web analytics

Pemkab Kembalikan Tradisi Kumpulkan Ulama

September 11, 2013 by  
Filed under Agama, Berita, Berita Daerah, Jawa Barat Terkini, Sukabumi

ulama sukabumi

UPZ TERBAIK: Bupati Sukabumi Sukmawijaya memberi penghargaan kepada pengurus UPZ terbaik (radarsukabumi.com)

Sekitar 1400 ulama dan umaro Kabupaten Sukabumi hadir dalam acara silaturahmi yang diadakan Bagian Keagamaan Kabupaten Sukabumi di Aula Balai Budidaya Air Tawar (BBAT), kemarin. Kepala Bagian (Kabag) Keagamaan Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar mengatakan, kegiatan silaturahmi ini merupakan kegiatan rutinan yang diadakan pemerintah untuk mempererat tali silaturahmi antar sesama.

“Setiap tahunnya kegaiatan ini rutin kami gelar untuk mensinergikan persatuan antara ulama dan umaro,” kata Ali yang juga ketua panitia silaturahmi akbar ini.

Dijelaskan Ali, tujuan utama kegiatan ini untuk mengembalikan tradisi ulama dan umaro agar bersinergi sesuai pada zaman Nabi Muhammad dan para sahabatnya. ” Tradisi ini harus tetap hidup untuk memajukan Kabupaten Sukabumi kearah yang lebih baik,” ucapnya.

Hadir dalam silaturahmi itu, Bupati Sukabumi, Sukmawijaya, Wakil Bupati Sukabumi, Akhmad Jajuli, Mantan Wakil Bupati Marwan Hamami, Anggota DPR RI Reni Marlinawati, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jawa Barat, para ulama se-Kabupaten Sukabumi, tokoh agama Islam, unsur OPD, para camat, kementerian keagamaan Kabupaten Sukabumi, serta tamu undangan lainnya. Dalam kesempatannya Bupati Sukabumi, Sukmawijaya mengatakan kunci utama keberhasilan pembangunan Kabupaten Sukabumi yakni adanya sinergitas ulama dan umaro yang berkerjasama saling membantu, sehingga dapat menciptakan wilayah yang ‘baldatun thoyibatun waropun ghofur’.

Selain itu, Bupati sendiri memberikan penghargaan kepada Unit Pelayanan Zakat (UPZ) terbaik ditingkat kecamatan, UPTD Pendidikan, OPD, Dinas Pendidikan, Forum Komunikasi Diniayah Takmiliyah (FKDT), serta kader penggerak zakat. Dari penghargaan ini beberapa elemen tersebut mendapatkan uang pembinaan dari Pemerintah Kabupaten Sukabumi.

Sumber: Radarsukabumi.com

Warga Batusapi Kesulitan Air Bersih

InfoKepanjen.com - Info Berita indonesia - Air BersihWarga di Kampung Batusapi, RW 01, Kelurahan/Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, selama ini kesulitan akan kebutuhan air bersih untuk keperluan sehari-hari. Akibatnya warga kini memanfaatkan genangan air dari selokan yang mulai mengering, tidak jauh dari pemukiman warga.

“Kami terpaksa menggunakan air dari rembesan mata air di dekat selokan sana untuk mandi, mencuci, dan bersih-bersih (MCK),” ujar warga Batu Sapi, Imas, Jumat (23/8/2013).

Selain kesulitan akan air bersih, warga di kampung tersebut tidak memiliki WC yang layak. Mirisnya setiap buang air besar, warga pun terpaksa menggunakan kantong plastik, karena ketidaklayakan WC umum yang berada di sekitar rumah warga.

“Kalo buang air besar kebanyakan di kantong dan di buang ke kebun. Karena WCnya tidak ada airnya,” ujar warga Batusapi lainnya, Ade Sahyana. (pikiran-rakyat)

