web analytics

PUSDAI Jabar Gelar Shalat Ghaib dan Doa Ahzab Bagi Kedamaian Mesir

August 16, 2013 by  
Filed under Berita Jawa Barat, Jawa Barat Terkini, Politik

demo-mesir-pusdaiSekitar 8000 jama’ah jumat PUSDAI Jabar gelar shalat ghaib dan doa ahzab bagi kedamaian Mesir yang dilanda tragedi berdarah. 30 puluh ulama salah satunya pakar tafsir favorit mahasiswa Indonesia khususnya Prof. Dr. Abdurahman Uwais tewas pada serangan junta militer Rabu lalu.
Mengingat Indonesia hutang budi pada Mesir yang mengakui kemerdekaan RI tahun 1945 juga kontribusi mesir telah menelurkan banyak ulama dunia Islam. Tak kurang dari 155 negara mendapat beasiswa dari swadaya masyarakat Mesir, khususnya Indonesia memiliki ribuan mahasiswa yang tengah menikmati study di mesir.
Maka atas dasar itulah kepala biro Yansos sekaligus ketua BPIC bapak H. Dadi mengintruksikan Imam Jumat agar memimpin shalat ghaib dan doa untuk mesir.
Acara berlangsung khidmat di pimpin Imam Pusdai ust. H. Deni Albar, Lc. yang notabene salah satu alumni Al Azhar Mesir.
Lebih dari do’a pun pantas bagi Indonesia untuk peduli Mesir, tambah pengasuh rumah tahfiz Maesaroh dan Q gen Jabar.
Hikmah terbesar dari acara ini memupuk solidaritas dan semakin menyadari pentingnya persatuan muslimin sebagai kunci kemenangan. “Kehancuran dunia ini jauh lebih ringan dari nyawa seorang Muslim. Ini di hadapan kita ribuan korban. Alangkah berdosa kita semua jika sedikitpun tak memiliki rasa peduli. Minimal yang kita mampu adalah do’a”. kata Ustadz H. Deni Albar, Lc (jabarmedia)

Menpora Resmikan Bumi Perkemahan di Kiarapayung Sumedang

picture077Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo meresmikan Bumi Perkemahan Letjen (Purn) DR. (HC) Mashudi Kwarda Jawa Barat, Kiarapayung, Kelurahan Sindangsari, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu (12/6/2013).

Roy Suryo tiba di lokasi bumi perkemahan seluas 66 hektare itu sekitar pukul 13.00 WIB, bersamaan dengan Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf. Keduanya mengenakan seragam Pramuka lengkap.

Dalam sambutannya, Roy Suryo memberikan apresiasi atas pemberian nama Bumi Perkemahan Pramuka itu. “Beliau pernah menjadi tokoh nomor 1 di Jawa Barat dan beliau juga adalah Kepala Kwartir Nasional Pramuka pada tahun 1978 hingga 1993. Selain itu, sekalian kita memperingati wafatnya bapak Mashudi yang memang agak berdekatan dengan tanggal ini tepatnya 10 hari sesudahnya. Almarhum Mashudi meninggal 22 Juni,” kata Menpora.

Ia pun berharap semangat Mashudi dalam membina Pramuka bisa memotivasi para anggota pramuka muda. “Beliau adalah tokoh yang sangat bagus. Almarhum Mashudi ini dalam membina pramuka bersaing dengan Sri Sultan. Tidak salah jika beliau menjadi bapak pramuka di Jawa Barat,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Dede Yusuf pun menyampaikan sambutannya. Ia berharap, ke depan Kementerian Pemuda dan Olahragha tidak hanya terfokus pada urusan olahraga saja. “Mudah-mudahan kalau dulu Kemenpora fokus kepada olahraganya sekarang bisa lebih fokus kepada kepemudaannya,” ucapnya.  (*)

Editor : dar
Sumber : Kompas

Mendikbud Sidak Ujian Nasional Sekolah Dasar

151422Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh melakukan inspeksi mendadak terhadap pelaksanaan Ujian Nasional
tingkat Sekolah Dasar di beberapa sekolah di wilayah Jakarta Barat (Jakbar).

