Nusa Kambangan Jadi Wisata Bahari

June 14, 2013 by  
Filed under Jawa Barat Terkini, Pariwisata

pantai-di-nusa-kambanganPulau Nusa Kambangan yang dikenal sebagai pulau penjara para penjahat kelas kakap akan digarap menjadi obyek wisata. Bulan Agustus 2013, Kementerian Kelautan dan Perikanan menggelar Festival dan Pekan Investasi Pulau Nusa Kambangan dan Segara Anakan untuk menarik investor.

Direktur Jenderal Kelautan, Pesisir, dan Pulau-pulau Kecil Kementerian Kelautan dan Perikanan Sudirman Saad mengemukakan itu di sela-sela Temu Bisnis dan Investasi Pulau-pulau Kecil, di Jakarta, Kamis (13/6/2013). Kementerian Kelautan dan Perikanan menyiapkan anggaran sebesar Rp 1 miliar untuk penyelenggaraan Festival dan Pekan Investasi Pulau Nusa Kambangan dan Segara Anakan di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Pulau Nusa Kambangan sebagai salah satu pulau kecil terluar dikenal angker sebagai pulau penjara, tetapi sesungguhnya memiliki potensi wisata alam. Pulau dengan luas sekitar 11.000 hektar itu memiliki vegetasi hutan hujan tropis dengan keanekaragaman hayati tinggi. Pulau itu berdekatan dengan Segara Anakan yang diklaim memiliki vegetasi hutan bakau terbesar di Jawa.

”Festival Nusa Kambangan diharapkan mendorong pulau kecil terluar ini berkembang dan memberi manfaat bagi masyarakat. Pengelolaan kawasan akan memberi kepastian untuk investasi,” kata Sudirman.

Ia menambahkan, pihaknya akan membahas pengaturan zonasi tata ruang dan pengembangan wisata Nusa Kambangan dengan melibatkan instansi terkait, pemerintah daerah, serta Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

Pulau Nusa Kambangan akan dibatasi pada wisata minat khusus, seperti berburu dan ekowisata yang tidak mengganggu daya dukung dan peruntukan wilayah. Adapun pengembangan hotel dan resor akan dihindari.

Kepala Dinas Kelautan, Perikanan, dan Pengelola Sumber Daya Kawasan Segara Anakan, Moch Harnanto mengemukakan, pengembangan Nusa Kambangan dan Segara Anakan dapat menjadi pendorong bagi pertumbuhan ekonomi wilayah. (LKT)

sumber:kompas.com

Konferensi Internasional Islam Hasilkan Rekomendasi Jakarta

April 24, 2013 by  
Filed under Berita Nasional, Jawa Barat Terkini

rekomendasi_jakartaKonferensi Internasional tentang Islam, Peradaban, dan Perdamaian yang berlangsung di Jakarta, 23-24 April 2013, menghasilkan kesepakatan yang disebut dengan “Rekomendasi Jakarta”. Terdapat sembilan butir rekomendasi yang dibacakan Tuty Alawiyah (Rektor Universitas Islam As Syafiiyah) saat penutupan konferensi yang dipusatkan di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (24/4/13) petang.

Menteri Agama Suryadharma Ali menutup resmi acara itu, dihadiri antara lain oleh Sekretaris Jenderal Kemenag Bahrul Hayat, mantan Menteri Wakaf dan Urusan Islam Kerajaan Jordania Abdul Salam Al Abbadi, dan sekitar 500 peserta dari belasan negara.

“Konferensi ini diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia bekerja sama dengan Steering Committee yang terdiri dari Kementerian Wakaf, Urusan Islam, dan Tempat-tempat Suci, lima universitas negeri, dan Bank-bank Islam Kerajaan Jordania, serta Duta Besar Indonesia untuk Jordania,” ujar Tuty Alawiyah.

Sembilan butir rekomendasi yang disepakati pada konferensi meliputi mengajak dunia Islam untuk terus meningkatkan pemahaman tentang Islam sebagai “rahmatan lil alamin” melalui pendidikan, dakwah, pelatihan, buku-buku, publikasi, dan media.

Kemudian, mengajak dunia Islam untuk terus-menerus membangun dialog antara berbagai madzhab pemikiran dalam Islam, agama, budaya, dan peradaban yang sejalan dengan sunnah Nabi Muhammad SAW seperti yang diperintahkan oleh Allah SWT: “Katakanlah wahai Ahli Kitab marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang sama yang tiada perselisihan antara kami dan kamu … “(QS. 3:64).

Ketiga, mendorong semua organisasi Islam untuk memanfaatkan sumber daya mereka dan pengaruhnya untuk menyebarluaskan perdamaian yang dibangun di atas dasar keadilan, pemahaman, dan harmoni, serta mendukung resolusi damai.

Keempat, menarik semua bangsa untuk menghargai dan menghormati agama dan keyakinan, sesuai pesan Tuhan dan Para Rasul, dan menjamin kebebasan yang bertanggung jawab mengenai hal-hal yang bisa berdampak negatif dan tidak diinginkan pada masyarakat.
Kelima, mengundang dunia Islam untuk memanfaatkan media modern dan komunikasi teknologi agar pengajaran Islam lebih menarik dan menyebarkan pesan keadilan, perdamaian, cinta, dan harmoni.

