Harga Kian Meroket, Mendag Datangkan Cabe Rawit dari Luar Negeri

207084_menteri-perdangan-dan-menteri-pertanian-bahas-harga-daging-sapi_663_382Harga bawang merah, cabe, dan daging terus melonjak naik hari-hari belakangan. Warga sudah sering kali mengeluh dan pemerintah berjanji mengatasi, tapi harga belum kunjung turun. Menteri Perdagangan RI, Gita Wirjawan, berjanji akan mendatangkan beberapa komoditas pangan dari luar negeri pada pekan ini. Hal itu dilakukan untuk menekan harga.

“Minggu ini akan datang cabe, bawang merah, dan daging,” kata Gita seusai penutupan Festival Jakarta Great Sale di Lippo Mall Kemang, Jakarta Selatan, Minggu, 14 Juli 2013.
Untuk daging, minggu ini, Perum Bulog berencana untuk memasukkan 500 ton daging beku ke Indonesia. Bulog akhirnya mendapatkan restu impor daging setelah membuktikan, mereka memiliki lemari pendingin sebagai syarat utama importir daging yang hendak mengimpor komoditas pangan ini.
Khusus cabe dan bawang merah,  kementerian mengatakan bahwa sekitar 4 ribu ton lebih cabe akan didatangkan dari luar. Hal tu karena produksi dalam negeri turun, karena gagal panen yang disebabkan kemarau basah. Sementara itu, bawang merah juga akan didatangkan.
“Kami akan mendatangkan sebagian dari 16 ribu ton yang direncanakan,” ungkapnya.
Impor komoditas pangan ini bertujuan untuk mengantisipasi cuaca yang tidak menentu. Adanya anomali cuaca ini akan berpengaruh pada waktu panen beberapa komoditas pangan, terutama cabe dan bawang merah.
“Kami mendatangkan (cabai dan bawang merah) dari luar untuk sementara,” jelasnya.(vivanews)

Stok Beras Jabar Aman Hingga 8 Bulan

290412_RMN-BISNIS-01-BERAS-BULOGKepala Bulog Divisi Regional Jabar, Usep Karyana mengatakan, publik Jabar tidak perlu mengkhawatirkan. Pasalnya ketersediaan beras Bulog tergolong aman. Stok yang tersedia pada gudang-gudang Bulog dapat mencukupi kebutuhan warga Jabar hingga 8 bulan mendatang.

Usep menyatakan, pada tahun ini pihaknya memproyeksikan penyerapan beras dari kalangan petani sebanyak 550 ribu ton. “Sejauh ini, realisasi penyerapannya mencapai 380 ribu ton,” kata Usep di tempat kerjanya, Jalan Soekarno-Hatta Bandung, Rabu (10/7).

Melihat kondisi itu, Usep optimistis mampu merealisasikan prognosa penyerapan beras. Dasarnya adalah musim panen gadu tidak lama lagi berlangsung, yaitu sekitar September. Hal itu dapat menambah ketersediaan beras di Jabar. (tribunnews)

ProduksiI Bawang Merah Di Cirebon Turun

bawang-merah-_130705103821-154Para petani di daerah Pantura Kabupaten Cirebon, Indramayu, Jawa Barat mengeluhkan produksi bawang merah yang mengalami penurunan akibat kemarau basah saat ini. Riwad, salah seorang petani bawang merah di Losari Kabupaten Cirebon, mengatakan akibat kemarau basah produksi bawang merah turun karena pertumbuhan tanamanan tersebut kurang maksimal. Kondisi itu mengakibatkan hasil panen bawang merah menjadi anjlok dibandingkan sebelumnya.

Dia menyatakan, biasanya hasil panen dari lahan tanam sekitar satu hektare mendapatkan 15 ton bawang merah. “Tapi, kini paling hanya menghasilkan bawang merah 8 sampai 9 ton,” kata Riwad di Cirebon, Senin (8/7).