Tim SAR Gabungan Cari Dua Korban Hilang di Pantai Pelabuhan Ratu

August 10, 2013 by  
Filed under Jawa Barat Terkini, Sukabumi

1008tenggelamTim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas dan Sar daerah Kabupaten Sukabumi masih melakukan pencarian terhadap dua korban kecelakaan laut terseret ombak di Pantai Karanghawu, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (10/8/2013). “Pencarian ke tengah laut menggunakan perahu karet dengan enam personel,” kata koordinator Pos Basarnas Palabuhanratu, Jaenal Arifin, di Pantai Karangsari. Jaenal menuturkan pencarian dimulai dari pantai Karangsari menyusuri pantai ke arah barat hingga ke perairan Karanghawu, dengan radius pencarian ditengah 2-3 mil laut. Korban yang hilang dan masih dicari, Zaenal Abidin (18) warga Kampung Loji, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor dan Rusman Danil Adireja, warga Kampung Sangkali, RT 10/16, Kelurahan Tanjungpura Karawang Barat, Kabupaten Karawang. Keduanya hilang terseret arus ombak di pantai Karanghawu Cisolok. (A-193/A_88)***

-pikiran-rakyat.com

Jalur Mudik Cianjur-Sukabumi Masih Memprihatinkan

July 15, 2013 by  
Filed under Jawa Barat Terkini, Transportasi

Petugas-Pengaman-Jalur-MudikKondisi Jalan Raya Cianjur-Sukabumi memprihatinkan. Jalan yang biasa digunakan jalur mudik menuju Kabupaten Sukabumi itu banyak terlihat lubang-lubang menganga.

Warga Kampung Pasirtulang RT 1/RW 10, Desa Gekbrong, Kecamatan Gekbrong, Kabupaten Cianjur, Asep Adang Kurnia (28), mengatakan, kondisi Jalan Raya Cianjur-Sukabumi sudah mengalami kerusakan parah sejak tiga tahun terakhir. Menurutnya, selama itu pula pemerintah belum memperbaiki.

“Jalan itu statusnya jalan Provinsi Jawa Barat (Jabar). Tapi selama sepuluh tahun belum ada perbaikan. Kerusakan seperti lubang-lubang hanya ditambal saja,” kata Adang kepada Tribun ketika ditemui di kediamannya, Senin (15/7).

Menurut Adang, kondisi jalan tersebut kerap membuat pengguna jalan terutama pengendara sepeda motor terjatuh. Itu disebabkan lubang-lubang yang baru ditambal pascakecelakaan maut pada Februari lalu mulai terkelupas. Parahnya lubang-lubang yang menganga di jalan tersebut nyaris setinggi 30 centimeter.

“Itu sebabnya masyarakat di sepanjang jalan tak heran jika melihat pemandangan motor terjatuh akibat jalan rusak. Dua hari yang lalu saja pengendara motor, seorang perempuan dan laki-laki juntai akibat menyikat lubang. Untung kedua orang itu hanya mengalami luka lecet,” kata Adang. (tribunnews)

PTP Nusantara VIII Kembangkan Buah Naga dan Nanas Si Madu

April 29, 2013 by  
Filed under Jawa Barat Terkini, Pertanian

cover_04PTP Nusantara VIII Kebun Pasirbadak melakukan penanaman buah naga di lahan seluas 10 hektare, yang berada di lahan afdeling 5 Desa Ciemas, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi. Penanaman buah naga ini merupakan yang pertamakalinya dilakukan oleh PTP Nusantara di Indonesia.

“Kami mencoba melakukan bidang lain yaitu di sektor agro industri dengan mencoba mengembangkan buah naga dan nanas di madu di areal lahan yang ada,” ujar Petugas PTP Nusantara VIII, Anang Suryana, Senin (29/4/13).

Dikatakannya, nantinya dari total lahan 10 hektare yang digunakan untuk pembudidayaan buah naga, setiap hektarenya bisa ditanam sekitar 1.100 pohon atau secara keseluran mencapai 11 ribu pohon.

Dipilihnya pengembangan buah naga dan nanas ini merupakan kebijakan manajemen, setelah sebelumnya dilakukan penelitian. Untuk masa tanam dari bibit hingga siap berbuah, diperlukan waktu sekitar 2-3 tahun.

Namun, biasanya naga siap panen bisa dilakukan pada satu tahun pertama, namun, itu tergantung dari proses pertumbuhan dari pohon buah naga. “Pangsa pasar nanti kemunginan besar baru sebatas lokal saja. Namun, kita mesti lihat perkembangannya nanti termasuk pengembangan nanas si madu yang lahannya telah disiapkan sebanyak 25 hektare,” ujarnya. (A-193/A-88)***

Rawan Kecelakaan di Ruas Cianjur-Sukabumi

Foto : tribunnews

Foto : tribunnews

Sekitar 15 kilometer antara Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Sukabumi rusak. Banyak lubang mengangga beragam ukuran ini memicu terjadi kecelakaan lalu lintas.

