web analytics

673.832 warga Kota Bogor pilih wali kota

September 14, 2013 by  
Filed under Berita, Berita Daerah, Jawa Barat Terkini, Politik

ilustrasi, Hak suara langsung

ilustrasi, Hak suara langsung

Sebanyak 673.832 warga Kota Bogor, Jawa Barat, memberikan suara pada pemilihan kepala daerah untuk memilih pasangan wali kota dengan wakil wali kota setempat periode 2014-2019, Sabtu.

Proses pemungutan suara berlangsung mulai pukul 07.00-13.00 WIB di 1.814 tempat pemungutan suara yang tersebar di 68 kelurahan, enam kecamatan.

Warga Kota Bogor akan memilih satu di antara lima pasangan calon kepala daerah mereka.

Sebanyak lima pasangan tersebut, yakni Firman Sidik Halim-Gartono (nomor urut 1), Bima Arya-Usmar Hariman (2), Achmad Ru`yat-Aim Halim Hermana (3), Dody Rosadi-Untung W. Maryono (4), dan Syaiful Anwar-Muztahidin Al Ayubi (5).

Dua pasangan yakni Firman-Gartono (1) dan Syaiful-Muztahidin (5) maju pilkada melalui jalur perseorangan, sedangkan tiga lainnya jalur partai politik.

“Suara masyarakat Kota Bogor sangat menentukan pemimpin yang akan terpilih untuk lima tahun ke depan. Mari sama-sama kita salurkan hak pilih ke masing-masing TPS,” kata Ketua KPU Kota Bogor Agus Teguh Suryaman.

Ia menjelaskan KPU telah mengoptimalkan sosialisasi hari pemilihan kepada masyarakat.

Bahkan, hingga H-1 pilkada, KPU masih melakukan sosialisasi dengan menyampaikan informasi tentang hari pencoblosan, dengan menggerakkan mobil-mobil menggunakan pengeras suara yang berpatroli di seluruh kecamatan, kelurahan, hingga ke perumahan-perumahan warga.

“Kami juga bekerja sama dengan dewan kemakmuran masjid untuk menyampaikan pengumuman hari pencoblosan baik pada H-1 hingga hari H, yakni setelah shalad subuh,” katanya.

Komisi Pemilihan Umum Kota Bogor menargetkan tingkat partisipasi masyarakat dalam Pilkada 2013 mencapai 75 persen.

Selain itu, kata Agus, Pemerintah Kota Bogor juga telah menetapkan pada Sabtu sebagai hari libur bersama untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam pemilihan.

Terkait antisipasi pemilih ganda, pihaknya telah memberikan penyuluhan secara intensif terhadap kelompok penyelenggara pemungutan suara untuk memeriksa secara ketat para pemilih yang datang ke TPS.

“Kita pastikan tidak ada pemilih ganda, karena jumlah DPT Kota Bogor sudah berkurang dari DPT sebelumnya. Kita juga sudah memperketat pengawasan,” katanya.

Sumber: Antarabogor.com

Uang Sewa Rumah Dinas DPRD Kab. Sumedang Dinilai Pemborosan

July 12, 2013 by  
Filed under Jawa Barat Terkini, Sumedang

uang-ilustrasiLSM Barisan Rakyat Anti Korupsi Sumedang (Baraks) menilai, pemberian tunjangan uang sewa perumahan dinas (rumdin) bagi ketua dan anggota dewan merupakan pemborosan anggaran.

Terlebih pemberian tunjangan sewa rumdin DPRD itu, tidak menghasilkan aset barang yang bisa dimiliki Pemkab Sumedang.

“Dari pada memberikan uang tunjangan sewa rumdin yang mesti dibayar setiap bulannya, lebih baik pemda membangun sendiri rumdin ketua dan anggota DPRD. Kalau sudah jadi, bangunannya kan bisa menjadi aset pemda,” kata Ketua LSM Baraks, A. Tarkana di gedung DPRD Kab,. Sumedang, Kamis (11/7/2013).

Menurut dia, pemberian tunjangan uang sewa rumdin ketua dan anggota DPRD dinilai cukup besar. Setiap bulannya, uang sewa untuk rumdin ketua DPRD mencapai Rp 6,5 juta.

Sedangkan anggota DPRD sebesar Rp 6,25 juta. Jika 50 anggota DPRD Kab. Sumedang diberi tunjangan uang sewa rumdin per bulan Rp 6,25 juta, dalam setahun pengeluaran APBD mencapai sekitar Rp 117, 18 miliar. Jika lima tahun atau satu periode, biaya yang dikeluarkan mencapai sekitar Rp 585,94 miliar.

