Ratusan Warga Terancam Longsor

April 12, 2016 by  
Filed under Berita Jawa Barat, Jawa Barat Terkini

LONGSOR TASIKSebanyak 102 warga Kampung Cibeunteur, Desa/Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Tasikmalaya, yang menghuni 16 rumah harus direlokasi. Pasalnya bencana tanah longsor dan pergeseran tanah sejak dua minggu lalu hingga kini masih mengancam keselamatan warga.
Camat Karangjaya, Edi Ruswandi, saat dihubungi Senin (11/4), mengungkapkan, tanah longsor tersebut sempat menimpa sejumlah rumah hingga mengalami kerusakan. Seluruh penghuninya saat itu juga diungsikan ke tempat aman, karena kondisi tebing yang longsor masih mengkhawwtirkan.
“Tim yang melakukan survey ke lokasi juga mengkhawatirkan kondisi tebing yang sewaktu-waktu bisa longsor kembali. Akhirnya diputuskan para penghuni 16 rumah termasuk yang sudah tertimpa, untuk diungsikan ke tempat aman, karena lokasi rumah berada di bawah tebing,” kata Edi.
Hingga saat ini sebanyak 102 warga dari 16 KK itu masih hidup di tempat pengungsian. Yaitu menumpang di rumah tetangga dan sebgian di keluarga masing-masing. Menurut Edi, warga menunggu kepastian apakah mereka akan direlokasi atau dikembalikan ke lokasi semula.
Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya, Kundang Sodikin, mengatakan, dari hasil koordinasi dengan pihak terkait di provinsi dan pusat, lokasi 16 rumah tersebut dinyatakan sudah tak aman lagi sebagai tempat tinggal.
“Artinya harus ada relokasi. Hingga saat ini kami masih berkoordinasi dengan provinsi dan pusat terkait pelaksanaan relokasi. Karena selain butuh lahan baru juga dana untuk pembangunan kembali rumah warga,” kata Kundang.

(Tribunnews)

Longsor di Banjarnegara, 158 Orang Diungsikan

longsorBencana longsor terjadi di Desa Clapar, Kecamatan Madukara, Banjarnegara, Jawa Tengah, pada Kamis (24/3) malam dan Jumat (25/3). Untuk menghindari adanya korban jiwa dalam bencana alam tersebut, 158 jiwa warga di wilayah yang terkena bencana diungsikan.

“Longsor pada pagi tadi menyebabkan 9 rumah rusak berat, 3 rumah rusak sedang, 2 rumah rusak ringan, dan 29 rumah terancam longsor susulan. Sebanyak 158 jiwa warga RT 3-5 RW 1 mengungsi ke SD 2 Clapar, Madukara,” ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Jumat (25/3/2016).

Dia mengatakan wilayah di kabupaten Banjarnegara tersebut memang rawan longsor. Hal ini terjadi akibat kondisi geologi dan topografi secara alamiah memang mudah menyebabkan longsor.

“Longsor terjadi pada area yang cukup luas yaitu 5 hektar tanah bergerak sejauh 1,2 km. Tipe longsoran yang terjadi adalah longsoran merayap (soil creep) yang bergerak secara perlahan-lahan sehingga masyarakat dapat mengantisipasi melakukan evakuasi,” jelasnya.

Sebanyak 300 personel gabungan dari BPBD Kabupaten Banjarnegara bersama Kodim 0704 Banjarnegara, Polres Banjarnegara, Banser, PMI, Tagana, Bela Negara, dan relawan membantu evakuasi warga ke tempat yang aman. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, telah memerintahkan BPBD Provinsi Jawa Tengah dan BPBD terdekat seperti BPBD Kabupaten Wonosobo, Banyumas, Purbalingga dan Cilacap membantu evakuasi dan pemenuhan kebutuhan dasar bagi pengungsi.

