Akhir Pekan di Wisata Kampoeng Cinangneng

kampung cinangneng2Kesibukan dan kebisingan di kota-kota besar membuat masyarakat kota mencari tempat yang “lain” untuk sekedar refreshing, maka tidak sedikit masyarakat urban yang mencari tempat wisata dengan konsep kembali ke kampung. Di Bogor wisata seperti ini bisa ditemui di beberapa tempat, salah satunya di Cinangneng kabupaten Bogor.

Wisata yang bernama Kampoeng Wisata Cinangneng ini menawarkan wisata kembali ke desa dengan aktivitas berupa tour kampung dengan melintasi perkebunan dan mengunjungi home industry. Kalau ingin paket yang lengkap, dengan merogoh kantong lagi tentunya, wisatawan bisa mencoba paket Program Poelang Kampung.

Di program ini kita bisa belajar main angklung, belajar tari Sunda, belajar menanam padi, menyebrang kali, memandikan kerbau dll. Kalau mau menginap di sana juga ada penginapan beserta paket-paket wisatanya, seperti ronda keliling kampung, dll.

Ketika mengunjungi Wisata Cinangneng bersama teman-teman, saya mengambil paket Tour Kampung yang juga termasuk mendapatkan makan siang, berenang dan sesi poto dengan menggunakan pakaian Sunda. Walau hanya sekitar sejam lebih berjalan, ditemani oleh penduduk setempat yang menemani kami mengitari kampung, keluar masuk gang dan melintasi pesawahan, namun kami merasa lelah karena setelah itu kami langsung nyebur ke kolam renang yang berwarna biru bening yang sangat menggoda di siang terik saat itu. Untunglah sang guide menawarkan kepada kami untuk membawakan makan siang kami, berupa makanan khas Sunda, ke meja yang ada di sekitar kolam renang.

Tentunya wisata seperti ini sangat biasa bagi orang kampung seperti saya, tapi bisa menjadi pengalaman yang seru bagi anak-anak yang tidak pernah mengalami masa kecil di kampung. Wisata yang dimiliki oleh seorang mantan guide wisata ini juga baik untuk mendongkrak ekonomi masyarakat sekitar dengan memperkenalkan industri yang mereka punya, walaupun sayangnya proses pembuatan industri tersebut tidak diperlihatkan kepada wisatawan. Sayangnya lagi ketenangan yang mungkin dicari oleh para wisatawan diganggu oleh suara musik hingar bingar yang datang dari kolam renang umum yang terletak persis di sebelah wisata Cinangneng.

Memang idealnya suasana pedesaan yang dihadirkan dibarengi dengan atmosfir yang menenangkan, misalnya adanya alunan suara seruling. Dan satu lagi, semoga setiap jengkal di tempat wisata ini mengandung nilai seni, termasuk sarana ibadah yang satu itu, yaitu musholla.

Semoga ke depannya wisata alam dan budaya ini akan semakin lebih baik.

Sumber: kompasiana.com

Wisata Seru Bersama Keluarga di Kampung Gajah Bandung

Kampung GajahBerlibur bersama keluarga bisa tetap seru dan menyenangkan dengan hanya melipir ke Bandung. Traveler bisa bersenang-senang bersama keluarga di kawasan wisata Kampung Gajah.

“Alhamdulillah” dan “Subhanallah”, dua kata ini layak diucapkan, saat kami akhirnya tiba di tempat wisata Kampung Gajah di wilayah Kota Bandung pukul 08.30 waktu setempat. Kami tiba di Kampung Gajah setelah menempuh perjalanan dari tempat tinggal kami di Depok selama sekitar 3,5 jam perjalanan. Kami memulai perjalanan pukul 05.00 waktu setempat, dengan alasannya supaya tiba di tujuan lebih pagi, juga menghindari macet yang biasa terjadi di akhir pekan.

Setelah melalui jalan tol Cikampek-Purbaleunyi, kami keluar di pintu Tol Pasteur. Perjalanan dilanjutkan ke arah Terminal Ledeng. Tepat setelah Terminal Ledeng, mobil belok kiri ke Jalan Sersan Bajuri. Kira-kira 15 menit kemudian sampailah kami di tujuan kami Kampung Gajah.

Untuk masuk ke dalam tempat wisata Kampung Gajah, tiap orang dikenakan biaya Rp 10.000 per orang untuk hari kerja dan Rp 20.000 untuk hari libur. Biaya ini serta tambahan Rp 10.000 untuk mobil.

Kami mencoba mencari tahu fasilitas yang ada di tempat wisata ini. Dari informasi yang kami peroleh, ada Water Boom, Children Playground, Go Kart, dan Kebun Stroberi yang bisa dinikmati di tempat wisata ini.

Untuk bisa menikmati semua fasilitas dan permainan yang ada di kampung gajah, kita harus merogoh kocek sebesar Rp 200.000 per orang untuk tiket terusan. Dengan tiket terusan, kita bisa bebas menikmati semua fasilitas.

Ada beberapa fasilitas yang bisa dinikmati tanpa tiket terusan. Harganya lumayan mahal, namun cukup layak jika melihat keunikan yang ada. Ada bus mini yang siap mengantar kami berkeliling Kampung Gajah melihat fasilitas yang ada.

Pertama kami berkunjung ke Kebun Stroberi, kemudian bis berbalik dan lanjut ke arah Water Boom. Water Boom bisa dibilang fasilitas andalan dari Kampung Gajah, letaknya tepat di lembah. Sehingga kami harus melewati jalan turunan yang cukup curam dan berkelok.

Salah satu keunikan Water Boom di Kampung Gajah, menurut saya adalah latar belakangnya yang berbukit dan tebing. Tempat wisata ini memang terletak di lembah yang dikelilingi oleh tebing yang cukup indah.

Kami tidak membeli tiket terusan, sehingga hanya bisa melihat-lihat dan mengambil beberapa foto untuk diabadikan sebagai kenang-kenangan. Kami pun hanya bisa bengong melihat permainan air yang cukup menggiurkan ini.

