web analytics

Rieke-Teten dan Yance-Tatang tak puas hasil Pilgub Jabar

rieke-teten-dan-yance-tatang-tak-puas-hasil-pilgub-jabarKPU Jabar menetapkan pasangan Ahmad Heryawan dan Deddy Mizwar sebagai cagub/cawagub Jabar terpilih. Dua kubu yakni dari Rieke-Teten dan Yance-Tatang merasa tak puas dengan hasil tersebut. Mereka mengindikasi banyaknya pelanggaran dalam Pilgub Jabar 2013.

Saksi dari keduanya, yang ikut serta dalam rapat pleno rekapitulasi, pun memilih walk-out sebagai bentuk kekecewaan. Karena meninggalkan rapat, saksi dari pasangan nomor 2 dan 5 itu tidak menandatangani hasil rekapitulasi perhitungan suara.

Sebelumnya, saat menyampaikan keberatan, salah satu anggota tim sukses kubu Rieke-Teten, Waras Wasisto mengaku kecewa dengan sejumlah temuan-temuan yang tidak menunjukkan kinerja KPU secara maksimal.

Waras mengungkapkan pihaknya menemukan surat undangan atau C6 fotokopi tanpa tandatangan KPPS beredar bebas untuk dipergunakan. Lalu tidak adanya tempat pemungutan suara (TPS) di hampir semua rumah sakit di Jabar sehingga banyak yang tidak bisa menggunakan hak pilih.

Lainnya soal pelanggaran yang disinyalir dilakukan pesaingnya Ahmad Heryawan. Incumbent tersebut menurutnya terindikasi menyalahgunakan wewenang saat melakukan kampanye di Cirebon. Soal buruh yang tidak juga bisa menggunakan hak pilih, diduga adanya kelalaian dalam penyelenggaraan pada 24 Februari lalu.

Selain menyertakan bukti keberatan ke KPU Jabar, kubu Rieke-Teten juga akan melayangkan bukti-bukti kecurangan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

“Ini bukan kalah dan menang, tapi jangan sampai demokrasi dicoreng dengan temuan-temuan yang merugikan dan mencoreng demokrasi,” ujar Juru Bicara pasangan Rieke Teten, Abdy Yuhana.

Sementara, saksi lainnya dari pasangan Yance dan Tatang, yakni Deni Komaransyah memprotes keras atas hasil tersebut. KPU dianggap lalai. Hak-hak warga negara seperti yang berada di rumah sakit, menurutnya, tersandera karena tidak bisa memilih.

“Dengan ini saya tidak akan menandatangani berita acara rapat pleno rekapitulasi hasil surat suara Pilgub Jabar,” ujarnya. Meski begitu kubu pasangan nomor urut 2 tidak akan melayangkan gugatannya ke MK.

Sumber + Foto : merdeka.com

Menuju Jabar 1 : Real Count KPU Jabar Ditutup, Aher-Deddy Mizwar Tetap Unggul

February 28, 2013 by  
Filed under Berita Jawa Barat, Jawa Barat Terkini

20130225_Warga_Jawa_Barat_Memilih__8041Penghitungan suara dengan metode real count yang digelar KPU Jabar sejak pencoblosan pada 24 Februari lalu, Kamis (28/2/2013) hari ini resmi ditutup.

Penghitungan versi real count ini ditutup meski penghitungan belum rampung seluruhnya atau baru menyentuh angka 85 persen. Dari sebanyak 74.948 TPS, sudah 63.761 TPS yang terdata dengan total suara masuk mencapai 17.114.662 suara

“Kita mengambil kebijakan real count ini hanya sampai di angka 85 persen,” ujar Ketua KPU Jabar, Yayat Hidayat di Kantor KPU Jabar di Bandung, Kamis (28/2/2013).

Menurut Yayat, kebijakan ini diambil untuk menghindari polemik yang tak berkesudahan soal penghitungan real count. Yayat mengajak semua pihak untuk menunggu penghitungan manual yang akan diumumkan pada 3 Maret mendatang.

“Nanti hasil resminya setelah penghitungan secara manual rampung. Hasil penghitungan secara manual lah yang akan menjadi dasar hukum bagi KPU Jabar untuk menetapkan pemenang pada Pilgub Jabar 2013,” kata Yayat.

