web analytics

Pencarian Korban Longsor Cisolok Sukabumi, Dihentikan

December 14, 2012 by  
Filed under Berita Daerah, Jawa Barat Terkini

longsorTim search and rescue (SAR) gabungan TNI, Polri, dan Basarnas memutuskan menghentikan proses pencarian dua penambang emas yang hilang tertimbun longsor di Gunung Buleud, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi.

Pada hari keempat pascabencana yang menjadi hari terakhir pencarian,tim SAR memfokuskan penyisiran di puncak Gunung Buleud dan aliran Sungai Cipanengah hingga perbatasan Sungai Cibareno,Banten, menggunakan speedboat. Seperti hari sebelumnya, pencarian selalu diwarnai hujan deras. Selain mengancam keselamatan para tim SAR dan relawan, upaya ini juga cukup menguras tenaga karena setiap personel harus berjibaku dengan lumpur dan rembesan air hujan yang menggenangi areal perbukitan.

Bahkan, satu dari dua anjing pelacak terpaksa digendong karena kelelahan . Hingga pukul 16.00 WIB, kemarin, dua korban hilang yakni Dana, 28; dan Opik, 34, dari Desa Cikadu,Kecamatan Cibeber,Kabupaten Rangkasbitung, Banten, tidak kunjung ditemukan. Ketua Forum Komunikasi SAR Daerah (FKSD) Sukabumi Okih Fajrie mengatakan, tim SAR memutuskan menghentikan proses pencarian. Berdasarkan prosedur tetap (protap), pencarian seharusnya selama satu pekan sejak peristiwa pada Senin (10/12).

Namun, karena sejumlah pertimbangan, maka tim SAR terpaksa menghentikannya. ”Selama tiga hari terakhir ini pencarian terkendala hujan deras. Belum lagi lokasi kejadian memiliki medan cukup sulit,” ujarnya. Komandan Kodim 0607 Sukabumi Letkol (Inf) Fifin Firmansyah menambahkan penghentian proses pencarian telah dikoordinasikan dengan keluarga korban.

”Pihak keluarga telah mengikhlaskannya dan menerima musibah itu,” ucapnya. Diketahui, bencana longsor yang menerjang kawasan tambang emas ilegal di Gunung Buleud telah menimbun 12 penambang. Dari hasil pencarian tim SAR, ditemukan dua korban tewas yakni Aep dan Yanto.

Tujuh Lokasi Tambang Emas Ilegal

Pemkab Sukabumi menemukan tujuh titik yang menjadi lokasi tambang emas ilegal. Seluruh kawasan tambang tersebut tersebar di bagian selatan Kabupaten Sukabumi. Berdasarkan data Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kabupaten Sukabumi, tujuh lokasi itu terdapat di Gunung Buleud,Gunung Peti, dan Gunung Engang di Kecamatan Cisolok. Selain itu, tambang emas Cibuluh di Kecamatan Ciemas; Puncak Mataram, Kecamatan Jampang Kulon; tambang emas Pasir Piring; serta Cigaru di Kecamatan Simpenan.

Kepala Distamben Kabupaten Sukabumi Adi Purnomo menjelaskan,tujuh lokasi tambang liar itu sudah dilaporkan ke kepolisian untuk ditindaklanjuti secara hukum berupa penutupan. Beberapa lokasi tambang disebut ilegal karena aktivitas penambangan yang umumnya dilakukan warga sekitar tidak disertai dokumen perizinan berupa izin pertambangan rakyat (IPR). toni kamajaya

Sumber : seputar-indonesia.com

Banyak Penambang Masih Tertimbun-Korban Tewas Longsor Sukabumi Bertambah

December 12, 2012 by  
Filed under Berita Daerah, Jawa Barat Terkini, Sukabumi

Foto:seputar-indonesia.com

Lokasi tambang emas Gunung Buleudi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, yang longsor pada Senin (10/12) lalu. Peristiwa itu telah menewaskan dua penambang. Diduga masih banyak penambang lainya yang masih tertimbun longsor. Hingga kemarin tim gabungan masih terus berupaya melakukan evakuasi korban.

