Gagal, tapi Banjir Pujian

by -1 views

Persikabo vs Persijap (1-0)

CIBINONG – Gol cepat Mauro Gaston ketika pertandingan baru berjalan 40 detik gagal mengantarkan Persikabo Kabupaten Bogor lolos ke babak Delapan Besar Copa Indonesia, setelah hanya mampu menang 1-0 (1-0) atas Persijap Jepara di Stadion Persikabo Cibinong, kemarin.

Walau menang, Laskar Pajajaran (julukan Persikabo) tetap gagal melaju, karena pada leg pertama babak 16 besar di stadion Gelora Bumi Kartini Jepara 26 Februari lalu dibekuk empat gol tanpa balas, sehingga Persijap menang agregat 4-1.

Turun dengan 80 persen pemain muda dan skuad lapis kedua, Laskar Pajajaran ternyata bermain kesetanan. Tim tuan rumah membuat kejutan pada menit awal melalui gol sundulan Mauro yang memanfaatkan umpan Rodrigo Santoni. Dan gol itu jadi satu-satunya yang terjadi pada pertandingan itu. Persijap pun melangkah mulus ke delapan besar.

Kegagalan Persikabo di ajang copa ternyata tidak menimbulkan cela. Victor Ilhami dan kawan-kawan justru banjir pujian dari pengurus dan pelatih, Suimin Diharja. Suimin menyatakan, pemain mudanya bermain luar biasa dalam laga itu. Dia menyebut Erik dan Rojali jadi bintang lapangan, padahal biasanya dia pelit memberikan pujian.

“Bukan main penampilan pemain-pemain muda yang kita turunkan. Saya sangat puas, terutama Erik dan Rojali. Mudah-mudahan performa mereka bisa bertahan di laga-laga berikutnya,” kata Suimin usai pertandingan.

Ketua umum Persikabo, Rachmat Yasin mengatakan, beberapa pemain muda yang turun dalam laga kemarin merupakan bintang masa depan Persikabo. Dia bahkan menjamin Laskar Pajajaran tidak perlu lagi merekrut pemain dari luar daerah jika pembinaan terus berlangsung dengan sistematis.

“Para pemain muda kita bisa membuktikan bahwa Persikabo bisa bersaing dengan tim kuat seperti Persijap Jepara. Jika ini terus dijaga, bukan tidak mungkin banyak pemain nasional yang lahir dari Kabupaten Bogor,” kata Bupati Bogor itu.

Pujian pun datang dari pelatih Persijap, Junaidi. Junaidi yang ditemui Radar Bogor usai pertandingan mengatakan, timnya tak bisa menerapkan strategi permainan karena lawannya bermain disiplin. Dia pun memuji strategi Suimin, terutama saat membuat gebrakan di awal-awal pertandingan.

“Saya bersyukur Persijap bisa lolos ke babak selanjutnya, meski tadi bermain kerepotan. Nanti kita akan lakukan evaluasi untuk melihat bagian mana saja yang harus dibenahi,” kata dia. (man)