Sebelumnya kubu Rieke-Teten melalui Plh Ketua DPD PDIP TB Hasanuddin meminta KPU Jabar menyetop penghitungan real count. Begitupun kubu Dede-Lex, melalui Ketua Tim Suksesnya Didin Supriadin meminta hal yang sama.

Hasil penghitungan real count KPU Jabar hingga angka 85 persen menunjukkan pasangan Ahmad Heryawan (Aher)-Deddy Mizwar tetap berada di urutan teratas, disusul kemudian oleh pasangan Rieke-Teten, lalu Dede-Lex, selanjutnya Yance-Tatang, dan terakhir Dikdik-Toyib. (san)

Berikut hasil penghitungan real count KPU Jabar hingga 85 persen berdasarkan nomor urut calon:
1. Dikdik Muliana Arief Mansur-Cecep Nana Suryana Toyib: 295.237 suara (1,7 persen)
2. Irianto MS Syafiuddin-Tatang Farhanul Hakim: 2.131.283 suara (12,5 persen)
3. Dede Yusuf-Lex Laksamana: 4.315.205 suara (25, persen)
4. Ahmad Heryawan-Dede Yusuf: 5.463.953 suara (31,9 persen)
5. Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki: 4.908.984 suara (28,7 persen)

Sumber + Foto : tribunnews.com

Menuju Jabar 1 : PDIP Yakin Pilgub Jabar Dua Putaran

February 26, 2013 by  
Filed under Berita Jawa Barat, Jawa Barat Terkini

20130224_Rieke_Gunakan_Hak_Pilih_6734Kubu PDIP, yang mengusung pasangan Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki, yakin Pilgub Jabar akan berlangsung dua putaran. Sebab, dari 50 persen hasil real count yang diperoleh PDIP hingga Senin (25/2) pukul 10.00 menunjukkan tidak ada satu pasangan pun yang memperoleh suara mencapai 30 persen.

“Hingga pagi ini telah masuk 7 juta suara atau 50 persen dari 26 kabupaten/kota se-Jawa Barat, hasilnya menunjukkan tidak ada satu pasangan pun yang meraih 30 persen suara,” kata Plt Ketua DPD PDIP Jabar, TB Hasanuddin, di Kantor DPD PDIP Jabar, Senin (25/2).

TB mengatakan, yang bisa menjadi dasar hukum penetapan pemenangan adalah hasil penghitungan resmi yang dilakukan oleh KPU Jabar. Karena itu, kata TB, pihaknya berharap KPU berlaku jujur dalam melakukan penghitungan suara.

“Kami juga meminta kepada para relawan dan kader PDIP agar mengawal secara terus-menerus proses penghitungan suara ini,” kata TB.

Di Indramayu, cagub Jabar Irianto MS Syaffiudin atau akrab dipanggil Yance mengucapkan selamat kepada Ahmad Heryawan yang mendapatkan suara lebih dari 30 persen dalam hasil hitung cepat berbagai lembaga survei.

“Meski ini belum final, saya ucapkan selamat untuk Pak Ahmad Heryawan. Semoga jika memang kembali terpilih, beliau bisa membawa Jabar lebih baik,” kata Yance, kemarin.

Meski berdasarkan hasil hitung cepat Yance tidak meraih suara yang diharapkan, bukan berarti ia tidak akan membangun Jawa Barat.
“Yang pasti, saya akan terus berkiprah di Jawa Barat dengan sebisa saya. Karena memberikan karya nyata untuk Jabar ini tidak hanya menjadi gubernur saja tentunya,” ujar mantan bupati Indramayu ini.

Sumber + Foto : tribunnews.com

KPU Jabar cueki rekomendasi Panwaslu, Rieke-Teten boleh kampanye

February 20, 2013 by  
Filed under Berita Jawa Barat, Jawa Barat Terkini

kpu-jabar-cueki-rekomendasi-panwaslu-rieke-teten-boleh-kampanyeKomisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat menilai rekomendasi Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Jabar atas pemberian sanksi terhadap pasangan Rike-Teten tidak jelas. Karenanya, KPU tetep memperbolehkan pasangan yang diusung oleh PDIP itu untuk melakukan kampanye.

“Surat rekomendasi yang menyatakan Paten melanggar ternyata tidak jelas menyebutkan jenis pelanggarannya,” kata Ketua KPU Jawa Barat Yayat Hidayat, di Bandung, Rabu (20/2).