“Sudah sejak beberapa bulan lalu tidak ada perbaikan. Padahal lubang itu ada di jalan menanjak curam. Kemungkinan pemicunya adalah kendaraan bermuatan berat seperti truk pasir dan batu,” kata Asep Sobandi, warga Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Senin (24/12/2012).

Asep mengatakan, beberapa kecelakaan pernah terjadi dipicu jalan buruk itu. Kendaraan yang hendak menghindari lubang tidak mengira ada kendaraan lain dari arah berlawanan. Mayoritas jalan rusak ada di daerah Parungkuda dan Sukalarang.

Rukiya (35), warga Sukaralang, Kabupaten Sukabumi, mengatakan, bukan memperbaiki, dinas pekerjaan umum dan polisi hanya memberikan tanda hati-hati. “Kami warga di sini juga cemas bila hal ini memicu kecelakaan,” katanya. (*)

Sumber : Kompas

Bangunan SMA Negeri di Sukabumi ambruk

December 25, 2012 by  
Filed under Berita Daerah, Jawa Barat Terkini, Sukabumi

Foto : merdeka.com

Foto : merdeka.com

Bangunan sebuah SMA Negeri di Warung Kiara, Sukabumi ambruk. Padahal, sekolah tersebut sedang dalam tahap pembangunan yang dilaksanakan oleh CV Mutiara Alam. Diduga, kontruksi bangunan tidak mampu menahan beban saat pemasangan atap baja ringan.

Dilansir Antara, peristiwa itu terjadi pada Senin (24/12) pagi, saat kejadian tidak ada siswa yang tengah belajar karena sedang menjalani masa liburan panjang.

“Saat kejadian terdengar suara benturan cukup kelas dari dalam sekolah setelah warga memeriksa ternyata bangunan ruang kelas baru yang tengah dalam pembangunan ambruk tetapi, tidak ada korban jiwa pada kejadian tersebut,” kata salah seorang warga, Firman Hidayat, Senin (24/12).

SMA Negeri Warung Kiara I sedang dalam perbaikan disertai penambahan dua ruang kelas baru. Proses pengerjaan dilakukan sepenuhnya oleh CV Mutiara Alam dengan dana sebesar Rp 363,6 juta yang diambil dari APBD Kabupaten Sukabumi.

Ketika proses pengerjaan berlangsung, bangunan lantas ambruk setelah dilakukan pemasangan atap baja ringan. “Sebenarnya saat kejadian tidak turun hujan, tapi tiba-tiba bangunan sekolah itu ambruk,” tambahnya.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, polisi dari Polsek Warung Kiara memasang garis polisi agar warga tidak bisa masuk ke lokasi. Dan saat ini pun, polisi masih melakukan penyelidikan ambruknya sekolah tersebut.

Sumber : merdeka.com

MENUJU JABAR 1 : Pemilih di Pilgub Jabar Menyusut 4,3 Juta

December 15, 2012 by  
Filed under Berita Jawa Barat, Jawa Barat Terkini

171914_persiapan-tps-pilkada-dki-putaran-ke-dua_663_382Komisi Pemilihan Umum Daerah Jawa Barat melakukan pemutakhiran data pemilih untuk pemilihan gubernur pada Februari 2013. Hasil pemutakhiran sementara, ada selisih yang mencolok antara data penduduk potensial pemilih (DP4) dengan daftar pemilih sementara (DPS).

Selisih itu terungkap dalam rapat koordinasiyang dilakukan oleh KPUD Jabar di Aula Sekretariat KPU Jabar, Jl. Garut No. 11 Bandung, Sabtu, 15 Desember 2012. Data penduduk potensial pemilih di Jabar berjumlah 36.642.289 jiwa, sementara daftar pemilih sementara tercatat berjumlah 32.263.397. Jadi, terjadi penyusutan sekitar 4.378.892 atau sekitar 12 persen.

Dalam rakor ini, KPU Jabar merekap jumlah DPS hasil pendataan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) di tiap Panitia Pemungutan Suara (PPS), yang dihimpun dan diproses oleh KPU kabupaten/ kota. “Berkurangnya jumlah pemilih dari 36,6 juta berdasarkan DP4 dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan DPS yang direkap dari 26 kabupaten/ kota sebanyak 32,2 juta, ” kata Kepala Sub Bagian Teknis KPU Jabar, Edi Ruswendi.

