web analytics

Galian C Urugan Tol Cikapali Belum Berizin

Tol Cikampek-Palimanan(cikapali)

Tol Cikampek-Palimanan(cikapali)

Galian C untuk pengurugan ruas jalan tol Cikampek-Palimanan-Kertajati hingga kini belum berizin padahal penambangan tanah liat yang berlokasi tak jauh dari ruas tol yang sedang dibangun, tepatnya di Desa Majasuka, Kecamatan Palasah, Kabupaten Majalengka sudah dilakukan sejak beberapa bulan lalu.

Diperoleh informasi lahan tanah masyarakat yang sudah dibeli oleh pihak pengusaha galian sudah mencapai seluas 120 hektare yang sebagian besar di antaranya adalah lahan tidur.

Masyarakat setempat menurut keterangan beberapa warga seperti disampaikan Asep, Wawan dan Ewo, sengaja menjual tanahnya untuk digali dengan harapan ke depan bekas galian tersebut bisa dijadikan sawah produktif yang digarap setahun dua kali. Sedangkan saat ini kondisi sawah hanya digarap setahun sekali akibat posisi sawah di atas permukaan air sungai yang melintasi ke wilayah tersebut.

“Makanya masyarakat kini semakin banyak yang menginginkan tanahnya digali hingga posisi permukaan tanah sama dengan permukaan air sungai. Bila sudah sama maka sawah tesrebut akan dialiri oleh pengairan teknis. Kebetulan saat ini ada pengusaha pengurugan tanah yang membeli tanah kami,” ungkap Asep.

Bagi masyarakat menurut Wawan, ada dua keuntungan yang diperoleh dengan adanya galian C tersebut, pertama masyarakat ke depan bisa menggarap tanahnya menajdi sawah karena posisi permukaan tanah sejajar dengan permukaan air sungai, kedua masyarakat juga mendapatkan uang dari hasil penjualan tanahnya. Karena tanah yang dijual hanya tanah merah yang menurut uji labolatorium bisa dipergunakan untuk pengurugan ruas tol.

“Makanya kami pikir kalau kodisi galian seperti ini tidak perlu berizin walapun kedalam galian cukup dalam,” kata Wawan. (C-28/A_88)***

sumber:pikiran-rakyat.com

Pilbup Majalengka : PKS dan PPI Daftarkan Pasangan Nazar Hidayat – Tio Indra

TATI PURNAWATI/"KC"

TATI PURNAWATI/”KC”

Partai Keadilan Sejahtera Kabupaten Majalengka dan Partai Patriot Indonesia mengusung H. Nazar Hidayat dan H. Tio Indra Setiadi sebagai pasangan calon bupati dan wakil bupati Majalengka pada pemilukada 2013. Kedua partai ini telah mendeklarasikan pasangan tersebut sekaligus mendaftarkannya ke KPUD Majalengka, Senin (27/5/13).

H. Nazar yang berlatar belakang sebagai pengusaha dan H. Tio Indra Setiadi yang baru saja pensiun dari birokrat serta karier terakhirnya sebagai Sekretaris Kota Tasikmalaya ini sama-sama pernah mencalonkan diri sebagai Bupati Majalengka pada periode lalu. Mereka pernah saling bersaing dan keduanya bersaing juga dengan bupati dan wakil bupati saat ini H. Sutrisno – H. Karna Sobahi.

Hampir tak banyak yang menduga kalau kedua pasangan ini akan mencalonkan kembali menjadi bupati Majalengka, karena keduanya sama-sama pernah mencalonkan diri menjadi bupati Majalengka pada pertarungan periode lalu namun keduanya kalah. Terlebih H.Tio sendiri kini mengikuti pecalonan sebagai anggota DPR dari Partai Amanat Nasional untuk daerah pemilihan Sumedang-Majalengka-Subang.