Menurutnya, sepanjang KPU Jabar tak melarang, pasangan Rieke-Teten boleh untuk berkampanye sesuai waktu yang ditetapkan “Itu tetap haknya,” ujar Yayat.

Pihaknya mengaku baru menerima surat rekomendasi dari Panwaslu Jabar pagi tadi. Dalam surat itu hanya dijelaskan pasangan Rieke-Teten melakukan pelanggaran administrasi, tanpa menyinggung jenis pelanggarannya.

“Jadi pembahasan masalah ini kita tunda sampai penjelasan lebih lanjut,” katanya.

Dia mengatakan, jika pasangan Rieke-Teten melakukan pelanggaran administrasi sanksi yang diberikan bukan penghentian kampanye, melainkan teguran.

Menurutnya penghentian kampanye itu termasuk jenis kategori pelanggaran yang berdampak besar pada masyarakat. “Misalnya ada bentrokan. Kalau pelanggaran administrasi teguran saja,” ungkapnya.

Sementara itu juru bicara Tim Sukses Rieke-Teten, Abdi Yuhana mengatakan, pasangan Rieke-Teten hari ini menjalani kampanye terakhirnya di Zona Jabar Timur, yakni Cirebon dan sekitarnya.

“Kami tetap kampanye, karena tidak ada yang menyuruh untuk menghentikan, bahkan kampanye terbuka di Cirebon menghadirkan Megawati,” bebernya.

Seperti diketahui, Panwaslu Jabar merekomendasikan kepada KPU agar melarang pasangan Rieke Diah Pitaloka dan Teten Masduki melakukan kampanye di sisa waktu yang ada. Hal itu disebabkan Gubernur DKI Jakarta Jokowi yang menjadi juru kampanye mereka tidak mengantongi cuti dan itu satu kesalahan.

Sumber & Foto : merdeka.com

Empat SOR Jadi Arena Kampanye Cagub dan Cawagub di Kota Bandung

February 7, 2013 by  
Filed under Berita Jawa Barat, Jawa Barat Terkini

tegallegaKPU Jabar sudah menetapkan jadwal kampanye cagub-cawagub. Khusus di Bandung, lokasi kampanye terbuka yang akan dipakai ada di empat titik. Keempat lokasi itu masing-masing Lapangan Tegallega, Lapangan Gasibu, GOR Pajajaran, dan GOR Saparua. Tempat itu dinilai paling representatif untuk pelaksanaan kampanye terbuka.

“Untuk kampanye, di Bandung yang dipakai empat lokasi itu,” kata Kabag Ops Polrestabes Bandung, AKBP Diki Budiman di kantor KPU Jabar, Jl. Garut, Kamis (31/1).

Dijelaskan Diki, masing-masing kandidat punya kesempatan kampanye tiga kali selama masa kampanye dari 7-20 Februari. Saat masa kampanye, diprediksi arus lalu lintas di sekitar lokasi itu akan terganggu. “Arus lalu lintas akan sedikit terganggu,” ucap Diki.

Solusinya, kemungkinan akan dilakukan penutupan jalan dan pengalihan arus untuk menghindari kemacetan parah di titik-titik tersebut saat ada kampanye terbuka.

Karena arus lalu lintas akan terganggu, ia meminta masyarakat sabar dan mengerti. “Mudah-mudahan masyarakat mengerti. Masyarakat kan sudah dewasa. Saya kira masyarakat akan tertib dan mengerti,” papar Diki.
sumber: www.bandung.go.id

MENUJU JABAR 1 : Pemilih di Pilgub Jabar Menyusut 4,3 Juta

December 15, 2012 by  
Filed under Berita Jawa Barat, Jawa Barat Terkini

171914_persiapan-tps-pilkada-dki-putaran-ke-dua_663_382Komisi Pemilihan Umum Daerah Jawa Barat melakukan pemutakhiran data pemilih untuk pemilihan gubernur pada Februari 2013. Hasil pemutakhiran sementara, ada selisih yang mencolok antara data penduduk potensial pemilih (DP4) dengan daftar pemilih sementara (DPS).

Selisih itu terungkap dalam rapat koordinasiyang dilakukan oleh KPUD Jabar di Aula Sekretariat KPU Jabar, Jl. Garut No. 11 Bandung, Sabtu, 15 Desember 2012. Data penduduk potensial pemilih di Jabar berjumlah 36.642.289 jiwa, sementara daftar pemilih sementara tercatat berjumlah 32.263.397. Jadi, terjadi penyusutan sekitar 4.378.892 atau sekitar 12 persen.

