web analytics

Menuju Jabar 1 : Rieke-Teten Minim Dana Kampanye, Mega Minta Tetap Semangat

February 5, 2013 by  
Filed under Berita Jawa Barat, Jawa Barat Terkini

Foto : kompas

Foto : kompas

Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat, Rieke Diah Pitaloka dan Teten Masduki, mengaku tidak memiliki modal besar untuk mendanai kampanye mereka dalam Pemilihan Kepala Daerah Jawa Barat. Namun, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri meminta agar pasangan nomor urut lima itu tetap bersatu untuk memenangi pilkada pada 24 Februari 2013.

Rieke mengatakan, Megawati berpesan kepadanya untuk tidak berkecil hati meskipun tidak memiliki modal besar untuk bertarung dalam pilkada tersebut. Karena keterbatasan dana kampanye itu, Rieke mengaku dirinya tidak dapat memasang iklan untuk kampanye, termasuk memasang iklan di media online sekalipun.

“Yang disampaikan Ibu Mega bahwa kita harus menjadi dwitunggal. Dalam petempuran yang tidak mudah ini, jangan berkecil hati. Bukan karena tidak ada uang jadi melempem, justru karena tidak ada uang harus semangat,” kata Reike saat konsolidasi di Kantor DPP PDI-P, Lenteng Agung, Jakarta, Senin (4/2/2013).

Sementara itu, Ketua DPP Bidang Kehormatan PDI-P Sidarto Danu Soebroto mengatakan, PDI-P menyiasati keterbatasan modal itu dengan mengerahkan semua kader partai di wilayah Jawa Barat, mulai dari pengurus cabang, kepala daerah, anggota DPRD, hingga kader lain PDI-P. Mereka diminta membantu menyukseskan pilkada untuk kemenangan Rieke dan Teten.

“Bersama-sama dengan sisa waktu 20 hari ini, dalam rangka untuk pemenangan Rieke-Teten, kita semua turun di wilayah yang diberi tanggung jawab dan semua kebagian. Karena, beliau-beliau itu orang miskin dan berjanji tidak akan cari kekayaan,” ujar Sidarto.

Sumber : kompas

MENUJU JABAR 1 : Hari Ini, KPK Verifikasi Harta Dede Yusuf dan Cecep

February 1, 2013 by  
Filed under Berita Jawa Barat, Jawa Barat Terkini

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan verifikasi harta kekayaan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat, Rabu (23/1/2013). Kali ini, lembaga antikorupsi itu akan mendatangi kediaman calon gubernur Yusuf Macan Effendi (Dede Yusuf) dan calon wakil gubernur Cecep Nana Suryana Tojib.

“Petugas KPK akan mendatangi kediaman keduanya,” kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha.

Kediaman Dede beralamat di Jalan Ir Haji Juanda, Nomor 148, RT 003 RW 011, Kelurahan Lebak Gede, Kecamatan Coblong, Kota Bandung. Sementara Cecep tinggal di Jalan Anggar (BTN Lama) Nomor 27/41 RT 001 RW 05, Keluarahan Karanganyar, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Petugas KPK akan mengecek kebenaran antara harta yang dilaporkan keduanya beberapa waktu lalu dengan kondisi pasti di lapangan. Nantinya, hasil verifikasi ini akan diteruskan ke Komisi Pemilihan Umum Daerah. Kelima pasang Cagub dan Cawagub akan diminta mendeklarasikan harta kekayaannya serta menandatangani pakta integritas.

Adapun Dede dan Cecep merupakan calon terakhir yang diverifikasi hartanya oleh KPK. Verifikasi harta calon-calon lainnya sudah dilakukan pada Senin (21/1/2013) dan Selasa (22/1/2013). Dari hasil sementara, diketahui kalau Dikdik Mulyana Arif Mansyur merupakan calon gubernur dengan nilai harta tertinggi. Harta Dikdik mencapai Rp 30,5 miliar dan 99.000 dollar AS.

Sementara Cagub lainnya, yakni Rieke Diah Pitaloka, diketahui memiliki harta Rp 2,7 miliar, kemudian Ahmad Heryawan Rp 4,5 miliar dan 36.000 dollar AS, sedangkan nilai harta Irianto SM Syaifuddin masih dalam pengolahan KPK.

