Pengacara Susno Berencana Minta Fatwa Mahkamah Agung

Mantan Kabareskrim Komisaris Jendral Susndo Duadji

Mantan Kabareskrim Komisaris Jendral Susndo Duadji

Tim kuasa hukum Susno Duadji berencana mendatangi gedung Mahkamah Agung hari ini. Mereka akan meminta fatwa Mahkamah Agung terhadap putusan Susno yang dinilai multitafsir.

“Putusan kasasi itu batal demi hukum karena tidak mencantumkan perintah penahanan,” ujar salah satu kuasa hukum Susno, Firman Wijaya saat dihubungi, Selasa, 30 April 2013.

Firman berharap fatwa MA nantinya bisa memberikan kepastian hukum terhadap putusan mantan Kabareskrim itu.

“Putusan MA multitafsir, dan Mahkamah Konstitusi juga memberikan ruang multitafsir dari beberapa perspektif. Makanya kami ambil jalan tengah untuk judex factie, apakah putusan (kasasi) ini akuntabel atau tidak,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Firman menambahkan, fatwa MA ini juga sangat penting sebagai rujukan jika terjadi kasus serupa. “Fatwa ini juga akan menjadi legal preseden, sehingga nanti akan menjadi acuan terhadap kasus-kasus lain yang serupa,” katanya.

Susno Duadji merupakan terpidana korupsi PT Salmah Arowana Lestari dan korupsi dana pengamanan Pilkada Jawa Barat. Mahkamah Agung menguatkan putusan bahwa Susno terbukti bersalah, dan dijatuhkan hukuman 3 tahun 6 bulan penjara.

Namun saat ingin dieksekusi, Susno menolak. Dia beralasan, putusan Pengadilan Negeri pada Maret 2011 tidak mencantumkan Pasal 197 ayat satu huruf k yang intinya tetap ditahan. Bahkan putusan Mahkamah Agung pada November 2012 sama sekali tidak menyatakan dirinya bersalah. Atas dasar itu, Susno menilai putusan itu batal demi hukum. (ren)

sumber+foto:viva.co.id

Hasil Pencarian:

Agus Hamdani Fokus Urus Pilkada Garut

20130405jbrAgus Hamdani resmi menjadi Bupati Garut setelah dilantik oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, dalam sidang paripurna di Gedung DPRD Kabupaten Garut, Jalan Patriot Garut, kemarin.

Ketua DPRD Kabupaten Garut Ahmad Badjuri mengatakan, acara pelantikan dalam sidang paripurna ini terbuka untuk umum. Sidang paripurna, kata Ahmad, hanya mengagendakan pengambilan sumpah jabatan Agus Hamdani menjadi Bupati Garut pengganti Aceng. “Hanya pengambilan sumpah dan jabatan saja,” kata Badjuri. Gubernur Jabar Ahmad Heryawan meminta, agar Agus dapat melaksanakan tugasnya sebagai bupati di sisa masa jabatan ini.

”Saya berpesan kepada Bupati Garut agar lebih fokus pada penyelenggaraan pembangunan yang ditunjang profesionalisme birokrasi, serta political willdemi terciptanya Kabupaten Garut yang lebih baik di masa yang akan datang,” ujarnya. Usai pelantikan, Agus mengaku akan menjalankan tugas sebaik mungkin. Prioritas utama, kata Agus, adalah melanjutkan berbagai program yang telah dirintis oleh bupati sebelumnya, Aceng HM Fikri. ”Langkah awal yang akan saya lakukan, yakni konsolidasi internal yang berkaitan dengan administrasi dan keuangan.

Terlebih, saat ini kepentingan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Garut tengah menanti pencairan dana hibah untuk menunjang kelancaran pemilihan kepala daerah dan pemilihan umum,” katanya. Terpisah, Aceng HM Fikri mengatakan, sangat mendukung atas pelantikan Agus menjadi bupati ini. Dia menyatakan tidak memiliki prasangka buruk kepada penggantinya tersebut.

