Bima Arya Wali Kota Bogor Terpilih

bima-arya-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bogor, Jawa Barat, menetapkan Bima Arya dan Usmar Hariman sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota terpilih periode 2014-2019. Penetapan itu dilakukan setelah memenangkan pemilihan kepala daerah dengan perolehan suara sebesar 33,14 persen atau 132.835 suara.

“Berdasarkan rapat pleno yang telah digelar bersama-sama hari ini dengan melihat SK penetapan rekapitulasi hasil perolehan suara, telah ditetapkan Bima Arya dengan Usmar Hariman sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor terpilih periode 2014-2019,” kata Ketua KPU Kota Bogor Agus Teguh Suryaman, usai rapat pleno penetapan di Kantor KPU Kota Bogor, Jumat (20/9).

Agus menyebutkan penetapan Bima Arya dan Usmar Hariman tertuang dalam surat keputusan (SK) nomor 67/Kpts/KPU-Kota-011329141/IX/2013 KPU Kota Bogor tentang penetapan pasangan calon terpilih dan pemilihan wali kota dan wakil wali kota yang memperoleh suara sah lebih dari 30 persen.

Bima Arya dan Usmar Hariman memperoleh suara sah sebanyak 132.835 suara atau 33,14 persen dari seluruh suara sah yang diperoleh pada pemilihan kepala daerah Kota Bogor yang telah digelar Sabtu (14/9) kemarin. Agus menyebutkan, dengan berlangsungnya tahapan Pilkada Kota Bogor, mulai dari pencoblosan, perhitungan, rekapitulasi di PPS dan PPK dan pleno KPU telah ditetapkannya Bima Arya Sugiarto dan Usmar Hariman sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor.

Terkait adanya gugatan, lanjut Agus, kepada pihak-pihak yang tidak menerima dengan hasil perolehan suara dipersilakan untuk menggunakan jalur yang sudah ada. “Batas waktu penyampaian keberatan adalah tiga hari setelah penetapan. Jika hingga batas waktu yang ditetapkan tidak ada gugatan, maka penetapan ini sah diberlakukan,” kata Agus.

Selanjutnya, kata Agus, Bima Arya dan Usmar Hariman akan dilantik sebagai wali kota dan wakil wali kota pada 7 April 2014 bersamaan dengan habisnya masa jabatan Wali Kota Bogor Diani Budiarto yang akan mengakhiri masa tugasnya setelah dua periode menjabat.

Sumber: ROL

Ojang-Imas unggul pada 29 kecamatan di Subang

September 14, 2013 by  
Filed under Berita, Berita Daerah, Jawa Barat Terkini, Politik, Subang

Pasangan calon Bupati Subang Ojang-Imas (Photo: subang.go.id)

Pasangan calon Bupati Subang Ojang-Imas (Photo: subang.go.id)

Pasangan calon bupati dan wakil bupati incumbent atau petahana Ojang Sohandi-Imas Aryumningsih yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Subang, Jawa Barat, sebagai pemenang pada Pemilihan Umum Kepala Daerah setempat unggul di 29 kecamatan.

Berdasarkan dengan hasil rapat pleno terbuka tentang rekapitulasi hasil perhitungan suara Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) yang disiarkan KPU setempat, Jumat, pasangan yang diusung PDI Perjuangan dan Partai Golkar itu unggul di hampir seluruh kecamatan sekitar Subang.

Dari 30 kecamatan yang ada di sekitar Subang, pasangan Ojang/Imas unggul atau meraih suara terbanyak di 29 kecamatan. Sedangkan satu kecamatan yang tidak dimenangkan Ojang/Imas ialah di Kecamatan Sagalaherang.

Di sekitar Kecamatan Sagalaherang, pasangan calon incumbent itu menempati posisi kedua, yakni meraih 5.813 suara, dan suara terbanyak di kecamatan itu diperoleh pasangan Atin Supriatin/Nina Nurhayati dari jalur perseorangan atau independen yang berhasil meraih 5.963 suara.

Sementara itu, dalam Pilkada Subang yang digelar 8 September 2013, pasangan Ojang/Imas unggul di 29 kecamatan seperti di Kecamatan Subang, Cisalak, Kalijati, Pabuaran, Purwadadi, Pagaden, Binong, Ciasem, Pusakanagara, Pamanukan, Jalan Cagak, dan Kecamatan Blanakan.