“Seandainya uang sewa rumdin Rp 585,94 miliar itu dipakai membangun perumahan dinas ketua dan para anggotanya, saya pikir cukup. Bahkan kalau sudah punya rumdin DPRD sendiri, tidak perlu setiap tahun mengeluarkan uang tunjangan sewa rumdin. Dengan begitu, pengeluaran APBD bisa lebih efisien dan tidak terjadi pemborosan anggaran,” kata A. Tarkana.

Manfaat lainnya, kata dia, bangunan gedung atau kompleks rumdin DPRD bisa menjadi aset pemda. Bahkan uang penghematan Rp 585,94 miliar, bisa dimanfaatkan untuk belanja publik. “Seperti perbaikan jalan, jembatan, sekolah dan rumah tak layak huni warga miskin,” tuturnya.

Lebih jauh A. Tarkana menjelaskan, kondisinya terbalik dengan pembelian mobil dinas para pejabat pemda dan DPRD. Yang seharusnya mobil dinas didapat dengan cara menyewa kepada rental mobil, justru yang terjadi pemda malah terus membeli mobil dinas baru.

“Jadi, yang seharusnya barang tetap berupa tanah dan bangunan dibeli atau dibangun sendiri hingga bisa menjadi aset pemda, malah menyewa. Sebaliknya, barang bergerak seperti mobil dinas yang seharusnya menyewa di rental, malah dibeli setiap tahunnya. Tak heran kalau belanja aparatur lebih besar ketimbang belanja publik,” katanya.

Berbeda dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Kab. Sumedang, Drs. H. Zaenal Alimin, M.M.. Ia mengatakan, Pemkab Sumedang diakui hingga kini belum bisa membangun rumah dinas (rumdin) Ketua DPRD Kab. Sumedang beserta para anggotanya akibat keterbatasan anggaran.

Namun, sebagai bentuk kompensasinya ketua DPRD diberikan tunjangan uang sewa rumdin per buan Rp 6,5 juta. Sedangkan anggota DPRD masing-masing Rp 6,25 juta.

“Memang,Sumedang belum punya rumah dinas Ketua DPRD. Dulu tahun 1970, sempat ada. Bangunannya yang kini dipakai kantor Kesbang Linmas dan PB (Kesatuan Bangsa Perlindungan Masyarakat dan Penanggulangan Bencana),” katanya.

Menurut dia, pembangunan rumdin ketua dan anggota DPRD dinilai tidak urgen. Kalau pun ada anggarannya, lebih baik dipakai untuk membiayai belanja publik. Terlebih dalam aturan, tidak ada kewajiban bagi pemda untuk membangun rumdin ketua dan anggota DPRD.

Semua itu, tergantung kemampuan keuangan daerah. “Memang idealnya, dibangun kompleks dewan. Akan tetapi, karena belum ada anggarannya sehingga kita belum bisa membangunnya,” ujar Zaenal Alimin. (pikiran-rakyat)***

Ketua RT Bantah Rumah Gurita Markas Sekte Seks Bebas di Bandung

Ketua RT di depan rumah yang diduga markas sekte seks bebas di Bandung.

Ketua RT di depan rumah yang diduga markas sekte seks bebas di Bandung.

Polrestabes Bandung, Jawa Barat, telah memeriksa sejumlah saksi terkait isu sekte seks bebas. Beberapa hari terakhir isu sekte seks bebas di Kota Kembang mencuat ke publik setelah ada surat edaran palsu kepala Perpustakaan Daerah soal instruksi seks bebas.

Salah satu saksi yang diperiksa polisi adalah GL, mantan anggota sekte seks bebas yang mengaku sudah sembilan tahun bergabung. Ia membenarkan keberadaan sekte tersebut dan beroperasi di Pasteur, Bandung.

Kecurigaan menuju pada sebuah rumah yang dikatakan GL menjadi tempat ritual sekte tersebut. Rumah itu berada di RT05/05 Perumahan Suka Damai, biasa disebut sebagai rumah gurita, karena terdapat patung gurita raksasa berwarna hitam di atas atapnya. Selain gurita, juga terdapat patung domino.

Rumah ini memang tampak lebih nyentrik dibanding rumah lain disekitarnya, namun tidak tampak mencurigakan. Warga pun tidak pernah mencurigai rumah itu digunakan sebagai tempat perkumpulan sebuah sekte.

Rumah ini diketahui telah dibangun sejak 1986, pemiliknya bernama Frans. Ia diketahui tidak tinggal di rumah tersebut, selama ini ia menetap di Jakarta, tepatnya di kawasan Pondok Indah.

Ketua RT setempat, Afriza, membantah rumah gurita tersebut menjadi tempat berkumpulnya anggota sekte seks bebas.

