Pembangunan Tol Cisumdawu Masih Berkutat pada Masalah Pembebasan Lahan

April 18, 2013 by  
Filed under Berita Daerah, Jawa Barat Terkini

d8dbf01fa72cc54087a435014bafa5b8Proses pembangunan jalan tol Cisumdawu (Cileunyi-Sumedang-Dawuan) yang kini tengah berlangsung, masih berkutat pada masalah pembebasan lahan.

Seperti halnya, pembangunan tol Cisumdawu di seksi II, Rancakalong-Ciherang sepanjang 17,3 km. Masih ada sejumlah lahan warga yang belum dibebaskan, bahkan lokasinya tepat di tengah badan jalan tol.

Bahkan masalah pembebasan lahan tersebut, lebih rumit dan krusial ketimbang mengerjakan kontruksi tol, sekalipun harus menembus gunung,

“Apa boleh buat, karena tanahnya belum dibebaskan sehingga terpaksa dilewat dulu, supaya projek tetap jalan. Apalagi tanah-tanah yang belum dibebaskan itu posisinya tepat di as (tengah-red) jalan,” kata Kepala Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Pembangunan Jalan Bebas Hambatan (PPJBH) Cisumdawu, Subagus Dwi Nurjaya usai rapat koordinasi Tol Cisumdawu di gedung Induk Pusat Pemerintahan (IPP) Pemkab Sumedang, Kamis (18/4).

Subagus menyebutkan, lahan di tengah badan jalan tol seksi II yang belum dibebaskan, seperti di daerah Pamulihan dan Ciherang. Namun demikian, secara umum luas tanah yang belum dibebaskan di seksi II hanya tinggal 0,4 persen.

Itu pun dari panjang jalan tol seksi II yang sudah dikontraktualkan sepanjang 6,5 km. Walaupun tanah yang belum dibebaskan hanya 0,4 persen lagi, tapi posisinya sangat menyulitkan, tepat di as jalan.

“Apalagi pembebasan lahan jalan tol seksi I Cileunyi-Rancakalong, yang sudah dibebaskan baru sepanjang 1 km dari total panjang jalan tol 12 km. Sementara seksi III, Ciherang-Situ, Sumedang sepanjang 3,5 km, masih dalam proses pembebasan lahan. Untuk luas lahan yang belum dibebaskan, itu kewenangan P2T yang menjelaskannya,” katanya.

Untuk kelancaran pembangunan jalan tol terutama proses pembebasan lahannya, kata dia, semua pihak terkait harus menyamakan persepsi sekaligus menyinergiskan kepentingan pembangunan jalan tol tersebut. Sebab dampak positifnya sangat besar, bisa mengembangkan perekonomian masyarakat Sumedang.

Apalagi jalan tol seksi II, menjadi solusi kerawanan jalan Cadaspangeran yang semakin menurun kualitasnya, termasuk kemacetan di Sumedang. Begitu pula seksi I, Cileunyi-Rancakalong, bisa mengatasi kemacetan tahunan di Jatinangor dan Tanjungsari.

“Makanya, pembangunan jalan tol seksi I dan II ini menjadi prioritas kami. Dalam rapat koordinasi ini, kami bersama P2T (Panitia Pengadaan Tanah) Pemkab Sumedang, BPN, TPB (Tim Pembebasan Lahan) dan pihak terkait lainnya, menyamakan persepsi dan membentuk sinergitas. Terutama dengan para kuwu (kades-red), yang menjadi ujung tombak masyarakat,” katanya.

Lebih jauh Subagus menjelaskan, pembangunan jalan tol Cisumdawu terutama di seksi I dan II, menjadi jalan keluar kerusakan jalan jalur Bandung-Cirebon, berikut kemacetannya.

Kerusakan jalan akan terus terjadi bahkan semakin parah, sepanjang truk-truk angkutan berat yang melebihi kapasitas melalui jalur tersebut.

Biaya besar yang dikeluarkan pemerintah untuk penambalan jalan rusak pun, akhirnya terbuang percuma (mubazir-red). Pasalnya, tidak efektif dipakai perbaikan jalan jalur Bandung-Cirebon, terutama di wilayah Sumedang.

“Tidak ada solusi lain kecuali dengan jalan tol ini. Semua kendaraan angkutan berat akan melalui jalan tol. Sehingga, jalan lama bisa terpelihara kualitasnya dan dijamin keamanannya,” tutur Subagus.