Ketika ditanya mengenai pencalonannya yang dianggap tiba-tiba muncul, H.Tio menyebutkan kalau itu menjadi bagian dari strategi. Serta ingin suasananya cukup aman, tenang hingga mencapai proses konsttusi internal.

“Kami punya semangat, itu modal yang kami miliki. Awalnya kita sama-sama pernah kalah dalam pilkada sehingga kami mengetahui apa yang menjadi kelemahan untuk menang, sedangkan mereka (petahana) tahunya hanya menang,” ungkap H. Tio sambil tertawa.

Disinggung soal kekhawatiran kemungkinan kalah terkait partai pengusungnya yang sedang menghadapi persoalan dengan KPK, H. Tio menjawab dengan tegas. “Itu tidak mengganggu suara kami karena yang terkait dengan KPK adalah pribadi seseorang bukan partai, jadi kita tetap yakin bisa menang.” ungkapnya.

Sementara itu ketua KPUD Majalengka Supriatna saat menerima pendaftaran menyatakan pihaknya masih akan meneliti bekrak pendaftaran keduanya, kekuranganya akan di kabari kemudian. Namun sementara ini ada dua kekurangan syarat yang harus dipenuhi oleh partai dan pasangan calon yakni Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) dan nomor rekening dana kampanye. (C-28/A_88)***

sumber+foto:pikiran-rakyat.com

Rumah bagi Warga Cigintung Belum Jelas

May 10, 2013 by  
Filed under Jawa Barat Terkini, Majalengka

rumah korban longsor cigintung, majalengka

rumah korban longsor cigintung, majalengka

Pembangunan perumahan bagi warga Blok Cigintung, Desa Cimuncang, Kecamatan Malausma yang menjadi korban bencana alam seluas 30 hektaran di Blok Werasari sekitar 5 km dari kampung mereka sebelumnya atau sekitar 3 km dari ibu kota desa belum dipastikan.

Menurut keterangan Kepala Dinas Bina Marga dan Cipta Karya Kabupaten Majalengka Kamis (9/5), Agus rencana tersebut tergantung pada Pemerintah Provinsi dan Pusat.

“Target penyelesaian sebentulnya sangat saling bergantung antara pemerintah Daerah, Provinsi, ataupun Pusat, kita bisa mulai bekerja tergantung kapan bantuan tersebut datang, tapi juga biasanya turunnya anggaran provinsi tergantung kapan kesiapan kita selesai melakukan penataan kawasan untuk pemukiman tesrebut. Hanya memang kita inginnya secepatnya bisa diselesaikan tidak perlu menunggu waktu lama,” kata Agus.

Sementara itu Ketua Satgas Bencana Alam Blok Cigintung Asep berharap kalau lahan relokasi tidak dilakukan di Desa Werasari karena lokasi tesrebut sangat jauh dari areal pertanian earga, demikian juga ke tempat kerja ke Cimuncang.

“Penduduk Cigintung ini hampir sebagian besar pencahariannya sebagai petani dan penganyam injuk, makanya bila relokasi ke Werasari lokasinya sangat jauh mencapai 9 km. Itu rasanya berat bagi warga, mereka pergi ke sawah harus berjalan berkilo-kilometer demikian juga bila harus ke kebun atau bekerja ke pabrik injuk,” ungkap Asep.

Asep menyebutkan keinginan warga relokasi bisa dilakukan ke daerah terdekat yang arealnya juga sama-sama luas diantaranya saja Blok Lapang Jotang, Lapang Barat, Pasir Rindik, atau Munjul dan Cipicung. Untuk beberapa lokasi etsrebut kemiringan tanahpun hamper sama dengan Werasari hanya sekitar 10 hingga 15 derajat.