Lihat videonya di sini.

“Tidak ada, saya sudah tinggal di sini sejak 1983 dan tidak pernah ada sekte seperti itu di sini,” tegas dia.

Afriza mengatakan tidak pernah melihat banyak orang datang berkumpul di rumah gurita tersebut selama ini. Beberapa waktu lalu, ia bersama pihak kepolisian dan kelurahan setempat masuk ke dalam rumah yang diisukan sebagai lokasi kegiatan sekte seks bebas itu.

“Tidak ada yang janggal. Di atas itu tempat memasak dan tempat air. Di dekat kolam renang, karena emang pemiliknya non-muslim, ada patung bunda Maria,” tuturnya.

Sementara, Afriza pun menuturkan tidak pernah ada kegiatan ibadah misa di dalam rumah tersebut. “Ibadah pribadi ada, tapi kalau untuk umum tidak pernah ada. Tidak ada yang mencurigakan,” kata dia. (umi)

sumber+foto:vivanews

Rumah Mewah Fathonah di Sita KPK

Rumah Mewah Fathonah

Rumah Mewah Fathonah

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menelusuri aliran dana tersangka tindak pidana pencucian uang kasus korupsi impor daging sapi, Ahmad Fathanah.

Setelah menyita sejumlah harta dari beberapa wanita yang terkait dengan orang dekat mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq itu, kemarin giliran dua rumah mewah Fathanah yang disita. Kedua rumah itu masing-masing berada di Perumahan Pesona Khayangan Blok BS Nomor 5 dan Perumahan Permata Depok Cluster Berlian 2 Blok H2 nomor 15, Kota Depok, Jawa Barat.

“Penyitaan terkait penyidikan tindak pidana pencucian uang tersangka. Rumah di Permata Depok atas nama istri Ahmad Fathanah, yakni Sefty Sanustika,” kata Juru Bicara KPK Johan Budi SP di Gedung KPK, Jakarta, kemarin. Penyitaan rumah di Pesona Khayangan dilakukan petugas KPK sekitar 12.50 WIB, sedangkan di Perumahan Permata Depok sekitar pukul 16.00 WIB.

Sebelum menyegel rumah, petugas KPK mendatangi bagian legal perumahan untuk memastikan rumah tersebut benar milik Fathanah. Berdasarkan pantauan di lapangan kemarin, di dekat pintu pagar rumah Pesona Khayangan itu terpasang papan ” Dijual Rumah”. Menurut bagian legal dan arsitek Pesona Khayangan, Kenang PH, rumah dengan luas tanah 545 meter persegi dengan bangunan 620 meter persegi yang dilengkapi kolam renang itu memang dibeli Fathanah, namun belum lunas.

”Masih ada sisa pembayaran yang belum dilunasi Fathanah sebesar Rp2 miliar dari harga yang disepakati Rp5,8 miliar,” kata dia. Kenang mengatakan, Fathanah telah membayar uang muka rumah itu Rp10 juta dan mengangsurnya hingga mencapai Rp3,8 miliar. Dia menyatakan KPK semestinya tidak menyita rumah itu karena hak milik belum sepenuhnya berada di tangan Fathanah.

”Saya berharap pembayaran sisa Rp2 miliaritudilunasidulu,” katanya. Johan Budi mengungkapkan, KPK akan terus menelusuri aliran dana tersangka. Aset-aset yang diduga terkait dengan tindak pidana pencucian uang yang dilakukan pria yang juga berstatus tersangka kasus suap pengurusan impor daging sapi di Kementerian Pertanian itu, tentunya akan disita untuk kepentingan penyidikan.

Fathanah ditangkap di Hotel Le Meridien Jakarta (29/1) setelah menerima suap dari dua direktur PT Indoguna Utama, Arya Abdi Effendi dan Juard Effendi. Kasus ini turut menyeret Luthfi Hasan Ishaaq dan Direktur Utama PT Indoguna Utama Elizabeth Liman. Dalam kasus TPPU ini, Selasa (7/5) lalu, penyidik KPK telah menyita Honda Freed B 881 LAA, gelang merek Hermes, dan jam tangan Rolex yang diserahkan Fathanah kepada Tri Kurnia Puspita.

Sebelumnya, KPK juga menyita uang Rp10 juta dari Maharani Suciono, mahasiswi yang diamankan saat penangkapan Fathanah. Belakangan uang dari pria asal Makassar itu juga mengalir ke artis Ayu Azhari sebesar Rp20 juta dan USD1.800. Tidak cukup itu, KPK juga menyita Honda Jazz putih bernomor polisi B 15 VTA dan jam tangan mewah buatan Swiss merek Chopard senilai Rp70 juta dari tangan model majalah dewasa, Vitalia Sesha.

