Pendaftaran Mudik Gratis Pesepeda Motor Dibuka

motor mudikDirektorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan membuka pendaftaran mudik gratis bagi pengendara sepeda motor mulai hari ini hingga 30 Juli mendatang. “Setiap hari Senin-Jumat, pukul 08.00-15.00,” kata Kepala Subbagian Humas Sekretariat Jenderal Perhubungan Darat, Zainal Arifin, saat ditemui Tempo di meja pendaftaran mudik gratis, Selasa, 15 Juli 2013.

Ada 12 kota tujuan mudik gratis itu, yaitu Lampung, Yogyakarta, Kebumen, Wonosobo, Solo, Purwokerto, Cirebon, Magelang, Tegal, Tasikmalaya, dan Cilacap. Ada 35 truk dan 70 bus yang dioperasikan untuk mudik gratis tersebut. Kementerian Perhubungan memperkirakan seluruh truk dapat mengangkut 1.800 sepeda motor.

Sementara itu, kata Zainal, sebanyak 70 bus itu rencananya mengangkut 3.600 penumpang. Zainal menjelaskan, sepeda motor yang diangkut tidak boleh dimodifikasi atau diberi aksesori tambaha. Kaca spion wajib dilepas atau dibawa oleh pemilik. Helm juga wajib dibawa sendiri oleh pemiliknya. Selain itu, sepeda motor harus dilengkapi penyangga atau standar tengah dan pegangan belakang. Roda sepeda motor harus sesuai spesifikasi pabrik dengan ukuran standar. Pemilik sepeda motor juga harus memastikan bahwa sepeda motornya tidak memiliki boks samping maupun belakang.

Salah satu hal yang penting, tangki bensin sepeda motor sewaktu diangkut harus dalam keadaan kosong atau kering. Di tempat tujuan, pemilik akan mendapat jatah bensin 1 liter per sepeda motor. Selanjutnya, kunci sepeda motor diserahkan kepada petugas ekspedisi.

“Motor juga harus memiliki surat tanda nomor kendaraan (STNK) dan pemiliknya mempunyai surat izin mengemudi (SIM) yang sah. Nama pemilik STNK maupun SIM harus sama,” kata Zainal.

Penyerahan sepeda motor, pemberangkatan sepeda motor, serta pemberangkatan penumpang dengan bus dilakukan di Depo E Klender PPD, Jalan Raya Bekasi Timur KM 17, Klender, Jakarta Timur. Untuk kota tujuan Lampung, Yogyakarta, Kebumen, Wonosobo, Wonogiri, Solo, dan Purwokerto, penyerahan sepeda motor dilakukan pada 1 Agustus mendatang. Pemberangkatan truk dan bus masing-masing dilaksanakan pada 2 Agustus dan 3 Agustus 2013. Sementara itu, serah-terima sepeda motor dilakukan pada 4 Agustus 2013 di dinas perhubungan setiap kota.

Untuk kota tujuan Cirebon, Magelang, Tegal, Tasikmalaya, dan Cilacap, penyerahan sepeda motor dilakukan pada 3 Agustus, sementara truk diberangkatkan pada 4 Agustus 2013. Sedangkan bus diberangkatkan pada 5 Agustus 2013. Serah-terima sepeda motor dilakukan pada 6 Agustus 2013 di dinas perhubungan setempat. Hingga saat ini, ada 12 pemilik sepeda motor yang mendaftar program mudik gratis tersebut.

Sumber: tempo.com

Jalur Pantura Belum Siap untuk Arus Mudik

20130717jtg2Jalur Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah dan Jawa Barat belum siap melayani arus mudik Lebaran 2013. Beberapa ruas jalan masih bergelombang dan terdapat lubang, sehingga kurang aman dilalui pemudik.

Kondisi tersebut terdapat di jalur utama mudik di pantura Brebes hingga Tegal, yang masih berlubang. Jalan rusak ini terlihat dari ruas Losari hingga Tanjung, Brebes. Lubang jalan ini hampir tersebar merata terutama di jalur utara arah Semarang. Selain berlubang, di ruas ini kondisi aspalnya banyak yang bergelombang dan melipat sehingga membahayakan pengguna jalan terutama pengendara sepeda motor.