“Kondisi terkini, tanah terus bergerak, dan hampir seharian hujan turun, listrik dimatikan dan akses jalan utama Kabupaten Banjarnegara Pagentan melalui Madukara terputus total. Daerah di sekitar longsor dikosongkan untuk mengantisipasi longsor susulan mengingat area longsor cukup luas. Dengan kondisi seperti itu sudah tidak layak untuk menjadi permukiman karena tanah sangat labil dan membahayakan,” kata dia.

Atas kondisi ini, masyarakat sekitar diimbau untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan. Karena curah hujan berintensitas tinggi masih berpotensi terjadi di beberapa wilayah seperti Jawa, sebagian Sumatera bagian Selatan, Sulawesi dan Papua. Ancaman banjir, longsor dan puting beliung pun juga masih tinggi.

(detik.com)

12 Kecamatan di Sukabumi Diterjang Banjir dan Longsor

March 16, 2016 by  
Filed under Berita Jawa Barat, Jawa Barat Terkini

LONGSOR SUKABUMISebanyak 12 kecamatan di Kabupaten Sukabumi diterjang bencana banjir dan longsor yang disebabkan curah hujan yang tinggi dalam sepakan terakhir ini.

“Dari hasil pendataan kami, daerah yang dilanda bencana alam terus meluas yang awalnya hanya empat kecamatan di hari pertama musibah, yakni pada Jumat, (11/3) hingga Rabu (16/3) menjadi 12 kecamatan,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi Usman Susilo di Sukabumi, Rabu (16/3).

Adapun kecamatan yang dilanda bencana tersebut yakni Kecamatan Nyalindung, Purabaya, Jampang Tengah, Cireunghas, Gegerbitung, Kadudampit, Sukabumi, Sukaraja, Cisaat, Gunung Guruh, Nagrak dan Bantargadung. Dari 12 kecamatan itu, sebanyak 32 desa yang dilanda bencana alam seperti banjir dan longsor.

Menurut dia, informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang menyebutkan cuaca buruk atau puncak musim penghujan akan terjadi hingga akhir bulan ini dan setiap harinya wilayah Kabupaten Sukabumi akan turun hujan deras, potensi terjadinya bencana cukup tinggi.

Karena itu, untuk meminimalisasikan dampak dari bencana itu, BPBD berkoordinasi dengan berbagai intansi terkait serta lembaga relawan penanggulangan bencana untuk melakukan antisipasi seperti memasang bronjong kawat di lokasi rawan longsor dan bantaran sungai.

“Untuk bantuan sementara seperti makanan siap saji, peralatan mandi, makan dan tidur sudah mulai disalurkan, walaupun belum seluruh lokasi bencana dikucurkan bantuan karena lokasi tersebar di 32 desa dan jaraknya pun cukup jauh ditambah untuk menuju lokasi sulit dilalui kendaraan roda empat,” ucap Usman.

Usman mengatakan para korban bencana agar bersabar dalam menunggu bantuan, karena pihaknya sudah menyebar anggotanya untuk menyalurkan logistik ke setiap lokasi bencana. Saat ini yang harus diwaspadai oleh warga adalah datangnya bencana susulan yang bisa terjadi kapan saja.

Humas PMI Kabupaten Sukabumi, Atep Maulan mengatakan hingga kini puluhan relawannya masih berada di lokasi bencana, baik untuk menyalurkan bantuan. Pemeriksaan kesehatan maupun membantu warga yang akan mengungsi atau membersihkan bekas bencana seperti lumpur dan puing-puing bangunan.

“Kami terus menyiagakan relawan dan anggota hingga batas waktu yang tidak ditentukan. Selain itu, petugas yang di lapangan juga memberikan bantuan terapi psikologis untuk menguatkan para korban bencana,” katanya.