Pengakuan Sefty

Sefty Sanustika, 29, mengaku akan terus mendampingi suaminya hingga kasus tersebut selesai. Dia berharap ada jalan terbaik bagi pria yang menikahinya Desember 2011 itu. “Fokus saya sekarang membesarkan anak sambilmengawalBapak. Semoga dalam proses hukumnya dilancarkan dan diberi keringanan,” harapnya ditemui kemarin. Ibu dari Ammira Naura Fathanah ini mengaku selama menikah dengan Fathanah, dirinya tidak pernah tahu urusan bisnis suaminya, termasuk dari mana saja dana yang masuk rekening.

Walaupun sempat beberapa kali mendampingi Fathanah bertemu dengan relasi, Sefty tak pernah ikut campur. ”Saya selalu duduk di meja terpisah dengan relasi Bapak,” katanya. Bagi Sefty, sosok Fathanah dikenal sebagai pria baik dan penyayang keluarga. Wanita berjilbab ini lantas menceritakan pertemuannya pada Juni 2011 setelah dikenalkan temannya.

Dari perkenalan itu, tercipta komunikasi intensif hingga Fathanah meminangnya. Saat itu, Fathanah berstatus duda. ”Karena dengan dua istri sebelumnya sudah bercerai,” katanya. Wanita yang sempat muncul dalam dunia hiburan pada 2003 itu menuturkan, saat ini status dirinya adalah istri resmi Fathanah satu-satunya.

“Saya tegaskan, saya bukan istri ketiga. Saya istri sah Bapak satusatunya,” klaim dia. Mengenai kemunculan sejumlah perempuan lain di sekitar suaminya, dia mengaku tidak tahu-menahu. “Saya tidak tahu bagaimana perlakuan Bapak di luar. Bagaimana dia dengan wanita-wanita lain. Makanya saya sangat kecewa dan sakit hati mengetahuinya,” cetus wanita asal Depok, Jawa Barat itu.

Hilmi Tak Penuhi Panggilan

Sementara itu dalam kasus korupsi impor daging sapi, Ketua Majelis Syura PKS Hilmi Aminuddin kemarin mangkir dari panggilan KPK. Hilmi yang telah diundang resmi mendadak membatalkan kedatangannya dengan alasan ada kegiatan yang tidak dapat ditinggalkan. Zainuddin Paru, kuasa hukumHilmi, mengatakan bahwa kliennya berhalangan hadir karena ada agenda yang tidak dapat dibatalkan.

“Makanya pada hari ini kami datang untuk menyampaikan surat pemberitahuan (tidak bisa hadir) dan permohonan maaf,” ungkap Zainuddin . Dia meyakinkan, Hilmi diperkirakan hadir Selasa (14/5) mendatang sesuai kesepakatan pihaknya dengan tim penyidik KPK. Begitu pula dengan rencana pemeriksaan terhadap Presiden PKS Anis Matta, Zainuddin menyatakan sejauh ini Anis mengonfirmasi bakal hadir.

Untuk diketahui, selain Hilmi dan Anis, KPK juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap Rama Pratama (swasta), Imas Aryumningsih (wiraswasta), Ojeng Cardinata (wiraswasta), Ahmad Zaky (wiraswasta), Muhamad Munir (swasta). Adapun asisten pribadi Luthfi Hasan Ishaaq, Rantala Sikayo, kemarin telah dimintai keterangan. Rantala mengaku dicecar beberapa pertanyaan oleh tim penyidik seputar keberadaan namanya di STNK mobil Nissan Navara milik Luthfi yang telah disita KPK.

“Itu saya tidak tahu, cuma katanya iya (ada nama saya),” ungkap Rantala saat meninggalkan Gedung KPK. Pada bagian lain, PKS akan melaporkan KPK ke pihak kepolisian, Komite Etik KPK, dan DPR terkait rencana penyitaan mobil yang dianggap tak sesuai prosedur hukum. Ketua DPP PKS Al Muzzammil Yusuf mengatakan, penyitaan mobil tanpa disertai surat dan identitas yang jelas merupakan sebuah kesalahan.

“Karena itu, kami akan melaporkan kepada pihak kepolisian dan Komite Etik KPK,” katanya di kantor DPP PKS kemarin. KPK mendatangi kantor DPP PKS, Senin (6/5) malam dan Selasa (7/5) sore, untuk menyita lima mobil di DPP PKS terkait pengembangan kasus impor daging sapi. Namun, upaya ini tak berhasil karena dihalanghalangi. Muzzammil menegaskan, berdasarkan keterangan pihak keamanan DPP PKS, penyidik KPK saat itu tidak menunjukkan surat apa pun.

