Longsor di Cianjur Dibersihkan, Jalur Puncak Kembali Normal

January 14, 2016 by  
Filed under Berita Jawa Barat, Jawa Barat Terkini

LONGSORBadan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Cianjur dibantu Dinas Pekerjaan Umum telah membersihkan material tanah lonsoran yang menutupi badan jalan. Sebelumnya diberitakan, tebing setinggi 25 meter longsor di Cugenang, Cianjur, sehingga menutup akses Jalan Raya Cipanas – Cianjur.

Longsor terjadi pada Rabu, 13 Januari 2016, sekitar pukul 18.00 WIB, disebabkan intensitas hujan yang terus menerus mengguyur kawasan Cianjur pada Rabu kemarin.

Akibat musibah tanah longsor ini, arus lalu lintas dari arah Cianjur menuju Puncak maupun sebaliknya terpaksa ditutup oleh pihak Kepolisian Cianjur. Arus lalu lintas dari dan menuju Cianjur dialihkan ke jalur alternatif Jonggol dan Sukabumi.

Sementara kendaraan yang terlanjur masuk melalui Jalan Raya Cipanas – Cianjur terjebak selama enam jam, menunggu petugas selesai membersihkan material longsoran yang menutupi badan jalan.

“Untuk mengevakuasi longsor kami menggunakan dua unit alat berat agar tanah yang menutupi jalan ini bisa dilalui kembali,” kata Haris, petugas BPBD Cianjur, Rabu malam, 13 Januari 2016.

Petugas BPBD yang dibantu Dinas Pekerjaan Umum setempat dan TAGANA berhasil membersihkan material tanah dan batu yang menutupi jalan. Proses evakuasi berlangsung selama enam jam, berakhir hingga pukul 00.00 dini hari tadi.

Arus lalu lintas Cipanas – Cianjur pun kembali dibuka dengan pengawalan anggota Kepolisian Cianjur.

(Viva.co.id)

Longsor di Tasikmalaya, Satu Korban Masih Dicari

November 25, 2015 by  
Filed under Berita Jawa Barat, Jawa Barat Terkini

longsorTerjadi longsor di Kampung Tagog, RT 12/03, Desa Kertamukti, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat sore ini. Satu korban dinyatakan hilang. Tim SAR Tasikmalaya masih melakukan pencarian korban.

“Korban masih tertimbun, korbannya satu orang atas nama Ujang Bustaman masih dalam pencarian,” ujar Kepala Jaga Harian SAR Bandung Zulkarnain Siagian saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (25/11/2015) pukul 19.36 WIB.

Atas laporan warga, petugas SAR Tasikmalaya melakukan evakuasi di lokasi. Diketahui korban berusia 47 tahun dan tinggal di Kampung Pamoyanan RT 16/04, Desa Kertamukti.

Kejadian itu terjadi pukul 15.15 WIB saat hujan deras mengguyur kawasan itu. Menurut Zulkarnain, longsor tersebut berlangsung seketika menimbun rumah makan, apotek, dan satu rumah warga yang ada di bawahnya.

“Ada tiga bangunan hancur, dan ada tiga unit kendaraan yang terbawa longsor, yaitu satu unit Mitsubishi SS, angkot, dan roda dua motor.

Berdasarkan cuitan @SAR_Bandung di twitternya, kendaraan yang tertimbun saat kejadian dalam kondisi kosong. Sekitar 10 unit rumah lagi terancam longsor, dan saat ini sudah dikosongkan.

Zulfikar menambahkan, saat kejadian warga yang ada di dalam warung dan apotek masih dapat menyelamatkan diri. Akan tetapi, korban sedang ada di kamar kecil.

“Iya korban sedang berada di kamar kecil rumahnya jadi tidak sempat lari,” imbuh Zulkarnain.

(Detik)

Longsor dan Pohon Tumbang, “Commuter Line” ke Bogor Hanya Sampai Depok

November 24, 2015 by  
Filed under Jawa Barat Terkini, Transportasi

krlLongsor dan pohon tumbang di antara Stasiun Bojonggede dan Citayam, Selasa (24/11/2015) mengakibatkan perjalanan commuter line menuju Bogor terhambat.

Informasi tersebut berdasarkan akun Twitter resmi commuter line. “#InfoLintas Antara Stasiun Bojonggede-Citayam terjadi longsor dan pohon tumbang, saat ini perjalanan KA belum dapat diberangkatkan,” tulis akun resmi commuter line tersebut kurang lebih pukul 17.00.