Area food court juga tersedia di sekitar arena permainan Water Boom. Jadi, kalau perut terasa lapar, traveler bisa segera memesan makanan dengan menu yang tersedia, seperti ada gorengan, batagor, bakso, dan minuman ringan.

Bagi traveler yang tidak memiliki tiket terusan, ada beberapa arena yang bisa dinikmati, salah satunya Children Playground. Tiket untuk memasuki arena permainan ini sebesar Rp 20.000 per anak. Anak-anak bisa bermain flying fox, bersepeda keliling area, ayunan dan jungkat-jungkit, dan juga berlari-larian di sekeliling area bermain.

Selain arena bermain, banyak tempat makan tersebar di sini, mulai dari restoran Padang, tempat menikmati kopi dan roti, food court dengan berbagai macam menu makanan bisa menjadi pilihan untuk memanjakan lidah kita.

Secara umum, tempat wisata Kampung Gajah cukup menarik dan bisa menjadi salah satu tempat tujuan wisata yang menarik untuk berlibur bersama keluarga. Tempat wisata ini menggabungkan pemandangan alam perbukitan dan lembah yang sejuk, disertai arena permainan beberapa fasilitas lain.

Sumber: Detik.com

Tempat Wisata Liburan Sekolah di Bandung

May 28, 2013 by  
Filed under Pariwisata

game outbound sekolah - target strategy - terminal wisata grafika cikole - tempat wisata lembang bandung jawa barat 2Punya rencana berlibur ke Bandung? Banyak tempat-tempat seru yang bisa Anda lakukan bersama balita di sana. Memilih Bandung sebagai tempat liburan, bukan pilihan yang salah. Selain terkenal dengan ‘jejeran’ factory outlet yang membuat ‘lapar mata’ para Bunda, Bandung juga punya tempat-tempat rekreasi yang tak kalah menarik dari kota lain. Ayo, ajak balita keliling Bandung! Berikut beberapa tempat pilihan Ayahbunda, yang mungkin bisa menjadi panduan Anda berlibur ke Bandung.


1. Jendela Alam
 
Lokasi: Jl. Sersan Bajuri Km. 4,5 Ledeng, Lembang, Bandung
Telp. (022) 278 8482, 278 8513, 695 972 68
Website : http://www.jendela-alam.com

Fasilitas: Menawarkan rekreasi alam yang bisa menjadi sarana belajar bagi balita. Ada peternakan dan perkebunan di daerah pegunungan yang sejuk dan nyaman. Selain bisa mengenal berbagai jenis binatang, di peternakan balita juga bisa melakukan berbagai aktifitas menyenangkan. Seperti, menunggang kuda poni, mengambil telur langsung dari kandang ayam, dan melihat cara memerah susu sapi dan kambing. Sementara itu dibagian perkebunan, bersama seorang pemandu, Anda bisa mengajak balita memetik stroberi, tomat ceri dan sayuran. Setelah dipetik, hasil panen bisa dinikmati langsung lho. Misalnya, untuk stoberi Anda bisa membawanya ke kantin untuk dibuat jus. Menyenangkan sekali bukan?

Tiket
Tiket masuk          : Rp. 6.000,00.
Paket personal          
Mamam Yooook  : Rp. 6.000,00./kegiatan
Petik Cantik          : Rp. 6.000,00./kegiatan
Kidz Adventure    : Rp. 10.000,00.
Paket kelompok :
Rahasia Kuda     : Rp. 50.000,00.
Rahasia Telur     : Rp. 50.000,00.
Rahasia Kelinci  : Rp. 50.000,00
Waktu Buka : Senin – Minggu  pukul  09.00 – 16.00 WIB

Tips:
  • Kenakan pakaian yang nyaman agar si kecil bebas bergerak.
  • Alas kaki yang nyaman.
  • Oleskan krem anti nyamuk.
  • Baju ganti .
  • Snack dan minum. Untuk makan siang, Jendela Alam menyediakan kantin dengan menu ‘akrab’ seperti ayam goreng dan kentang goreng.
  • Saat mengunjungi ternak, jangan sampai si kecil dipatuk ayam.
  • Sehabis hujan, tanah-tanah di pinggir jalan setapak bisa membuat anak tergelincir.
2. Museum Geologi
 
Lokasi : Jl. Dipenogoro 57, Bandung 40122
Telp. (022) 721 3822
website: museum.grdc.esdm.go.id
Fasilitas: Meskipun namanya museum Geologi yang dipenuhi oleh benda-benda zaman purbakala, namun bisa menjadi pilihan tempat rekreasi yang menyenangkan untuk balita. Museum yang dekat dengan Gedung Sate ini, baru saja direnovasi sehingga jauh dari kesan kuno dan menyeramkan. Anda dapat menemukan berbagai kerangka binatang purba. Seperti, Tyrannosaurus Rex, Rhinoceros Sandaicus (badak jawa), Coelacanth Menadoensis(ikan purba) atau Geochelone Atlas (kura-kura raksasa). Bentuknya yang sangat besar akan membuat balita takjub. Belum lagi, melihat kerangka-kerangka manusia zaman purba yang usianya sudah 5.600-9.500 tahun. Selain itu, ada sudut peragaan gunung berapi yang dilengkapi dengan replika gunung berapi serta gambar-gambar gunung berapi mulai ‘beraksi.’
Tiket : Gratis
Waktu Buka:
Senin – Kamis   : 09.00 – 15.30 WIB
Sabtu – Minggu  : 09.00 – 13.30 WIB
Tips:
  • Mengunjungi museum ini, ada peraturan yang harus ditaati: mengisi buku tamu di pintu utama, dilarang membawa tas dan jaket di ruang peragaan museum, dilarang makan, minum, dan merokok di dalam gedung museum, dilarang memegang, mencoret-coret, merusak, dan mengambil koleksi museum, dilarang mengabadikan dengan kamera/video, kecuali dengan izin petugas.
  • Kenakan balita pakaian yang hangat dan nyaman karena jaket tidak boleh dibawa masuk, sedangkan AC cukup dingin di dalam museum.
  • Isi dulu perut balita, karena Anda tidak diijinkan membawa makan/minum selama di dalam.
  • Perhatikan gerak-gerik balita, cegah ia bila tangannya mulai ingin memegangkerangka. Bisa-bisa dia tertimpa tulang belulang bila ditarik ataudidorong terlalu kuat.
3. Taman Budaya
 