Merespons pernyataan itu, Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto menegaskan pihaknya membawa surat permintaan penyitaan dan penggeledahan ketika akan menyita lima mobil di kantor DPP PKS. Bambang mengungkapkan, penyidik juga membawa komputer dan printer sebagai persiapan membuat berita acara. Karena penyitaan gagal, petugas KPK hanya menyegel mobil-mobil tersebut. ● r ratna purnama/ dian ramdhani/ dita angga.

sumber+foto:koran-sindo.com

Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar Batal Dilantik

pasangan-calon-gubernur-jabar-ahmad-heryawan-deddy-mizwar-bersalaman-saat-_130224174612-657Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar periode 2013-2018, batal digelar di Gedung DPRD Jabar yang baru.

Awalnya, pelantikan Gubernur Jabar Kamis (13/4) akan digelar di gedung baru. Namun, karena tidak bisa menampung 4 ribu undangan, maka pelantikan tersebut akan dilaksanakan di Gedung Merdeka. Anggaran untuk Rapat Paripurna pelantikan gubernur, dialokasikan sebesar Rp 300 juta di APBD Jabar 2013.

“Ya, tadinya pelantikan memang mau digedung baru. Tapi, karena kurang bisa menampung tamu jadi butuh yang besar. Jadi Gedung Merdeka,” ujar Sekretariat Dewan (Sekwan) DPRD Jabar, Ida Hernida kepada wartawan, Kamis (18/4).

Menurut Ida, selama ini pelantikan gubernur memang sering dilakukan di Gedung Merdeka. Karena, gedung tersebut memiliki historis dan kebanggan sendiri. Gedung tersebut, pernah dipakai untuk Konferensi Asia Afrika (KAA).

“Kan gedung DPRD Jabar yang baru kapasitasnya hanya sekitar seribu orang. Sementara, undangannya mencapai 4 ribu,” katanya.

Kapasitas Gedung Merdeka, kata dia, sekitar 1.300 orang. Undangan yang tidak tertampung di dalam gedung, akan disediakan tempat duduk di halaman Gedung Merdeka. Jadi, kemungkinan akan menggunakan jalan di sekitar gedung merdeka.

Ida mengatakan, sebelum digunakan untuk pelantikan, pihaknya harus sedikit memoles Gedung Merdeka karena bangunannya sudah agak tua. Terutama, di ruang VVIP. Untuk meremajakan bangunan ini, Ia meminta bantuan dari Dinas Permukiman dan Perumahan (Diskimrum).

Anggaran untuk rapat paripurna tersebut, kata dia, sekitar Rp 300 juta. Di antaranya untuk sewa tunda sebesar Rp 50 juta dan makan minum undangan sekitar Rp 200 juta. Sedangkan kebutuhan lainnya, dianggarkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

“Untuk upacara adat yang mengadakan Disparbud (Dinas Pariwisata dan Kebudayaan). Sedangkan souvenir undangan yang mengadakan, Disperindag (Dinas Perindustrian dan Perdagangan) Jabar,” katanya

sumber:republika.co.id

Sungai Cibeet Meluap, 84 Rumah Terendam

20130419 jbr hal 13 (Sungai Cibeet Meluap,84 Rumah Terendam)Sebanyak 84 rumah di Kampung Pangasinan, Desa Kalang Ligar, Kecamatan Teluk Jambe Barat, Kabupaten Karawang, terendam akibat meluapnya Sungai Cibeet, kemarin.

“Kampung Karang Ligar kembali terendam banjir. Sekitar 84 rumah terendam dengan jumlah penghuni sekitar 370 jiwa,” kata Kepala Dinas Sosial Kabupaten Karawang Rokhyun Sentosa saat dihubungi melalui ponselnya, kemarin. Menurut dia, banjir terjadi sekitar pukul 09.00 WIB dengan ketinggian sekitar 80 cm, akibat melimpahnya air Sungai Cibeet. Sebetulnya, sejak Rabu (17/4) malam, air Citarum sudah tinggi.

“Airnya (Sungai Citarum) bertubrukan dengan Sungai Cibeet yang mengakibatkan meluap dan menerjang ke pemukiman warga,” tuturnya. Sejauh ini, pihaknya telah mengantisipasi korban banjir dengan mempersiapkan tempat evakuasi di kantor kepala desa dan menyiapkan perahu karet. “Takutnya air bertambah lagi, kami menyiapkan tempat evakuasi dan perahu karet.