Dalam rakor ini, KPU Jabar merekap jumlah DPS hasil pendataan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) di tiap Panitia Pemungutan Suara (PPS), yang dihimpun dan diproses oleh KPU kabupaten/ kota. “Berkurangnya jumlah pemilih dari 36,6 juta berdasarkan DP4 dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan DPS yang direkap dari 26 kabupaten/ kota sebanyak 32,2 juta, ” kata Kepala Sub Bagian Teknis KPU Jabar, Edi Ruswendi.

Pada rakor yang dipimpin Komisioner KPU Jabar yang sekaligus merangkap sebagai Ketua Pokja Sosialisasi, Ferdhiman, ini, seluruh perwakilan KPU kabupaten/ kota menyampaikan jumlah pemilih berdasarkan DP4 dan DPS.

Diantaranya Kabupaten Bogor DP4 3.773.125 dan DPS 3.369.813; Kabupaten Sukabumi DP4 1.894.045 dan DPS 1.702.393; Kabupaten Cianjur DP4 2.053.438 dan DPS 1.663.970; Kabupaten Bandung DP4 2.917.051 dan DPS 2.256.549; Kabupaten Garut 1.997.106 dan DPS 1.763.208; Kabupaten Tasikmalaya DP4 1.409.238 dan DPS 1.341.508.

Kabupaten Ciamis 1.319.155 dan DPS 1.248.041; Kabupaten Kuningan DP4 949.239 dan DPS 851.389; Kabupaten Cirebon DP4 1.938.506 dan DPS 1.676.475; Kabupaten Majalengka DP4 971.904 dan DPS 941.480; Kabupaten Sumedang DP4 910.671 dan DPS 829.637; Kabupaten Indramayu DP4 1.717.702 dan DPS 1.473.203; Kabupaten Subang DP4 1.348.079 dan DPS 1.136.958; Kabupaten Purwakarta DP4 700.422 dan DPS 645.233; Kabupaten Karawang DP4 1.854.388 dan DPS 1.704.946; Kabupaten Bekasi DP4 2.069.434 dan DPD 1.837.210.

Kabupaten Bandung Barat DP4 1.480.970 dan DPS 1.173.404; Kota Bogor DP4 739.980 dan DPS 680.782; Kota Sukabumi DP4 255.548 dan DPS 220.306; Kota Bandung DP4 1.959.070 dan DPS 1.706.599; Kota Cirebon DP4 250.730 dan DPS 230.107; Kota Bekasi DP4 1.712.663 dan DPS 1.617.479; Kota Depok DP4 1.359.310 dan DPS 1.246.981; Kota Cimahi DP4 406.460 dan DPS 355.802; Kota Tasikmalaya DP4 509.817 dan DPS 452.504; Kota Banjar DP4 144.029 dan DPS 139.055.

“Sesaat sebelum rekapitulasi DPS berikut selisihnya dengan DP4 dan jumlah TPS, dari 26 kabupaten/ kota di Jawa Barat yang paling tinggi selisih angkanya adalah Kabupaten Bandung, yaitu mencapai lebih 660 ribu. Sementara yang paling rendah angka selisihnya, yaitu Kota Banjar yang juga memiliki jumlah pemilih paling sedikit,” ujar Ferdhiman.

Kepada pejabat KPU Jabar dan KPU kab/kota, ia meminta hasil rekap tersebut harus sudah dapat diakses melalui jaringan internet atau website selambat-lambatnya Senin, 17 Desember 2012. “Hal ini agar DPS dan DPT nanti diketahui publik untuk membantu proses selanjutnya dalam perbaikan dan penyempurnaan DPS menjadi DPT (daftar pemilih tetap),” katanya.

Menurut Ferdhiman, DPS akan diserahkan kepada bakal calon pada penetapan pasangan calon di Sasana Budaya Ganesha, Jl. Tamansari Bandung, Selasa, 18 Desember 2012.

Sumber : viva.co.id

MENUJU JABAR 1 : Pengundian nomor urut Pilgub Jabar tanggal 18 Desember

December 15, 2012 by  
Filed under Berita Jawa Barat, Jawa Barat Terkini

Foto : merdeka.com

Foto : merdeka.com

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat akan menetapkan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur pada 17 Desember 2012. Sehari berikutnya, KPU akan mengundi nomor urut dari pasangan yang telah ditetapkan, di Auditorium Sabuga, Bandung.