Lokasi: Jl. Bukit Dago Selatan No. 53 A, Bandung
Telp. (022) 250 4912
Fasilitas: Di wilayah bekas Dago Tea Houseini, Anda bisa mengenalkan balita dengan kesenian Jawa Barat seperti tari Merak, tari Jaipong, gamelan Sunda, teater, grup vokal, silat dan wayang golek. Konsep pertunjukan out door  yang digelar setiap Sabtu sore akan menambah kesegaran. Anda dan balita dapat menikmati pertunjukan kesenian Jawa Barat dengan latar belakang panorama kota Bandung. Sambil menonton, Anda bebas membawa bekal camilan. Disediakan juga kafetaria atau gerobak jajanan di pintu masuk. Disiang hari, biasanya arena Taman Budaya dipakai untuk anak-anak belajar menari. Anda dan balita juga diperbolehkan ikut belajar menari bersama para pelatih dari mahasiswa atau alumni Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung.
Tiket  : Gratis
Waktu Buka
Pagelaran Setiap Sabtu : 16.00 WIB
Tips:
Jaket atau sweater.
Kamera atau vidio untuk mengabadikan polah si kecil selama nonton pertunjukan.
Minyak kayu putih bila anak mulai kedinginan dengan udara malam.
Mintabalita duduk disamping Anda. Jangan biarkan dia ‘merambah’ ke pinggiratau atas panggung, karena dapat mengganggu pertunjukan

4. Taman Lalu Lintas Ade Irma Suryani Nasution

Lokasi:Jl. Belitung No. I, Bandung
Telp. (022) 420 1667
Fasilitas:
Memasuki pintu masuk Taman Lalu Lintas, Anda sudah disuguhi bermacam-macam rambu lalu lintas. Arena bermain anak seperti ayunan, perosotan, patung binatang (gajah, jerapah) yang bisa ditunggangi pun ikut menyambut. Tapi, kurang puas jika Anda hanya mengajak balita bermain di arena itu. Coba melangkah lagi, Anda akan temukan:
  • Pintu kereta api mini. Dilengkapi  stasiun, kereta api mini dan masinis. Dengan membayar Rp. 3.000,00. Anda dan balita bisa berkeliling Taman Lalu Lintas dengan kereta api.
  • Area sepeda. Anda dan balita bisa menyewa sepeda mini yang sudah disediakan, ada sepeda roda dua dan roda empat. Bila balitaAnda baru dalam tahap sepeda roda tiga, petugas memperbolehkan Anda untuk membawa sepeda sendiri. Di area ini anak dapat belajar mengenal rambu-rambu lalu lintas. Arena sepeda mini ini dibuat serupa jalan raya. Ada jembatan, lorong, jalan menanjak, jalan menurun, jalan berbelok, dan pertigaan.
  • Taman lalu lintas. Ada pak Polisi bertugas di tempat ini, yang siap mengajar anak-anak dan pengunjung tentang santun berkendaraan dan tertib di jalan raya. Coba saja minta anak untuk bertanya cara menyeberang jalan yang aman. Pak Polisi pasti langsung membantu.

Tiket: Hari Biasa      :Rp. 4000,00/hari

           Minggu/Libur  : Rp 5.000,00
Waktu Buka:
Senin – Kamis                         : 08.00 – 14.00 WIB
Sabtu – Minggu / Hari Libur   : 08.00 – 16.00 WIB
Tips:
  • Kenakan balita dengan pakaian yang nyaman dan bebas bergerak.
  • Alas kaki yang nyaman.
  • Bawa snack dan minuman, karena kantin letaknya di dekat pintu masuk.
  • Baju ganti bila anak berkeringat.
  • Peralatan keamanan bersepeda: helm, pelindung siku dan lutut.
  • Topi bila cuaca panas.
  • Dampingi balita saat naik kereta api karena tidak ada pendamping di setiap gerbong kereta.
  • Minta balita untuk tidak ngebut di arena sepeda, bisa-bisa dia menabrak pengendara lain.
 5. Saung Angklung Udjo
 
Lokasi: Jl. Padasuka 118, Bandung 40192
Telp. (022) 727 1714, 710 1736
Website: www.angklung-udjo.co.id
Fasilitas: Tempat ini dibuat oleh Alm. Udjo Ngalagena, seniman Sunda, untuk melestarikan kesenian Sunda. 
  • Penampilan tari dan musik anak-anak Saung Angklung Udjo dapat Anda saksikan setiap hari   pukul 16.00, sebagai pagelaran regular. Selain melihat pertunjukkan, balita bisa mengenal dan mencoba memainkan alat-alat musik seperti angklung, seruling, dan arumba. Dan menariknya lagi, Anda dan balita bisa melihat proses pembuatan angklung.
  • Enggrang, permainan daerah Sunda, melengkapi halaman luas Saung Angklung Udjo. Anda dan balita boleh mencobanya, dan anak-anak Saung dengan senang hati akan mengajarkanya. Bila lelah, ada saung-saung atau gubuk-gubuk untuk bersantai sambil menikmati makan siang yang juga bisa Anda pesan di menu pilihan Saung Angklung.
  • Toko suvenir menyediakan berbagai jenis barang khas Sunda, berbahan bambu. Ada gangsing, klonogan yaitu hiasan rumah yang berbunyi bila tertiup angin, seruling, dan angklung.