Selain Cagub, KPK sudah melakukan verifikasi harta kekayaan beberapa calon wakil gubernur. Cawagub yang sudah diverifikasi dan diketahui nilai hartanya adalah Deddy Mizwar Rp 27 miliar dan 35.122 dollar AS, Lex Laksamana senilai Rp 7,3 miliar, Teten Masduki sebesar Rp 1,4 miliar, serta Tatang Farhanul Hakim sekitar Rp 5,7 miliar.  (*)

Editor : dar
Sumber : Kompas

MENUJU JABAR 1 : Rano Karno Siap Jadi Jurkam Paten

January 31, 2013 by  
Filed under Berita Jawa Barat, Jawa Barat Terkini

rano_karno_044Artis senior yang juga Wakil Gubernur Provinsi Banten, Rano Karno menyatakan kesiapannya menjadi juru kampanye (jurkam) pasangan calon gubernur / wakil gubernur (cagub cawagub) Rieke Diah Pitaloka – Teten Masduki untuk memuluskan langkah pasangan Paten ke tampuk pimpinan nomor satu di Jawa Barat.

Kesiapan artis berkumis tebal ini dinyatakan saat menghadiri pertemuan pasangan Paten dengan pengusaha Jabar di Hotel Papandayan, Rabu (30/1). Menurut Rano, dirinya siap menjadi jurkam Paten ke seluruh pelosok Jabar kapanpun jika ditunjuk.

“Saya siap (jadi jurkam) karena ini juga penugasan partai,” kata pemeran Si Doel ini kepada wartawan.

Menurut Rano, dirinya pun sudah mempersiapkan berbagai macam langkah dan trik untuk menggiring massa mencoblos pasangan nomor urut lima. Namun Rano tidak menyebutkan bocoran trik yang mampu membawanya menjadi Wakil Gubernur Banten.

“Ada dong, triknya rahasia,” katanya.

Namun demikian, Rano mengaku siap menunjukkan totalitasnya untuk ikut mendukung pasangan Paten menuju kemenangan. “Saya yakin bisa berbuat banyak pasangan ini,” kata Rano.

Optimisme Rano terhadap pasangan ini ditunjukkan pula dengan keyakinannya bahwa Pilgub Jabar akan berlangsung selama  dua putaran, salah satu pasangan yang lolos, kata dia, adalah pasangan Paten. Keyakinan itu, menurut Rano, mengingat kultur masyarakat Jawa Barat yang tidak jauh berbeda dengan masyarakat Banten.  “Cikal bakalnya (Provinsi Banten) kan dari sini (Jabar),” ujarnya. (set)

Sumber : tribunnews

Rieke “Oneng”: Rakyat Jabar Lebih Berbudaya Dibanding Pemimpinnya

January 18, 2013 by  
Filed under Berita Jawa Barat, Jawa Barat Terkini

Foto : pikiran-rakyat.com

Foto : pikiran-rakyat.com

Calon gubernur Jawa Barat Rieke Diah Pitaloka menilai rakyat Jabar lebih berbudaya dibanding para pemimpinnya. Itu dibuktikan dari kerja rakyat tradisional yang sangat mempertimbangkan keseimbangan alam, sementara para pemimpin membuat kebijakan yang tidak mempertimbangkan keberlangsungan lingkungan yang harmonis.

“Kebudayaan itu adalah tingkah laku manusia untuk mengelola alam secara positif. Kalau negatif itu berarti bukan bagian kebudayaan,” kata Rieke usai acara Dialog Visi-Misi yang dilakukan Badan Musyawarah Sunda Jabar di kampus Universitas Padjadjaran, Jl. Dipatiukur Kota Bandung, Kamis (17/1/13).

Dipaparkannya, contoh kebijakan pemimpin yang tidak berbudaya itu adalah dengan mendatangkan investor sebanyak-banyaknya tapi tidak diatur secara tegas. Selain itu, pelaksanaan pembangunan sering dilakukan dengan merusak alam.

Ia membandingkannya dengan Mbah Eroh yang melakukan kerja kebudayaan dengan membelah bukit untuk mengalirkan air untuk masyarakat setempat. Selain itu, ada pula Tri Mumpuni di Kabupaten Subang yang melakukan kerja kebudayaan dengan mengupayakan penerangan bagi lingkungannya.

Karena itu, ia menyatakan, kebudayaan bukanlah kesenian, melainkan kerja untuk mengelola alam. Sementara, kesenian tradisi sendiri bisa dimanfaatkan sebagai corong informasi yang penting seperti penyadaran antikorupsi, dan lainnya. “Kerja kebudayaan bisa disosialisasikan dengan kesenian tanpa rakyat merasa digurui, dekat dengan pemimpin, dan pemimpin juga tidak merasa sebagai elite,” ujarnya.