Selain kondisi kemarau basah, serangan berbagai hama dan penyakit terus menyerang tanaman bawang merah tersebut. Menurut Suparjo, petani bawang merah lainnya, akibat kemarau basah itu sebagian lahan tanaman bawang merah gagal panen, sehingga petani merugi dan hasilnya menjadi kurang maksimal. “Hujan yang berkepanjangan dan serangan hama itu terus merusak tanaman bawang merah,” ujarnya.

Dia berharap pada musim tanam selanjutnya bisa panen dengan maksimal. Biasanya pada lahan satu hektare mampu memproduksi sekitar 15 ton, tapi kini anjlok hanya kurang dari 8 ton.

Manajer Koperasi Nusantara Jaya, salah satu pengelelola petani bawang merah di Cirebon, Mudatsir, mengaku penurunan produksi bawang merah akibat kemarau basah itu membuat pasokan untuk pasar tradisional terhambat karena persediaan dari petani berkurang. Diperkirakan setelah panen raya, kata dia, kebutuhan bawang merah akan terpebuhi sehingga harga bawang merah kembali normal mengingat jika mahal tetap akan menyulitkan petani dalam penyediaan bibitnya. [republika]

Kab. Pangandaran Kekurangan Stok Beras

June 27, 2013 by  
Filed under Jawa Barat Terkini, Pertanian

Beras-3Menghadapi puasa dan lebaran tahun ini, ada 11 dari 36 kecamatan yang masuk wilayah Kabupaten Ciamis (masih termasuk 10 kecamatan yang menjadi wilayah DOB Kabupaten Pangandaran) memiliki stok beras yang cukup hanya untuk kebutuhan 1 bulan hingga 3 bulan ke depan.

Ke-11 kecamatan yang memiliki stok beras cukup hanya untuk kebutuhan 1-3 bulan ke depan tersebut, kata Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Ciamis Ir H Adi Nugara MM, meliputi Kecamatan Pangandaran, Cimaragas, Cijeungjing, Ciamis Kota, Cipaku, Kawali, Panawangan, Rajadesa, Sadananya, Jatinegara dan Kecamatan Baregbeg.

“Produksi padi dan stok beras yang tersedia saat ini di 11 kecamatan tersebut hanya mencukupi kebutuan setempat untuk waktu sebulan hingga 3 bulan ke depan. Meliputi untuk kebutuhan bulan puasa dan lebaran. Dari 11 kecamatan tersebut termasuk didalamnya Kecamatan Pangandaran,” ujar Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Ciamis Ir H Adi Nugraha MM kepada Tribun Rabu (26/6).

Sementara di 25 kecamatan lainnya, ketersedian beras cukup melimpah, bahkan melebihi kebutuhan 3 sampai 5 bulan kedepan. “Di Kecamatan Tambaksari, Lakbok, Padaherang, Cigugur dan Kecamatan Pamarican, ketersediaan stok gabah dan hasil panen cukup melimpah melebihi kebutuhan setempat untuk 5 bulan ke depan,’ jelasnya. (sta)

sumber:tribunnews.com

Tempat Wisata Liburan Sekolah di Bandung

May 28, 2013 by  
Filed under Pariwisata

game outbound sekolah - target strategy - terminal wisata grafika cikole - tempat wisata lembang bandung jawa barat 2Punya rencana berlibur ke Bandung? Banyak tempat-tempat seru yang bisa Anda lakukan bersama balita di sana. Memilih Bandung sebagai tempat liburan, bukan pilihan yang salah. Selain terkenal dengan ‘jejeran’ factory outlet yang membuat ‘lapar mata’ para Bunda, Bandung juga punya tempat-tempat rekreasi yang tak kalah menarik dari kota lain. Ayo, ajak balita keliling Bandung! Berikut beberapa tempat pilihan Ayahbunda, yang mungkin bisa menjadi panduan Anda berlibur ke Bandung.


