SBY dianugerahi gelar honoris causa dari Universitas Yarmouk

lxtu0xPBnnKepala Negara Kerajaan Yordania, Raja Abdullah II mengunjungi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Sabtu (27/4/2013) sore.

Maksud kedatangan Kepala Negara Kerajaan Yordania, Raja Abdullah II ke kediaman SBY di Puri Cikeas, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat ini yakni memberikan undangan untuk melakukan kunjungan kenegaraan ke Yordania.

Utusan Khusus Raja Abdullah II yang juga mantan Menteri Wakaf urusan Islam dan tempat-tempat suci Yordania itu datang ke kediaman Presiden SBY bersama Presiden Universitas Yarmouk Abdulah Al Musa.

Sementara Presiden SBY sendiri didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Sudi Silalahi dan Dubes Indonesia untuk Yordania merangkap Palestina Teguh Wardoyo saat menerima Abdul Salam.

Selain untuk mengantarkan surat undangan kepada Presiden SBY dari Raja Abdullah II, kedatangan Abdul Salam Al Abbadi, juga bermaksud untuk melaporkan Konferensi Internasional Islam mengenai peradaban dan perdamaian yang baru saja dilangsungkan di Hotel Borobudur, Jakarta, pada 23-24 April lalu. Hal itu dikatakan Dubes Teguh Wardoyo, seperti dikutip situs resmi www.setkab.go.id, Sabtu (27/4/2013)

Sementara itu, kata dia, Abdulah Al Musa bermaksud untuk memberikan gelar Honoris Causa bidang ilmu politik dari Universitas Yarmouk kepada Presiden SBY karena jasa-jasanya memimpin negara Islam terbesar di dunia dan peran sertanya dalam ikut aktif dalam memimpin perdamaian dunia

sumber:sindonews.com

Konferensi Internasional Islam Hasilkan Rekomendasi Jakarta

April 24, 2013 by  
Filed under Berita Nasional, Jawa Barat Terkini

rekomendasi_jakartaKonferensi Internasional tentang Islam, Peradaban, dan Perdamaian yang berlangsung di Jakarta, 23-24 April 2013, menghasilkan kesepakatan yang disebut dengan “Rekomendasi Jakarta”. Terdapat sembilan butir rekomendasi yang dibacakan Tuty Alawiyah (Rektor Universitas Islam As Syafiiyah) saat penutupan konferensi yang dipusatkan di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (24/4/13) petang.

Menteri Agama Suryadharma Ali menutup resmi acara itu, dihadiri antara lain oleh Sekretaris Jenderal Kemenag Bahrul Hayat, mantan Menteri Wakaf dan Urusan Islam Kerajaan Jordania Abdul Salam Al Abbadi, dan sekitar 500 peserta dari belasan negara.

“Konferensi ini diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia bekerja sama dengan Steering Committee yang terdiri dari Kementerian Wakaf, Urusan Islam, dan Tempat-tempat Suci, lima universitas negeri, dan Bank-bank Islam Kerajaan Jordania, serta Duta Besar Indonesia untuk Jordania,” ujar Tuty Alawiyah.

Sembilan butir rekomendasi yang disepakati pada konferensi meliputi mengajak dunia Islam untuk terus meningkatkan pemahaman tentang Islam sebagai “rahmatan lil alamin” melalui pendidikan, dakwah, pelatihan, buku-buku, publikasi, dan media.

Kemudian, mengajak dunia Islam untuk terus-menerus membangun dialog antara berbagai madzhab pemikiran dalam Islam, agama, budaya, dan peradaban yang sejalan dengan sunnah Nabi Muhammad SAW seperti yang diperintahkan oleh Allah SWT: “Katakanlah wahai Ahli Kitab marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang sama yang tiada perselisihan antara kami dan kamu … “(QS. 3:64).

Ketiga, mendorong semua organisasi Islam untuk memanfaatkan sumber daya mereka dan pengaruhnya untuk menyebarluaskan perdamaian yang dibangun di atas dasar keadilan, pemahaman, dan harmoni, serta mendukung resolusi damai.

Keempat, menarik semua bangsa untuk menghargai dan menghormati agama dan keyakinan, sesuai pesan Tuhan dan Para Rasul, dan menjamin kebebasan yang bertanggung jawab mengenai hal-hal yang bisa berdampak negatif dan tidak diinginkan pada masyarakat.
Kelima, mengundang dunia Islam untuk memanfaatkan media modern dan komunikasi teknologi agar pengajaran Islam lebih menarik dan menyebarkan pesan keadilan, perdamaian, cinta, dan harmoni.

Keenam, menarik semua bangsa untuk memanfaatkan dan berbagi sumber daya yang tersedia dan semua cara yang mungkin untuk memperkuat peran pendidikan dalam memberdayakan masyarakat dan kualitas generasi muda.

Ketujuh, mendorong dunia Islam untuk memperkuat kerja sama antar pemerintah, lembaga, komunitas, dan masyarakat untuk memaksimalkan infrastruktur ekonomi Islam seperti wakaf, zakat, sedekah, serta perbankan dan bisnis syariah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan umat.

Kedelapan, mendorong dunia Islam untuk mendirikan lembaga Zakat dan Takaful berskala dunia yang akan digunakan untuk pembangunan berkelanjutan di seluruh dunia Muslim.
Dan, kesembilan, mengajak dan mendorong dunia Islam untuk mengadopsi berbagai rekomendasi konferensi dan mencari cara yang tepat untuk merealisasikannya.

“Para peserta konferensi merekomendasikan agar konferensi ini diadakan setiap dua tahun sekali, baik di Jordania atau Indonesia,” katanya.

Sementara itu, pada pidato penutupan konferensi, Menteri Agama Suryadharma Ali menuturkan, menyambut gembira dan mendukung rekomendasi yang dihasilkan.

“Saya berharap, bahwa seluruh rekomendasi tersebut dapat terus digelorakan dan disuarakan ke seluruh penjuru dunia secara konsisten,” katanya.

sumber: pikiran-rakyat.com