Pembangunan Jembatan Selat Sunda oleh Konsorsium

by -10 views

JAKARTA,- Sesuai Peraturan Presiden Nomor 86 tanggal 2 Desember 2011 telah menetapkan konsorsium untuk pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS). Konsorsium tersebut terdiri dari Pemda Lampung dan Pemda Banten dengan swasta sebagai pemrakarsa proyek.

“Mega proyek JSS ini telah ditunggu oleh rakyat Lampung dan Banten, karenannya realisasi dari pembangunan sangat diharapkan,” kata Direktur Utama PT Graha Banten Lampung Sejahtera, Agung R Prabowo di Gedung Artha Graha Jakarta, Kamis (12/7).

Agung juga mengatakan, dari sisi teknis JSS akan melibatkan banyak orang dengan mengedepankan sumber daya nasional dengan support dari tenaga asing. “Tenaga kerja asing tetap ada, karena dengan tenaga kerja asing kita pasti bisa melaksanakannya,” ujarnya.

Menurut Agung , konsorsium terus membuka diri menggandeng berbagai mitra strategis yang mempunya visi dan misi yang sama untuk mewujudkan JSS tanpa menggunakan APBN. “Sebagaimana diamanatkan dalam Perpres 86/2001 pasal 3, pengembangan kawasan strategis dan infrastruktur Selat Sunda dilakukan dengan memanfaatkan sebesar-besarnya sumber daya dalam negeri dan pendanaan swasta,” katanya.

Dia juga mengungkapkan, kerja sama juga dilakukan dalam penyediaan dan pengembangan sumber daya manusia, untuk mendukung proyek pengembangan JSS dengan memanfaatkan sumberdaya yang dimiliki oleh Universitas Negeri Lampung. “Kami menyadari proyek ini adalah proyek besar dan merupakan proyek bangsa Indonesia,” ujarnya.

Jembatan yang menghubungkan pulau Jawa dan pulau Sumatera sepanjang 27,4 kilometer itu rencananya akan digarap pihak konsorsium melalui PT Graha Banten Lampung Sejahtera (GBLS), yang telah membuat Pra-Studi Kelayakan Jembatan Selat Sunda, dan telah diserahkan pada Gubernur Banten, Lampung, dan pemerintah pusat pada 13 Agustus 2009.

Ukuran dan kapasitas Jembatan Selat Sunda direncanakan lebar jembatan 60 meter, 2×3 jalur lalu lintas raya, 2×1 jalur darurat, lintasan ganda (double track) rel kereta, pipa gas, pipa minyak, kabel fiber optik, juga kabel listrik. (kominfo/A-26).***

Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/node/195755