Tikel Pertunjukan

Turis lokal       : Rp. 50.000,00
Turis asing     : Rp. 80.000,00
Waktu Buka: Setiap hari pukul 08.00 – 19.00 WIB
Tips: 
  • Kenakan   pakaian yang nyaman
  • Alas kaki yang nyaman.
  • Oleskan krem anti nyamuk.
  • Baju ganti untuk anak.
  • Jaket/sweater
  • Makanan bayi, untuk anak yang sudah besar disediakan menu makanan Sunda dan camilan.
  • Lapanganyang luas menggoda si kecil untuk berlari-lari. Beberapa sisi, terdapat sungai buatan sebagai penghubung antar saung dan jembatan terbuat dari bambu. Perhatikan balita agar tidak terpeleset atau tercebur.

sumber:www.ayahbunda.co.id

Dago Pakar, Tempat Wisata yang Murah dan Menyejukan Hati

May 6, 2013 by  
Filed under Pariwisata

water-fall1Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda awalnya berstatus sebagai hutan lindung (Komplek Hutan Gunung Pulosari) yang batas-batasnya ditentukan pada tahun 1922.

Sejak kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1945 secara otomatis status kawasan hutan negara dikelola oleh Pemerintah Republik Indonesia melalui Djawatan Kehutanan.

Kawasan hutan ini dirintis pembangunannya sejak tahun 1960 oleh Bapak Mashudi (Gubernur Jawa Barat) dan Ir. Sambas Wirakusumah yang pada waktu itu menjabat sebagai Administratur Bandung Utara merangkap Direktur Akademi Ilmu Kehutanan, dan mendapat dukungan dari Bapak Ismail Saleh (Menteri Kehakiman) dan Bapak Soejarwo (Dirjen Kehutanan Departemen Pertanian). Pada tahun 1963 sebagian kawasan hutan lindung tersebut mulai dipersiapkan sebagai Hutan Wisata dan Kebun Raya. Tahun 1963 pada waktu meninggalnya Ir. H. Djuanda, maka Hutan Lindung tersebut diabadikan namanya menjadi Kebun Raya Rekreasi Ir. H. Djuanda untuk mengenang jasa-jasanya dan waktu itu pula jalan Dago dinamakan jalan Ir.H.Djuanda.

Untuk tujuan tersebut, kawasan tersebutmulai ditanami dengan tanaman koleksi pohon-pohonan yang berasal dari berbagai daerah. Kerjasama pembangunan Kebun Raya Hutan Rekreasi tersebut melibatkan Botanical Garden Bogor (Kebun Raya Bogor) , dengan menanam koleksi tanaman dari di Bogor.

Pada tanggal 23 Agustus 1965 diresmikan oleh Bapak Gubernur Mashudi sebagai Kebun Raya Hutan Rekreasi lr.H. Djuanda sebagai Embrio Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda yang dikelola oleh Dinas Kehutanan (dulu Djawatan Kehutanan Propinsi Jawa Barat).

Tahun 1978 pengelolaan dari Dinas Kehutanan (dulu Djawatan Kehutanan Propinsi Jawa Barat) diserahkan ke Perum Perhutani Jawa Barat.

Pada tahun 1980 Kebun Raya/Hutan Wisata yang merupakan bagian dari komplek Hutan Gunung Pulosari ini ditetapkan sebagai taman wisata, yaitu Taman Wisata Curug Dago seluas 590 ha yang ditetapkan oleh SK. Menteri Pertanian Nomor : 575/Kpts/Um/8/1980 tanggal 6 Agustus 1980.

dago-pakar-4Pada tahun 1985, Bapak Mashudi dan Bapak Ismail Saleh sebagai pribadi dan Bapak Soedjarwo selaku Menteri Kehutanan mengusulkan untuk mengubah status Taman Wisata Curug Dago menjadi Taman Hutan Raya.

Usulan tersebut kemudian diterima Presiden Soeharto yang kemudian dikukuhkan melalui Keputusan Presiden No. 3 Tahun 1985 tertanggal 12 Januari 1985. Peresmian Taman Hutan RayaIr. H. Djuanda dilakukan pada tanggal 14 Januari 1985 yang bertepatan dengan hari kelahiran Bapak Ir. H. Djuanda. Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda sebagai Taman Hutan Raya pertama di Indonesia.

Untuk menjamin susksesnya pengelolaan Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda, Menteri Kehutanan melalui Surat Keputusan Nomor : 192/Kpts-II/1985 membentuk Badan Pembina Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda yang diketuai oleh Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan Pelestarian Alam (PHPA) serta menunjuk Perum Perhutani sebagai Badan Pelaksana Pengelolaan dan Pembangunan Taman Hutan RayaIr. H. Djuanda.

Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda merupakan kawasan konservasi yang terpadu antara alam sekunder dengan hutan tanaman dengan jenis Pinus (Pinus merkusil) yang terletak di Sub-DAS Cikapundung, DAS Citarum yang membentang mulai dari Curug Dago, Dago Pakar sampai Maribaya yang merupakan bagian dari kelompok hutan Gunung Pulosari, menjadikan Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda sangat baik sebagai lokasi pariwisata alam dan juga sebagai sarana tempat untuk pengembangan pendidikan lingkungan.

Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda merupakan bagian dari daerah cekungan Bandung, memiliki latar belakang sejarah yang erat kaitannya dengan zaman purba hingga sekarang. Secara geologis daerah ini mengalami perubahan yang disebabkan oleh gejolak alam dalam kurun waktu pembentukan alam semesta.

Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda awalnya merupakan bagian areal dari kelompok Hutan Lindung Gunung Pulosari yang berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 575/kpts/Um/8/1980 dirubah fungsinya menjadi Taman Wisata Alam (TWA) Curug Dago. Pada Tanggal 14 Januari 1985 bertepatan dengan kelahiran Bapak Ir. H. Djuanda, TWA Curug Dago secara resmi berubah fungsi menjadi Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda yang merupakan Taman Hutan Raya (TAHURA) pertama di Indonesia, berdasarkan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 3/M/1985 tertanggal 12 Januari 1985 tentang Penetapan Taman Wisata Alam Curug Dago menjadi Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda.

taman hutan raya djuanda 021Letak dan Luas: Taman Hutan raya Ir. H. Djuanda terletak di sebelah Utara Kota Bandung Berjarak ± 7 km dari pusat kota, secara geografis berada 107° 30′BT dan 6° 52′LS, secara administrasi berada di wilayah Ciburial Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung dan sebagian wilayah masuk Desa Mekatwangi, Desa Cibodas, Desa Langensari, dan Desa Wangunharja, Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat serta Kelurahan Dago Kecamatan Coblong Kota Bandung. Berdasarkan hasil rekonstruksi tata batas Taman hutan Raya Ir. H. Djuanda pada tahun 2003 luasnya adalah 526,98 hektar.