1. Jendela Alam
 
Lokasi: Jl. Sersan Bajuri Km. 4,5 Ledeng, Lembang, Bandung
Telp. (022) 278 8482, 278 8513, 695 972 68
Website : http://www.jendela-alam.com

Fasilitas: Menawarkan rekreasi alam yang bisa menjadi sarana belajar bagi balita. Ada peternakan dan perkebunan di daerah pegunungan yang sejuk dan nyaman. Selain bisa mengenal berbagai jenis binatang, di peternakan balita juga bisa melakukan berbagai aktifitas menyenangkan. Seperti, menunggang kuda poni, mengambil telur langsung dari kandang ayam, dan melihat cara memerah susu sapi dan kambing. Sementara itu dibagian perkebunan, bersama seorang pemandu, Anda bisa mengajak balita memetik stroberi, tomat ceri dan sayuran. Setelah dipetik, hasil panen bisa dinikmati langsung lho. Misalnya, untuk stoberi Anda bisa membawanya ke kantin untuk dibuat jus. Menyenangkan sekali bukan?

Tiket
Tiket masuk          : Rp. 6.000,00.
Paket personal          
Mamam Yooook  : Rp. 6.000,00./kegiatan
Petik Cantik          : Rp. 6.000,00./kegiatan
Kidz Adventure    : Rp. 10.000,00.
Paket kelompok :
Rahasia Kuda     : Rp. 50.000,00.
Rahasia Telur     : Rp. 50.000,00.
Rahasia Kelinci  : Rp. 50.000,00
Waktu Buka : Senin – Minggu  pukul  09.00 – 16.00 WIB

Tips:
  • Kenakan pakaian yang nyaman agar si kecil bebas bergerak.
  • Alas kaki yang nyaman.
  • Oleskan krem anti nyamuk.
  • Baju ganti .
  • Snack dan minum. Untuk makan siang, Jendela Alam menyediakan kantin dengan menu ‘akrab’ seperti ayam goreng dan kentang goreng.
  • Saat mengunjungi ternak, jangan sampai si kecil dipatuk ayam.
  • Sehabis hujan, tanah-tanah di pinggir jalan setapak bisa membuat anak tergelincir.
2. Museum Geologi
 
Lokasi : Jl. Dipenogoro 57, Bandung 40122
Telp. (022) 721 3822
website: museum.grdc.esdm.go.id
Fasilitas: Meskipun namanya museum Geologi yang dipenuhi oleh benda-benda zaman purbakala, namun bisa menjadi pilihan tempat rekreasi yang menyenangkan untuk balita. Museum yang dekat dengan Gedung Sate ini, baru saja direnovasi sehingga jauh dari kesan kuno dan menyeramkan. Anda dapat menemukan berbagai kerangka binatang purba. Seperti, Tyrannosaurus Rex, Rhinoceros Sandaicus (badak jawa), Coelacanth Menadoensis(ikan purba) atau Geochelone Atlas (kura-kura raksasa). Bentuknya yang sangat besar akan membuat balita takjub. Belum lagi, melihat kerangka-kerangka manusia zaman purba yang usianya sudah 5.600-9.500 tahun. Selain itu, ada sudut peragaan gunung berapi yang dilengkapi dengan replika gunung berapi serta gambar-gambar gunung berapi mulai ‘beraksi.’
Tiket : Gratis
Waktu Buka:
Senin – Kamis   : 09.00 – 15.30 WIB
Sabtu – Minggu  : 09.00 – 13.30 WIB
Tips:
  • Mengunjungi museum ini, ada peraturan yang harus ditaati: mengisi buku tamu di pintu utama, dilarang membawa tas dan jaket di ruang peragaan museum, dilarang makan, minum, dan merokok di dalam gedung museum, dilarang memegang, mencoret-coret, merusak, dan mengambil koleksi museum, dilarang mengabadikan dengan kamera/video, kecuali dengan izin petugas.
  • Kenakan balita pakaian yang hangat dan nyaman karena jaket tidak boleh dibawa masuk, sedangkan AC cukup dingin di dalam museum.
  • Isi dulu perut balita, karena Anda tidak diijinkan membawa makan/minum selama di dalam.
  • Perhatikan gerak-gerik balita, cegah ia bila tangannya mulai ingin memegangkerangka. Bisa-bisa dia tertimpa tulang belulang bila ditarik ataudidorong terlalu kuat.
3. Taman Budaya
 