SUKABUMI–Tim Search and Rescue (SAR) kembali menemukan jenazah penambang emas di tebing Gunung Buleud, Kampung Talaga, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi yang longsor pada Senin (10/12) lalu. Dengan begitu, hingga kemarin tercatat sudah dua orang korban tewas dalam bencana itu. Korban yang pertama kali ditemukan tewas adalah Aep asal Kampung Cireksa RT03/02 Desa Cibenda, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi pada Senin malam.

Sementara korban kedua yang ditemukan kemarin siang, bernama Yanto asal Kampung Pasir Ceuri, Desa Benda,Kecamatan Ciemas.Jasad korban ditemukan personil Tim SAR di antara timbunan tanah di lokasi lubang penggalian tambang. Tubuh keduanya penuh luka. Diduga akibat gerusan tanah bercampur material batu. Tim SAR juga menemukan delapan korban selamat. Sejauh ini belum ada kejelasan mengenai jumlah keseluruhan penambang emas yang tertimbun longsor.

Laporan yang diterima Tim SAR gabungan dari TNI, Polri dan Badan Search and Rescue Nasional (Basarnas) masih simpang siur. Sebagian warga penambang melaporkan, korban tertimbun mencapai 12 orang dan laporan lainnya menyebutkan jumlah korban diperkirakan hingga 15 orang. Badan Search and Rescue Daerah (Basarda) Kabupaten Sukabumi, Okih Fajri belum dapat memastikan jumlah korban. “Jika jumlahnya 12 orang, maka korban yang tersisa yang belum ditemukan sebanyak dua orang.

Namun itu belum jelas, sebab ada laporan lain yang menyebutkan jumlah korban mencapai 15 orang. Meski demikian kami akan tetap melakukan pencarian sambil dilakukan pendataan,”kata Okih. Sementara itu Komandan Kodim 0607 Sukabumi Letkol (Inf) Pipin Firmansyah yang turut terlibat dalam proses pencarian memastikan jumlah penambang emas yang tertimbun mencapai 12 orang. Dengan demikian, proses pencarian akan difokuskan padaduakorbanyangmasihbelum diketahui keberadaannya.

“Masih ada dua korban lagi yang belum ditemukan,”tegasnya. Pada hari kedua pascabencana longsor,Tim SAR terpaksa menghentikan proses pencarian hingga pukul 16.00 WIB karena terhambat kondisi cuaca, dan peralatan yang minim. Proses pencarian para korban longsor ini melibatkan lebih dari200orang,termasukratusan relawan. Selain di tambang emas,pencarian juga ditujukan pada aliran Sungai Cipanengah yang berada tidak jauh dari lokasi longsor.

Hal ini dilakukan karena adanya informasi yang menyebutkan terdapat satu orang penambang yang terbawa arussungaisaatbencanaterjadi. Sementara itu, Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat (Jabar) menyiagakan tim evakuasi untuk mencari seluruh korban longsor Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi.

Kepala BPBD Provinsi Jabar, Udjwalaprana Sigit mengatakan, pihaknya menyiagakan tim evakuasi untuk mencari seluruh korban. Sigit pun mengaku sudah berkoordinasi dengan Basarnas dan pemerintah setempat untuk menetapkan status tanggap darurat bencana di lokasi tersebut. Dia menyebutkan, hingga kemarin siang, tim evakuasi sudah menemukan seorang korban tewas dan seorang korban luka akibat kejadian tersebut.

Dia mengatakan,korban tewas akibat terseret derasnya air sungai saat kejadian.“Korban tewas yang sudah ditemukan baru satu orang, kondisinya meninggal dunia. Satu orang lagi luka-luka sementara korban lainnya masih dalam pencarian,” ungkap Sigit kepada SINDO,kemarin. Pihaknya mengaku sudah menempatkan tim evakuasi sebanyak 15 orang yang dibantu Tim SAR,TNI, dan aparat kepolisian. Mereka bertugas mencari seluruh korban yang diduga masih tertimpa longsoran tanah.