Sementara, cagub Ahmad Heryawan mengatakan bahwa kebudayaan dalam bentuk kesenian lokal bisa dilestarikan melalui pendidikan. Selain itu, ia pun masih merencanakan pembangunan gedung kesenian berkapasitas sepuluh ribu orang.

Program itu dikatakannya sudah dirancang sejak 2009 namun belum terealisasi sampai sekarang. Ia beralasan karena faktor lokasi yang harus di perkotaan sehingga seni budaya itu bisa dipertontonkan secara luas.

“Dengan adanya gedung kesenian itu, selain pelestarian kultural yang dilakukan secara struktural dan juga pengembangan industri seni budaya,” tuturnya. Dengan cara itu, kesenian akan terpelihara dan pelaku budaya pun bisa dihargai secara layak dari sisi ekonomi.

Diskusi itu hanya dihadiri Heryawan, Rieke, dan cawagubnya Teten Masduki. Ketiga pasang calon lainnya tidak ada yang hadir. Diskusi itu dipandu oleh tiga panelis yaitu Hawe Setiawan, Endang Caturwati, dan Atip Latifulhayat.

Menurut Ketua Bamus Sunda Jabar Indra Perwira, diskusi itu digelar untuk melihat kesiapan para calon dan gagasan mereka terkait strategi kebudayaan. “Pembangunan itu jangan dipandang hanya fisik, tapi juga membangun manusianya,” tuturnya.

Diskusi itu, kata dia, tidak diakhiri dengan kontrak politik mengenai konsep kebudayaan para calon yang hadir. Diskusi itu ditujukan memberikan ruang bagi publik untuk menilai lebih objektif. Bamus Sunda pun tetap tidak akan mengarahkan dukungan pada salah satu calon karena hak politik itu bersifat individu. (A-160/A-108)***

Sumber : pikiran-rakyat.com

MENUJU JABAR 1 : Rieke Diah Pitaloka, Perubahan Adalah Keniscayaan

January 16, 2013 by  
Filed under Berita Jawa Barat, Jawa Barat Terkini

Rieke-di-KuninganCalon Gubernur Jawa Barat Rieke Diah Pitaloka mengunjungi Kota Cianjur, Jawa Barat. Rieke mengungkap, perjalanannya kali ini, ditemani oleh Kyai Maman Imanulhaq adalah sebuah perjalanan rohani. Rieke menyempatkan diri berziarah ke makam Dalem Cikundul.

Rieke kemudian menjelaskan, Rd Aria Wiratanu Datar putera Aria Wangsa Goparana, yang dikenal dengan Dalem Cikundul, lahir di Sagalaherang Subang Jawa Barat  tahun 1603 adalah pendiri Cianjur, sekaligus bupati pertama Cianjur.

Dijelaskan, Rd Aria  menuntut Ilmu  bidang keagamaan, kemasyarakatan dan ilmu pemerintahan. Dengan kemampuannya itu Rd Aria melakukan dakwah bukan hanya secara lisan tapi juga menata kehidupan masyarakat.

“Saya tertarik berziarah ke makam Dalem Cikundul, karena ada keterkaitan antara beliau di Cianjur, ayahnya,  Aria Wangsa Goparana, di Subang, gurunya di Cirebon. Begitupula Syeikh Aly di Panjalu Ciamis dan Syeikh Qurra, guru keluarga Pajajaran, di Karawang,” ungkap Rieke dalam rilisinya kepada Tribun, Selasa (15/1/2-13).

Pada zamannya, cerita Rieke, mereka semua adalah guru. Sosok yang ditiru. Dengan modal keilmuan yang mapan, prilaku yang menjadi suri tauladan serta ketulusan dalam melayani masyarakat, berhasil melakukan transformasi kehidupan masyarakat.

Bahkan, Rd Aria Wiratanu Datar jadi Dalem pertama Kadipaten Cianjur dengan wilayah kekuasaan sebagian wilayah Bogor dan Sukabumi.

“Saya harus mengambil spirit beliau, perubahan adalah keniscayaan. Perubahan itu harus diperjuangkan, mejadikan agama sebagai energi utama. Sehingga masyarakat memiliki ketahanan mental yang tinggi,” ujarnya.