“Hanya memang persoalannya di wilayah yang kami inginkan status tanahnya tanah milik masyarakat sehingga berkaitan dengan proses ganti rugi lahan, sedangkan di Werasari status tanahnya tanah GG, pemerintah tidak perlu mengeluarkan biaya etrlalu besar,” ungkap Asep yang mengaku pada Kamis (9/5) telah megirim surat kepada bupat menyangkut hal tersebut dan berharap warga bisa melakukan audiensi untuk dicari solusi terbaik.(C-28/A-26)***

Kerugian Akibat Longsor Cigintung Puluhan Milyar

ilustrasi

ilustrasi

Nilai kerugian inprastuktur akibat bencana alam di Blok Cigintung, Desa Cimuncang, Kecamatan Malausma diperkirakan mencapai puluhan milyar. Jumlah tesrebut diperkirakan masih akan terus bertambah karena pergerakan tanah masih terus terjadi.

Untuk memperbaiki sejumlah inprastuktur yang kini rusak Pemerintah Kabupaten Majalengka berencana melakukan penganggaran sementara mencapai sekitar Rp 50 milyar. Itu baru meliputi pembangunan tiga buah jembatan, pembangunan jalan baru serta sejulah inprastuktur lainnya.

Menurut keterangan Kepala Dinas Bina Marga dan Cipta Karya Kabupaten Majalengka Agus Tamim, kerusakan inprastutur yang harus segera diperbaiki oleh Pemerintah Kabupaten Majalengka selain pemukiman warga, juga adalah ruas jalan antar desa menuju Cimuncang dan ibu kota Kecamatan Malausma.

Berdasarkan hasil pendataan hingga Senin (6/5) kerusakan ruas jalan akibat pergerakan tanah mencapai 5 km. Itu terdiri dari ruas jalan Cigingtung-Cimuncang sepanjang 1 km, serta Ciranca-Lebakwangi-Cimuncang yang kondisi jalanya cukup parah. Sedianya ruas jalan tersebut pada tahun ini akan diperbaiki namun saat ini kondisi jalan dan tanah di setiap pinggir kiri dan kanan jalan terjadi pergerakan hingga kondisinya bergelombang dan sebagain anjlok.

Tiga buah jembatan di ruas jalan tersrebut juga rusak parah salah satu diantaranya nyaris putus dan sudah tidak diperbolehkan lagi untuk dilintasi kendaraan roda empat, karena dikhawatirkan akan mengakibatkan kecelakaan lalulintas. Malah sejak dua mingu lalu pihak BMCK menurut Agus sudah menutup ruas jalan tersebut agar tidak dilintasi kendaraan.(C-28/A-26).***

sumber:pikiran-rakyat.com

Longsor di Majalengka, Dua Desa Terisolir

Foto :portalkbr.com

Foto :portalkbr.com

Dua desa Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, hingga kini masih terisolir akibat bencana longsor yang melanda daerah tersebut.

Salah seorang warga warga Desa Cimuncang Majalengka, Nana menuturkan, ratusan rumah terpaksa ditinggalkan oleh pemiliknya karena pergerakan tanah akibat longsor terus terjadi, hingga kini dua desa karena semua jalan menuju daerah tersebut putus.

Pergerakan tanah di desa Cimuncang, kata dia, terjadi sekitar tiga pekan lalu, jalan amblas dan rumah banyak yang rusak.

Ribuan korban bencana longsor masih bertahan ditempat pengungsian, sedangkan sebagian memilih tinggal bersama saudara mereka.

Johan, warga lain mengaku, dua desa masih terisolir akibat bencana longsor di Kabupaten Majalengka, ribuan korban terpaksa meninggalkan rumah mereka karena sulit menembus kampung mereka, setelah jalan terputus.

Kepala BPBD Jabar, Sigit, menuturkan pihaknya berencana akan membawa contoh tanah untuk bahan penelitian. Selain itu tim geologi langsung meneliti struktur tanah dilokasi longsor tersebut.

sumber:tribunnews.com

Bupati Majalengka Janji Segera Relokasi Warga Korban Longsor Cigintung

Bupati Majalengka, H.Sutrisno (Foto: universitas-majalengka.ac.id)

Bupati Majalengka, H.Sutrisno
(Foto: universitas-majalengka.ac.id)

Bupati Majalengka, Sutrisno berjanji segera mencari tempat untuk relokasi warga korban longsor di Kampung Cigintung, Desa Cimuncang, Kecamatan Malausma, Kabupaten Majalengka.

