Kerja Keras Nadya Berbuah UN Tertinggi SD Se-Jabar

June 19, 2013 by  
Filed under Jawa Barat Terkini, Pendidikan

0e90eb4f4fc008a92b87c0a2ed295f6fNadya Meisya Putri tidak menyangka bisa meraih nilai tertinggi ujian nasional (UN) tingkat sekolah dasar (SD) se-Provinsi Jawa Barat. Murid SD Fithrah Insani, Desa Manggahang, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, ini mendapat nilai hampir sempurna.

Dari tiga mata pelajaran, hanya nilai Bahasa Indonesia yang tidak mendapat nilai 10. Pada pelajaran IPA dan Matematika, ia mendapat nilai sempurna. Nadya mendapat nilai total 29,20. Nilai tersebut merupakan nilai terbesar untuk UN tingkat SD se-Jabar. Ia mengaku bahagia karena kerja kerasnya selama ini terbayar dengan nilai tersebut. Walau begitu, Nadya tetap menjadi sosok anak yang rendah hati.

Nadya menuturkan, prestasi itu diraih berkat upayanya untuk giat belajar. Ia mengaku tidak henti belajar sebelum menghadapi UN. Selain itu, ia selalu mengikuti bimbingan belajar di luar kegiatan sekolah. Nadya, yang menyukai pelajaran Bahasa Inggris, juga banyak menghabiskan waktu luangnya di sekolah untuk terus belajar.

“Enggak nyangka juga bisa dapat nilai paling besar seprovinsi. Dulu sih niatnya cuma belajar aja buat dapat yang terbaik. Enggak punya target juga buat dapat nilai yang besar,” ujar Nadya, Senin (17/6).

Anak pertama dari dua bersaudara ini mempunyai hobi membaca. Dari hobinya tersebut ia tidak bosan untuk belajar agar meraih prestasi yang bagus. Selama di sekolah, ia juga selalu masuk dalam jajaran murid berprestasi. Remaja berumur 13 tahun ini berencana melanjutkan sekolah di Kota Bandung.

“Pengennya sih ngelanjutin ke SMP 5 Kota Bandung. Di sana kan SMP favorit. Jadi bisa ketemu sama anak-anak pintar yang lain kalau sekolah di sana. Pihak sekolah juga sangat membantu untuk bisa meraih kesuksesan meraih nilai UN,” katanya.

Anak pasangan Yofan Dwiapri dan Aan Maemunah itu mempunyai cita-cita menjadi dokter. Cita-citanya tersebut didasari oleh pekerjaan kedua orang tuanya yang memang bekerja di dunia kesehatan. Ayah Nadya saat ini menjabat sebagai Kasubag UPTD Kesehatan di Kecamatan Cangkuang, sedangkan ibunya menjadi bidan di Puskesmas Baleendah.

Ayah Nadya mengatakan, anaknya tersebut memang menonjol di sekolahnya. Saat melakukan try out pun, anaknya berhasil meraih nilai tertinggi se-Kecamatan Baleendah. Nadya mempunyai kesadaran yang tinggi untuk belajar.

“Kalau sampai sekarang sih belum ada reward dari dinas pendidikan provinsi atau kabupaten. Tapi kalau dari pihak yayasan sudah ada uang pembinaan dan hadiah buku atas prestasi yang diraih Nadya,” ujar Yofan.

Wali kelas Nadya, Puji Astuti, mengatakan, Nadya memang anak yang tekun. Sehari-hari, ia termasuk anak yang cerdas dan pintar bersosialisasi. Saat berada di sekolah pun ia sering memanfaatkan waktu luangnya untuk belajar.

“Sebelumnya, kami diberi informasi oleh tim pemindai UN Provinsi bahwa Nadya mendapat nilai tertinggi. Tim pemindai pun menanyakan kepada pihak sekolah mengenai keseharian Nadya. Takutnya kan nilai yang diperoleh Nadya bukan hasil sendiri,” ujar Puji saat ditemui Tribun di SD Fithrah Insani, kemarin.

Rencananya, kata dia, Menteri Pendidikan Muhammad Nuh akan menemui Nadya. Pihak sekolah baru diberi informasi tersebut oleh tim pemindai provinsi. “Tapi belum tahu juga. Soal reward kami juga belum tahu. Belum ada informasi dari pihak kabupaten atau provinsi,” katanya.

Selain mengadakan try out, pihak sekolah juga mengadakan outbond. Kegiatan itu dimaksudkan untukĀ  menghilangkan kejenuhan siswa akibat terus menerus belajar. “Dalam kegiatan outbond itu juga diberikan training motivasi kepada siswa. Jadi siswa tidak merasa dibebani saat akan menjelang UN. Orang tua siswa pun mendukung langkah yang dilakukan pihak sekolah,” katanya. (*)

sumber+foto:tribunnews.com