(Republika)

Waspada Longsor, Siapkan Satgas Bencana

LONGSOR BOGORPemerintah Kecamatan Leuwiliang mulai menyiagakan Satuan Tugas (Satgas) Siaga Bencana di desa-desa. Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Leuwiliang Usep Daud menuturkan, wilayahnya tergolong rawan bencana, apalagi di musim penghujan.
Usep mengatakan, satgas tersebut akan dibekali bimbingan teknis dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor. “Saat musim penghujan, wilayah Leuwiliang memang langganan longsor, di antaranya Desa Puraseda, Purasari dan Pabangbon,” ujarnya.
Tak hanya itu, lanjut Usep, pihak juga telah memerintahkan seluruh kepala desa (kades) mengaktifkan kembali siskamling di wilayahnya. “Sekarang ini Alhamdulillah belum ada bencana longsor maupun banjir,” tuturnya.
Terpisah, Kasi Kesiap-siagaan dan Kebakaran pada BPBD Kabupaten Bogor Budi Aksomo mengatakan, memasuki musim penghujan, wilayah Barat di Kabupaten Bogor yang patut diwaspadai yakni tanah longsor, di antaranya Kecamatan Cigudeg, Jasinga, Pamijahan, Leuwiliang dan Sukajaya.
“Kita imbau masyarakat yang rumahnya berada di titik rawan, seperti tebingan, harus lebih berhati-hati. Lebih baik mengungsi kalau hujan deras lebih dari satu jam,” tandasnya.

(Metropolitan.id)

Longsor di Cianjur Dibersihkan, Jalur Puncak Kembali Normal

January 14, 2016 by  
Filed under Berita Jawa Barat, Jawa Barat Terkini

LONGSORBadan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Cianjur dibantu Dinas Pekerjaan Umum telah membersihkan material tanah lonsoran yang menutupi badan jalan. Sebelumnya diberitakan, tebing setinggi 25 meter longsor di Cugenang, Cianjur, sehingga menutup akses Jalan Raya Cipanas – Cianjur.

Longsor terjadi pada Rabu, 13 Januari 2016, sekitar pukul 18.00 WIB, disebabkan intensitas hujan yang terus menerus mengguyur kawasan Cianjur pada Rabu kemarin.

Akibat musibah tanah longsor ini, arus lalu lintas dari arah Cianjur menuju Puncak maupun sebaliknya terpaksa ditutup oleh pihak Kepolisian Cianjur. Arus lalu lintas dari dan menuju Cianjur dialihkan ke jalur alternatif Jonggol dan Sukabumi.

Sementara kendaraan yang terlanjur masuk melalui Jalan Raya Cipanas – Cianjur terjebak selama enam jam, menunggu petugas selesai membersihkan material longsoran yang menutupi badan jalan.

“Untuk mengevakuasi longsor kami menggunakan dua unit alat berat agar tanah yang menutupi jalan ini bisa dilalui kembali,” kata Haris, petugas BPBD Cianjur, Rabu malam, 13 Januari 2016.

Petugas BPBD yang dibantu Dinas Pekerjaan Umum setempat dan TAGANA berhasil membersihkan material tanah dan batu yang menutupi jalan. Proses evakuasi berlangsung selama enam jam, berakhir hingga pukul 00.00 dini hari tadi.

Arus lalu lintas Cipanas – Cianjur pun kembali dibuka dengan pengawalan anggota Kepolisian Cianjur.

(Viva.co.id)

Longsor di Tasikmalaya, Satu Korban Masih Dicari

November 25, 2015 by  
Filed under Berita Jawa Barat, Jawa Barat Terkini

longsorTerjadi longsor di Kampung Tagog, RT 12/03, Desa Kertamukti, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat sore ini. Satu korban dinyatakan hilang. Tim SAR Tasikmalaya masih melakukan pencarian korban.

“Korban masih tertimbun, korbannya satu orang atas nama Ujang Bustaman masih dalam pencarian,” ujar Kepala Jaga Harian SAR Bandung Zulkarnain Siagian saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (25/11/2015) pukul 19.36 WIB.

Atas laporan warga, petugas SAR Tasikmalaya melakukan evakuasi di lokasi. Diketahui korban berusia 47 tahun dan tinggal di Kampung Pamoyanan RT 16/04, Desa Kertamukti.