Pada rakor yang dipimpin Komisioner KPU Jabar yang sekaligus merangkap sebagai Ketua Pokja Sosialisasi, Ferdhiman, ini, seluruh perwakilan KPU kabupaten/ kota menyampaikan jumlah pemilih berdasarkan DP4 dan DPS.

Diantaranya Kabupaten Bogor DP4 3.773.125 dan DPS 3.369.813; Kabupaten Sukabumi DP4 1.894.045 dan DPS 1.702.393; Kabupaten Cianjur DP4 2.053.438 dan DPS 1.663.970; Kabupaten Bandung DP4 2.917.051 dan DPS 2.256.549; Kabupaten Garut 1.997.106 dan DPS 1.763.208; Kabupaten Tasikmalaya DP4 1.409.238 dan DPS 1.341.508.

Kabupaten Ciamis 1.319.155 dan DPS 1.248.041; Kabupaten Kuningan DP4 949.239 dan DPS 851.389; Kabupaten Cirebon DP4 1.938.506 dan DPS 1.676.475; Kabupaten Majalengka DP4 971.904 dan DPS 941.480; Kabupaten Sumedang DP4 910.671 dan DPS 829.637; Kabupaten Indramayu DP4 1.717.702 dan DPS 1.473.203; Kabupaten Subang DP4 1.348.079 dan DPS 1.136.958; Kabupaten Purwakarta DP4 700.422 dan DPS 645.233; Kabupaten Karawang DP4 1.854.388 dan DPS 1.704.946; Kabupaten Bekasi DP4 2.069.434 dan DPD 1.837.210.

Kabupaten Bandung Barat DP4 1.480.970 dan DPS 1.173.404; Kota Bogor DP4 739.980 dan DPS 680.782; Kota Sukabumi DP4 255.548 dan DPS 220.306; Kota Bandung DP4 1.959.070 dan DPS 1.706.599; Kota Cirebon DP4 250.730 dan DPS 230.107; Kota Bekasi DP4 1.712.663 dan DPS 1.617.479; Kota Depok DP4 1.359.310 dan DPS 1.246.981; Kota Cimahi DP4 406.460 dan DPS 355.802; Kota Tasikmalaya DP4 509.817 dan DPS 452.504; Kota Banjar DP4 144.029 dan DPS 139.055.

“Sesaat sebelum rekapitulasi DPS berikut selisihnya dengan DP4 dan jumlah TPS, dari 26 kabupaten/ kota di Jawa Barat yang paling tinggi selisih angkanya adalah Kabupaten Bandung, yaitu mencapai lebih 660 ribu. Sementara yang paling rendah angka selisihnya, yaitu Kota Banjar yang juga memiliki jumlah pemilih paling sedikit,” ujar Ferdhiman.

Kepada pejabat KPU Jabar dan KPU kab/kota, ia meminta hasil rekap tersebut harus sudah dapat diakses melalui jaringan internet atau website selambat-lambatnya Senin, 17 Desember 2012. “Hal ini agar DPS dan DPT nanti diketahui publik untuk membantu proses selanjutnya dalam perbaikan dan penyempurnaan DPS menjadi DPT (daftar pemilih tetap),” katanya.

Menurut Ferdhiman, DPS akan diserahkan kepada bakal calon pada penetapan pasangan calon di Sasana Budaya Ganesha, Jl. Tamansari Bandung, Selasa, 18 Desember 2012.

Sumber : viva.co.id

Pencarian Korban Longsor Cisolok Sukabumi, Dihentikan

December 14, 2012 by  
Filed under Berita Daerah, Jawa Barat Terkini

longsorTim search and rescue (SAR) gabungan TNI, Polri, dan Basarnas memutuskan menghentikan proses pencarian dua penambang emas yang hilang tertimbun longsor di Gunung Buleud, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi.

Pada hari keempat pascabencana yang menjadi hari terakhir pencarian,tim SAR memfokuskan penyisiran di puncak Gunung Buleud dan aliran Sungai Cipanengah hingga perbatasan Sungai Cibareno,Banten, menggunakan speedboat. Seperti hari sebelumnya, pencarian selalu diwarnai hujan deras. Selain mengancam keselamatan para tim SAR dan relawan, upaya ini juga cukup menguras tenaga karena setiap personel harus berjibaku dengan lumpur dan rembesan air hujan yang menggenangi areal perbukitan.

