Banjir Rancaekek, Jalur Bandung-Garut Lumpuh

5883_largeBanjir sedalam 50 centimeter di KM23,7 atau tepatnya di Jalan Raya Rancaekek, Kabupaten Bandung mengakibatkan aktivitas lalu lintas lumpuh. Kemacetan terjadi sepanjang 3 kilometer.

Air yang meluap dari Sungai Cimande itu mengakibatkan arus lalu lintas di kawasan tersebut tersendat. Bahkan, kemacetan sejak Jumat(19/4) lalu, masih terjadi hingga kemarin. Tidak hanya itu, akibat banjir, jalan nasional itu rusak parak karena terendam banjir. Berdasarkan pantauan KORAN SINDO, kubangan jalan terlihat disejumlah titik seperti di depan pabrik PT Kahatex, PT Mino Carpet Indonesia, dan PT Vonex. Di lokasi ini, air merendam jalan sedalam 50 cm.

Banjir yang melanda di kawasan tersebut juga mengakibatkan kemacetan parah. Kendaraan yang hendak menuju Garut atau arah sebaliknya (Bandung) tersendat. Para pengendara terjebak kemacetan hingga berjam-jam. Dalam tiga hari belakangan ini, kemacetan terjadi sepanjang tiga kilometer di Jalan Dangdeur, Rancaekek tepatnya di pertigaan Jalan Sayang menuju Sumedang di Cipacing.

Arus kendaraan mulai mengalir saat pagi hingga siang hari. Namun, pada sore hari kepadatan kembali terjadi karena hujan deras mengguyur kawasan tersebut yang mengakibatkan genangan air kembali muncul. Buntut dari kemacetan ini berdampak hingga kawasan Cielunyi ke arah batas Kabupaten Bandung dan Sumedang.

Kondisi ini banyaknya kendaraan yang mencoba jalan alternatif via Cimanggung dan Cibeusi Sumedang. Anggota Satuan Lalu Lintas Polres Bandung pun masih terlihat sibuk di lokasi banjir untuk membantu warga karena banyak kendaraan yang mogok di lokasi ini. “Sebagian kendaraan malah harus dibantu didorong. Selain itu banyak anggota yang membantu mendorong sepeda motor dan mobil di lokasi ini,” ujar Kasastlantas Polres Bandung, AKP Lukman Syarif di Pospol Cileunyi.

Kemacetan panjang di Jalan Raya Bandung-Garut ini berlangsung sejak Jumat (19/4) pukul 19:00 WIB dan kemacetan masih terjadi hingga sore kemarin. Jika kemacetan makin parah dan ekor macet makin memanjang, jalur pun terpaksa dialihkan. “Jalur menuju arah Garut dialihkan via Jatinangor lalu ke Tanjungsari lalu ke Cadas Pangeran, terus ke Sumedang, ke Wado dan akhirnya menuju Malangbong.

Begitu pun dari arah Nagreg menuju Bandung, jalur pun dialihkan sebaliknya melalui Malangbong dan seterusnya,” kata Lukman. Yang menjadi kendala, kata Lukman, adalah banyaknya mobil kecil yang tidak bisa melewati jalan yang tergenangi di depan PT Kahatextersebut.“Ketinggianair di depan Kahatex hingga pagi masih mencapai 50 cm, dan kendaraan kecil pun masih sulit untuk melewatinya,” ujarnya.

Lukman mengatakan, Polres Bandung berupaya mencairkan kemacetan dengan mengirim anggota di sejumlah titik, namun yang paling utama para anggota akan diturunkan di hulu dan di ekor. Pantauan di lapangan sejak malam tadi hingga siang sore kemarin (21/4) petugas kepolisian masih berusaha mencairkan kemacetan ini, namun kepadatan kendaraan masih terlihat hingga sore kemarin.

Lukman mengatakan, pihaknya mengimbau kepada para pengendara kendaraan bermotor agar tidak dulu melewati jalur ini sebab meski bisa dilewati, tapi ada perlambatan di jalur ini karena genangan air tersebut. Sementara itu, pengendara asal Garut mengaku telah terjebak kemacetan selama tiga jam. “Saya sudah di sini selama tiga jam. Bahkan akhirnya mesin saya matikan saja, karena mobil saya tidak bisa bergerak sama sekali,” kata Ny Dewi,35. ● iwa ahmad sugriwa

sumber;koran-sindo.com

foto:sindonews.com