web analytics

Gunung Guntur Masuki Masa Kritis

April 12, 2013 by  
Filed under Berita Daerah, Jawa Barat Terkini

a8b0d2839d0c77e07b31de0704797a55Kepala Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Surono, mengatakan Gunung Guntur di Kabupaten Garut memasuki masa kritis. Hal ini dideteksi dengan terjadinya tiga kali gempa tremor pada rentang waktu antara Selasa (2/4) sampai Selasa (9/4).

Menurut Surono, jika dibandingkan dengan gunung berapi lainnya, pada tahap ini Gunung Guntur telah memasuki babak akhir sebelum meletus. Namun, sumbat lava di puncak Gunung Guntur terus menahan energi letusan.

“Seharusnya setelah ada tremor, keluar asap. Ini tidak. Biasanya kalau mau meletus, tremornya meningkat drastis. Tapi Gunung Guntur meningkat perlahan. Seakan-akan ngajak lari maraton,” kata Surono saat ditemui di Pos Pengamatan Gunung Guntur, Selasa (9/4).

Seismograf atau alat pendeteksi aktivitas gunung api di pos tersebut mencatat terjadi tremor di Gunung Guntur, Selasa (2/4) dari pukul 07.05 sampai pukul 17.58. Tremor yang secara otomatis mengubah status Gunung Guntur menjadi waspada ini memiliki amplituda pada seismograf antara 10 milimeter sampai 15 milimeter.

Tremor kedua terjadi selama dua hari pada Sabtu (6/4) pukul 23.00 sampai Minggu (7/4) pukul 18.00. Tremor kedua yang berlangsung selama dua hari atau tepatnya 19 jam ini memiliki amplituda 2 milimeter sampai 4 milimeter.

Gempa tremor ketiga terjadi pada Selasa (9/4) sejak pukul 07.00. Sampai pukul 14.00, gempa tremor dengan amplituda 2 milimeter sampai 4 milimeter tersebut belum juga berhenti. Tiga gempa tremor beruntun ini, ujar Surono, membuat dirinya kebingungan karena Gunung Guntur belum pernah mengalami tremor selama itu pada tahun-tahun sebelumnya.

“Di gunung api lain, dengan keadaan seperti ini, sudah meleduk dengan peningkatan tremor dalam hitungan waktu menit atau jam. Seharusnya ini sudah final count, tinggal menghitung mundur, 9, 8, 7, 6,” kata Surono.

Ujarnya, Gunung Guntur mengalami tremor harmonis berukuran kecil pada tahun 1994, 1997, 1998, 1999, 2002, 2009, dan 2012. Gempa tremor pada tahun-tahun sebelumnya ini hanya berlangsung selama 30 menit atau 1 jam.

Surono mengatakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah harus segera berkoordinasi dengan masyarakat di sekitar Gunung Guntur untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk. Surono mengatakan sosialisasi ini tidak bisa ditunda dan harus direalisasikan secepat mungkin.

“Statusnya memang masih waspada. Butuh pertimbangan yang sangat berat untuk menaikkan statusnya menjadi siaga. Soalnya banyak masyarakat dan ada juga tempat pariwisata di situ. Tapi masyarakat diimbau tenang, jangan sampai panik,” kata Surono.

Tuturnya, gunung ini sempat meletus sebanyak 21 kali pada 1770 sampai 1843. Risiko bancana gunung ini, ucapnya, sangat besar karena terdapat banyak pemukiman dan tempat strategis di sekitar gunung.

“Terdapat lelehan lava mengering di puncak gunung. Butuh energi yang besar untuk bisa meletus. Berdasarkan sejarah, letusan gunung ini sangat besar. Sayangnya, kawasan kota berada pada radius 5 kilometer saja,” ujarnya.

Surono mengatakan, pengetahuan warga Garut sekarang mengenai letusan gunung ini sudah sangat minim karena letusan terakhir terjadi 170 tahun lalu. Karenanya, Surono meminta BPBD tidak menunda-nunda sosialisasi tanggap darurat bencana. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi ancaman material abu lebat, material pijar, awan panas, dan lava, jika gunung meletus.(*)

Sumber + Foto : tribunnews.com

Kawah Galunggung, Tempat Wisata Favorit di Tasikmalaya

kawah-galunggung1

Gunung Galunggung merupakan gunung berapi kategori strato (gunung berapi mirip kerucut) dengan ketinggian 2.167 meter di atas permukaan laut (dpl) atau sekitar 1.820 meter di atas dataran Tasikmalaya. Dalam sejarahnya, gunung yang menempati areal sekitar 275 kilometer ini pernah meletus beberapa kali. Pertama kali meletus pada tanggal 18 Oktober 1882 dan terakhir kali meletus pada tanggal 5 April 1982.