Lokasi: Jl. Bukit Dago Selatan No. 53 A, Bandung
Telp. (022) 250 4912
Fasilitas: Di wilayah bekas Dago Tea Houseini, Anda bisa mengenalkan balita dengan kesenian Jawa Barat seperti tari Merak, tari Jaipong, gamelan Sunda, teater, grup vokal, silat dan wayang golek. Konsep pertunjukan out door  yang digelar setiap Sabtu sore akan menambah kesegaran. Anda dan balita dapat menikmati pertunjukan kesenian Jawa Barat dengan latar belakang panorama kota Bandung. Sambil menonton, Anda bebas membawa bekal camilan. Disediakan juga kafetaria atau gerobak jajanan di pintu masuk. Disiang hari, biasanya arena Taman Budaya dipakai untuk anak-anak belajar menari. Anda dan balita juga diperbolehkan ikut belajar menari bersama para pelatih dari mahasiswa atau alumni Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung.
Tiket  : Gratis
Waktu Buka
Pagelaran Setiap Sabtu : 16.00 WIB
Tips:
Jaket atau sweater.
Kamera atau vidio untuk mengabadikan polah si kecil selama nonton pertunjukan.
Minyak kayu putih bila anak mulai kedinginan dengan udara malam.
Mintabalita duduk disamping Anda. Jangan biarkan dia ‘merambah’ ke pinggiratau atas panggung, karena dapat mengganggu pertunjukan

4. Taman Lalu Lintas Ade Irma Suryani Nasution

Lokasi:Jl. Belitung No. I, Bandung
Telp. (022) 420 1667
Fasilitas:
Memasuki pintu masuk Taman Lalu Lintas, Anda sudah disuguhi bermacam-macam rambu lalu lintas. Arena bermain anak seperti ayunan, perosotan, patung binatang (gajah, jerapah) yang bisa ditunggangi pun ikut menyambut. Tapi, kurang puas jika Anda hanya mengajak balita bermain di arena itu. Coba melangkah lagi, Anda akan temukan:
  • Pintu kereta api mini. Dilengkapi  stasiun, kereta api mini dan masinis. Dengan membayar Rp. 3.000,00. Anda dan balita bisa berkeliling Taman Lalu Lintas dengan kereta api.
  • Area sepeda. Anda dan balita bisa menyewa sepeda mini yang sudah disediakan, ada sepeda roda dua dan roda empat. Bila balitaAnda baru dalam tahap sepeda roda tiga, petugas memperbolehkan Anda untuk membawa sepeda sendiri. Di area ini anak dapat belajar mengenal rambu-rambu lalu lintas. Arena sepeda mini ini dibuat serupa jalan raya. Ada jembatan, lorong, jalan menanjak, jalan menurun, jalan berbelok, dan pertigaan.
  • Taman lalu lintas. Ada pak Polisi bertugas di tempat ini, yang siap mengajar anak-anak dan pengunjung tentang santun berkendaraan dan tertib di jalan raya. Coba saja minta anak untuk bertanya cara menyeberang jalan yang aman. Pak Polisi pasti langsung membantu.

Tiket: Hari Biasa      :Rp. 4000,00/hari

           Minggu/Libur  : Rp 5.000,00
Waktu Buka:
Senin – Kamis                         : 08.00 – 14.00 WIB
Sabtu – Minggu / Hari Libur   : 08.00 – 16.00 WIB
Tips:
  • Kenakan balita dengan pakaian yang nyaman dan bebas bergerak.
  • Alas kaki yang nyaman.
  • Bawa snack dan minuman, karena kantin letaknya di dekat pintu masuk.
  • Baju ganti bila anak berkeringat.
  • Peralatan keamanan bersepeda: helm, pelindung siku dan lutut.
  • Topi bila cuaca panas.
  • Dampingi balita saat naik kereta api karena tidak ada pendamping di setiap gerbong kereta.
  • Minta balita untuk tidak ngebut di arena sepeda, bisa-bisa dia menabrak pengendara lain.
 5. Saung Angklung Udjo
 