Rencananya KPU Jabar akan merangkul sejumlah simpatisan seperti Organisasi Masyarakat (Ormas), LSM, juga pendukung setiap pasangan yang dibatasi hingga 200 orang.

KPU Jabar mengusung ‘Pesta Rakyat’ dalam pemilihan gubernur kali ini. Pemilihan tema itu agar pelaksanaan Pilgub berlangsung santai tapi tetap demokrasi.

“Bahwa kita di sini itu bukan mau perang, tapi sama-sama bersama rakyat untuk mengetahui siapa calon yang memang pantas dipilih, jadi kita ingin libatkan stakeholder sebanyak mungkin,” katanya di KPU Jabar, Bandung, Jumat (14/12).

Menurutnya dengan cara merangkul banyak stake holder dalam pengundian nomor urut Cagub dan Cawagub, bagian dari upaya mensosialisasikan juga.

“Ini bagian dari upaya sosialisasi juga, karena ini untuk menekan Golput,” tandasnya.

Pada 18 Desember itu, dia menjelaskan, selain pengundian nomor urut kepada lima pasangan Cagub dan Cawagub, ada juga rapat pleno terbuka penetapan no urut, dan penyerahan Daftar Pemilih Sementara (DPS).

Hingga kini KPU Jabar sendiri sudah mengantungi lima pasangan Cagub dan Cawagub. Mereka adalah Dede Yusuf – Lex Laksamana, Ahmad Heryawan – Deddy Mizwar, Rieke Diah Pitaloka – Teten Masduki, Irianto MS Syafiuddin – Tatang Farhanul Hakim, dan satu-satunya dari independent adalah Dikdik Mulyana Arif Mansyur – Cecep NS Toyib.

Sumber : merdeka.com

MENUJU JABAR 1 : Jumlah Pemilih Pilgub Menyusut

December 11, 2012 by  
Filed under Berita Jawa Barat, Jawa Barat Terkini

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jabar menyatakan Data Pemilih Sementara (DPS) Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat 2013 sebanyak 34 juta jiwa.

Jumlah itu lebih rendah dibandingkan penghitungan Daftar Penduduk Pemilih Potensial Penduduk (DP4) sebanyak 36 juta jiwa.

Setelah dilakukan cek dan ricek di lapangan,DPS didapati angka 34 juta pemilih. Padahal dalam DP4 mencapai lebih dari 36 juta.“Setelah para petugas KPU sampai Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) melakukan pendataan di lapangan, didapati angka DPS hanya 34 juta suara. Angka ini kemungkinan masih bisa berubah sampai didapatkan angka Daftar Pemilih Tetap (DPT),” papar Ketua KPU Jabar Yayat Hidayat di kantornya, Jalan Garut,Kota Bandung,kemarin.

Dia menjelaskan,penyusutan itu terjadi karena dalam DP4 masih terdapat pemilih ganda, calon pemilih yang beralih profesi menjadi TNI/Polri, pindah ke luar daerah,atau pemilih yang meninggal dunia. Saat ini, lanjut dia, DPS yang telah masuk dari 26 kabupaten/ kota telah mencapai 90%. “Sisanya kebanyakan berasal dari tingkat kecamatan akibat data yang belum lengkap. Nanti tanggal 13 Desember, DPS sudah final dan kami akan melakukan rapat pleno terkait batas akhir DPS masuk,” ucapYayat.

Seusai rapat itu, kata dia, KPU akan menyerahkan DPS ke setiap pasangan calon gubernur – calon wakil gubernur Jabar pada 18 Desember. Setiap pasangan calon diharapkan melakukan pemeriksaan DPS secara seksama. “Kalau tim kampanye setiap pasangan mendapati pemilih yang tidak masuk ke DPS, maka bisa disampaikan ke PPS setempat,” ucapnya. Dia berharap agar pemilih yang tidak terdaftar dalam DPS segera melapor ke PPS setempat agar hak suaranya tidak sia-sia waktu pencoblosan pada 24 Februari 2013 nanti.

“DPS tertinggi di Kabupaten Bogor,sedangkan DPS terendah dari Kota Banjar. Proses pengumpulan DPS ini sudah dilakukan para petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) dengan cara mengunjungi rumah penduduk secara langsung,”katanya. Penetapan DPT akan dilakukan KPU pada 2- 4 Januari 2013. Kemudian penetapan DPT tersebut oleh para petugas PPS pada 5 Januari.