Bahkan, satu dari dua anjing pelacak terpaksa digendong karena kelelahan . Hingga pukul 16.00 WIB, kemarin, dua korban hilang yakni Dana, 28; dan Opik, 34, dari Desa Cikadu,Kecamatan Cibeber,Kabupaten Rangkasbitung, Banten, tidak kunjung ditemukan. Ketua Forum Komunikasi SAR Daerah (FKSD) Sukabumi Okih Fajrie mengatakan, tim SAR memutuskan menghentikan proses pencarian. Berdasarkan prosedur tetap (protap), pencarian seharusnya selama satu pekan sejak peristiwa pada Senin (10/12).

Namun, karena sejumlah pertimbangan, maka tim SAR terpaksa menghentikannya. ”Selama tiga hari terakhir ini pencarian terkendala hujan deras. Belum lagi lokasi kejadian memiliki medan cukup sulit,” ujarnya. Komandan Kodim 0607 Sukabumi Letkol (Inf) Fifin Firmansyah menambahkan penghentian proses pencarian telah dikoordinasikan dengan keluarga korban.

”Pihak keluarga telah mengikhlaskannya dan menerima musibah itu,” ucapnya. Diketahui, bencana longsor yang menerjang kawasan tambang emas ilegal di Gunung Buleud telah menimbun 12 penambang. Dari hasil pencarian tim SAR, ditemukan dua korban tewas yakni Aep dan Yanto.

Tujuh Lokasi Tambang Emas Ilegal

Pemkab Sukabumi menemukan tujuh titik yang menjadi lokasi tambang emas ilegal. Seluruh kawasan tambang tersebut tersebar di bagian selatan Kabupaten Sukabumi. Berdasarkan data Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kabupaten Sukabumi, tujuh lokasi itu terdapat di Gunung Buleud,Gunung Peti, dan Gunung Engang di Kecamatan Cisolok. Selain itu, tambang emas Cibuluh di Kecamatan Ciemas; Puncak Mataram, Kecamatan Jampang Kulon; tambang emas Pasir Piring; serta Cigaru di Kecamatan Simpenan.

Kepala Distamben Kabupaten Sukabumi Adi Purnomo menjelaskan,tujuh lokasi tambang liar itu sudah dilaporkan ke kepolisian untuk ditindaklanjuti secara hukum berupa penutupan. Beberapa lokasi tambang disebut ilegal karena aktivitas penambangan yang umumnya dilakukan warga sekitar tidak disertai dokumen perizinan berupa izin pertambangan rakyat (IPR). toni kamajaya

Sumber : seputar-indonesia.com

Pencarian Terkendala Cuaca-Puncak Tebing dan Sungai Terus Disusuri

December 13, 2012 by  
Filed under Berita Daerah, Jawa Barat Terkini

 

longsorPencarian korban longsor di Gunung Buleud, Kampung Talaga, Desa Cicadas, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, kemarin, terkendala hujan deras dan kondisi tanah tebing yang labil. Upaya pencarian di hari ketiga ini terpaksa dihentikan sementara pada pukul 11.00 WIB. Jika pencarian diteruskan dapat mengancam keselamatan tim search and rescue(SAR) dan relawan.

Masih ada dua penambang emas yang tertimbun longsoran tanah. Pencarian korban juga melibatkan dua anjing pelacak Detasemen K-9 Polda Jawa Barat. Tim dibagi menjadi tiga, yakni gabungan TNI,Polri,Tagana dan relawan. Mereka fokus di tiga lokasi berbeda dengan metode pencarian piramida. Tim pertama menyisiri puncak tebing.

Tim kedua lebih menitikberatkan pencarian dengan penyisiran aliran Sungai Cipanengah dari hulu hingga hilir dan tim ketiga menyisiri dari hilir hingga hulu sungai. Rencananya hari ini dua anjing pelacak akan menyisiri puncak tebing.”Untuk optimalisasi pendeteksian keberadaan korban dikerahkan anjing pelacak,” kata Komandan Kodim 0607 Sukabumi Letkol (Inf) Fifin Firmansyah. Berdasarkan hasil pendataan dan keterangan para penambang emas yang selamat,jumlah korban yang diduga masih terkubur sebanyak dua orang yakni Opik dan Dana.