“Memang sampai sejauh ini tempat relokasi itu belum ada, tapi kita akan secepatnya segera sediakan tempatnya,” kata Sutrisno, Kamis (2/5).

Menurut Sutrisno, relokasi warga bukan perkara mudah, karena tempat bagi penduduk yang mencapai 2000 jiwa ini akan menjadi desa baru mereka, selain itu relokasi sendiri akan dibuat dengan sebaik mungkin jangan sampai menjadi masalah baru.

“Pekan ini rencana Pak Gubernur mau ke lokasi. Saya juga akan meminta pertimbangan dari beliau bagaimana baiknya,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Majalengka, Bayu Jaya mengatakan, kondisi pergerakan tanah ini berawal dari adanya longsor di gunung Puncak Jati yang terletak sekitar 2 km dari pemukiman warga dua pekan yang lalu. Akibat adanya longsor di gunung tersebut, sering terjadi getaran yang diduga akibat pergerakkan tanah di kawasan tersebut.

“Ini berawal dari longsor di gunung beberapa waktu lalu akibat curah hujan yang masih tinggi. Dan dampaknya, hingga hari ini masih terjadi pergerakkan lahan yang menyebabkan kerusakan bangunan milik warga dan jalan ambles,” kata Bayu. (JAT)

sumber+foto:fokusjabar.com

Segera Dibebaskan Lahan untuk Bandara Kertajati

Ilustrasi

Ilustrasi

Warga Desa Kertasari, Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka yang lahannya akan terkena pembangunan BIJB meminta Pemerintah segera memproses pembebasan lahan pemukiman dan pertanian milik mereka sehingga mereka memiliki kepastian nasib apakah harus pindah atau tidak.

Warsiman, Pipin serta Wahyo alamat Desa Kertasari menyebutkan desakan masyarakat terjadap pemerintah agar lahan segera dilakukan pembebasan sehubungan masyarakat merasa nasibnya terkatung-katung. Sementara warga desa tetangganya sudah hidup lebih nyaman karena sudah berada di tempat baru setelah lahannya dibebaskan pemerintah.

“Bagaimanapun secara psrikologis sangat berpengaruh, bagaimana sebenarnya nasib kami ini apakah benar lahan kami akan diganti rugi atau tidak. Bila ada ketegasan tidak, kami masyarakat akan nyaman dan jongjon ceuk basa sunda na mah. Tapi sekarang kan penuh ketidak pastian,” ungkap Warsiman usai berkumpul dengan warga lainnya di Kantor Desa, Rabu (1/5/13)

Yang penting juga menurut Wahyo yang harus diperhatikan pemerintah adalah bila masyarakat sudah mendapatkan kejelasan lahannya akan diganti rugi maka mereka akan segera berupaya mencari lahan pengganti yang nilainya lebih murah atau terjangkau dengan uang yang diterima dari hasil ganti rugi lahan. Karena semakin ramai isu soal ganti rugi lahan maka harga lahan di daerah lain akan semakin naik.

“Jadi tidak ubahnya dengan isu kenaikan harga BBM, dengan terus muncul isu kenaikan harga BBM maka harga kebutuhan pokok lebih dulu naik. Ganti rugi lahan pun demikian mendongkrak harga tanah di tempat lain di wilayah Kertajati. Hal lain kenapa warga ingin segera diganti rugi adalah masyarakat telah merencanakan pengalokasian uang bilamana terima ganti rugi nanti,” ungkap Wahyo.

Camat Kecamatan Kertajati Amin Aminudin membenarkan adanya keinginan masyarakat Kertasari yang berharap lahannya segera diganti rugi dengan berbagai alasan.