Lokasi: Jl. Padasuka 118, Bandung 40192
Telp. (022) 727 1714, 710 1736
Website: www.angklung-udjo.co.id
Fasilitas: Tempat ini dibuat oleh Alm. Udjo Ngalagena, seniman Sunda, untuk melestarikan kesenian Sunda. 
  • Penampilan tari dan musik anak-anak Saung Angklung Udjo dapat Anda saksikan setiap hari   pukul 16.00, sebagai pagelaran regular. Selain melihat pertunjukkan, balita bisa mengenal dan mencoba memainkan alat-alat musik seperti angklung, seruling, dan arumba. Dan menariknya lagi, Anda dan balita bisa melihat proses pembuatan angklung.
  • Enggrang, permainan daerah Sunda, melengkapi halaman luas Saung Angklung Udjo. Anda dan balita boleh mencobanya, dan anak-anak Saung dengan senang hati akan mengajarkanya. Bila lelah, ada saung-saung atau gubuk-gubuk untuk bersantai sambil menikmati makan siang yang juga bisa Anda pesan di menu pilihan Saung Angklung.
  • Toko suvenir menyediakan berbagai jenis barang khas Sunda, berbahan bambu. Ada gangsing, klonogan yaitu hiasan rumah yang berbunyi bila tertiup angin, seruling, dan angklung.

Tikel Pertunjukan

Turis lokal       : Rp. 50.000,00
Turis asing     : Rp. 80.000,00
Waktu Buka: Setiap hari pukul 08.00 – 19.00 WIB
Tips: 
  • Kenakan   pakaian yang nyaman
  • Alas kaki yang nyaman.
  • Oleskan krem anti nyamuk.
  • Baju ganti untuk anak.
  • Jaket/sweater
  • Makanan bayi, untuk anak yang sudah besar disediakan menu makanan Sunda dan camilan.
  • Lapanganyang luas menggoda si kecil untuk berlari-lari. Beberapa sisi, terdapat sungai buatan sebagai penghubung antar saung dan jembatan terbuat dari bambu. Perhatikan balita agar tidak terpeleset atau tercebur.

sumber:www.ayahbunda.co.id

Harga Cabai di Sukamantri Melonjak

May 15, 2013 by  
Filed under Jawa Barat Terkini, Pertanian

cabai_merah_aHarga cabai di tingkat petani di sentra sayur Sukamantri Ciamis dalam dua minggu terakhir naik tajam untuk semua jenis. Seperti cabai merah keriting dari Rp 10.000/kg jadi Rp 18.000- Rp 20.000/kg.

“Semua jenis cabai dalam dua minggu terakhir harganya naik. Tetapi yang paling tinggi kenaikannya adalah cabai merah keriting yang naik dari Rp 10.000/kg jadi Rp 18.000/kg. Bahkan sempat Rp 20.000/kg,” ujar Ketua Gapoktan Karangsari Sukamantri, Pipin Arif Apilin kepada Tribun Selasa (14/5).
Dalam kondisi cuaca pancaroba saat ini, kata Pipin, hasil panen cabai di Sukamantri  masih stabil. “Serangan hama dan penyakit memang ada tapi masih bisa diatasi. Produksi masih stabil. Pasokan cabai ke pasar induk Caringin rata-rata 2 ton/hari tetap terpenuhi,” ujar Pipin yang juga KTNA Ciamis ini.
Selain harga cabai, harga tomat di tingkat petani di Sukamantri kata Pipin dalam seminggu terakhir juga naik dari Rp 1.000/kg jadi Rp 1.500/kg. “Harga tomat juga naik,” katanya (sta)
sumber:tribunnews.com

Meneg BUMN Genjot Produksi Padi Sumedang

20130513jbrKementerian BUMN menerapkan Gerakan Peningkatan Produksi Pangan Berbasis Korporasi (GP3K) 2013. Hal ini untuk mempermudah petani mendapatkan pupuk dan menggenjot produksi padi nasional.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengatakan, saat ini pemerintah sudah menyediakan kemudahan bagi petani melalui BUMN untuk memberikan bantuan bibit unggul dan pupuk. Penerapan Gerakan Peningkatan Produksi Pangan Berbasis Korporasi (GP3K) 2013 seluas 2,6 juta hektare ini agar produksi padi di Indonesia semakin meningkat.