“Setelah ditetapkan, kami hanya akan melakukan perbaikan data tidak lebih dari satu kali.Jangan salahkan KPU kalau namanya tidak terdaftar sebagai DPT.Dari sekarang silahkan cek sendiri ke kelurahan masing-masing apakah namanya terdaftar atau tidak,” tegas Yayat. Sementara itu,Komisi Informasi Provinsi (KIP) Jabar menegaskan masyarakat tidak perlu ragu melaporkan KPU dan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) kepada pihaknya, apabila dua lembaga itu tidak memberikan informasi yang memadai.

KIP menegaskan merasa berkewajiban untuk memberikan kontribusi atas jalannya Pilgub termasuk pemilukada kabupaten/ kota,dalam mengurangi potensi konflik terkait penyelenggaraan pesta demokrasi tersebut.“ Kami belajar dari sengketa pemilukada antara KPU dan Panwas Kabupaten Bekasi beberapa waktu lalu. Penyebabnya berkaitan dengan persoalannya bermuara pada persoalan informasi. Nah, jangan sampai pada Pilgub Jabar 2013 ini terjadi masalah serupa termasuk konflik dengan masyarakat,”kata Komisioner KIP Jabar Mahi M Hikmat di Cilaki Bandung kemarin.

Dia mengatakan,sejak awal pihaknya sudah menjajaki kerja sama dengan KPU dan PanwasluJabaruntukmencarijalan tengah soal layanan informasi yang harus diberikan kepada masyarakat atau badan publik. Pada bagian lain, pakar komunikasi politik Suwandi Sumartias mendorong masyarakat kritis menyikapi iklaniklan layanan masyarakat di televisi yang menampilkan sosok bakal calon gubernur .Apalagi jika iklan itu dibiayai APBD. “Masyarakat kini sudah cerdas,” ungkap akademisi dari Fikom Unpad tersebut.

Jualan Kalender

Pasangan Bakal Calon Gubernur – Wakil Gubernur Jabar Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki berjualan kalender di tengah para relawannya yang didominasi kaum buruh di Bekasi. Uang hasil jualan akan diberikan kepada para relawan yang ikut berjuang memenangkannya bersama Teten. Aksi jualan kalender itu dilakukan saat dilakukan peresmian posko relawan Pita-Mas di kawasan Cikarang Trade Center, Cikarang,Kabupaten Bekasi, kemarin.

Rieke dengan semangat menawarkan kalender seharga Rp1.000 tersebut kepada orang-orang sekitar.“Ayo sini beli kalendernya,cuma seribu rupiah. Bayarnya jangan ke sayaya,tapi ke Pak Teten karena dia antikorupsi. Kalau bayar ke saya nanti uangnya dipakai buat demo,”ucap Rieke. atep abdillah kurniawan

Sumber:seputar-indonesia.com

Menuju Jabar 1 : KPU Jabar Perpanjang Waktu Kampanye

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jabar segera mengeluarkan aturan baru terkait sosialisasi pasangan calon pada masa jeda paska penetapan pasangan calon hingga menjelang kampanye pemilihan gubernur Jabar 2013 mendatang.

Ketua KPU Jabar Yayat Hidayat mengungkapkan, pihaknya kini sedang menggodok aturan main sosialisasi bagi para pasangan calon di luar masa kampanye. Dia mengatakan, paska penetapan pasangan calon hingga menjelang masa kampanye merupakan waktu yang sangat rawan terjadi konflik. “Di setiap Pilkada,seringkali muncul polemik antara sosialisasi atau kampanye.Pada masa itu pun,pasangan calon biasanya saling serang dengan tudingan curi start, kampanye terselubung, dan lain-lain,”tukas Yayat ditemui di Kantor KPU Jabar,Jalan Garut,Kota Bandung,kemarin.

Menurutnya, aturan main tersebut sengaja dibuat untuk mencegah terjadinya polemik yang berpotensi memunculkan konflik antara pasangan calon, penyelenggara dan pasangan calon, hingga penyelenggara dengan masyarakat.“Agar hal itu tak terjadi pada Pilgub Jabar kali ini,maka kami menyusun konsep tersebut,”tuturnya.