“Bagaimanapunjuga, AgusHamdani akan melanjutkan masa bakti yang tersisa ini hingga akhir jabatan 2013 nanti. Kami semua harus mendukungnya. Saya sendiri, datang kemari karena diundang. Tidak ada alasan bagi saya untuk menolaknya,” kata Aceng. Usai dilantik, Aceng tampak menyalami Agus yang telah resmi menjabat sebagai bupati. Aceng juga turut memberikan selamat kepada Agus di akhir prosesi pelantikan itu. fani ferdiansyah

Sumber + Foto : koran-sindo.com

Hasil Pencarian:

PDIP Masih Yakin Rieke-Teten Lolos Putaran Kedua Pilgub Jabar

February 25, 2013 by  
Filed under Berita Jawa Barat, Jawa Barat Terkini

rieke-tetenHasil penghitungan cepat sejumlah lembaga survei menempatkan Ahmad Heryawan (Aher)-Deddy Mizwar sebagai pemenang Pilgub Jawa Barat. Namun PDIP masih yakin bakal ada putaran kedua pilgub.

Ketua tim pemenangan Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki, TB Hasanuddin percaya sebuah kejutan. TB Hasanuddin yakin bakal adanya dua putaran.

“Kelihatannya 2 putaran berdasarkan hasil saat ini, dengan mba Rieke dan Aher,” ujar TB Hasanuddin saat berbincang dengan detikcom, Minggu (24/02/2013)

Menanggapi hasil quick count yang mengunggulkan pasangan Aher-Deddy, kemenangan pasangan tersebut masih di bawah standar Pilkada Jabar, yakni 30 persen+1.

“Kalau menangnya di atas 36 persen, okelah. Kalau ini cuma 33 persen diambil 4 persen kan jadinya 29 persen dan masih di bawah 30 persen,” jelasnya.

TB Hasanuddin sendiri juga tidak menampik figur Joko Widodo yang mampu mengatrol suara Rieke-Teten. Penerimaan publik terhadap Jokowi sangat positif.

” Ada pengaruhnya, iya. Yang jelas, waktu Jokowi datang, respon yang datang sangat positif,” tandasnya.
sumber: detik.com

Hasil Pencarian:

Jabar 1: Debat Kandidat Pilkada Jabar

February 15, 2013 by  
Filed under Berita Jawa Barat, Jawa Barat Terkini

debat-pilkada-jabarLima panelis terdiri dari rektor perguruan tinggi sudah siap untuk membedah visi dan misi pasangan calon Pilkada Jawa Barat dalam Debat Kandidat yang disiarkan langsung oleh Kompas TV, Kamis (14/2/2013). Debat dimulai pukul 19.00.

Lima panelis itu adalah Rektor Universitas Padjadjaran, Gandjar Kurnia, Rektor Universitas Pendidikan Indonesia Sunaryo Kartadinata, Rektor Universitas Katolik Parahyangan Robertus Wahyudi Triweko, Rektor Institut Pertanian Bogor Herry Suhardiyanto, dan Rektor Universitas Islam Negeri Cirebon Mahsum Muchtar. Debat kandidat dilaksanakan di Balai Santika Kampus Unpad Jatinangor, Kabupaten Sumedang.

Para panelis mewakili bidang yang akan ditanyakan kepada kandidat. Lima pasangan juga sudah hadir. Disebut berdasarkan nomor urut, mereka adalah Dikdik Mulyana Arief Mansur-Cecep Nana Suryana Toyib, Irianto MS Syafiuddin-Tatang Farhanul Hakim, Dede Yusuf Macan Effendi-Lex Laksamana Zainal Lan, Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar, dan Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki.

Di Balai Santika, ruangan diisi dengan perwakilan pendukung, akademisi, serta perwakilan Komisi Pemilihan Umum.

Panitia menyiapkan lapangan basket tertutup bagi kelompok pendukung menonton bareng jalannya debat kandidat dengan layar lebar.
sumber: regional.kompas.com

Pilih Dengan Bijak Jauhi Politik Uang

January 23, 2013 by  
Filed under Berita Jawa Barat, Jawa Barat Terkini

2201KomunikeJelang pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) Kota Sukabumi, masyarakat harus dapat menggunakan pilihannya dengan bijak dan menjauhi politik uang, yang acap menjadi iming-iming menggiurkan bagi para calon pemilih.