“Banyak petani ketika panen tidak menyediakan uang hasil panen untuk dicadangkan membeli benih, tidak mencadangkan uang untuk beli pupuk,” kata Menteri BUMN Dahlan Iskan setelah tanam perdana GP3K sekaligus pencanangan program pemupukan berimbang 5 – 3 – 2 bersama PT Pupuk Indonesia, di Desa Gunasari, Kecamatan Sumedang Selatan, kemarin. Karena petani tidak memiliki uang, kata Dahlan, mereka cenderung membeli pupuk yang lebih murah.

Dampaknya, petani hanya mendapatkan pupuk tidak unggul, bahkan pupuk palsu. Dari pantauan KORAN SINDO, pada tanam perdana tersebut Dahlan Iskan bersama jajaran PT Pupuk Indonesia menanam langsung padi pada sepetak sawah yang sudah digarisi dengan sistem jejer legowo II. Setelah penanaman itu, Dahlan Iskan langsung mencuci bagian tangan dan kaki yang kotor di sungai yang tidak jauh dari lokasi penanaman. “Para petani tidak punya uang untuk membeli benih unggul, dan tidak punya uang untuk beli pupuk, maka bergabunglah ke GP3K.

BUMN yang memberikan benih unggul dan pupuk. Kemudian, para petani dapat membayar setelah panen dan tanpa bunga,” kata Dahlan. Setelah tanam langsung, Dahlan Iskan memberikan kesempatan bagi para petani untuk mengetahui lebih jauh tentang pupuk NPK komposisi 15 – 15 – 15, dan meminta pendapat kepada para petani apakah penanaman perdana GP3K di Desa Gunasari tersebut akan menambah hasil produksi pada saat panen nanti atau tidak. Petani yang berhasil menjawab mendapatkan hadiah sebesar Rp1 juta.

“Dengan demikian, tidak ada alasan produksi kita berkurang karena benihnya kurang baik, karena tidak punya uang. Tidak ada alasan. Tapi, petani tidak boleh perorangan. Harus satu kelompok tani, nanti lapor ke BUMN,” kata Dahlan. Kepala Badan Peningkatan Ketahanan Pangan, Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan (BKP4K) Kabupaten Sumedang Ari Kusnadi mengatakan, produksi padi di Kabupaten Sumedang surplus sekitar 1.986 ton per tahun.

“Namun, tantangan akan lebih berat pada tahun-tahun yang akan datang dengan pembangunan mega proyek Waduk JatigededanTolCisumdawu. Alih lahan akibat kedua proyek ini sekitar 2.500 hektare,” kata Ari. zulfikar

 sumber+foto:koran-sindo.com

Angka Pengangguran Berkurang di Indonesia

May 8, 2013 by  
Filed under Ekbis, Jawa Barat Terkini

20130507ekobis2Selama setahun terakhir (Februari 2012– Februari 2013), jumlah pengangguran di Indonesia berkurang 440.000 orang.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah angkatan kerja pada Februari 2013 mencapai 121,2 juta, meningkat 780.000 orang atau 0,66% dibandingkan Februari 2012 (120,4 juta). Pada periode yang sama jumlah penduduk yang bekerja sebanyak 114,02 juta orang atau naik 1,2 juta dibandingkan Februari 2012 (112,8 juta). Dengan demikian, jumlah pengangguran di Indonesia yang pada Februari 2013 mencapai 7,17 juta orang turun 440.000 dari jumlah yang tercatat pada Februari 2012 (7,61 juta).