“Terimakasih bagi kepala sekolah dan bapak atau ibu guru yang telah mempersiapkan untuk ujian pagi ini. Mari sama-sama kita berikan layanan terbaik bagi para siswa SD karena mereka akan menghadapi suatu tahap pendidikan agar dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya,” kata M. Nuh saat melakukan sidak di SD Negeri 10 Kemanggisan di Jakarta, Senin (6/5).

Dia menegaskan UN sebenarnya tidak perlu menjadi suatu hal yang menakutkan bagi para siswa SD. “Tidak perlu menakut-nakuti adik-adik kita, tetapi kita harus lebih memberi dukungan. Lagi pula, yang mereka hadapi adalah mata pelajaran yang memang diajarkan di sekolah,” katanya.

Namun, dia meminta agar para pengajar dan pihak sekolah tetap memberi pengawasan yang baik selama ujian berlangsung. Pada kesempatan itu, Mendikbud juga meminta para pengajar dan pemangku kepentingan lainnya dalam dunia pendidikan terus membimbing para siswa sekolah dasar untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih lanjut guna menjalankan program wajib belajar sembilan tahun.

“Jangan sampai ada anak SD yang tidak melanjutkan sekolahnya ke jenjang SMP hanya karena anak itu datang dari keluarga yang tidak mampu. Mari kita bangun posko-posko antiputus sekolah,” ujarnya.

Terkait pengawasan untuk pelaksanaan UN dan distribusi naskah soal, dia mengatakan pihak Kemendikbud akan memonitor setiap tahapnya, tidak hanya yang berlangsung di Jakarta, tetapi juga yang berlangsung di provinsi lain.

“Kami pantau setiap proses pelaksanaannya oleh masing-masing provinsi karena untuk UN SD ini penyelenggaraannya kami serahkan pada pemerintah provinsi, namun Kemendikbud memberi syarat dan ketentuan,” kata Nuh.

Dia menjelaskan sejak beberapa tahun lalu penyelenggaraan UN SD dan sederajat sudah dilaksanakan oleh pemda di masing-masing provinsi,
sedangkan UN untuk tingkat SMA sederajat dan SMP sederajat masih diselenggarakan secara tersentral oleh pemerintah pusat.

Menteri mengatakan secara umum naskah soal UN SD sudah siap sampai di lokasi ujian karena pendistribusian dilakukan pihak provinsi.

“Jadi, kami yakin di seluruh provinsi UN SD ini sudah ‘on schedule’. Bila soal belum sampai sebelum hari H ujian, hal itu wajar karena naskah soal sebelum hari ujian masih diletakkan di subrayon. Kemudian, ketika hari H pelaksanaan ujian maka naskah soal sudah ada di masing-masing sekolah,” ujarnya. (Ant)

sumber+foto:metronews.com

April 28, 2013 by  
Filed under Hukum, Jawa Barat Terkini

20130427hal1

Susno Duadji

Di manakah posisi mantan Kabareskrim Komjen Pol (Pur) Susno Duadji saat ini? Kejaksaan ternyata kehilangan jejaknya. Pascagagal melakukan eksekusi penahanan (24/4), Kejagung hanya bisa memperkirakan yang bersangkutan berada di antara dua kota, Jakarta atau Bandung.

Wakil Jaksa Agung Darmono mengungkapkan, pihaknya terus mencari keberadaan Susno. Dia optimistis bisa menemukan dan segera melakukan eksekusi. Darmono menjamin kejaksaan dapat melaksanakan perintah undangundang untuk menangkap mantan petinggi Polri tersebut. Apalagi, Polri sudah berkomitmen membantu proses eksekusi tersebut. “Jadi, kita berharap mudah-mudahan dari komitmen kepolisian membantu kita bisa untuk melakukan eksekusi,” ujar Darmono, di Jakarta, kemarin.

Fredrich Yunadi, pengacara Susno, mengaku tidak mengetahui keberadaan kliennya tersebut. Dia hanya memastikan Susno kini di bawah perlindungan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) di Jakarta. Sejak Susno meminta perlindungan ke LPSK itu dia sama sekali tidak pernah berkomunikasi lagi. Fredrich mengaku sudah menghubungi keluarga Susno, tapi tidak men-dapat informasi keberadaan mantan kapolda Jawa Barat (Jabar) tersebut. Menurut dia, keluarga besar hanya memastikan Susno dalam kondisi baik-baik saja. “Dari pihak keluarga bilang, bapak sehat, itu saja. Mereka minta doa atas kasus ini,” katanya.