Selain itu, juga unggul di Kecamatan Tanjung Siang, Compreng, Patokbeusi, Cibogo, Cipunaraga, Cijambe, Cipeundeuy, Legonkulon, Cikaum, Serangpanjang, Sukasari, Tambakdahan, Kasomalang, Dawuan, Pagaden Barat, Ciater, Pusakanagara, serta di Kecamatan Pusakajaya.

Berdasarkan hasil rapat pleno terbuka tentang rekapitulasi hasil perhitungan suara Pilkada yang disiarkan KPU setempat, pasangan Ojang/Imas ditetapkan sebagai pemenang setelah meraih suara terbanyak.

Pasangan dari PDIP dan Partai Golkar itu memperoleh suara 404.191 suara atau 54,01 persen. Posisi perolehan suara terbanyak kedua pasangan Atin Supriatin/Nina Nurhayati dari jalur perseorangan atau independent yang meraih 108.461 suara atau 14,49 persen.

Disusul pasangan Agus Masykur/Asep R Dimyati dari PKS dan PAN yang meraih 101.668 suara atau 13,59 persen. Kemudian pasangan yang diusung Partai Demokrat Ahmad Juanda/Ade Suhaya meraih 69.332 suara atau 9,26 persen.

Selanjutnya pasangan calon Makmur Sutisna/Asep Muslihat (Partai Hanura dan 13 gabungan partai non parlemen), memperoleh 48.037 suara atau 6,42 persen.

Diposisi perolehan suara terakhir ialah pasangan calon bupati dan wakil bupati Riza Hanafi/Ade Kosasih dari jalur perseorangan yang meraih 16.684 suara atau sekitar 2,23 persen.

Sumber: Antarabogor.com

 

Pilbup Majalengka : PKS dan PPI Daftarkan Pasangan Nazar Hidayat – Tio Indra

TATI PURNAWATI/"KC"

TATI PURNAWATI/”KC”

Partai Keadilan Sejahtera Kabupaten Majalengka dan Partai Patriot Indonesia mengusung H. Nazar Hidayat dan H. Tio Indra Setiadi sebagai pasangan calon bupati dan wakil bupati Majalengka pada pemilukada 2013. Kedua partai ini telah mendeklarasikan pasangan tersebut sekaligus mendaftarkannya ke KPUD Majalengka, Senin (27/5/13).

H. Nazar yang berlatar belakang sebagai pengusaha dan H. Tio Indra Setiadi yang baru saja pensiun dari birokrat serta karier terakhirnya sebagai Sekretaris Kota Tasikmalaya ini sama-sama pernah mencalonkan diri sebagai Bupati Majalengka pada periode lalu. Mereka pernah saling bersaing dan keduanya bersaing juga dengan bupati dan wakil bupati saat ini H. Sutrisno – H. Karna Sobahi.

Hampir tak banyak yang menduga kalau kedua pasangan ini akan mencalonkan kembali menjadi bupati Majalengka, karena keduanya sama-sama pernah mencalonkan diri menjadi bupati Majalengka pada pertarungan periode lalu namun keduanya kalah. Terlebih H.Tio sendiri kini mengikuti pecalonan sebagai anggota DPR dari Partai Amanat Nasional untuk daerah pemilihan Sumedang-Majalengka-Subang.

Ketika ditanya mengenai pencalonannya yang dianggap tiba-tiba muncul, H.Tio menyebutkan kalau itu menjadi bagian dari strategi. Serta ingin suasananya cukup aman, tenang hingga mencapai proses konsttusi internal.

“Kami punya semangat, itu modal yang kami miliki. Awalnya kita sama-sama pernah kalah dalam pilkada sehingga kami mengetahui apa yang menjadi kelemahan untuk menang, sedangkan mereka (petahana) tahunya hanya menang,” ungkap H. Tio sambil tertawa.

Disinggung soal kekhawatiran kemungkinan kalah terkait partai pengusungnya yang sedang menghadapi persoalan dengan KPK, H. Tio menjawab dengan tegas. “Itu tidak mengganggu suara kami karena yang terkait dengan KPK adalah pribadi seseorang bukan partai, jadi kita tetap yakin bisa menang.” ungkapnya.