Topografi: Sebagian besar kawasan merupakan ekosistem pinggir sungai (Riparian ecosystem), pada umumnya kondisi lapangan miring, dengan kelerengan (slope) agak curam sampai dengan terjal, dengan ketinggian ± 770 dpl sampai dengan ± 1350 m di atas permukaan laut.

Jenis Tanah: Unsur tanah yang terkandung di areal Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda didominasi andosol, sebagian kecil gramasol yang peka terhadap erosi.

Iklim: Iklim menurut klasifikasi Schmidt Ferguson termasuk Type B, kelembababan nisbi udara berkisar antara 70% (siang hari) dan 90% (malam dan pagi hari), suhu berkisar antara 22° C – 24° C (di lembah) dan berkisar 18° C – 22° C (di puncak). Curah hujan rata-rata pertahun 2.500 – 4.500 mm/tahun.

Hidrologi: Sumber air yang berada di Taman Hutan raya Ir. H. Djuanda adalah sungai Cikapundung yang membentang sepanjang 15 km dan lebar rata-rata 8 meter dengan debit air sekitar 3.000 m³/detik. Sungai Cikapundung merupakan anak Sungai Citarum yang berhulu di Gunung Bukit Tunggul, selain terdapat juga beberapa mata air yang bersumber dari kelompok Hutan Gunung Pulosari.

Aksesibilitas: Tahura Ir. H. Djuanda memiliki tingkat aksesibilitas yang tinggi, kawasan ini sekarang telah bersatu dengan Kota Bandung dan dapat ditempuh dari berbagai jalur jalan, baik melalui Jalan Dago maupun melalui Jalan Cikutra. Semua jenis kendaran bisa masuk hingga ke pintu gerbang utama. Kondisi jalan dari pusat kota sampai dengan lokasi (pintu gerbang utama) sudah beraspal dan kini dalam kondisi baik (sebelumnya rusak berat). Walaupun demikian, jalan masuk dari Kordon ke Tahura Ir. H. Djuanda yang berjarak ± 500 m dirasakan terlalu sempit, sehingga menyulitkan kendaran berpapasan. Bila menggunakan kendaraan umum, Angkutan Kota hanya sampai Terminal Dago, selanjutnya perjalanan diteruskan dengan kendaraan umum lain jurusan Kampus Unisba dan berhenti di Kordon. Dari Kordon perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki sejauh 500 m.

curg-mrbaySelain dari arah Selatan, Tahura Ir. H. Djuanda juga dapat ditempuh dari arah Utara, melalui Obyek Wisata Maribaya-Lembang. Dari pintu gerbang ini akan dapat dilihat obyek wisata Curug Omas dan kemudian perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki menyusur jalan setapak sepanjang 6 km menuju ke Pakar Dago.

Budaya: Penduduk asli di sekitar Taman Hutan raya Ir. H. Djuanda adalah suku sunda. Upacara adat pada umumnya masih dilakukan terutama pada saat pernikahan dan khitanan, terdapat beberapa kesenian seperti pencak silat, jaipongan, kecapi suling dan calung.

Jam Operasional:
08.00 s/d 16.00 WIB
Buka Setiap Hari (Hari Kerja & Hari Libur)

Tiket Masuk:
Rp. 8.000,-

sumber:jabarprov.go.id

Curug Tonjong Resmi Jadi Objek Wisata Unggulan Kota Tasikmalaya

January 17, 2013 by  
Filed under Jawa Barat Terkini, Pariwisata, Tasikmalaya

curug_TonjongPemerintah Kota Tasikmalaya meresmikan Curug Tonjong di Kampung Cipeusing, Kelurahan Setiawargi, Kecamatan Tamansari sebagai salah satu objek wisata unggulan Kota Tasikmalaya. Hal itu terwujud setelah beberapa tahun kawasan tersebut ditata dengan anggaran dari pemerintah pusat melalui dana penataan lingkungan pemukiman berbasis komunitas tahun 2011.

Peresmian dilakukan oleh Wakil Walikota Dede Sudrajat, Selasa (15/1). Dalam sambutannya, ia mengatakan dipilihnya Curug Tonjong sebagai salah satu objek wisata yaitu untuk mendongkrak ekonomi masyarakat khususnya Kecamatan Tamansari yang masih tertinggal dibanding kecamatan yang lain.

Dengan penataan curug diharapkan bisa dijadikan sebagai tujuan pariwisata bagi masyarakat Tamansari, masyarakat Kota Tasikmalaya, hingga masyarakat dari luar Kota Tasikmalaya.

“Kelurahan Setiawargi selain dianugerahi keindahan alam dengan adanya Curug Tonjong, mempunyai kekayaan alam yaitu potensi di bidang agribinis. Masyarakatnya banyak yang menanam kacang tanah, jagung, singkong, dan palawija yang lain. Dengan hadirnya tempat wisata curug ini bisa dimanfaatkan warga untuk menjajakan makanan olahan hasil olahan masyarakat dari pertanian,” katanya.

Dede mengharapkan agar warga bersama pemerintah menciptakan sapta pesona pariwisata. Selain itu menindak tegas siapapun yang menjadikan Curug Tonjong sebagai tempat untuk berbuat negatif.
sumber: pikiran-rakyat.com

Libur Panjang, Bogor Lumpuh

December 24, 2012 by  
Filed under Berita Daerah, Bogor, Jawa Barat Terkini

bogor-macetLibur panjang dimanfaatkan warga Jakarta untuk berwisata. Mereka mengunjungi beberapa tempat wisata favorit yang tak jauh dari Jakarta, salah satunya Bogor.