“Tadi pagi itu warga desa akan melakukan penggantian ketua RT, namun akhirnya berujung pada rapat agar pemerintah segera membayar ganti rugi lahan,” kata Amin.

Namun menurutnya hingga saat ini jangankan untuk melakukan ganti rugi lahan, melakukan verifikasi faktual terhadap kekayaan milik masyarakat yang semula direncanakan pada bulan April saja belum. Pihaknya hingga kini belum menerima informasi dari Satgas tentang pelaksanaan perivikasi tersebut. (C-28/A_88)***

sumber:pikiran-rakyat.com

5 ribu E-KTP di Majalengka salah data

March 16, 2013 by  
Filed under Jawa Barat Terkini

11iAwiXhgWProgram E-KTP di Kabupaten Majalengka yang pelaksanaannya dilakukan pada Oktober 2011 hingga April 2012 lalu, diketahui terdapat banyak permasalahan pada data di KTP tersebut.

Hal tersebut seperti diakui oleh Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Majalengka, Nanan Ginanjar. Dijelaskan Nanan, berdasarkan laporan yang diterima Dinas, sedikitnya terdapat 5.000 kesalahan yang ditemukan dalam E-KTP tersebut. Menurutnya, kesalahan yang paling banyak terjadi pada E-KTP tersebut yakni terkait tanggal lahir.

“Sedikitnya terdapat 5.000 orang yang diketahui terdapat kesalahan pada E-KTP itu. Kesalahan paling banyak terjadi pada tanggal lahir dari pemegang KTP itu,” papar dia, Jumat (15/3/2013).

Terkait kesalahan tersebut, Nanan menjelaskan pihaknya belum bisa memastikan kapan waktu pelaksanaan perbaikan tersebut dilakukan. Namun demikian, ditegaskan dia, pihaknya sudah menyampaikan hal tersebut kepada pemerintah pusat.

“Mungkin perbaikan itu baru akan dilakukan pada pertengahan Juli mendatang. Saat ini, kami masih fokus pada pelayanan E-KTP regular bagi wajib KTP yang tidak sempat pada E-KTP massal lalu,” papar dia.

Lebih jauh dijelaskan Nanan, bagi yang belum memiliki E-KTP, mereka masih bisa menggunakan KTP lama. Nanan menyebutkan, KTP lama tersebut masih berlaku hingga Oktober mendatang.

“Kita tergetkan hingga Juni mendatang, semua wajib KTP, sudah melakukan perekaman E-KTP. Dan bagi mereka yang belum memiliki E-KTP, mereka masih bisa menggunakan KTP lama sampai Oktober mendatang,” ungkap dia.

Sementara itu, Nanan menjelaskan, setelah adanya perubahan aplikasi dari pemerintah pusat pada server yang digunakan untuk program E-KTP, saat ini sudah bisa digunakan lagi. Oleh karena itu, Nanan mengimbau agar bagi warga yang belum melakukan perekaman, segera melakukan perekaman di kecamatan masing-masing.

“Alhamdulillah, proses instal ulang pasca perubahan aplikasi dari pusat sudah selesai dilakukan di semua kecamatan. Sehingga saat ini pelayanan perekaman E-KTP kembali normal,” jelas dia.

Sumber : sindonews.com

27 KK Terancam Kehilangan Tempat Tinggal

20121218jbrBelasan rumah yang berada di daerah itu terancam ambrol akibat abrasi yang terjadi di tepi Sungan Cimanuk. Warga Desa Ampel, Kecamatan Ligung,Barsih mengatakan, abrasi yang terjadi di Sungai Cimanuk sejak 2011 lalu telah menghilangkan bagian rumahnya seperti dapur dan kamar mandi.

Dia menyebutkan, abrasi yang terjadi di Sungai Cimanuk semakin parah.Pada 2009, jarak sungai dengan rumahnya masih sekitar 10 meter.Namun, pada 2011, abrasi tersebut telah sampai hingga bagian belakang rumahnya. Menurut dia, kondisi ini akan semakin parah dengan datangnya musim hujan yang membuat arus sungai semakin deras.