Selain itu, logistik dan menyiagakan mobil desa,” ujarnya. Anggota Tagana Kabupaten Karawang Baron mengatakan, evakuasi telah dilakukan pada pukul 11.00 WIB. Akan tetapi, warga setempat masih dalam keadaan kondusif dan tidak terlihat panik. “Mungkin karena sudah biasa, mereka sudah mempersiapkan segalanya, bahkan telah membawa barang berharganya ke tempat aman,” katanya.

Sejak 2010 Kampung Pangasinan, Desa Kalang Ligar, Kecamatan Teluk Jambe Barat, Kabupaten Karawang kerap dilanda banjir. Padahal, sebelumnya wilayah ini jarang terkena banjir. Rahmat Surahmat, 60, warga perumahan Singaperbangsa, Desa Sukaharja, Kecamatan Teluk Jambe Timur, mengatakan anak Sungai Citarum ini terus mengalami kenaikan.

Warga pun terus waspada. Pasalnya, jarak perumahan dengan anak Sungai Citarum sangat dekat, sekitar 50 meter. “Kalau Cibeet banjir, biasanya suka berimbas ke warga yang tinggal didekat Citarum,” ujarnya. agie permadi

sumber+foto:koran-sindo.com

Inflasi Jabar Naik Signifikan

April 2, 2013 by  
Filed under Jawa Barat Terkini, Perdagangan

0204inflasiMESKI indeks harga konsumen (IHK) Jawa Barat pada Februari dan Maret 2013 sama yaitu 0,79%, namun angka inflasi pada bulan ini naik signifikan dari bulan lalu.

Badan Pusat Statistik (BPS) Jabar mencatat indeks kenaikan harga (inflasi) pada Februari sekitar 0,91% meningkat drastis pada Maret menjadi 1,24%. IHK Jabar pada Maret sebesar 0,79% dikarenakan dorongan deflasi pada Maret yang didominasi beras sekitar 0,45%. “IHK Maret sama dengan bulan lalu, karena deflasi bulan ini cukup tinggi. Dari sisi inflasi, inflasi Jabar naik dari 0,91% menjadi 1,24%,” kata Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Jabar Dody Gunawan Yusuf di Jalan PHH Mustopa, Kota Bandung, kemarin.

Dia menjelaskan, tingginya inflasi di Jabar didorong lonjakan harga komoditas bumbubumbuan terutama bawang merah dan bawang putih. Kedua komoditas tersebut memberi andil inflasi cukup besar, yakni 0,62% dan 0,22%. Kenaikan harga bawang putih dan bawang merah disebabkan beberapa faktor, mulai dari persoalan produksi, distribusi, daniklim. Kebijakan pembatasan impor hortikultura juga memberi andil terhadap lonjakan inflasi di Jabar. Akibatnya, nyaris di semua daerah di Jabar terkena inflasi.

Dia memperkirakan komoditas tersebut masih berkontribusi terhadap kenaikan harga di tingkat konsumen. Kebijakan pemerintah membuka keran impor dari China dan Vietnam baru berdampak beberapa bulan ke depan. Secara umum, dari tujuh kelompok pengeluaran, inflasi terjadi pada kelompok bahan makanan sekitar 2,67%, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dantembakausebesar 0,15%.

Sementara kelompok lainnya seperti air, perumahan, gas, bahan bakar, transportasi, pendidikan, rekreasi, dan lainnya di bawah 0,10%. Menurut Dody, dari tujuh kota yang dipantau BPS, tiga kota mengalami inflasi lebih tinggi dibanding inflasi nasional dan rata-rata Jabar yakni Kota Cirebon sebesar 1,70%, Kota Bogor 1,50%, dan Kota Depok 1,05%. Sementara Kota Bandung sekitar 0,63%, Kota Bekasi 0,49%, Kota Sukabumi dan Tasikmalaya sebesar 0,24%.

Lonjakan inflasi di Cirebon disebabkan kenaikan bawang merah dan bawang putih serta kenaikan tarif PDAM. Kontribusi kenaikan tarif PDAM berkontribusi lebih dari 0,71% terhadapinflasiCirebon. Diketahui, tarif PDAM di Cirebon naik 73%. Dia memperkirakan angka inflasi di Jabar pada April masih relatifsamadenganMaret. “Perlu diwaspadai inflasi akibat harga yang dipatok pemerintah seperti tarifPDAM naikdiKotaBandung per April ini,” ujar Dody.

