Empat Rumah Warga Ambles di Kabupaten Bandung Barat

Foto:seputar-indonesia.com

Empat rumah warga di Kampung Cinangsi, RT1/2, Desa Karangtanjung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB) rusak dan ambles.

Kondisi itu disebabkan oleh longsor.Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini karena para pemilik rumah sempat menyelamatkan diri,namun perabotan rumah tangga termasuk pakaian yang ikut terbawa longsor. Rumah warga yang mengalami rusak itu milik Suparman, 58, yang didiami 5 orang; Jaja,55 ditempati 3 orang; Oman,55 ada 3 orang; dan Jalil, 35 terdiri dari 3 orang.Rumah mereka ambles akibat tanahnya mengalami longsor.

Tinggi tebing tanah yang longsor mencapai 100 meter dan berada di atas Kali Cililin.Walau tidak ada korban,namun kerugian materi akibat peristiwa ini ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Suparman mengatakan,peristiwa longsor yang merusak rumahnya terjadi sebanyak dua kali.Pertama pada Minggu (18/11) malam dan yang kedua terjadi pada Senin (19/11) petang sekitar pukul 16.00.

Penyebab longsor adala hujan yang turun terus menerus setiap hari, dan kondisi tanah di dekat rumahnya yang merupakan tebing sehingga rawan mengalami longsor. ”Awalnya antara bibir tebing dengan tembok rumah saya jaraknya sekitar lima meter. Sekarang tidak terlihat karena tanah yang amblas dan longsor itu tepat menghancurkan bagian dapur,”kata Suparman saat ditemui SINDO di lokasi kejadian,kemarin.

Istri Jalil, Ika,20, menerangkan pada saat longsor yang pertama sempat membuat ia suami dan anaknya panik.Itu dikarenakan peristiwanya terjadi saat tengah malam saat itu dia dan keluarganya sedang tertidur pulas. Dia terbangun setelah mendengar suara gemuruh dari tanah yang mengalami longsor. Seketika dirinya membangunkan suami dan membawa anaknyakeluarrumah.” Hanya beberapa menit saya keluar rumah tiba-tiba rumah saya roboh,” ujar Ika yang harus rela rumah semi permanen miliknya berukuran 7×6 meter hancur dan tidak bisa ditempati lagi.

Ditemui terpisah, Kepala BadanPenanggulanganBencana Daerah (BPBD) KBB Maman Sulaiman mengatakan,sudah mengirimkan bantuan logistik kepada warga yang menjadi korban. Sedangkan untuk upaya penanganan, pihaknya sudah melakukan studi lapangan ke. tebing yang mengalami longsor harus di beronjong.

Pihaknya pun tidak merekomendasikan tempat itu dijadikan hunian karena rawan terjadi lagi longsor. ”Pilihannya warga harus direlokasi,tapi kami sedang berkoordinasi dengan aparat kewilayahan apakah ada tanah carik yang bisa dipakai relokasi atau tidak,” kata Maman. adi haryanto

Sumber:seputar-indonesia.com