Namun begitu,Yayat enggan menjelaskan lebih jauh aturan main yang dimaksud.Dia mengatakan, konsep aturan main tersebut kini tengah dimatangkan dan segera ditetapkan. Sementara itu, hingga kemarin, kandidat calon gubernur dan wakil gubernur yang siap bertarung di Pilgub Jabar 2013 terus melakukan sosialisasi.

Berbagai cara dilakukan pasangan calon untuk menarik simpati rakyat. Rieke Dyah Pitaloka-Teten Masduki (Paten) misalnya, pasangan ini memilih cara unik dengan menyiapkan mainan (game) sebagai alat sosialisasi. Koordinator Media Center Paten, Budi Purnomo menyebutkan, game tersebut dinamai “Paten Jabar Baru Jabar Bersih”. Menurut dia, konsep game tersebut diadaptasi dari visi dan misi yang akan diangkat Paten. “Secepatnya game ini kita launching. Saat ini sedang proses penyelesaian karakter,” ungkap Budi.

Dalam kesempatan terpisah, calon gubernur Jabar Dede Yusuf, memuji loyalitas dari Bupati Kuningan Aang Hamid Suganda yang menyatakan mendukung pasangan Rieke Dyah Pitaloka- Teten Masduki yang menjadi cagub/cawagub Jabar dari PDI Perjuangan.“Pak Aang secara formal harus loyal kepada keputusan partai yang mengusung calon lain, tapi secara informal, ikatan emosional dan batin antara saya dan beliau tidak bisa dipisahkan,” ujar Dede Yusuf.

Menurut dia,Aang adalah sosok kader tulen PDIP yang integritas dan loyalitasnya tidak diragukan lagi.Walaupun Dede dan Aang gagal mempersatukan PDI Perjuangan dan Partai Demokrat dalam satu barisan koalisi di Pilgub Jabar 2013, namun ikatan batin antara Dede dan Aang tak bisa dipisahkan. agung bakti sarasa/ant

Sumber:seputar-indonesia.com

Menuju Jabar 1 : Parpol Diminta Siapkan Calon Cadangan

December 1, 2012 by  
Filed under Berita Jawa Barat, Jawa Barat Terkini

Lima pasang bakal calon gubernur dan calon wakil gubernur Jawa Barat 2013 belum bisa bernafas lega. Mereka belum tentu lolos uji pemeriksaan kesehatan yang merupakan salah satu syarat maju sebagai calon pada pilgub.

Partai politik (parpol) harus menyiapkan kandidat pengganti atau cadangan, untuk mengantisipasi calon yang diusungnya tidak lolos tes kesehatan. Ketua Pokja Pencalonan Gubernur/Wakil Gubernur Jabar 2013 Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jabar Teten W Setiawan mengatakan apabila bakal calon tidak memenuhi syarat dari sisi kesehatan, maka KPU akan menyatakan gugur.

KPU akan menyiapkan jadwal khusus untuk pemeriksaan serta pemenuhan berkas persyaratan lainnya bagi bakal calon pengganti. ”Jika ada yang tidak memenuhi syarat, kami secara normatif sudah menyiapkan jadwal tersendiri agar tidak mengganggu jadwal secara keseluruhan.Tapi bukan berarti ini sudah ada bakal calon yang tidak memenuhi syarat. Kita sudah antisipasi jadwal sedemikian cukup,”kata Teten di kantor KPU Jabar,Jalan Garut Kota Bandung,kemarin.

Menurut dia, semua hasil pemeriksaaan yang telah diserahkan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jabar dan Tim dokter Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) ini sudah final. Hasil tes itu tidak bisa diganggu gugat. Selanjutnya menjadi panduan bagi KPU memutuskan layak atau tidaknya seseorang maju sebagai calon gubernur atau calon wakil gubernur. ”KPU baru akan membuka hasil pemeriksaan dalam sidang pleno khusus. Kita sedang jadwalkan antara dua sampai tiga hari ke depan. Keputusan ini harus cepat karena waktunya cukup mepet,”kata Teten.

Sesuai jadwal, lanjut dia, pada 17 Desember ini KPU akan menetapkan pasangan calon gubernur-wakil gubernur (cagub- cawagub) Jawa Barat 2013- 2018. Penyerahan hasil tes kesehatan itu dilakukan kemarin di kantor Sekretariat KPU Jabar.