“Dakwah seperti itulah yang butuhkan Jawa Barat. Dakwah yang membebaskan. Dakwah yang secara konsisten dijalani penuh keyakinan, keikhlasan, serta kecerdasan. Hingga tegaknya nilai keadilan dan kemaslahatan umum,” katanya lagi.

Dari Rd Aria Wiratanu Datar ini ungkap Rieke lagi, publik mendapatkan tembang Cianjuran yang membawa pesan moral yang dihantarkan tidak dengan kekerasan, namun dituturkan dengan keindahan.

Sebuah upaya tarnsformatif yang menggugah dan merubah, harus dimulai dengan peningkatan kualitas pendidiakan, kedisiplinan aparatur pemerintahan serta partisipasi masyarakat dalam seluruh gerak pembangunan.

“Dari Area Dalem Cikundul, saya merasakan ada tali rohani yang kuat antara Cianjur, Subang, Cirebon, Karawang dan Ciamis.  Kelimanya jadi simbol transformasi integratif wilayah Jawa Barat utara dan Selatan. Yang dipahatkan melalui jalur agama, kebudayaan dan keilmuan,” ungkapnya lagi.

Semuanya, sambung Rieke lagi, seakan menjadi energi yang kuat bagi dirinya untuk melakukan perubahan di Jawa Barat. Sebuah mimpi yang sedang diperjuangkan jadi kenyataan.

Sumber:tribunnews.com

MENUJU JABAR 1 : Rieke: Pilih pemimpin yang tidak poligami

December 31, 2012 by  
Filed under Berita Jawa Barat, Jawa Barat Terkini

rieke-pilih-pemimpin-yang-tidak-poligamiRamainya kisruh Aceng, turut mendapat perhatian dari Cagub Jawa Barat Rieke Diah Pitaloka. Menurut dia, rakyat Jawa Barat semestinya tidak dipimpin oleh lelaki seperti Aceng yang berpoligami.

“Tentu ini pukulan dari Jabar saatnya memilih pemimpin yang bisa membanggakan Jawa Barat yang tidak mungkin poligami,” kata Rieke Diah Pitaloka di sela-sela peluncuran buku Taufik Kiemas, ‘Gelora Kebangsaan Tak Kunjung Padam’ di Balai Kartini, Jakarta, Senin (31/12).

Rieke berharap, di tahun 2013 Jawa Barat bisa baru kembali, termasuk dalam hal pemberantasan korupsi dan reformasi birokrasi. “Harapannya di tahun baru, Jabar yang baru bersih dari korupsi, adanya reformasi birokrasi,” kata Rieke lagi.

Dilahirkan di kota yang sama dengan Rieke, Bupati Garut Aceng Fikri. Aceng membuat heboh menikah siri dengan seorang wanita bernama Fany Octora selama empat hari. Meski mengklaim telah berdamai dengan Fany, proses hukum terhadap Aceng masih terus berjalan hingga sekarang.

Sumber : merdeka.com

Yance dan Rieke Tak Terpengaruh Survei

December 30, 2012 by  
Filed under Berita Jawa Barat, Jawa Barat Terkini

Pilgub Jabar 2013Pasangan Irianto MS Syafiuddin-Tatang Farhanul Hakim (Intan) dan Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki (Paten) tidak terpengaruh dengan hasil survei Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar 2013yang dirilis Pusat Kajian dan Kepakaran Statistika (P2KS) Universitas Padjadjaran (Unpad).

Intan dan Paten lebih memperhitungkan hasil survei yang dilakukan oleh lembaga survei pembanding setiap pasangan calon. Tim Pemenangan Intan, Pulihono mengatakan, cukup menghargai hasil kerja P2KS Unpad karena rilis survei itu merupakan hasil kerja ilmiah yang didasari kebebasan berkarya secara akademik. Namun,dia memandang hasil survei itu dari berbagai sudut baik metode maupun manajemen.

”Kita lihat dulu person yang melakukannya siapa. Juga masalah pendanaan, karena kita semua tahu bahwa penyelenggaraan survei membutuhkan biaya mahal yang bisa menelan anggaran Rp100- 200 juta,” ujar Pulihono yang juga Wakil Sekretaris DPD Partai Golkar Jabar itu. Juru Bicara Tim Pemenangan Paten,Abdy Yuhana menegaskan apapun hasil survei dari P2KS, pihaknya tetap yakin memenangkan Pilgub Jabar 2013. Keyakinan itu didasari hasil survei pembanding internal PDIP sebagai parpol pengusung Paten.Hasil survei internal menunjukkan Paten terus menunjukkan peningkatan baik sisi elektabilitas maupun popularitas.