“Tapi, ada penurunan (1,24 juta) di sektor pertanian karena masa paceklik pada Agustus. Musim panen juga bergeser ke Maret dan April. Agustus juga ada puasa sehingga ibu-ibu yang bekerja itu berhenti,” tutur Kepala BPS Suryamin saat memaparkan Kondisi Ketenagakerjaan Indonesia, di kantornya, di Jakarta, kemarin. Jika pertanian menjadi satusatunya sektor yang mengalami penurunan jumlah tenaga kerja pada setahun terakhir, sebaliknya sektor industri, konstruksi, perdagangan, keuangan, jasa masyarakat, transportasi, pergudangan, dan komunikasi seluruhnya meningkat.

Sektor konstruksi dan perdagangan menyerap tenaga kerja terbanyak dengan jumlah masingmasing 790.000. “Ada perpindahan pekerja dari sektor pertanian ke industri,” ungkap Suryamin. Sementara, jumlah pekerja di sektor informal masih jauh lebih besar bila dibandingkan dengan formal. Pada Februari 2013 sektor formal sebanyak 45,6 juta orang (39,98%), sementara di sektor informal sekitar 68,4 juta (60,02%).

Dalam setahun terakhir, pekerja formal bertambah sebanyak 3,5 juta orang, sementara pekerja informal berkurang 2,3 juta orang. Penyerapan tenaga kerja juga masih didominasi pekerja dengan tingkat pendidikan rendah (SMP ke bawah) yakni sekitar 74,9 juta (65,7%), sementara yang berpendidikan tinggi (diploma dan universitas) hanya 11,2 juta orang (9,79%). “(Jumlah pegawai) Sektor formal tambah, kualitas pertumbuhan ekonomi kita tambah baik, informal kurang. Yang bagus, jika banyak pekerja sektor formal berusaha menciptakan pekerjaan, tidak bergantung orang lain,” kata Deputi Bidang Statistik Sosial BPS Wyandin Imawan.

Kendati jumlah angkatan kerja maupun penduduk yang bekerja membaik, jumlah wirausahawan justru terus mengalami penurunan. Mereka yang masuk dalam kelompok wirausahawan yakni yang berusaha sendiri, berusaha dibantu buruh tidak tetap, dan berusaha dibantu buruh. Bila pada Februari 2011 jumlah wirausahawan mencapai 46,05 juta orang, sementara pada Februari 2012 sebesar 43,84 juta orang dan Februari 2013 sekitar 42,55 juta orang.

Dari segi rasio, kelompok wirausahawan dibandingkan penduduk usia 15 tahun ke atas juga terus turun. Bila pada Februari 2012 rasionya sebesar 0,25 maka pada Februari 2013 sekitar 0,24. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi menuturkan, penurunan jumlah wirausahawan terjadi karena banyak pengusaha yang memilih untuk beralih menanamkan saham, membeli obligasi, atau menjadi importir daripada membangun usaha.

Persoalan infrastruktur, kepastian hukum, serta kebijakan pemerintah terkait upah minimum regional (UMR) menambah risiko berusaha di Indonesia sehingga mengurangi minat berwirausaha. ●maesaroh

sumber+foto:koran-sindo.com

Harga Bunga Kamboja Melambung

May 7, 2013 by  
Filed under Ekbis, Jawa Barat Terkini

0705bunga-kambojaTingginya permintaan bunga kamboja (Plumeria alba), membuat harga bunga yang identik dengan bunga kuburan tersebut melambung tinggi.

Belakangan ini, harga bunga yang memiliki banyak manfaat itu, melambung sampai Rp 110.000 bahkan sampai Rp 120.000 per kg bunga kering.

Tingginya harga bunga kamboja terjadi karena belum memasuki musim berbunga, sehingga ketersediaan terbatas.

Bunga kamboja yang memiliki manfaat untuk kesehatan dan kecantikan yang masih basah, dihargai Rp 11.000 sampai Rp 12.000 per kg.

Menurut Dandi salah seorang pengepul bunga kamboja, sebenarnya memasuki bulan Mei bunga kamboja mulai banyak berbunga.