Hingga kemarin, perbaikan jalan berlubang belum sepenuhnya selesai. Tak hanya jalan berlubang dan bergelombang, para pemudik juga bakal dihadapkan kemacetan akibat adanya perbaikan berupa pembentonan jalan di ruas Pejagan, Tanjung atau sekitar 100 meter dari pintu keluar tol Pejagan. Pembetonan jalan sepanjang 380 meter yang sudah berlangsung hampir dua bulan itu hingga kini belum selesai. Selama perbaikan jalan di Pejagan, kemacetan panjang tak teralakkan terutama di jalur Brebes arah Cirebon, Jawa Barat. Beberapa pekan terakhir, kemacetan mengular hingga mencapai 8 km dari Pejagan sampai Desa Pakijangan, Kecamatan Bulakamba.

”Saya terjebak macet di ruas Pakijangan-Pejagan sampai lebih dari 4,5 jam,” kata Yohannes, 28, warga Tegal yang melintasi Brebes. Kerusakan jalan pantura juga tampak di ruas Cimohong Kecamatan Bulakamba, Brebes. Di Jembatan Pemali sisi utara juga ditemukan aktivitas perbaikan. Perbaikan jalan di pantura yang tak kunjung selesai disindir KapolresBrebesAKBPFerdySambo.

”Perbaikannya dua hari, kerusakannya delapan hari,” kata Ferdy ditemui usai rapat koordinasipersiapanterpaduLebarandi Gedung Korpri Brebes, kemarin. Ferdy mengaku sudah mengantongi beberapa catatan yang harus diwaspadai pemudik saat melalui jalur pantura Brebes. Beberapa catatannya itu antara lain jalur rawan macet akibat peningkatan struktur jalan di pantura, seperti di ruas Pejagan dan perbaikan Jalan Bangsri. Selain itu, rawan macet di jalur tengah akibat peningkatan struktur jalan di ruas Ketanggungan- Songgom, dan peningkatan struktur jalan di ruas Slatri-Larangan, Brebes. ”Harapannya tidak hanya janji H-10 selesai perbaikan. Tapi harus direalisasikan,” kata Ferdy.

Kerusakan serupa juga terdapat di sepanjang 46 kilometer di Kabupaten Subang, Jawa Barat, mulai dari Gamon (perbatasan Karawang) hingga Jembatan Sewo (perbatasan Indramayu), di sejumlah ruas masih bopeng dan bergelombang. Kondisi terparah terdapat di kawasan Sukasari- Pamanukan dan ruas Pusaka Jaya-Pusakanagara. Kondisi serupa terlihat di Comal Pemalang, ada pengecoran beton sepanjang 500 meter. Betonisasi tersebut diharapkan bisa rampung seluruhnya.

Jika tidak selesai dan beton tidak sesuai dengan umurnya, sudah diinstruksikan kepada satuan kerja agar diuruk dengan agregat dan aspal. Sama halnya dengan jalur pantura bagian barat, di bagian timur, kondisinya juga masih belum maksimal. Saat ini masih dilakukan perbaikan dengan model betonisasi di kawasan Batangan Pati- Kaliori (Rembang) sepanjang 5 km. Akibat perbaikan jalan sering menimbulkankemacetandijalur tersebut, apalagi perbaikan baru selesai sekitar 1 km.

Sementara, sisa jalan yang belum dibeton sebagian besar sudah rusak berlubang dan bergelombang. Pada saat tidak hujan, debu jalan menutup jalan sehingga membahayakan bagi pengendara. Selain di Kaliori Rembang, saat ini juga dilakukan perbaikan di Jembatan Babadan (Lasem) serta Jembatan Karanggeneng (kota Rembang). ”Akibatnya macet luar biasa. Hampir 4 jam perjalanan dengan mobil dari Rembang hingga Pati,” ujar Anjar warga Jepara, kemarin. Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Jateng Bambang Nugroho Kristiaji menargetkan pekerjaan bisa selesai pada H- 10 Lebaran.