Kejadian itu terjadi pukul 15.15 WIB saat hujan deras mengguyur kawasan itu. Menurut Zulkarnain, longsor tersebut berlangsung seketika menimbun rumah makan, apotek, dan satu rumah warga yang ada di bawahnya.

“Ada tiga bangunan hancur, dan ada tiga unit kendaraan yang terbawa longsor, yaitu satu unit Mitsubishi SS, angkot, dan roda dua motor.

Berdasarkan cuitan @SAR_Bandung di twitternya, kendaraan yang tertimbun saat kejadian dalam kondisi kosong. Sekitar 10 unit rumah lagi terancam longsor, dan saat ini sudah dikosongkan.

Zulfikar menambahkan, saat kejadian warga yang ada di dalam warung dan apotek masih dapat menyelamatkan diri. Akan tetapi, korban sedang ada di kamar kecil.

“Iya korban sedang berada di kamar kecil rumahnya jadi tidak sempat lari,” imbuh Zulkarnain.

(Detik)

Longsor dan Pohon Tumbang, “Commuter Line” ke Bogor Hanya Sampai Depok

November 24, 2015 by  
Filed under Jawa Barat Terkini, Transportasi

krlLongsor dan pohon tumbang di antara Stasiun Bojonggede dan Citayam, Selasa (24/11/2015) mengakibatkan perjalanan commuter line menuju Bogor terhambat.

Informasi tersebut berdasarkan akun Twitter resmi commuter line. “#InfoLintas Antara Stasiun Bojonggede-Citayam terjadi longsor dan pohon tumbang, saat ini perjalanan KA belum dapat diberangkatkan,” tulis akun resmi commuter line tersebut kurang lebih pukul 17.00.

Peristiwa ini juga mengakibatkan perjalanan commuter line menuju Bogor hanya sampai Stasiun Depok. “Dikarenakan adanya pohon tumbang dan longsor antara Bojonggede-Citayam, saat ini rute Jakarta Kota-Bogor hanya sampai Depok,” tulis akun @CommuterLine tersebut

Seorang penumpang, Kadek, mengatakan hal senada. Kadek yang tengah berada dalam perjalanan menuju Bogor itu menyampaikan bahwa rangkaian kereta yang ia tumpangi berhenti di Lenteng Agung.

Menurut pengumuman di kreta yang didengar Kadek, perjalanan commuter line ke Bogor hanya akan sampai Stasiun Depok.

(Kompas)

Hujan pertama di Garut berakibat longsor

November 6, 2015 by  
Filed under Berita Jawa Barat, Jawa Barat Terkini

longsorHujan pertama setelah musim kemarau panjang mengguyur kawasan Kabupaten Garut, Jawa Barat. Namun hujan justru mengakibatkan bencana tanah longsor di Kecamatan Pasirwangi dan Cibatu hingga merusak rumah warga di kota itu.

Longsor di Kecamatan Pasirwangi menggerus tebing di Kampung Cigadog, Desa Padamukti, beberapa saat setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut. Longsoran tebing setinggi 3,5 meter dengan panjang mencapai 20 meter itu menimpa rumah milik Ujang Didi (40) hingga mengakibatkan kerusakan.

“Kejadiannya setelah hujan turun tiba-tiba tebing yang ada di dekat rumah saya longsor, akibatnya, rumah saya mengalami kerusakan,” kata Didi pemilik rumah dilansir Antara, Kamis (5/11).

Sedangkan longsor di Kecamatan Cibatu halaman rumah milik Maman Sulaeman (56) longsor menimpa rumah milik Nengsih (60) di Kampung Ciseupan, Desa Sindangsuka, Kecamatan Cibatu, Rabu (4/11) malam.

Komandan Koramil Cibatu Kapten Inf Jaja mengatakan longsor di Kampung Ciseupan itu terjadi sesaat setelah hujan mengguyur wilayah tersebut.