Keenam, menarik semua bangsa untuk memanfaatkan dan berbagi sumber daya yang tersedia dan semua cara yang mungkin untuk memperkuat peran pendidikan dalam memberdayakan masyarakat dan kualitas generasi muda.

Ketujuh, mendorong dunia Islam untuk memperkuat kerja sama antar pemerintah, lembaga, komunitas, dan masyarakat untuk memaksimalkan infrastruktur ekonomi Islam seperti wakaf, zakat, sedekah, serta perbankan dan bisnis syariah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan umat.

Kedelapan, mendorong dunia Islam untuk mendirikan lembaga Zakat dan Takaful berskala dunia yang akan digunakan untuk pembangunan berkelanjutan di seluruh dunia Muslim.
Dan, kesembilan, mengajak dan mendorong dunia Islam untuk mengadopsi berbagai rekomendasi konferensi dan mencari cara yang tepat untuk merealisasikannya.

“Para peserta konferensi merekomendasikan agar konferensi ini diadakan setiap dua tahun sekali, baik di Jordania atau Indonesia,” katanya.

Sementara itu, pada pidato penutupan konferensi, Menteri Agama Suryadharma Ali menuturkan, menyambut gembira dan mendukung rekomendasi yang dihasilkan.

“Saya berharap, bahwa seluruh rekomendasi tersebut dapat terus digelorakan dan disuarakan ke seluruh penjuru dunia secara konsisten,” katanya.

sumber: pikiran-rakyat.com

Longsor di Curugsawer-Subang, Satu Tewas 4 Luka Berat

December 7, 2012 by  
Filed under Berita Daerah, Jawa Barat Terkini

Foto : tribunnews.com

Longsor terjadi di Objek Wisata Capolaga Panaruban Desa Cicadas Kecamatan Sagalaherang, Subang. Menurut Dede Sudrajat (45 tahun) salah seorang karyawan setempat sekaligus saksi menyebutkan bahwa peristiwa terjadi pada Rabu (6/12) sekitar pukul 20.00di lokasi Curugsawer. Demikian berita yang diterima Tribun dari rilis Humas Pemkab Subang, Kamis (6/12)

Pada kejadian tersebut 2 buah warung dan 1 buah mushola tertimbun longsoran tanah serta 4 orang korban luka berat dan 8 luka ringan disusul. Korban luka merupakan warga yang tengah melakukan evakuasi di lokasi akibat longsor susulan. Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Umum Ciereng.

Untuk memastikan tidak terjadi lagi longsor susulan upaya evakuasi ditunda hingga pagi hari. Kemudian dilanjutkan dan berhasil menemukan korban meninggal dunia bernama Eman Sulaeman (32 tahun). Korban ditemukan oleh tim Tagana bersama warga pada Kamis (6/12) sekira pukul 09.00 dalam keadaan meninggal.

Jenazah disemayamkan di rumah duka selanjutnya disalatkan dan dimakamkan di pemakaman umum Panaruban Desa Cicadas Kec. Sagalaherang.

Eman merupakan karyawan Capolaga Adventure Camp warga RT. 22/05 Panaruban Desa Cicadas Kecamatan Sagalaherang. Almarhum meninggalkan satu orang istri Nunung Nurmalasari (28) dan satu anak, Sandi Saepudin (7), murid kelas 1 SDN Sangkuriang Desa Panaruban.

Hingga siang tadi lokasi longsor telah dipasang garis polisi guna penyelidikan. Petugas bersama aparat melakukan peninjauan ke lokasi.

Perlu Penataan Aliran Air

Menurut Kepala Seksi (Kasie) Sumber Daya Geologi dan Air Tanah Dinas Pertambangan dan Energi Kab. Subang, Setiawan yang datang ke lokasi mengatakan berdasarkan identifikasi awal, penyebab longsor ialah dari kumpulan air hujan yang terkumpul mengalir melalui parit kecil, tetapi air yang megalir terhenti di satu tempat dan masuk melalui rekahan-rekahan tanah lempung ditambah posisi tebing yang cukup terjal.

“(Dari identifikasi awal longsor) pertama litologi tanahnya lempung kemudian adanya akumulasi air air dari hujan yang mengalir melalui parit tetapi di parit tersebut ada semacam celah-celah masuk ke dalam tanah mengkumulasi di tempat tersebut ditambah tebing yang cukup terjal,” jelas Setiawan.

Setiawan menyarankan supaya di sekitar atas lokasi longsor sebaikny supaya dikelola dengan membuat sengkedan sehingga air bisa mengalir dengan baik dan tidak menyerap masuk ke dalam rekahan tanah.

“Bila ditata lahannya yang terjal dibuat sengkedan kemudian di atasnya dibuat saluran air atau diplester sehingga air mengalir dengan lancar,” pungkasnya. (*)

Sumber : tribunnews.com