Banyaknya warga Jakarta yang berwisata ke Bogor membuat arus lalu lintas di kabupaten yang berpenduduk lima juta jiwa, macet parah.  Kemacetan tak hanya terjadi di jalur wisata, seperti Puncak, tapi juga di wilayah Kota Hujan. Tak pelak, hampir seluruh ruas jalan utama disesaki kendaraan. Bukan hanya itu, jalur alternatif tak luput dari kemacetan.

Pantauan Radar Bogor kemarin, sejak pukul 10:00, sejumlah ruas jalan sudah disesaki kendaraan. Kemacetan mulai terlihat di Jalan Jalak Harupat, Pajajaran, Sholeh Iskandar, Abdullah bin Nuh serta Dadali. Hal ini membuat kendaraan mencari jalan alternatif agar terhindar dari kemacetan yang mengular panjang.

Bahkan, hingga menjelang sore hari, kemacetan belum juga normal. Hal ini membuat kendaraan khususnya roda dua harus memperlambat lajunya lantaran hujan deras yang terjadi sejak pukul 14:00.

“Adanya cuti bersama, ditambah libur bagi pelajar membuat Kota Bogor seperti Jakarta. Macet dan banyak kendaraan berplat B,” kata Suprapto (31), salah satu warga kepada Radar Bogor, kemarin.

Menurutnya, sudah biasa kemacetan selalu terjadi di setiap akhir pekan. Namun, baru kali ini ia merasakan di seluruh ruas jalan dipenuhi ribuan kendaraan. “Sekarang nggak seperti libur cuti bersama seperti biasanya. Mungkin karena faktor liburan panjang anak sekolah menjadi penyebab Bogor macet,” keluhnya.

Hal senada juga disampaikan wisatawan asal Jakarta, Sebastian (40), yang mengaku datang ke Bogor untuk berlibur bersama keluarganya. Namun, belum sampai di tempat tujuan mereka sudah terjebak macet. “Kami sekeluarga mau menuju Puncak. Tapi, karena jalur kesana padat, jadi mampir dulu di Bogor sambil menunggu kemacetan mereda,” ungkapnya saat ditemui di pusat jajanan Sukasari.

Kemacetan yang begitu parah membuat Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Bogor Kota turun tangan untuk mengurai titik-titik kepadatan arus lalulintas di sejumlah ruas jalan utama. Satlantas menyiapkan 114 personil di sejumlah pos polisi.

Kami akan bergabung dengan instansi lainnya seperti DLLAJ untuk mengatur arus lalulintas agar tidak terjadi penumpukan kendaraan,” jelas Kasat Lantas Polres Bogor Kota, AKP Erwin Syah.

Erwin mengungkapkan, sebanyak 20 personel telah dipersiapkan untuk menjadi tim pengurai apabila di titik-titik tertentu terjadi kepadatan arus lalulintas. Seperti beberapa titik yang menjadi tujuan utama wisata di antaranya  Kebun Raya Bogor (KRB), The Jungle dan Taman Topi.

Dijelaskannya, tim pengurai ini nantinya akan meluncur untuk mengurai dan mengatasi kepadatan dengan beberapa cara bertindak (CB), seperti pengalihan arus.

“Guna kelancaran beraktivitas masyarakat kita akan maksimalkan personel. Kita juga dibantu Polsek, serta instasi-instansi lain,” pungkasnya. (rur)
sumber: radar-bogor.co.id

Rumah Makan Saung Samara Desa

Brosur Rumah Makan Samara Desa

Liburan sambil menikmati masakan citra khas daerah sangat mengasyikan apalagi kalau liburan ke pantai. Pantai Pangandaran Ciamis Jawa Barat merupakan salah satu tempat wisata yang banyak dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Sebelum sampai di tempat, di sepanjang jalan menuju pantai Pangandaran wisatawan sudah menikmati banyak suguhan panorama eksotik karena kealamiannya lengkap dengan dagangan khas daerah mulai makanan sampai aksesoris.

Salah satu rumah makan yang dapat dinikmati pengunjung sebelum pantai atau selepas liburan di pantai Pangandaran adalah Rumah Makan Saung Samara Desa. Dibandingkan harga di dalam lokasi rumah makan ini menyajikan makanan cita rasa khas daerah dengan harga relatif lebih murah namun rasa istimewa seperti yang tertera dalam slogannya “Harga Kaki Lima, Rasa Bintang Lima”.

Rumah Makan Saung Samara Desa yang bernuansa pedesaan menyajikan berbagai hidangan khas parahiangan dengan fasilitas saung tempat makan lesehan, televisi, toilet, taman,dan mushola.

Di rumah makan ini pengunjung akan disuguhkan hidangan goreng ikan gurame atau bakarnya serta ayam bakar kampung yang menggugah selera lidah pengunjung. Pengunjung dapat memilih ikan gurame sesuai ukuran kesukaan yang langsung mengambil sendiri dari kolam.

Keahlian yang dapat dinikmati pengunjung di Rumah Makan Saung Samara Desa ini diantaranya sarapan, makan siang, makan malam, kopi, minuman. Rumah makan ini juga menyajiukan hidangan untuk pesanan program tahun baru. Pengunjung juga bisa menikmati taman dan saung tradisional yang di buat dari bambu asli dan ada juga permainan anak-anak.

Informasi lebih lanjut alamat Rumah Makan Saung Samara Desa berada di jalan Pangandaran No. 242 Kedungwaluh Padaherang Ciamis (46384) Jawa Barat. Telp. (0265) 650765.