Peristiwa ini juga mengakibatkan perjalanan commuter line menuju Bogor hanya sampai Stasiun Depok. “Dikarenakan adanya pohon tumbang dan longsor antara Bojonggede-Citayam, saat ini rute Jakarta Kota-Bogor hanya sampai Depok,” tulis akun @CommuterLine tersebut

Seorang penumpang, Kadek, mengatakan hal senada. Kadek yang tengah berada dalam perjalanan menuju Bogor itu menyampaikan bahwa rangkaian kereta yang ia tumpangi berhenti di Lenteng Agung.

Menurut pengumuman di kreta yang didengar Kadek, perjalanan commuter line ke Bogor hanya akan sampai Stasiun Depok.

(Kompas)

Hujan pertama di Garut berakibat longsor

November 6, 2015 by  
Filed under Berita Jawa Barat, Jawa Barat Terkini

longsorHujan pertama setelah musim kemarau panjang mengguyur kawasan Kabupaten Garut, Jawa Barat. Namun hujan justru mengakibatkan bencana tanah longsor di Kecamatan Pasirwangi dan Cibatu hingga merusak rumah warga di kota itu.

Longsor di Kecamatan Pasirwangi menggerus tebing di Kampung Cigadog, Desa Padamukti, beberapa saat setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut. Longsoran tebing setinggi 3,5 meter dengan panjang mencapai 20 meter itu menimpa rumah milik Ujang Didi (40) hingga mengakibatkan kerusakan.

“Kejadiannya setelah hujan turun tiba-tiba tebing yang ada di dekat rumah saya longsor, akibatnya, rumah saya mengalami kerusakan,” kata Didi pemilik rumah dilansir Antara, Kamis (5/11).

Sedangkan longsor di Kecamatan Cibatu halaman rumah milik Maman Sulaeman (56) longsor menimpa rumah milik Nengsih (60) di Kampung Ciseupan, Desa Sindangsuka, Kecamatan Cibatu, Rabu (4/11) malam.

Komandan Koramil Cibatu Kapten Inf Jaja mengatakan longsor di Kampung Ciseupan itu terjadi sesaat setelah hujan mengguyur wilayah tersebut.

“Rumah milik Nengsih ambruk, diperkirakan pondasi rumah kurang kokoh sehingga tak kuat menahan longsoran,” katanya.

Dua insiden longsor di Garut tersebut dilaporkan tidak menimbulkan korban jiwa, hanya kerugian materi akibat kerusakan material bangunan rumah.

Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut dan unsur kecamatan telah meninjau lokasi longsor tersebut.

(Merdeka.com)

6 Tewas Tertimbun Longsor di Padangsidimpuan

longsorEnam orang tewas dan beberapa terluka dalam musibah longsor yang melanda permukiman warga di Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara (Sumut). Para korban segera dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Proses evakuasi korban longsor itu berlangsung hingga Selasa (28/7/2015) subuh. Satu per satu korban berhasil dievakuasi warga bersama petugas dari lokasi kejadian di Lingkungan V, Kelurahan Wek II, Kecamatan Padangsidimpuan Utara.

Para korban tewas tersebut, yakni Maryam Lubis (6), Ibrahim Lubis (2 bulan), Maryam Piliang (5), Zainab Piliang (4), Nur Aini (30) dan Mhd Al Imam (9).

Kepala Bidang Humas Polda Sumut Kombes Pol Helfi Assegaf menyatakan, berdasarkan laporan yang diterima, musibah tanah longsor itu terjadi pada Senin (27/7) sekitar pukul 17.30 WIB. Longsor tersebut menimpa satu unit rumah semi permanen milik Bisri Lubis (38).

“Saat itu hujan cukup deras, sebanyak 10 orang yang berada di dalam rumah tersebut terseret dibawa tanah longsor,” ujar Helfi.

Proses evakuasi segera dilakukan warga dan berhasil menyelamatkan empat korban. Termasuk Aisyah, bocah perempuan berusia sembilan tahun yang terperangkap di longsoran selama hampir sepuluh jam.

(detik.com)

Badan Geologi: Longsor Pangalengan Hantam Pipa Hingga Meledak

longsorKepala Badan Geologi Surono mengatakan, ada yang perlu diluruskan dari pemberitaan tanah longsor di Pangalengan, Selasa (5/5/2015). Menurut Surono, insiden itu disebabkan pergeseran tanah yang menyebabkan longsor. Selanjutnya, longsoran tanah menghantam pipa panas bumi milik PT Star Energy Geothermal sehingga terjadi ledakan.

“Hal terpenting yang perlu diluruskan adalah, jadi, bukan ledakan pipa yang menyebabkan longsor, tapi, longsor dulu. Longsoran dan pergerakan tanah itu menghantam pipa. Pipa kepotong lalu meledak karena tekanan tinggi,” jelas Surono di Bandung, Rabu, (6/5/2015).

