web analytics

KPU: Aturan Kampanye Bukan untuk Mematikan Parpol

September 10, 2013 by  
Filed under Berita, Berita Nasional, Jawa Barat Terkini, Politik

kampanyeKPU meminta parpol tidak terlalu menentang aturan yang mereka buat.

Anggota KPU Ferry Kurnia Rizkiyansyah mengimbau partai politik tidak terlalu menentang PKPU nomor 15/2013 mengenai aturan kampanye. Menurutnya, peraturan itu memuat prinsip pendidikan politik.

“Keliru besar jika diartikan untuk mematikan. Ini sifatnya mengatur supaya berimbang. Kalau dalam konteks ini pembatasan hanya untuk baliho,” kata Ferry, di kantor KPU, Jakarta, Selasa 10 September 2013.

Salah satu hal yang diatur KPU adalah zona pemasangan berbagai atribut kampanye bagi partai politik peserta pemilu. “Zona ini akan diatur KPUD dan Pemda,” ujarnya.

Ferry menjamin aturan baru soal zona itu, tidak akan memberi celah bagi praktik ‘main mata’ antara oknum aparat pemerintah daerah dengan peserta pemilu soal zona kampanye.

“Tidak akan ada praktik, siapa yang berani bayar akan mendapat tempat strategis karena proses tempat pemasangan atribut kampanye itu sangat transparan.”

Ferry pun membantah PKPU tersebut tidak tegas dalam membatasi baliho. Menurutnya, KPU tidak melarang pemasangan baliho dan spanduk, namun diatur. “Tetap harus dibuat aturan teknis terkait kampanye atribut,” jelasnya.

Sumber: viva.co.id

Pilbup Majalengka : PKS dan PPI Daftarkan Pasangan Nazar Hidayat – Tio Indra

TATI PURNAWATI/"KC"

TATI PURNAWATI/”KC”

Partai Keadilan Sejahtera Kabupaten Majalengka dan Partai Patriot Indonesia mengusung H. Nazar Hidayat dan H. Tio Indra Setiadi sebagai pasangan calon bupati dan wakil bupati Majalengka pada pemilukada 2013. Kedua partai ini telah mendeklarasikan pasangan tersebut sekaligus mendaftarkannya ke KPUD Majalengka, Senin (27/5/13).

H. Nazar yang berlatar belakang sebagai pengusaha dan H. Tio Indra Setiadi yang baru saja pensiun dari birokrat serta karier terakhirnya sebagai Sekretaris Kota Tasikmalaya ini sama-sama pernah mencalonkan diri sebagai Bupati Majalengka pada periode lalu. Mereka pernah saling bersaing dan keduanya bersaing juga dengan bupati dan wakil bupati saat ini H. Sutrisno – H. Karna Sobahi.

Hampir tak banyak yang menduga kalau kedua pasangan ini akan mencalonkan kembali menjadi bupati Majalengka, karena keduanya sama-sama pernah mencalonkan diri menjadi bupati Majalengka pada pertarungan periode lalu namun keduanya kalah. Terlebih H.Tio sendiri kini mengikuti pecalonan sebagai anggota DPR dari Partai Amanat Nasional untuk daerah pemilihan Sumedang-Majalengka-Subang.

Ketika ditanya mengenai pencalonannya yang dianggap tiba-tiba muncul, H.Tio menyebutkan kalau itu menjadi bagian dari strategi. Serta ingin suasananya cukup aman, tenang hingga mencapai proses konsttusi internal.

“Kami punya semangat, itu modal yang kami miliki. Awalnya kita sama-sama pernah kalah dalam pilkada sehingga kami mengetahui apa yang menjadi kelemahan untuk menang, sedangkan mereka (petahana) tahunya hanya menang,” ungkap H. Tio sambil tertawa.