“Namun belum begitu banyak seperti bulan September sampai Januari. Sehingga harganya masih tinggi,” katanya.

Pada saat kondisi bunga sedikit, Dandi hanya bisa mengumpulkan 2 kuintal per minggu.
Menurut Dandi baik bunga kering maupun bunga basah yang dibelinya, masih tetap harus dijemur lagi.

Setelah dijemur beberapa hari, untuk setiap kg bunga kamboja basah, akan dihasilkan bunga kering sekitar 1,5 ons sampai 2 ons, tergantung warna bunganya.

“Untuk bunga kamboja yang putih 1,5 ons, sedangkan yang kuning dan merah muda bisa sampai 2 ons,” katanya.

Memasuki bulan September sampai Januari, saat bunga kamboja mulai banyak berbunga, harga mulai turun, namun tetap tergolong tinggi.

“Harga bunga kamboja kering paling murah saya beli Rp 90.000 per kg, atau kalau basah Rp 9.000 per kg,” kata Dandi.

Saat panen raya bunga kamboja, Dandi sanggup mengumpulkan sampai 5 kuintal per minggu.

“Kalau saya karena jadi pengepul bunga kamboja hanya sambilan, tidak terlalu banyak menampung,” jelasnya.

Meski sudah menjadi pengepul sejak 5 tahun ini, Dandi mengaku tidak tahu persis manfaat bunga kamboja.

Menurut Dandi, begitu sudah banyak terkumpul, seorang pengepul asal Solo Jawa Tengah akan datang untuk membeli. “Kalau proses pemanfaatan bunga kamboja itu katanya di Surabaya,” katanya.

Menurut Dandi, meski permintaan tinggi, setahu dia, belum pernah ada pihak yang sengaja membudidayakan bunga kuburan tersebut.

“Selama ini bunga kamboja yang saya beli ya dari kuburan-kuburan yang ada di Kota Cirebon,” katanya.

Sementaraa itu Ny. Endang warga Kalijaga Kota Cirebon yang ditemui saat tengah memetik bunga kamboja di TPU Kemlaten mengaku, sehari ia hanya bisa mengumpulkan 3 kg bunga kamboja basah. “Kalau lagi banyak sih, sehari bisa sampai 7 kg,” katanya. (A-92/A-89)***

sumber+foto:pikiran-rakyat.com

PTP Nusantara VIII Kembangkan Buah Naga dan Nanas Si Madu

April 29, 2013 by  
Filed under Jawa Barat Terkini, Pertanian

cover_04PTP Nusantara VIII Kebun Pasirbadak melakukan penanaman buah naga di lahan seluas 10 hektare, yang berada di lahan afdeling 5 Desa Ciemas, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi. Penanaman buah naga ini merupakan yang pertamakalinya dilakukan oleh PTP Nusantara di Indonesia.

“Kami mencoba melakukan bidang lain yaitu di sektor agro industri dengan mencoba mengembangkan buah naga dan nanas di madu di areal lahan yang ada,” ujar Petugas PTP Nusantara VIII, Anang Suryana, Senin (29/4/13).

Dikatakannya, nantinya dari total lahan 10 hektare yang digunakan untuk pembudidayaan buah naga, setiap hektarenya bisa ditanam sekitar 1.100 pohon atau secara keseluran mencapai 11 ribu pohon.

Dipilihnya pengembangan buah naga dan nanas ini merupakan kebijakan manajemen, setelah sebelumnya dilakukan penelitian. Untuk masa tanam dari bibit hingga siap berbuah, diperlukan waktu sekitar 2-3 tahun.

Namun, biasanya naga siap panen bisa dilakukan pada satu tahun pertama, namun, itu tergantung dari proses pertumbuhan dari pohon buah naga. “Pangsa pasar nanti kemunginan besar baru sebatas lokal saja. Namun, kita mesti lihat perkembangannya nanti termasuk pengembangan nanas si madu yang lahannya telah disiapkan sebanyak 25 hektare,” ujarnya. (A-193/A-88)***

Next Page »