web analytics

71 Persen Penderita AIDS Akibat Seks Bebas

Foto:VIVAnews/ Muhamad Solihin

Perilaku seks bebas masih menghantui para generasi muda di tanah air. Hal tersebut ditegaskan oleh Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi yang prihatin dengan meningkatnya angka seks bebas penyebab penyakit HIV di tanah air.

“Indonesia negara di mana infeksi baru masih meningkat,” kata dia di Jakarta, Selasa 23 Oktober 2012.

Penularan AIDS tertinggi melalui seks bebas dengan angka 71 persen dari total orang hidup dengan AIDS (OHDA). Lalu  18,7 persen terkena dari jarum suntik narkoba, dan sisanya penularan ibu ke bayinya.

Selain seks bebas antara laki-laki dan perempuan, perilaku hubungan seksual sesama jenis juga sebagai pemicu awal menambahnya angka penderita AIDS. “Waria juga bisa menularkan kepada pasangannya,” ujarnya.

Hingga saat ini rehabilitiasi masih menjadi cara ampuh mengobati para penderita AIDS. Cara tersebut bisa mengurangi tekanan jiwa yang dialami penderita AIDS.

Libatkan tokoh agama

Pemerintah berencana meningkatkan anggaran sosialisasi pencegahan HIV/AIDS. Salah satu programnya, pemerintah akan menggandeng tokoh agama untuk memberi pendidikan seks bagi masyarakat. “Aggaran tahun depan Rp50-60 miliar,” katanya.

Sosialisasi ini nantinya akan dibuat lebih fleksibel. “Soalnya pendidikan seks ini kan sensitif. Mungkin nanti kami akan ganti judulnya menjadi pendidikan keterampilan hidup, yang akan mensosialisasikan bagaimana laki-laki dan perempuan berdampingan tanpa saling menggunakan birahi,” ujarnya.

Sementara itu Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan bahwa pihaknya akan membantu dan bekerjasama dengan Kementrian Kesehatan dalam membina para generasi muda. Bantuan Kementerian Agama nantinya berupa sosialisasi oleh para tokoh agama.

“Nanti para tokoh agama akan mengajak umatnya untuk menghindari perilaku berisiko tinggi seperti seks bebas atau hetero seksual,” kata Nasaruddin.

Program kerja yang ditempuh para tokoh agama diakui Nasaruddin dengan mengimbau masyarakat untuk menghilangkan persepsi buruk pada penderita HIV/AIDS. (umi)

Sumber:viva.co.id