Anggota LPSK Lili Pintauli membenarkan Susno masih dalam perlindungan karena kapasitasnya sebagai whistleblower. Namun, Lili mengaku tidak melakukan kontak lagi setelah Susno melapor. “Tidak ada kontak dengan beliau setelah malam dini hari (Kamis 25/4) itu,” kata Lili. Sebelumnya, Ketua LPSK Abdul Haris Semendawai memastikan lembaganya memberikan perpanjangan perjanjian untuk memberikan perlindungan terhadap Susno selama tiga kali, dengan alasan peran Susno sebagai whistleblower dalam kasus korupsi penggelapan pajak.

“Sejak Februari 2013, kita perpanjang perlindungan terhadap yang bersangkutan,” jelas Abdul. Sementara itu Jaksa Agung Basrief Arief menandaskan, walaupun kehilangan jejak, kejaksaan belum menetapkan status buronan untuk Susno. Menurut dia, kejaksaan masih terus berupaya mengeksekusi. Dia kemudian menuturkan hasil koordinasi Polri dan Kejagung langsung ditindaklanjuti oleh tim teknis. Tim inilah yang melakukan mekanisme untuk pelaksanaan eksekusi selanjutnya.

“Nah, itu saya kira sudah kita koordinasikan di bawah, termasuk Jampidsus dan Jamintel serta Bareskrim,” ungkap Basrief. Dari Markas Besar Polri, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan jika diperlukan, pihaknya siap membantu kejaksaan dalam mendeteksi keberadaan Susno. Sejauh ini polisi mengaku belum mengetahui keberadaan Susno. “Kami sifatnya membantu,” kata dia.

Sebelumnya, upaya kejaksaan untuk mengeksekusi Suno mengalami kegagalan. Kedatangan jaksa eksekutor ke rumah Susno di Kompleks Jalan Pakar Raya Nomor 6, Kelurahan Ciburial, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung menemui jalan buntu karena yang bersangkutan menolak dieksekusi. Bahkan, Susno sampai meminta perlindungan Kapolda Jabar dan meminta perlindungan politik dari Ketua Majelis Syura Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra.

Persoalan Susno, kemarin mendapat perhatian Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Dia menginstruksikan kepada Kapolri dan Jaksa Agung untuk menegakkan hukum dengan adil. “Dari apa yang dilaporkan dua pejabat tadi Kapolri dan Jaksa Agung, saya instruksikan singkat, tegakkan hukum dengan seadil-adilnya dan sebenar-benarnya. Rakyat menginginkan tegaknya hukum dan keadilan di negeri ini,” ujar Presiden dalam keterangan persnya di Bandara Halim Perdanakusumah Jakarta. Presiden SBY setibanya dari kunjungan kerja ke Brunei Darussalam siang kemarin menggelar rapat terbatas bersama Wapres Boediono.

Selain dihadiri Kapolri dan Jaksa Agung, rapat juga dihadiri sejumlah menteri. Dalam rapat tersebut, Presiden mendengarkan sejumlah laporan dari menteri, terkait dengan sejumlah isu yang sedang menghangat akhir-akhir ini. Pada kesempatan itu, Jaksa Agung dan Kapolri melaporkan kasus eksekusi Susno. Kepada kedua pejabat terkait, Presiden memberikan arahan agar dapat melaksanakan penegakan hukum dengan baik. “Rakyat menginginkan negara dan pemerintah, termasuk Kepolisian dan Kejaksaan itu berfungsi dan bisa menjalankan tugasnya dengan baik. Itu arahan saya, selebihnya tentu Kapolri dan Jaksa Agung bisa menjabarkan dan melaksanakannya,” tandasnya.

Polri Gelar Investigasi

Gagalnya eksekusi Susno berujung pada pemeriksaan internal kepolisian terhadap Polda Jawa Barat. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar menerangkan, Kapolri memerintahkan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Polri untuk melakukan investigasi ke Polda Jawa Barat. “Investigasi itu dimaksudkan apakah ada dugaan pelanggaran prosedur penanganan dari kepolisian yang ada di sana? Saat ini investigasi masih berjalan,” ujar Boy.