Surono mengatakan, bencana longsor di Kampung Cibitung, di Desa Margamukti, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat itu sudah diprediksi sebelumnya. Bahkan, gejala longsor sudah terdeteksi sejak pertengahan Maret 2015 lalu.

“Gejala longsor (di Kabupaten Bandung) ini sudah terdeteksi sejak pertengahan Maret lalu, semakin hari, pergerakan tanah terus berkembang, apalagi kalau hujan,” katanya.

Sebelum terjadi longsor, kata Surono, pada tanggal 2 Mei 2015, pihaknya melakukan pengecekan. Berdasarkan hasil pengamatan, disimpulkan bahwa adanya gerakan tanah di lokasi tersebut.

Menurutnya, mahkota gerakan tanah itu memiliki panjang 150 meter, lebar 253 meter, dan lebar rongga retakan 20 – 30 centimeter.

Hasil pengecekan ini, kata Surono, sudah disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Bandung maupun ke PT Star Energy Geothermal.

Surono menambahkan, kawasan Pangalengan memang sangat rawan dengan longsor. “Kawasan itu memang rawan longsor, tingkat pergerakan tanah di kawasan itu sudah mencapai (level) menengah dan tinggi. Masyarakat diminta waspada,” pungkasnya.

(Kompas)

Dua Orang Tewas Tertimbun Longsor Galian C di Subang

subang longsorDua orang tewas tertimbun pasir pertambangan jenis C di Kampung Selaawi Desa Cimayasari Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Subang, Selasa (17/3/2015) siang.

Kedua korban bernama Kara (35) dan Ekom (36), warga Kampung Ciistal Desa Cimayasari Kecamatan Cipeundeuy. Sehari-hari keduanya bekerja sebagai penambang di daerah tersebut.

“Keduanya sempat melarikan diri saat tebing 50 meter itu ambruk. Tapi mereka tidak lolos dari longsoran tebing itu,” kata Asep Saefullah Fatah (36), warga desa setempar melalui ponselnya, Selasa (17/3/2015) malam.

(http://jabar.tribunnews.com)

Satu Keluarga Tertimbun Longsor di Sukabumi

March 11, 2015 by  
Filed under Berita Jawa Barat, Jawa Barat Terkini

longsorTebing setinggi 70 meter dengan lebar 30 meter di Kampung Cibuntu, RT 03 RW 04, Desa Pasawahan, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, longsor, Selasa (10/3/2015).

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Sulistyo Pudjo Hartono, Selasa (10/3/2015), mengatakan, bencana tanah longsor ini menimbun 3 orang yang kala itu sedang menambang pasir tepat di bawah tebing tersebut.

“Kejadiannya sekitar pukul 07.30 tadi pagi,” kata Pudjo, Selasa.

Ketiga korban tersebut antara lain Mahrod (57), Hindun (50) yang merupakan istri Mahrod dan anak mereka, Asep Awaludin (29). Satu keluarga itu adalah warga Kampung Cibuntu, RT 05 RW 04, Kelurahan Pasawahan, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi.

“Mereka yang tertimbun satu keluarga,” katanya.

Pudjo mengatakan, petugas gabungan yang terdiri dari TNI, kepolisian dan BPBD Sukabumi, PMI dibantu masyarakat setempat melakukan evakuasi pencarian korban. Proses evakuasi dilakukan secara manual dengan cara mengangkut bahan material.

“Dari kepolisian kami terjunkan 60 personel, TNI 22 personel, BPBD 12 personel dan ratusan unsur masyarakat dan juga petugas kesehatan,” katanya.

Hingga kini, tiga korban masih dalam pencarian.

(Kompas)