Sementara itu ketua KPUD Majalengka Supriatna saat menerima pendaftaran menyatakan pihaknya masih akan meneliti bekrak pendaftaran keduanya, kekuranganya akan di kabari kemudian. Namun sementara ini ada dua kekurangan syarat yang harus dipenuhi oleh partai dan pasangan calon yakni Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) dan nomor rekening dana kampanye. (C-28/A_88)***

sumber+foto:pikiran-rakyat.com

Pengacara Susno Berencana Minta Fatwa Mahkamah Agung

Mantan Kabareskrim Komisaris Jendral Susndo Duadji

Mantan Kabareskrim Komisaris Jendral Susndo Duadji

Tim kuasa hukum Susno Duadji berencana mendatangi gedung Mahkamah Agung hari ini. Mereka akan meminta fatwa Mahkamah Agung terhadap putusan Susno yang dinilai multitafsir.

“Putusan kasasi itu batal demi hukum karena tidak mencantumkan perintah penahanan,” ujar salah satu kuasa hukum Susno, Firman Wijaya saat dihubungi, Selasa, 30 April 2013.

Firman berharap fatwa MA nantinya bisa memberikan kepastian hukum terhadap putusan mantan Kabareskrim itu.

“Putusan MA multitafsir, dan Mahkamah Konstitusi juga memberikan ruang multitafsir dari beberapa perspektif. Makanya kami ambil jalan tengah untuk judex factie, apakah putusan (kasasi) ini akuntabel atau tidak,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Firman menambahkan, fatwa MA ini juga sangat penting sebagai rujukan jika terjadi kasus serupa. “Fatwa ini juga akan menjadi legal preseden, sehingga nanti akan menjadi acuan terhadap kasus-kasus lain yang serupa,” katanya.

Susno Duadji merupakan terpidana korupsi PT Salmah Arowana Lestari dan korupsi dana pengamanan Pilkada Jawa Barat. Mahkamah Agung menguatkan putusan bahwa Susno terbukti bersalah, dan dijatuhkan hukuman 3 tahun 6 bulan penjara.

Namun saat ingin dieksekusi, Susno menolak. Dia beralasan, putusan Pengadilan Negeri pada Maret 2011 tidak mencantumkan Pasal 197 ayat satu huruf k yang intinya tetap ditahan. Bahkan putusan Mahkamah Agung pada November 2012 sama sekali tidak menyatakan dirinya bersalah. Atas dasar itu, Susno menilai putusan itu batal demi hukum. (ren)

sumber+foto:viva.co.id

Agus Hamdani Fokus Urus Pilkada Garut

20130405jbrAgus Hamdani resmi menjadi Bupati Garut setelah dilantik oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, dalam sidang paripurna di Gedung DPRD Kabupaten Garut, Jalan Patriot Garut, kemarin.

Ketua DPRD Kabupaten Garut Ahmad Badjuri mengatakan, acara pelantikan dalam sidang paripurna ini terbuka untuk umum. Sidang paripurna, kata Ahmad, hanya mengagendakan pengambilan sumpah jabatan Agus Hamdani menjadi Bupati Garut pengganti Aceng. “Hanya pengambilan sumpah dan jabatan saja,” kata Badjuri. Gubernur Jabar Ahmad Heryawan meminta, agar Agus dapat melaksanakan tugasnya sebagai bupati di sisa masa jabatan ini.

”Saya berpesan kepada Bupati Garut agar lebih fokus pada penyelenggaraan pembangunan yang ditunjang profesionalisme birokrasi, serta political willdemi terciptanya Kabupaten Garut yang lebih baik di masa yang akan datang,” ujarnya. Usai pelantikan, Agus mengaku akan menjalankan tugas sebaik mungkin. Prioritas utama, kata Agus, adalah melanjutkan berbagai program yang telah dirintis oleh bupati sebelumnya, Aceng HM Fikri. ”Langkah awal yang akan saya lakukan, yakni konsolidasi internal yang berkaitan dengan administrasi dan keuangan.

