Ini Penampakan Kerusakan Bangunan di Takengon Aceh Akibat Gempa

gempa2Gempa 6,2 skala richter (SR) yang melanda kawasan Aceh mengakibatkan kerusakan bangunan. Khusus di wilayah Takengon, Aceh Tengah, ini penampakan salah satu gedung yang hancur.

Bangunan ini terletak di wilayah kota. Tampak tembok yang hancur di sebelah sisi kiri. Pintunya pun rusak.

Menurut salah seorang warga, Roni Juanda, sejumlah bangunan memang hancur. Sebagian bahkan ada yang rata dengan tanah.

Tak hanya rumah rusak, sejumlah warga juga terluka. Sebagian ada yang terkena reruntuhan, sisanya akibat kecelakaan lalu lintas.

“Mereka berhamburan ke luar rumah, namun malah terjadi laka lantas,” ceritanya.

Gempa berkekuatan 6,2 skala richter (SR) ini terjadi pukul 14.37 WIB. Tak ada ancaman tsunami yang ditimbulkan.

Pusat gempa berada di kedalaman 10 kilometer di daratan. Lokasinya berada di barat daya Kabupaten Bener Meriah, NAD.

BMKG melaporkan gempa terjadi selama 15 detik. 17 Rumah di Bener Meriah rusak, lima orang luka.

Sumber: detik.com

Jalan Cijulang Rusak Parah-Perwakilan Warga Datangi Pemda dan DPRD

20130327 jbr hal hal 9 (Jalan Cijulang Rusak Parah)Perwakilan tokoh masyarakat asal Cijulang, mendatangi gedung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan DPRD Ciamis, kemarin. Mereka, meminta Pemkab Ciamis segera memperbaiki jalan Cijulang–Cimerak.

Mereka juga menyampaikan, jika pemerintah tidak mampu melakukan perbaikan jalan, masyarakat Parigi–Cijulang akan melakukan perbaikan jalan sendiri sekaligus tidak akan mengakui eksistensi lembaga pemerintahan yang ada. Sebelumnya, warga juga sempat melakukan aksi blokade jalan di sepanjang jalur Cijulang–Cimerak, dengan cara mencegat lalu lintas truk pasir besi yang dinilai sebagai penyebab terjadinya kerusakan jalan.

“Kedatangan kami ke sini (pemkab), untuk mempertegas tuntutan kami. Jangan sampai, setelah dilakukan kesepakatan masih ada pihak yang melakukan pelanggaran,” ungkap seorang perwakilan warga Cijulang Ayi Topati. Menurut Ayi, kondisi Jalan Raya dari Parigi melalui Cijulang sampai Cimerak kondisinya sudah tidak layak disebut jalan raya.

“Saat ini, kondisi jalan Cijulang ibarat kolam budi daya ikan lele. Karena genangan besar dijumpai di sepanjang jalan Cijulang,” kata Ayi. Padahal, jalur Pangandaran– Cijulang merupakan jalur utama menuju kawasan wisata terbaik kelas dunia, yaitu Green Canyon dan Pantai Batu Karas. Akibat jalan rusak, objek wisata Batu Karas ibarat wisata mati, tanpa pengunjung.

Akibat kondisi jalan rusak, kata Ayi, sudah banyak korban yang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas. Bahkan, tidak jarang dirinya menyaksikan langsung anak kecil yang tergilas kendaraan karena terjatuh. Ayi menegaskan, wajar jika warga merasa kesal mengingat semua membutuhkan keamanan dan keselamatan sehingga gerakan ini spontanitas tidak ada yang mengomando.

“Saat ini sudah ada ancaman dari ibuibu untuk mengaspal meratakan jalan sendiri. Namun, hanya boleh dipergunakan warga sekitar,”kata Ayi. Asisten Daerah I Bidang Pemerintah Durachman menyampaikan, apa yang diharapkan oleh masyarakat akan disampaikan kepada Bupati Ciamis untuk ditindaklanjuti. Namun, lanjut Durachman, pihaknya akan berupaya sebisa mungkin memperbaiki jalan Cijulang–Cimerak.