Hal tersebut tentunya bisa menjadi bumerang baik kepada si pemberi maupun penerima, karena tentunya politik uang sangat dilarang dan melanggar hukum, sehingga pada akhirnya bisa terjerat pidana.

“Di undang-undang tidak disebut politik uang, yang ada adalah memberikan sesuatu barang atau uang untuk memastikan bahwa si orang yang diberi tadi tidak menggunakan hak pilihnya atau menggunakan hak pilihnya untuk memilih orang yang memberikan barang atau uang tersebut,” tutur pengamat politik dari Universitas Katolik Parahyangan, Prof. Dr. Asep Warlan Yusuf, SH., MH, usai menjadi pembicara di Sawala Politik “Pilih Dengan Bijak Jauhi Politik Uang” yang diadakan oleh HU Pikiran rakyat, di Pala Room Hotel Anugrah Sukabumi, Jalan Suryakencana, Kota Sukabumi, Selasa (22/1).

Selain politik uang ada juga yang dinamakan biaya politik. Namun, pengertian dari biaya politik adalah biaya yang dikeluarkan oleh seorang calon untuk kepentingan bagaimana memenangkan Pilkada seperti digunakan untuk biaya iklan, promosi, diskusi, atau untum memberikan sesuatu kepada masyarakat agar bisa memilih dengan cerdas.

Dikatakan Asep, untuk menghindari terjadinya politik uang masyrakat harus diberikan pengarahan dan pengertian bahwa jika ada orang-orang yang mengiming-imingi uang dalam rangka memilih seseorang pastinya itu adalah suap di dalam Pemilu.

“Oleh karena itu jika masyarakat berhadapan dengan orang yang memberikan uang atau barang, hindari karena hukum bisa saja menjerat kepada yang menerimanya,” ujarnya.

Imbas dari politik uang ini memang cukup besar, hal tersebut dapat dilihat dari keenganan masyarakat untuk datang pada acara diskusi atau sosialisai, karena yang pertama mereka pikirkan adalah jika tidak ada uang maka mereka tidak akan datang.

“Seperti yang saya katakan tadi lamun teu kahartos teu aya artos mungkin mereka tidak akan mau datang. Oleh karena itu bagaimana caranya membina mereka, kita biarkan saja toh hal seperti itu tidak banyak. Justru kita didik mereka supaya tidak harus diberi ketika mereka bersikap seperti itu,”katanya.

Asep mengatakan, setiap pasangan harus bisa memstikan tidak akan pernah membrikan apapun dalam kaitannya dengan penggunaan hak suara. Mudah-mudahan masyarakat Sukabumi bisa mengerti betul akan bahayanya jika menerima sesuatu dari pasangan yang ikut dalam Pemilukada.
sumber: pikiran-rakyat.com

Pilkada Bandung Barat, Abubakar dan Erni Berpeluang

December 29, 2012 by  
Filed under Bandung Barat, Jawa Barat Terkini

Foto : seputar-indonesi

Foto : seputar-indonesi

Dukungan kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Bandung Barat terhadap Abubakar dan Erni Ernawan untuk menjadi calon bupati Bandung Barat 2013-2018 sama kuat. Hal tersebut terungkap dari hasil Musyawarah Kerja Cabang (Mukercab) II DPC PPP KBB Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Selasa(25/12).

Selain itu keputusan dominan dari 16 pimpinan anak cabang (PAC) menyerahkan sepenuhnya keputusan koalisi kepada Samsul Ma’arif yang merupakan kandidat calon wakil bupati dari PPP. ”Suara hasil Mukercab ada 4 PAC mendukung Abubakar, 4 PAC ke Ibu Erni, dan 8 PAC menyerahkan hal tersebut kepada saya selaku figur yang akan bertarung dan menjalani proses koalisi nantinya,”kata Ketua DPC PPP KBB, Samsul Ma’arif, di Padalarang, beberapa waktu lalu.

