web analytics

Ratusan Anak di Kota Cimahi Telantar

1247-mencari-kebahagiaan-dengan-ngelemNasib 687 anak di Kota Cimahi memprihatinkan. Kehidupan mereka telantar. Faktor ekonomi menjadi salah satu pemicu munculnya persoalan ini. Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) Kota Cimahi mencatat jumlah itu mengalami peningkatan sebesar 4% dibandingkan dengan data tahun 2011, yakni mencapai 663 anak.

Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial dan Kesejahteraan Sosial Disnakertransos Kota Cimahi Agustus Fajar mengatakan, peningkatan angka tersebut dipengaruhi berbagai macam faktor mulai dari persoalan internal hingga eksternal. “Sesuai dengan data yang kami miliki peningkatan jumlah anak terlantar di Cimahi pada tahun lalu mencapai 24 jiwa atau sekitar 4% dari jumlah keseluruhan,” ujar Agus di ruang kerjanya, kemarin.

Dia menjelaskan, anak-anak terlantar ini merupakan anak yang terlantar secara sosial, terlantar secara ekonomi dan terlantar di bidang pendidikan. Mereka berusia antara 6 hingga 18 tahun. Kendati demikian, pihaknya tetap mengakomodasi dengan memanfaatkan rumah singgah yang dikelola Pemkot. “Hal ini diharapkan dapat menentukan nasib mereka ke depan. Sebab, anak-anak adalah harapan dan penerus perjuangan bangsa,” ungkapnya.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Cimahi Ike Hikmawati meminta, Pemkot Cimahi lebih serius dalam menangani persoalan sosial ini meski sudah menyediakan tempat penampungan, ataupun adanya pengakomodiran bagi mereka.

“Jika tidak diantisipasi, akan menjadi permasalahan baru yang akan terus mengalami peningkatan. Selain itu, keseriusan dalam penanganan mutlak ditingkatkan,” kata Ike. Ike mengatakan, anak-anak telantar itu bukan berarti hidup menjadi gelandangan di jalan, tetapi mengalami tumbuh kembang yang tidak sehat. dila nashear

Sumber : koran-sindo.com

Foto : bedanews.com

Tahun 2014, Bandung Bebas Anak Jalanan

Ilustrasi

Kementerian Sosial (Kemensos) melalui Program Kesejahteraan Sosial Anak (PKSA) menyalurkan bantuan tabungan kepada 2.000 anak jalanan di Kota Bandung. Setiap anak akan menerima Rp1,5 juta per tahun.

Bantuan yang diberikan bertahap ini untuk mewujudkan Bandung bebas anak jalanan pada 2014 mendatang. ”PKSA merupakan program prioritas nasional guna melindungi dan pelayanan bagi pemenuhan hak dasar anak,” kata Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri usai One Day One For Children di Gedung Sate,Jalan Diponegoro, Kota Bandung,kemarin.

Menurut dia,Kota Bandung harus menjadi contoh bagi kota/ kabupaten lain dalam penanganan anak jalanan.”Melalui PKSA ini setidaknya Desember ini sekitar 85% anak jalanan di Kota Bandung tidak ada yang turun ke jalan lagi,”ucapnya. Selain pemberian tabungan untuk anak jalanan,Kemensos akan membantu pembiayaan sebanyak 70 rumah singgah.

”Melalui program ini, secara terpadu Kemensos dan pemerintah daerah dapat memerhatikan kebutuhan dasar anak jalanan,”ujarnya. Kemensos akan terus memberdayakan keluarga dengan memberikan bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) dan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) bagi 500 kepala keluarga atau orang tua dari anak jalanan.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan, untuk mengurangi masalah kesejahteraan sosial dan perlindungan anak, Pemprov Jabar segera membangun 22.500 rumah tidak layak huni (rutilahu) yang akan dimulai tahun depan. ”Selama tiga tahun mendatang, sebanyak 7.500 unit rutilahu dengan total anggaran mencapai Rp77 miliar akan dilaksanakan, ”ujarnya. CR-2

sumber:seputar-indonesia.com