Kepala BPS Bogor Arjan Fauzi menambahkan, tingginya inflasi di Bogor dipengaruhi komoditas bawang putih dan bawang merah. Akan tetapi, kontribusi utama terhadap inflasi di Bogor yaitu kenaikan harga buah dan sayur. arif budianto

Sumber : koran-sindo.com

Dahlan Iskan Kucurkan Dana Rp 100 Miliar Bantu Bangun Rumah Susun Jakarta

20130321_Pembangunan_Rusunami_Perumnas_5254Rencana pembangunan rumah susun untuk warga Jakarta yang digagas Gubernur Joko Widodo mendapatkan respon positif dari Menteri BUMN Dahlan Iskan. Ia mengaku sudah menyiapkan dana sebesar Rp 100 miliar yang bersumber dari sinergi BUMN dengan nama dana bergulir.

“Hari pertama Jokowi dilantik menemui saya di kantor BUMN membahas sejumlah proyek termasuk pendirian rumah susun. Kegiatan hari ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan itu,” kata Dahlan dalam keterangannya yang diterima Tribunnews, Kamis(21/3/2013).

Dahlan mengatakan pihaknya bisa membantu Jakarta karena memiliki BUMN Perum Perumnas, yang diharapkan bisa saling bersinergi untuk kebaikan masyarakat yang membutuhkan

Selain berjanji memberikan bantuan, Dahlan Iskan juga meresmikan ground breaking Rusunami Tower A4 dan A5 di Bandar Kemayoran yang disaksikan oleh Kepala Dinas Perumahan DKI Yonathan Pasodung, Dirut Perum Perumnas Himawan Arif, Dirut Hutama Karya Tri Widjajanto, undangan dan sejumlah penghuni dan calon penghuni rumah susun.

Rusunami Bandar Kemayoran ini akan menyediakan 512 unit hunian yang dijual khusus dengan harga khusus, dimana setiap unit memiliki 1 kamar tidur, 1 ruang keluarga, dan kamar mandi. Sedangkan 122 unit komersial tidak dijual tapi disewakan sebagai cross subsidi pengelolaan rumah susun.

Dahlan mengatakan, pembangunan rumah susun ini dapat digunakan untuk memperbaiki lingkungan dan jangan berpikir terlalu komersial.

“Melalui Kadis Perumahan DKI, saya sarankan agar Pemda memilih kampung yang sangat kumuh dan jelek, semuanya boyongan dan pindah, kemudian semua tanah yang kumuh diserahkan ke Perumnas,” tuturnya.

Tanah yang kumuh dan ditinggalkan tersebut, kata Dahlan, akan diperbaiki dan dijadikan rumah susun kembali, sehingga semuanya akan menjadi baik.
“Nanti kalau saya ketemu pak Jokowi, saya juga akan menyampaikan hal ini, karena jika hal tersebut bergulir dan dilakukan terus-menerus maka akan menyejahterakan warga Jakarta,” tutur Dahlan.

Sumber + Foto : tribunnews.com

Pangandaran Bakal Jadi Pusat Pertumbuhan Jabar Selatan

March 15, 2013 by  
Filed under Berita Daerah, Jawa Barat Terkini

Map Pangandaran wilayah kerjaPemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) akan membantu Kab. Pangandaran dalam masa transisi menjadi Daerah Otonomi Baru (DOB). Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Deny Juanda Puradimaja mengatakan Pemprov Jabar tidak ingin mengulangi proses pembentukan kabupaten seperti yang terjadi di Kab. Bandung Barat. Pangandaran nantinya harus menjadi pusat pertumbuhan yang menghela pembangunan di kawasan Jabar Selatan.

“Untuk perencanaannya Pemprov tidak ingin mengulangi lagi seperti Bandung Barat yang klasik pendekatannya. Yang dihindari dari kejadian seperti KBB adalah lambannya eksekusi misalnya dalam mempunyai pusat pemerintahannya dan sosok kabupatennya. Ini terjadi karena SDM-nya, unggulan ekonominya dan hadirnya kabupaten baru ini bukan direncanakan tetapi dilatarbelakangi oleh historis, suku, sehingga setelah jadi baru berpikir,” kata Deny di Kota Bandung, Jumat (15/3/2013).

Deny mengatakan karakter kota sebagai pusat kegiatan di Kab. Pangandaran juga harus terlihat. Bappeda Jabar secara langsung juga akan membantu merencanakan terutama dalam pusat pemerintahan sementara dinas pemukiman dan perumahan juga akan terlibat dalam pembuatan master plan kotanya. Deny tidak ingin pusat pemerintahan muncul terlalu lamban seperti Sumedang yang baru ada tahun lalu atau seperti Kab. Bandung Barat yang tidak selesai-selesai.

“Pangandaran harus dipandu, jangan langsung dilepas. Biasanya kan gayanya, provinsi menyediakan sekitar Rp3 miliar sampai Rp5 miliar lalu dilepas. Kalau perlu nanti kita akan usulkan agar Kab. Pangandaran masuk dalam program multiyears (beberapa tahun anggaran). Pangandaran ini sudah direncanakan jadi kalau sekarang kita akan set-up (atur) jadi growth center (pusat pertumbuhan) seperti yang ditetapkan dalam rencana pembangunan sampai 2025,” ujarnya.

Melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2013 murni, pemerintah sudah mengalokasikan sekitar Rp5 miliar untuk persiapan. Deny berharap anggaran ini akan kembali bertambah dalam anggaran perubahan nantinya. Anggaran awal ini nantinya akan digunakan untuk masa transisi kebutuhan operasinal pemerintahan. Kab. Ciamis sebagai kabupaten induk secara bertahap akan melepas Pangandaran. Meski begitu, dalam masa transisi, Ciamis juga tetap terlibat dari sisi pengembangan daerahnya.

Sebagai kabupaten yang kelak menjadi pusat pertumbuhan di Jabar Selatan, Pangandaran akan menjadi penghela pembangunan Jabar Selatan. Hal ini akan meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi sehingga SDM-nya harus ditingkatkan. Sejauh ini, Deny melihat potensi pariwisata Pangandaran berpeluang menjadi salah satu unggulan. (A-199/A-147)***

Sumber : pikiran-rakyat.com

Rahasia Ilahi! 19 Tahun DikuburMasih Utuh

February 16, 2013 by  
Filed under Berita Daerah, Bogor, Jawa Barat Terkini

mayat-utuhPembongkaran makam di TPU Kampung Bubulak, Desa Laladon RT 1/09, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, membuat heboh masyarakat. Betapa tidak, jenazah Triyani bin Kartomulyo yang meninggal dan terkubur 19 tahun silam, ditemukan dalam keadaan utuh. Tak membusuk dan anatomi tubuh yang masih lengkap.

Kondisi ini diketahui keluarga, saat jenazah akan dipindahkan ke lokasi TPU lain, kemarin. Pihak keluarga menggali makam dan melihat kain kafan dan tubuh yang utuh. Kafan masih terikat, dan tak ada bau menyengat dari tubuh almarhum yang meninggal di usia 52 tahun, pada Juni 1994 silam.

“Rencananya memang mau dipindahkan daripada makamnya rusak,” aku anak sulung almarhum, Nanang Arianto (49).

Alasan keluarga membongkar makam karena kondisi TPU yang kian mengkhawatirkan. Akibat tergerus aliran Sungai Ciapus, beberapa makam hanyut dan rusak. Sebab itu, sebagian ahli waris memindahkan makam keluarganya.

“Kalau airnya meluap, bisa-bisa jenazahnya hanyut. Makanya sebelum makam ibu saya ikut ambrol, kita sepakat pindahin ke Purwodadi,” kata Nanang.

Jenazah almarhum kini disemayamkan di rumah anak keduanya, Teguh, di Perumahan Taman Pagelaran, Ciomas, Bogor. Jenazah dibaringkan di atas tikar plastik. Tampak kain kafannya memudar dan bercampur tanah.

Oleh anak-anak almarhum, jenazah Triyani kemudian dibawa menggunakan mobil ke rumahnya Teguh (48) di Perumahan Taman Pagelaran, Blok D3 RT 1/11, Kelurahan Padasuka, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor.

Nanang menuturkan, 19 tahun lalu, sang ibu yang sebelumnya tinggal di Desa Purwosari, Kecamatan Purwodadi, Kecamatan Purworedjo, Jawa Tengah itu jatuh sakit kemudian meninggal. Karena terlalu jauh jika dimakamkan di kampung halamannya, Triyani dimakamkan di TPU Kampung Bubulak agar dekat dengan anak-anaknya.

Hampir 20 tahun berlalu, seluruh anak almarhum kemudian sepakat memindahkan jenazah ibunya ke kampung halaman di Purwodadi.

“Pemindahan makam ibu juga karena lokasi makam sebagiannya sudah mulai tergerus aliran Kali Ciapus. Posisi air kali tinggal 80 sentimeter lagi kena ke makam ibu. Makanya daripada kebawa air, kita sepakat memindahkannya,” kata Nanang.

Nanang pun terkejut, saat mengetahui tubuh ibunya masih nampak utuh kendati sudah dimakamkan sejak hampir 19 tahun.

“Walau tubuh ibu saya sudah menyusut, tapi saat dibopong tulang-tulangnya masih menempel. Saya tidak tahu fenomena dengan kejadian ini. Tapi, mungkin karena amal baik beliau semasa hidupnya. Ibu saya dulu berjualan sayuran matang, dan suka membagikan dagangannya ke orang-orang yang membutuhkan,” terangnya.(sdk)
sumber: radar-bogor.co.id

Next Page »