web analytics

Menteri HAM Yaman Akan Melarang Pernikahan Anak di Bawah Umur

September 16, 2013 by  
Filed under Berita, Berita Internasional, Hukum, Jawa Barat Terkini

Menteri HAM Yaman Huriya Mashur bergabung dengan aktivis tanggal 2 Juni 2013 di Komplek Penjara Sanaa Yaman (photo: AFP)

Menteri HAM Yaman Huriya Mashur bergabung dengan aktivis tanggal 2 Juni 2013 di Komplek Penjara Sanaa Yaman (photo: AFP)

SANAA (Jabarmedia) – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Yaman mengatakan bahwa ia akan menekan usia pernikahan minimal 18 tahun, setelah dilaporkan kematian seorang gadis muda pada malam pernikahannya.

Seperti dilansir Kantor Berita Perancis AFP, Jumat (14/09/2013), bahwa Rawan (8), dikabarkan meninggal minggu lalu dari pendarahan internal setelah hubungan seksual, pasca-pernikahannya dengan seorang pria berusia 40-an tahun di Provinsi Timur Laut dari Hajja.

Tapi, gubernur provinsi membantah laporan bahwa Rawan telah meninggal .

Huriya Mashur mengatakan kepada AFP dia ingin menghidupkan kembali RUU yang telah “tertidur” sejak tahun 2009. Ia akan menetapkan batas usia minimum pernikahan semula usia 17 tahun naik menjadi usia ke-18 tahun.

Menurut Huriya yang juga aktivis mengatakan RUU itu ditangguhkan ketika anggota parlemen ultrakonservatif dari partai Islam Al-Islah itu diblokir.

“Saya menulis surat kepada presiden majelis deputi untuk “re-file” di dalam agenda parlemen RUU batas usia pernikahan,” katanya. Huriya juga menambahkan bahwa ia akan mempertahankannya di kabinet.

“Kami meminta untuk memperbaiki usia sah menikah pada usia 18, sebagaimana diketahui Yaman adalah negara penandatangan konvensi internasional tentang hak-hak anak”, kata Mashur.

Menteri berbicara sehari setelah pemerintah membentuk sebuah komite untuk menyelidiki laporan tentang kematian gadis itu.

Tapi gubernur provinsi Hajja mengatakan kepada kantor berita resmi SABA pada hari Sabtu bahwa Rawan masih hidup.

Ali al-Qaissi mengatakan kepada SABA, bahwa “gadis muda Rawan Abdu Hattan masih hidup dan tinggal bersama keluarganya seperti biasa ” ujar al-Qaisi (red-menyangkal semu tuduhan kematian Rawan).

Namun dia menambahkan bahwa “gadis muda (red-Rawan) saat ini berada di sebuah pusat perlindungan sosial setelah menjalani tes fisik dan psikologis di rumah sakit umum” di daerah.

Sebelum penolakan dari gubernur, Mashur mengatakan: “Kami tidak memiliki bukti yang cukup saat ini” tentang insiden itu.

“Tapi saya khawatir bahwa kemungkinan ada upaya untuk membungkam masalah ini, terutama karena terjadi di daerah pedesaan terpencil di provinsi Hajja di mana ada kasus serupa sebelumnya”, ujar Mashur.

“Jika dikonfirmasi kasus ditutup-tutupi, maka kejahatan akan lebih parah”, Mashur memperingatkan.

Kepala Kebijakan Luar negeri Uni Eropa Catherine Ashton, mengatakan Jumat bahwa ia ” terkejut” dengan dugaan kematian gadis itu, dan mendesak pemerintah untuk melarang praktek (red-pernikahan usia di bawah umur).

Mashur telah terlibat dalam kampanye melawan pernikahan pengantin anak di Yaman, tapi terganggu dengan tahun-tahun perselisihan dan kemiskinan yang meluas. Tak adanya definisi yang jelas di sebuah negara mengenai pengertian anak, sehingga sulit untuk melawan praktek.

Badan HAM Dunia (Human Rights Watch/HRW) mengatakan pada Rabu bahwa 14 persen anak perempuan di Yaman sudah menikah sebelum usia 15, dan 52 persen sebelum 18, sebgaimana kutipan dari Yaman dan data PBB tahun 2006.

Di daerah pedesaan tertentu, gadis semuda 8 tahun kadang-kadang dikawinkan dengan laki-laki jauh lebih tua dari mereka.

Masalah ini telah menyebabkan kemarahan di seluruh dunia pada tahun 2010, dengan kasus Nujod Mohamed Ali.