Terlebih, saat ini kepentingan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Garut tengah menanti pencairan dana hibah untuk menunjang kelancaran pemilihan kepala daerah dan pemilihan umum,” katanya. Terpisah, Aceng HM Fikri mengatakan, sangat mendukung atas pelantikan Agus menjadi bupati ini. Dia menyatakan tidak memiliki prasangka buruk kepada penggantinya tersebut.

“Bagaimanapunjuga, AgusHamdani akan melanjutkan masa bakti yang tersisa ini hingga akhir jabatan 2013 nanti. Kami semua harus mendukungnya. Saya sendiri, datang kemari karena diundang. Tidak ada alasan bagi saya untuk menolaknya,” kata Aceng. Usai dilantik, Aceng tampak menyalami Agus yang telah resmi menjabat sebagai bupati. Aceng juga turut memberikan selamat kepada Agus di akhir prosesi pelantikan itu. fani ferdiansyah

Sumber + Foto : koran-sindo.com

PDIP Masih Yakin Rieke-Teten Lolos Putaran Kedua Pilgub Jabar

February 25, 2013 by  
Filed under Berita Jawa Barat, Jawa Barat Terkini

rieke-tetenHasil penghitungan cepat sejumlah lembaga survei menempatkan Ahmad Heryawan (Aher)-Deddy Mizwar sebagai pemenang Pilgub Jawa Barat. Namun PDIP masih yakin bakal ada putaran kedua pilgub.

Ketua tim pemenangan Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki, TB Hasanuddin percaya sebuah kejutan. TB Hasanuddin yakin bakal adanya dua putaran.

“Kelihatannya 2 putaran berdasarkan hasil saat ini, dengan mba Rieke dan Aher,” ujar TB Hasanuddin saat berbincang dengan detikcom, Minggu (24/02/2013)

Menanggapi hasil quick count yang mengunggulkan pasangan Aher-Deddy, kemenangan pasangan tersebut masih di bawah standar Pilkada Jabar, yakni 30 persen+1.

“Kalau menangnya di atas 36 persen, okelah. Kalau ini cuma 33 persen diambil 4 persen kan jadinya 29 persen dan masih di bawah 30 persen,” jelasnya.

TB Hasanuddin sendiri juga tidak menampik figur Joko Widodo yang mampu mengatrol suara Rieke-Teten. Penerimaan publik terhadap Jokowi sangat positif.

” Ada pengaruhnya, iya. Yang jelas, waktu Jokowi datang, respon yang datang sangat positif,” tandasnya.
sumber: detik.com

Jabar 1: Debat Kandidat Pilkada Jabar

February 15, 2013 by  
Filed under Berita Jawa Barat, Jawa Barat Terkini

debat-pilkada-jabarLima panelis terdiri dari rektor perguruan tinggi sudah siap untuk membedah visi dan misi pasangan calon Pilkada Jawa Barat dalam Debat Kandidat yang disiarkan langsung oleh Kompas TV, Kamis (14/2/2013). Debat dimulai pukul 19.00.

Lima panelis itu adalah Rektor Universitas Padjadjaran, Gandjar Kurnia, Rektor Universitas Pendidikan Indonesia Sunaryo Kartadinata, Rektor Universitas Katolik Parahyangan Robertus Wahyudi Triweko, Rektor Institut Pertanian Bogor Herry Suhardiyanto, dan Rektor Universitas Islam Negeri Cirebon Mahsum Muchtar. Debat kandidat dilaksanakan di Balai Santika Kampus Unpad Jatinangor, Kabupaten Sumedang.

Para panelis mewakili bidang yang akan ditanyakan kepada kandidat. Lima pasangan juga sudah hadir. Disebut berdasarkan nomor urut, mereka adalah Dikdik Mulyana Arief Mansur-Cecep Nana Suryana Toyib, Irianto MS Syafiuddin-Tatang Farhanul Hakim, Dede Yusuf Macan Effendi-Lex Laksamana Zainal Lan, Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar, dan Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki.

Di Balai Santika, ruangan diisi dengan perwakilan pendukung, akademisi, serta perwakilan Komisi Pemilihan Umum.