Samsul mengatakan, tidak adanya suara mutlak sebagai langkah PPP menjalin koalisi, membuat hal ini kembali akan dibahas dalam Rapat Pimpinan Khusus (Rapimsus) di tingkat DPC. Sebab suara partai di tingkat kecamatan belum jelas karena dukungan ke Abubakar ataupun Erni masih sama kuat. Samsul akan mengkomu-nikasikan mengenai kebijakan partai dengan pihak lain, kendati 8 PAC menyerahkan keputusan kepadanya.

Pihaknya akan segera melakukan Rapimsus mengingat pendaftaran calon bupati/wakil bupati ke KPU dari parpol dilakukan pada 4-10 Januari. Abubakar adalah calon bupati dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Saat ini Abubakar masih menjadi Bupati Bandung Barat.

Sementara Erni Rusyani Ernawan adalah istri Wakil Bupati Bandung Barat Ernawan Natasaputra. Dia diusung oleh Partai Golkar. Dimintai konfirmasi terkait hasil Mukercab PPP, Erni menandaskan siap berpasangan dengan siapapun asalkan memiliki kesamaan visi dalam membawa Bandung Barat lebih baik. adi haryanto

Sumber : seputar-indonesia.com

Hasil Pencarian:

MENUJU JABAR 1 : Hasyim Muzadi Doakan Pilgub Jabar

December 14, 2012 by  
Filed under Berita Jawa Barat, Jawa Barat Terkini

Foto : tribunnews

Foto : tribunnews

Ulama Nahdatul Ulama Kyai Haji Hasyim Muzadi melakukan  silaturahmi ke beberapa pesantren yang ada di Tasikmalaya, dalam kunjungannya mantan pengurus besar Nahdatul Ulama tersebut didampingi pasangan INTAN (Irianto – Tatang). Menurut Cagub Jabar Irianto MS Syafiuddin alias Yance dirinya merasa terhormat karena Jabar kedatangan ulama besar di Indonesia.

“Mudah-mudahan kedatangan Kyai Haji Hasyim Muzadi bisa menjadi berkah, sehingga pilgub Jabar bisa berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan,” katanya kepada wartawan.

Sementara itu cawagub Tatang Farhanul Hakim, mengatakan bahwa dirinya mendampingi Hasyim karena memang kedatangan Hasyim Muzadi tidak lain hanya untuk melakukan silaturahmi ke pondok pesantren tertua di Tasikmalaya yaitu pondok pesantren Bantargedang.

“Kebetulan dulu KH Bahrum ketua pondok pesantren Bantargedang pernah berbarengan dengan saya dalam satu partai, dan kebetulan ada reuni acara pondok pesantren jadi saya gunakan untuk silaturahmi, mudah mudahan saya mendapat restu dari semua alumni pondok pesantren Bantargedang ini untuk kemenangan di pilkada Gubernur dan wakil
Gubernur Jawa Barat nanti,” ujarnya.

Tatang berharap, bahwa kedatanganya ke ponpes tersebut bisa lebih menguatkan suaranya dikalangan para ulama Jawa Barat. “Dari dulu warga pondok pesantren ini sudah mendukung saya, sehingga paling tidak di pemilukada Gubernur Jawa Barat nanti, suara saya di
jaringan pondok pesantren akan kuat,” tegasnya.

Ditempat yang sama Kyai Haji Hasyim Muzadi, yang juga mantan Ketua PBNU mengatakan bahwa dirinya berharap dan mendoakan agar Pilkada Jawa Barat dapat berjalan lancar dan aman.

“Saya berharap dan mendoakan agar Pilkada Jawa Barat dapat berjalan lancar dan aman,” tuturnya.