Irigasi Citengah Tertimbun Longsor

April 15, 2014 by  
Filed under Bogor, Jawa Barat Terkini

cimandeCaringin | Puluhan hektar area pesawahan milik warga Desa Cimande, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, terancam gagal panen. Irigasi Citengah yang mengaliri sawah maupun ladang palawija di sana tertimbun longsoran tanah beberapa waktu lalu.
Udin (42), petani di Kampung Nangoh RT 03/01, Desa Cimande, mengatakan, lahan sawah sebagai mata pencahariannya saat ini kekeringan akibat aliran kali dari irigasi utama tertimbun tanah longsor.
“Sudah satu minggu setelah terjadinya longsor, kali kecil yang bersumber dari irigasi untuk mengaliri sawah kami kering. Jadi area sawah kami tidak teraliri air sama sekali,” akunya, saat di Kantor Desa Cimande, Senin (14/4).
Hal senada dikatakan pengurus Irigasi Citengah, Uci Sanusi (53). Terputusnya aliran kali untuk mengaliri area sawah milik warga akibat longsor tanah di atas irigasi utama. Kejadian longsor itu, ketika cuaca hujan deras yang disertai angin kencang minggu lalu. “Longsoran tanah yang menutupi aliran kali kecil di lokasi Irigasi Citengah bisa menyebabkan pesawahan petani gagal panen. Terlebih pasokan air sawah mereka berasal dari aliran kali irigasi itu,” kata Uci.
Saat ini, warga dengan alat seadanya melakukan perbaikan dengan cara mengeruk tanah yang menutupi irigasi. Bahkan, warga membuat penahan tebingan agar tidak terjadi longsor susulan dengan cara menumpuk karung berisi tanah. “Upaya warga selama satu minggu dengan melakukan perbaikan belum maksimal. Sebab cuaca hujan menjadi kendala warga memperbaiki irigasi dengan alat seadanya,” ungkap Uci.
Agar tidak terjadi longsor susulan akibat kondisi tanah labil di sekitar irigasi utama, Uci meminta Pemkab Bogor melalui Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) segera melakukan perbaikan. “Kami berharap pemerintah membangun tembok penahan tebing (TPT) di tebingan sekitar lokasi irigasi ini,” imbuhnya.
Sementara, Kepala Desa (Kades) Cimande, Sudarjat, menjelaskan, dampak tertutupnya irigasi itu membuat kekeringan bagi petani dan warga di dua RW. “Air yang mengalir dari irigasi selama ini digunakan warga untuk mengaliri area pesawahan, mushola serta mandi, cuci dan kakus (MCK). Air kali ini juga dimanfaatkan warga di RT 01 sampai 04 dan RW 01-02,” jelasnya.
Kades mengaku, pihaknya sudah melaporkan kejadian itu ke UPT Teknik Pengairan Wilayah Ciawi satu hari setelah terjadinya longsor. Namun, sampai saat ini belum ada informasi dari pihak UPT terkait hasil pengecekan yang dilakukan petugasnya.
“Keinginan kami, irigasi itu segera diperbaiki pemerintah. Kami di desa tidak akan mampu memperbaiki seperti semula, karena terbentur anggaran yang diperkirakan cukup besar. Apalagi, selama ini upaya warga memperbaiki irigasi itu sudah dilakukan,” pungkasnya.

(Jurnal Bogor)

Masalah TPA Galuga Cibungbulang Pemda Didesak Profesional

September 27, 2013 by  
Filed under Berita Daerah, Jawa Barat Terkini

sampah-galugaTempat pembuangan akhir sampah (TPAS) Galuga, kembali dikeluhkan masyarakat, sebab menimbulkan berbagai masalah. Ketua Paguyuban RT se-Desa Galuga, Toni mengatakan, jalan yang dilalui truk dari kabupaten maupun Kota Bogor terlalu sempit karena setiap hari dilalui sekitar 300 unit truk.

Tak hanya itu, kata dia, kesehatan warga setempat terganggu karena polusi sampah makin banyak. ”Pernah longsor, akibatnya lahan pertanian seluas 6 hektare tercemar,” katanya. Ia mendesak, pemkab dan pemkot lebih profesional agar tak ada masyarakat yang dirugikan. ”Program kesehatan keliling masih minim,” keluhnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, banyak warga menderita penyakit gatal karena air tercemar limbah sampah. Terlebih, beberapa kampung masih ada yang kesulitan air bersih, seperti di Sinar Jaya dan Kampung Baru.

Wakil Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Galuga, Iding Suwito menambahkan, alat berat pengeruk sampah beroperasi tak sesuai jadwal. ”Pemerintah jangan menutup mata, seharusnya ikut memikirkan masalah masyarakat,” tegasnya.

Leader Operator Alat Berat, Oman Yohanda mengakui, beberapa kali permasalahan antrean kendaraan sering menjadi sorotan, tetapi bukan karena dari pengerukan sampah yang lambat. Lebih kepada volume sampah yang banyak masuk. ”Kadang ada beberapa sopir nakal yang lewat seenaknya, seperti pada Jumat, padahal sudah sering disosialisasikan,” tuturnya.

Menurut dia, alat berat pukul 12:00 selalu diistirahatkan, sehingga kadang terjadi pengantrean turk. Jadi, solusinya harus ada jalur sendiri. Ia menambahkan, ada sekitar 400 orang pe mulung yang setiap harinya masuk ke dalam TPA. ”Berbagai upaya akan terus dila kukan agar bisa mengurangi kepadatan,” tandasnya.(rp10/b)

sumber: radar-bogor.co.id

Next Page »