”Lihat saja potensi perubahan pasangan Dede-Lex dan Aher-Deddy itu hanya 54,0% dan 51,3%. Sedangkan Paten mencapai 61,5%. Itu artinya Paten punya peluang paling besar untuk menang, meski dari sisi peringkat berada di bawah Aher dan Dede,” ujar Abdy. Sementara, media massa harus berperan sebagai penentu pada Pilgub Jabar 2013.Ketua KPU Jabar Yayat Hidayat mengatakan, cita rasa panggung politik sebuah pemilihan umum termasuk kepala daerah ditentukan pemberitaan media.

” Dari riset ilmiah yang saya lakukan, 55% cita rasa pemilu ditentukan dari pemberitaan. Masyarakat akan memilih jika mereka melihat proses yang terjadi sehat. Darimana mereka tahu tentang proses? Tentu dari media,”kata Yayat. Riset tersebut diambil ketika Pilkada Kota Depok lalu. Diketahui, terjadi pergolakan hebat di sana.Media mem-blow up pemilihan tersebut dengan pemberitaan negatif. Alhasil jumlah partisipasi pemilih rendah. Ketua Umum Perhimpunan Jurnalis Indonesia Imam Prihadiyoko menambahkan media haruslah memiliki keberpihakkan pada satu sisi.

”Sebuah netralitas tidak akan memberikan manfaat bagi siapapun. Media adalah milik masyarakat dan kepada masyarakatlah media bertanggung jawab. Jadi berpihaklah pada masyarakat,” ungkapnya. atep abdillah kurniawan/ CR-5

Sumber : seputar-indonesia.com

MENUJU JABAR 1 : Diserang Tiga Kubu, Aher Tidak Gentar

December 29, 2012 by  
Filed under Berita Jawa Barat, Jawa Barat Terkini

aher-deddy-2Pertemuan antara Gubernur Jabar Ahmad Heryawan dan para kuwu (kepala desa) di Kabupaten Cirebon juga dipersoalkan kubu Dede Yusuf, dan Irianto MS Syafiuddin (Yance).

Ahmad Heryawan atau bisa disapa Aher membantah pertemuan itu dianggap kampanye. Dia pun mempersilakan bila ada pihak yang ingin melaporkan dirinya ke Panwaslu. ”Itu kan merupakan bentuk saling mengawasi. Jadi silakan saja dan mari kita tunggu kinerja Panwaslu,” katanya di sela-sela peninjauan Jumat bersih di kawasan Gedung Pakuan, Jalan Otto Iskandar Dinata,Kota Bandung, kemarin.

Persoalan ini kali pertama muncul dari tim Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki (Paten). Pertemuan Ahmad Heryawan (Aher) dengan 320 kuwu di Kabupaten Cirebon pada acara Silaturahmi Kuwu se-Indonesia di Desa Semplo,Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon, Rabu (26/12) dinilai melanggar kesepakatan bersama tentang sosialisasi 47 hari sebelum masa kampanye.

Aher menegaskan pertemuannya dengan para kuwu bukan kampanye politik.”Saya selaku gubernur berada di Cirebon atas undangan Forum Komunikasi Kuwu Cirebon, bahkan tempatnya pun mereka yang sewa.Tidak ada ajakan agar mereka memilih saya. Juga tidak ada paparan visi-misi,” ujar Aher. Aher mengakui, posisinya sebagai gubernur sekaligus calon gubernur sulit dibedakan masyarakat umum.

Dicontohkan Aher,ketika dia sebagai kepala daerah menjelaskan program dan hasil-hasil pembangunan, kerap kali dipandang sebagai kampanye. ”Sama halnya ketika di Cirebon,pada saat menjelaskan program yang sudah, sedang, dan akan dilaksanakan, ada warga yang berteriak ‘lanjutkan’. Ada juga yang berteriak ‘50%’.Saya lalu bilang ‘70% dong’. Selentingan warga itu tidak bermakna apaapa,” papar Heryawan.Permasalahan ini pun memancing reaksi kubu calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub) lainnya.