Dia tidak menyebutkan hingga kapan tim investigasi itu akan menuntaskan kerjanya. Hingga kemarin, belum ada kesimpulan awal apakah ada indikasi pelanggaran yang dilakukan pimpinan Polda Jawa Barat saat eksekusi mantan kapolda Jawa Barat di Bandung. “Tim kemarin baru tiba. Sampai saat ini kami dapat informasi masih ada di Polda Jawa Barat. Tim akan lebih fokus ke masalah tindakan kepolisian yang akan dilakukan audit terhadap proses yang berjalan,” papar dia.

Polda membenarkan petugas Divpropam Polri memeriksa Kapolda Jabar Irjen Pol Tubagus Angkawijaya terkait peran kepolisian dalam upaya eksekusi Susno di Bandung. “Kemarin itu menanyakan tentang kronologisnya sejak dari lokasi di Dago Pakar sampai dengan ke Polda, sampai dengan proses perundingan dengan pengacaranya (Susno Duadji), menanyakan proses itu,” kata Wakapolda Jabar Brigjen Pol Rycko Amelza, di Bandung, kemarin.

Dalam pemeriksaan tersebut, kata Wakapolda, Polda Jabar menjelaskannya kejadian proses eksekusi terhadap Susno yang dilakukan oleh tim gabungan dari Kejati DKI Jakarta, Kejati Jabar, dan Kejari Bandung. Pihaknya juga membantah tudingan pihak-pihak tertentu yang menyatakan Polda Jabar melindungi Susno Duadji. “Biasa tudingan miring, tapi kan kita punya penjelasan. Kemarin itu sesungguhnya Pak Kapolda itu dimintai bantuan, dimintai menjadi fasilitator,” katanya.

Kapolda Jabar, lanjut dia, sebenarnya juga sudah menolak akan tetapi pengacara Susno dan tim gabungan dari kejaksaan ingin berunding di Polda Jabar. “Tapi kedua belah pihak itu maunya di polda, kita fasilitasi untuk berunding. Kita tidak ingin ada benturan yang mengarah kepada anarkis. Sesuai laporan kemarin ada potensi itu. Kemudian kedua belah pihak minta tempat di Polda,” katanya. Setara Institute menilai Kapolda Jabar bertindak di luar koridor hukum dan kerangka etik perlindungan warga negara.

Menurut dia, kekeliruan ini pantas untuk dimintai pertanggungjawaban. Tidak cukup diperiksa, tapi harus diberi sanksi. Penyalahgunaan wewenang semacam ini cukup kuat menjadi alasan untuk menggeser kapolda Jabar. “Dasar keadilan harus menjadi pijakan bagi semua pihak untuk mendorong dan mendukung eksekusi Susno Duadji,” ujar Hendardi. krisiandi sacawisastra/rarasati syarief/ant

sumber+foto:koran-sindo.com

Jadi Tersangka, Aceng Fikri Mengaku Sakit

194047_aceng-fikri-disambut-warga-garut--jawa-barat_663_382Kediaman mantan Bupati Garut, Aceng HM Fikri, di Kampung Copong, Kelurahan Sukamentri, Kecamatan Garut Kota, nampak sepi paska Aceng ditetapkan tersangka oleh Polda Jawa Barat, Rabu, 17 April 2013 lalu.

Aceng Fikri menjadi tersangka atas kasus tindak pidana penipuan, penghinaan dan pencemaran nama baik terhadap mantan istri sirinya, Fany Oktora.

Istri Aceng Fikri, Nurohimah yang ditemui di rumahnya pada Rabu pagi, 24 April 2013 menyatakan, suaminya ada di rumah dan sedang tidur karena sejak beberapa hari terakhir mengeluh sakit.

“Ada tapi bapak masih tidur, agak kurang enak badan,” katanya.

Setelah penetapan tersangka terhadap Aceng Fikri kemarin, Aceng Fikri yang dihubungi melalui telepon tak mengomentari penetapan tersangka dirinya. Aceng menyatakan bahwa dirinya saat ini sedang sakit.