“Dapur dan kamar mandi milik saya sudah roboh akibat tergerus air sungai yang meluap saat musim hujan tahun lalu. Sebelumnya, pada 2009, jarak dari rumah ke sungai sekitar 10 meter.Tapi sekarang akibat abrasi,sudah tidak ada jarak lagi antara rumah dan sungai,”papar dia. Barsih mengaku, tidak hanya rumahnya yang terancam dengan bencana tersebut. Beberapa kepala keluarga lainnya yang tinggal di dekat Sungai Cimanuk juga mengalami hal serupa.Karena itu,kata dia, musim hujan yang turun saat ini membuat keluarganya trauma.

“ Kami takut, kejadian tahun lalu terulang lagi. Sekarang, jika hujan turun kami mengungsi ke rumah tetangga yang lebih aman,”ujar dia. Sementara itu,Kaur Umum Desa Ampel Sudarta mengatakan, sedikitnya 27 KK di desa tersebut tinggal di dekat bantaran Sungai Cimanuk.Kondisi itu sudah dilaporkan ke Pemerintah Kabupaten Majalengka. Namun,kata dia,laporan tersebut belum mendapatkan tanggapan dari pemerintah setempat. “Kami sudah melaporkan ini ke pemkab.Tapi, belumadatanggapan,” ungkap dia.

Dia berharap, Pemerintah Kabupaten Majalengka segera merespon laporan masyarakat setempat. Terutama untuk menghindari terjadinya korban atau kerugian materil yang lebih besar. Menurut dia, pemerintah daerah bisa membuat tembok penahan tanggul di tepi sungai tersebut. “Melihat beberapa rumah warga yang sudah mulai retak, dikhawatirkan bisa membahayakan. Karena itu, kami berharap ada penaggulan di Sungai Cimanuk,”papar dia.

Terpisah,Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majalengka Bayu Jaya mengaku, pihaknya sudah menerima laporan terkait kondisi tersebut.Sebagai tindak lanjut dari laporan itu, Bayu mengungkapkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).“Dari tahun 2011 sudah kita data, dan awal 2012 sudah ditembuskan ke BNPB untuk pembuatan TPT. Tapi sampai sekarang kita belum menerima tanggapannya,” jelas.

Bayu menjelaskan, pemerintah sudah merencanakan untuk merelokasi warga yang tinggal di kawasan rawan tersebut. Namun, dari hasil sosialisasi, warga yang hendak direlokasi itu menolak. “Kami pernah mengusulkan untuk melakukan relokasi kepada warga yang tinggal di zona rawan itu.Namun saat itu warga tidak mau,”tandas dia. inin nastain

Sumber : seputar-indonesia.com

MENUJU JABAR 1 : Pemilih di Pilgub Jabar Menyusut 4,3 Juta

December 15, 2012 by  
Filed under Berita Jawa Barat, Jawa Barat Terkini

171914_persiapan-tps-pilkada-dki-putaran-ke-dua_663_382Komisi Pemilihan Umum Daerah Jawa Barat melakukan pemutakhiran data pemilih untuk pemilihan gubernur pada Februari 2013. Hasil pemutakhiran sementara, ada selisih yang mencolok antara data penduduk potensial pemilih (DP4) dengan daftar pemilih sementara (DPS).

Selisih itu terungkap dalam rapat koordinasiyang dilakukan oleh KPUD Jabar di Aula Sekretariat KPU Jabar, Jl. Garut No. 11 Bandung, Sabtu, 15 Desember 2012. Data penduduk potensial pemilih di Jabar berjumlah 36.642.289 jiwa, sementara daftar pemilih sementara tercatat berjumlah 32.263.397. Jadi, terjadi penyusutan sekitar 4.378.892 atau sekitar 12 persen.