Disinggung soal kekhawatiran kemungkinan kalah terkait partai pengusungnya yang sedang menghadapi persoalan dengan KPK, H. Tio menjawab dengan tegas. “Itu tidak mengganggu suara kami karena yang terkait dengan KPK adalah pribadi seseorang bukan partai, jadi kita tetap yakin bisa menang.” ungkapnya.

Sementara itu ketua KPUD Majalengka Supriatna saat menerima pendaftaran menyatakan pihaknya masih akan meneliti bekrak pendaftaran keduanya, kekuranganya akan di kabari kemudian. Namun sementara ini ada dua kekurangan syarat yang harus dipenuhi oleh partai dan pasangan calon yakni Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) dan nomor rekening dana kampanye. (C-28/A_88)***

sumber+foto:pikiran-rakyat.com

Maju Sebagai Calon Legislatif, Sepuluh Kades Mengundurkan Diri

May 13, 2013 by  
Filed under Ciamis, Jawa Barat Terkini

CALEG_DPRDSepuluh Kepala Desa di Kabupaten Ciamis, yang mencalonkan sebagai anggota legeslatif dari PDIP Cimis sudah mengundurkan diri secara resmi. Surat pengunduran mereka sudah ditembuskan kepada PDIP dan KPUD Ciamis. Demikian dikatakan Sekjen DPC PDIP Ciamis, Oih Burhanudin, Senin (13/5).

Meskipun diakui Oih SK pemberhentiannya belum diterbitklan. Namun, surat pengunduran diri mereka untuk bupati tembusannya telah diterima pihaknya.

“Surat tembusannya sudah kami terima dan  sudah disampaikan ke KPUD. Kalau SK Bupati, itu kan prosesnya agak lama,” ujar Oih.

Dia berharap, KPUD dan Bagian Pemerintah Desa bisa menginventarisir kepala desa yang mencalonkan sebagai anggota legislatif, serta mengeluarkan SK pemberhentian secepatnya.

“Saya kira perlu ada data, desa mana yang kosong kepemimpinan. PDIP mencantat ada sepuluh kades yang nyaleg. Saya yakin ada yang nyalon di partai lain, itu mesti dipantau,” pungkasnya (JAT)

sumber:fokusjabar.com

Pilwalkot Bandung 2013 – Nomor Urut Calon Bawa Keberuntungan

EaNX7GUpDDKPUD Kota Bandung melakukan pengundian nomor urut delapan pasangan calon (paslon) yang mengikuti Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwalkot) Bandung 2013, kemarin.

Pasangan nomor urut 1 Edi Siswadi-Erwan Setiawan (Partai Demokrat, PPP, Hanura, PBB, PKB, PKPI, PPRN), nomor urut 2 Wahyudin Karnadinata- Toni Apriliani (jalur independen), nomor urut 3 Wawan Dewanta- HM Sayogo (jalur independen), nomor urut 4 Ridwan Kamil-Oded M Danial (PKS, Gerindra), nomor urut 5 Ayi Vivananda-Nani Suryani (PDIP, PAN), nomor urut 6 MQ Iswara- Asep Dedi Ruyadi (Golkar, PDS, dan 15 parpol nonparlemen), nomor urut 7 Budi Setiawan- Rizal Firdaus (jalur independen), serta nomor urut 8 Bambang Setiadi-Alex Tahsin Ibrahim (jalur independen).

Sejumlah paslon antusias dengan nomor urut tersebut. Edi Siswadi-Erwan Setiawan tidak membayangkan mendapat nomor urut satu. “Senang menjadi yang pertama, karena segala sesuatu dimulai dari yang pertama sekaligus membawa optimisme tersendiri,” ujar calon Wali Kota Bandung Edi Siswadi. Menurut Edi, simbol angka satu membawa kemudahan bagi dirinya dan tim untuk mengilustrasikannya.

“Nomor satu juga menjadi keuntungan bagi kami karena mudah diingat,” ucap Sekda Kota Bandung ini. Calon wali kota dari jalur independen, Wahyudin Karnadinata, mengaku bersyukur mendapat nomor urut 2. Menurutnya, semua nomor bagus dan tidak ada hubungannya dengan raihan suara yang akan diperoleh nanti.