Letusan terakhirnya bertipe vulcanian vertical (seperti letusan cendawan bom atom), yang semburannya mencapai 20 kilometer ke angkasa. Letusan tersebut juga diikuti dengan semburan piroclastic (debu halus) yang menghujani Tasikmalaya, Garut, Cianjur, Bandung, dan kota-kota lain yang berada dalam radius 100 kilometer dari Gunung Galunggung.

galunggung2Keistimewaan

Di kawasan Gunung Galunggung terdapat dua tempat wisata favorit, yaitu Danau Kawah dan Pemandian Cipanas. Dari pintu masuk, pengunjung yang ingin ke lokasi kawah mengambil jalan ke arah kiri. Sedangkan pengunjung yang akan ke Pemandian Cipanas mengambil jalan ke arah kanan.

Untuk menuju lokasi Danau Kawah, pengunjung akan melewati sekitar 620 anak tangga yang menjadi salah satu tempat favorit untuk berfoto. Untuk mencapai dasar kawah, pengunjung harus turun sekitar 100 meter. Di dasar kawahnya, pengunjung dapat menikmati pesona alamnya yang eksotik, berfoto, dan memancing aneka jenis ikan air tawar Danau Kawah.

Di lokasi tersebut juga terdapat sungai dari resapan Danau Kawah, gua, terowongan air menuju Sungai Cibanjaran dan Cikunir, serta masjid. Konon, masjid tersebut dulunya berada di area yang tinggi. Namun, posisinya berubah di dasar kawah seperti saat ini akibat letusan Gunung Galunggung pada tahun 1982.

Pada malam hari, dari bibir kawahnya, pengunjung dapat melihat keindahan kerlap-kerlip cahaya lampu Kota Tasikmalaya dan sekitarnya.

Lokasi Pemandian Cipanas tidak begitu jauh dari pintu masuk dan dapat diakses dengan berjalan kaki. Di kawasan seluas 3 hektar ini terdapat dua lokasi pemandian, masing-masing dikelola oleh pemerintah daerah setempat dan Perhutani. Di kawasan ini terdapat kolam renang, kamar mandi, dan bak rendam air panas. Kecuali itu, di kawasan ini pengunjung juga dapat menikmati keindahan air terjun yang memesona.

Selain Danau Kawah dan Pemandian Cipanas, di kawasan tersebut juga terdapat wanawisata (wisata hutan) yang memiliki areal sekitar 120 hektar yang dikelola pihak Perhutani. Kawasan ini berhawa sejuk, udaranya segar, dan teduh, sehingga cocok sekali dijadikan tempat untuk bersantai bersama keluarga atau berkemah.

galunggungLokasi

Gunung Galunggung terletak di Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Berjarak sekitar 20 kilometer ke arah barat daya dari Kota Tasikmalaya.

Akses

Pengunjung yang menggunakan kendaraan pribadi dapat langsung mengaksesnya sampai ke areal parkir kawasan Gunung Galunggung. Bagi pengunjung yang menggunakan kendaraan umum, dan berasal dari luar Tasikmalaya, sebaiknya turun di Terminal Bus Tasikmalaya. Kemudian, perjalanan dilanjutkan naik angkutan kota jurusan Terminal-Galunggung-Singaparna dengan ongkos sekitar Rp 4.000, s/d Rp.5.000,- per orang (data 2008). Selain dengan angkutan kota, pengunjung juga dapat menggunakan ojek atau mobil pick up.

Harga Tiket

Harga tiket masuk sekitar Rp 2.500,- per orang (data 2008).

Akomodasi dan Fasilitas

Di kawasan ini terdapat berbagai fasilitas, seperti areal parkir yang luas dan aman, masjid, kafe, sarana bermain anak-anak, kolam renang, bak rendam air panas, arena pertunjukan, camping ground, shelter-shelter, serta sentra oleh-oleh dan jajanan.

Pengunjung yang ingin menginap tidak perlu khawatir karena di sekitar kawasan wisata ini terdapat wisma dan hotel dengan berbagai tipe.

Sumber:Yusriandi Pagarah/wm/37/03-08