Dalam rakor ini, KPU Jabar merekap jumlah DPS hasil pendataan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) di tiap Panitia Pemungutan Suara (PPS), yang dihimpun dan diproses oleh KPU kabupaten/ kota. “Berkurangnya jumlah pemilih dari 36,6 juta berdasarkan DP4 dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan DPS yang direkap dari 26 kabupaten/ kota sebanyak 32,2 juta, ” kata Kepala Sub Bagian Teknis KPU Jabar, Edi Ruswendi.

Pada rakor yang dipimpin Komisioner KPU Jabar yang sekaligus merangkap sebagai Ketua Pokja Sosialisasi, Ferdhiman, ini, seluruh perwakilan KPU kabupaten/ kota menyampaikan jumlah pemilih berdasarkan DP4 dan DPS.

Diantaranya Kabupaten Bogor DP4 3.773.125 dan DPS 3.369.813; Kabupaten Sukabumi DP4 1.894.045 dan DPS 1.702.393; Kabupaten Cianjur DP4 2.053.438 dan DPS 1.663.970; Kabupaten Bandung DP4 2.917.051 dan DPS 2.256.549; Kabupaten Garut 1.997.106 dan DPS 1.763.208; Kabupaten Tasikmalaya DP4 1.409.238 dan DPS 1.341.508.

Kabupaten Ciamis 1.319.155 dan DPS 1.248.041; Kabupaten Kuningan DP4 949.239 dan DPS 851.389; Kabupaten Cirebon DP4 1.938.506 dan DPS 1.676.475; Kabupaten Majalengka DP4 971.904 dan DPS 941.480; Kabupaten Sumedang DP4 910.671 dan DPS 829.637; Kabupaten Indramayu DP4 1.717.702 dan DPS 1.473.203; Kabupaten Subang DP4 1.348.079 dan DPS 1.136.958; Kabupaten Purwakarta DP4 700.422 dan DPS 645.233; Kabupaten Karawang DP4 1.854.388 dan DPS 1.704.946; Kabupaten Bekasi DP4 2.069.434 dan DPD 1.837.210.

Kabupaten Bandung Barat DP4 1.480.970 dan DPS 1.173.404; Kota Bogor DP4 739.980 dan DPS 680.782; Kota Sukabumi DP4 255.548 dan DPS 220.306; Kota Bandung DP4 1.959.070 dan DPS 1.706.599; Kota Cirebon DP4 250.730 dan DPS 230.107; Kota Bekasi DP4 1.712.663 dan DPS 1.617.479; Kota Depok DP4 1.359.310 dan DPS 1.246.981; Kota Cimahi DP4 406.460 dan DPS 355.802; Kota Tasikmalaya DP4 509.817 dan DPS 452.504; Kota Banjar DP4 144.029 dan DPS 139.055.

“Sesaat sebelum rekapitulasi DPS berikut selisihnya dengan DP4 dan jumlah TPS, dari 26 kabupaten/ kota di Jawa Barat yang paling tinggi selisih angkanya adalah Kabupaten Bandung, yaitu mencapai lebih 660 ribu. Sementara yang paling rendah angka selisihnya, yaitu Kota Banjar yang juga memiliki jumlah pemilih paling sedikit,” ujar Ferdhiman.

Kepada pejabat KPU Jabar dan KPU kab/kota, ia meminta hasil rekap tersebut harus sudah dapat diakses melalui jaringan internet atau website selambat-lambatnya Senin, 17 Desember 2012. “Hal ini agar DPS dan DPT nanti diketahui publik untuk membantu proses selanjutnya dalam perbaikan dan penyempurnaan DPS menjadi DPT (daftar pemilih tetap),” katanya.

Menurut Ferdhiman, DPS akan diserahkan kepada bakal calon pada penetapan pasangan calon di Sasana Budaya Ganesha, Jl. Tamansari Bandung, Selasa, 18 Desember 2012.

Sumber : viva.co.id

Next Page »