“Yang penting orangnya harus bagus. Kami siap memimpin Kota Bandung dengan sebaik-baiknya jika diberi kepercayaan oleh masyarakat,” ujar Wahyudin. Calon Wali Kota Bandung Ridwan Kamil juga bersyukur mendapat nomor urut 4. Sebab, nomor tersebut membawa kemenangan Ahmad Heryawan- Deddy Mizwar pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar lalu. Apalagi, euforia kemenangan Pilgub Jabar masih tertanam di masyarakat. Kondisi tersebut menambah semangatnya dalam pertarungan Pilwalkot Bandung.

“Psikologis Pilgubnya membuat kami makin optimistis,” ucapnya. Menurut calon wali kota Budi Setiawan, nomor urut 7 sesuai dengan keinginannya. Sebelumnya, dia sudah mengincar bahkan menerima wangsit untuk mendapatkan nomor tersebut. Dalam filosofi Sunda atau filosofi lainnya, angka 7 memiliki tingkatan tertinggi. Nomor tersebut memiliki keterikatan dengan berbagai kebaikan.

“Seperti surat Al-Fatihah kan 7 ayat. Lalu, bayi di dalam kandungan matang ketika berumur 7 bulan. Jadi, saya berpikir nomor ini memiliki arti baik,” kata Budi. Calon wali kota MQ Iswara yang mendapat nomor urut 6 mengatakan, angka enam bisa dimaknai sebagai sesuatu yang dapat dipercaya dan memiliki nilai amanah. “Angka enam itu mempunyai nilai sakral dan insya Allah bagi saya memiliki nilai amanah,” ujarnya.

Dia bakal terus menggencarkan sosialisasi ke setiap lapisan masyarakat. “Walaupun kami terlambat, tetapi sosialisasi terusmenerus dilakukan,” kata Iswara. Calon wali kota dari jalur perseorangan, Wawan Dewanta, mengatakan, nomor tiga yang diraihnya merupakan pilihan terbaik dari Tuhan sehingga mendorong lebih optimistis dan semangat dalam menghadapi Pilwalkot 2013.

“Berapapun nomor urut yang kami dapatkan, kami yakin Tuhan memberikan yang terbaik. Sekarang tinggal bagaimana kami berusaha mewujudkan harapan rakyat,” kata Wawan. Bambang Setiadi dan Alex Tahsin Ibrahim (Balex) dari jalur perseorangan dengan nomor urut 8 membuat semua relawan bersorak gembira tanpa terkecuali komunitas Perempuan IndieBalex. “Kami siap mengawal kemenangan pasangan Balex,” kata Ketua Perempuan IndieBalex, Maya Lestari.

Calon wali kota Bambang Setiadi mengaku puas karena nomor 8 adalah nomor keberuntungan. “Angka 8 angka tanpa batas dan angka tanpa ujung, ini membuktikan keseriusan pasangan Balex untuk terus mengubah kota Bandung tanpa henti. Kedua, angka 8 adalah angka yang konsisten mesti dibolakbalik, ini sangat jelas membuktikan program yang direncanakan bukan janji,” jelasnya.

Calon wali kota Ayi Vivananda mengatakan, salam nomor urut lima terbilang lebih mudah. Dia dan Nani Suryani hanya tinggal mengacungkan lima jari sebagai simbol salam kepada para pendukung. “Tidak ada korelasi pilgub dan pilwalkot, hanya bersyukur dan semoga jadi energi positif. Bintang juga kan segi lima, ya semua bisa dikait-kaitkan,” ucapnya. atep abdillah kurniawan/ tommi andryandy/ gita pratiwi

sumber:koran-sindo.com

PILWALKOT BANDUNG- KPUD Dinilai Tak Konsisten

pilkada bdgTim pemenangan pasangan bakal calon (balon) wali kota dan wakil wali kota dari jalur perseorangan, Budi Setiawan-Rizal Firdaus, menyayangkan kinerja Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Bandung.