Ditambahkan Hasyim, kedatangannya ke pondok pesantren Bantargedang ini hanya untuk mengaji, dan bersilaturahmi ke pondok pesantren tertua di Tasikmalaya, Jawa Barat.
“Saya datang untuk bersilaturahmi ke pesantren tertua di Tasikmalaya, karena faktor warisan agama dan budaya, sehingga saya dapat menggali budaya budaya lama,” katanya.(*/fam)

Sumber : tribunnews.com

Hasil Pencarian:

Pelantikan Wali Kota Cimahi 2012-2017-Atty Siap Jalankan Amanat Masyarakat

Atty Suharti-Sudiarto dilantik dan diambil sumpahnya oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan di Gedung DPRD Kota Cimahi dalam Rapat Paripurna DPRD Pengucapan Sumpah Jabatan dan Pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cimahi Periode 2012-2017. Acara pelantikan digelar berdasarkan Surat Keputusan (SK) Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 131.32-745 dan 131.32-746 Tahun2012tanggal19 Oktober 2012 tentang Pengesahan dan Pelantikan Wali Kota dan WakilWali Kota Cimahi.

Atty Suharti mengaku, bersyukur atas pelantikan dirinya sebagai Wali Kota Cimahi. Karena itu, dia berjanji untuk menjalankan sebaik-baiknya amanat yang telah diberikan masyarakat Cimahi. “Hari ini merupakan puncak Pilkada. Kami bersyukur telah dilantik dan mudah-mudahan amanah ini bisa dijalankan sebaikbaiknya demi pembangunan di Kota Cimahi.

Saya pun berharap, dalam 5 tahun ke depan,kami tidak mengecewakan masyarakat,” tutur Atty usai acara pelantikan, kemarin. Namun begitu,Atty pun menyadari, dirinya yang notabene baru menjabat sebagai wali kota membutuhkan kerja sama dari semua komponen masyarakat untuk menyukseskan program-program kerjanya.Selain menjalankan visi dan misinya seperti yang telah dijanjikannya saat kampanye Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Cimahi lalu,Atty pun mengaku akan tetap meneruskan program kerja yang telah disusun Wali Kota Cimahi, sebelumnya,Itoc Tochija.

“Program Pak Itoc tentu akan kami lanjutkan, seperti pembenahan insfrastruktur. Kami pun akan berkonsentrasi untuk mewujudkan pembangunan di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan peningkatan mutu sumber daya manusia, termasuk didalamnya peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM) yang menjadi visi dan misi kami,”jelasnya.

Disinggung akan adanya perombakan birokrasi di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi,Atty mengatakan, akan melakukan evaluasi terlebih dahulu terhadap kinerja seluruh Satuan Operasional Daerah (SOPD) selama di bawah kepemimpinan Itoc Tochija. Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengucapkan selamat kepada Atty Suharti-Sudiarto sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cimahi terpilih.

Menurut Heryawan,secara umum, Pemilukada Cimahi berjalan lancar. Meskipun di dalamnya terdapat lika-liku,hingga munculnya gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK),namun hal itu tidak menghambat proses demokrasi. Terbukti, kata Heryawan, Pemilukada Cimahi berjalan lancar,aman,dan kondusif.“ Perselisihan dan gesekan saat Pemilukada lalu jangan dibawa terus.Apalagi,sebenarnya itu timbul dari partai politik yang berbeda usungan.

Kalau sudah terpilih, Ibu Atty dan Pak Sudiarto jadi milik warga Kota Cimahi seluruhnya,” tegasnya seraya berharap Atty Suharti-Sudiarto terus mengoptimalkan pelayanan publik. Senada dengan Heryawan, Ketua DPRD Kota Cimahi,Ade Irawan mengatakan, rivalitas yang mewarnai kompetisi dalam Pemilukada Cimahi merupakan hal yang lumrah dan sangat wajar dalam demokrasi.

Ade berharap, pergantian pemerintah dapat diterima seluruh pihak baik yang menang atau yang kalah, termasuk seluruh masyarakat Kota Cimahi.“ Beda pilihan wajar, namun putus silaturahmi itu berdosa,” katanya. Sementara itu, acara pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cimahi terpilih Atty Suharti-Sudiarto sempat diwarnai aksi protes.