“Iya, badan saya sakit, mungkin kecapaian,” katanya.

Sementara itu pengumunan penetapan tersangka oleh pihak Polda Jawa Barat disampaikan setelah Aceng mendaftar jadi calon senator dengan membawa sekitar 6 ribu KTP dukungan, Minggu 21 April 2013. Aceng mengaku ingin mengabdi untuk masyarakat setelah lengser sebagai bupati.

sumber+foto:viva.co.id

Mengisi Hari Nyepi Pusdai Mengaji

March 16, 2013 by  
Filed under Agama, Berita Jawa Barat, Jawa Barat Terkini

Comments Off

pusdai-bertilawah-5Pusdai Bertilawah” salah satu program unggulan Pusdai Jabar adalah melahirkan huffazh sebanyak banyaknya. “Membangun nuansa quran suatu hal penting bagaimana menumbuhkan motivasi cinta Quran” Ungkap Ustadz muda H. Deni Albar, Lc. disela-sela kesibukan sebagai Ustadz muda dan pengajar tahfidz di SMA Alfa Centauri. Selaku koordinator program dalam sambutannya mengatakan bahwa rutinitas ini perlu terus istiqomah dijaga dalam rangka menjadi komunitas ghuroba, yg dimaksudkan adalah melakukan kegiatan yang jarang dilakukan muslimin apalagi di tengah kota. Sekitar 100 Muslimin hadiri sima’an khatmil Quran ini dengan mendatangkan 6 huffazh. Semoga kegiatan ini menginspirasi mesjid mesjid yg lain menyemarakan Al Quran. “Mengisi Hari Nyepi Pusdai Mengaji. Menyepikan umat dari kegiatan selain dekat dengan Al quran” ungkapnya juga.

Dengan cara dekat dengan Al-Quran seperti membaca, menghafal, menyimak serta mengamalkan isi kandungan Al-Quran ummat Islam bukan hanya kuat dan hebat di dunia melainkan juga kuat dan hebat di akhirat. Menambahkan di akhir acara simaan hafalan yang di mulai pukul 9 pagi sampai pukul 15.45 lengkap 30 juz  disimak jama’ah PUSDAI dihari nyepi. Sudah dibuktikan di SMA Alfa Centauri selaku salah satu sekolah binaan PUSDAI siswa yang memiliki hafalan terbanyak hampir lengkap 30 juz mampu menjadi manusia unggul dan berprestasi. Perlu diyakini bersama bahwa relevansi kemampuan akademik dengan mukjizat Al Quran sebagai benteng kesuksesan yang sinergis.

Hadir juga dalam acara tersebut Bapak H. Riadi, SKM. MPH dari pemrov. Jabar dan tak ketinggalan ketua DKM pusdai H. Ahmad Zayyidin Anshari.Lc.

Acara ini di tutup oleh KH. Maftuhin MA.g pimpinan Darul Huffazh Al Matin Sukabumi. Insya Allah dua bulan kedepan khatmil quran kita persiapkan lagi lebih khidmat dan semarak.

(jabarmedia.com/PUSDAI Jabar)

 

Bupati Aceng Minta Maaf ke Warga Garut

February 23, 2013 by  
Filed under Berita Daerah, Garut, Jawa Barat Terkini

aceng-fikriBupati Garut, Aceng HM Fikri, mengatakan sudah tidak didampingi kuasa hukumnya, yakni Ujang Sujai Toujiri dan Eggi Sudjana. Hal tersebut diungkapkannya dalam kemunculan perdananya di Pendopo Garut sejak Presiden menandatangani surat keputusan tentang pelengseran Aceng dari jabatannya.

“Terhitung sejak Kamis, 21 Februari 2013, saya sudah tidak didampingi kuasa hukum saya, Bapak Eggi Sudjana dan Ujang Sujai. Seiring dengan itu, saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya,” kata Aceng dalam konferensi persnya di Pendopo Garut, Jumat (22/2).

