previous PageNext Page »