web analytics

Lima Warga Arab Saudi Meninggal Akibat Virus Mirip SARS

Virus novel corona (NCoV) masih satu keluarga dengan virus SARS. (Dailymail)

Virus novel corona (NCoV) masih satu keluarga dengan virus SARS. (Dailymail)

Lima warga Arab Saudi dilaporkan meninggal dunia akibat terserang sebuah virus mirip virus penyebab penyakit sindrom pernapasan akut (SARS). Kelima orang itu bermukim di daerah Hofuf, di bagian timur Arab Saudi.

Dikutip dari Dailymail, Jumat 3 Mei 2013, selain lima orang yang tewas, virus novel corona (NCoV) juga masih menjangkiti dua warga Saudi lainnya dan dalam perawatan intensif. NCoV memang berasal dari keluarga virus yang sama dengan SARS dan mirip dengan jenis virus corona lainnya yang ditemukan pada kelelawar.

Virus serupa dilaporkan telah menyebar hingga ke Inggris. Kementerian Kesehatan Inggris menyebut seorang pria berusia 60 tahun positif menderita NCoV setelah berkunjung ke Pakistan dan Arab Saudi.

Setelah tiba kembali di Inggris, pria itu mengaku menderita penyakit pernapasan dan menularkannya kepada dua orang kerabat dekat lain. Kerabat pertama merupakan seorang pria dewasa yang mengaku sakit, namun kemudian dilaporkan meninggal.

Sementara itu, kerabat kedua adalah seorang wanita yang berhasil sembuh bahkan tanpa melalui perawatan di rumah sakit. Menurut sebuah penelitian yang baru-baru ini dilakukan, ketika manusia mengidap NCoV, maka virus itu akan menyerang secara simultan berbagai organ tubuh.

Selain itu, virus yang baru ditemukan delapan bulan lalu juga akan membunuh sel-sel di dalam tubuh dengan cepat. Hal ini berbeda dengan virus corona SARS yang hanya menyerang beberapa baris sel manusia.

Oleh sebab itu, dalam pandangan seorang mikrobiologi asal China, Yuen Kwok-yung, NCoV akan menjadi pandemi mematikan apabila dapat bermutasi. “Itu akan menjadi virus yang lebih mematikan ketimbang virus corona SARS,” ujar Yuen kepada harian South China Morning Post bulan lalu.

Hingga kini para ahli masih belum mengetahui sumber virus corona tersebut. Tetapi, mereka mempercayai virus itu pertama kali ditemukan pada beberapa hewan seperti babi, monyet, kelelawar, bahkan kelinci.

Menurut para dokter, penyebaran virus ini ke seluruh tubuh manusia hanya butuh waktu 48 jam. Setelah itu, mereka akan menderita gejala seperti kesulitan bernapas yang akut, demam, batuk, dan radang paru-paru.

Bahkan, ahli kesehatan menyebut, virus itu juga dapat menyerang ginjal manusia. Dengan bertambahnya jumlah korban tewas, maka total pasien yang tewas akibat virus ini menjadi 16 orang. (art)

sumber:viva.co.id