Dia telah menikah pada usia 10 tahun dengan seorang pria 20 tahun lebih tua pada tahun 2008, dan bercerai setelah ia mengalami pelecehan seksual dan memukulinya.

Ali terlibat dalam kampanye melawan praktek pernikahan yang dipaksa di bawah umur, sehingga merasa terpanggil untuk melarang perempuan menikah sebelum usia 18 tahun.

Sebelum penyatuan Yaman pada tahun 1990, usia sah pernikahan ditetapkan pada 15 tahun di Utara dan 16 tahun di Selatan. Tapi, undang-undang di negara bersatu tidak menentukan batas usia.

Hak asuh orang tua Dul bisa dicabut

September 10, 2013 by  
Filed under Berita, Berita Nasional, Jawa Barat Terkini

Seto Mulyadi

photo: google

Ahli psikologi anak, Seto Mulyadi menyebutkan hak asuh orang tua Abdul Qodir Jaelani bisa saja dicabut, menyusul kecelakaan yang melibatkan anak di bawah umur itu Minggu dini hari kemarin.

“Keduanya harus ikut tanggung jawab, anak maupun orang tua,” kata Seto di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan, Minggu.

Namun tanggung jawab yang dibebankan kepada anak di bawah umur lebih merupakn “restoratibe justice”, sebaliknya, orang tua harus menunjukkan kemampuannya dalam memasuki kehidupan sang anak dan berperan dalam kehidupan anak.

“Dalam undang-undang, kalau tidak mampu, kuasa asuh bisa dicabut,” katanya.

Lebih lanjut Seto menjelaskan bahwa selama ini hak asuh ada di tangan Maia, hanya saja ketiga anak mereka, Al, El dan Dul lebih sering bersama dengan Ahmad Dhani.

“Kalau ada masalah seperti ini, harus ditegaskan lagi siapa yang berwenang mendapatkan hak asuh,” katanya.

Seto menyebutkan seharusnya Dhani bisa lebih mengawasi dan mengontrol sang anak, namun lingkungan juga ikut memengaruhi. Seto meminta pihak berwajib melakukan sosialisasi perihal anak di bawah umur yang membawa kendaraan.

“Anak di bawah umur itu mudah meledak dan tidak stabil,” katanya.

Dul terlibat kecelakaan beruntun dengan tiga kendaraan lainnya yang menyebabkan enam nyawa melayang dan sepuluh borang dilarikan ke rumah sakit.

Sumber: Antaranews.com

 

Jangan Takut Lengserkan Aceng Fikri!

December 20, 2012 by  
Filed under Berita Daerah, Garut, Jawa Barat Terkini

Comments Off

Bupati-Garut-AcengggggKabupaten Garut Jawa Barat diharapkan tak gentar dengan ancaman dari pihak Bupati Garut Aceng HM Fikri dalam mengambil keputusan terkait kasus pernikahan siri Aceng dengan Fani Oktora (18) yang hanya berlangsung empat hari. DPRD Garut harus menjadi panutan dalam penegakan etika dan hukum.

“Agar tidak jadi preseden di daerah-daerah lain, pemimpin harus konsisten dengan sumpahnya menjalankan semua undang-undang. Jadi, DPRD tidak boleh takut,” kata anggota Komisi III DPR Eva Kusuma Sundari di Jakarta, Kamis (20/12/2012).

Hal itu dikatakan Eva menanggapi ancaman dari Eggy Sudjana, pengacara Aceng. Eggy mengingatkan agar jangan ada upaya pelengseran Aceng sebagai bupati. Jika pelengseran terjadi, kata Eggi, akan berdampak pada keamanan dan ketertiban di wilayah Garut.

“Saya ingatkan jangan sampai ada kerusuhan. Kalau dipaksakan (pelengseran), itu memancing massa rusuh,” kata Eggi

Eva menyesali pernyataan Eggy itu lantaran telah memprovokasi warga Garut. Untuk itu, Eva berharap kepolisian segera mengambil langkah-langkah antisipasi. “Dia (Eggy) menggunakan cara-cara premanisme untuk memenangkan kliennya. Polisi harus mencatat pernyataan itu sebagai niat awal (rusuh),” kata politisi PDI Perjuangan itu.

Seperti diberitakan, Pansus DPRD Kabupaten Garut menilai Aceng telah melanggar etika, sumpah janji jabatan, dan undang-undang. Aceng dinilai terbukti telah melanggar Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.

Selain itu, Aceng dianggap melanggar sumpah janji kepala daerah karena telah menikah singkat dengan gadis di bawah umur. Nasib Aceng bakal diputuskan DPRD Garut selambatnya pada Jumat (21/12/2012).

Sumber : tribunnews.com