Seluruh pekerjaan, pada akhir Juli nanti diharapkan hasilnya sudah optimal. Namun, dia memperkirakan tidak bisa selesai seluruhnya. ”Pengertian 100 % selesai bukan berarti posisi kontrak selesai, hanya Lebaran saja. Di pantura, tidak sampai dibeton, ada yang diuruk, seperti di daerah Comal Pemalang, kemungkinan masih ada kekurangan 50 meter, ” ujarnya. Menurut Bambang, sisi kanan beton di Kaliori Rembang sebenarnya belum mencapai umur yang diharapkan secara teori. Paling tidak yang lewat bisa diseleksiolehpolressetempat.

” Palingtidak, nanti kesepakatannya 18- 20 Juli mau dibuka semua yang Pati. Sehingga beton sudah 7,5 meter plus 7 meter untuk detornya,” katanya. Di sisi lain, Pemprov Jateng akan mengupayakan jalur alternatif diperkuat betonisasi yakni pelebaran setengah meter di kanan dan kiri jalan diantaranta di Sukorejo Kendal dan wilayah Pemalang dan Kebumen.

H-15 Lebaran Fungsional

Menteri Pekerjaan Umum (PU), Djoko Kirmanto, mengakui, hingga kini pantura belum sepenuhnya mulus. Setidaknya dari hasil pemantauan yang dilakukannya, di kawasan Ciasem, Subang, dan Eretan, Indramayu, masih terdapat jalanan berlubang. Selain di kedua kawasan tersebut, kawasan lain yang diketahui masih melakukan pekerjaan yakni di Pejagan hingga Pati dan Rembang.

Kendati demikian, dia memastikan, pada H-15 Lebaran 2013, jalur pantura maupun selatan fungsional bagi para pemudik. Dia juga meminta kontraktor mempercepat pekerjaan jalur tol Cikopo-Palimanan. Usai pantauan bersama jajarannya di jalur tol Cikopo-Palimanandanpanturamelaluihelikopterkemarin, Djokomenyebut setidaknya pada tanggal 23-25 Juli, pekerjaan di jalur pantura tidak boleh mengganggu perjalanan arus mudik Lebaran 2013.

”Jelang lebaran, pekerjaan kami hentikan sementara. Tidak boleh ada kegiatan apapun, baik rekonstruksi, pemeliharaan rutin, maupun pemeliharaan berkala, agar tidak mengganggu pemudik. Pantura maupun jalur selatan diprioritaskan H-15 selesai semua pekerjaan,” tuturnya saat menggelarjumpapersdiBandaraPenggung, Kota Cirebon, kemarin. Dia menuturkan, pantura sejauh ini siap digunakan untuk arus Lebaran. Kementerian PU puntelahmenganggarkanRp1,2 triliun untuk penanganan jalur pantura sepanjang 1.300 kilometer.

”Baik jalur utama dan alternatif kita perbaiki. Untuk alternatif kita berkoordinasi dengan pemda masing-masing, kami bantu juga alat-alatnya,” ujarnya. Kementerian Perhubungan memperkirakan puncak arus mudikLebaran2013terjadipada H-4 dan H-5. Pemudik diimbau berhati-hati, terutama di beberapa ruas jalur Pantura yang diperkirakan menjadi titik kerawanan, terutama akibat menumpuknya volume kendaraan di jalur tersebut.

”Di Pantura keluar Cikampek itu ada Simpang Jomin, terus dari CiasemkeluarTolPejaganitu salah satu yang menjadi titik kerawanan mudik tahun ini,” kata Kepala Pusat Komunikasi Publik, Bambang S Ervan. Pengamat Transportasi Universitas Indonesia (UI), Alvinsyah mengungkapkan, selama ini kecelakaan lalu lintas selama arus mudik banyak dialami oleh pengendara sepeda motor dan bus AKAP. Hal itu disebabkan muatan beban kendaraan roda dua melebihi kapasitas. akrom hazami/ arif purniawan/ heru muthahari/ muh slamet/erika lia (koran-sindo.com)