Menurut Ketua Tim Pemenangan pasangan Dede Yusuf- Lex Laksamana, Didin Supriyadin, Aher melewati batas saat bertemu para kuwu. Menurut Didin, sebagai seorang gubernur, seharusnya Aher tidak memanfaatkan posisinya untuk mendukung kegiatan sosialisasinya sebagai calon gubernur. ”Kita hanya ingin berkomitmen, apa yang sudah disepakati bersama, kita jalankan bersama, kalau ini Aher sudah offside,”tutur Didin.

Kubu Yance mempersoalkan kabar yang menyebutkan Aher menyinggung soal target raihan 70% suara di hadapan para kuwu. Wakil Sekretaris DPD Partai Golkar Jabar Pulihono yang juga termasuk dalamTim Pemenangan Yance- Tatang Farhanul Hakim menilai tindakan itu tidak etis. Sekretaris Tim Pemenangan Paten Abdy Yuhana mendesak Panwaslu Jabar agar lebih jeli dengan modus kampanye terselubung dalam masa jeda 47 hari ini.

Salah Tulis Nomor

Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Bandung Barat (KBB) meminta maaf kepada pasangan calon nomor urut 5, Rieke Diah Pitaloka- Teten Masduki (Paten) terkait kesalahan pencantuman nomor urut calon gubernur wakil gubernur yang dilakukannya untuk kepentingan sosialisasi di media.Komisioner KPUD KBB sudah mendatangi PDIP Perjuangan (PDIP) yang merupakan parpol pengusung pasangan Paten,di kantor DPD PDI Perjuangan Jabar, Jalan Pelajar Pejuang,Kota Bandung. atep abdillah kurniawan/ agung bakti sarasa

Sumber : seputar-indonesia.com

MENUJU JABAR 1 : Pemilihan Gubernur Diprediksi Satu Putaran

December 28, 2012 by  
Filed under Berita Jawa Barat, Jawa Barat Terkini

Pilgub Jabar 2013Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat 2013 mendatang diprediksikan akan berlangsung satu putaran. Pasalnya tingkat elektabilitas tiga dari lima pasangan gubernur dan calon gubernur mencapai lebih dari 10 persen. Sementara swing voter atau yang belum menentukan pilihan mencapai 20,84 persen sehingga dengan perhitungan statistik akan ada yang lebih dari 30 persen.

Berdasarkan survei yang dilakukan Pusat Kajian dan Kepakaran Statistika (PK2S) Universitas Padjadjaran pasangan nomor urut tiga , Dede Yusuf . Effendi dan Lex Laksamana meraih 31,28 persen suara. Selanjutnya diikuti Ahmad Heryawan dan Deddy Mizwar 26,46 persen, Rieke Diah Pitaloka dan Teten Masduki 10,44 persen. Sementara Irianto M Syafiuddin dan Tatang Farhanul Hakim meraih 8,63 persen serta Dikdik Mulyana dan Cecep Nana S.Toyip meraih 1,15 persen

“Dengan ada swing voter, hasil akhir dari pilgub bisa berubah. Jadi belum bisa dipastikan nomer urut tiga ini yang utama. Kalau dilakukan dengan kampanye bagus, bisa berubah hasilnya,” kata Ketua PK2S Dr Toni Toharudin dalam jumpa pers “Survei Pilgub Jabar 2013″ di Kampus Unpad Jln. Dipati Ukur, Kota Bandung, Jumat (28/12/2012).

Dia juga memaparkan jika dilihat tingkat popularitas pasangan, Ahmad Heryawan- Deddy Mizwar meraih 42, 48 persen, sedangkan Dede Yusuf- Lex Laksamana meraih 27,91 persen tidak jauh berbeda dari Rieke Diah Pitaloka- Teten Masduki meraih 26,08 persen.

“Survei ini dilakukan secara proporsional dengan indikator sampling tidak hanya 26 kota/kabupaten di Jabar tapi juga pekerjaan responden. Diharapkan survei berikutnya bisa menjawab mendekati kebenaran. Survei sekarang ini dilakukan sebelum penentuan nomer urut pasangan tapi sudah ada deklarasi pasangan,” ka

MENUJU JABAR 1 : Kubu Paten Laporkan Aher

December 28, 2012 by  
Filed under Berita Jawa Barat, Jawa Barat Terkini

Foto : seputar-indonesia

Foto : seputar-indonesia

Pertarungan antara kubu pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat 2013-2018 makin memanas. Tim Pemenangan pasangan cagub-cawagub Rieke Diah Pitaloka- Teten Masduki (Paten) kemarin memprotes sikap calon gubernur incumbent Ahmad Heryawan, terkait pertemuan Heryawan dengan 320 kuwu atau kepala desa di Kabupaten Cirebon.