Kawah Galunggung, Tempat Wisata Favorit di Tasikmalaya

kawah-galunggung1

Gunung Galunggung merupakan gunung berapi kategori strato (gunung berapi mirip kerucut) dengan ketinggian 2.167 meter di atas permukaan laut (dpl) atau sekitar 1.820 meter di atas dataran Tasikmalaya. Dalam sejarahnya, gunung yang menempati areal sekitar 275 kilometer ini pernah meletus beberapa kali. Pertama kali meletus pada tanggal 18 Oktober 1882 dan terakhir kali meletus pada tanggal 5 April 1982.

Letusan terakhirnya bertipe vulcanian vertical (seperti letusan cendawan bom atom), yang semburannya mencapai 20 kilometer ke angkasa. Letusan tersebut juga diikuti dengan semburan piroclastic (debu halus) yang menghujani Tasikmalaya, Garut, Cianjur, Bandung, dan kota-kota lain yang berada dalam radius 100 kilometer dari Gunung Galunggung.

galunggung2Keistimewaan

Di kawasan Gunung Galunggung terdapat dua tempat wisata favorit, yaitu Danau Kawah dan Pemandian Cipanas. Dari pintu masuk, pengunjung yang ingin ke lokasi kawah mengambil jalan ke arah kiri. Sedangkan pengunjung yang akan ke Pemandian Cipanas mengambil jalan ke arah kanan.

Untuk menuju lokasi Danau Kawah, pengunjung akan melewati sekitar 620 anak tangga yang menjadi salah satu tempat favorit untuk berfoto. Untuk mencapai dasar kawah, pengunjung harus turun sekitar 100 meter. Di dasar kawahnya, pengunjung dapat menikmati pesona alamnya yang eksotik, berfoto, dan memancing aneka jenis ikan air tawar Danau Kawah.

Di lokasi tersebut juga terdapat sungai dari resapan Danau Kawah, gua, terowongan air menuju Sungai Cibanjaran dan Cikunir, serta masjid. Konon, masjid tersebut dulunya berada di area yang tinggi. Namun, posisinya berubah di dasar kawah seperti saat ini akibat letusan Gunung Galunggung pada tahun 1982.

Pada malam hari, dari bibir kawahnya, pengunjung dapat melihat keindahan kerlap-kerlip cahaya lampu Kota Tasikmalaya dan sekitarnya.

Lokasi Pemandian Cipanas tidak begitu jauh dari pintu masuk dan dapat diakses dengan berjalan kaki. Di kawasan seluas 3 hektar ini terdapat dua lokasi pemandian, masing-masing dikelola oleh pemerintah daerah setempat dan Perhutani. Di kawasan ini terdapat kolam renang, kamar mandi, dan bak rendam air panas. Kecuali itu, di kawasan ini pengunjung juga dapat menikmati keindahan air terjun yang memesona.

Selain Danau Kawah dan Pemandian Cipanas, di kawasan tersebut juga terdapat wanawisata (wisata hutan) yang memiliki areal sekitar 120 hektar yang dikelola pihak Perhutani. Kawasan ini berhawa sejuk, udaranya segar, dan teduh, sehingga cocok sekali dijadikan tempat untuk bersantai bersama keluarga atau berkemah.

galunggungLokasi

Gunung Galunggung terletak di Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Berjarak sekitar 20 kilometer ke arah barat daya dari Kota Tasikmalaya.

Akses

Pengunjung yang menggunakan kendaraan pribadi dapat langsung mengaksesnya sampai ke areal parkir kawasan Gunung Galunggung. Bagi pengunjung yang menggunakan kendaraan umum, dan berasal dari luar Tasikmalaya, sebaiknya turun di Terminal Bus Tasikmalaya. Kemudian, perjalanan dilanjutkan naik angkutan kota jurusan Terminal-Galunggung-Singaparna dengan ongkos sekitar Rp 4.000, s/d Rp.5.000,- per orang (data 2008). Selain dengan angkutan kota, pengunjung juga dapat menggunakan ojek atau mobil pick up.

Harga Tiket

Harga tiket masuk sekitar Rp 2.500,- per orang (data 2008).

Akomodasi dan Fasilitas

Di kawasan ini terdapat berbagai fasilitas, seperti areal parkir yang luas dan aman, masjid, kafe, sarana bermain anak-anak, kolam renang, bak rendam air panas, arena pertunjukan, camping ground, shelter-shelter, serta sentra oleh-oleh dan jajanan.

Pengunjung yang ingin menginap tidak perlu khawatir karena di sekitar kawasan wisata ini terdapat wisma dan hotel dengan berbagai tipe.

Sumber:Yusriandi Pagarah/wm/37/03-08

Eksotisme Wisata Alam Kawah Darajat Kab. Garut

Darajat merupakan salah satu tujuan wisata baru di daerah Garut. Tempat wisata ini menyimpan potensi wisata yang sangat besar. Berada di bawah kaki gunung merapi Papandayan, yang mengalirkan sumber air panas dapat menjadi wisata air panas, seperti halnya Cipanas-Garut.

Darajat juga menyimpan Potensi keindahan alam yang tidak kalah dibandingkan dengan Lembang atau Ciwidey Bandung. Bahkan bagi saya sendiri, daerah ini menyimpan kelebihan keindahan alamnya karena bukan milik PT Perkebunan Nusantara seperti kebanyakan daerah pegunungan lainnya yang banyak ditumbuhi dengan tanamah teh. Hal inilah yang membuat Darajat menjadi daerah yang sangat seksi dan cantik, tidak hanya indah saja. Hamparan pertanian penduduk sepanjang bukit-bukitlah yang membuat alam Darajat terlihat sangat seksi.

The Real of Garut Tourism

Jalan Raya Samarang sepanjang 17 Km menuju Darajat di bangun sebagai hasil kerja sama antara PT. Chevron, Pertamina, PT. Indonesia Power serta pemerintah Daerah Garut. Kini Jalan Raya Garut-Samarang-Pasirwangi-Darajat yang dulunya tak pernah absen dari lubang-lubang, sangat memadai untuk dilalui. Melalui jalan Samarang juga melintas kendaraan-kendaraan yang menuju Hotel Resort dan Spa Sampireun dan Rumah Makan ala Kampung Mulih ka Desa.