Mereka menilai KPUD tidak konsisten terhadap aturan yang menjadi landasan tahapan Pilwalkot Bandung 2013. Ketidakkonsistenan itu terlihat ketika surat edaran Nomor 131/KPU-Kota- 011.329135/III/2013 tentang berkas persyaratan administrasi dari pasangan Budi-Riza telah dinyatakan lengkap oleh KPUD. Surat itu ditandatangani Ketua KPUD Kota Bandung Apipudin.

Namun, ada sebuah pernyataan dalam surat itu bahwa persyaratan administrasi pasangan Budi-Riza belum lengkap dan harus disampaikan ke KPUD melalui pokja pencalonan sejak 1–7 April 2013. Padahal, berdasarkan rapat pleno 7 Januari, Keputusan KPUD Nomor 05/kpst/KPUKota- 011.329135/2013 yang ditandatangani ketua KPU menyatakanbalondari jalurperseorangan wajib melengkapi dan memperbaiki surat pencalonan beserta persyaratan pasangan calon perseorangan paling lambat 24 Maret 2013.

”Sehingga apa yang menjadi pegangan KPUD mengubah jadwal yang sudah ditetapkan pada rapat pleno,” kata Ketua Tim Sukses Budi-Riza, Irawan, kemarin. Dia meminta, KPUD merevisi surat edaran yang menyatakan berkas administrasi dapat diberikan pada 1–7 April demi menjaga kepastian hukum agar konsisten pada jadwal tahapan. Ketua KPUD Kota Bandung Apipudin mengatakan, perubahan jadwal tahap ketiga landasan hukumnya adalah hasil rapat pleno KPUD pada 25 Maret 2013. Terkait protes dari tim sukses Budi- Dalton, menurutnya, tidak ada masalah.

“Karena KPUD merasa perubahan dibolehkan dan mengacu pada peraturan KPU Nomor 9 Tahun 2010,” ucapnya. Pengamat politik UIN Sunan GunungDjatiBandungAsepSaeful Muhtadi mengimbau, KPUD berhati-hati dengan keputusan yang dikeluarkan berupa surat edaran Nomor 131/KPU-Kota- 011.329135/III/2013 pada 26 Maret 2013 tentang Pemberitahuan Hasil Penelitian Persyaratan Administrasi Calon. Sebab, surat edaran itu bisa merugikan pasangan calon lain.

“KPUD harus hati-hati, jangan asal membuat keputusan. Apalagi, sampai merugikan pasangan calon lain,” kata Asep. Saat ini, merupakan tahap pencalonan yang merupakan masa kritis bagi setiap kandidat, baikbakalcalonyangdiusungpartai politik maupun dari jalur independen. “Yang jelas KPUD harus jujur dan obyektif,” ucapnya. Di tempat terpisah, dua bakal calon wali kota Bandung, yakni Ayi Vivananda dan MQ Iswara mengunjungi Kawasan Sentra Rajut di Binong Jati, kemarin.

“Sebelum jadi anggota DPRD Jabar, wakil wali kota Bandung, hingga bakal calon wali kota, saya sudah seperti ini. Dulu membantu keperluan advokasi masyarakat gunung-gunung dan perkotaan untuk melihat seperti apa realitas masyarakat,” kata Ayi. MQ Iswara juga meninjau kirmir rusak di RW 07 Kelurahan Gumuruh, Kecamatan Batununggal. Dalam kunjungan tersebut, balon dari Partai Golkar itu menyoroti Sungai Cikapundung Kolot yang sering meluap ketika hujan deras sehingga warga bantaran sungai terkena dampaknya seperti banjir cileuncang.