Heryawan datang pada acara Silaturahmi Kuwu se- Kabupaten Cirebon di Desa Semplo Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon pada Rabu (26/12). Mereka telah mengadukan Aher ke Pantia Pengawas Pemilu (Panwaslu) secara lisan.Rencananya Tim Paten melaporkan secara resmi pada Jumat (28/12). Tim Paten menilai,Ahmad Heryawan atau biasa disapa Aher diduga melanggar kesepakatan bersama soal soasialisasi para calon selama masa jeda47hari.

”Kami menyampaikan protes keras.Aher dengan sengaja melanggar tahapan pilgub karena telah mengundang orang, dalam hal ini para kuwu,dan mengajak untuk memilihnya pada Pilgub 2013 nanti,” ungkap juru bicara yang juga Sekretaris Tim Pemenangan Paten,Abdy Yuhana. Selain itu,lanjut dia,dugaan pelanggaran yang dilakukan Aher yakni menggunakan anggaran pemerintah untuk kepentingan politiknya.

Berdasarkan laporan tim pemenangan Paten, termasuk informasi dari media massa, pada acara itu Aher menyampaikan akan memberikan uang senilai Rp100 juta kepada setiap di desa. ”Pemberian uang itu jelas berbau kepentingan politik untuk pilgub,walaupun diklaim sebagai program Pemprov Jabar,”tutur Abdy.

Dia mengatakan sudah melaporkannya ke Panwaslu Jabar. Namun baru secara lisan. ”Tadi malam (Rabu 26/12) dan tadi pagi kami sudah laporkan secara lisan ke Panwaslu.Secara resmi,besok dengan laporan tertulis kami laporkan berikut alat bukti hukumnya ke Panwaslu,” papar Abdy.

Dia menuduh Aher telah melakukan ketiga unsur itu dalam acara pertemuan dengan para kuwu.”Dalam acara itu ada kata-kata, saya minta dukungan untuk memenangkan 70% di Kabupaten Cirebon. Lalu, lontaran kata-kata ‘saya maju untuk menang, itu sudah mengandung unsur visimisi. Ada lagi lontaran kata ‘Optimis rakyat memilih saya’, itu jelas ada unsur kampanye,” ujar Abdy.

Ketua Tim Pemenangan Aher-Deddy Mizwar, Imam Budi membantah tudingan tim pemenangan Paten yang menilai Aher melakukan dugaan curi start kampanye.Imam pun mempersilakan kubu Paten melapor ke Panwaslu. Imam menjelaskan, Aher datang menemui para kuwu di Cirebon dalam kapasitas gubernur.

Aher memenuhi undangan para kuwu, bukan mengundangnya.”Kami sudah paham apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam sosialisasi di masa jeda. Salah satunya dilarang mengundang massa dan itupun sudah disampaikan pada beliau (Aher). Saya tegaskan beliau statusnya diundang,bukan mengundang para kuwu,”ujar Imam.

Imam pun mengatakan Aher tidak pernah mengajak para kuwu untuk mendukungnya. Kalaupun muncul pernyataan adanya ajakan untuk mendukung Aher,Imam yakin ajakan tersebut muncul dari kuwu yang menilai Aher berhasil memimpin Jabar. ”Saya sangat yakin beliau paham aturan,setelah dikonfirmasi pun,beliau mengaku tidak pernah mengajak para kuwu untuk mendukungnya. Omongan itu,mungkin muncul spontan dari kuwu yang menilai kepemimpinan beliau bagus,” katanya.

Dia mengatakan, bentuk dukungan dari kuwu tersebut sama halnya dengan dukungan yang diterima Paten dari Masoem Grup. ”Saat Paten menerima dukungan dari Al Masoem kan Teten juga ikut hadir. Lalu apakah itu bisa diartikan Teten mengajak Al Masoem untuk mendukung,”ujar Imam dengan nada tanya. Ketika disinggung bantuan dana sebesar Rp100 juta bagi setiap kuwu, Imam membantah bantuan tersebut terkait pemilihan gubernur. atep abdillah kurniawan/ agung bakti sarasa

Kubu Paten Laporkan Aher

« Previous PageNext Page »