Menurut Aceng, penghentian dua kuasa hukumnya itu sudah disepakati bersama dan berdasarkan kesepahaman yang telah dibuat bersama. Karenanya, seluruh langkah hukum yang pernah ditempuhnya untuk melawan keputusan DPRD Kabupaten Garut, Mahkamah Agung, dan Presiden, dia tarik kembali pada dirinya sendiri.

Aceng mengatakan belum mengambil langkah apapun untuk menghadapi surat keputusan presiden yang kabarnya akan menjadi dasar pelengserannya dari kursi Bupati Garut. Sebab, menurut Aceng, dirinya belum menerima salinan surat keputusan tersebut.

Bupati Garut yang sangat irit bicara pada konferensi pers selama sekitar lima menit ini bahkan tidak menjawab pertanyaan wartawan dengan jelas mengenai penarikan semua gugatannya kepada DPRD Kabupaten Garut dan instansi lainnya. Aceng hanya menjawabnya dengan gerak tubuh dan meminta wartawan mencermati perkataannya saja.

“Selanjutnya, sehubungan dengan informasi yang berkembang dan informasi yang dibutuhkan masyarakat, akan disampaikan pada konferensi pers mendatang,” kata Aceng.

Dalam kesempatan itu, Aceng memohon maaf kepada warga Garut dan Indonesia atas hingar-bingar pemberitaan tentang dirinya. Aceng berharap masyarakat mampu berpikir cerdas dalam memahami berita-berita tersebut.

Aceng berharap seluruh pemberitaan mengenai dirinya tidak menimbulkan polemik berkepanjangan di kalangan warga Garut sehingga kondisi Garut dapat tetap kondusif.  (*)

sumber: jabar.tribunnews.com
Penulis : sam
Editor : dar

Mr. Thomas dan Burung Pipit

December 25, 2012 by  
Filed under Artikel Bebas, Jawa Barat Terkini, Serba Serbi

burung piitSepenggal Kisah dari Kampung Babakan Girang (part4)

Suatu hari pasca kemerdekaan, bapak Iling Saniling putera bungsu mama H. Nali yang sedang melintas di daerah Loji Bogor dengan mobil Mercedes milik suatu perusahaan di Bogor melihat sosok yang tidak asing pada masa perang Kolonial Belanda agresi II, namun rasa kebencian permusuhan sudah terlewati.

Saat bapak Iling mendekati dengan perlahan Mr. Thomas sedang bermain dengan burung pipit kesayangannya.

Rasa ingin menyapa ada dalam hati bapak Iling terhadap Mr. Thomas yang sedang bermain dengan burung pipit, namun karena khawatir Mr Thomas tidak mengerti bahasa Indonesia, paman bertanya dengan hati-hati melalui bahasa Indonesia yang kiranya mudah dimengerti.

“Mr maaf! kalau di Belanda burung ini apa namanya?”, tanya paman kepada Mr. Thomas.

Mr. Thomas pun menjawab dengan perlahan, “sami wae di Belanda oge manuk piit namina” (sama saja di Belanda juga namanya burung piit (burung pipit).

Mendengar jawaban Mr Thomas dengan menggunakan bahasa Sunda lantas bapak Iling tertawa.

“lho kok sami nanima manuk piit, teras tuan oge tyasa nyarios bahasa Sunda geuning” (Lho, kok bisa sama namanya manuk Piit, lalu Mr juga cakap dalam berbahasa Sunda), lanjut paman bertanya.

Mr. Thomas pun menjelaskan, “muhun apanan abdi teh tos lami di Indonesia, pun bojo abdi oge urang Sunda, di Belanda sadidinten abdi sareng pun bojo nyarios bahasa Sunda, janten sami manuk ieu disebatna manuk piit wae” (ya saya sudah lama di Indonesia, istri saya pun orang Sunda, sehari-hari di Belanda saya bercakap-cakap dengan istri dengan bahasa Sunda, jadi burung ini juga disebut burung pipit). Intaha (wis totop iki laiki kalam)

Penulis

Najmudin Ansorullah SHI., S.Pd.I

Kisah Malang Kasdi Cari Keadilan, diusir Satpam MA

December 20, 2012 by  
Filed under Berita Nasional, Hukum, Jawa Barat Terkini

Foto : vivanews

Foto : vivanews

Kisah Kasdi yang mencari keadilan hingga Mahkamah Agung, Jakarta, nampaknya tidak menyentuh aparat Kepolisian Semarang. Kepala Polretabes Semarang, Komisaris Besar Elan Subilan, hanya memastikan bahwa penegak hukum tidak pernah salah untuk menghukum orang.