Protes dipicu penggunaan ruang rapat paripurna DPRD Cimahi untuk pelantikan ketua dan pengurus baru Tim Penggerak PKK dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Cimahi yang notabene sebelumnya dijabat Atty Suharti. Salah seorang Anggota DPRD Cimahi, Ike Hikmawati mengaku kecewa dengan penggunaan ruang rapat paripurna untuk kegiatan lain di luar acara pelantikan. Bahkan, Ike menuding,Wali Kota Cimahi yang baru tidak pandai menempatkan diri. agung bakti sarasa

Sumber:seputar-indonesia.com

Hasil Pencarian:

Deddy Mizwar Calon Kuat Wakil Ahmad Heryawan pada Pilgub Mendatang

ilustrasi

Aktor kawakan Deddy Mizwar menjadi kandidat kuat pendamping calon gubernur (cagub) incumbent Ahmad Heryawan (Aher). Deddy pun mengaku kansnya untuk dipilih tetap ada.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Jawa Barat Tate Qomaruddin mengatakan, Deddy memang calon paling kuat dan sudah pasti menjadi pendamping Kang Aher (Ahmad Heryawan).“Hanya kami belum memublikasikan secara resmi. Nanti dua,tiga atau sepekan ke depan akan diumumkan ke publik, ”ujarnya,tadi malam.

Aktor senior Deddy Mizwar mengungkapkan, tetap memiliki indikasi maju sebagai calon Wagub Jabar.“Tapi, saat ini sedang dicari yang terbaik.Siapa pun yang terbaik harus didukung, meski nanti akhirnya bukan saya. Gue kan rakyat Bekasi. Kan ada Primus Yustisio yang sudah berpengalaman di bidang politik, di bidang birokrasi. Primus jauh lebih baik,” katanya di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, kemarin.

Beralih ke Partai Demokrat, beberapa partai politik membidik posisi cawagub atau pendamping incumbent Wakil Gubernur Jabar Dede Yusuf. Selain PDIP,PAN membuka pintu untuk maju bersama Dede dengan posisi cawagub.Meski demikian, Dede Yusuf masih menyembunyikan nama calon pendampingnya. “Soal wakil ada lah nanti. Untuk sementara, saya tidak bisa jawab dulu,” kata Dede pada Dialog Kebangsaan HIPMI Jabar di Jalan Gatot Subroto,Kota Bandung.

Menurut dia, satu dari lima nama calon wakil yang disodorkan Macan Center menjadi bahan pembicaraan dengan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Nama itu masuk dalam pembicaraan tingkat pusat Partai Demokrat.“Tapi, hasilnya bagaimana,itu sedang dikomunikasikan. Saya belum diperbolehkan memberi sikap apapun terhadap figur-figur yang disodorkan, karena saya juga harus melakukan komunikasi politik dengan parpol lain,”kata Dede.

Ketua DPP PAN Bima Arya Sugiarto menyatakan kembali dukungan partainya terhadap Dede Yusuf untuk menjadi Gubernur Jabar. Walaupun dukungan itu belum disertai putusan resmi dari DPP,namun Ketua Umum PAN Hatta Rajasa telah menegaskan arahannya kepada Dede.“Dukungan itu memang baru sebatas sinyal, aba-aba, atau arahan dari Ketua Umum PAN Hatta Rajasa, karena Kang Dede merupakan figur yang prospeknya paling baik berdasarkan hasil survei,”ujar Bima.

Hingga kini,PAN dan Partai Demokrat masih membicarakan komposisi koalisi, di mana koalisi cinta atau koalisi biru diperluas. Namun, dengan siapa pun Dede dipasangkan, diharapkan tak memutus tali komunikasi dengan PAN. Menurut dia,mengambil posisi cawagub cukup penting bagi PAN meski segala kemungkinan masih bisa terjadi. Sebab, pengambilan posisi itu bisa mendukung kader PAN di Jabar menjadi lebih solid.

“Pro kontra itu biasa dalam parpol, perdebatan menjadi hal yang wajar. Banyak kader potensial di PAN untuk pendamping Dede,misalnya Ketua DPW PAN Jabar Edi Darnadi. Namun,semuanya bergantung proses politik ke depan.Sejauh ini Pak Edi memang yang menonjol dan sudah membangun soliditas jaringan di Jabar,”katanya.