Panitia menyiapkan lapangan basket tertutup bagi kelompok pendukung menonton bareng jalannya debat kandidat dengan layar lebar.
sumber: regional.kompas.com

Pilih Dengan Bijak Jauhi Politik Uang

January 23, 2013 by  
Filed under Berita Jawa Barat, Jawa Barat Terkini

2201KomunikeJelang pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) Kota Sukabumi, masyarakat harus dapat menggunakan pilihannya dengan bijak dan menjauhi politik uang, yang acap menjadi iming-iming menggiurkan bagi para calon pemilih.

Hal tersebut tentunya bisa menjadi bumerang baik kepada si pemberi maupun penerima, karena tentunya politik uang sangat dilarang dan melanggar hukum, sehingga pada akhirnya bisa terjerat pidana.

“Di undang-undang tidak disebut politik uang, yang ada adalah memberikan sesuatu barang atau uang untuk memastikan bahwa si orang yang diberi tadi tidak menggunakan hak pilihnya atau menggunakan hak pilihnya untuk memilih orang yang memberikan barang atau uang tersebut,” tutur pengamat politik dari Universitas Katolik Parahyangan, Prof. Dr. Asep Warlan Yusuf, SH., MH, usai menjadi pembicara di Sawala Politik “Pilih Dengan Bijak Jauhi Politik Uang” yang diadakan oleh HU Pikiran rakyat, di Pala Room Hotel Anugrah Sukabumi, Jalan Suryakencana, Kota Sukabumi, Selasa (22/1).

Selain politik uang ada juga yang dinamakan biaya politik. Namun, pengertian dari biaya politik adalah biaya yang dikeluarkan oleh seorang calon untuk kepentingan bagaimana memenangkan Pilkada seperti digunakan untuk biaya iklan, promosi, diskusi, atau untum memberikan sesuatu kepada masyarakat agar bisa memilih dengan cerdas.

Dikatakan Asep, untuk menghindari terjadinya politik uang masyrakat harus diberikan pengarahan dan pengertian bahwa jika ada orang-orang yang mengiming-imingi uang dalam rangka memilih seseorang pastinya itu adalah suap di dalam Pemilu.

“Oleh karena itu jika masyarakat berhadapan dengan orang yang memberikan uang atau barang, hindari karena hukum bisa saja menjerat kepada yang menerimanya,” ujarnya.

Imbas dari politik uang ini memang cukup besar, hal tersebut dapat dilihat dari keenganan masyarakat untuk datang pada acara diskusi atau sosialisai, karena yang pertama mereka pikirkan adalah jika tidak ada uang maka mereka tidak akan datang.

“Seperti yang saya katakan tadi lamun teu kahartos teu aya artos mungkin mereka tidak akan mau datang. Oleh karena itu bagaimana caranya membina mereka, kita biarkan saja toh hal seperti itu tidak banyak. Justru kita didik mereka supaya tidak harus diberi ketika mereka bersikap seperti itu,”katanya.

Asep mengatakan, setiap pasangan harus bisa memstikan tidak akan pernah membrikan apapun dalam kaitannya dengan penggunaan hak suara. Mudah-mudahan masyarakat Sukabumi bisa mengerti betul akan bahayanya jika menerima sesuatu dari pasangan yang ikut dalam Pemilukada.
sumber: pikiran-rakyat.com

Pilkada Bandung Barat, Abubakar dan Erni Berpeluang

December 29, 2012 by  
Filed under Bandung Barat, Jawa Barat Terkini

Foto : seputar-indonesi

Foto : seputar-indonesi

Dukungan kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Bandung Barat terhadap Abubakar dan Erni Ernawan untuk menjadi calon bupati Bandung Barat 2013-2018 sama kuat. Hal tersebut terungkap dari hasil Musyawarah Kerja Cabang (Mukercab) II DPC PPP KBB Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Selasa(25/12).

Selain itu keputusan dominan dari 16 pimpinan anak cabang (PAC) menyerahkan sepenuhnya keputusan koalisi kepada Samsul Ma’arif yang merupakan kandidat calon wakil bupati dari PPP. ”Suara hasil Mukercab ada 4 PAC mendukung Abubakar, 4 PAC ke Ibu Erni, dan 8 PAC menyerahkan hal tersebut kepada saya selaku figur yang akan bertarung dan menjalani proses koalisi nantinya,”kata Ketua DPC PPP KBB, Samsul Ma’arif, di Padalarang, beberapa waktu lalu.