“Polisi, jaksa dan hakim tak pernah salah menghukum orang,” kata Kombes Elan Subilan, Kamis, 13 Desember 2012.

Sementara Kepala Bidang Propam Kepolisian Daerah Jawa Tengah, Komisaris Besar Alex Rewos, justru tidak pernah mendapat laporan mengenai hal tersebut.

“Tidak pernah ada laporan itu,  coba tanya ke Polrestabes langsung saja,” kata Alex Rewos.

Kasdi terpaksa mendatangi Mahkamah Agung bersama keluarganya setelah gagal mencari keadilan di Semarang. Bapak yang bekerja sebagai pencari ikan itu memastikan anaknya merupakan korban rekayasa polisi dan dijebak menjadi pengedar narkoba.

“Anakku disiksa dan dipukuli agar mengaku barangnya itu miliknya,” kata Kasdi beberapa waktu lalu.

Karena ketidaktahuan Kasdi, ia mencoba mempertanyakan nasib anaknya hingga ke Mahkamah Agung. Diakuinya anak sulungnya itu merupakan tulang punggung keluarga.

“Saya berharap di Jakarta nanti keadilan akan saya dapatkan,” ujarnya sebelum berangkat Jakarta.

Setelah sampai di Jakarta, lagi-lagi nasib malang masih menimpanya. Setelah menjual sepeda ontel dan ayamnya untuk membeli tiket kereta ekonomi dari Demak ke Jakarta, ia dan keluarganya tidak diperbolehkan masuk ke gedung MA oleh petugas keamanan.

Alasannya, Kasdi tidak memakai sepatu dan kemeja. Kasdi yang berjalan kaki dari Stasiun Pasar Senen ke gedung MA itu memang hanya memakai sandal jepit.

Saat ini Kasdi bersama keluarganya yang terkatung-katung di Jakarta diarahkan oleh para wartawan untuk menemui Ketua YLBHI, Alfon Kurnia Palma, dengan harapan YLBHI bisa membantu proses hukum anak Kasdi, Sarmidi. Kasdi pun dicarikan bajaj oleh wartawan untuk menuju ke kantor YLBHI di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat. (umi)

Sumber : vivanews

Polri: Pemilik Kamp Senjata di Poso Haji Sabir

November 8, 2012 by  
Filed under Berita Nasional, Hukum, Jawa Barat Terkini

Foto:(ANTARA/Zainuddin MN)

Tim gabungan kepolisian dengan Tentara Nasional Indonesia menemukan sebuah kamp latihan senjata di Masani, Tamanjeka, Poso, Sulawesi Tengah pada Sabtu, 3 November 2012 sekitar pukul 11.30 Wita. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan pihaknya sudah mengetahui pemilik kamp tersebut.

“Pemilik lahan, Bapak Haji Sabir, orang yang diduga menjadi pemilik tempat latihan. Sudah diambil keterangan tapi tidak diamankan,” kata Boy dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta, Rabu 7 November 2012.

Boy mengungkapkan saat ditemukan kamp seluas 2 hektar itu dalam keadaan kosong. Polisi tidak memiliki niat untuk memanfaatkan lahan tersebut.

“Yang disita barang-barangnya. Kalau tempatnya di dalam pengawasan, kalau penyelidikan sudah selesai dikembalikan ke pemiliknya,” ujarnya. Areal tersebut dijadikan petunjuk aktivitas pelatihan teror.

Boy menegaskan pihaknya tidak dapat bertindak berlebihan terhadap milik seseorang. Terkait apakah pemiliknya terlibat atau tidak, polisi masih menelusuri.

“Kalau dia sebagai pemilik tidak mengetahui lahannya dipakai orang, harus dibuktikan. Tapi kalau ada kaitannya memfasilitasi, cukup berat (sanksinya). Memberi bantuan orang-orang yang melakukan teror,” terangnya. (umi)

Sumber:viva.co.id

Next Page »