“Masih banyak warga membuang sampah ke sungai, selain itu armada pengangkut sampah masih kurang. Setiap hari terdapat 1.600 ton sampah, tapi yang terangkut hanya 1.000 ton, sisanya dibuang ke sungai,” jelasnya. CR-1/ atep abdillah kurniawan/ gita pratiwi

Sumber : koran-sindo.com

Pilkada Bandung Barat : Calon Demokrat Paling Kaya

pilkada-kota-bandung-_130217120909-478Calon Wakil Bupati Bandung Barat dari Partai Demokrat, Kosasih memiliki kekayaan jauh lebih banyak dibandingkan calon lainnya. Harta kekayaan calon yang bersanding dengan calon bupati dari Partai Keadilan Sejahtera, Aep Nurdin mencapai Rp40 miliar.

Harta tersebut berupa aset bergerak, tidak bergerak, giro, dan surat berharga lainnya. Sementara calon lain, Abubakar memiliki kekayaan Rp1,39 miliar, Panji Tirtayasa Rp2,69 miliar, Kusna Sunardi Rp2,84 miliar, Aep Nurdin Rp640 juta, Djamu Kertabudi Rp860 juta, Agus Yasmin Rp4,38 miliar, Erni Rusyani Ernawan Rp12,73 miliar, Samsul Maarif Rp850 juta, dan Yayat T Soemitra Rp18,7 miliar.

Komisioner Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) KBB Pokja Pencalonan, Ai Wildani Sri Aidah mengatakan, penyerahan laporan harta kekayaan pejabat negara (LHKPN) calon bupati (cabup) dan calon wakil bupati (cawabup) sesuai dengan Surat KPK Nomor B-634/12/- 03/2013 pada 7 Maret 2013. Hal itu diatur dalam ketentuan pasal 74-84 Peraturan KPU Nomor 9 Tahun 2012.

Ada dua model formulir LHKPN yang harus dilengkapi para bakal pasangan calon, yaitu model KPK-A bagi bakal calon yang baru pertama kali membuat laporan kekayaan, dan model KPK-B bagi yang sudah pernah melaporkannya.

“Hasil laporan menunjukkan, jika calon wakil bupati nomor urut dua, memiliki daftar kekayaan terbanyak sampai Rp40 miliar,” tuturnya usai Acara Penandatanganan Naskah Kampanye Damai dan Pengumuman LHKPN Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati, Pemilukada KBB, di Aula Mapolres Cimahi, kemarin.

Cawabup Kosasih mengaku, melaporkan hartanya apa adanya. Rinciannya, aset tidak bergerak berupa tanah dan bangunan senilai Rp25 miliar, harta bergerak berupa kendaraan dan mesin Rp455 juta, dan giro serta surat berharga lainnya Rp7 miliar. Ketua KPUD KBB Asep Mamat meminta, deklarasi damai yang dilakukan seluruh pasangan calon dan simpatisan pendukung bisa dipatuhi. adi haryanto

Sumber : koran-sindo.com

Soal Bursa Ketum Demokrat, Soekarwo: Lho Rapat Aja Belum Kok Bersedia?

March 10, 2013 by  
Filed under Jawa Barat Terkini, Politik

sukarwo-telur-busukGubernur Jawa Timur, Soekarwo enggan, berkomentar mengenai calon Ketua Umum (Ketum) Demokrat. Padahal, Soekarwo dijagokan sejumlah kader Demokrat untuk menggantikan Anas Urbaningrum.

“Yang jagokan siapa?l ah itu kan disebut-sebut saja. Kan nggak bisa seandainya,” kata Soekarwo usai acara Honoris Causa Taufik Kiemas di Gedung DPR, Jakarta, Minggu (10/3/2013).

Ia mengatakan selama ini belum ada komunikasi mengenai calon ketua umum Demokrat. Untuk itu, ia belum dapat berkomentar mengenai bursa ketua umum Demokrat.

“Loh rapat aja belum kok bersedia. Kan kalau, ini sulit jawabnya, tunggu aja nanti,” imbuhnya. Soekarwo hanya mengatakan bahwa DPD Demokrat Jawa Timur tidak mengalami konflik usai Anas Urbaningrum mundur. DPC Demokrat, kata Soekarwo, juga tidak terlihat adanya gejolak. Meskipun Jawa Timur merupakan asal Anas Urbaningrum.