“Rumah milik Nengsih ambruk, diperkirakan pondasi rumah kurang kokoh sehingga tak kuat menahan longsoran,” katanya.

Dua insiden longsor di Garut tersebut dilaporkan tidak menimbulkan korban jiwa, hanya kerugian materi akibat kerusakan material bangunan rumah.

Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut dan unsur kecamatan telah meninjau lokasi longsor tersebut.

(Merdeka.com)

6 Tewas Tertimbun Longsor di Padangsidimpuan

longsorEnam orang tewas dan beberapa terluka dalam musibah longsor yang melanda permukiman warga di Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara (Sumut). Para korban segera dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Proses evakuasi korban longsor itu berlangsung hingga Selasa (28/7/2015) subuh. Satu per satu korban berhasil dievakuasi warga bersama petugas dari lokasi kejadian di Lingkungan V, Kelurahan Wek II, Kecamatan Padangsidimpuan Utara.

Para korban tewas tersebut, yakni Maryam Lubis (6), Ibrahim Lubis (2 bulan), Maryam Piliang (5), Zainab Piliang (4), Nur Aini (30) dan Mhd Al Imam (9).

Kepala Bidang Humas Polda Sumut Kombes Pol Helfi Assegaf menyatakan, berdasarkan laporan yang diterima, musibah tanah longsor itu terjadi pada Senin (27/7) sekitar pukul 17.30 WIB. Longsor tersebut menimpa satu unit rumah semi permanen milik Bisri Lubis (38).

“Saat itu hujan cukup deras, sebanyak 10 orang yang berada di dalam rumah tersebut terseret dibawa tanah longsor,” ujar Helfi.

Proses evakuasi segera dilakukan warga dan berhasil menyelamatkan empat korban. Termasuk Aisyah, bocah perempuan berusia sembilan tahun yang terperangkap di longsoran selama hampir sepuluh jam.

(detik.com)

Badan Geologi: Longsor Pangalengan Hantam Pipa Hingga Meledak

longsorKepala Badan Geologi Surono mengatakan, ada yang perlu diluruskan dari pemberitaan tanah longsor di Pangalengan, Selasa (5/5/2015). Menurut Surono, insiden itu disebabkan pergeseran tanah yang menyebabkan longsor. Selanjutnya, longsoran tanah menghantam pipa panas bumi milik PT Star Energy Geothermal sehingga terjadi ledakan.

“Hal terpenting yang perlu diluruskan adalah, jadi, bukan ledakan pipa yang menyebabkan longsor, tapi, longsor dulu. Longsoran dan pergerakan tanah itu menghantam pipa. Pipa kepotong lalu meledak karena tekanan tinggi,” jelas Surono di Bandung, Rabu, (6/5/2015).

Surono mengatakan, bencana longsor di Kampung Cibitung, di Desa Margamukti, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat itu sudah diprediksi sebelumnya. Bahkan, gejala longsor sudah terdeteksi sejak pertengahan Maret 2015 lalu.

“Gejala longsor (di Kabupaten Bandung) ini sudah terdeteksi sejak pertengahan Maret lalu, semakin hari, pergerakan tanah terus berkembang, apalagi kalau hujan,” katanya.

Sebelum terjadi longsor, kata Surono, pada tanggal 2 Mei 2015, pihaknya melakukan pengecekan. Berdasarkan hasil pengamatan, disimpulkan bahwa adanya gerakan tanah di lokasi tersebut.

Menurutnya, mahkota gerakan tanah itu memiliki panjang 150 meter, lebar 253 meter, dan lebar rongga retakan 20 – 30 centimeter.

Hasil pengecekan ini, kata Surono, sudah disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Bandung maupun ke PT Star Energy Geothermal.

Surono menambahkan, kawasan Pangalengan memang sangat rawan dengan longsor. “Kawasan itu memang rawan longsor, tingkat pergerakan tanah di kawasan itu sudah mencapai (level) menengah dan tinggi. Masyarakat diminta waspada,” pungkasnya.

(Kompas)

Next Page »