Hanya Dikdik-Toyib yang Lolos Verifikasi Independen

Dari empat pasangan bakal calon independen Gubernur/ Wakil Gubernur Jabar 2013-2018, hanya Dikdik Mulyana Arief Mansyur – Cecep S Toyib yang lolos tahap verifikasi awal berkas dukungan di KPU Jabar. Dari klaim 1,8 juta pendukung, ternyata hanya 1.521.584 berkas dukungan yang dinyatakan sah. Jumlah tersebut melebihi batas minimal jumlah dukungan 3% sebagai syarat utama calon perseorangan sebanyak 1.474.614 dukungan.

“Dukungan untuk Dikdik-Toyib datang dari 26 kabupaten/ kota,” ujar Ketua KPU Jabar Yayat Hidayat. Sedangkan, tiga pasangan bakal calon lainnya dinyatakan gugur karena berbagai alasan antara lain kurang atau tidak sahnya berkas dukungan. Namun, KPU Jabar menolak menjelaskan detail alasan terkait tiga pasangan yang dinyatakan gugur tersebut. “Kalau pasangan Daday Hudaya-Deddy Dores mengundurkan diri dari proses pencalonan. Surat pengunduran dirinya baru kami terima pukul 19.00 WIB,”katanya.

Diketahui, KPU Jabar menerima berkas dukungan dari empat bakal calon yakni Dikdik- Toyib, Dedeng Yusuf Maolani- Maman Daning (Damang), Daday Hudaya-Deddy Dores (D2), dan Endang Ilyas-Mahmud Zaki Fuad. Menurutnya, berkas dukungan Dikdik-Toyib sudah disebar ke 26 kabupaten/kota. Saat ini sudah masuk tahap verifikasi faktual, dimana bukti dukungan itu dicek langsung ke tiap pendukung oleh para petugas PPS.

“Nanti 3 November akan dilaporkan ke pasangan calon bersangkutan. Jika ternyata terjadi penyusutan jumlah dukungan sampai mengurangi jumlah batas minimal dukungan, maka bakal calon harus menggantinya sebanyak dua kali lipat,”jelas Yayat.

Kemudian, akan dilakukan proses verifikasi administrasi faktual sampai memenuhi batas minimal 3%.“Kalau sudah memenuhi syarat barulah bakal calon perseorangan bisa mendaftar sebagai cagub/cawagub Jabar yang akan dibuka 4-10 November,”ucapnya. atep abdillah kurniawan/ okezone

sumber:seputar-indonesia.com

Hasil Pencarian:

Presiden: Cagub-Cawagub Jaga Keamanan Ibu Kota

September 19, 2012 by  
Filed under Berita Nasional, Jawa Barat Terkini, Politik

foto:seputar-indonesia.com

Pertarungan dua pasangan calon gubernur-calon wakil gubernur (cagub-cawagub) dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2012 sangat keras dan ketat.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengimbau pasangan cagub-cawagub berkomitmen menjaga keamanan Ibu Kota yang menjadi barometer Indonesia.

”Dengan demikian, demokrasi di Tanah Air semakin hidup dan matang, serta tidak merusak sendi-sendi kehidupan bangsa yang harus terjaga keamanan dan ketenteramannya,” kata Presiden saat membuka sidang kabinet paripurna di Kantor Kepresidenan, Jakarta, kemarin. Pelaksanaan Pilkada DKI menjadi perhatian serius Presiden. Sidang kabinet paripurna yang digelar kemarin,selain membahas persoalan politik, hukum, dan keamanan, juga secara spesifik membahas Pilkada DKI Jakarta.

Usai memberikan arahan, Presiden dan seluruh jajaran menteri Kabinet Indonesia Bersatu II mendengarkan penjelasan dari Menkopolhukam Djoko Suyanto tentang kondisi keamanan secara menyeluruh menjelangPilkadaDKIJakarta. Presiden mengaku bahwa dirinya mengikuti perkembangan situasi menjelang Pilkada DKI, dan melihat kompetisi sangat keras dan ketat. Karena itu, dia mengajak semua pihak memastikan seluruh proses pemilihan dan situasi keamanan Jakarta tetap terjaga. Dia berharap ekses negatif pilkada seperti kekerasan, perusakan, dan sebagainya tidak terjadi di Jakarta.

Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat itu kemudian menandaskan, walaupun dia memberikan atensi terkait Pilkada DKI,pemerintah tidak akan memasuki wilayah politik praktisnya. ”Kita serahkan kepada masyarakat DKI Jakarta untuk memilih pemimpin yang dianggap tepat oleh mereka secara tepat, demokratis, fair, tanpa sesuatu yang mengganggu pemilihan gubernur itu sendiri,” ucap mantan menkopolkam ini. Menkopolhukkam Djoko Suyanto mengimbau masyarakat agar senantiasa mencermati berbagai isu yang timbul menjelang pilkada.

Kepada dua pasangan calon, mantan Panglima TNI ini mengimbau agar mereka bisa mengendalikan tim sukses masing-masing sehingga tidak terjadi kerusuhan atau konflik. ”Tidak usah terhanyut dan terprovokasi berbuat kerusuhan dan berbuat kerusakan terhadap satu yang lain. Karena itu, deklarasi siap kalah dan siap menang harus diikuti pula oleh tim suksesnya,”ungkap Djoko.

Kepada aparat keamanan dan kepolisian, dia meminta agar harus terus mengantisipasi wilayahnya masingmasing dan bekerja sama dengan pemerintah daerah.Presiden SBY, lanjut Djoko, telah menginstruksikan aparat TNI dan Polri untuk bertindak netral dalam pilkada ini. ”Kalau ada tim-tim sukses kedua calon mendekati dengan aktif, jangan direspons sehingga TNI/Polri harus netral. Kalau ada purnawirawan, silakan saja karena memang dia berhak untuk memilih,”katanya.

Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan menyebut Pilkada DKI Jakarta akan berlangsung secara damai dan demokratis jika kedua pasangan punya kemampuan menerima kekalahan. Untuk itu, semua pihak baik pemilih dan calon yang akan dipilih harus siap menerima apa pun hasil pilkada. ”Semua pihak harus bisa menerima hasil apa pun itu,”ungkap Anies di Jakarta. Harapan agar pelaksanaan pilkada bisa berjalan damai tidak terlepas dari kondisi yang terasakianmemanas.BaikFauzi Bowo-Nachrowi Ramli (Foke- Nara) maupun Joko Widodo- Basuki Tjahaja Purnama (Jokowi-Ahok) beserta para tim sukses masing-masing saling serang satu sama lain.

Kondisi ini semakin mengkhawatirkan karena survei yang digelar sejumlah lembaga mengindikasikan perolehan suara mereka akan berbeda tipis. Terbaru, survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) yang dirilis kemarin juga kesulitan memastikan apakah Foke- Nara atau Jokowi-Ahok yang akan tampil sebagai pemenang pilkada. Direktur Riset LSI Arman Salam mengatakan, survei LSI pada putaran kedua ini sangat sulit diprediksi lantaran kedua pasangan calon sama-sama memiliki keunggulan dan kelemahan di masing-masing kategori survei yang dilakukan.

”Contohnya pada kategori kesukuan pasangan Foke-Nara unggul pada segmen Betawi dan Sunda, namun Jokowi- Basuki membalikkan keadaan di segmen Jawa dan China,” ungkap Arman di Jakarta. Dia menjelaskan, pemilih muda, pendidikan, dan pendapatan tinggi cenderung memilih pasangan Jokowi-Basuki,sementara pemilih tua, pen-dapatan bawah dan menengah, serta pendidikan rendah dominan memilih Foke-Nara. Adapun peran dari partai pengusung dan pendukung pasangan calon juga sangat berimbang.

”Sudah pasti Jokowi didukung penuh oleh PDIP hingga 74,2%, sedangkan pasangan Foke-Nara mendapat dukungan signifikan dari pendukung PKS dan PPP. Sementara Golkar malah imbang dalam mendukung kedua pasangan tersebut,”lanjutnya. ilham safutra/ rarasati syarief/dian ramdhani/andi setiawan

sumber:seputar-indonesia.com

Hasil Pencarian:

Next Page »