“Iya tapi kan tapi di Jatim tidak ada yang mengundurkan diri,” imbuhnya. Ketika ditanyakan apakah kader Demokrat Jatim memilih Plt atau KLB, Soekarwo menyerahkan kepada peraturan yang ada.

“Normatif sekali itu kan berhubungan dengan peraturannya, kedudukan organisasi dan KPUD,” ujarnya.

Sumber + Foto : tribunnews.com

MENUJU JABAR 1 : Pemilih di Pilgub Jabar Menyusut 4,3 Juta

December 15, 2012 by  
Filed under Berita Jawa Barat, Jawa Barat Terkini

171914_persiapan-tps-pilkada-dki-putaran-ke-dua_663_382Komisi Pemilihan Umum Daerah Jawa Barat melakukan pemutakhiran data pemilih untuk pemilihan gubernur pada Februari 2013. Hasil pemutakhiran sementara, ada selisih yang mencolok antara data penduduk potensial pemilih (DP4) dengan daftar pemilih sementara (DPS).

Selisih itu terungkap dalam rapat koordinasiyang dilakukan oleh KPUD Jabar di Aula Sekretariat KPU Jabar, Jl. Garut No. 11 Bandung, Sabtu, 15 Desember 2012. Data penduduk potensial pemilih di Jabar berjumlah 36.642.289 jiwa, sementara daftar pemilih sementara tercatat berjumlah 32.263.397. Jadi, terjadi penyusutan sekitar 4.378.892 atau sekitar 12 persen.

Dalam rakor ini, KPU Jabar merekap jumlah DPS hasil pendataan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) di tiap Panitia Pemungutan Suara (PPS), yang dihimpun dan diproses oleh KPU kabupaten/ kota. “Berkurangnya jumlah pemilih dari 36,6 juta berdasarkan DP4 dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan DPS yang direkap dari 26 kabupaten/ kota sebanyak 32,2 juta, ” kata Kepala Sub Bagian Teknis KPU Jabar, Edi Ruswendi.

Pada rakor yang dipimpin Komisioner KPU Jabar yang sekaligus merangkap sebagai Ketua Pokja Sosialisasi, Ferdhiman, ini, seluruh perwakilan KPU kabupaten/ kota menyampaikan jumlah pemilih berdasarkan DP4 dan DPS.

Diantaranya Kabupaten Bogor DP4 3.773.125 dan DPS 3.369.813; Kabupaten Sukabumi DP4 1.894.045 dan DPS 1.702.393; Kabupaten Cianjur DP4 2.053.438 dan DPS 1.663.970; Kabupaten Bandung DP4 2.917.051 dan DPS 2.256.549; Kabupaten Garut 1.997.106 dan DPS 1.763.208; Kabupaten Tasikmalaya DP4 1.409.238 dan DPS 1.341.508.

Kabupaten Ciamis 1.319.155 dan DPS 1.248.041; Kabupaten Kuningan DP4 949.239 dan DPS 851.389; Kabupaten Cirebon DP4 1.938.506 dan DPS 1.676.475; Kabupaten Majalengka DP4 971.904 dan DPS 941.480; Kabupaten Sumedang DP4 910.671 dan DPS 829.637; Kabupaten Indramayu DP4 1.717.702 dan DPS 1.473.203; Kabupaten Subang DP4 1.348.079 dan DPS 1.136.958; Kabupaten Purwakarta DP4 700.422 dan DPS 645.233; Kabupaten Karawang DP4 1.854.388 dan DPS 1.704.946; Kabupaten Bekasi DP4 2.069.434 dan DPD 1.837.210.