Tahun 2010-2011, potensi wisata alam dan air panas Darajat menemukan momentumnya. Melalui akses jalan yang bagus dan berbagai fasilitas wisata air panas dan outbond yang dibangun oleh investor lokal, Darajat telah menjelma menjadi satu nama dengan ikon baru. Darajat bukan hanya sebagai tempat pengeboran gas alam yang digunakan sebagai sumber listrik untuk penerangan Jawa-Bali, namun juga sebagai tempat tujuan wisata baru di Daerah Garut. Gaungnya, walaupun tidak sebesar nama Cipanas-Garut namun kini menjadi salah satu tujuan wisata dari berbagai daerah di Jawa Barat dan sekitarnya (Jakarta, Banten dan beberapa di daerah Jawa), hal tersebut dapat dilihat dari plat kendaraan, mulai dari motor, kendaraan pribadi, maupun bis wisata.

Menurut catatan dari petugas Kawah Darajat yang didukung oleh data penduduk setempat, Kolam renang air panas yang terdapat di Darajat pada dua tahun lalu hanya 2 tempat, namun kini berkembang menjadi enam tempat kolam renang, 3 di antaranya terdapat waterpark dan waterboom dan tempat outbond. Barangkali hal inilah yang menarik para turis lokal begitu penasaran terhadap tempat tersebut. Di daerah pertanian dan pegununungan biasa tanpa akses lanjutan (tidak ada jalur lintasan lanjutan seperti puncak Bogor atau Cipanas Cianjur) kok ada tempat-tempat wisata yang ditawarkan oleh wisata alam yang ditawarkan tempat wisata yang sudah terkenal seperti Lembang Bandung.

Hal ini barangkali yang membuat pengunjung Darajat Membludak hanya dengan harga tiket Rp. 15.000/orang dan pada momentum libur lebaran tahun ini. Menurut catatan warga yang sempat saya ajak ngobrol, sepanjang 7 km antara Palnunjuk dan Darajat hingga jam 11 malam terjadi kemacetan.

Editor: Tim Jabarmedia. Foto : Nani Fitriani

WISATA ALAM PANGJUGJUGAN DI CILEMBU DI SUMEDANG

September 17, 2012 by  
Filed under Jawa Barat Terkini, Pariwisata, Sumedang


“Desa Wisata Alam Pangjugjugan adalah tempat bagi pengunjungnya untuk bisa bercengkrama dengan alam, bisa mendengar desau cemara, merasakan gemericik air dan gemulai ikan seraya melihat elang terbang dengan gagahnya di udara”, itu sepenggal kalimat yang ada di brosurnya, tapi memang kenyataannya seperti itu. Pertama masuk ke sana disapa dengan sopan oleh satpam dan penjaga tiket dengan sopan dengan logat sumedang  “Maaf pak beli tiket masuk dulu di sini, satu orang 5.000 parkir motornya  1.000”. Harga yang cukup murah memang untuk kantong masyarakat menengah ke bawah.

Setelah masuk anda akan ditunjukkan ke tempat parkir yang sangat luas serta pemandangan alam. Permainan cukup lengkap, cukup bayar  5.000 bisa mendapat  fasilitasnya playground, arena bermain anak, lesehan, terapi ikan, batu refleksi, curug, lapangan futsal, yang bayar kolam renang, flying fox, becak mini, tunggang kuda dan paparahuan.

Selain wisata alam ternyata ada ekowisata, bisa keliling kebun, peternakan ungas, kelinci, kambing, sapi perah dan sapi potong. Ada juga sekolah alam, outbond, pelatihan,  bahkan pemancingan juga ada. Untuk ekowisata tidak bayar lagi. “Kalau musim panen biasanya pengunjung memetik sendiri,  nanti dihitung sesuai hasil petiknya saja” kata ibu Desy Idayanti  staff HRD. “Di sini tempat yang paling murah, kumplit segala ada, mau acara apapun disini cocok, tempat wisata ini bisa jadi miniaturnya kumpulan tempat wisata lainnya.” ungkapnya pula.

Menurut Encep satu pengunjung dari kalangan anak muda yang kebetulan  sedang mencoba terapi ikan beserta kedua temannya  “Harga murah sesuai dengan kantong masyarakat menengah ke bawah tapi fasilitas sudah seperti tepat wisata yang harganya tinggi dan tempat masih alami serta fasilitas-fasilitas pendukung lainnya seperti mushola, MCK, tempat lesehan bersih-bersih” katanya.

Adapun pengunjung yang membawa keluarganya ke tempat ini seperti Pak Yayan datang ke Pangjugjugan merasa penasaran dengan harganya yang  murah, setelah beristirahat keliling Pangjugjugan dia istirahat dulu sambil makan di bawah sejuknya udara Cilembu, Pak Yayan berteduh di tempat LESEHAN yang berbentuk saung,  banyak sekali tempat lesehan yang bisa di pakai disini. Setelah habis makan pak Yayan beserta keluarga mencoba terapi ikan, puas dengan terapi ikan pak yayan dan keluarga main di tempat Arena Bermain, bahkan pak Yayan sendiri mencoba bermain egrang. “Saya memanfaatkan liburan panjang untuk mengajak keluarga ke sini, katanya bagus-bagus di sini, saya juga merasa puas dengan informasi yang diberikan saudara-saudara saya yang pernah datang ke sini” ungkap pak Yayan.

Tak ada gading yang tak retak, kritikan maupun saran pasti akan diterima sebagai masukan untuk pengelola Taman Wisata Pangjugjugan, bahkan Ibu Desy sendiri menerima masukan  untuk kemajuan tempat ini, seperti ungkapan seorang pengunjung yang berbagi cerita ke Bobaronline “Tempat sudah Oke, permainan banyak, hanya kalau bisa dibuat sungai kecil yang mengalir supaya kesannya tidak gersang. Permainan di sini banyak yang gratis, cukup bayar 5.000 bisa menikmati permainan” kata Erni dari Jatinagor

Sumber: bobaronline.com

Next Page »