Staf PPK Pemeliharaan jalan Wilayah V Binamarga Jawa Barat Didi menyampaikan, pada tahun ini sudah dialokasikan perbaikan jalan sepanjang 9,5 kilometer (km) dari arah Parigi menuju Cijulang, namun jumlah kerusakan ternyata lebih panjang dari alokasi yang ada. “Untuk solusi sudah disepakati rencana pelebaran jalan di sepanjang 9,5 km, yang semula lebar jalan akan dijadikan tujuh meter.

Tahun ini, tetap akan lima meter dengan panjang perbaikan bisa lebih panjang dari 9,5 kilometer yang dianggarkan,” tutur Didi. Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga Kabupaten Ciamis Sumpena Dipraja, selain mengupayakan perbaikan jalan dengan berkoordinasi bersama pemprov.

Pihaknya juga akan mengevaluasi jalan dari Green Canyon menuju Pantai Batu Karas. “Kalau jalan tersebut sudah dinilai layak jadi jalan nasional, statusnya akan dinaikkan. Jika belum layak, akan dilakukan perbaikan untuk tingkat kerusakan 15–20% dalam perubahan mendatang,” ujar Sumpena. ujang marmuksinudin

Sumber + Foto : koran-sindo.com

Rawan Kecelakaan di Ruas Cianjur-Sukabumi

Foto : tribunnews

Foto : tribunnews

Sekitar 15 kilometer antara Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Sukabumi rusak. Banyak lubang mengangga beragam ukuran ini memicu terjadi kecelakaan lalu lintas.

“Sudah sejak beberapa bulan lalu tidak ada perbaikan. Padahal lubang itu ada di jalan menanjak curam. Kemungkinan pemicunya adalah kendaraan bermuatan berat seperti truk pasir dan batu,” kata Asep Sobandi, warga Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Senin (24/12/2012).

Asep mengatakan, beberapa kecelakaan pernah terjadi dipicu jalan buruk itu. Kendaraan yang hendak menghindari lubang tidak mengira ada kendaraan lain dari arah berlawanan. Mayoritas jalan rusak ada di daerah Parungkuda dan Sukalarang.

Rukiya (35), warga Sukaralang, Kabupaten Sukabumi, mengatakan, bukan memperbaiki, dinas pekerjaan umum dan polisi hanya memberikan tanda hati-hati. “Kami warga di sini juga cemas bila hal ini memicu kecelakaan,” katanya. (*)

Sumber : Kompas

Mobil Turis Malaysia Terguling di Dago

November 18, 2012 by  
Filed under Berita Jawa Barat, Jawa Barat Terkini

Sebuah mobil travel yang mengangkut wisatawan asal Malaysia terguling di Jalan Ir H Juanda, Sabtu (17/11) siang. Akibatnya, dua wisatawan mengalami luka patah kaki dan dibawa ke RS Borromeus yang terletak tidak jauh dari lokasi kejadian.

Peristiwa kecelakaan laku lintas ini terjadi di depan sebuah hotel di Jalan Ir H Juanda atau jalan Dago. Menurut Budi (38), saksi mata, saat itu mobil travel yang mengangkut 8 wisatawan asal Malaysia hendak memutar arah. Pada saat yang bersamaan, sebuah mobil sedan matik juga hendak memutar arah di lokasi yang sama.

“Kemungkinan karena kecepatan cukup tinggi, mobil sedan menabrak mobil travel dari belakang dan mobil travel langsung terguling ke arah kiri (pinggir jalan),” kata warga Bandung ini ditemui di sekitar lokasi kejadian.

Akibat peristiwa tersebut, dua wisatawan mengalami patah kaki dan dibawa ke rumah sakit Boromeus. Sedangkan enam korban lainnya yang hanya mengalami luka ringan langsung menuju Bandara Husein Sastranegara dengan menggunakan kendaraan lain. Mereka mengejar pesawat tujuan Malaysia yang berangkat dari bandara pukul 13.00 WIB. Kecelakaan lalu lintas tersebut sempat mendapat perhatian warga sekitar dan membuat macet lalu lintas.  (*)

Sumber: jabar.tribunnews.com
Penulis : tif
Editor : dar