Kabupaten Bandung Barat DP4 1.480.970 dan DPS 1.173.404; Kota Bogor DP4 739.980 dan DPS 680.782; Kota Sukabumi DP4 255.548 dan DPS 220.306; Kota Bandung DP4 1.959.070 dan DPS 1.706.599; Kota Cirebon DP4 250.730 dan DPS 230.107; Kota Bekasi DP4 1.712.663 dan DPS 1.617.479; Kota Depok DP4 1.359.310 dan DPS 1.246.981; Kota Cimahi DP4 406.460 dan DPS 355.802; Kota Tasikmalaya DP4 509.817 dan DPS 452.504; Kota Banjar DP4 144.029 dan DPS 139.055.

“Sesaat sebelum rekapitulasi DPS berikut selisihnya dengan DP4 dan jumlah TPS, dari 26 kabupaten/ kota di Jawa Barat yang paling tinggi selisih angkanya adalah Kabupaten Bandung, yaitu mencapai lebih 660 ribu. Sementara yang paling rendah angka selisihnya, yaitu Kota Banjar yang juga memiliki jumlah pemilih paling sedikit,” ujar Ferdhiman.

Kepada pejabat KPU Jabar dan KPU kab/kota, ia meminta hasil rekap tersebut harus sudah dapat diakses melalui jaringan internet atau website selambat-lambatnya Senin, 17 Desember 2012. “Hal ini agar DPS dan DPT nanti diketahui publik untuk membantu proses selanjutnya dalam perbaikan dan penyempurnaan DPS menjadi DPT (daftar pemilih tetap),” katanya.

Menurut Ferdhiman, DPS akan diserahkan kepada bakal calon pada penetapan pasangan calon di Sasana Budaya Ganesha, Jl. Tamansari Bandung, Selasa, 18 Desember 2012.

Sumber : viva.co.id

MENUJU JABAR 1 : Kandidat Jangan Sibuk Berjargon dan Narsis

December 7, 2012 by  
Filed under Berita Jawa Barat, Jawa Barat Terkini

Sampai kini belum ada satu pun pasangan bakal calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur( cawagub) Jawa Barat yang membeberkan secara gamblang konsep pemikiran dan program kerja pembangunan Jawa Barat ke depan.

Pasangan calon masih cenderung memperkenalkan diri kepada masyarakat sebatas jargon politik, termasuk yang disampaikan melalui berbagai jenis reklame seperti poster dan baliho.“ Masyarakat itu butuh pengetahuan mengenai program apa yang akan dilakukan para calon untuk membangun Jawa Barat, sehingga partisipasi politik mereka akan tampak dengan membuat pilihan calon mana yang akan dipilih.Kalau para calon ini masih bungkam soal program, efeknya bisa meningkatkan angka golput,”tutur Pengamat politik Universitas Indonesia (UI), Karel Susetyo dalam perbincangan di Sindo Hot Topic SINDO Radio 91,3FM Bandung,kemarin.

Menurut dia, sejauh ini kelima pasangan bakal calon baru sebatas menyampaikan jargon politiknya kepada masyarakat. Padahal masyarakat sendiri kian cerdas, dengan mengarah pada pilihan secara objektif. Terlebih,kata dia,bagi calon yang berlatarbelakang artis atau seniman.“Calon artis harus digali trackrecord-nya,harus diperiksa satu-satu karena mereka ini apakah akan mampu menangani Jabar lima tahun ke depan,”ujarnya.

Pakar komunikasi Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, Ibnu Redjo menilai para calon tidak memberikan informasi yang luas tenteng visi-misinya, tapi lebih banyak sebatas gambar wajah melalui poster dan baliho.”Mereka tidak berusaha terbuka pada masyarat, tindakan itu sama saja dengan membohongi publik.Sosialisasi yang mereka lakukan layaknya seperti kontes narsis-narsisan saja,”ujarnya.

Sementara itu,Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman menyerahkan data Pilgub Jabar ke KPUD setempat di Aula Gedung Bale Kota Jalan Letnan Harun,kemarin. atep abdillah kurniawan/ agung bakti sarasa/ nanang kuswara

Sumber ; seputar-indonesia.com