Samsul mengatakan, tidak adanya suara mutlak sebagai langkah PPP menjalin koalisi, membuat hal ini kembali akan dibahas dalam Rapat Pimpinan Khusus (Rapimsus) di tingkat DPC. Sebab suara partai di tingkat kecamatan belum jelas karena dukungan ke Abubakar ataupun Erni masih sama kuat. Samsul akan mengkomu-nikasikan mengenai kebijakan partai dengan pihak lain, kendati 8 PAC menyerahkan keputusan kepadanya.

Pihaknya akan segera melakukan Rapimsus mengingat pendaftaran calon bupati/wakil bupati ke KPU dari parpol dilakukan pada 4-10 Januari. Abubakar adalah calon bupati dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Saat ini Abubakar masih menjadi Bupati Bandung Barat.

Sementara Erni Rusyani Ernawan adalah istri Wakil Bupati Bandung Barat Ernawan Natasaputra. Dia diusung oleh Partai Golkar. Dimintai konfirmasi terkait hasil Mukercab PPP, Erni menandaskan siap berpasangan dengan siapapun asalkan memiliki kesamaan visi dalam membawa Bandung Barat lebih baik. adi haryanto

Sumber : seputar-indonesia.com

MENUJU JABAR 1 : Hasyim Muzadi Doakan Pilgub Jabar

December 14, 2012 by  
Filed under Berita Jawa Barat, Jawa Barat Terkini

Foto : tribunnews

Foto : tribunnews

Ulama Nahdatul Ulama Kyai Haji Hasyim Muzadi melakukan  silaturahmi ke beberapa pesantren yang ada di Tasikmalaya, dalam kunjungannya mantan pengurus besar Nahdatul Ulama tersebut didampingi pasangan INTAN (Irianto – Tatang). Menurut Cagub Jabar Irianto MS Syafiuddin alias Yance dirinya merasa terhormat karena Jabar kedatangan ulama besar di Indonesia.

“Mudah-mudahan kedatangan Kyai Haji Hasyim Muzadi bisa menjadi berkah, sehingga pilgub Jabar bisa berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan,” katanya kepada wartawan.

Sementara itu cawagub Tatang Farhanul Hakim, mengatakan bahwa dirinya mendampingi Hasyim karena memang kedatangan Hasyim Muzadi tidak lain hanya untuk melakukan silaturahmi ke pondok pesantren tertua di Tasikmalaya yaitu pondok pesantren Bantargedang.

“Kebetulan dulu KH Bahrum ketua pondok pesantren Bantargedang pernah berbarengan dengan saya dalam satu partai, dan kebetulan ada reuni acara pondok pesantren jadi saya gunakan untuk silaturahmi, mudah mudahan saya mendapat restu dari semua alumni pondok pesantren Bantargedang ini untuk kemenangan di pilkada Gubernur dan wakil
Gubernur Jawa Barat nanti,” ujarnya.

Tatang berharap, bahwa kedatanganya ke ponpes tersebut bisa lebih menguatkan suaranya dikalangan para ulama Jawa Barat. “Dari dulu warga pondok pesantren ini sudah mendukung saya, sehingga paling tidak di pemilukada Gubernur Jawa Barat nanti, suara saya di
jaringan pondok pesantren akan kuat,” tegasnya.

Ditempat yang sama Kyai Haji Hasyim Muzadi, yang juga mantan Ketua PBNU mengatakan bahwa dirinya berharap dan mendoakan agar Pilkada Jawa Barat dapat berjalan lancar dan aman.

“Saya berharap dan mendoakan agar Pilkada Jawa Barat dapat berjalan lancar dan aman,” tuturnya.

Ditambahkan Hasyim, kedatangannya ke pondok pesantren Bantargedang ini hanya untuk mengaji, dan bersilaturahmi ke pondok pesantren tertua di Tasikmalaya, Jawa Barat.
“Saya datang untuk bersilaturahmi ke pesantren tertua di Tasikmalaya, karena faktor warisan agama dan budaya, sehingga saya dapat menggali budaya budaya lama,” katanya.(*/fam)

Sumber : tribunnews.com

Next Page »