Serah terima dilakukan Ketua IDI Jabar, dr Ruhyanto dan perwakilan dari RSHS dr Andi Reza kepada ketua KPU Jabar Yayat Hidayat. ”Hasil pemeriksaan kesehatan ini ada yang bersifat privasi dan tidak bisa dipublikasikan, ada pula yang bisa dibuka oleh KPU sebagai bahan kajian dalam menentukan seseorang bisa melanjutkan prosesnya sebagai calon gubernur atau wakil gubernur,” kata Ruhyanto seusia penyerahan berkas.

Kepala Bagian Hukum Teknis dan Humas KPU Jabar, Teppy Dharmawan, beberapa waktu lalu, mengatakan apabila calon independen ternyata tidak sehat maka dinyatakan gugur. Jika demikian, Pilgub Jabar kali ini tidak akan diikuti calon dari jalur independen.

Sidang Ubah Nama Cagub

Sementara itu, Majelis Hakim yang diketuai Hakim Agus Jumardo mengabulkan sekaligus penetapan pergantian/ perubahan/penambahan nama Wakil Gubernur Jabar Yusuf Macan Effendi menjadi Dede Yusuf Macan Effendi. Pengabulan pengubahan nama itu digelar di Ruang Sidang Anak Pengadilan Negeri Kelas 1A Bandung,kemarin.

Dalam sidang tersebut turut dihadirkan antara lain Sekretaris Pribadi Wagub, Abdul Azis dan saudara dari Dede Yusuf, Agah Roni Muhamad Arif. Namun Dede Yusuf tidak menghadiri persidangan dan diwakilkan kepada kuasa hukumnya,Buce Mulyadi. Hakim memeriksa sejumlah berkas yang memuat nama Dede Yusuf di antaranya akte kelahiran, Surat Tanda Tamat Belajar (STTB), ijazah dan lainnya.

Pada saat pemeriksaan itu, hakim menemukan adanya perbedaan nama dari ijazah-ijazah tersebut. Di antaranya pada ijazah SD tercantum Yusuf Dede Effendi, pada Surat Tanda Tamat Belajar (STTB) Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) tercantum Dede Yusuf Effendi, serta di ijazah S-1 tercantum Yusum Macan Effendi.

Sedangkan pengacara Dede Yusuf Macan Effendi, Buce Mulyadi mengatakan dikabulkannya permohonan itu,maka surat-surat identitas Dede mesti diganti dengan menggunakan nama lengkap Dede Yusuf Macan Effendi. ”Semua harus diganti identitasnya mulai dari KTP, paspor, akte kelahiran, kartu keluarga, buku tabungan, dan lainnya sesuai penetapan pengadilan,” ungkap Buce.

Setelah Dede,giliran Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengajukan permohonan perbaikan nama ke Pengadilan Negeri kelas 1 A pada Kamis (29/11K). Pergantian nama itu didaftakan dengan Nomor Perkara 1204/PDT.P/2012/PN. BDG.Pada papan pengumuman tertera Pemohon H Ahmad Heryawan bertempat tinggal di Jalan Otto Iskandardinata No.1 RT001/001 Kelurahan Babakan Ciamis Kecamatan Sumur Bandung.

Sedangkan pengacara yang mengurus masalah ini dari Biro Hukum dan HAM Setda Pemprov Jabar Pada berkasnya itu,mereka meminta mengabulkan permohonan untuk seluruhnya. Menyatakan nama: H Ahmad Heryawan dan Akhmad Heryawan adalah satu orang yaitu H Ahmad Heryawan sebagaimana tercantum di dalam KTP dan NIK. Sidang terkait nama Heryawan yang semula digelar kemarin ditunda menjadi Senin (3/12) mendatang.

Di tempat terpisah, Dede Yusuf menegaskan apa yang dilakukannya bukan mengubah nama tapi menyusun nama kembali secara resmi melalui pengadilan. ”Bukan ”Bukan ganti nama ya sebenarnya, cuma lebih tepatnya lagi menyusun nama kembali. Sebab Dede juga memang nama saya, Yusuf Macan Effendi nama saya juga. Jadi disatukan menjadi Dede Yusuf Macan Effendi” ungkap Dede usai meresmikan Masjid Abubaar As-Shidiq di Kampung Babakan Jawa, Desa Bojongloa,Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, kemarin. atep abdillah kurniawan/ yugi prasetyo/ iwa ahmad sugriwa

Sumber:seputar-indonesia.com

Next Page »