”Sejumlah saksi menyebutkan dua penambang itu terakhir kali terlihat berada di dalam lubang galian,” ujar Ketua Badan SAR Daerah Kabupaten Sukabumi Okih Fajrie. Dadang, kerabat korban Opik,mengatakan,saat peristiwa terjadi Opik berada di dalam lubang galian. Dana yang juga hilang berada di tepian atau di atas lubang bersama 11 penambang lainnya.Pada longsor pertama, Dana berusaha menyelamatkan Opik.

Saat Dana berhasil menggapai tangan Opik, tiba-tiba longsor susulan menyapu tubuh keduanya dan 11 penambang. ”Setelah longsor susulan itu kami tidak lagi melihat Dana maupun Opik,” kata Dadang yang saat kejadian tidak jauh dari lokasi penambangan emas. Pada pencarian sebelumnya, tim SAR berhasil menemukan dua korban tewas yakni Aep asal Kampung Cireksa, Desa Cibenda,Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi; dan Yanto, warga Kampung Pasir Ceuri, Desa Benda,Kecamatan Ciemas.

Jasad korban ditemukan di antara timbunan tanah di lokasi lubang penggalian tambang. Kondisi keduanya sangat memprihatinkan karena dipenuhi luka yang diduga akibat benturan gerusan tanah bercampur material batu. Selain menemukan dua korban tewas,tim SAR juga menemukan delapan korban selamat di antaranya Bayu, 20; dan Hendra, 20, warga Kampung Pasir Talaga, Desa Cicadas, Kecamatan Cisolok; Entis alias Sonjaya, 48, warga Kampung Mulyasari, Desa Cikadu, Kecamatan Cibeber,Kabupaten Lebak,Banten; Anda,18,warga Kampung Bojong, Desa Cicadas; Heri, 22,warga Kampung Pasir Talaga,Desa Cicadas; dan Asep,warga Kampung Talaga, Desa Cicadas.

Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Badri Suhendi meminta pemerintah daerah menutup kawasan tambang emas di Gunung Buleud.Selain tidak berizin,kawasan itu sangat berbahaya karena berada di daerah perbukitan yang kondisi tanahnya labil. ”Daerah-daerah tambang lain yang kondisinya sangat rawan harus ditutup. Kami sudah meminta Dinas Pertambangan untuk mengkaji dan melakukan tindakan,” ujarnya.

Politisi Partai Demokrat ini mengimbau warga tidak lagi memaksakan beraktivitas di lokasi tambang saat musim penghujan.Terlebih, kandungan emas di Gunung Buleud belum diketahui pasti jumlahnya. Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majalengka telah melakukan berbagai persiapan untuk mengatasi masalah bencana di wilayah tersebut, di antaranya membentuk tim reaksi cepat yang berasal dari 26 kecamatan se-Kabupaten Majalengka.

”Kami telah membentuk tim. Jumlahnya ada 26 orang yang direkrut dari 26 kecamatan di Kabupaten Majalengka. Mereka sudah sudah dibekali dengan berbagai pelatihan, baik teori maupun praktik, dalam hal ini simulasi,” kata Bayu Jaya,Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Majalengka. Selain membentuk tim, beberapa sarana untuk menanggulangi bencana terburuk juga telah dipersiapkan di antaranya dapur umum,tenda pengungsi, alas tidur, selimut, serta logistik dan kebutuhan lain yang untuk para korban bencana.

”Dengan persiapan tersebut, saat terjadi bencana, dampak negatif dari bencana bisa meminimalisir,” ujarnya. Demikiandenganjalurkoordinasi lintas sektoral. BPBD juga sudah berkoordinasi dengan instansi lain, termasuk TNI dan Tagana. Sedangkan upaya pencegahan dan pemberian wawasan masyarakat agar bisa terlibat dalam proses tanggap bencana dan evakuasi dini pascabencana, pihaknya sudah melakukan sosialisasi ke daerah rawan bencana.

”Kami juga sudah memberikan imbauan kepada masyarakat untuk lebih meningkatkan kewaspadaan di daerahnya masing- masing,”papar Bayu. Berdasarkan catatan BPBD, pada 2011 tercatat 133 kasus bencana terjadi di Kabupaten Majalengkadengankerugianmateri mencapai Rp11.970.275.000. Dari jumlah keseluruhan tersebut, bencana tanah longsor merupakan bencana yang paling sering terjadi atau sebanyak 56 peristiwa. toni kamajaya/ inin nastain.

Sumber:seputar-indonesia.com

Next Page »