Ditanya tingkat kesulitan pembangunan jalan tol seksi I dan II yang kondisi geografisnya banyak pegunungan, ia mengatakan, untuk pembangunan kontruksi tidak ada masalah. Meski harus melewati daerah pegunungan,masih bisa diatasi dengan penerapan teknologi canggih kontruksi jalan tol.

“Lebih sulit menyelesaikan masalah pembebasan lahan, ketimbang membangun kontruksi jalan tol, sekalipun harus menembus gunung,” tutur Subagus.

Ketika akan dikonfirmasi usai rapat koordinasi, Ketua P2T Pemkab Sumedang sekaligus Plt (Pelaksana Tugas) Sekda Kab. Sumedang, Drs. H. Zaenal Alimin, M.M, belum bisa dihubungi karena masih sibuk. SMS pun belum dibalas. (A-67/A-89)***

Sumber : pikiran-rakyat.com

Jalan Tol Cisumdawu Jabar, Mulai Dikerjakan

November 30, 2012 by  
Filed under Berita Daerah, Jawa Barat Terkini, Sumedang

Foto:tribunnews.com

Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto meresmikan pembangunan jalan tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu), Kamis (29/11). Peresmian ditandai dengan peletakan batu pertama di pintu keluar dan masuk atau interchange Citali, Kecamatan Pamulihan. Di kawasan ini sudah dibangun proyek jalan tol sejak November 2011.

“Peresmian ini membuktikan bahwa pemerintah serius membangun jalan tol ini yang diperuntukkan mengurangi beban jalan Cadas Pangeran, selain itu untuk mengatasi macet di beberapa titik mulai dari Cileunyi sampai ke Ujungjaya dan  Dawuan, Majalengka,” kata Djoko usai meletakan batu pertama, kemarin.

Saat ini kondisi Cadas Pangeran sudah kritis dan tinggal menunggu ambrik karena dilalui kendaraan diatas ambang batas. Kemacetan juga sering terjadi dan lama tempuh Bandung-Sumedang yang biasanya satu jam menjadi bisa sampai tiga jam karena macet. Dengan adanya jalan tol ini maka nanti waktu tempuh Sumedang Bandung bisa 30 menit dengan kecematan 80 km per jam.

Pembangunan jalan tol yang mulai digagas sejak 2005 dengan panjang 60,3 km ini terbagi atas beberapa trase pembangunan. Trase pertama dari Tanjungsari-Sumedang (17,5 km), kemudian trase II Tanjungsari-Cileunyi (12,025) dan akan dilanjutkan trase III Sumedang-Cimalaka (3,75 km). Kemudian trase IV Cimalaka-Legok (7,200 km), trase V Legok-Ujungjaya (15,900 km), dan trase VI Ujungjaya-Dawuan (4,048 km).

Menurut Djoko, pemerintah memang terlambat melakukan pembangunan tol Cisumdawu karena berbagai hal. Rencananya peresmian jalan tol ini dilakukan setahun lalu setelah dilakukannya kesepakatan kontrak pekerjaan antara pemerintah dengan pihak swasta.

“Tapi hari ini pembangunan tahap pertama sudah diresmikan, jadi tidak perlu bertanya-tanya lagi kapan akan dimulai. Pengerjaan pembangunan tuntas tahun 2015,” katanya.

Dengan anggaran Rp 1,2 triliun, pemerintah menggandeng tiga kontraktor untuk membangun trase I ini dan ditargetkan tuntas November 2014.

“Pembangunan tahap I ini dengan biaya sebesar 1,022 triliun. Biaya pinjaman dari Cina sebanyak 90 persen, dan 10 persen dari APBN. Dengan masa pengerjaan selama 720 hari,” kata Djoko.

Pembangunan tol ini sudah dibicarakan sejak tahun 2005. Kontrak sudah dilakukan sebelas bulan yang lalu pada tahun 2011 dan, baru dimulai sekarang karena masalah pada sisi administrasi pembebasan lahan

“Seharusnya pembebasan lahan tidak menjadi masalah dan menghambat pembangunan fisik. Bila ada masalah bisa diselesakan melalui perundingan atau bahkan melalui pengadilan jika tak juga ditemukan solusinya,” kata Djoko. (*)

Sumber:tribunnews.com