“Berdasarkan laporan masyarakat, masih ada sejumlah korban yang terkubur tanah.Namun, terkait jumlahnya, saya tegaskan belum bisa dipastikan. Secepatnya akan kita rilis jumlah korban sebenarnya, kami masih mengumpulkan keterangan dari masyarakat,” tegas Sigit. Sigit yang mengaku sempat meninjau lokasi kejadian mengatakan, korban diduga terkubur bongkahan tanah dari lorong tambang emas milik masyarakat setempat.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, sejumlah korban sempat berteduh tepat di bawah lorong tambang saat hujan deras itu terjadi. “Tambang itu tak jauh dari bibir sungai, hujan deras membuat sungai meluap dan menggerus tanah di sekitarnya. Lonsor di lorong tambang itupun akhirnya tak bisa dihindari dan mengubur mereka yang tengah berteduh di bawahnya,” kata Sigit seraya menyebutkan, lorong tambang emas itu tak berizin.

Sementara itu,Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan menjamin seluruh bantuan yang diperlukan korban.“Semua kebutuhan, apapun yang diperlukan akan kita kirim,”ujar Heryawan di Kota Bandung,kemarin. Dia mengaku sudah menginstruksikan pihak BPBD untuk melakukan mitigasi bencana dan bekerja efektif dengan mengutamakan penyelamatan dan penanggulangan akibat bencana tersebut.“BPBD kita cukup gesit,langkahpenyelesaianakan dikoordinasikan dengan pemerintah kabupaten setempat,” ucapnya seraya meminta masyarakat Jabar selalu mewaspadai ancaman bencana alam.

Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Cisolok tidak hanya menimbun para penambang emas saja, tetapi longsor juga telah merusak 14 rumah warga yang tersebar di empat desa dan memutuskan dua buah jembatan penghubung Jabar-Banten.Belasan rumah terkena longsor itu berada di Desa Cicadas,Sirnaresmi,Cikahuripan dan Desa Sukarame.

Sedangkan dua jembatan penghubung antar provinsi yang terputus akibat longsoran tanah itu berada di bentangan Sungai Cikahuripan yang menghubungkan lintasan Sukabumi- Pandegelang, Banten dan jembatan di Sungai Cipanengah yang menjadi akses Sukabumi- Lebak,Banten. Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Kabupaten Sukabum Usman Susilo mengaku belum diketahui tingkat kerusaklan belasan rumah yang dilaporkan terkena longsor. “Laporannya seluruh rumah itu tertimbun longsoran tanah,namun kami masih melakukan pendataan untuk mengetahui tingkat kerusakannya,” tutur Usman. toni kamajaya/ agung bakti sarasa

Sumber:seputar-indonesia.com

Belasan Penambang Emas Tertimbun Longsor, di Cisolok Sukabumi

December 11, 2012 by  
Filed under Berita Daerah, Jawa Barat Terkini

Sejumlah penambang emas di Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, tertimbun longsor ketika mencari emas di lokasi tambang di Kampung Talaga, Desa Cicadas, kemarin.

“Sampai saat ini baru satu orang yang dinyatakan tewas atas nama Aep, warga Kecamatan Ciemas, sementara empat lagi selamat, tiga orang dirawat di Puskesmas Cicadas dan satu lagi terpaksa dilarikan ke RSUD Palabuhanratu, karena mengalami luka yang cukup parah,” ujar Ketua Badan Search and Rescue Daerah (Basarda) Kabupaten Sukabumi, Okih Fajri Assidiqie,kemarin.

Menurut Okih, data yang diterima oleh pihaknya masih simpang siur.Ada yang menyebutkan 13 orang penambang yang tertimbun reruntuhan longsoran tebing setinggi 400 meter yang merupakan areal tambang emas. Sampai kemarin malam, pihaknya masih mendata dan pencarian korban.

Selain yang tertimbun longsor ada penambang yang terbawa arus Sungai Cipanengah,tetapi karena kondisi medan yang cukup berat ditambah masih berpotensi longsor dan arus sungai yang cukup besar sehingga menyulitkan tim SAR gabungan untuk melakukan pencarian. toni kamajaya/ant

Sumber : seputar-indonesia.com